[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 9)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 9

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 9

Author             : Dwi Nofianti

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-15

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : 🙂

***

I’m sorry if I say I need you, but I don’t care. I’m not scared of love. Baby, is that so wrong? Is it so wrong that you make me strong?

***

            “aku bisa membantumu menyingkirkannya”.

Lelaki yang terduduk tenang di singgasananya itu menyunggingkan senyum kejam meremehkan. Membantunya? Ia tidak membutuhkan bantuan siapapun apalagi bantuan seorang penjilat ulung seperti orang yang terduduk dihadapannya. Tidak tahu malu sekali berani mendatanginya hanya untuk mengatakan hal paling tidak berguna seperti itu.

“aku tidak membutuhkan bantuan darimu. Silakan angkat kaki kotormu dari ruanganku.” Ucapnya dingin dan kejam.

Orang yang duduk dihadapannya jelas-jelas terlihat menahan amarah. Wajah anggun berdempulnya memerah sempurna. Ia bangkit dari duduknya dengan kasar, tangannya menunjuk-nunjuk seorang angkuh dihadapannya.

“Ingat ucapanku. Kau akan menyesal”. Lalu orang itu berbalik, berjalan dengan terburu-buru keluar dari ruangan kerja yang terlihat kejam dan kelam ini.

Pria angkuh bernama Cho Yeonghwan itu menggeleng kaku. Apa katanya? Menyesal? Membuat ia ingin tertawa keras-keras saja. Hanya dengan menjentikan jari telunjuknya pun segalanya bisa ia lakukan dengan baik. Jalang!

***

            Besok adalah hari minggu yang merupakan hari pernikahan Lee Donghae dan Park Boem. Pernikahan di pertengahan bulan pertama. Seperti yang Boem inginkan, pernikahan itu hanya akan dilaksanakan di catatan sipil tanpa perayaan berarti. Dan Donghae harus menutup telinganya setiap kali suara sumbang itu terlontar dari mulut berbisa Cho Kyuhyun.

“Cih, kau selalu saja menjadi pengikutku, Hyung”, ini mungkin sudah ke seribu enam ratus tujuh puluh tiga kalinya Kyuhyun mengucapkan rentetan kalimat itu.

Donghae melirik Kyuhyun sebal yang terduduk disebelahnya. Ia dan Boem tengah berkunjung ke apartement Kyuhyun dan Eun Hye. Hanya sekedar untuk merilekskan diri. Donghae kembali terfokus ke layar televisi empat puluh dua inch dihadapannya, tidak memedulikan ucapan Kyuhyun. Mungkin si Kyuhyun hanya ingin memecah konsentrasinya agar ia kalah mengingat ia dan Kyuhyun sedang bermain game.

Sementara Kyuhyun dan Donghae sedang asyik bermain game di ruang tv sana. Eun Hye dan Boem terlibat percakapan serius di kamar tidur yang biasa Kyuhyun dan Eun Hye tempati. Eun Hye mendudukan tubuhnya diatas kursi kayu nyaman yang diletakan tepat disamping boneka beruang salju berukuran besar. Kedua tangannya ia gunakan untuk memeluk boneka tersebut. Kepalanya ia sandarkan di tubuh berbulu lembut boneka tersebut. Sementara Boem duduk diatas ranjang besar yang bersebrangan dengannya. Boem menatap tajam Eun Hye. Tangan kanannya memegang botol berukuran kecil berwarna putih. Disampingnya pun terletak empat botol serupa dengan nama yang berbeda.

“Kenapa kau tidak memberitahukannya pada Kyuhyun Oppa, Hye?”, Boem membuka suaranya. Bibir mungil itu merapalkannya dengan nada tajam, iris hitam kecilnya menatap tajam Eun Hye yang membalas menatapnya dengan pandangan sendu.

“Mengatakan pada Kyuhyun apa? Bahwa mantan kekasihnya itu memberikan resep vitamin dan suplemen yang salah padaku? Kau pikir dia akan percaya?”, ujar Eun Hye datar.

“Tapi Hye, jelas-jelas kau seorang dokter dan kau tahu obat apa ini sebenarnya. Tentu saja suamimu harus mengetahuinya dan harus mempercayaimu karena ini demi keselamatan anak yang kau kandung,”, Boem menghentikan sejenak ucapannya. Menarik napas karena mendebat seorang Shin Eun Hye bukanlah perkara mudah.

“Dan keselamatan dirimu sendiri, Hye”, lanjutnya.

