[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 8)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 8

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 8

Author             : Dwi Nofianti (@NofiantiDwi)

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-16

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : 🙂

                                    ***

Golden leaves look brown to me. The world had less colour without you.

            Pria bermarga Cho itu terbangun di pagi harinya dengan kepala yang pening. Tidurnya tidak nyenyak semalaman. Di otak jeniusnya terus terngiang perkataan Donghae kemarin siang. Ayahmu ingin melenyapkan Eun Hye dari hidupmu. Tidak ada hal lain lagi yang lebih mengerikan dari itu. Ayahnya menyeramkan. Ia tahu itu karena dirinya lebih banyak menuruni sifat pria tua itu. Satu yang membedakan Kyuhyun dan ayahnya. Ia mempunya hati. Disini. Di dalam dirinya. Dan itu yang menjadi pembeda signifikan keduanya.

Kyuhyun meraba samping tempatnya tertidur. Isterinya tidak ada. Ia membuka matanya sempurna. Samar-samar tercium oleh indera penciumannya bau wewangian yang tidak asing lagi baginya. Kyuhyun menegakan tubuhnya, menyandarkan tubuh atasnya di kepala ranjang. Sudut-sudut bibir penuhnya secara otomatis tertarik keatas membentuk sebuah senyuman yang membuat wajah sempurnanya semakin berkilau tanpa cacat. Manik gelap indahnya menangkap pemandangan yang baginya pemandangan terindah yang pernah Tuhan ciptakan. Disana, diruangan yang sama dengannya, bersebrangan dengan ranjang tempatnya berbaring, isterinya –Shin Eun Hye- dengan menggunakan gaun rumah berbahan katun berwarna violet lembut tengah menyemprot-nyemprotkan parfume milik Kyuhyun ke seluruh bagian tubuh boneka beruang salju yang baru kemarin Kyuhyun hadiahkan. Mulut wanita yang tengah hamil muda itu terus menyanyikan lagu semangat bertempo cepat. Ah, rasanya seperti melihat bidadari. Isterinya jelmaan bidadari bukan?.

Kyuhyun membuka mulutnya, bersuara dengan lembut dan hangat, “apa yang sedang isteri-ku lakukan, uh?”.

Eun Hye menghentikan kegiatannya. Ia membalikan tubuhnya dan mendapati suaminya sedang mengamatinya di seberang sana dengan senyum merekah. Ia kemudian menaruh asal botol parfume yang isinya tidak mencapai sepertiga itu didekat jendela. Ia melangkah menuju ranjang, menuju Kyuhyun-nya. ia melompat naik, memosisikan dirinya diatas tubuh Kyuhyun. Tangannya ia gunakan untuk melingkari pinggang suaminya. Kepalanya ia sandarkan di dada bidang itu, menghidu candu ternikmatnya, bau tubuh ayah dari calon anaknya.

Kyuhyun terkekeh senang. Siapa yang menyangka kalau mengandung membuat isterinya semakin agresif. Ah, senangnya pagi ini.

“Isteriku lebih suka menghabiskan waktu paginya dengan benda mati daripada menunggu dengan baik suaminya terbangun, uh?”, ujar Kyuhyun. Lengan kokohnya mengelus-elus rambut indah milik Eun Hye.

Eun Hye mengendurkan perlukannya, memundurkan tubuhnya kebelakang sedikit, kepalanya ia dongakan untuk bisa menatap wajah tampan suaminya dengan jelas. Ia menyunggingkan senyum simpulnya. Jemari milik lengan tangan kanannya ia gunakan untuk mengusap lembut sisi kanan wajah sempurna suaminya.

“Suamiku berlebihan sekali. aku hanya sedang membuat boneka itu menjadi nyaman dan hangat seperti dirimu. Kau tahu, supaya saat kau tidak ada disini, aku dapat selalu menghidu wangi tubuhmu melalui boneka itu”, jawab Eun Hye semangat.

“ah ya, tadi Boem meneleponku. Dia memintaku untuk membantunya mencari gaun pernikahannya. Yaampun tidakkah dia tahu aku tidak mengerti mengenai memilih gaun pernikahan begitu”. Eun Hye mengatakannya dengan diselipi tawa kecil.

Kyuhyun mengalihkan lengan besarnya untuk memegang kedua sisi bahu isterinya, menatap dalam ke iris cokelat sewarna dark chocolate itu.

