[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 3)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 3

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 3

Author             : Dwi Nofianti

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-18

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : 🙂

***

        Semalam ketika Kyuhyun akan kembali menyerang Shin Eun Hye dia harus menelan mentah-mentah keinginan naluri primitive-nya untuk menyecapi keindahan terdalam gadis itu karena dengan wajah polos Eun Hye mengatakan bahwa dirinya tengah datang bulan. Dan itu benar-benar membuat Cho Kyuhyun frustasi. Bagaimana tidak, semenjak Shin Eun Hye memulai pekerjaan barunya sebagai seorang dokter di Seoul Medical Center yang sudah berjalan selama satu minggu ini, Kyuhyun benar-benar tidak dapat menyentuh gadis itu. Jangankan menyentuh, untuk bertemu saja sulit. Eun Hye dokter baru di rumah sakit itu, sehingga ia mendapatkan tugas malam untuk tiga bulan kedepan ini. Gadis itu akan pergi bekerja ketika Kyuhyun pulang kerja. Dan akan kembali pulang pagi harinya ketika Kyuhyun harus menunaikan tugasnya sebagai pimpinan di perusahaannya. Dan ketika keduanya mendapatkan waktu senggang yang sama si ’tamu’ dengan tidak sopannya mengganggunya. Sehingga semalam, segala yang ia dapat lakukan hanyalah mengeksplor tubuh bagian atas Eun Hye. Terdengar seperti maniak memang. Tapi apa salahnya, toh dia hanya dan selamanya akan tetap hanya maniak terhadap segala sesuatu yang melekat pada gadis itu.

Dan pagi ini, ketika ia dan Eun Hye berpelukan dibawah selimut yang sama dengan tubuh bagian atas dirinya dan Eun Hye tidak terlilit sehelai benangpun, sesuatu menghebohkan apartemennya. Kakak perempuannya, yang biasa ia panggil ‘ahra noona’ itu membuat keonaran pagi hari. Seenaknya memasuki apartemennya dan menerobos masuk kedalam kamar pribadinya dan menemukan sesuatu, yang menurut Cho ahra, yang membuat shock dan gempar penduduk bumi. Ya ampun. Cuaca daratan Eropa Kontinental membuat kakak satu-satunya itu menjadi sedikit, norak.

Dan disinilah keduanya –Cho Kyuhyun dan Shin Eun Hye- sekarang, duduk berdampingan di sofa empuk berbulu berbentuk huruf L capital berwarna hitam legam di ruang santai apartemen Kyuhyun. Duduk tertunduk dengan tangan masing-masing bertautan dipangkuannya. Gugup, seperti tak sengaja didapati sedang mengutil sebuah kelontong kecil. Di hadapan keduanya duduk ,dengan tangan bersidekap di depan dada dan kaki menyilang, Cho ahra dengan tatapan mengintimidasi keduanya. Wanita yang berusia dua tahun lebih tua diatas Cho Kyuhyun itu menatap adik laki-lakinya dan teman tidur adiknya itu –yang belakangan ia mengetahui bernama Shin Eun Hye- bergantian. Keadaan Kyuhyun dan Eun Hye benar-benar berdekatan dengan kata berantakan. Kyuhyun hanya memakai celana berbahan katun sampai mata kaki berwarna biru tua dan kaus putih tipis tanpa lengan, sementara Eun Hye hanya memakai celana tidur berbahan nyaman satu jengkal dibawah pinggulnya dan piama biru tua kebesaran milik Kyuhyun dengan dua kancing teratas yang entah lenyap karena apa. Dan lihatlah dileher kedua muda-mudi itu, penuh dengan bercak merah jelas.

