[Freelance] Maybeyou, Noona! (Chapter 1)

Poster

Title: Maybeyou, Noona!

Author/twitter : Khyena /@bepriliariestin

Cast :     -Byun Baekhyun

-Im Yoona

Genre : Romance, Marriage life

Rating : PG- 17

Length : Chapter

Credit poster: Weheartit/Hayer

Disclaimer : This story is mine! Typo ofc. Hate? Don’t read. NO PLAGIAT!

-NORMAL POV-

“Baekhyun-ah…” panggil seseorang ketika pemuda itu menuruni tangga.

“Ne eomma?” jawab pemuda itu tetap fokus pada i-phonenya seraya berjalan menuju kulkas.

“Bagaimana pekerjaanmu? Sulitkah? Kuliahmu baik baik saja bukan?”. Pemuda bernama Baekhyun itu membuka kulkas, kemudian mengambil kotak orange juice dan menuangkannya ke gelas.”Semuanya lancar eomma, jangan khawatir. Kuliahku juga baik baik saja”.

Baekhyun kemudian meminum orange juice tersebut sambil melirik sang eomma yang sedang memasak. “Wae eomma? Tidak biasanya eomma menanyakan hal ini”, jawab pemuda imut itu.

“Kau tahukan, seharusnya kau menikmati masa kuliahmu, bukannya bekerja di perusahaan appa. Eomma khawatir kau tidak fokus nantinya”. Nyonya Byun mematikan kompor, kemudian memerhatikan putranya yang sedang meneguk orange juice. Merasa diperhatikan, Baekhyun meminum habis orange juice tersebut dan mendekati eommanya.

“Aku tidak ingin appa bekerja di perusahaan terus menerus eomma. Penyakitnya bisa kambuh, serahkan saja semua padaku. Lagi pula ayah tetap bisa datang kekantor kan untuk mengecek kegiatanku?”. Baekhyun mengecup pipi eommanya sekilas, “apa sudah siap? Aku lapar eomma”.

Nyonya Byun tersenyum melihat putra sulungnya itu, Baekhyun memang terlalu cepat untuk memegang kendali perusahaan. Dia hanya tidak ingin penyakit jantung ayahnya kambuh jika terus terusan bekerja. “Duduklah, eomma panggilkan appamu dulu.”

-BAEKHYUN POV-

“Aku sudah selesai appa, eomma, aku kembali kekamar dulu.” ucapku saat akan berdiri.

“Tunggu dulu, ada yang ingin appa tanyakan” appa menyuruhku duduk kembali, apa ini tentang perusahaan?.

”Baekhyun-ah, apa…kau memiliki yeoja sekarang?” tanya appa.

“Ne? Aniya appa Wae?”. Topik terbaru, appa jarang menanyakan kehidupan cintaku dengan yeoja. Beliau hanya menanyakan namanya saja jika memang ada yang aku dekati. Berbeda dengan eomma, mungkin dia akan melakukan “Interogasi” mendadak.

”Appa rasa kau membutuhkan seseorang untuk mengurusmu, apalagi kau memegang perusahaan dan setahun belakangan ini kau tinggal di apartement sendirian. Apa kau tidak memikirkannya? “. Alisku bertaut, aku merasa gelagat mencurigakan orangtuaku. Tunggu dulu, jangan jangan…

“Jika tidak, aku ingin mengenalkanmu dengan anak teman appa sewaktu di kuliah dulu. Bagaimana?”. Appa seperti membaca pikiranku, mengenalkan dalam kamus appa berarti keluargaku akan makan malam bersama keluarga temannya.

“Kita bisa atur makan malam dengan keluarga Tuan Im kan?” sahut eomma. Bingo! Kau memang cerdas Byun Baekhyun.

“Makan malam? Aku merasa seperti akan dijodohkan” jawabku. Aku melihat raut wajah appa yang tersenyum “Kau memang pintar menebak Byun Baekhyun”.

-NORMAL POV-

Seorang gadis terlihat sibuk dengan laptopnya, sedari tadi ia hanya menaik turunkan sebuah halaman web tanpa membaca isinya sambil berbaring di tempat tidur. “eonni, boleh aku masuk?” suara anak kecil terdengar di pintu kamarnya.

“Masuklah Serin-ah” sedikit berteriak. Cklek… Pintu itu terbuka, tampak seorang gadis kecil langsung berlari dan menaiki tempat tidur, gadis kecil itu memegang boneka kelici berwarna putih.

“Yoona eonni, kenapa diam saja sehabis makan tadi? Apa haraboji memarahimu?”. “Tidak ada apa apa Serin-ah, kenapa?” jawab Yoona sambil duduk dan tersenyum ke Serin.

