[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 5)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 5

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 5

Author             : Dwi Nofianti

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-15

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : 🙂

***

            Eun Hye menggeliat pelan. Tidurnya sedikit terusik, karena indera peraba-nya merasakan sentuhan-sentuhan material lembut di area wajahnya. Ia memaksakan diri membuka sepasang mata hazelnya yang masih berat dan mengantuk. Mengerjap perlahan. Setelah sepasang matanya sudah mampu menyesuaikan diri, tertangkap oleh iris cokelat gelapnya Cho Kyuhyun yang sedang sibuk menciumi wajahnya. Kyuhyun yang menyadari Eun Hye terbangun langsung menatap lembut gadis itu, menyunggingkan senyum bocahnya, yang demi apa membuat Eun Hye rasanya ingin sekali memakan Pria itu. Manis sekali. Eun Hye kemudian menarik tengkuk Kyuhyun mendekat ke arahnya, mencium ringan bibir penuh pria tampan itu yang membuat Kyuhyun semakin tertawa riang. Gadis ini benar-benar mampu menghilangkan ribuan ton beban di pikiran dan hatinya.

“Suhu tubuhmu panas, Cho. Kau sakit, eh?”, suara serak Eun Hye bahkan tidak mampu menyembunyikan kekhawatiran yang terdengar jelas itu. Kyuhyun menautkan sepasang alis tebal dan tegasnya. Ia memang merasa tidak enak badan. Tenggorokannya benar-benar terasa kering dan pahit. Tapi ia tidak ingin membuat Gadis-nya khawatir. Sehingga ia menyunggingkan senyum terbaiknya, berharap si assistant yang telah merebut hati-nya ini tidak mencurigai keadaan kesehatannya lagi.

“Eiiy, bagaimana aku bisa sakit kalau disisiku ada seorang jelmaan bidadari yang kecantikannya tak terhingga, eh?”, ujar Kyuhyun menggoda yang seketika saja memunculkan semburat merah menggemaskan di kedua belah pipi mulus Eun Hye. Kyuhyun memandang gemas gadis yang berbaring disampingnya, ia menopangkan kepalanya diatas lengan kirinya sementara lengan kanannya mencubit pelan pipi memerah Eun Hye.

“Ya ampun, Hye. Kau manis sekali”, setelah mengatakan susunan-susunan kalimat yang semakin membuat Eun Hye tersipu, Kyuhyun kembali memberondong wajah gadis itu dengan kecupan-kecupan ringan dari bibir tebalnya.

Namun Eun Hye tidak sebegitu mudahnya untuk terlena. Ia memang menikmati perlakuan manis Kyuhyun pagi ini, hanya tetap saja ia merasa pria yang dicintainya ini sedang dalam kondisi tidak baik, bukan hanya karena suhu tubuh Kyuhyun yang lebih panas dari biasanya, tapi juga dari sorot matanya. Meskipun Kyuhyun tersenyum hangat kepadanya, iris pekat milik pria tampan itu terlihat kesepian dan wajah tampannya yang tegas dan dingin sejak kemarin terlihat sendu. Apakah ini karena ayah-nya?

Eun Hye menangkup wajah sempurna Kyuhyun dengan kedua telapak tangan kecilnya, menjauhkan wajah pria itu dari wajahnya supaya ia mampu melihat jelas wajah tampan itu. Benar saja, wajah yang terpahat sempurna itu terlihat jauh lebih pucat dari biasanya. Dan itu semakin membuat perasaan khawatirnya membuncah. Cho Kyuhyun-nya harus selalu sehat dan bahagia.

“Cho, kau sakit dan jangan membantah. Tunggu disini, aku akan menyiapkan bubur untukmu. Jangan bangun dari tempat tidur ini. mengerti?”, ucap Eun Hye. Kemudian ia bangkit dari tidur-nya, belum juga ia melangkah, Kyuhyun menahan pergerakannya dengan menahan lengan kiri-nya.

“aku tidak apa-apa. Sungguh.”, ucapnya dengan wajah sungguh-sungguh. Kyuhyun tau dengan jelas bahwa itu adalah kebohongan, karena pada kenyataannya kepala-nya pun benar-benar sakit seperti dijatuhi ribuan ton kargo kapal. Tapi Kyuhyun tidak ingin membuat Eun Hye semakin mengkhawatirkannya. Ia cukup tahu sejak kemarin gadis itu mengkhawatirkannya yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam.

Eun Hye menyipitkan matanya memandang Kyuhyun, “Kau tidak bisa menipuku, Tuan”. Kemudian melepaskan tangannya dari Kyuhyun dan pergi keluar kamar.

Kyuhyun menghela napas-nya kasar. Telapak lengan kanannya ia gunakan untuk memijat ringan pelipisnya. Kejadian kemarin di kantor yang melibatkan ayah-nya benar-benar mengganggu kinerja otaknya. Ia marah karena sikap ayah-nya yang tidak pernah berubah. Namun, lebih dari itu ia sedih. Sedih karena usaha apapun yang dilakukannya selama ini untuk mendapat perhatian ayahnya tidak akan pernah berhasil. Suara datar ayahnya kemarin terus saja berputar-putar diotak-nya seperti kaset rusak yang sumbang. Benar-benar menyakitkan. Apa salah kalau ia menginginkan diperhatikan oleh ayah kandungnya sendiri? Namun mulai detik ini ia bersumpah, ia tidak akan lagi menginginkan sedikitpun perhatian ayah-nya. Biarlah ayah-nya ia anggap mati di dalam sana. Di dalam hati-nya yang paling dalam.