“apa menurutmu kita harus melakukan upacara pernikahan dan mengadakan pesta pernikahan kita? Mengingat kita hanya menikah dicatatan sipil. Bukankah setiap wanita menginginkan pernikahan yang megah?”, ucap Kyuhyun sendu. Keputusan untuk hanya melakukan pernikahan di catatan sipil ialah keputusannya yang disetujui senang hati oleh isterinya. Bukan karenan apapun dia berpikir seperti itu, hanya saja ia mengkhawatirkan kondisi isterinya yang tengah hamil muda. Kyuhyun hanya ingin tidak terjadi sesuatu pada isteri dan calon anaknya. Ia tidak ingin Eun Hye terlalu lelah.

Eun Hye tersenyum lembut menatap suaminya. Ia menggeleng. Tidak, dia tidak menginginkan apapun. Cukup seperti ini saja ia sudah merasa bahagia. Kelewat bahagia. Apapun itu, Eun Hye hanya ingin suaminya bahagia. Dan keluarga kecil ini ia harapkan dapat menjadi sumber kebahagiaan suaminya.

“Bukankah setiap wanita menginginkan pernikahan yang sempurna, sayang?”, tanya Kyuhyun kembali. Ia mulai berpikir untuk mengadakan pesta pernikahan. Shin Eun Hye berhak merasakan pernikahan yang sewajarnya, bukan?

Eun Hye semakin melembutkan pandangannya, iris lembutnya menatap iris gelap suaminya. Selembut apapun Kyuhyun menatapnya, iris gelap itu tidak pernah kehilangan sisi tajam menghujam itu.

“cukup dinikahi denganmu saja aku merasa sempurna”, ujar Eun Hye, kemudian ia menyunggingkan senyum tiga jarinya. Ini adalah kata-kata yang Donghae ajarkan kepadanya. Yaampun, Ia tidak menyangka ia mengucapkannya juga.

Kyuhyun terkekeh. Lihat, isterinya semakin pandai menggombal saja, kemudian keduanya sama-sama mengeluarkan suara. Merapal kata-kata yang sama seolah itu kata-kata yang sudah sering mereka ucapkan bersama.

“Sempurna adalah ketika kau dan aku berada dalam takdir Tuhan yang sama”. Dan keduanya tertawa bersama. Tidak menyangka akan mengucapkan kata-kata yang benar-benar sama secara bersamaan. Indah bukan?

Lalu Eun Hye bangkit dari atas tubuh suaminya, “Tunggu disini, aku mengambil sarapanmu terlebih dahulu.”

Eun Hye melangkah keluar kamar. Kyuhyun terus tersenyum. Isterinya selalu seperti itu. Ketika Eun Hye merasa Kyuhyun sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, Eun Hye akan seperti itu, membawakan sarapannya kedalam kamar dan tidak berusaha mendebat Kyuhyun untuk mengatakan apa yang membuatnya tidak baik-baik saja. Isterinya cukup mengerti dengan sifat dirinya yang tertutup.

Mendadak senyumnya memudar ketika dikepalanya kembali terngiang akan hal itu. Rencana ayahnya melenyapkan isterinya. Ia menekan-nekan pelipisnya menggunakan telapak tangannya. Apa yang harus ia lakukan. apakah ia harus melepas gadis itu, melepas kebahagiaan dirinya, agar tangan kejam ayahnya tidak sedikitpun menyentuh wanitanya. Haruskah seperti itu, disaat ia mengetahui dengan jelas, wanita dengan nama Shin Eun Hye itulah yang menjadi alasannya untuk bertahan diatas kedua kakinya yang mulai melemah dan merapuh seperti digerogoti rayap? Sementara Shin Eun Hye adalah seluruh pusat hidupnya, seperti matahari yang merupakan pusat dari tata surya.

Kyuhyun sibuk dengan pikiran-pikiran liarnya, sehingga tidak begitu menyadari Eun Hye yang sudah terduduk disampingnya dengan semangkuk bubur lezat di tangan kecil gadis itu.

