[Freelance] Miracle Kiss (Chapter 1 of 2)

miracle-kiss

Title                        : ‘Miracle Kiss’ Chapter 1 of 2(TWOSHOOT)

Sub-Title                                                : ‘A Mysterious Boy’

Author                   : ChocoHeaven0510 (T : @nahyabintan_)

Main Cast               :

  • EXO Kai Kim as Kim Jong In (Kai)
  • F(x) Krystal Jung as Jung Soo Jung (Krystal)

Other Cast             :

  • SNSD Jessica Jung as Jung Soo Yeon (Jessica)
  • SHINee Tae Min Lee as Lee Tae Min
  • Super Junior Dong Hae Lee as Lee Dong Hae

Genre                     : Romance, School life, little horror, fantasy

PG                           : 15+

Desclaimer            : The main idea and This fiction are mine. The casts are belong to SM Entertainment and their parents.

Author’s Note : Annyeonghaseo… ini adalah FF pertamaku yang aku post disini. Semoga suka ya… aku sebenarnya nge-pairing Kai sama Krystal karena mereka sama-sama sering ngelihatin wajah ‘horror’ saat photoshoot. Haha.. gak tahu itu bener atau nggak yang jelas aku suka banget nge-pairing Kai sama Krystal. Mian untuk cuap-cuap panjangnya ya 😀 … Happy Reading^^

[!!] WARNING : TYPO!

 

Also posted on :

 

Summary :

Saat aku pertama bertemu dengannya. Aku rasakan sesuatu yang lain dalam dirinya. Dirinya yang unik dan penuh misteri. Aku semakin penasaran terhadapnya. –{Krystal Jung}-

 

Gadis itu. Gadis pendiam dengan kemisteriusan serta rahasia yang ia tutupi. Aku rasa aku mulai menyukainya. Gadis misterius… aku menyukaimu. –{Kai Kim}-

~===== STORY BEGIN’S ======~

= Krystal POV =

Kyungha Seoul High School, Seoul, South Korea

Dengan perasaan kacau aku memasuki kelasku. Hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru tapi selalu saja Lee Taemin, mantan kekasihku membuat hatiku panas dengan kedekatannya dengan Son Naeun. Untung saja, tahun ini aku dan Taemin tidak sekelas. Namun, kami akan terus bertemu ketika ada ekskul dance disekolah.  Kebetulan, ia memang masuk dalam klub dance sekolah kami.

Oya… sampai lupa memperkenalkan diri. Namaku Krystal, aslinya sih Jung Soojung tapi aku lebih suka dikenal dengan nama Krystal Jung. Aku adalah anak kelas 11-B yang baru. Teman-teman bisa menyebutku ‘Gadis aneh’ karena perilakuku yang tidak suka berbaur dengan yang lain dan ketus. Selain itu juga, aku dianugerahi oleh Tuhan indera ke-enam yang jarang dimiliki oleh orang lain. Oleh karena itu, aku tidak mempunyai teman satupun karena mereka takut berada didekatku. Hanya kedua orang tuaku, kakak perempuanku serta tunangan kakak perempuanku yang dapat dekat denganku. Jika aku dijauhi, kenapa Taemin dulu bisa jadi namjachinguku? Karena ia berusaha memanfaatkanku untuk memenangkan taruhan dengan Oh Sehun, salah satu teman sekelasku. Jujur saja, aku masih mencintai Taemin. Tapi, ego-ku mengalahkan segalanya. Namun setelah aku melihat ia bersama Naeun, hatiku sangat sakit dan tidak bisa terima. Tapi, apa boleh buat? Taemin memang menyukai Naeun sejak dulu.

Bel telah berbunyi. Kelas sudah penuh dengan para murid yang duduk dibangku mereka masing-masing. Aku duduk dibangkuku yang terletak pada barisan belakang. Tak lama kemudian, muncullah Park Songsaengnim yang diikuti oleh seorang namja yang pasti adalah murid baru dikelasku.

