[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 7)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 7

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 7

Author             : Dwi Nofianti

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-15

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : 🙂

***

Bagai air jatuh dari tingginya, begitu pulalah jatuh hatiku padanya.

***

            Benar saja, suaminya yang kelewat kreatif sehingga terkesan kurang kerjaan itu yang menekan bel apartement. Kyuhyun tersernyum polos, senyum tiga jarinya yang membuat wajah itu seperti anak-anak tak tahu apa-apa. Eun Hye menghela nafas pelan. Cho Kyuhyun terkadang selalu membuatnya gemas sehingga ingin mencubit sepasang pipi tembamnya itu. Manik hazelnya menatap antusias sesuatu berwarna putih setinggi hampir dua meter di belakang pria itu yang disanggah susah payah oleh tiga orang pria yang memakai kaus berkerah biru seragam.

Kyuhyun menghampiri Eun Hye dan berdiri disamping gadis itu, sebelah lengannya ia gunakan untuk melingkar dibahu isterinya.

“Bagaimana? Kau suka?”, tanya Kyuhyun lembut. Ia menatap Eun Hye dari samping. Isterinya itu menatap takjub benda di hadapan mereka. Sebuah boneka beruang salju berwarna putih kapas berbulu lembut dengan ukuran luar biasa tidak wajar. Dua meter. Di leher boneka itu terlilit pita berwarna biru muda dan dibagian tengahnya menggandul dua lonceng kecil yang bila bersentuhan akan menimbulkan bunyi denting kecil. Hadiah kekanakan dari pria usia dua puluh Sembilan tahun, namun demi apapun Shin Eun Hye menyukainya. Eun Hye akan selalu menyukai apapun pemberian suaminya, si tampan Cho Kyuhyun.

Eun Hye menoleh, sedikit mendongakan kepalanya untuk melihat Cho Kyuhyun yang tengah tersenyum menatapnya. Ia mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Kyuhyun. Tentu saja ia menyukainya.

“Kenapa kau memberikanku boneka ini?”, tanya Eun Hye, tangan kanannya ia julurkan untuk mengelus bagian dari boneka raksasa itu. Sangat lembut. Dan Eun Hye tau, ini sangat mahal. Dan Kyuhyun tidak mendapatkannya disembarang tempat. Pasti memesan.

Kyuhyun mengelus beberapa kali bahu Eun Hye yang berbalut kaus abu tipis itu, kemudian ia menunduk dan berbisik di telinga Eun Hye, “Karena Shin Eun Hye yang manis ini sudah bersedia menjadi isteriku”. Ah manis bukan?

Ketiga pria usia pertengahan tigah puluh yang dapat diketahui kurir itu saling mengulum senyum. Pasangan pengantin baru dihadapan mereka membuat iri saja. Ingin cepat pulang dan bersenda gurau dengan isteri di rumah. Kemudian Kyuhyun meminta kurir itu membawa boneka beruang putih besar itu kedalam kamar pribadi mereka. Atas permintaan Eun Hye, boneka besar itu diletakkan disudut kanan kamar, disamping jendela besar kamar mereka.

Setelah mengantar kurir hingga depan pintu apartement, Kyuhyun berbalik menghadap Eun Hye. Menatap antusias gadis itu, “ah, bukankah sudah waktunya aku mendapatkan ungkapan terimakasih dari isteri-ku tersayang, eh?”. Lengan kokohnya mengusap lembut rahang Eun Hye.

Eun Hye tersenyum singkat mendengarnya. Tidak perlu berpura-pura polos ataupun tidak mengerti maksud ucapan suami-nya. Cho Kyuhyun-nya tetap saja Cho Kyuhyun yang selalu memanfaatkan keadaan demi memenuhi keinginan manusiawinya.