Ahra tahu Kyuhyun, adiknya, sudah tidak lagi menyandang predikat sebagai tunangan Park ae Rin, karena gadis bermake – up tebal itu dengan tidak tahu dirinya memutuskan sepihak tali pertunangan yang, padahal, susah payah diwujudkan oleh kedua orang tua masing-masing. Dan belakangan ahra mengetahui dari Lee Donghae, sahabatnya dan Kyuhyun, bahwa pria dingin berahang tegas itu telah banyak berubah. Tentu saja perubahan kearah yang lebih baik, seperti misalnya, tidak lagi menginap di kantor. Siapa pula yang akan lebih memilih tidur diranjang dingin sendirian di kantor kalau di apartemennya sudah menunggu gadis cantik berharga diri nol yang rela-rela saja ditiduri berulang-ulang. Dan yang paling menggelitik ahra adalah kenyataan bahwa gadis cantik berharga diri nol inilah yang telah merubah adiknya. Sehingga ahra tidak akan lagi menganggap Eun Hye memiliki harga diri nol. Karena bagaimanapun adiknya yang kaku itu sudah menjadi lebih manusiawi. Kemudian ahra tersenyum riang, membuat baik Kyuhyun maupun Eun Hye terperangah. Baru beberapa detik yang lalu wanita cantik itu menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi, sekarang malah menatap mereka dengan mata berkilat senang.

Kyuhyun cukup tahu apa yang ada dipikiran kakak tersayangnya itu. Tidak perlu menjadi cenayang professional untuk mengetahui apa yang kini sedang menari-nari di otak kakaknya itu.

”Berhentilah tertawa noona. Tawamu mengerikan”, ujar Kyuhyun sambil lalu. Eun Hye mencubit lengan kanan Kyuhyun yang bersisian dengan lengan kirinya. Ya ampun, mengapa pria ini sangat kurang ajar kepada kakaknya sendiri. Kyuhyun langsung memberengut, memajukan bibirnya sedikit tanda dirinya tidak menyukai Eun Hye seperti itu kepadanya. Dan Cho ahra melihat itu. Ya Tuhan, apa para ilmuwan itu telah menemukan planet yang dapat ditempati karena sepertinya bumi akan hancur sebentar lagi. Ahra sangat mengenal adiknya. Dua puluh Sembilan tahun ia menyandang sebagai kakak pria itu, tidak pernah sekalipun Kyuhyun merajuk seperti itu. Karena Cho Kyuhyun benci bersikap sok manis. Tapi lihatlah sekarang, bahkan adiknya yang ketampanannya sangat tidak masuk akal ini justru benar-benar terlihat normal seperti manusia lainnya, memiliki banyak ekspresi di wajahnya, tidak seperti dulu yang hanya memiliki ekspresi dingin dan datar. Dan ahra harus banyak berterimakasih kepada Shin Eun Hye, gadis manis dengan mata hazel yang hangat.

“Baiklah, baiklah. Tadinya aku akan mengajak si keparat ini untuk menemaniku berjalan-jalan tapi sepertinya aku salah waktu”, ucap ahra kemudian dengan suara ramah. Eun Hye hanya dapat menatap ahra malu dengan wajah yang merona merah sementara Kyuhyun hanya menatap ahra malas seolah-olah berkata ‘akhirnya kau sadar diri juga noona’. Ahra menatap Kyuhyun geli, sedang memutar otak kecilnya untuk membuat Kyuhyun kesal.

“hey, uri Kyuhyunnie kuberitahu kau, seharusnya kau menikahi terlebih dahulu gadis yang kau seret keatas ranjang”, ujar ahra setengah mengejek, kemudian tatapannya dialihkan kepada Eun Hye yang terlihat sangat gugup itu, “ hei nona. Apakah adikku yang suka seenaknya saja ini merepotkanmu?”. Eun Hye menatap lurus ahra, tatapan hangat dan lembut ahra kepadannya membuatnya menjadi lebih rileks. Eun Hye tersenyum singkat lalu menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan ahra.

Kyuhyun menghela napas malas mendengar ocehan kakaknya. Hei, dirinya tidak seberengsek itu dengan seenaknya saja meniduri Eun Hye tanpa memikirkan pernikahan. Sudah dikatakan, ia pernah melamar Eun Hye sebelumnya, hanya saja gadis itu yang terlalu keras kepala. Ternyata sesulit ini menghadapi seorang yang keras kepala.

“Kau tanya saja pada gadis keras kepala itu noona. Aku sudah melamarnya, tapi dia bahkan menggantungkan diriku dengan tidak merespon lamaranku itu.”, ujar Kyuhyun mengadu. Ahra tertawa kecil, lucu rasanya melihat cara Kyuhyun mengadu kepadanya. Seperti anak balita yang mengadu pada ibunya kalau sandal kesayangannya hilang. Eun Hye refleks menoleh menatap Kyuhyun, ia menyipitkan matanya. “Kapan kau melamarku, eh? Berbohonglah sesuka hatimu, Cho”, ucap Eun Hye tak terima. Memangnya kapan Kyuhyun melamarnya? Ia tidak ingat. Ah, Shin Eun Hye melupakan sesuatu.