“Selamat pagi anak-anak” sapa Park Songsaengnim.

“Selamat pagi Songsaengnim” balas murid-murid.

“Kali ini saya membawa beberapa pengumuman. Pengunguman yang pertama yaitu saya adalah wali kelas kalian untuk satu tahun yang akan datang. Pengunguman selanjutnya adalah bahwa sekolah kita menerima murid baru yang akan ditempatkan dikelas ini” tambah Park Songsaengnim panjang lebar. Aku sedikit tidak peduli terhadap pidatonya (?) itu.

“Perkenalkan dirimu” kata Park Songsaengnim pada namja itu yang bisa kudengar samar-samar. Aku melihat detail namja itu. Namja itu punya aura kemisteriusan yang berbeda. Tatapannya saja seperti manusia setengah serigala yang sering muncul dalam layar lebar.

“Annyeonghaseo. Joneun Kim Jongin imnida. Kalian bisa memanggilku Jongin atau Kai. Bangeupsemuda” ucapan namja yang bernama Kim Jongin itu membuat bulu kudukku berdiri. Aura suaranya berwarna cokelat kehitaman pertanda ada beberapa arwah yang mengelilinginya.

“Jongin-ssi… kau bisa duduk didepan bangku Krystal yang masih kosong” kata Park Songsaengnim. Aku terkejut dan langsung menyembunyikan kecurigaan yang ada diwajahku. Namja yang bernama Jongin itu berdiri didepan mejaku dan berusaha menatapku. Pandangan kami bertemu. Aku menangkap jelas pandangan tajamnya seakan ia meminta bantuanku. Ia lalu berpaling dan duduk dibangku depan mejaku. Aku hembuskan nafas lega. Ketakutanku seketika hilang ketika tatapannya tidak mengarah kepadaku. Apakah mungkin ia tahu bahwa aku dapat merasakan aura arwah pada tubuhnya? Ah, aniya, aniya! Itu tidak mungkin. Ia belum mengenalku. Bagaimana bisa dia tahu bahwa aku bisa merasakan? Daripada aku memikirkan hal yang tidak penting, lebih baik aku berkonsentrasi saja pada pelajaran.

= Krystal POV END =

= Author POV =

[SKIP ~ BREAK TIME]

Krystal keluar dari kelasnya. Biasanya, saat istirahat ia akan pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Namun, hari ini ia lebih memilih duduk didepan kelasnya sambil membaca sebuah novel yang ia pinjam dari kakak perempuannya. Tiba-tiba, ia mendengar suara misterius dari balik dinding kelasnya. Suasana kelas saat itu sepi karena sebagian besar siswa tidak berada dikelas. Tubuhnya mulai bergetar menahan rasa takutnya akan sosok yang akan muncul. Perlahan, ia mulai mendekatkan tubuhnya pada dinding. Secara tiba-tiba, lengan kanan Krystal ditarik oleh lengan yang penuh dengan darah segar. Sontak Krystal langsung meronta agar lengannya dilepaskan.

‘Eomma, appa, eonnie…. tolong aku…’ batin Krystal sambil terus meronta. Namun, tiba-tiba sebuah tangan memegang lengannya dan Krystal merasa lengannya tak tertarik lagi oleh lengan yang penuh dengan darah segar itu dan beralih pada namja yang sekarang memegang lengan kanannya.

“Gwaenchana?” kata namja itu. Namja yang Krystal takuti sejak pagi karena tatapan matanya.

“N-ne…. gwaenchanayo” sahut Krystal sambil melepas pegangan tangan antara mereka. Dari aura suaranya, Krystal sudah tahu siapa yang menolongnya. Tapi, suara itu memiliki aura yang berbeda sekarang. Aura suara itu telah berubah menjadi hitam pekat pertanda ia telah dikelilingi banyak arwah. Krystal menatap Kai dengan intens.