Eun Hye menatap sendu wajah tampan suaminya yang jelas-jelas sedang melamun. Apa masalah yang sedang suaminya rasakan seberat itu? Seberat tatapan kosong suaminya? Seumur mengenal Kyuhyun, Eun Hye tahu dengan baik Kyuhyun tidak perah menatap kosong seperti itu. Itu hanya tindakan seorang pesimis, dan suaminya bukan seorang yang pesimis. Ingin tahu sebenarnya apa yang mengganggu pikiran suaminya. Tapi ia tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya. Ia terlalu takut Kyuhyun akan tersinggung atau bahkan marah. Kebiasaan Kyuhyun yang menyimpan masalahnya sendirian membuat Eun Hye merasa tidak berguna.

Eun Hye menghembuskan nafasnya pelan. Sebelah tangannya ia gunakan untuk mencubit hidung mancung milik Kyuhyun.

“Eii, suamiku hobi sekali melamun. Seperti perjaka tak laku saja”, ujar Eun Hye sedikit bercanda. Kyuhyun tersadar, menoleh menatap Eun Hye dan tersenyum riang. Bukan saatnya untuk memperlihatkan sisi terlemahnya.

“ayo, buka mulutmu”, ucap Eun Hye kembali, memasukan sesendok bubur hangat kedalam mulut terbuka Kyuhyun. Kyuhyun mengunyah dengan tempo pelan. Entahlah, kalau ada yang benar-benar mengganggu pikirannya, memakan apapun terasa pahit. Bahkan masakan buatan isterinya yang lezat akan terasa pahit dilidahnya.

Eun Hye terlalu mengenal Kyuhyun untuk mengetahui suaminya mengunyah dengan tidak nyaman. Tapi Kyuhyun harus menghabiskan sarapannya. Wajahnya yang menirus membuat Eun Hye yakin, berat badan suaminya lenyap beberapa kilogram.

Eun Hye kembali menyodorkan sesendok bubur ke depan mulut Kyuhyun. Kyuhyun menelan bubur dalam mulutnya susah payah dan kembali melahap bubur lagi.

“kemarin salah satu teman kuliahku mengirimi aku pesan singkat. Ia mengajakku untuk berkumpul bersama besok lusa, bagaimana menurutmu?”, tanya Eun Hye kepada Kyuhyun sambil terus menyuapi Kyuhyun.

Kyuhyun menelan susah payah buburnya, sehingga terasa sedikit sakit ditenggorokannya, “Kenapa kau meminta pendapatku? Itu acaramu. Kau berhak untuk datang”, jawab Kyuhyun pelan.

“Karena kau suamiku. Aku berkewajiban untuk meminta izin dan pendapatmu untuk setiap keputusan yang kuambil”, ujar Eun Hye ringan. Ia meraih beberapa helai tissue diatas nakas samping ranjang, mengelap sisa bubur yang tertinggal disudut bibir suaminya.

Kyuhyun tersenyum. “ah, isteriku manis sekali”, ujarnya lembut. Kemudian Kyuhyun teringat sesuatu. Astaga bagaimana mungkin ia hampir melupakan ini.

“Sayang, bukankah hari ini kau harus memeriksakan kandunganmu?”, tanya Kyuhyun kepada Eun Hye yang sedang meletakan mangkuk bubur yang telah kosong diatas nampan yang ia taruh di nakas. Eun Hye menyodorkan segelas air putih kepada Kyuhyun yang diterima Kyuhyun, lalu ia menghabiskannya dalam beberapa teguk.

Eun Hye tersenyum riang, “Kau ingat? Kupikir kau lupa”.

Kyuhyun merasa bersalah hampir melupakannya, “Kau mau aku temani?”, tanya Kyuhyun lagi. Ia menarik Eun Hye untuk tertidur disampingnya, kepala Eun Hye ia posisikan menyandar didada bidangnya. Kyuhyun sendiri menopangkan dagunya diatas puncak kepala Eun Hye. Tangannya ia gunakan untuk mengelus lembut perut wanita itu.

“Bukankah kau harus bekerja hari ini?”.

“Perusahaan itu tidak akan pailit hanya karena Cho Kyuhyun absen selama satu hari”.

***

            Kyuhyun memakaikan coat berwarna cokelat susu ke tubuh isterinya, kemudian ia beralih memakaikan sepasang boots berwarna senada ke kaki milik isterinya. Ini sudah memasuki musim dingin, dan mereka harus memakai pakaian super tebal nan hangat kalau tidak ingin membeku konyol akibat suhu dibawah nol derajat celcius itu. Kyuhyun sendiri memakai mantel bulu tebal berwarna hitam legam dengan sepasang boots berwarna sama. Ini pukul Sembilan. Mereka akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Eun Hye. Ia sudah menelepon Donghae untuk memberitahu bahwa ia tidak masuk bekerja hari ini.