Kyuhyun membelalakan sepasang mata hitam pekatnya menatap Eun Hye tak percaya. Sementara ahra hanya menopangkan dagunya menatap perselisihan pagi hari keduanya. Pasangan yang aneh. Begitu batin ahra.

Kyuhyun menggeram tertahan. “Yak, Shin Eun Hye! Kapan katamu? Berpura-pura lupa, uh? “.

Eun Hye mendesis pelan. Lupa apanya? Jelas-jelas Kyuhyun tidak atau belum pernah melamarnya. Eun Hye mengibaskan tangannya tanda tidak peduli. Dan itu semakin membuat Kyuhyun geram. Ia melupakan bahwa dihadapannya kini sedang ada Cho ahra yang terduduk santai menikmati perselisihan Kyuhyun dan Eun Hye.

“Kau ingin aku mengatakannya kapan aku melamarmu, eh? Sekarang juga? Dihadapan ahra noona?”, tanya Kyuhyun dengan sedikit emosi. Aiisssh, sungguh gadis ini benar-benar. Rutuk Kyuhyun dalam hati.

Eun Hye mendelik ahra sekilas. Kemudian kembali menatap Kyuhyun dengan dagu sedikit terangkat seolah-olah mengatakan ‘siapa takut’. Baiklah Shin Eun Hye siap-siap malu sebentar lagi.

“Kau ingat malam sebelum aku bertolak ke China? Aku melamarmu ketika.. ketika kita sedang..”, Kyuhyun ragu sejenak, menghela nafas berat, kemudian kembali berujar, “ketika kita sedang bercinta”. Tawa ahra meledak. Sementara Eun Hye terbatuk, wajahnya sudah memerah seperti buah cherry. Kembali mengingat malam dimana Kyuhyun melamarnya dengan cara dan waktu yang benar-benar tidak wajar.

***

        Malam ini Kyuhyun dan Eun Hye berakhir kembali dengan kegiatan pergumulan diatas ranjang setelah memperdebatkan mengenai keberangkatan Kyuhyun ke China selama tiga hari dalam rangka mengurus cabang baru Froex Corporation. Kyuhyun bersikeras ingin mengajak Eun Hye ikut bersamanya ke China, sementara Eun Hye menolak mentah-mentah ide konyol pria itu. Karena Kyuhyun yang keras kepala itu tetap bersikukuh pada gagasan konyolnya itu, akhirnya Eun Hye menggunakan alasan bahwa ia harus belajar lebih giat lagi bersama Park Boem mengingat waktu sidang skripsi yang sudah dekat. Toh Eun Hye tidak berbohong.

        Cho Kyuhyun, yang tanpa sehelai benangpun melilit di tubuhnya, menyandarkan tubuhnya di dashbor ranjang sementara Shin Eun Hye dengan sempurnanya terduduk di pangkuan Cho Kyuhyun dengan keadaan yang sama, tanpa sehelai benangpun. Kyuhyun melumat bibir Eun Hye kasar. Kedua tangan kekarnya sibuk menggerayangi setiap lekuk tubuh Eun Hye. Sementara Shin Eun Hye membalas setiap lumatan Kyuhyun dengan antusias. Kaki indahnya mengalung sempurna di sisi-sisi tubuh Cho Kyuhyun. Kedua tangannya memeluk erat tubuh Kyuhyun dan mencengkeram bahu telanjang Kyuhyun, menahan setiap rasa karena desakan dari pusat tubuh keduanya yang sudah benar-benar menyatu.

        Kyuhyun terus menghentakan tubuhnya, membuat Eun Hye semakin terbuai. Kemudian ia melepaskan ciuman panas keduanya. Iris gelapnya menatap lembut wajah Eun Hye yang dipenuhi peluh itu. Sebelah tangannya ia gerakan untuk menyentuh lembut setiap lekukan wajah gadis itu. Mata hazel Eun Hye terpejam, merasai setiap sentuhan Kyuhyun terhadap tubuhnya. Kemudian tangannya bergerak merapikan anak rambut Eun Hye, menyelipkannya di belakang telinga Eun Hye.

