[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 2)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 2

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 1

Author             : Dwi Nofianti (@NofiantiDwi)

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-18

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : Fini pernah aku post di blog pribadiku J

 

***

        Cho Kyuhyun sedang melajukan Audy A7 Sportback-nya dengan Shin Eun Hye duduk manis di sampingnya. Kyuhyun tak hentinya mengukir senyum di wajah sempurnanya. Dia benar-benar senang sekali. Sementara Eun Hye hanya melirik malas kearah pria yang selalu mengklaim bahwa Eun Hye adalah miliknya. Eun Hye benar-benar kesal sekali kepada Kyuhyun. Bagaimana tidak, hari ini dia akan sidang skripsi dan semalam pria tampan berkulit cenderung pucat itu tidak membiarkannya tidur sama sekali. Dan selalu dengan alasan yang menggelikan.

“Berhentilah memasang wajah seperti itu, Shin Eun Hye.”, Ujar Kyuhyun dengan nada datar yang kentara dibuat-buat. Eun Hye mendengus pelan, diliriknya Kyuhyun yang sedang focus menyetir itu.

“Dan berhentilah tersenyum seperti orang bodoh, Cho”, balas Eun Hye tak terima. Memangnya siapa yang membuatnya seperti ini? jelas-jelas dirinya.

Kyuhyun terkekeh pelan, ingin sekali rasanya kembali menyerang gadis ini, tapi tidak, dia cukup tau diri. “Oh ayolah Nona Shin, kau masih marah karena semalam aku menyerangmu? Mengertilah, aku merindukanmu”. Kyuhyun tersenyum miring. Apa tadi katanya? Merindukan Eun Hye? Sementara Eun Hye hanya diam, tak menanggapi ocehan majikannya itu. Majikan?

Sudah dua minggu berlalu sejak kejadian pagi itu, kejadian dimana seorang Cho Kyuhyun mengukuhkan dirinya sebagai pemilik Eun Hye satu-satunya. Dalam kurun waktu dua minggu ini sudah banyak yang terjadi. Sejak kejadian manis di pagi hari itu, tak pernah seharipun Kyuhyun lewatkan untuk tidak menyentuh Shin Eun Hye. Dan selama tiga hari belakangan ini, Kyuhyun berada di China dalam rangka pembukaan cabang Perusahaan Froex Corporation. Itulah mengapa sesampainya di Negara kelahirannya kemarin sore, ia langsung menuju Mark-Hils, apartemen pribadinya, di daerah Cheongdam-dong. Untuk apa? Jelas saja karena dengan sadarnya ia merindukan asisten rumah tangga-nya. Cho Kyuhyun merindukan Shin Eun Hye-nya. Sesampainya, ia langsung menyerang Shin Eun Hye, ia merindukan gadis itu, sungguh. Dan ia tidak bisa menahan naluri-nya lebih lama lagi. Cho Kyuhyun tidak tenang selama perjalanan Bisnis-nya di China karena pria bermata indah itu terus saja memikirkan seorang Shin Eun Hye, gadis yang telah merubahnya menjadi pribadi yang lebih hangat.

Kyuhyun melirik sekilas Eun Hye karena Eun Hye tidak menanggapi ucapannya, lalu kembali memfokuskan dirinya pada jalanan dihadapannya, membuang nafas kasar, “baiklah maafkan aku. Tapi sungguh aku merindukanmu dan ya, kau tau aku sulit menahan naluri-ku bila berada didekatmu”, ujarnya pelan. Sebenarnya Kyuhyun tidak perlu menjelaskan apa-apa dan meminta maaf kepada Eun Hye. Karena, sungguh, Eun Hye pun merindukan Pria disebelahnya ini, merindukan wajahnya, suara lembutnya yang terkesan dingin, senyum miringnya, dan jangan lewatkan yang terpenting, ia merindukan setiap sentuhan Kyuhyun yang sehangat matahari di musim semi dan selembut sutra terbaik. Hanya saja, semalaman ini Kyuhyun benar-benar tidak sedikitpun memberikannya waktu untuk beristirahat. Dan hal itu berpengaruh pada kondisinya pagi ini. Eun Hye lelah, padahal hari ini ia akan sidang skripsi. Itulah yang membuatnya kesal pada Kyuhyun, terlepas dari itu dia benar-benar menikmati setiap perlakuan Kyuhyun kepadanya semalam. Karena bagaimanapun juga, Cho Kyuhyun telah menempatkan dirinya sebagai candu ternikmat bagi Shin Eun Hye.