Sibuk dengan pikirannya sendiri membuat ia tak begitu memperhatikan Eun Hye yang sudah kembali membawa nampan yang diatasnya terdapat semangkuk bubur dan segelas air putih. Eun Hye mendudukan dirinya dipinggir tempat tidur disebelah Kyuhyun. Menyingkirkan rambut cokelat gelap Kyuhyun yang menutupi dahi indah pria itu. Ia menempelkan kompresan praktis di kening pria itu. Setidaknya ini akan menurunkan suhu tubuhnya. Batin Eun Hye.

Kyuhyun hanya diam, memperhatikan setiap gerak-gerik Eun Hye. Dalam hati ia bersyukur Tuhan mengirimkannya gadis sebaik Eun Hye. Gadis yang mampu merawat dan melayaninya dengan baik. Gadis yang mampu membuatnya merasakan hangatnya perhatian ibu-nya. Gadis yang akan ia cintai selamanya, bahkan hingga dikehidupan yang lain. Gadis yang selalu ia tunggu untuk menerima lamarannya. Shin Eun Hye-nya.

“Buka mulutmu, Cho”, ujar Eun Hye sambil menyodorkan sesendok bubur hangat ke hadapan Kyuhyun. Kyuhyun pun dengan patuh membuka mulutnya, membiarkan Eun Hye menyuapi bubur kedalam mulutnya. Ia mengunyah perlahan bubur itu. Meskipun pahit, Kyuhyun tetap dapat merasakan kelezatan dari bubur buatan Eun Hye. Sungguh, gadis ini benar-benar sempurna.

“Sini, biar aku sendiri saja”, Kyuhyun menyodorkan tangannya untuk meminta Eun Hye menyerahkan mangkuk bubur. Eun Hye kemudian memberikannya kepada Kyuhyun, mempersilakan Kyuhyun memakan bubur itu sendiri. Sementara Kyuhyun mulai sibuk dengan kegiatan sarapan pagi-nya, Eun Hye beralih memijat kaki pria itu. Ayahnya selalu memintanya untuk memijatkan kaki ketika sedang benar-benar pusing. Dan Eun Hye berharap dengan memijat kaki Kyuhyun, beban apapun yang sedang ditanggung oleh pria itu dapat menjadi lebih ringan. Di sela-sela kegiatan makan-nya, Kyuhyun tersenyum kecil. Dalam hati ia bersyukur Eun Hye hadir dalam hidupnya. Gadis itu benar-benar mampu membuat beban-beban yang menghimpit pikirannya menguap begitu saja, digantikan oleh rasa hangat yang disalurkan gadis itu ke seluruh sel-sel tubuh dan syarafnya. Menyenangkan.

***

            Eun Hye mendelik tajam Kyuhyun yang terduduk di sebelahnya, kemudian memfokuskan dirinya menatap jalanan pagi Kota Seoul yang padat. Tadi ia sempat mendebat Kyuhyun untuk tidak berangkat bekerja hari ini. bagaimana bisa pria disampingnya keras kepala untuk tetap bekerja sementara wajahnya pucat pasi begitu. Eun Hye bukan orang bodoh yang bisa ditipu dengan kata ‘aku baik-baik saja’ yang kemudian dibubuhi sedikit senyum hangat. Karena kenyataannya ia tahu Kyuhyun sedang demam. Tapi tetap saja ia yang harus mengalah dengan Kyuhyun si keras kepala itu setelah Kyuhyun membungkamnya dengan ciuman panas di pagi hari. Eun Hye kembali menghembuskan nafasnya frustasi. Bagaimana bisa sentuhan pria itu selalu bisa membuat otaknya mendadak kosong.

Namun tentu saja Eun Hye tetap mengajukan persyaratan kepada Kyuhyun. Pria itu boleh bekerja apabila membawa semua obat-obatan yang ia berikan dan yang terpenting adalah Eun Hye yang mengantarnya ke kantor. Tak ada salahnya bukan memastikan orang tercintamu sampai di ruangan kantornya dengan selamat?

Sementara Kyuhyun hanya bersenandung ringan, menyembunyikan rasa pusing yang menyerangnya bertalu-talu. Ia bersyukur Eun Hye si gadis tidak pedulian-nya itu sangat memedulikan keadaannya. Walaupun gadis itu terlihat tidak senang dengan keinginannya untuk tetap masuk kerja, tapi toh Eun Hye tetap mengantarkannya bekerja. Lupakan pikirannya untuk tidak lagi akan memedulikan ayah-nya, karena pada kenyataannya hal terbesar yang mendorongnya untuk tetap bekerja disaat ia merasa tubuh-nya tidak baik-baik saja adalah perasaan tidak ingin mengecewakan ayah-nya. Ia sangat yakin ayah-nya akan kecewa dan semakin tidak menyukainya kalau ia tidak hadir dalam pertemuan penting dengan beberapa petinggi perusahaan besar dari London untuk membahas mega proyek ayah-nya.