        Kemudian wajah-nya mendekati wajah sempurna milik Eun Hye. Bibir tebalnya menyusuri wajah gadis itu perlahan. Perlakuan Kyuhyun itu membuat Eun Hye semakin gila. Dicengekeramnya pinggang telanjang Kyuhyun lebih erat lagi. Kemudian Kyuhyun menempelkan kening keduanya, menggesek-gesekan hidung mancungnya dengan hidung Eun Hye, bagian bawah tubuhnya sesekali ia hentakan, membuat Eun Hye menggigit bibir-nya keras. Demi apa, Kyuhyun benar-benar tergila-gila dengan gadis yang berada diatas pangkuannya ini. ia sudah dapat dipastikan hanya akan hidup dengan baik bila Shin Eun Hye berada disampingnya dan benar-benar terikat dengannya.

        Lalu tanpa peringatan apapun Kyuhyun menghentakan tubuhnya keras, bibir-nya diarahkan kesamping bibir mungil Eun Hye dan berbisik disana, “menikahlah denganku, Shin Eun Hye. Aku tidak menjanjikan apapun untukmu. Tapi dapat kupastikan kau akan selalu bahagia bersamaku, selamanya, bahkan hingga di kehidupan yang lain”, kemudian Kyuhyun kembali melumat kasar bibir memerah Eun Hye berbarengan dengan hentakan yang terus ia lakukan. membuat Shin Eun Hye semakin terbuai.

***

            Kyuhyun sedang memperhatikan bagian belakang tubuh Eun Hye yang terlihat sibuk di konter dapur dengan kompor dan penggorengan dari kursi yang sedang ia duduki di ruang makan. Dihadapannya duduk Cho ahra yang sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya yang jauh dari kata normal itu. Bayangkan saja, sudah terhitung tiga puluh menit keduanya duduk di sini dan Cho Kyuhyun sama sekali tak berminat berbincang ringan bersama ahra. Pria keras kepala itu malah lebih memilih setiap gerak gerik Eun Hye yang sedang sibuk memasak itu. Menggelikan sekali.

“jadi Eun Hye adalah assistant rumah tanggamu, kyunnie?”, tanya ahra kemudian membuka percakapan. Kyuhyun mengalihkan pandangannya kepada ahra, kemudian mengangguk singkat, “ya begitulah, noona”.

Ahra mengangguk-angguk tanda mengerti lalu tersenyum kecil, “gadis itu benar-benar memerankan perannya sebagai assistant-mu dengan sangat baik”, ucap ahra kemudian.

Kyuhyun tertawa singkat, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “sudah seharusnya seperti itu. Aku tetap membayarkan gajinya”. Ya, Kyuhyun memang tetap menransfer gaji Eun Hye setiap bulan ke rekening gadis itu karena Shin Eun Hye selalu mengatakan bahwa affair yang terjadi diantara keduanya tidak berpengaruh terhadap sejumlah won yang tetap harys Kyuhyun bayarkan kepadanya.

“apa dia ganas diatas ranjang, eh? Kulihat lehermu penuh sekali dengan bercak merah”, tanya ahra geli. Kyuhyun tersenyum malu. Astaga, haruskah kegiatan diatas ranjangnya bersama Eun Hye dibagikan kepada orang lain?

“hanya ganas terhadap leher-ku, selain itu aku yang selalu dominan dalam hal keganasan noona. Kau tak perlu meragukan kemampuan adikmu ini”, jawab Kyuhyun sekenanua. Ahra mendengus malas mendengar jawaban Kyuhyun. Ya sebanyak apapun adiknya berubah, tetap saja Kyuhyun tetaplah Kyuhyun yang seenaknya jika bicara.

“kenapa kau tak membawa Eun Hye ke rumah, uh? Tidak berniat memperkenalkannya pada Eomma? Kau tahu, Eomma mengkhawatirkan dirimu pasca Ae Rin memutuskan pertunangan kalian”, ujar ahra serius. Kyuhyun menopangkan dagunya di kepalan tangan kanannya, mendengus kasar mendengar ocehan kakak-nya. ya Tuhan, ia bahkan sudah lupa bagaimana rupa gadis sialan itu.

“seperti yang kau lihat aku bahkan benar-benar dalam keadaan yang baik, noona. Dan masalah kenapa aku belum mengenalkannya pada keluarga kita, ya karena kami sedang sibuk dengan pekerjaan kami noona”, jawab Kyuhyun panjang.