Kyuhyun menjongkokan tubuhnya didepan Eun Hye, menunggu Eun Hye naik keatas tubuhnya. Lagi-lagi Eun Hye ingin digendong. Dan lagi-lagi Eun Hye ingin pergi naik bus, membuatnya harus berjalan beberapa blok dari sini untuk mencapai halte bus terdekat. Apapun demi isterinya akan Kyuhyun lakukan.

Eun Hye menggantung dengan nyaman di punggung Kyuhyun, sementara Kyuhyun menyelipkan tautan tangannya dibagian bawah tubuh Eun Hye untuk menopang tubuh Eun Hye. Ia berdiri lalu melangkah keluar apartemennya. Biarlah penghuni apartemen ini melihat keduanya aneh. Apa pedulinya. Bahkan didalam lift orang-orang terang-terangan menatap aneh keduanya. Sekali lagi, apa pedulinya. Ini menyenangkan.

Kyuhyun melangkah dengan ringan. Sementara Eun Hye terlalu nyaman berada digendongan suaminya. Ia sibuk mengecupi leher Kyuhyun yang membuat Kyuhyun tertawa riang.

“Eii, kau membuat monster dalam tubuhku ingin menyerangmu, sayang”, ujar Kyuhyun riang. Eun Hye mengacuhkan ucapan Kyuhyun. Ia terus menghidu feromon suaminya yang sudah bagai candu baginya.

“Oya, omong-omong kapan Donghae Hyung dan Boem akan menikah? Si ikan busuk itu angkuh sekali tidak mau memberitahuku. Sok misterius”, cibir Kyuhyun.

Eun Hye mengangkat kepalanya, “Bulan depan. Karena Boem mendapat izin hanya untuk bulan depan. Jadi harus dipercepat dari rencana semula. Hae oppa kan ingin berbulan madu ke rusia. Kurasa sahabatmu itu ingin memancing ikan disana”, jawab Eun Hye.

Kyuhyun tertawa mendengar kalimat terakhir yang keluar dari bibir cherry blossom itu. Siapa yang menyangka Shin Eun Hye-nya mulai tertular sifat setannya. Mengejek orang.

“ah, kita belum berbulan madu bukan?”, tanya Kyuhyun dengan nada malas-malasan.

Kyuhyun dapat merasakan hembusan kuat dibelakang lehernya.

“Itu karena kau keburu menghamiliku terlebih dahulu”, jawab Eun Hye malas.

“jadi kau menyesal telah mengandung anakku?”, tanya Kyuhyun pura-pura kesal.

Eun Hye mengeratkan pegangannya disekitar leher pria itu, lalu menghembuskan pelan nafasnya disekitar tengkuk suaminya kemudian berbisik amat pelan, “Sudah kubilang kan, menyesal tidak ada di dalam kamusku jika itu berhubungan dengan pria termanisku”, jawab Eun Hye. Kembali menggombal.

Kyuhyun terkekeh, kemudian mendengus pelan.

“Yaampun, si ikan busuk itu sudah terlalu akut mengajarimu kata-kata seperti itu”.

Kini giliran Eun Hye yang tertawa, “seperti kau tidak begitu saja”.

Kemudian otak Kyuhyun menyimpan sebaris kalimat, ia menyuarakannya dengan dalam dan lembut. Membuat Eun Hye kembali berdesir dan wajahnya memerah.

“There is sunshine after the rain. And you are my beautiful sunshine”.

***

            Donghae tengah terduduk diruangannya dengan Park Boem duduk dihadapannya. Mau tidak mau ia harus membahas masalah pernikahannya yang dipercepat dikantornya disaat jam kerja. Sulit sekali mencari waktu luang untuk mendiskusikannya dengan Boem karena baik dirinya maupun Boem sama-sama sibuk. Untung saja Boem mendapat waktu bebas hari ini.

Boem sedang membolak-balik halaman buku catalog berisi gambar serta keterangan gaun pernikahan. Tidak ada yang sesuai dengan seleranya. Ia mendengus kesal.