Eun Hye menarik kerah kemeja Kyuhyun, membuat wajah Kyuhyun sejajar dengannya, menempelkan bibir tipis-nya diatas bibir tebal suaminya, melumat pelan dan lembut bibir tebal itu. Kyuhyun menarik Eun Hye untuk semakin mendekat dengannya. Kedua lengannya merengkuh posesif pinggang wanitanya. Ia membalas lumatan isterinya dengan menggebu-gebu. Mereka sering melakukannya terhitung sejak hubungan tidak wajar keduanya terjalin. Namun rasanya berbeda ketika melakukannya ketika status sudah jelas, sebagai suami isteri. Rasanya bagaikan diangkat kelangit ketujuh dan ditempatkan di surga. Bermilyar kali lipat perasaan membuncah itu.

Jemari Kyuhyun mengelus pinggang Eun Hye dari balik kaosnya. Meraba perut isterinya yang masih terasa rata meski sudah berisi janin usia tujuh minggu. Sementara bibir penuhnya masih sibuk saling melumat dengan bibir cherry blossom isterinya.

“yaampun, ini masih pagi”. Terdengar oleh pendengaran keduanya suara nyaring dan kaget milik seorang yang amat mereka kenal. Keduanya langsung melepaskan diri dan berbalik menghadap pintu, dimana orang yang menginterupsi keduanya berdiri dengan tangan bersidekap dan tatapan mengintimidasi. Kyuhyun dengan sengaja dan terang-terangan mengelap bibirnya yang sedikit basah akibat ciuman pagi hari-nya. Eun Hye yang melihatnya semakin tertunduk malu, wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Lagi-lagi tertangkap basah Cho ahra.

“Noona mengapa kau suka sekali mengganggu kami. Aissh, lain kali aku harus mengganti kata pengaman apartement-ku. Keberadaanmu yang tiba-tiba itu sungguh mengerikan”, keluh Kyuhyun kepada ahra.

Cho ahra menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia datang berkunjung untuk menengok isteri adiknya. Tak dinanya, ia lagi-lagi harus menyaksikan adegan dewasa lagi.

“Eonni, kau datang sendiri?”, tanya Eun Hye akhirnya. Berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

Ahra mengangguk, kemudian kembali menatap Kyuhyun tajam, “Hey Cho Kyuhyun mesum, seharusnya kau berangkat kerja bukannya memanfaatkan isteri-mu yang tidak mampu menolak permintaanmu ini”.

Eun Hye mengusap tengkuknya malu. Sementara Kyuhyun terang-terangan mendengus kasar.

“Noona sebaiknya kau urusi dirimu saja yang masih saja melajang diusia-mu yang sudah kepala tiga. Bahkan Donghae Hyung saja sebentar lagi akan menikah dengan Boem.”, kata Kyuhyun sedikit mengejek yang membuat Eun Hye melotot tak percaya menatap Kyuhyun.

“Dan satu lagi, jangan ucapkan kata mesum di hadapan isteri-ku. Kalau anak kami mendengarnya bagaimana. kau ingin keponakanmu mengetahui kata-kata tidak senonoh bahkan ketika ia masih berbentuk janin, eh?”, lanjut Kyuhyun mengomeli kakak perempuannya.

Ahra dan Eun Hye menatap Kyuhyun tak percaya. Bagaimana bisa lelaki yang katanya jenius itu mengucapkan sesuatu hal yang nonsense. Ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang, biasanya calon ayah baru akan berperilaku dan bersikap abnormal. Ya, seperti Kyuhyun.

“Sayang, kau berlebihan sekali”, ujar Eun Hye pelan.

Kyuhyun mengedikan bahunya acuh. ”Baiklah, aku berangkat dulu. Jaga dirimu baik-baik”, kemudian ia mengecup singkat bibir Eun Hye. Membuat ahra jengah dan memutar bola matanya.

“jaga isteri-ku baik-baik Noona”, ucap Kyuhyun tajam kemudian melangkah keluar tanpa memedulikan makian kakak satu-satunya itu.