Ahra tertawa, “sibuk? Sibuk dengan pekerjaan diatas ranjang maksudmu?. Kyuhyun terkekeh pelan, ketika ia akan kembali menanggapi setiap ucapn kakaknya itu, ditangkap oleh telinganya suara lembut Eun Hye, “makanan sudah jadi”, sehingga ia kembali menelan kata-kata yang telah ia siapkan dan bangkit berdiri menghampiri Eun Hye, membantu gadis itu menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. Ahra yang melihat perlakuan Kyuhyun yang manis itu tersenyum. Ah, adiknya benar-benar bertransformasi menjadi Cho Kyuhyun si Pria manis.

***

            Kyuhyun kesal sekali kepada Donghae. Bagaimana tidak, Donghae mengajaknya makan siang bersama di luar namun pria pendek itu malah mengajak kekasihnya. Lucu sekali membuatnya tampak seperti orang tak berguna. Kyuhyun tau kekasih Donghae –yang ia tahu bernama Park Boem- terus melirik sesekali kearahnya. Menyukai ketampananku nona?

“apa ada yang salah dengan wajahku, eh? Mengapa ka uterus menatapku seperti lalat pengganggu?, tanya Kyuhyun kemudian kepada Boem karena ia kesal gadis berambut hitam panjang it uterus saja melirik kearahnya. Donghae menatap Boem dan Kyuhyun bergantian. Berharap kata-kata Kyuhyun yang sedikit tidak sopan itu tidak menyinggung perasaan kekasihnya yang sensitive. Boem memutar-mutar sumpi diatas piringnya, terlihagugup, kemudian menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan nada ragu, “bukankah kau majikan Shin Eun Hye? Aku pernah melihatmu bersama Eun Hye di kampus”. Donghae menatap keduanya bingung, Shin Eun Hye yang cantik itu bekerja di apartement Kyuhyun? Mungkinkah gadis itu yang menyebabkan perubahan dalam diri Kyuhyun? Tanya Donghae dalam hati.

Sementara Kyuhyun tersedak makanan yang sedang ia kunyah. Salah tingkah dengan pertanyaan Boem yang sebenarnya pertanyaan biasa kalau saja posisinya dan Eun Hye benar-benar hanya majikan dan assistant rumah tangganya saja. Masalahnya, hubungan ia dan Eun Hye tidak sesederhana itu.

Melihat tingkah Kyuhyun yang seperti itu membuat Donghae dan Boem sadar, hubungan Cho Kyuhyun dan Shin Eun Hye lebih dari hanya sekedar majikan dan assistant rumah tangga. Mereka yakin itu.

Donghae yang pertama kali menguasai situasi berdehem, mencoba mengubah topic pembicaraan dengan niat untuk emenggoda Kyuhyun, “Hey, Kyu bagaimana kalau kamar tidur yang berada diruanganmu dibongkar saja. Kurasa kamar itu sudah benar-benar tak memiliki kontribusi besar bagi dirimu”. Kyuhyun menyipitkan matanya menatap Donghae, sementara Boem kembali melanjutkan kegiatan memakan Spagetti seafood-nya, tidak berniat melibatkan diri kedalam pembicaraan kedua lelaki itu. Aku akan menanyakannya nanti pada Eun Hye. Batin Boem.

Bukannya menjawab pertanyaan Donghae, Kyuhyun malah sibuk dengan pikirannya sendiri. Kamar di ruangannya. Siang hari. Eun Hye sudah pulang bekerja. Dan tiba-tiba saja wajah Kyuhyun berbinar-binar, membuat Donghae bingung. Apa ada yang salah dengan pertanyaannya?

            Kyuhyun menatap Donghae dengan mata berbinar, sementara yang ditatap hanya menunjukkan ekspresi bingung. “Hyung, terimakasih. Kau benar-benar yang terbaik. Kau telah membuatku mendapatkan inspirasi paling keren abad ini”, kata Kyuhyun senang kemudian merogoh saku dibalik jasnya, mengambil ponsel pintarnya dan menyibukkan diri dengan ponsel tersebut. Sementara Donghae hanya mengangkat kedua bahunya lalu kembali melanjutkan makanannya.