“Bagaimana kalau pernikahan kita seperti Eun Hye dan Kyuhyun oppa saja?”, ujar Boem frustasi. Sedikit kesamaannya dengan Eun Hye adalah keduanya yang tidak mau repot mengurusi hal remeh temeh untuk sebuah pesta. Malas sekali rasanya.

Donghae membelalakan matanya tidak percaya,”hanya dicatatan sipil? Yang benar saja!”, ucap Donghae tak terima. Dia bukan Kyuhyun yang terlalu menyukai hal yang amat sederhana. Ini pernikahan sekali seumur hidup. Segala sesuatunya harus berlangsung keren dan mengesankan.

Oh baiklah, beruntunglah Shin Eun Hye yang mendapat suami tak suka repot seperti Kyuhyun. Karena Lee Donghae tipe pria yang selalu ingin repot bahkan untuk hal sederhana. Oke, pernikahan bukan hal yang sederhana. Lalu kenapa harus semakin dibuat rumit.

“baiklah oppa, terserah padamu saja. Kau yang mengatur segalanya”, kata Boem akhirnya.

Jujur saja, sebenarnya Donghae tidak menyukai ini. yang ia inginkan adalah mengurus segala sesuatunya bersama. Bukannya malah ia sendiri.

“Demi Tuhan, Bommie. Ini pernikahan kita. Tidak bisakah kita mengurusnya bersama?”, tanya Donghae tak sabar. Intonasinya sudah naik satu oktaf. Sensitive bila sudah menyangkut pernikahan. Kenapa ia dan Boem tidak sejalan.

Boem menatap tajam Donghae, ia bangkit dari duduknya dengan kasar, mengambil tas tangannya diatas meja kerja itu. Kepalanya sudah cukup panas dengan segala hal remeh temeh pernikahan. Ditambah lagi Donghae yang terus merecokinya mengenai ini dan itu.

“Kalau begitu nikahi saja wanita lain. Bukankah banyak wanita yang ingin mendampingi pria sempurna seperti Lee Donghae yang tampan dan kaya raya”. Lalu Boem berbalik, melangkah dengan perasaan kesal. Belum juga ia mencapai pintu, suara rendah dan sendu Lee Donghae mampir ditelinganya. Membuatnya mau tidak mau menekan segala gengsi dan emosinya untuk tetap berada bersama pria tampan itu.

“I don’t want someone who thinks I’m perfect. I want someone who knows I’m not but loves me anyway. It’s you”.  Dan Donghae melangkah menghampiri Boem. Memeluk tubuh mungil kekasihnya dari belakang.

“Kita akan menikah sesuai dengan keinginanmu”, katanya pelan. Persetan dengan pesta pernikahan yang sempurna. Dirinya hanya membutuhkan seorang Park Boem. Gadis yang sudah ia pilih untuk menggantungkan hidupnya.

Donghae membalikan tubuh Boem. Memegang kedua sisi bahu Boem. Menundukan sedikit wajahnya, dan mendaratkan ciuman lembut di kening gadis pilihan hatinya.

            ***

            Kyuhyun melirik Eun Hye was-was. Kini keduanya terduduk di hadapan seorang dokter muda cantik usia pertengahan dua puluh tahun yang sedang sibuk menulis resep vitamin dan suplemen yang harus dikonsumsi Eun Hye selama masa kehamilannya. Kyuhyun tahu sejak tadi isterinya terlihat menahan kesal. Memangnya dia tahu akan begini jadinya apa.

Awalnya mereka datang dengan wajah senang dan sumringah. Dan siapa yang menyangka dokter yang memeriksa kandungan Eun Hye adalah mantan kekasih Kyuhyun. Sungguh ia tidak tahu. Eun Hye yang bingung dengan sikap dokter kandungannya yang kelewat girang bertemu Kyuhyun pun bertanya kepada Kyuhyun siapa dokter itu sebenarnya. Dan Kyuhyun harus jujur bukan? Ia mengatakan bahwa dokter Seo Joo Hyun itu adalah mantan kekasihnya. Dulu, waktu masih sama-sama berkuliah.

Dan yang membuat Kyuhyun kesal adalah wanita itu, si Seo Joo Hyun, terang-terangan mengatakan didepan isteri tercintanya bahwa ia masih menyukai Kyuhyun. Wanita ini dokter? Kenapa terlihat seperti orang gila. Ingin membuat dia dan Eun Hye perang dingin, uh?