***

        Setelah mengantar Eun Hye sampai tempat gadis itu berkuliah, Kyuhyun langsung melaju kan mobil dengan harga tak terhingga itu menuju kantor-nya. Cho Kyuhyun memasuki kantornya dengan senyum yang tidak pernah terlepas dari bibir penuh-nya itu. Namun bukan senyum hangat itu yang membuat para pegawainya menatap penuh tanda tanya kepada Direktur-nya itu, melainkan hal lain yang terlihat jelas dalam diri Pria 29 tahun itu. Tapi, apa pedulinya? Dia senang dan tidak ada yang bisa mengusiknya.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya diatas kursi singgasananya dibalik meja berpelitur di ruangannya. Mulai menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas bernilai trilyunan dolar diatas meja kerja-nya. Kyuhyun bahkan terlalu tertarik dengan berkas berisi perjanjian kerja sama dengan perusahaan mobil nomor satu di Jerman itu sehingga ia tidak menyadari Pria tampan bermata teduh bernama Lee Donghae masuk kedalam ruangannya. Duduk dihadapannya dan memperhatikan Kyuhyun dengan mata berkilat senang. Bagaimana tidak. Cho Kyuhyun yang dikenalnya masih tetap sama seperti dulu yaitu Cho Kyuhyun yang gila kerja. Namun hanya itu yang tersisa dari sekian banyak sifat Kyuhyun yang benar-benar akrab dengannya, selebihnya semuanya berubah, Cho Kyuhyun mungkin tetaplah dingin, tapi siapapun tau bahwa sikap dingin pria itu sudah tidak sebeku dulu, ya paling tidak sekitar sebulan yang lalu. Kini, Cho Kyuhyun perlahan menjadi pribadi yang hangat. Dan Lee Donghae masih ingat dengan jelas perubahan itu terjadi setelah Park ae Rin memutuskan tali pertunangannya dengan Kyuhyun. Kyuhyun mungkin terlihat terpuruk selama beberapa waktu. Tapi percayalah, setelahnya ia benar-benar menjadi manusia yang lebih manusiawi dengan sikap hangatnya. Kalau boleh jujur, Donghae tentu saja penasaran setengah mati kenapa sahabatnya yang memiliki tatapan tajam itu menjadi pribadi yang benar-benar 180 derajat dari sebelumnya. Dan sepertinya kini ia mendapatkan jawabannya dengan hanya melihat bagian atas tubuh Cho Kyuhyun. Hal yang sejak tadi pagi menjadi bahan gossip para pegawai Froex Corporation.

“Sajangnim, ini berkas dari Tuan Cho. Beliau meminta anda untuk memeriksanya kembali”, ujar Donghae professional. Kyuhyun mengangkat wajahnya dari berkas yang sedang ia baca, menatap Donghae lalu bertanya dengan nada datar, “Berkas?”. Berkas? Proyek apalagi yang harus ia tangani.

Donghae dapat dengan mudah mengartikan setiap guratan yang muncul di wajah Kyuhyun. Ia tau ayah Kyuhyun, Cho Yeonghwan, terlalu memaksakan Kyuhyun untuk menangani proyek sebanyak mungkin. Seolah Kyuhyun hanyalah robot berjenis kelamin laki-laki yang diciptakan hanya untuk membuat perusahaan milik pria paruh baya itu meraup untung sebesar-besarnya tanpa memedulikan kondisi Kyuhyun.