“Aku pergi dulu” kata Kai lalu pergi menuju tangga.

“Chogiyo Jongin-ssi…” ucap Krystal sambil mengejar Jongin yang masih berada dibawah tangga.

“Mianhaeyo… Jongin-ssi, apa kau tidak takut berdekatan denganku?” kata Krystal yang berdiri didepan namja itu. Lebih tepatnya di salah satu anak tangga diatas anak tangga yang dipijak Kai. Namja yang bernama Kim Jongin itu hanya menatap diam Krystal.

“Memangnya kenapa?” balas Kai.

“Kebanyakan teman-temanku menjauhiku karena aku dianggap aneh oleh mereka. Mereka juga takut akan indera ke-enamku yang bisa mendatangkan arwah. Apa kau belum tahu akan hal itu?” balas Krystal heran.

“Aku sudah tahu akan hal itu. Jangan berpikir bahwa hanya kau saja yang memiliki kelebihan itu” jawab santai Kai. Mata Krystal terbuka lebar mendengar penuturan Kai.

“Jadi, kau juga punya indera ke-enam?” tanya Krystal kaget.

“Ne… tapi, aku mempunyai kemampuan indera ke-enam melebihimu. Arwah yang mengelilingiku dapat masuk dalam tubuhku dengan mudah dan aku bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain” tutur Kai. Krystal terdiam sejenak mendengarnya.

“Lalu, kenapa kau bisa mengendalikan dirimu saat ini? Bukankah tubuhmu dimasuki arwah saat ini?” tanya Krystal ragu. Kai hanya tersenyum misterius.

“Ada beberapa cara untuk mengendalikan arwah. Tapi, Darimana kau tahu bahwa ditubuhku ini terdapat arwah?” sekarang giliran Kai yang menanyai Krystal.

“Warna aura suaramu dan tatapanmu. Warna suara orang biasanya akan cenderung biru atau abu-abu. Tapi, aura suaramu lebih ke coklat tua, merah darah dan hitam pekat. Biasanya orang-orang yang mempunyai aura itu sedang marah atau kerasukan arwah. Melihat tatapanmu, aku tak bisa menerjemahkannya. Tatapanmu sama seperti saat aku menonton film manusia setengah serigala. Tapi, apa kau tahu cara mengeluarkan arwah itu dari tubuhmu?” tanya balik Krystal. Kai mendesah berat.

“Itulah yang menjadi masalahnya… sampai sekarang, aku tidak tahu cara mengeluarkan arwah yang memasuki tubuhku…” sahut Kai lesu. Kai dan Krystal sama-sama diam. Tiba-tiba, ada yang datang dari arah tangga dengan berlari. Tanpa sengaja, orang itu mendorong tubuh Krystal. Krystal-pun terhuyung dan jatuh menimpa Kai didepannya.

BRUKK….

CHU~~~

Tanpa sengaja bibir Krystal dan Kai bersentuhan. Terdengar pula suara erangan dari dalam tubuh Kai. Kai tahu, Krystal takut akan erangan itu. Ia lalu menutup kedua telinga Krystal menggunakan kedua tangannya. Setelah suara erangan itu menghilang, Kai menurunkan kedua tangannya dari telinga Krystal. Krystal yang sudah tak terkejut lagipun bangkit dan merapikan seragamnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kai.

“Mianhae… aku benar-benar tidak sengaja. Jeongmal mianhae” kata Krystal sambil membungkukkan badannya merasa bersalah. Kai hanya tersenyum melihat tingkah Krystal.

“Gwaenchana… mian, suara erangan itu dari tubuhku” sahut Kai. Krystal mendongak lalu menatap Kai selidik.

“Waeyo?” kata Kai merasa diperhatikan oleh Krystal.

“Warna aura suaramu dan tatapanmu berbeda dari sebelumnya. Warna aura suaramu berubah dari hitam pekat menjadi abu-abu. Tatapanmu juga sedikit lembut dan tidak menyeramkan seperti tadi. Apa yang terjadi padamu?” tanya Krystal heran.