“Cho, sudah sampai. Kau yakin kau baik-baik saja?”, suara lembut sarat kekhawatiran milik Eun Hye menyadarkannya dari pikiran-pikiran mengenai ayahnya. Kyuhyun menoleh menatap Eun Hye, yang sudah mencondongkan tubuhnya mendekat. Jarak wajah Kyuhyun dan Eun Hye hanya tinggal beberapa centi. Gadis cantik itu mengulurkan telapak tangannya ke kening Kyuhyun. Mengukur suhu tubuh Kyuhyun mungkin.

Kyuhyun tersenyum hangat, “aku baik-baik saja. Tak perlu terlalu mengkhawatirkan pangeran tampan-mu ini, Tuan Puteri”, katanya sambil mengacak pelan rambut halus milik Eun Hye.

Eun Hye tertawa ringan, “Hey, pangeran tampan dari negeri antah berantah berhentilah megakui dirimu tampan”, kemudian mengecup singkat pipi gembul Kyuhyun, “ayo kuantar kedalam”. Eun Hye langsung keluar dari dalam mobil. Sementara Kyuhyun tertawa riang mendapat perlakuan manis Eun Hye, lalu mengikuti Eun Hye keluar dari mobil. Kalau begini terus, ia akan cepat sembuh.

Kyuhyun menautkan jemari tangan kanannya ke jemari mungil tangan kiri Eun Hye, mengayun-ayunkan tautan jemari-jemari keduanya pelan. Rasanya benar-benar pas dan hangat sekali. Ia tersenyum senang, mengabaikan tatapan-tatapan penuh arti para karyawannya serta mengabaikan cicitan kecil Eun Hye yang sedikit tidak nyaman atas kelakuan Kyuhyun. Eun Hye memang sudah beberapa kali berkunjung ke kantor Kyuhyun, tapi dirinya dan Kyuhyun tidak pernah muncul secara bersamaan, apalagi sampai bergandengan tangan. Kalau boleh jujur, ia lebih suka bermesraan dengan Kyuhyun di ruangan tertutup daripada harus di depan umum, sekalipun itu hanya saling menautkan jemari. Walaupun begitu ia senang, bukankah itu artinya Kyuhyun ingin menunjukan pada khalayak ramai kalau hati-nya hanya milik Eun Hye seorang?

Sesampainya di depan ruangan Kyuhyun, Eun Hye melepaskan tautan jemari keduanya, membuat Kyuhun sedikit kehilangan. Eun Hye merangkum wajah tegas Kyuhyun dengan kedua tangan mungil-nya, menarik Kyuhyun sehingga pria itu sedikit membungkuk.

“Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku atau meminta bantuan Hae Oppa, arasso?”, ujar Eun Hye memerintah, kemudian tanpa memedulikan sekretaris Kyuhyun yang sedang mencuri-curi memerhatikan keduanya, Kyuhyun tanpa aba-aba langsung menciumi wajah cantik Eun Hye. Kening, kedua belah pipi, hidung, dan terakhir mengecup lepas bibir ranum Eun Hye dua kali.

“aku mengerti, Shin Uisa-nim”, ucap Kyuhyun lembut.

Eun Hye tersenyum, melirik sekilas jam tangan yang melingkar di lengan kirinya.

“baiklah, aku harus segera ke rumah sakit. Jaga dirimu”, kemudian Eun Hye berlalu dari hadapan Kyuhyun yang terus saja memerhatikan bagian belakang tubuh Eun Hye hingga tubuh gadis itu menghilang dibalik pintu lift. Kyuhyun tersenyum singkat, menyamarkan rasa sakit yang semakin menjadi di kepalanya. Ia harus kuat. Kyuhyun sedikit melirik sekretarisnya yang membungkuk hormat kepadanya, kemudian Ia masuk kedalam ruangannya.

Dibagian lain lantai teratas gedung ini, seorang pria paruh baya mengepalkan tangannya kuat-kuat, wajah tegas-nya semakin mengeras setelah menyaksikan pemandangan sok manis antara Cho Kyuhyun dan gadis entah siapa itu. Pria tua itu menggeram tertahan. Dari sorot mata-nya siapapun tahu ia tidak menyukai pemandangan yang baru saja ia lihat. Kemudian dengan sedikit mengertakan gigi-giginya. Ia berkata kepada pria usia sekitar akhir tiga puluh tahunan yang berdiri tegak beberapa jengkal dibelakangnya.

“Cari tahu siapa gadis itu, Kim”

Pria yang dipanggil Kim itu sedikit membungkukan badannya, walaupun pria paruh baya itu tak sedikitpun menoleh ke arahnya, “Baik, Cho Sajangnim”.

Pria paruh baya itu adalah, Cho Yeonghwan. Buku-buku jari milik Cho Yeonghwan terlihat semakin erat mengepal. Dalam hati pria paruh baya itu tidak menyukai sikap Kyuhyun yang kini menjadi lemah. Ia yakin gadis itulah penyebabnya. Tidak ada yang boleh membuat Kyuhyun menjadi manusiawi dengan mengutamakan perasaannya. Kyuhyun hanya boleh menjadi Kyuhyun yang ambisius terhadap pekerjaannya. Kyuhyun hanya boleh menjadi Kyuhyun yang dahulu. Kyuhyun yang tidak pernah membantahnya. Maka siapapun yang dengan lancangnya merubah Kyuhyun, akan merasakan akibatnya.