“Yaampun Hye, bagaimana kau bisa jatuh cinta dengan pria seenaknya itu”, tanya ahra, sedikit kesal dengan adiknya yang semakin dewasa semakin kurang ajar padanya. Padahal, ia sudah meluangkan waktunya untuk berkunjung disela-sela kegiatan barunya sebagai pemilik sekaligus pengajar di sekolah musiknya.

Eun Hye tersenyum simpul menatap wanita yang sudah resmi menjadi kakak iparnya itu.

“Seperti air yang jatuh dari ketinggiannya. Seperti itulah jatuh hatiku pada Kyuhyun”

***

            Cho ahra menatap takjub boneka beruang putih bersih setinggi dua meter dihadapannya. Eun Hye mengajaknya kedalam kamar pribadi suami isteri itu dan menunjukan boneka besar yang baru Kyuhyun berikan beberapa saat lalu. Ini adiknya yang memberikannya? Benarkah? Mengapa Cho Kyuhyun yang tawar cenderung masam itu berubah menjadi manis seperti permen kapas. Bahkan kekasih-kekasih terdahulunya serta ae-Rin meninggalkan Kyuhyun karena pria itu terlalu datar tidak romantis dan selalu sibuk dengan pekerjaannya. Sungguh, Shin Eun Hye berpengaruh banyak dalam hidup adiknya.

Eun Hye tersenyum melihat ahra yang menganga memandang boneka pemberian suaminya. Ia yakin ahra tidak percaya dengan ini. siapapun yang mengenal Cho Kyuhyun pasti tahu ini benar-benar bukan Kyuhyun sekali. Kyuhyun termasuk pria acuh cenderung dingin yang tidak akan mau repot-repot mengurusi hal remeh temeh seperti memberi gadis-nya hadiah manis. Tapi itu dulu.

“Oh Tuhan, Hye. Kau benar-benar mengubah bocah tengik itu menjadi pria manis yang romantis. Aku jadi tersentuh”, ucap ahra sungguh-sungguh.

Eun Hye tersenyum, ia kemudian memeluk boneka besar itu, memejamkan matanya selama beberapa detik. Ah rasanya seperti memeluk suaminya. Nyaman dan hangat.

“aku mencintainya eonni”, ucap Eun Hye kemudian, menatap lembut kakak iparnya.

Ahra menghampiri Eun Hye, mengelus lembut punggung adik iparnya, “Kalau begitu kau bisa memberikan kebahagiaan kepada bocah tengik itu kan?”

Eun Hye menoleh menatap ahra mengangguk sambil tersenyum dalam.

“Selalu”.

***

            Pria tua yang terduduk kaku di atas kursi kebanggaannya itu mengepalkan tangannya kuat-kuat yang saling bertaut diatas meja kerja kokohnya. Matanya berkilat marah mendengar penuturan asisten­nya. Bagaimana mungkin ia lengah dan tidak diberitahu mengenai pernikahan putera-nya dengan gadis bernama Shin Eun Hye. Kyuhyun sudah kelewat batas. Dan semua itu akibat yang ditimbulkan oleh gadis bernama Shin Eun Hye.

Dari keterangan yang didapatnya dari asisten Kim barusan. Ia tahu gadis itu anak dari Shin Ha Dong, rekan bisnisnya. Tapi demi apapun juga ia tidak menginginkan menantu semanis gadis itu yang mampu merubah drastis sikap putera-nya. bukan Kyuhyun yang manis dan hangat serta mengutamakan perasaannya yang ia butuhkan. Ia hanya butuh sikap dingin Kyuhyun yang mengutamakan pekerjaan diatas segalanya.

Ia sudah cukup melakukan kesalahan besar dulu dengan menjodohkan Kyuhyun dengan gadis manja dan tukang rajuk seperti Park ae-Rin, puteri konglomerat Korea Selatan, dan sekarang ia tidak ingin kesalahan besar itu justru semakin menjadi kesalahan fatal. Dari pengamatannya, sikap Kyuhyun memang berubah semenjak mengenal gadis bermarga Shin itu. Kyuhyun menjadi lebih hangat. Ia, Cho Yeonghwan tidak butuh gadis yang hangat untuk mendampingi Kyuhyun. Ia butuh gadis yang gila terhadap pekerjaannya juga untuk mendampingi Kyuhyun. Agar tidak ada alasan apapun yang membuat putera satu-satunya itu meninggalkan pekerjaannya. Misalnya alasan terjadi sesuatu yang buruk terhadap isterinya mungkin.