“Ini mengenai proyek baru Froex Corporation di London, sajangnim.”, jelas Donghae kemudian. Kyuhyun menganggut singkat, mengambil berkas yang disodorkan Donghae dan meletakannya begitu saja diatas meja kerja-nya seolah berkas itu tak lebih penting dari apapun yang ada di dunia ini. bukan maksudnya berbuat begitu, hanya saja ia cukup lelah dengan sikap keras kepala ayah-nya yang menurun kepada dirinya itu.

“baiklah. Terimakasih, Hyung. Kau boleh kembali keruanganmu”, ucap Kyuhyun diiringi dengan senyum singkat. Karena Kyuhyun sudah mulai terlihat rileks dan memanggilnya tidak lagi formal, maka Donghae kembali berujar dengan wajah jahil, menyuarakan apa yang ada dalam otaknya sedari tadi, “hey, Cho Kyuhyun sepulang dari China kau pergi ke rumah bordir, eh? Lihatlah bercak-bercak merah yang terlihat sangat jelas di sekitar lehermu itu. Kurasa kau melewati malam yang menyenangkan sekaligus menegangkan ”, kemudian Donghae tertawa geli, lebih menertawakan ekspresi kaget Kyuhyun yang bercampur dengan kegugupan itu. Cho Kyuhyun yang dulu mungkin akan lebih memperhatikan penampilannya dihadapan orang dengan tetap memasang wajah dingin dan tatapan tajam sehingga orang akan langsung membungkam mulutnya sendiri sebelum Kyuhyun yang membungkamnya. Jujur, Donghae lebih menyukai Kyuhyun yang sekarang. Cho Kyuhyun yang benar-benar hidup layaknya manusia normal.

Kyuhyun berdeham, setelah berhasil mengendalikan dirinya, mata hitam pekatnya menatap tajam Donghae, “berhentilah bergossip seperti ibu-ibu pesolek, Hyung”. Donghae tertawa singkat karena Kyuhyun yang terlihat ingin menerkamnya detik itu juga.

”Baiklah, maafkan aku”, ujar Donghae sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah kemudian kembali melanjutkan, “Kapan kau akan mengenalkannya kepadaku, eh?”.

Kyuhyun tersenyum. Bibir tebal-nya akan otomatis melengkung ke atas jika teringat Shin Eun Hye, assistant rumah tangga-nya yang telah ia tawan untuk mengisi kehidupan rumah tangga bersamanya nanti bersama anak-anak yang lucu. Terdengar manis bukan? Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye, dan anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Kyuhyun yakin itu akan menjadi  perpaduan tangan Tuhan yang paling sempurna.

Donghae yang melihat tingkah aneh Kyuhyun yang tersenyum sendiri tanpa berniat menjawab pertanyaannya itu kembali bersuara dengan nada geli yang tidak susah-susah ia tutupi, “Lihatlah Kyu, kurasa gadis itu benar-benar akan membuat dunia kiamat sebentar lagi”.

Kyuhyun mendelik tajam Donghae, mengapa pria ini suka sekali mengganggunya. “Kau tau Hyung? Kau hanya perlu kembali keruanganmu dan kembali bekerja dengan baik atau aku akan memangkas gajimu”. Oh, baiklah sepertinya Cho Kyuhyun tidak suka kesenangannya diganggu bahkan hanya dengan pertanyaan dan ejekan ringan sehingga Donghae memutuskan untuk menyerah dan pamit untuk kembali keruangannya. Haah, ternyata Cho Kyuhyun tetaplah Cho Kyuhyun yang tertutup.