***

            Selesai melakukan pertemuan dengan beberapa kolega bisnis, Kyuhyun langsung masuk ke dalam ruangannya diikuti Lee Donghae. Ia mendelik sebal Donghae. Si General Manager tampan itu sejak tadi menempel dirinya seolah ia adalah ikan hiu dan Donghae adalah ikan remora. Cisssh.

Kyuhyun menghempaskan tubuh semampainya diatas kursi singgasana-nya begitupun Donghae yang duduk dihadapannya. Kyuhyun mensidekapkan kedua tangannya di depan dada, menatap tajam Donghae yang dengan senyum polos menatap dirinya. Aisss, pria pendek ini.

“Hyung, berhentilah menguntit diriku. Kembalilah ke ruanganmu”, ucap Kyuhyun sebal.

Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sekali lagi menyunggingkan senyum polosnya.

“Hey, kau kira aku menyukai kegiatan konyol ini apa. Kalau bukan karena kekasih gilamu itu pun aku tidak sudi terus membuntuti dirimu. Dia sungguh mengerikan, Kyu. Bagaimana bisa kau tahan dengannya. Bersyukurlah Bommie-ku manis dan tidak suka mengancam”, celoteh Donghae jujur. Tadi pagi Shin Eun Hye menghubunginya dengan suara yang memekakkan telinga, menyuruhnya, hampir memaksa, untuk menjaga Kyuhyun, yang menurut Eun Hye sedang dalam keadaan tidak sehat. Dan setelah ia melihatnya sendiri, sepertinya gadis itu benar. Siapapun yang melihat Kyuhyun pasti akan berpikiran pria tampan itu sedang tidak sehat. Kulit Kyuhyun memang cenderung putih pucat, namun hari ini ia benar-benar terlihat pucat pasi, bahkan bulir-bulir keringat terus mengalir di kening indah milik Kyuhyun. Beberapa peserta rapat tadi pun menanyakan keadaan Kyuhyun yang hanya dijawab Kyuhyun dengan senyuman. Entah kenapa terlintas dipikiran Donghae, satu-satunya orang yang tidak begitu peduli dengan penampakan pucat pasi Kyuhyun hanyalah Cho Yeonghwan. Ya, ia cukup tahu bagaimana hubungan Kyuhyun dengan ayahnya itu.

Kyuhyun yang semula menatap sebal Donghae mendadak tersenyum senang. Siapa yang tidak senang mengetahui gadis kesayangannya mengkhawatirkan dirinya. Namun senyum itu tidak berlangsung lama. Memudar dan digantikan dengan sakit yang teramat di kepalanya. Ia mencengkeram kepalanya erat, berharap itu dapat menghilangkan sedikit rasa sakitnya.

Donghae yang melihatnya mendadak panik, ia dengan segera berdiri dari duduknya dan berjalan ke sisi tubuh Kyuhyun, memegang bahu sahabat yang sudah ia anggap adik kandungnya sendiri itu.

“Kyu, kau kenapa? Kyu!”, Donghae terus memanggil-manggil Kyuhyun frustasi, sementara yang dipanggil tidak menyahuti panggilannya. Kyuhyun memejamkan matanya, kepalanya benar-benar berdenyut menyakitkan. Dan Donghae yang tidak tahu harus bagaimana, mengeluarkan ponsel pintarnya dari balik saku jas hitamnya. Menghubungi seseorang.

“Hye-ah kemarilah. Kyuhyun sakit”, katanya frustasi begitu hubungan teleponnya tersambung. Tak beberapa lama setelah ia selesai berucap, sambungan telepon itu langsung terputus. Donghae yakin Shin Eun Hye segera menuju kemari. Donghae kembali memasukkan ponsel-nya kedalam saku jas-nya. Kyuhyun sudah tidak mengerang kesakitan lagi, matanya sudah benar-benar terpejam. Dan Donghae tahu betul kalau kesadaran Kyuhyun hilang. Ia pun membopong Kyuhyun, membawa tubuh kurus lelaki itu ke ruangan lain yang masih berada di dalam ruang kerja Kyuhyun.

***

            Eun Hye mengetuk-ngetukkan ballpoint yang dipegangnya keatas meja kerjanya yang terdapat beberapa dokumen pasiennya. Jas putih kebanggannya menyampir indah di kepala kursi yang ia duduki. Wajah cantiknya terlihat sedikit panik. Boem yang sedang berkunjung ke ruangan Eun Hye pun menatap gadis itu bingung. Sejak tadi Shin Eun Hye terlihat tidak fokus dengan pekerjaannya. Gadis itu bahkan hampir salah memberikan obat kepada pasiennya tadi. Eun Hye tidak pernah seperti ini sebelumnya. Yang Boem tahu, Eun Hye selalu dapat bersikap professional, sekalipun gadis itu sedang tidak enak badan.

“Hye, kau kenapa?”, tanya Boem sedikit khawatir. Eun Hye mengalihkan pandangannya yang tidak terfokus tadi ke wajah berlesung pipi milik Boem. Ia mendesah pelan.

“Hanya sedikit mengkhawatirkan Kyuhyun. Ia demam dan tetap keras kepala untuk bekerja. Kau tahu, aku belum pernah melihatnya selemah ini”, jawab Eun Hye sedikit frustasi. Kyuhyun yang selalu dilihatnya adalah Kyuhyun yang kuat. Dan hampir setahun ia tinggal bersama pria itu tetap membuatnya tidak benar-benar begitu mengenal pria itu. Kata-kata ibu Kyuhyun terus terngiang di otak kecilnya. Ia harus terus berada disamping Kyuhyun.