“Ah… jinjayo? Aku juga merasa tubuhku ringan seperti tidak dimasuki apapun. Ada apa ini?” Kai pun bingung dengan apa yang terjadi. Mata Krystal berbinar.

“Apa…. karena ci… uman itu?” kata Krystal gugup. Ia malu mengatakan kata-kata yang agak sensitif itu didepan Kai.

“Hmm… mungkin saja itu benar. Tapi, siapa orang yang akan aku cium jika aku ada diposisi itu?” kata Kai ragu. Krystal-pun melihat Kai ragu.

“Jwesonghae…. bagaimana jika dalam keadaan itu aku datang padamu” kata Krystal sedikit malu. Kai melongo mendengar penuturan Krystal.

“Apa kau serius, Krystal-ssi?” tanya Kai. Krystal hanya menunduk lalu mengangguk pelan.

“Geurae… gomapta untuk semua pertolonganmu Krystal-ssi. Aku pergi dulu” kata Kai lalu pergi meninggalkan Krystal.

‘Ah… pabo sekali kau Jung Soojung! Kenapa kau mengatakan itu didepannya?’ batin Krystal merutuki perkataannya tadi. Ia lalu kembali kekelasnya sambil memikirkan hal itu

[SKIP ~ JUNG’S HOUSE]

Krystal memakirkan sepedanya di garasi mobil rumahnya. Disitu juga terpajang mobil tunangan kakak perempuannya. Ia lalu masuk kerumah dengan langkah gontai seperti biasanya.

“Soojung-ah, wae geurae?” kata kakak perempuan Krystal, Jung Soo Yeon yang akrab disapa Jessica.

“Ah… anindeyo.. gwaenchana eonnie. Memangnya ada apa denganku? Bukankah aku selalu pulang dalam ekspressi seperti ini” kata Krystal heran. Jessica memandang Krystal intens. Ia lalu memalingkan tatapannya pada tunangannya, Donghae.

“Oppa, apa kau melihat sesuatu yang aneh pada diri Krystal?” tanya Jessica pada Donghae.

“Ne… sepertinya ekspressi-mu tidak terlalu murung hari ini Krys. Apa ada sesuatu yang terjadi?” giliran Donghae yang bertanya pada Krystal.

“Oh… jeongmaliyo? Tubuhku tidak menyadarinya. Eonnie, oppa… aku kekamar dulu ne? Hari ini capek sekali” kata Krystal dingin lalu pergi meninggalkan Jessica dan Donghae yang heran melihat tingkahnya hari ini.

[KRYSTAL PRIVATE ROOM]

Krystal merebahkan tubuhnya di kasur. Hari ini banyak sekali kejutan yang ia dapat dari Kai. Ia sadar bahwa Kai memang memiliki wajah seperti Taemin. Namun, kepribadian mereka berdua sangatlah berbeda. Jika Taemin sangat aktif suka sekali bermain wanita berbeda dengan Kai yang cenderung pendiam dan tak tertarik sama sekali dengan wanita. Krystal memejamkan matanya lelah dengan semua yang terjadi hari ini.

= Author POV END =

= Kai POV =

[Morning] Classroom

Hari ini begitu menyenangkan bagiku. Karena aku sudah menemukan teman. Yaah, walaupun seorang perempuan tapi tak apa. Krystal sangat baik. Kami memang punya takdir yang hampir sama. Sama-sama dikelilingi oleh arwah yang terkadang mengancam jiwa. Aku sadar, aku menyukainya sejak pertama kali kami bertemu. Tapi mungkin aku terlalu gengsi untuk mengungkapkannya. Walaupun dia terlihat aneh tapi dia cantik juga. Hai Jongin! Apa yang kau fikirkan? Disana, sudah terlihat Krystal yang duduk tenang menanti bunyi bel pertanda masuk.