***

Sudah dua jam berlalu sejak sidang skripsi-nya selesai. Kini Shin Eun Hye sedang menikmati secangkir Americano hangat di café yang tak jauh dari kampusnya bersama sahabatnya, Park Boem. Boem meminta Eun Hye untuk menemaninya menunggu kekasihnya yang akan menjemputnya sebentar lagi. Begitulah katanya. Dan ini sudah hampir satu jam berlalu namun bahkan batang hidung kekasih Boem pun belum terlihat. Eun Hye belum pernah bertemu dengan kekasih Boem, yang menurut Boem adalah pria tertampan di Korea Selatan dengan wajah innocent dan mata teduh cenderung sendu. Eun Hye tidak peduli, karena baginya Cho Kyuhyun, sang majikan, adalah pria paling menarik di planet bernama Bumi ini, setidaknya begitulah menurut dirinya. Berlebihan? Tidak. Itu kenyataan. Eun Hye lebih menyukai Onyx mata tajam Cho Kyuhyun yang hitam pekat sepekat malam daripada mata teduh dan sendu milik kekasih Park Boem.  Walaupun ia belum pernah bertemu dengan kekasih sahabatnya, ia yakin tidak akan ada yang dapat mengalahkan pesona seorang Cho Kyuhyun. Lihatlah, Eun Hye bahkan benar-benar menggilai Pria tukang rajuk itu.

“Boemmie, kapan kekasihmu akan menjemputmu. Lihatlah ini sudah pukul lima sore. aku tidak bisa pulang telat”. Tanya Eun Hye kemudian karena kekasih gadis manis dengan wajah teduh itu belum juga datang. Kalau tidak Kyuhyun akan mencincang tubuhku dengan caranya sendiri. Lanjut Eun Hye dalam hati.

Park Boem menatap Eun Hye dengan tatapan bersalah. Ya Tuhan, ia selalu merepotkan Eun Hye. Dan sekarang karena ulah kekasihnya yang tiba-tiba harus menghadiri rapat mendadak ditempatnya bekerja, Boem harus merepotkan Eun Hye lagi.

“Maafkan aku, oppa sedang dalam perjalanan kemari. Apa majikanmu sudah menyuruhmu pulang?”, ucap Boem dengan nada menyesal yang kentara sekali.

Eun Hye menghembuskan nafasnya kasar, kembali menyeruput Americano-nya yang tinggal setengah cangkir lalu menggelengkan kepalanya singkat. Padahal Lelaki itu bahkan sudah memenuhi kotak pesan ponsel-nya dengan pesan-pesan mengerikan yang berisi ‘cepat pulang. Kalau sampai telat, lihatlah tak akan kubiarkan kau tertidur malam ini Shin Eun Hye’. Ancaman yang membuat Eun Hye bergidik ngeri sekaligus membuat perutnya geli seperti dihinggapi banyak ribuan kupu-kupu. Karena semengerikan apapun itu, toh ia menikmatinya. Bukankah sudah dikatakan bahwa Kyuhyun seperti candu bagi Eun Hye, jadi ia tidak pernah mempermasalahkan kalaupun memang benar Cho Kyuhyun tidak akan membiarkannya tertidur nyenyak malam ini. Ah, Cho Kyuhyun memang sudah dapat dipastikan tidak akan membiarkannya tertidur. Karena kata-kata apapun yang keluar dari seorang Cho Kyuhyun akan benar-benar terlaksana.

Eun Hye kemudian menyadarkan pikiran-pikiran liarnya mengenai Cho Kyuhyun dan apa yang akan terjadi malam ini. kembali menatap Park Boem yang terlihat sumringah menatap pintu masuk café yang berdenting. Kemudian Eun Hye mengikuti pandangan Boem yang tengah menatap Pria tampan bermata teduh dengan seikat bunga mawar merah menggantung di tangan kanannya. Oh, itu mungkin kekasih Boem, karena pria itu sedang berjalan mendekat menuju meja tempat Eun Hye dan Boem berada. Ketika pria itu sudah berjarak semakin dekat dengan meja yang diduduki Eun Hye dan Boem, Boem bangkit dari duduknya kemudian mengulurkan kedua tangannya ke depan yang diterima dengan senang hati oleh lelaki –siapapun namanya- itu. Mereka berpelukan dihadapan Eun Hye yang menatapnya sedikit risih. Jujur saja Eun Hye tidak terlalu suka dengan sikap sepasang kekasih yang mengumbar kemesraan di depan umum. Dia dan Kyuhyun lebih suka melakukan kemesraan dalam bentuk apapun itu di dalam kamar. Ah, Eun Hye melupakan sesuatu. Memangnya ia dan Kyuhyun sepasang kekasih apa.