Boem menggelengkan kepalanya. Ia tahu betul bagaimana Eun Hye. Apabila Eun Hye sudah khawatir, tidak akan ada yang sanggup menghilangkan rasa khawatir dari dalam diri gadis itu sebelum ia benar-benar memastikan sendiri kalau segalanya baik-baik saja. Sedikit berlebihan memang. Tapi begitulah Shin Eun Hye. Gadis kaya yang sederhana yang, dapat dikatakan, pertama kalinya mencintai seorang pria.

“Kenapa kau tidak menghubunginya saja, Hye?”, tanya Boem kembali.

Eun Hye seolah mendapat pencerahan. Diraihnya ponsel layar sentuhnya yang ia letakkan di atas mejanya. Belum juga ia menekan nomer ponsel Kyuhyun. Sebuah nama tertera di layar ponselnya. Jantungnya berpacu cepat. Takut-takut akan menerima kabar yang tidak diharapkannya, ia menekan tombol jawab lalu menempelkan ponsel-nya ke telinga-nya. mendengar suara setengah frustasi dari seberang sana. Tanpa berkata apapun Eun Hye langsung mematikan teleponnya. Wajahnya semakin panik. Ia bangkit dari duduknya, menyambar kunci mobil yang ia letakkan di laci mejanya dan langsung menghambur keluar ruangan. Tidak memedulikan Boem yang memanggil-manggilnya,

”Hye, aku ikut!”, teriak Boem kemudian. Setengah berlari menyusul Eun Hye.

***

            Shin Eun Hye langsung melompat dari sedan merah-nya begitu ia berhasil memarkirkan mobil-nya di basement Froex Corportion, sama sekali tidak memedulikan Park Boem yang keluar dari dalam mobil dengan napas terengah. Bagaimana tidak, Shin Eun Hye membawa mobilnya seperti orang kesetanan yang membuat Boem terus merapalkan doa-doa yang ia ingat dalam hati. Boem melangkahkan kakinya cepat, berusaha mengejar Eun Hye yang entah sudah berada dimana. Sungguh gadis itu benar-benar mengerikan kalau sudah khawatir. Seperti seluruh nyawanya bergantung pada Cho Kyuhyun saja. Ah, mungkin memang Eun Hye sudah menggantungkan seluruh hidupnya pada pria aneh itu. Molla.

Tanpa melirik sedikitpun sekretaris Kyuhyun yang membungkuk hormat kepadanya, Eun Hye langsung menerobos masuk kedalam ruangan Kyuhyun. Matanya bergerak-gerak panic. Mencari keberadaan Kyuhyun yang ia yakin sedang bersama Lee Donghae. Manik cokelat gelapnya mendapati pintu yang menghbungkan ruangan ini dengan kamar tempat Kyuhyun biasa beristirahat terbuka. Dengan napas yang sedikit terengah, ia melangkahkan kakinya menuju ruangan itu.

Eun Hye langsung menghambur menuju Kyuhyun yang terpejam diatas ranjang kecil itu.

“Bagaimana bisa ia pingsan begini, Oppa?”, tanya Eun Hye kepada Donghae yang sedang duduk kursi berlengan kecil tak jauh dari ranjang. Donghae mendesah lega, karena bagaimanapun Eun Hye yang lebih mengerti medis dan mungkin jauh lebih mengerti Kyuhyun disbanding dirinya.

“aku tidak tahu. Tadi kami sedang mengobrol dan tiba-tiba saja ia mengerang sambil memegangi kepalanya lalu tidak sadarkan diri. Untunglah kau segera datang”, jelas Donghae.

Eun Hye sibuk menyiapkan alat-alat medis yang umum dimiliki seorang dokter. Menyibukkan dirinya memeriksa keadaan pria tercintanya. Sementara Donghae hanya mampu diam menatap apapun yang sedang Eun Hye lakukan pada Kyuhyun. Memeriksa denyut nadi Kyuhyun, mengukur tekanan darahnya, dan entah apalagi. Donghae cukup awam dengan hal-hal berbau kedokteran meskipun kekasihnya, Park Boem, jelas-jelas seorang dokter.

Omong-omong Park Boem, Donghae melirik pintu masuk kamar ini dan melihat kekasihnya itu berdiri disana dengan nafas tak beraturan. Ia bangkit berdiri menghampiri Boem. Mengecup ringan puncak kepala gadis manis itu.

”ada apa dengan Kyuhyun Oppa? Kau tahu? Eun Hye benar-benar mengerikan ketika mengemudikan mobil tadi.”, aduh Boem kepada Donghae dengan nada setengah ngeri. Donghae tersenyum, menuntun Boem keluar dari kamar itu dan membawanya menduduki sofa empuk merah maroon di dalam ruang kerja Kyuhyun. Ia menyodorkan sebotol kecil air mineral yang berada diatas meja kepada Boem, yang dterima dengan senang hati oleh Boem. Sungguh, Boem memang benar-benar membutuhkan air untuk membasahi kerongkongannya.