Eun Hye menatap Boem lelah. Sungguh ia tahu efek yang diberikan obat-obat itu kalau ia meminumnya. Tapi toh sejak awal ia mendapatkan botol-botol yang katanya vitamin dan suplemen itu, ia sudah tahu botol-botol obat itu bukan berisi vitamin dan suplemen. Bukannya ia ingin menyembunyikannya dari Kyuhyun. Hanya saja ia cukup mengetahui sesuatu, suaminya itu sedang banyak pikiran. Dan Eun Hye tidak ingin menambah beban dipundak Kyuhyun. Ia tahu dengan jelas Kyuhyun akan kalap kalau mengetahui kalau dokter bernama Seo Joo Hyun itu memberikan resep yang salah padanya. Terlepas dari apakah itu sebuah kesengajaan ataupun kelalaian semata.

“Toh aku tidak meminumnya. Tidak usah terlalu mengkhawatirkan aku, Boem”, ucap Eun Hye keras kepala.

Boem menggelengkan kepalanya, kemudian menghembuskan nafasnya kasar. “Ya Tuhan, Hye. Bisa tidak sih kau berpikiran rumit sedikit saja. Ini adalah obat-obat pelemah janin, Hye”, ujar Boem frustasi. Ia menekankan pada kalimat terakhir yang ia ucapkan. Sungguh seharusnya Eun Hye tidak setenang ini. Boem meyakini sesuatu. Dokter muda bernama Seo Joo Hyun yang disebut-sebut sebagai mantan kekasih suami dari sahabatnya itu sengaja memberikan Eun Hye obat pelemah janin.

Belum juga Eun Hye mengucapkan kalimatnya yang sudah sampai diujung, sebuah suara dingin dan tajam menginterupsinya.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku, Shin Eun Hye?”. Suara tegas yang sarat meminta penjelasan milik suaminya membuat lidahnya kelu. Kyuhyun tiba-tiba muncul, berjalan menghampirinya dengan wajah marah yang menyeramkan. Kyuhyun memosisikan dirinya tepat dihadapan isterinya yang duduk diatas kursi kayu itu. Eun Hye mendongak menatap Kyuhyun. Eun Hye panik, ia menggigit bibirnya. Sungguh Kyuhyun terlihat begitu mengerikan.

Sementara Donghae menghampiri Boem yang duduk diujung tempat tidur. Ia berdiri disamping Boem, sebelah tangannya ia lingkarkan di bahu Boem.

“Sebaiknya kita menunggu diluar saja, Bommie. Mereka membutuhkan privasi.”, ujar Donghae sepelan mungkin. Boem mengangguk. Ia bangkit dan pergi keluar kamar ini bersama Donghae.

“Jawab aku, Shin Eun Hye”, desis Kyuhyun. Eun Hye menatap sendu wajah marah suaminya. Lidahnya cukup kelu, sulit sekali rasanya mengatakannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, “Sungguh kau membuatku tidak berguna. Aku selalu memaksamu meminum semua obat sialan itu tanpa tahu alasan yang sebenarnya kau menolak meminumnya. Kau membuatku terlihat seperti idiot”, teriak Kyuhyun.

Eun Hye menatap sendu Kyuhyun. Tangannya ia alihkan melingkar dipinggang pria itu. Wajahnya ia tenggelamkan diperut suaminya yang berbalut kaus tipis berwarna hitam. Terisak disana. Sementara Kyuhyun menatap keluar jendela tanpa tahu apa yang sedang ia tatap. Tangannya mengepal sempurna. Giginya mengertak. Seo Joo Hyun sialan.

“Maafkan aku”, ucap Eun Hye sedikit tidak jelas karena wajahnya sempurna tenggelam di perut suaminya dan.. menangis?

Kyuhyun menggerakkan tangannya untuk mengelus puncak kepala isterinya. Kemudian tangannya mendorong lembut tubuh isterinya kebelakang, untuk memudahkannya melihat wajah isterinya. Sungguh ia harus membuat perhitungan dengan wanita sial itu. Lihatlah, Shin Eun Hye-nya menangis.

Kyuhyun menekuk kedua kakinya menumpu seluruh berat tubuhnya diatas kedua lututnya untuk mensejajarkan dirinya dengan wajah isterinya. Ibu jari lengan kanannya ia gunakan untuk menghapus lembut bulir air mata di wajah cantik isterinya. Pandangannya melembut. Kemudian kedua telapak tangannya menangkup sisi-sisi wajah isterinya. Ia menatap dalam ke manik hazel isterinya yang menatapnya sendu. Mengecup di kening isterinya. Lama. Mencoba menyalurkan rasa takut kehilangannya.

“maafkan aku”. Kyuhyun kembali mendengar suara yang sarat penyesalan itu. Ia memundurkan wajahnya sedikit.

“aku mengkhawatirkan dirimu dan anak kita, sayang. Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?”, tanya Kyuhyun lembut. Tidak seharusnya ia emosi seperti tadi. Shin Eun Hye tidak seharusnya mendapatkan murkanya.