“Eonni terlihat kesal, seharusnya eonni senang karena kita akan pergi makan malam dengan teman Haraboji”. Yoona menghela napas, senang? Malah dirinya kesal karena perkataan ayahnya yang ingin menjodohkan dia dengan anak temannya. Apa ayahnya pikir dia tidak laku dimata laki laki lain? Ayolah, jaman sudah terlalu modern untuk mendengar istilah pejodohan.

“Appa ingin kau mendapatkan yang terbaik, eomma juga setuju dengan hal ini. Tidak ada salahnya kan kami mengatur hal ini untukmu?”. Perkataan itu terngiang di kepalanya.

-YOONA POV-

“Eonniiiiii, kenapa diam?”. Suara Serin menghentikan lamunanku ketika mengingat kejadian saat makan malam tadi. Susah payah aku menolak permintaan appa, tapi dia tetap ingin aku bertemu dengan keluarga Tuan Byun.

“A..aniya Serin-ah, kenapa belum tidur?” tanyaku mengelak.

“Serin mau tidur dengan eonni, tadi Serin bilang ke halmonni”. Aah, aku lupa jika dia ingin tidur dikamarku malam ini. Kalian pasti bertanya tentang Serin kan? Serin sebenarnya anak eonni ku, Yuri. Tapi saat ini eonni dan suaminya berada di Singapura untuk mengurus bisnis mereka disana. Jadi Serin dititipkan ke eomma untuk seminggu ini. Kenapa dia memanggilku eonni? Hahaha, aku yang melarangnya karena aku masih terlalu muda untuk dipanggil “ahjumma”atau yang lainnya.

“Apa kau sudah gosok gigi?” tanyaku, Serin mengangguk sambil menunjukkan deretan giginya. Aku tertawa ketika melihat tingkah laku keponakanku ini.

”Kajja kita tidur” ajakku, Serin segera memeluk boneka kelincinya dan berbaring. Kumatikan lampu kamar dan hidupkan lampu disebelah tempat tidurku. Aku juga menarik selimut hingga menutupi tubuhku dan Serin. Serin sudah tertidur, tapi mataku menolak untuk tertutup. Pikiranku masih berkutat dengan pembicaraan appa tadi.

-BAEKHYUN POV-

From: eomma

Cepat pulang ketika kuliahmu selesai Baekhyun-ah, kita punya janji makan malam dirumah keluarga Im malam ini.

Aku menatap layar i-phone ku. Yatuhan, aku berencana menghabiskan malam  minggu ini untuk tanding ps3 dengan Chanyeol. Akkkhh!! Terpaksa aku batalkan karena harus menghadiri makan malam bersama teman appa. Kenapa mereka niat sekali dengan rencana bodoh ini?!

Send to: eomma

Ne eomma

“YAK BYUN BAEKHYUN!! Aku terlonjak kaget ketika Chanyeol mengejutkan ku dari belakang! Pletak! Kujitak kepalanya akibat ulahnya tersebut.

“Bisakah kau tidak teriak sehari saja hah?! Bentak ku. “Hey, aku kesal karena kau membatalkan rencana kita bodoh! Kau tahu, aku meng-cancel janji dengan yeoja cantik untuk tanding ps denganmu! Dan kau membatalkannya huh? Ada apa sebenarnya?!” kesal Chanyeol. Yeoja bodoh manalagi yang menjadi mangsanya kali ini? Terkadang aku kasian dengan yeoja yeoja yang tersihir hanya dari melihat wajah Chanyeol yang katanya “Tampan” itu.  “Orangtuaku punya janji makan malam dengan teman mereka, aku dipaksa ikut. Aku sudah menolak tapi kau tahukan sifat mereka seperti apa? ME-MAK-SA!” kutekankan ucapanku pada Chanyeol.

“Yak, biasanya ada hal yang disembunyikan jika orangtuamu memaksa ikut untuk hal seperti ini Baekhyun-ah. Apa kau mau dijodohkan?” ternyata otak Chanyeol masih berfungsi dengan baik. Akupun menceritakan semuanya ke Chanyeol, dan dia memasang ekspresi sumringah ketika mendengar perjodohan ini.

“Daebakk Baekhyun-ah!!! Orangtuamu sungguh hebat memikirkan rencana seperti ini! Kau beruntung Byun Baekhyun!”. Pletak!!! Kujitak sekali lagi kepalanya. Baiklah, kutarik ucapanku ketika bilang otaknya masih berfungsi.