“Kurasa Kyuhyun sudah terlalu lelah mengingat ayahnya selalu saja memforsir Kyuhyun. Kyuhyun sudah sering begitu. Syukurlah kali ini ia mempunyai Eun Hye yang mampu merawatnya. Kyuhyun memang membutuhkan orang seperti Eun Hye”, ujar Donghae pelan, lebih kepada dirinya sendiri. Donghae, Kyuhyun, dan ahra sudah berteman sejak ketiganya belum mampu mengeja hangul dengan benar. Donghae cukup paham dengan kondisi Kyuhyun. Sejak kecil Kyuhyun memang tidak boleh terlalu lelah. System imun tubuhnya tidaklah sebaik system imun orang kebanyakan. Mungkin pengaruh dari kelahirannya yang memang premature. Sayangnya, Cho Yeonghwan, sang ayah, tidak pernah mengetahui keadaan Kyuhyun ini. mungkin kapan tanggal kelahiran anak-anaknya pun pria paruh baya itu lupa, mengingat dikepala lelaki tua itu hanya berisi tentang perusahaan.

Donghae menyadarkan dirinya dari sekelebat pikiran miris-nya mengenai Kyuhyun. Ia menatap Boem yang sedang memejamkan matanya, menyenderkan tubuh bagian atasnya ke kepala sofa.

“omong-omong, mengapa Eun Hye tidak segera menerima lamaran Kyuhyun? Bukankah Kyuhyun sudah pernah melamarnya?”, tanya Donghae kemudian. Ia penasaran apa yang membuat Kyuhyun dan Eun Hye tidak segera menikah, padahal ia benar-benar yakin kalau kedua manusia aneh itu saling mencintai.

Boem membuka matanya perlahan, manik jernihnya menatap Donghae hangat. “Hanya sedikit masalah pada sahabatku itu, Oppa. Tapi kurasa, Eun Hye mulai melunak. Mungkin tak lama lagi keduannya akan menikah”, jawa Boem sekenanya. Tidak perlu menceritakan panjang lebar mengenai alasan Eun Hye yang belum juga mau menerima Kyuhyun. Lagipula itu diluar kuasanya dan Donghae untuk ikut campur.

“baiklah, ayo kita lihat keadaan si setan itu”, Donghae mengulurkan lengan kanannya yang diterima dengan senang hati oleh Boem. Keduanya melangkah berdampingan.

Dilihat oleh mata mereka Eun Hye yang merundukan setengah tubuhnya diatas dada bidang Cho Kyuhyun, sementarv bagian bawah tubuhnya ia dudukan diatas krsi berlengan kecil yang berada disamping ranjang. Kedua telapaknya mengelus pelan wajah dan tubuh Kyuhyun. Tekanan darah Kyuhyun benar-benar diatas normal. Dan ini tidak baik untuk kondisi jantung pria itu yang memang lemah. Eun Hye belum pernah melihat Kyuhyun selemah ini. dan ini benar-benar membuat dirinya khawatir. Kyuhyun-nya harus selalu bahagia.

“Bagaimana keadaannya?”, ditangkap oleh gendang telinga Eun Hye suara lembut Lee Donghae yang berdiri berdampingan bersama Boem dibelakangnya.

Eun Hye mengusap kasar wajahnya yang dihiasi bulir-bulir air mata. Ia menegakkan tubuhnya. Menatap Kyuhyun yang tetap terbaring.

“apa sebelumnya dia pernah seperti ini, Oppa? Kurasa Kyuhyun harus benar-benar mengistirahatkan tubuhnya untuk beberapa hari kedepan”, ujar Eun Hye pelan, ia menggerakan tangan kanannya untuk mengusap lembut puncak kepala Kyuhyun.

“apa aku harus meminta Hana Imo datang kemari?”, tanya Donghae lagi. Sementarv Boem hanya bisa menepuk-nepuk bahu kurus Eun Hye dari belakang, berusaha memberi ketenangan padi gadis itu.

“Eommonim sedang pergi ke Austria bersama ahra eonni. Ada beberapa hal yang perlu diurus disana Oppa”, jawab Eun Hye, masih tidak mengalihkan tatapannya dari wajah pucat Kyuhyun. Lalu suasana hening, tak ada yang berusaha membuka suara untuk memecahkan keheningan. Ini lebih baik daripada harus membuka mulut dan mengatakan hal-hal yang tidak penting. Donghae menarik Boem mendekat, menyenderkan kepala gadis itu ke bahu-nya, kemudian berbisik sangat pelan agar apa yang akan dikatakannya tidak terdengar oleh Eun Hye.

“Bujuklah Eun Hye untuk segera menikah dengan Kyuhyun. Aku yakin hanya dia yang mampu mengobati setiap kecewa dan sakit yang Kyuhyun rasakan selama ini”.

***

            Donghae mendelik sebal kearah dua orang yang duduk di jok belakang sedan Hyundai i40 milik Eun Hye, sementara Boem hanya sesekali melirik pasrah kearah Donghae yang terang-terangan memasang mimik sebal diwajah tampannya yang sendu. Bagaimana ia tidak sebal, setelah Kyuhyun tersadar, Eun Hye langsung memintanya, tepatnya memaksa, dirinya untuk menjadi supir dadakan dua sejoli aneh itu. Untunglah ada Boem, sehingga ia tidak benar-benar terlihat seperti Supir dari Tuan Muda Cho dan Nyonya Muda Shin. Menggelikan. Belum lagi pemandangan dibelakang sana yang membuatnya bergidik. Bayangkan saja, dibelakang sana Kyuhyun menidurkan dirinya diatas paha Eun Hye, tangannya mengusap-usap pelan kaki mulus dan jenjang milik gadis itu sementara Eun Hye menghujani sisi wajah Kyuhyun dengan kecupan-kecupan ringan. Sejak kapan pasangan primitive itu menunjukan kemesumannya dihadapan orang lain. Bukankah mereka lebih suka bermesraan diatas ranjang dalam ruangan tertutup?