Lelaki tampan itu melepaskan pelukannya, kemudian tersenyum manis kepada Boem dan mengulurkan seikat bunga mawar yang sedari tadi dibawanya kepada Boem, “Ini untukmu. Selamat karena telah melewatkan hari ini dengan sangat baik.”, kemudian mengecup ringan kening Boem. Eun Hye mendengus pelan. Terlalu pasaran. Kyuhyun-nya akan melakukan yang lebih baik dari itu, misalnya meruntuhkan semua kancing kemeja yang ia kenakan mungkin. tunggu, Kyuhyun-nya?

Boem yang melihat wajah bosan Eun Hye pun tersenyum kemudian mengenalkan kekasihnya kepada Eun Hye, “ini sahabatku, Shin Eun Hye. Dan Eun Hye, ini kekasihku, Lee Donghae”. Eun Hye tersenyum singkat, berdiri lalu membungkuk sopan yang diikuti oleh pria bernama Lee Donghae itu. Jadi namanya Lee Donghae, benarkan kataku, Kyuhyun jauh lebih menarik. Batin Eun Hye.

***

        Ini sudah pukul 8 malam dan belum ada tanda-tanda gadis yang ditunggu-nya sedari tadi akan datang. Cho Kyuhyun mendengus pelan, menyecap kembali wiski api-nya dan menghabiskannya dalam sekali teguk. Menaruh asal gelas berkaki itu diatas meja makan dan menimbulkan bunyi denting yang sama sekali tidak merdu. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan melenggang pergi menuju kamarnya. Gadis itu selalu mampu membuatnya uring-uringan. Bukankah tadi ia sudah mengancamnya agar jangan pulang telat. Cih, rupanya gadis itu benar-benar ingin membuktikan perkataanya. Lihat saja nanti Shin Eun Hye. Batin Kyuhyun geram.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya diatas ranjang besar di kamarnya. Menyenderkan sebagian tubuh bagian atasnya di kepala ranjang. Melipat kedua tangannya didepan dada. Memejamkan mata sambil mencoba menghirup bau tubuh Shin Eun Hye yang tertinggal di dalam kamarnya. Bau tubuh yang mulai menjadi favorite-nya entah sejak kapan. Wangi lembut perpaduan wangi susu vanilla segar dan chamomile. Belum apa-apa ia sudah merindukan gadis itu. Gadis? Masih bisakah disebut gadis ketika dirinya telah menjadi pemilik satu-satunya kegadisan gadis itu? Apapun itu, yang jelas Kyuhyun merasa teramat beruntung.

Tertangkap oleh telinga Kyuhyun sayup-sayup pintu terbuka dan tertutup. Di bukanya kedua matanya dan langsung menatap tajam Eun Hye yang sedang berjalan santai kearahnya. Eun Hye mendudukan tubuhnya disamping Kyuhyun, meluruskan kedua kakinya dan berdeham pelan kemudian berkata kepada Kyuhyun tanpa melihat pria itu.

“ Maafkan aku, Cho. Sehabis menemani Boem, aku pergi ke rumah orang tuaku terlebih dahulu. Kau tau? Hari ini mereka akan ke Jepang untuk menjenguk kakak-ku”.

Kyuhyun meringsek, menidurkan kepalanya diatas paha Shin Eun Hye, kemudian menarik lengan kanan Eun Hye, menuntun gadis itu untuk mengelus teratur puncak kepala dan dahinya. Eun Hye mulai menggerak-gerakkan telapak tangannya teratur disekitar kepala dan dahi Kyuhyun. Menyalurkan rasa hangat dan nyaman ke seluruh system syaraf Kyuhyun.

“kenapa kau tidak mengajakku, eh?”, tanya Kyuhyun skeptis.