”KAU GILA?! SAAT KAU BERPACARAN DENGAN YEOJA LAIN, AKU SUDAH MEMILIKI ISTRI DAN MENJADI SUAMI?! AKU TERLALU MUDA UNTUK MENIKAH BODOH!”. Entah kenapa aku kesal mendengar ucapan Chanyeol tadi. Beruntung? Aku terkena musibah!

“Siapa orang bodoh yang mengambil alih perusahaan ayahnya sendiri saat berumur 20 tahun hah? Itu salahmu bodoh, wajar jika orangtuamu melakukan perjodohan ini. Mereka tidak ingin kau kesusahan mengurus dirimu sendiri!”, Chanyeol meneguk air mineral yang dibawanya. Benarkah? Tapi aku bisa mengurus diriku sendiri, kenapa aku harus dijodohkan!

-NORMAL POV-

Malam ini acara makan malam tersebut akan diadakan. Nyonya Im terlihat membantu beberapa pelayannya untuk menyiapkan makanan. Mereka ingin menyambut tamu mereka dengan baik, sehingga persiapan matang tentu sangat diperlukan.

“Yoona-ya, kenapa kau belum mengganti bajumu?” tanya Nyonya Im saat melihat Yoona masih menonton tivi di ruang keluarga.

“Sebentar lagi eomma, acaranya sebentar lagi habis”. Tiiit!, tivi tersebut tiba-tiba mati. Yoona melihat kebelakang dimana ibunya sudah berdiri sambil melipat tangan di dada.        “Bersiap sekarang atau jatah makanmu akan eomma tahan hah? Serin sudah siap daritadi, tapi kau masih menonton tivi?!” Muncul death glare dari mata Nyonya Im melihat anaknya yang masih bersantai. Yoona melirik Serin yang duduk disebelahnya sambil  memainkan boneka kelincinya.

“Aiiissshh! Baiklah baiklah, aku ganti baju dulu”, jawab Yoona. Yoona segera menuju kamar dan mengunci pintu.

-BAEKHYUN POV-

Aku mengendarai mobilku menuju rumah keluarga Im bersama orangtuaku. Alunan musik yang kuhidupkan sedikit mengusir keheningan didalam mobil. “Dia cantik Baekhyun-ah, kau tidak akan menyesal mengenalnya”, appa berbicara.

“Hmmm” jawabku malas. Percuma cantik kalau aku tidak mengenalnya.

Ibuku menekan bel pintu, kami sudah didepan rumah Keluarga Im sekarang. Orangtuaku terlihat senang dengan acara ini, aku hanya bisa menghela napas. Cklek, pintu itu terbuka. Seorang gadis kecil membukakan pintu.

“Nuguseyo?” tanya gadis itu dibalik pintu. Aaah bocah kecil ini sangat imut mengenakan gaun pink muda. Aku memandanginya sambil tersenyum.

“Annyeong gadis kecil, apa kau cucu Nyonya Im?” kata ibuku sambil tersenyum.               “Hmm” dia mengangguk. “Apa halmeonni tamu kami malam ini? Im Halmeonni sedang membantu menyiapkan makanan. Katanya jika ada tamu, aku disuruh membukakan pintu”. Gadis ini tersenyum sambil membuka pintu lebih lebar, “Ayo masuk!”.

Ibuku tertawa melihat tingkah lucu anak ini. Kamipun masuk kedalam rumah dan aku membantunya menutup pintu. Dia menyebutkan namanya saat menuju keruang tamu. “Serin”, aku menggumam sambil melihat lihat rumah ini. Sangat minimalis juga nyaman. Serin mempersilahkan kami duduk dan dia berlari kecil menuju tempat yang kutebak sebuah dapur.   Tidak lama muncul sepasang suami istri yang kurasa umurnya sebaya dengan orangtuaku. Mereka tersenyum, kemudian ayah dan ibuku berdiri lalu menyapa dan memeluk mereka.

-NORMAL POV-

“Kapan terakhir kita bertemu Il Woo-ya?” ucap Tuan Im semangat ketika bertemu dengan Tuan Byun Il Woo. Sahabat yang sudah lama tidak jumpa ini saling tertawa bersama. Nyonya Im dan Nyonya Byun juga saling sapa sambil kembali duduk. Baekhyun hanya melihat kelakuan orangtuanya bersama suami istri tadi.

“Apa ini Baekhyun? Omonaaa, kau tumbuh besar sekarang”, ucap Nyonya Im ketika melihat Baekhyun. Baekhyun tersenyum sambil menundukkan kepala, malu.