Donghae lagi-lagi menghembuskan napasnya kasar. “Boemmie sayang, bagaimana kalau rencana pernikahan kita dipercepat? Kurasa akan lebih baik kalau kita mendahului pasangan mesum tak tahu tempat itu”, kata Donghae dengan nada manis dibuat-buat. Bermaksud menyindir Kyuhyun dan Eun Hye. Boem hanya meringis mendengar perkataan Donghae, sementara Eun Hye mengangkat wajahnya dari wajah Kyuhyun, kemudian menatap malas Donghae.

“Oppa, kau hanya perlu menyetir dengan baik. Dan tutup mulut amis-mu itu”. Donghae menggeram pelan sementara Kyuhyun dan Boem tertawa singkat.

“Jinja Shin Eun Hye, si setan itu ternyata menulari sifat setannya pada gadis polos sepertimu”, ujar Donghae frustasi.

“Hyung, aku mendengarnya”, kata Kyuhyun serak, namun tetap terdengar dingin. Cisssh, setan itu.

***

            Hari ini hari Minggu. Kyuhyun dan Eun Hye berjalan-jalan santai ke taman bermain. Beberapa hari lalu Eun Hye menjanjikan Kyuhyun pergi ke taman bermain apabila lelaki keras kepala itu beristirahat dengan baik, makan teratur, serta meminum semua obat-oatan yang Eun Hye sodorkan. Diluar perkiraannya, Kyuhyun benar-benar menuruti kata-katanya. Bagaimana bisa menjanjikan pergi ke taman bermain mampu membuat Cho Kyuhyun menjadi penurut? Benar-benar kekanakan.

Walau udara musim gugur semakin mendingin, tidak membuat Kyuhyun dan Eun Hye kehilangan semangat untuk mengeksplor taman bermain megah itu. Keduanya mencoba setiap permainan yang berada di arena taman bermain itu. Bersenda gurau dan tertawa lepas. Seolah-olah Tuhan tidak pernah menciptakan masalah dan kesakitan di dunia ini. hanya menciotakan kebahagiaan.

Jemari keduanya bertautan satu sama lain. Berharap tidak ada yang mampu melepaskan tautan itu. Eun Hye benar-benar senang sekali hari ini. ini pertama kalinya ia melihat Kyuhyun selepas dan sebahagia ini. benar-benar lepas dan bahagia. Apa ada yang lebih membahagiakan daripada ini? bolehkah ia meminta waktu berhenti disini. Dikeadaan dimana Kyuhyun-nya dapat tertawa ringan menikmati hidup.

Kini keduanya mendudukan dirinya disalah satu bangku panjang yang ada di taman bermain ini. menyaksikan segerombolan manusia yang menikmati komedi putar. Kyuhyun menyenderkan kepalanya di bahu mungil Eun Hye. Memejamkan matanya, menikmati setiap kesenangan yang tercipta hanya karena mencium wangi tubuh gadis tercinta-nya.

Sementara Eun Hye sedang sibuk dengan pikiran-pikirannya. Kemarin lusa Boem mengajaknya berbicara. Sahabat terbaiknya itu memintanya dengan lembut untuk segera menerima pinangan Kyuhyun. Sepertinya Boem benar kali ini. bukankah ia sudah berjanji untuk membuat Kyuhyun bahagia? Bukankah pernikahan adalah hal yang benar-benar Kyuhyun inginkan?

“Cho, sudah pukul lima, kita pulang ya.”, ujar Eun Hye setengah manja. Akhir-akhir ini ia memang lebih senang bermanja-manjaan kepada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikit, bingung. Mengingat dirinya yang lebih sering bermanja-manjaan kepada Eun Hye bukan sebaliknya.

“Baiklah”, Kyuhyun bangkit kemudian berjongkok di sisi bawah Eun Hye. Kebiasaan baru gadis itu adalah meminta Kyuhyun untuk menggendongnya di belakang, bahkan hanya untuk masuk kedalam kamar mandi yang berada didalam kamar pribadi.

Eun Hye dengan suka cita mengulurkan tangannya, mengalunkannya ke sisi-sisi leher pria itu. Kemudian Kyuhyun mengangkat Eun Hye. Kyuhyun berjalan ringan dan pelan. Merasai setiap kebersamaannya bersama Eun Hye.

“Kau semakin berat saja, Nona”, ujar Kyuhyun menggoda. Eun Hye tersenyum masam. Tubuhnya memang naik dua kilogram, padahal akhir-akhir ini napsu makannya menguap entah kemana.

Kyuhyun menyandungkan sebuah lagu lawas yang Eun Hye suka. Suara merdunya mengalun indah digendang telinga Eun Hye. Sementara Eun Hye sesekali mengecup leher belakang Kyuhyun, membuat Kyuhyun tertawa riang.

“Eiiissh, ini jalanan princess. Jangan menggodaku”.