“Oppa, kau bilang dia orang yang dingin? Tapi mengapa bagiku ia terlihat… aneh”, bisik Boem pelan di telinga Donghae. Donghae menatap wajah manis Boem, tersenyum singkat dan berkata pelan, “kurasa temanmu itu adalah jawabannya”.

***

            Eun Hye melajukan sedan Hyundai i40-nya yang Kyuhyun sediakan untuk mempermudah perpindahannya di jalanan Seoul. Tadi ketika Eun Hye selesai menghabiskan makan siangnya di apartemen pria tampan itu tiba-tiba saja ponsel pintarnya berbunyi dan menampilkan pesan singkat dari Cho Kyuhyun, si pria tampan itu. ‘datanglah kekantor-ku satu jam dari sekarang’. Dengan segera Eun Hye bersiap-siap, mengganti gaun rumah warna ungu-nya dengan rok span cokelat susu setengah jengkal diatas lutut dan kemeja tanpa lengan berwarna putih. Bukannya Eun Hye takut Kyuhyun marah kepadanya, hanya saja kalau boleh jujur Eun Hye benar-benar merindukan Pria bermata indah itu. Setelah ia bekerja sebagai dokter di Seoul Medical Center secara otomatis ia dan Kyuhyun jarang bertemu. Apalagi sudah beberapa hari ini Cho ahra menginap di apartement Kyuhyun, sehingga ketika ia dan Kyuhyun berada di rumah di waktu yang bersamaan keduanya tetap tidak bisa leluasa melepas rindu karena Cho ahra, yang menurut Kyuhyun adalah si pembuat onar yang ulung, terus merecoki keduanya. Seperti misalnya saja merengek meminta ditemani tidur oleh Eun Hye, yang jelas saja itu benar-benar menggganggu bagi Kyuhyun dan Eun Hye mengingat keduanya seperti tidak dapat dipisahkan lagi kalau masalah kamar, ranjang, dan ‘tidur bersama’.

Eun Hye melesat cepat menuju ruangan Kyuhyun dilantai teratas gedung ini begitu ia telah berhasil memarkirkan mobilnya di basement perusahaan pria itu. Ketika ia sampai di depan pintu ruangan Kyuhyun yang berpelitur cokelat Eun Hye mengatur nafasnya yang sedikit tidak teratur karena terlalu antusias.

Eun Hye membuka perlahan pintu ruangan Kyuhyun dan langsung mendapati Kyuhyun sedang menyandarkan tubuhnya di atas kursi kebanggaannya sambil memejamkan matanya. Pria itu meletakkan jas hitam mahalnya diatas mejanya asal. Jantungnya langsung berdegup kencang. Selalu merespon seperti itu kalau ia berada dekat seorang Cho Kyuhyun. Awalnya ia melangkah pelan menghampiri Pria yang ketampanannya melebihi apapun itu, namun seiring jarak yang semakin terpangkas diantara dirinya dan Kyuhyun, yang belum juga menyadari kedatangannya itu, Eun Hye langsung melompat keatas pangkuan Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun kaget sesaat namun langsung tersenyum senang ketika menyadari bahwa Eun Hye lah yang telah mengganggunya.

Eun Hye merapatkan pelukannya di tubuh Kyuhyun, membuka tiga kancing teratas kemeja Kyuhyun dengan paksa kemudian menenggelamkan wajahnya dilekukan leher Kyuhyun, menghidu aroma feromon pria itu yang bercampur dengan aroma mint. Kemudian bibir mungilnya sibuk mengecupi, melumat, dan sesekali menggigit leher putih pucat milik Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum miring dibalik bahu Eun Hye. Kedua tangannya menyusup masuk kedalam kemeja putih yang Eun Hye kenakan, menggoda gadis itu didalam sana.

“kau tidak sabaran sekali, nona Shin”, ujar Kyuhyun geli. Astaga, Shin Eun Hye-nya semakin nakal saja. Tapi, Kyuhyun senang-senang saja gadisnya begitu. Itu berarti bukan hanya dirinya yang merindukan dan menginginkan gadis itu. Tapi gadis itu juga merindukan dan menginginkan dirinya.

Kyuhyun bangkit dari duduknya dengan Shin Eun Hye tetap berada dalam gendongannya, membawa gadis itu ke sisi lain ruang kerjanya, ke dalam sebuah ruangan yang diketahui sebagai kamar tempat Kyuhyun beristirahat dulu.