Dokter muda itu mencuri pandang sesekali kearah Kyuhyun. Sayang sekali pria itu sudah beristri dan akan memiliki anak. Jujur saja, ia masih memiliki perasaan lebih terhadap Kyuhyun. Ya, walaupun memang salah dirinya yang begitu saja meninggalkan lelaki itu dulu karena pria lain. Hanya saja, ia tersadar kalau sedingin apapun Kyuhyun, pria itu yang terbaik dan tidak pernah mempermainkannya. Andai saja waktu bisa diputar.

“Jadi kalian menikah hanya dicatatan sipil?”, ujar Seo Joo Hyun dengan nada terkejut yang kentara dibuat-buat. Eun Hye tidak bodoh untuk mengetahui apa yang ada di kepala dokter muda itu. Masih menginginkan suamiku, eh?

Karena tidak mendapat respon berarti dari sepasang suami isteri yang duduk dihadapannya dengan wajah datar itu, Seo Joo Hyun kembali membuka suara. Terlalu manis dan mendayu-dayu sehingga terkesan sedikit. Janggal.

“Kalau aku yang menikah dengannya sih, aku tidak akan bersedia hanya menikah dicatatan sipil. Terlalu biasa. Apalagi untuk ukuran Direktur muda”.

Eun Hye mengepal kedua telapak tangan yang tergeletak indah dipangkuannya. Dokter ini cerewet sekali.

“Kalau begitu Kyuhyun harus bersyukur ia menikahi aku bukan dirimu. Aku tidak materialistik”, ujar Eun Hye terang-terangan mengebarkan bendera perang. Kyuhyun menoleh menghadap isterinya, menatap takjub isterinya itu. Wow! Isterinya keren dan mengagumkan bukan? Kyuhyun menatap penuh kemenangan ke arah Seo Joo Hyun yang ia tahu sedang menahan kesal mati-matian. Tahu rasa. Siapa suruh memancing emosi isterinya. Isterinya itu manis. Tapi kalau sudah kesal.  Kyuhyun bahkan akan kalah jika sudah mendebat Eun Hye bila gadis itu sedang kesal.

“Kau sudah kan menulis resepnya? Sini berikan padaku”, ujar Eun Hye lagi. Melupakan sikap sopannya kepada dokter dihadapannya. Siapa yang ingin berbasa-basi dan sopan dengan wanita yang terang-terangan menggoda suamimu di hadapanmu langsung.

Eun Hye langsung melenggang keluar begitu mendapatkan resep dan amplop cokelat ukuran buku gambar berisi USG kandungannya. Lupakan sopan santun untuk sekedar membungkuk hormat dan berterimakasih. Ia terlalu muak berada didekat si mantan kekasih suaminya. Bersumpah dalam hati akan mengganti dokter kandungannya. Ini salah Boem yang merekomendasikan dokter kandungan untuknya. Ia harus mengomeli Boem nanti.

Kyuhyun pun mengejar isterinya dan mengabaikan panggilan dari Seo Joo Hyun. Siapa yang peduli? Dia lebih peduli terhadap isterinya tentu saja.

Kyuhyun sudah berjalan bersisian dengan Eun Hye. Namun isterinya itu terus saja melangkah tidak memedulikannya. Yaampun, Eun Hye belum pernah seperti ini sebelumnya dan ia bingung harus bagaimana.

“Kau ingin kemana setelah ini, sayang?”, ujar Kyuhyun selembut dan serileks mungkin.

Eun Hye mendelik Kyuhyun sekilas. Suaminya bodoh atau idiot sih masih berani berkata padanya.

“aku ingin makan es krim”. Ujar Eun Hye kaku.

***

            Kyuhyun menatap tidak percaya apa yang tersaji dihadapannya. Ia dan Eun Hye mampir ke sebuah kedai es krim kecil bernuansa ungu pastel dekat sebuah pedestrian. Isterinya tidak kira-kira memesan es krim. Berbagai rasa es krim tersaji diatas meja. Sekitar dua puluh macam aneka es krim dengan ukuran jumbo berwarna-warni itu memenuhi meja yang ia dan Eun Hye tempati. Melihatnya saja ia ingin muntah.