Cho Yeonghwan menatap asisten Kim dingin, “aku butuh menyingkirkan gadis itu Kim”, ujarnya datar, tidak manusiawi. Asisten Kim mengangguk.

***

            Lee Donghae berjalan tergesa di lorong perusahaannya bekerja. Wajahnya terlihat panik. Ia baru saja dikisiki oleh Kim Jong Dal, asisten pemilik Froex Corporation sekaligus ayah Kyuhyun, bahwa Chaebol tua itu ingin menyingkirkan Eun Hye. Astaga, ia tidak bisa membayangkan reaksi Kyuhyun kalau mendengarnya. Asisten Kim memang selalu memberikan informasi kepadanya mengenai apa yang akan Pria tua keras itu lakukan terhadap Kyuhyun. Asisten Kim menghormati dan menyayangi Kyuhyun karena meskipun sikap Kyuhyun dingin, ia selalu mengulurkan bantuan kepada asisten Kim dan keluarganya. Maka dari itu Donghae dan asisten Kim bekerja sama untuk menolong Kyuhyun dari tangan dingin ayahnya itu.

Donghae tidak pernah mengerti mengapa Cho Yeonghwan sebegitu kerasnya kepada Kyuhyun. Karena sikap pria paruh baya itu tidak sekeras itu kepada Cho ahra. Cho ahra mungkin dididik dengan keras. Tapi tidak sekeras didikannya terhadap Kyuhyun. Dan Donghae yakin, sikap keras Cho Yeonghwan terhadap Kyuhyun itu bukan hanya sekedar Kyuhyun seorang anak laki-laki. Ia yakin itu.

Donghae sedikit terengah ketika dirinya sudah sampai didepan ruangan Kyuhyun. Ia membuka pintu berpelitur cokelat itu pelan dan langsung mendapati Kyuhyun yang tengah berkutat dengan komputer-nya.

Ia melangkah menghampiri Kyuhyun dan langsung duduk dihadapan Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengalihkan tatapannya ke wajah cemas Donghae dan menatap pria tampan berwajah sendu itu heran.

“Kau kenapa, Hyung?”, tanya Kyuhyun singkat.

Donghae menatap Kyuhyun dalam. Ia harus memberi tahu Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah, aku mendapat kabar dari asisten Kim bahwa…”. Donghae menghentikan ucapannya, ia bingung harus mengatakan seperti apa agar kemarahan Kyuhyun tidak meluap ke permukaan.

Kyuhyun menautkan kedua alis tebalnya, menatap Donghae dengan tatapan ‘lanjutkan, Hyung’. Donghae menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan.

“ayahmu ingin menyingirkan Eun Hye dari hidupmu”. Donghae berujar pelan. Matanya mencoba menelisik raut wajah Kyuhyun. Benar saja, tubuh Kyuhyun menegang, wajahnya memerah menahan amarah. Buku-buku jarinya terkepal kuat diatas meja kerjanya yang penuh berkas. Dan Donghae bersumpah, ia belum pernah melihat Kyuhyun semengerikan ini. ia lebih memilih melihat Kyuhyun dengan memasang wajah datar dan kaku daripada harus melihat Kyuhyun menahan marah seperti ini.

Otak Kyuhyun panas, kata-kata Donghae barusan seolah menjadi cambuk baginya. Ayahnya tidak senang ia bahagia. Dan ia mengerti dengan jelas apa yang ada di dalam pikiran licik ayahnya. Pria tua itu pasti berpikir Eun Hye lah yang menyebabkannya merasakan kebahagiaan. Dan itu memang benar. Orang tua normal lainnya mungkin akan turut bahagia mengetahui anaknya hidup dengan baik dan bahagia bersama pasangan pilihan Tuhan. Tapi tidak dengan ayahnya. Pria tua itu hanya membutuhkan dirinya yang seperti robot berjenis kelamin laki-laki, namun tidak memiliki perasaan apapun.