“Soojung-ssi”

“Kai-ssi.. annyeonghaseo” sapa Krystal padaku Ia lalu menunjukkan senyumnya yang menurutku sangat manis. Aku lalu duduk dibangku-ku yang berada persis didepan bangku Krystal.

“Kai-ssi… auramu berbeda. Auramu sama seperti manusia biasa” kata Krystal berbisik agar tak mengundang pandangan banyak orang.

“Ah… jinjayo? Mungkin karena aku berdekatan dengan kamu jadi mereka takut” balasku juga sama-sama berbisik.

“Jadi menurutmu aku itu menakutkan?” tanya Krystal mungkin sedikit tersinggung. Aku tersenyum mendengar kata-katanya.

“Ne, sedikit” kataku sedikit bercanda. Krystal menggembungkan pipinya tak peduli.

“Aku hanya bercanda Krys… kau sebenarnya cantik. Hanya saja, kau punya kelebihan yang membuat orang lain takut” kataku sedikit memuji Krystal. Krystal hanya membisu dan tersenyum sehingga menimbulkan semburat merah pada pipinya.

“Kau malu ya Krys? Haha… kenapa wajahmu memerah Krys?” Krystal hanya mendengus kesal mendengar ucapanku. Sudah ada beberapa pasang mata yang memandang aneh aku dan Krystal. Sudah tahu begini, aku langsung memasang wajah datar dan misterius begitu juga dengan Krystal sampai Park Songsaengnim datang.

“Bangun! Beri salam” titah Suho, ketua kelas 11-A.

“Annyeonghaseo Songsaengnim”

“Annyeonghaseo. Kalian boleh duduk” jawab Park songsaengnim pada kami. Dan pidato panjang dari Park songsaengnim-pun menjadi sarapan pagi untuk kelas kami.

[SKIP ~ BREAK TIME]

Setelah keluar dari ruang kelas, aku mencari-cari keberadaan Krystal. Dan, bingo! Kali ini aku sudah menebak kalau ia tidak ada diluar kelas. Satu-satunya tempat yang sering Krystal tuju adalah perpustakaan. Aku langsung menuju perpustakaan untuk mencari keberadaan yeoja kutu buku itu. Dan memang benar yeoja itu masih bergerumul dengan buku-buku di rak sejarah. Tapi, ia sedang tidak membaca buku sejarah korea yang ada di tangannya. Melainkan malah memejamkan matanya dan kulihat ada aliran kecil didaerah pipinya. Aku tahu, dia pasti takut karena sedang dikelilingi oleh arwah-arwah yang berada disekitarnya. Tubuhku juga perlahan-lahan memanas dan menjadi berat. Kulangkahkan kakiku menghampiri Krystal yang berdiri mematung disamping rak buku-buku sejarah. Aku sampai didepan tubuh Krystal. Ia menatapku khawatir. Aku merasa dadaku sesak dan nafasku tersengal. Aku tak bisa menahannya lagi. Aku menatap manik mata Krystal memohon pertolongan. Dan akhirnya, bibir kami-pun bersentuhan. Aku merasakan tubuh Krystal bergetar. Aku langsung mendekapnya agar ia tenang dan tidak takut. Suara erangan itu terdengar dan lama-kelamaan hilang. Perlahan, aku lepaskan tautan bibir kami dan menatapnya khawatir.

“Gwaenchanha?”

“N-ne… gwaen..cha..na.yo” suaranya masih bergetar. aku memeluknya untuk memberi ketenangan pada Krystal.