***

            Kyuhyun menghempaskan tubuh Eun Hye diatas ranjang yang dapat dipastikan hanya bisa ditiduri satu orang saja. Melepas kemejanya yang sudah berantakan itu lalu melompat menindih tubuh Eun Hye. Ia menatap tubuh Eun Hye penuh minat kemudian dengan sekali gerakan melepas kemeja putih dan rok yang Eun  Hye kenakan. Tanga kanannya sibuk menelusuri seluruh tubuh Eun Hye sementara tangan kirinya ia letakkan disamping kepala Eun Hye, menahan berat tubuhnya. Matanya menatap tajam Eun Hye yang balik menatapnya dengan tatapan sendu. Oh, tidak tatapan itu semakin membuat Kyuhyun mengerang.

Eun Hye menjulurkan sebelah tangannya untuk menelusuri wajah sempurna milik Cho Kyuhyun, kemudian pergerakannya berhenti di bibir penuh pria itu. Sedikit bermain-main disana.

“sedang menggodaku, nona?”, tanya Kyuhyun susah payah. Eun Hye terkikik geli. Apakah ia sedang menggoda pria ini? Eun Hye sudah tidak peduli lagi dengan harga dirinya yang bernilai nol jika sudah menyangkut Cho Kyuhyun dan tubuhnya. Toh, otak brilian Cho Kyuhyun-pun akan menjadi sangat kotor dan primitive jika sudah berdekatan dengan tubuh-nya.

Eun Hye menatap Kyuhyun seduktif kemudian mengerling nakal. Yaampun berdekatan setiap hari dengan Cho Kyuhyun semakin membuat kerja otak-nya tidak beres. Dengan sekali sentakan, entah bagaimana, tangan mungilnya berhasil melepas celana bahan hitam yang Kyuhyun kenakan. Kyuhyun tertawa geli, mengingat Eun Hye-nya yang semakin agresif saja.

Kemudian, entah siapa yang memulai, keduanya sudah saling melumat material kenyal masing-masing dengan antusias. Tangan Eun Hye bergerak-gerak lembut dibahu Kyuhyun, sementara tangan besar Kyuhyun terus saja mengeksplorasi setiap lekukan tubuh mulus Eun Hye. Dan dengan tanpa aba-aba Kyuhyun menyatukan tubuhnya dengan tubuh Eun Hye. Membuat Eun Hye mengerang tertahan disela-sela ciumannya.

Eun Hye melepaskan ciumannya, sebelah tangannya ia gerakkan ke wajah kyuhyun dan menekan pelan dahi Kyuhyun, “Pelan-pelan Cho Kyuhyun”. Kyuhyun terkekeh singkat, menghentakkan tubuhnya kembali dengan keras dan sekuat tenaga membuat Eun Hye mengerang kencang. Kalau ada yang Kyuhyun sukai dari kegiatan rajangnya bersama Eun Hye, selain kenyataan bahwa keduanya saling mencintai tentunnya, adalah Eun Hye yang tidak menutup matanya. Itu membuat Kyuhyun tergoda lebih jauh lagi, berusaha untuk membuat Eun Hye terpejam, merasai indahnya terbuai. Maka, Kyuhyun Kembali menghentakkan sekuat tenaga tubuhnya lima kali berturut-turut dan itu berhasil membuat Eun Hye memejamkan matanya. Eun Hye menarik tengkuk Kyuhyun mendekat dan melumat kasar bibir tebal milik pria itu, berusaha meredam erangannya.

Sementara keduanya sibuk dengan kegiatan pergumulannya, Lee Donghae dan Cho ahra berada dibalik pintu menguping setiap kejadian yang terjadi antara Kyuhyun dan Eun Hye didalam sini.

***

            Hari ini ahra mengunjungi perusahaan keluarganya. Mengobrol sebentar bersama ayahnya, kemudian pergi menghampiri Donghae dan mengajaknya menemui Kyuhyun. Berniat melakukan obrolan seru di ruangan sang Direktur. Namun, sesampainya ahra dan Donghae di ruangan Kyuhyun, ia tidak menemukan Kyuhyun di ruanan itu, padahal Donghae yakin, setelah makan siang tadi Kyuhyun langsung masuk kedalam ruangannya.