Eun Hye menatap Kyuhyun lekat. Pria itu sedang memejamkan matanya, menikmati setiap gerakan halus dan teratur tangan Eun Hye, “maaf”, jawab Eun Hye singkat. Entahlah dia hanya belum siap untuk mengajak Kyuhyun untuk bertamu ke rumahnya, walaupun Pria itu sudah mengetahui latar belakang keluarganya. Namun tetap saja masih ada yang mengganjal Eun Hye.

Kyuhyun tersenyum miring, tiba-tiba ia teringat bagaimana ia bisa mengetahui siapa Eun Hye sebenarnya. Hari itu, hari dimana dirinya memiliki Eun Hye sepenuhnya, siangnya Kyuhyun memiliki janji bersama kolega bisnisnya untuk membahas perkembangan proyek kerjasama mereka di sebuah restoran elite di jantung kota Seoul. Namun Kyuhyun melupakan sesuatu. Berkas yang sudah dipersiapkannya tertinggal begitu saja dikamarnya, sehingga dengan terpaksa Kyuhyun meminta Eun Hye untuk mengantarkan berkas tersebut. Dan yang terjadi berikutnya adalah ternyata kolega bisnisnya, Tuan Park, adalah ayah dari Shin Eun Hye. Kyuhyun tersenyun senang. Kena kau Shin Eun Hye. Lalu ketiganya berbincang ringan bersama. Topik pembicaraan pun berubah haluan, membicarakan tentang kehidupan pribadi.

“ayah-mu menyukaiku Hye-ya, seharusnya kau mengajakku bertemu dengannya”, ucap Kyuhyun ringan. Eun Hye menjawil pelan hidung sempurna Kyuhyun, “itu karena appa tidak tau kalau kau benar-benar berotak kotor, Cho”.

Kyuhyun terkekeh pelan kemudian membuka matanya, ditatapnya Eun Hye yang sedang sibuk mengelus dahinya, “setidaknya otak kotor-ku hanya berfungsi ketika berada didekatmu seperti ini”. Lalu tanpa aba-aba Kyuhyun mendorong Eun Hye hingga gadis itu benar-benar dalam posisi tidur dan menindih tubuh gadis itu.

Wajah Eun Hye langsung memerah. Walau pada kenyataannya ia sangat menyukai setiap perlakuan Kyuhyun terhadap tubuhnya, tetap saja ia masih merasa gugup dan malu. Dan keadaan itu benar-benar membuat Kyuhyun sulit untuk menahan naluri primitive-nya.

“Eiiy, Nona Shin, berhentilah menunjukan wajah memerahmu seperti itu. Berniat menggodaku, eh?”. Kyuhyun menyampirkan rambut-rambut Eun Hye kebelakang telinga gadis itu. Wajahnya mendekati telinga Eun Hye kemudian berbisik seduktif, bisikan yang membuat Eun Hye geli dan bergidik, “mari kita buktikan ancamanku”, kemudian dirasakan oleh Eun Hye material tebal dan lembut milik Kyuhyun bermain dengan daun telinganya. Eun Hye menggigit bibir-nya. ia tetap saja tidak akan mau membiarkan suara-suara aneh keluar dari bibir cherry blossom-nya, walaupun seiring berjalannya permainan ini suara aneh itu akan keluar juga. Eun Hye dengan susah payah mengangkat kepalanya, menyandarkannya di kepala ranjang. Sementara Kyuhyun sudah sibuk menyecapi dan mencumbu leher jenjangnya, Eun Hye pun mulai menyecapi leher Kyuhyun. Menghirup feromon pria itu yang sudah menjadi shabu favorite-nya. kyuhyun tersenyum miring disela-sela kegiatannya merasai leher Eun Hye. Shin Eun Hye-nya sudah mulai nakal ternyata. Untunglah gadis itu hanya nakal ketika sedang bermain diatas ranjang bersamanya.