Kyuhyun mengangkat wajahnya untuk menatap Eun Hye, “Sayang, kau yakin akan menghabiskannya?”, tanya Kyuhyun tidak percaya. Untuk ukuran isterinya yang bertubuh mungil, tidak mungkin kan es krim-es krim ini dapat tertampung di dalam perutnya.

“Tidak”, jawab Eun Hye santai.

Kyuhyun menatap Eun Hye heran. Sedikit kesal dengan isterinya yang berubah menjadi dingin kepadanya. Sial. Ini ulah si Seo Joo Hyun itu.

“Lalu untuk apa kau memesan sebanyak ini kalau kau tidak sanggup menghabiskannya?”, tanya Kyuhyun sedikit frustasi. Berusaha meredam rasa kesalnya. Tenang, Cho Kyuhyun. Isterimu sedang hamil dan itulah mengapa ia menjadi lebih sensitive. Hiburnya dalam hati.

Eun Hye menatap Kyuhyun misterius, menyunggingkan senyum separuh yang ia pelajari dari suaminya itu.

“Itulah gunamu suamiku sayang. Kau yang akan menghabiskannya”, ujar Eun Hye penuh kemenangan. Ia sedang kesal dengan Kyuhyun. Dan tiba-tiba saja ia ingin melihat Kyuhyun memakan es krim banyak-banyak. Sekalian sebagai sarana balas dendam, eh?.

Kyuhyun membelalakan matanya. Ia? Harus menghabiskan es krim sebanyak ini? ia memasang wajah memelas, berharap Eun Hye menarik ucapannya.

“ayolah sayang, kau tahu sendiri aku tidak begitu menyukai es krim”.

Eun Hye menatap Kyuhyun tajam. “Ini keinginan anakmu Cho Kyuhyun. Habiskan saja. Kau kan memiliki andil besar menanam benih di rahimku”, ujar Eun Hye, sedikit sadis terdengar ditelinga Kyuhyun. Isterinya itu bahkan memanggilnya dengan nama lengkapnya. Cukup sudah ia tahu Eun Hye sedang benar-benar kesal.

“tapi..”, belum juga Kyuhyun menyelesaikan kalimat protesnya, Eun Hye sudah memotongnya dengan serangkaian kata yang membuat Kyuhyun bergidik ngeri.

“Habiskan atau aku akan pergi dari hidupmu”. Habiskan atau aku akan pergi dari hidupmu. Terdengar mengerikan, dan. Mengapa ia kembali teringat ucapan Donghae kemarin siang?

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, kemudian menatap pasrah es krim- es krim dihadapannya, dan mulai memakannya.

Ini sudah es krim ke tiga yang Kyuhyun makan. Sebenarnya Eun Hye tidak tega melihat wajah Kyuhyun yang memelas dan terang-terangan meringis itu. Eun Hye tahu Kyuhyun tidak begitu menyukai es krim. Tapi inikan keinginan anaknya. Oh, baiklah Eun Hye tidak tega.

“ya, sudah! Hentikan”, ujar Eun Hye. Tapi Kyuhyun tidak mendengarkannya. Suaminya itu malah terus saja melahap es krim rasa raspberry itu.

“sayang, hentikan”, ujar Eun Hye lagi. Kini jauh lembut dari sebelumnya. Kyuhyun pun dengan sigap meletakkan gelas kaca berisi es krim berwarna ungu gelap itu diatas meja dan memandang Eun Hye dengan wajah berbinar. Membuat Eun Hye ingin tertawa saja.

“Kau sudah tidak marah padaku lagi?”, tanya Kyuhyun sumringah.

Eun Hye menggeleng singkat, “Hanya sedikit kesal dengan mantan kekasihmu itu. Terang-terangan sekali menggoda suamiku”, ujar Eun Hye sebal. Bibirnya mengerucut. Membuat wajahnya semakin menggemaskan.

Kyuhyun mencubit kedua sisi pipi Eun Hye pelan.

“aigoo, isteriku menggemaskan sekali. kau tahu, dia adalah salah satu wanita bodoh yang meninggalkan Cho Kyuhyun yang sempurna demi lelaki yang bahkan tidak ada bagus-bagusnya”.

Eun Hye menyipitkan matanya, “Ya, dan aku terlalu bodoh dengan terus berada disisimu”, ujarnya pelan. Tidak serius mengatakannya.