”Annyeonghaseyo, ahjumma ahjussi” Baekhyun menyapa mereka sambil tersenyum. “Aniyaaa, panggil kami eommonim dan aboeji Baekhyun-ah” timpa Tuan Im.     “Ne…Aboeji” ucap Baekhyun kikuk. Akhirnya kedua keluarga ini saling mengobrol menceritakan kehidupan mereka. Baekhyun sendiri hanya tertawa kecil mendengar cerita orangtuanya, tapi Baekhyun juga sesekali fokus memainkan i-phone sambil melirik Serin yang kini duduk disebelahnya dan juga memerhatikan i-phonenya.

“Ahjusshi, apa tidak ada permainan cooking disitu? Aku bosan melihat permainan hitam putih begitu”, dengus Serin. Baekhyun tertawa kecil mendengar ucapan Serin, kemudian mengelus rambut gadis itu.

“Panggil aku Ahjusshi tampan Serin-ah, aku merasa tua jika hanya dipanggil Ahjusshi begitu. Dan ini namanya permainan catur, bukan hitam putih Serin-ah”.

“Yoona eonni punya permainan cooking, Micky Mouse juga Ahjusshi tampan. Kau juga harus punya, sangat seru!”. Serin mengangkat jempolnya antusias. Baekhyun bingung, “Yoona eonni”? Jadi Serin anak Im eommonim? Bukankah tadi eomma mengatakan cucu?

“Serin-ah,bisa tolong panggilkan Eonni mu? Bilang padanya kalau tamu kita sudah datang”. Sering langsung berdiri, kemudian membuat tanda “Ok” ditangannya.

-YOONA POV-

Aku merapikan sedikit rambutku dicermin, lalu memulaskan lip balm. Selesai! Tok tok tok…

“Siapaaa?” Kepala Serin muncul dibalik pintu, mengintip kedalam.

“Eonni, tamunya sudah datang. Halmonni menyuruh mu segera kebawah” kata Serin tetap mengintip.

“Ah oke, ayo kita kebawah!” akupun keluar kamar dan menggenggam tangan Serin. Kami menuruni anak tangga, kulihat sepasang suami istri duduk bersama eomma dan appa. Dan… ada seorang pemuda yang duduk disebelah wanita yang seumuran dengan eomma.              “Haalmonniiiii!” Mereka semua langsung melihat kearahku saat Serin berteriak. Aish, kenapa Serin harus teriak kesalku dalam hati. Ini memalukan!

-BAEKHYUN POV-

“Haalmonniiiii!” aku segera mem-pause-kan game caturku. Kudengar suara Serin memanggil eommonim. Kualihkan pandanganku ke tempat suara berasal. Serin berlari kecil dari tangga, dan kulihat seorang yeoja berdiri sambil menundukkan wajahnya. Yeoja itu mengenakan dress shappire blue selutut, rambutnya tergerai, serta make up yang sederhana. Aku memandanginya dari atas kebawah.

Hmmm, manis. Dia kembali menuruni anak tangga, kemudian menundukkan badanya dan tersenyum dihadapan orangtuaku dan orangtuanya. Aku terus memerhatikan sosok yeoja ini, apa dia yang dijodohkan denganku? Tiba- tiba mata kami bertemu, tapi senyum yang kulihat tadi hilang. Dia memasang muka yang bisa dibilang, menyeramkan. Lalu berlalu dan duduk tepat dihadapanku.

“Baekhyun-ah, kenalkan, ini Im Yoona. Dia putri bungsu kami”. Ujar aboeji dan menatapku, sekilas aku kembali menatap yeoja dihadapanku ini. Sebuah senyum muncul kembali diwajahnya.

“Im Yoona imnida”. Dia  memperkenalkan diri. Tatapan kami kembali bertemu. Benar, dia memang manis.

“Byun Baekhyun imnida” aku memperkenalkan diri kepadanya, kulihat dia hanya mengangguk kecil.

“Dia cantik bukan? Appa lihat kau memandanginya sedari tadi Baekhyun-ah. Oh iya, umur Yoona 2 tahun lebih tua darimu, jad-“.

“MWO? NOONA?!”

TBC? COMENT!

Hallo!!!

Ini ff pertama yang aku post *pokpokpok*. Jadi tolong komen ya readers biar aku semangat ngelanjutinnya T.T bilang “next” doang juga gapapa kok! Oh iya, cast utamanya gak cuma baekki sama yoona eonni, penasaran? HAHAHAHAHA *evil laugh* Kalau ada typo juga maafin ya, kan author gak perfect getoh -_- sekian dulu deh, annyeong   ❤

53 responses to “[Freelance] Maybeyou, Noona! (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s