Kyuhyun mengangkat wajahnya, kemudian telapak tangan besarnya menangkup sisi-sisi wajah cantik milik Eun Hye, ditatapnya lembut wajah gadis itu. Gadis yang entah sejak kapan memenuhi ruang kosong di hatinya. Gadis yang telah membuatnya menjadi Cho Kyuhyun yang manusiawi. Gadis yang dengan tanpa permisi membuat Kyuhyun jatuh cinta. Kyuhyun menyukai apapun itu yang ada dalam diri Eun Hye. Walau Eun Hye belum menjawab ajakannya untuk membangun sebuah keluarga kecil bersama. Sebelum pergi ke China Kyuhyun telah melamar Eun Hye, bukan dengan cara yang romantis, bahkan ia melamar Eun Hye keyika keduanya sedang melakukan pergumulan diatas ranjang. Toh tidak perlu menjadi jenius untuk mengetahui bahwa gadis itupun memiliki perasaan yang sama dengannya.

Kyuhyun melumat lembut bibir mungil Eun Hye, mencoba untuk menyalurkan isi hatinya kepada Eun Hye. Dan tentu saja Eun Hye dapat merasakannya karena iapun sudah membalas setiap lumatan bibir tebal milik Kyuhyun. Tangannya ia kalungkan di sisi-sisi leher Kyuhyun. Meremas rambut belakang Kyuhyun. Ciuman yang awalnya lembut dan hangat itu perlahan berubah semakin primitive, menuntut dan sedikit kasar. Keduanya masing-masing saling berusaha untuk memuaskan naluri masing-masing.

Entah siapa yang memulai dan siapa yang melakukan, kini keduanya sudah benar-benar tidak tertutupi oleh sehelai benangpun. Baik kancing kemeja Eun Hye maupun kancing piama Kyuhyun berserakan di sekitar ranjang yang mulai kusut itu. Keduanya sibuk merasai dan mengeluarkan suara-suara aneh yang terdengar seperti melodi indah yang keluar dari piringan hitam.

Dengan amat perlahan, Kyuhyun menyatukan tubuhnya dan tubuh Eun Hye. Membuat keduanya melenguh pelan. Dan ketika pandangan mereka bertemu, keduanya tertawa lalu kembali menyatukan material lembut yang sudah membengkak itu. Menggerakan tubuh keduanya seirama. Hanya terdengar suara decakan dan decitan ranjang dengan samar-samar suara jarum jam. Tangan besar Kyuhyun sibuk membuai tubuh Eun Hye yang berpeluh itu. Tak ada satu inci pun yang terlewatkan. Material lembut dan tebal miliknya pun semakin menggila, menyecapi, melumat, dan merasai setiap inci tubuh Eun Hye. Dan Kyuhyun benar-benar membuktikan ucapannya, ia tidak membiarkan Eun Hye tertidur sedikitpun. Setidaknya kegiatan itu berlangsung hingga matahari mulai terbit di Timur Bumi. Setelah itu barulah Kyuhyun menyelimuti tubuh keduanya lalu memeluk tubuh Eun Hye erat, berharap semuanya akan baik-baik saja. Berharap Cho Kyuhyun dan Shin Eun Hye akan selalu bersama seperti ini. Bahkan, jika boleh sedikit berlebihan, Cho Kyuhyun akan melawan takdir Tuhan hanya agar Eun Hye selalu berada di sekitar dirinya. Karena dengan sadarnya Cho Kyuhyun telah menjadikan Shin Eun Hye sebagai alasannya untuk hidup.

***

111 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 2)

  1. kok marga ayahny eun hye beda?apa eun hye ank angkat?
    kyu mesum mulu nh..hehe..
    mgkn krn blm ada konfliknya,jd terkesan monoton..
    tp,aq ttp suka kok 🙂

  2. Aishhh…
    ni ff selalu romantis ttg mreka berdua…
    ternyta kyu sdah melamar eun hye …
    pnsran dgn jwban eun hye ttg lamaran kyu knpa dy blg memberikan jawaban nya.
    knp nma appa eun hye beda marga iia ?
    apa slah ketik.
    bukannya di awal part kekasihnya donghae itu cho ahra bukan boem iia ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s