Kyuhyun memajukan wajahnya mendekati Eun Hye, tubuhnya yang terduduk sempurna ia angkat sedikit agar wajahnya dapat bersentuhan dengan wajah Eun Hye. Ia menggesek-gesekan hidung keduanya. Untung saja kedai es krim ini sedang sepi pengunjung. Sehingga yang melihat adegan sedikit janggal ini hanya lelaki tua pemilik kedai dan gadis usia awal dua puluh tahun yang sepertinya pelayan disini.

“Kalau begitu, tetaplah menjadi Shin Eun Hye yang terlalu bodoh yang melengkapi hidup si jenius Cho Kyuhyun”.

Dan Kyuhyun salah sekali mengucapkan itu. Karena detik berikutnya Eun Hye sudah menyemburkan salivanya ke wajah sempurna Kyuhyun. Lalu bangkit berdiri, sedikit berlari kecil keluar kedai. Meninggalkan Kyuhyun yang sibuk membersihkan wajahnya. Oh baiklah, kakek tua dan gadis ingusan itu menertawainya. Awas kau Shin Eun Hye.

            ***

            “Jadi gadis itu sedang hamil?’.

Orang yang ditanya hanya mengangguk singkat. Kembali memfokuskan dirinya ke jalanan ibu kota yang padat. Ia melirik singkat melalui kaca spion mobil seseorang yang duduk dibangku penumpang dibelakang. Semoga saja kenyataan bahwa gadis itu tengah mengandung membuatnya merubah pikiran gilanya yang kelewat batas itu.

“Ya, mungkin aku akan membiarkan gadis itu sedikir bersenang-senang sebentar dengan kehamilannya dan dengan berada di samping puteraku. Hanya sebentar”.

Asisten Kim salah kalau berpikiran atasannya itu akan luluh. Cho Yeonghwan tidak akan tersentuh sekalipun yang dikandung gadis itu adalah calon cucu-nya. ia dan pria tua yang terlalu mengagungkan harta itu baru saja mengikuti Kyuhyun dan Eun Hye. Dan asisten Kim cukup yakin lelaki tua itu sedang mencari celah untuk menghancurkan kebersamaan Cho Kyuhyun dan Shin Eun Hye. Ia dan Donghae harus bertindak cepat.

            ***

            Kyuhyun menindih tubuh Eun Hye yang tengah sibuk membaca buku paramedis bersampul merah hati. Eun Hye mendengus kasar. Menutup bukunya dan menaruhnya dibawah bantal.

Eun Hye menatap sebal Kyuhyun yang menyunggingkan senyum polos itu.

“Yaampun Cho. Usia janin anakmu baru tujuh minggu dan kau ingin menyerangku? Kau ingin membunuh anakmu, uh?”, ujar Eun Hye malas-malasan. Tidak bisakah si Cho Kyuhyun ini menahan hasratnya, setidaknya sampai kandungannya memasuki usia empat bulan. Usia aman untuk kembali melakukan kegiatan primitive.

Kyuhyun menatap Eun Hye manja, “Pemanasan saja ya”, ucap Kyuhyun manja.

“apa-apaan pemanasan? Kau pikir kita akan berolahraga?”, ujar Eun Hye sebal.

“hanya pemanasan sayang. Tidak sampai ke olahraga inti.”, ujar Kyuhyun lagi. Masih dengan nada manja yang sama.

Oh baiklah. Sebagai isteri yang baik ia harus melayani suaminya. Eun Hye mendengus pelan lalu mengangguk. Seiringan dengan anggukan kepala Eun Hye, Kyuhyun menyunggingkan senyum separuh yang melambangkan kemenangannya dan memulai melakukan kegiatan ‘pemanasan’ favoritenya. Selalu dimulai dengan ciuman menggebu-gebu.

***

59 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 8)

  1. Udah tau eunhye hamil bpknya kyu ttp z jahat harusnya kn seneng bkl py cucu emang dasar raja evil

  2. Aduuhhh …
    semoga selalu happy iia kalian berdua kyu dan eun hye…
    sudah tw lg mengandung calon cucunya knpa otak ny pria tua itu masih saja menginkan untuk melenyapkan eun hye siihhh … itukan kebahagian sang anaknya bisa mendpatkan pendamping yg saling mencintai…
    ahhhh gg asik nii appa ny kyu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s