Kyuhyun berusaha menahan amarahnya yang membuncah. Tidak, ia tidak boleh marah. Shin Eun Hye sedang mengandung bayinya dan ia takut sifat jeleknya akan menurun kepada anaknya kalau dia tidak bisa menahan emosinya. Ia memejamkan matanya beberapa saat. Berusaha meredam amarahnya. Kemudian ia kembali membuka matanya, iris gelapnya memandang Donghae dengan tatapan penuh permohonan.

“Hyung, bantu aku menjaga keluarga-ku”.

Dan Donghae berani bersumpah dan melakukan apapun untuk membantu Kyuhyun. Kyuhyun belum pernah terlihat semarah sekaligus semenderita ini. dan ia hanya ingin Kyuhyun merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ayahnya berikan, namun Shin Eun Hye mampu memberikan kebahagiaan itu.

Dan Donghae menganggung mantap. Mengusap pelan jemari Kyuhyun yang masih mengepal.

“Kau tahu, aku akan selalu membantumu”.

***

            Seharian ini Kyuhyun tidak mampu berkonsentrasi terhadap pekerjaannya. Kata-kata Lee Donghae terus saja terngiang di otaknya. Ayahnya ingin menyingkirkan Shin Eun Hye dari hidupnya? itu sama saja membuatnya meregang nyawa. Apa ayahnya adalah malaikat kematian? Atau malaikat penjaga neraka? Mengapa ada manusia sekejam itu. Dulu ia mungkin berharap mendapatkan sedikit saja perhatian dari ayahnya. Tapi tidak sekarang. Sekarang ia membenci ayahnya. Sangat membencinya sampai-sampai ia ingin sekali menguliti pria tua itu.

Eun Hye memandang suaminya bingung. Semenjak pulang kerja dua puluh menit lalu Kyuhyun terlihat murung. Kyuhyun bahkan menolak ajakannya untuk makan malam. Padahal ia sudah menyiapkan jajangmyeon untuk Kyuhyun.

Perlahan Eun Hye menghampiri Kyuhyun yang tengah berbaring diatas tempat tidur. Lengan kanannya menutup kedia matanya. Kyuhyun bahkan belum melepas sepatu dan dasinya. Kemudian Eun Hye berinisiatif untuk membuka sepatu dan kaus kaki Kyuhyun. Lalu ia bergerak mendekati Kyuhyun dan melonggarkan dasi yang tergantung di leher pucat suaminya. Mendudukan dirinya dipinggir ranjang disamping Kyuhyun. Ia mengangkat lengan kanan Kyuhyun, membuatnya mampu dengan jelas menatap Kyuhyun yang tengah menatapnya nanar dan sendu.

“Kau kenapa, sayang?”, tanya Eun Hye lembut. Tangannya sudah bergerak mengusap puncak kepala Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum singkat, meraih tangan Eun Hye yang mengusap kepalanya dan menciumi telapak gadis itu. Kemudian ia menempelkan telapak isterinya di sisi kanan wajahnya.

“Kau tidak akan meninggalkanku kan sayang?”, ujar Kyuhyun pelan. Entah mengapa Eun Hye mendengar terselip ada rasa sedih dari perkataaan Kyuhyun. Dan wajah pria itu menggambarkan segalanya. Suaminya sedang dalam keadaan jauh dari kata baik-baik saja.

Eun Hye menundukan wajahnya, mencium lepas bibir penuh suaminya tiga kali. Ia tersenyum sekilas, “Tentu saja aku akan selalu disisimu”. Jawabnya pasti.

Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Eun Hye. Tapi tetap saja rasa khawatir dan takutnya tidak bisa hilang. Ayahnya orang yang nekat dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

“Kemari”, ucap Kyuhyun singkat, ia sedikit bergeser, memberikan tempat yang cukup untuk isterinya berbaring. Eun Hye menuruti perkataan Kyuhyun. Ia berbaring di samping Kyuhyun dengan lengan kanan kokoh Kyuhyun yang berfungsi sebagai bantalnya. Ia dan Kyuhyun tertidur miring untuk lebih leluasa menatap masing-masing. Kyuhyun tidak ingin kehilangan Shin Eun Hye. Ini pertama kalinya ia merasakan perasaan cinta yang sebenarnya. Dan ia tidak akan membiarkan siapapun mengusik keluarga kecilnya. Tidak ayahnya. Tidak siapapu juga.

“apa aegi-ya rewel hari ini?”, tanya Kyuhyun lembut. Tangannya yang lain ia gunakan untuk mengelus lembut perut Eun Hye. Eun Hye tersenyum, “aegi-ya hanya ingin mencium appa”, kata Eun Hye manja, kemudian mencium lepas bibir Kyuhyun berkali-kali. Kyuhyun tersenyum. Shin Eun Hye selalu mampu membuatnya terlepas dari beban apapun walau sejenak.

“Bukankah itu aegi-ya Eomma yang menginginkannya?”, tanya Kyuhyun menggoda Eun Hye begitu Eun Hye berhenti menghujani bibirnya dengan kecupan ringan. Eun Hye menyunggingkan senyum tiga jarinya, menenggelamkan wajahnya didada bidang Cho Kyuhyun. Menghirup dalam-dalam aroma khas milih suaminya.

Kyuhyun semakin menarik Eun Hye mendekat. Menciumi puncak kepala wanita-nya.

“Tidurlah sayang”, ucapnya pelan. Dirasakan olehnya Shin Eun Hye yang mengangguk dibalik dada bidangnya.

“aku membutuhkanmu. Sungguh” ujar Kyuhyun lagi. Rasanya ia tidak akan pernah bosan dengan kehidupannya bersama Eun Hye. Dan ia harus mampu mempertahankannya

“Do you know my wife? God has created you because God has created me”

***

67 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 7)

  1. Gue cukur juga tu rambut appa nya kyu -___- jahat binggow.. gak mau kyu bahagia? appa macam apa dia itu…
    gak bisa bayangin deh apa yang di lakuin pak tua itu ke eun hye, apa lagi hye lagi hamil. kasian aegi nya ×_×

  2. Ntu pak tua maunya apa sih-,-segitunya gak sukanya liat kyu bahagia-,-aish aku jdi ngikut esmosi/?sendiri bacanya /alay/ aku kirain asisten kim jahat ternyata enggak xD ah makasih asisten kim udah ngabarin ke dongek/?aish kyu ini malah jdi seteres/?kan gegara pak tua-,-yg sabar ya kyu eunhye gak bakal pergi dr kmu kok😘

  3. Ichh, it kakek2 mau.y ap sih ?
    Gak pnya prsaan bngt, msa anak sndri di gituin.!!!!>:)
    Aigoo, kyuppa yg sbr ya. .

  4. Ada kata” yg kurang pas n gk enak d baca salah satunnya dialog yg bukankah itu aegi-ya eoma yg menginginknya? Coba deh perbaiki lagi pasti jauh lebih bagus♡♡

  5. Ohhh tuan cho kok gitu, dia kan udah jadi mantunya, istri anak laki-lakinya loh ya, licik amat sih tuan chonya

  6. Haha mian min komen yg sy berikan di part sebelum nya sotoy wkwk 😀 ah smoga mereka bhagia ampe akhir dan smoga ayah nya ga ikut campur urusan mereka

  7. Semoga kalian selalu bahagia ….
    aahhh so sweet ny kyu memberikan kado dgn teddy beart yg lucu …
    ahhh appa kyu jahat tdak manusiawi…
    masa ngliat anaknya bahagia dy gg mw sihh itu orang tua macam itu itu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s