= Kai POV END =

= Author POV =

Kai meminta izin kepada guru BP agar Krystal bisa pulang dan menenangkan dirinya dirumah. Melihat keadaan Krystal yang begitu berantakan, akhirnya guru BP mengabulkan permintaan Kai. Kai akan mengantar Krystal pulang kerumahnya menggunakan mobilnya. Diam-diam, Kai termasuk golongan atas di Seoul Kyungha High School. Hanya saja, sikapnya yang tertutup membuat banyak orang tak mengenalnya sebagai seorang anak ‘konglomerat’. Kai sudah tahu alamat Krystal karena diam-diam ia mengikuti Krystal sewaktu pulang menggunakan sepedanya. Kini, Krystal tertidur di mobilnya. Kai memperhatikan wajah Krystal seksama. Krystal memang cantik dan polos. Ia menyukai wajah ‘innocent’ Krystal saat tertidur.

Mobil Kai sudah memasuki kawasan perumahan elit yang banyak dihuni oleh kalangan-kalangan atas. Mobil itupun berhenti di rumah besar yang pagarnya hampir 3 meter tingginya berwarna campuran putih dan cream. Kai bingung, apa harus membangunkan Krystal atau menggendong ke rumahnya? Akhirnya ia memutuskan untuk memberitahu kedatangannya dulu kepada pemilik rumah ini menggunakan interkom yang terpasang.

Tiiiiit (*Efek bel gaje yang sedang merajalela)

 

‘Nuguseyo?’ ternyata yang menjawab adalah seorang perempuan muda.

‘Ah… Jongin imnida’

 

‘Anda mencari siapa?’

‘Saya teman Krystal. Saya kesini karena mengantar Krystal yang tiba-tiba sakit dari sekolah’

 

‘Ah… gidaryeojuseyo’ interkom-pun dimatikan. Tak lama kemudian, muncullah yeoja yang berambut blonde yang merupakan kakak kandung Krystal, Jessica.

“Krystal eodisseo?” wajah Jessica nampak khawatir dengan keadaan Krystal.

“Krystal masih tertidur di dalam mobil. Ia masih syok dengan apa yang terjadi” kata Kai menjelaskan.

“Bisakah kau membawa Krystal ke kamarnya? Aku hanya sendirian dirumah ini. Tunanganku masih bekerja dan aku tak kuat memapah tubuh Krystal. Bisakah kau membawanya?” tanya Jessica masih dengan wajah cemasnya.

“Ne” Kai lalu beralih menuju mobilnya dan membawa Krystal kekamarnya diikuti oleh Jessica yang menunjukkan kamar Krystal.

“Kau bisa membaringkannya disini” kata Jessica pada Kai. Kai langsung membaringkan tubuh Krystal di tempat tidur. Jessica lalu mendudukkan dirinya disamping tubuh Krystal yang dingin. Selalu seperti itu ketika Krystal tidak kuat menahan gejolak dan tekanan dari arwah-arwah yang berada disekitarnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada dongsaeng-ku ini, Jongin-ssi?” kata Jessica saat Kai hanya menatap Krystal sendu.

“Saat aku mencarinya, Krystal sedang berada di perpustakaan. Aku putuskan untuk menghampirinya. Tubuhnya sudah mulai bergetar ketakutan melihat banyak arwah yang mengelilinginya. Aku menghampirinya. Dan ia begitu lemas dan tak berdaya karena mungkin sangat terkejut melihat begitu banyak arwah yang mengelilinginya” jelas Kai.

“Kau bisa melihat arwah? Kau juga mempunyai kemampuan seperti adikku?” tanya Jessica terkejut.

“Ye… kami berteman karena kami mempunyai kemampuan yang sama. Hanya saja, kami sedikit berbeda. Arwah yang berada disekelilingku bisa masuk dengan mudah ke dalam tubuhku. Namun, aku bisa mengendalikan arwah itu. Sementara Krystal hanya diperlihatkan rupanya saja. Tubuh Krystal terlalu kuat untuk dimasuki arwah-arwah itu” kata Kai.

“Pantas saja, kemarin Krystal tidak terlalu murung. Ternyata dia telah menemukan seorang teman. Kamsahamnida sudah mau menjadi teman Krystal kami” kata Jessica menunjukkan senyumnya. Pantas saja Krystal sangat cantik. Ternyata, ia mempunyai eonnie yang baik, perhatian dan cantik pula.