Eun Hye tidak memedulikan kata-kata Kyuhyun, ia tetap saja sesekali mengecup lepas leher putih pucat pria itu.

“Cho..”, panggil Eun Hye pelan.

“Hmm”, Kyuhyun hanya bergumam, pertanda ia menyimak Eun Hye.

“aku bersedia menikah denganmu”. Kemudian setelah mendengar serangkaian kata sederhana yang keluar dari bibir mungil Eun Hye, Kyuhyun menghentikan langkahnya. Menurunkan Eun Hye dari punggungnya sana, kemudian kembali menggendong Eun Hye di bagian depan tubuhnya. Tangan kanannya ia posisikan dibawah lekukan antara paha dan lutut gadis itu. Sementara tangan kirinya ia selipkan dibawah kepala gadis itu. Matanya berkilat-kilat senang menatap Eun Hye.

“Jinja? Kau serius? Kau sedang tidak menggodaku bukan?”, ujar Kyuhyun berapi-api. Jika digambarkan. Wajah bahagia Kyuhyun benar-benar terlihat seperti bocah usia lima tahun. Dan Eun Hye tidak pernah menyesal telah mengatakannya.

“aku serius. Aku ingin menikah denganmu”, ujar Eun Hye kembali. Kyuhyun memberondong wajah mulusnya dengan kecupan ringan. Tidak memedulikan orang-orang yang menatap heran keduanya. Kemudian Kyuhyun melanjutkan langkahnya. Langkahnya benar-benar ringan kali ini. ia bahagia. Dengan Shin Eun Hye menerima lamarannya sama saja itu artinya dia telah memiliki segala yang ada di galaksi bima sakti ini. Shin Eun Hye adalah segala yang iang inginkan dan butuhkan dalam hidupnya. dan sebentar lagi ia akan mengikat gadis cantik itu dibawah lindungan nama Tuhan yang Maha Suci.

Eun Hye pun benar-benar bahagia. Menerima pinangan Kyuhyun adalah hal terbaik yang pernah ia lakukan selama dua puluh tiga tahun hidupnya. ia yakin keputusannya ini adalah keputusan paling tepat, yang seharusnya ia ucapkan sejak dulu, sejak pertama Kyuhyun meminangnya. Tapi belum terlambatkan? Semoga semuanya akan baik-baik saja setelah ini. semoga Kyuhyun-nya akan merasakan kebahagiaan yang hakiki setelah ini. kemudian Eun Hye kembali membuka suaranya. Mengucapkan rangkaian kalimat indah yang membuat sekujur tubuh Kyuhyun berdesir.

“Lagipula aku tidak mau calon anak yang sedang ku kandung tidak mempunyai ayah. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun-ku”.

***

74 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 5)

  1. Aku suka banget ff ini.
    Gaya penulisannya itu keren banget.
    Sederhana dan mudah dipahami tapi tetep terkesan indah buat dibaca. Keren thor…

  2. Haaa 😮 eun hye hamil kah ? Ommmooo… pantas Ja eun hye mw nikah sma kyu wkwkwkwk…knpa lg appa kyu ? Dia menyldki eun hye kan

  3. Ternyata eunhye hamiilll???😲😲😲
    ah..kenapa aku punya firasat buruk sama ayah kyu..kenapa juga ayahnya kyu jahat??-,-
    semoga aja mereka baik2 saja😇

  4. Kyaaa, akhir.y eun hye mnrima lmaran kyuppa. . . Ckukae oppa, akhir.y nikah jg n gak lma lg bkalan pnya baby:D
    Tpi appa.y kyuppa gak stju ya ama eun hye? Ichh, kalau bener gitu appa.y kyuppa nyebelin banget, gak suka banget liat anak.y bahagia lgian kyuppa it bkan robot:@

  5. Mwooo eun hye apa benar hamil…sebenarnya kasian juga sich kyuhyun kenapa pula ayahnya g pernah memberi kasih sayang sm kyuhyun anggapnya kyuhyun hanyalah robot unutk di kerjakan

  6. Ouh manis bgt pasangan ini semoga z hubungan mereka ttp harmonis deh
    I love u chingu ff mu keren bgt tp masih ada typo nya ada kata” yg gk perlu

  7. wow sebuah kebahagian buat mereka 😀 ternyata oh ternyata sifat manja nya eun hye itu karena dia lg hamil kah????

  8. Eun hye hamil, uuuuuu ada baby cho dong,
    Tuan cho jangan kasar sama calon mantu yah, biarkan cho kyuhyun bahagia

  9. Keren niehh ff nya aku suka..mudh2an endingnya bahagia jgn ddpn pertengahnya aj bahagia nanti endingnya ga happy endingg..mdh2an aj appa nya kyuhyun berubahh..heheheehe

  10. Omg ayah nya kyu kejem bner ama anak kandung nya sendiri , sikyu ampe berpikir menggap ayah nya mati 😮

  11. Eunhye hamil..seperti dunia dalam genggaman kyuhyun..ayah kyuhyun ko mo berniat jahat ya sama eunhye…

  12. Apa yg aka dilakukan oleh appanya kyu terhadap eun hye iia …?
    knpa dy bgtu marah sekali melihat kyu bgtu bahagia bertemu seorang gadis …aneehh …
    akhirnya eun hye menjwab lamaran dr kyu betapa bahagianya mreka akhirnya kan menjadi pasangan yg akan menjadi suami istri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s