Sayup-sayup didengar oleh kedua gendang telinga keduanya suara erangan dan decakan dari pintu lain di ruangan ini. karena penasaran, ahra dan Donghae pun, dengan langkah pelan-pelan, berjalan menghampiri pintu yang menghubungkan ruangan ini dengan sebuah kamar. Mereka mendekatkan telinganya ke pintu kayu ek tersebut. Hanya suara erangan, decakan, dan ranjang yang berdecit yang mereka dengar, sampai suara lembut tidak teratur tertangkap oleh pendengara keduanya, “Pelan-pelan, Cho Kyuhyun”.

Ahra menggelengkan kepalanya sementara Donghae mengacak rambutnya frusrasi. Cukup tau apa yang sedang terjadi didalam sana. “adikmu maniak yang tak kenal waktu dan tempat ahra-ya”, ucap Donghae singkat. Kemudian keduanya saling berpandangan dan tertawa geli.

“Kita ke ruanganmu saja. Disini panas sekali”, kata ahra sambil menarik lengan Donghae ke luar dari ruang kerja Cho Kyuhyun.

***

Ini sabtu malam sehingga Kyuhyun dan Eun Hye memiliki waktu senggang yang sama, selain itu ahra sedang tidak menginap di apartement Kyuhyun sehingga dapat membuat Kyuhyun melakukan apapun kepada Eun Hye dengan leluasa. Eun Hye sedang sibuk merapikan kuku-kuku Kyuhyun yang menidurkan dirinya diatas paha putihnya. Sementara Eun Hye dengan telatennya mengguntingi kuku-kuku Kyuhyun, Pria itu dengan telatennya mengecupi, melumat, dan menggigit paha putih Eun Hye. Selalu mengambil kesempata dalam kesempitan.

“Hye-ya, bagaimana dengan tawaranku? Kau tidak ingin menikah denganku apa?”, ujar Kyuhyun disela-sela kegiatannya menyecapi paha Eun Hye. Eun Hye melirik Kyuhyun sekilas, lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

“beri aku waktu untuk berpikir”, jawab Eun Hye pendek. Bukannya ia tidak ingin menikah dengan Kyuhyun. Tidak, tidak seperti itu. Hanya saja ada beberapa hal yang masih mengganjal dalam dirinya. Misalnya saja trauma mengenai pernikahan kakak-nya, Shin Eun Hae, dengan seorang pria kaya yang hobi melakukan kekerasan rumah tangga. Ia tahu Kyuhyun tidak mungkin seperti itu. Hanya saja itu sebuah trauma yang sulit ia hilangkan.

Kyuhyun berhenti merasai paha Eun Hye. Ia mendenguskan nafasnya kasar. Ia cukup tahu alasan mengapa Eun Hye belum mau juga menerima pinangannya. Tapi menurut Kyuhyun itu benar-benar tidak masuk akal. Kyuhyun tidak akan melakukan hal-hal bejat seperti memukuli Eun Hye demi kesenangan batinnya. Kebahagiaan dan wajah berbinar gadis itu adalah kebahagiannya, mana mungkin ia akan melakukan kekerasan kepada Eun Hye, untuk sekedar memikirkannya pun Kyuhyun tidak sudi.

“ya ya, baiklah. Pikirkan sesukamu. Asal jangan sampai membuatku menjadi perjaka tua saja”, ujar Kyuhyun melanjutkan. Sedikit menyelipkan lelucon. Eun Hye tertawa pelan.

“yaampun Cho, kau pikir kau masih perjaka apa setelah merenggut kegadisanku?, balas Eun Hye tak mau kalah. Kyuhyun terkekeh pelan, mengecupi ringan paha Eun Hye. “yah. Aku tetap perjaka dan kau tidak lagi perawan”.

Eun Hye mendesis, membuang lengan Kyuhyun kasar kemudian bangkit berdiri, membuat kepala Kyuhyun terbentur lantai marmer, mengingat keduannva duduk diatas lantai. Eun Hye menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur, tidak memedulikan Kyuhyun yang mengaduh kesakitan.

“Eiii, kau gadis tak ada lembut-lembutnya”, kata Kyuhyun kemudian. Ia bangkit berjalan menghampiri Eun Hye, “baiklah, masalah kita hanya dapat diselesaikan diatas ranjang”. Setelah mengatakan itu, Kyuhyun menyeringai.

***

104 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s