“Jongin-ssi….” kata Jessica terputus.

“Ne, Jessica noona”

“Apa kau menyukai Krystal kami?” tanya Jessica. Kai terkejut. Ia bungkam mendengar perkataan Jessica.

“A-aku tidak tahu, noona. Kenapa noona menanyakan hal ini padaku?” kata Kai gugup.

“Krystal menyukaimu, Jongin-ssi” kata Jessica berterus terang.

“Nde?”

“Dia terlihat nyaman bersamamu, Jongin-ssi. Aku harap, kau tidak mengecewakannya” kata Jessica penuh harap.

“Ne, noona. Aku tidak akan mengecewakannya. Aku akan melindunginya” kata Kai yakin. Jessica tersenyum mendengar kesanggupan Kai.

[SKIP ~ KIM’S HOUSE]

Saat ini, Kai sedang berada dirumahnya yang sepi. Hanya ada dua satpam dan seorang pembantu ditambah Kai yang baru saja datang. Ia tidak seperti Krystal yang mempunyai eonnie yang kisahnya dapat ia bagi, Kai hanya sendirian karena dia adalah anak tunggal. Sebenarnya, ia mempunyai seorang hyung. Tapi, hyung-nya tewas saat menyelamatkannya dari tabrakan maut. Ia harus rela kehilangan hyung kesayangannya dan mendapat kemampuan supranatural yang ia miliki sampai saat ini. Kini, ia berada disebuah ruangan yang penuh foto-foto kenangannya bersama hyungnya, Kim Joon Myun.

“Joonmyun hyung… apa kau masih mengharapkan Jessica noona?” tanya Kai pada foto besar yang menampilkan kedua namja yang saling tersenyum menghadap kamera.

“Kenapa Jessica noona tidak mengenaliku? Apa karena kecelakaan itu membuat ingatannya menjadi hilang?” gumam Kai.

“Dan kenapa aku harus menyukai adiknya, hyung? Apa ini sebagai ganti cintamu pada Jessica noona?”

“Aku bingung, hyung…. dapatkah kau membantuku?” Kai mulai menangis. Cairan bening yang keluar dari pelupuk mata Kai sudah tak bisa dibendung lagi. ia menangis dihadapan foto hyung kesayangannya.

T B C

Author’s Note : Gimana? Bagus atau nggak? Setelah baca FF ini, please… comment okay? Oh ya.. aku juga udah pernah share FF ini ke tempat lain. Kalian bisa lihat dibagian ‘Also posted’ dan karena aku bikin FF ini Twoshoot, jadi chapter selanjutnya adalah ending dan itu bakalan panjang banget. Still waiting okay…^^

Aku pamit undur diri… Annyeong~~~

59 responses to “[Freelance] Miracle Kiss (Chapter 1 of 2)

  1. I like this story 🙂 ceritanya unik, dan main castnya aku sukaaaaaaaa 😀 aku tunggu chapter selanjutnya thor, hwaiting author!! :)) untuk di chapter 2, aku berharap romantic scene-nya lebih banyak.

    • ini bukan multichapter saeng… susah kalo bikin ff multichapter tu… jadinya ngerasa endingnya lamaaaa banget. aku kasihan kalo liat reader yang sampe lumutan(?) gara-gara cuma nunggu endingnya… *mian curhat… makasih yaa buat komennya^^

  2. Keren thor 😀
    Agak merinding juga sih tiap kali baca tulisan ‘arwah’ nya .
    Kapan2 bikin chapter ya thor,pasti seru !!!! 😀

  3. Seru. Walaupun mnurtq alurx agk kcepetan(maklum.. khn cm 2 chap) dan tma yg gag biasa tpi mnurtq crtax mnarik.
    pnsaran ma knflik slnjutx dan hub kai, joonmyun ma jesica.
    Keren. Thor. Ttp smgth..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s