“aku tidak ingin terlihat seperti pengadu domba”, jawab Eun Hye pelan. Ia memang tidak ingin semakin merusak hubungan antara Kyuhyun dan mantan kekasih semasa kuliah itu.

Kyuhyun menarik Eun Hye kedalam pelukannya, “Mana mungkin aku menganggapmu seperti itu. Aku selalu mempercayaimu, sayang”, ucapnya lembut. Tangannya mengelus pelan punggung isterinya.

“Lagipula aku tidak ingin menambah kekhawatiranmu dan menambah bebanmu. Aku tahu kau sedang ada masalah, sekalipun kau tidak pernah membaginya denganku”, ungkap Eun Hye dibalik bahu Kyuhyun. Kyuhyun menarik Eun Hye, memegang bahu gadis itu. Iris gelapnya menatap lembut dan dalam kedalam mata berwarna dark chocolate itu.

“Percayalah, semuanya aku lakukan untuk melindungimu dan calon anak kita”

Kemudian Kyuhyun kembali menenggelamkan Eun Hye kedalam pelukan hangatnya. Dagunya ia topangkan dipuncak kepala Eun Hye. Mencoba menyalurkan setiap rasa.

***

            Kyuhyun berjalan tergesa, wajahnya terlihat sangat murka. Kakinya melangkah di lobbi rumah sakit, menuntunnya kedepan sebuah ruangan yang tertulis nama seorang dokter disana dalam tulisan hangul yang kaku. Ia membuka kasar pintu itu, membuat seorang wanita muda yang mengenakan jas putih kebanggaannya itu kaget.

Kyuhyun menghampiri wanita tersebut. Menarik kasar lengannya untuk membuatnya berdiri. Ia mendorong keras tubuh wanita itu hingga terhimpit dinding dan dirinya. Kemudian tanpa basa-basi, lengan kokohnya mencekik leher wanita itu.

Ia menggeram, berdesis ngeri, “apa yang kau lakukan terhadap isteriku, eh? Mencoba menghilangkan nyawa anakku dan isteriku?”.

Wanita yang diketahui seorang dokter kandungan bernama Seo Joo Hyun itu berusaha menggapai lengan Kyuhyun agar melepaskan tangan itu dari lehernya.

“Jawab aku, jalang sialan”, ucap Kyuhyun tanpa belas kasihan sedikitpun. Ia semakin membenci wanita ini. Wanita cantik mengerikan yang sejak dahulu selalu menghancurkan kebahagiaannya. Kali ini tidak akan pernah ia biarkan wanita tak mempunyai urat malu ini menghancurkan sumber kebahagiaan satu-satunya yang ia punya.

Dengan menahan sakit disekitar lehernya dan dengan nafas yang semakin menipis, Seo Joo hyun menjawabnya dengan penuh ketakutan.

“ayahmu sendiri yang menyuruhku, oppa”.

Kyuhyun mengendurkan cekikannya di leher Seo Joo Hyun, membuat gadis itu terbatuk sedikit. Ayahnya? Ayahnya yang menyuruh si sialan ini?

“Jangan membual, brengsek”, ujar Kyuhyun kaku dan dingin. Tidak mungkkin kan ayahnya. Namun Kyuhyun kembali teringat setiap peringatan yang Donghae selalu ucapkan padanya. Jaga isterimu baik-baik, ayahmu sudah jelas ingin menyingkirkannya. Kau tahu sendiri bagaimana ayahmu.

Seo Joo Hyun susah payah menggelengkan kepalanya, dengan suara tercekat ia kembali berucap, “Sungguh, aku tidak bohong. ayahmu yang menyuruhku, kau bisa tanyakan sendiri padanya, oppa”.

Kyuhyun meludahi paras sempurna itu, “Kuharap kau cukup tahu diri untuk cepat-cepat menghilang dari Negara ini”, ujarnya dingin kemudian berbalik melangkah keluar dari ruangan itu.

Seo Joo Hyun meringis menahan rasa sakit yang teramat di sekitar lehernya. Sudut matanya mengeluarkan cairan bening. Tanpa pria itu menyuruhnya pun ia akan angkat kaki dari Negara ini. Segalanya telah mencorengnya. Ia mengusap kasar bagian wajahnya yang terkena saliva Kyuhyun. Tidak ada harapan lagi untuknya. Harapan untuk kembali memiliki pria sempurna bernama Cho Kyuhyun itu. Pria itu sudah menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita lain. Hanya ada nama Shin Eun Hye di hidup pria bermarga Cho itu.

***

            Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia murka. Sangat. Lagi-lagi mendapati kenyataan yang menghantam jauh dirinya. Ayahnya dengan tak tahu dirinya menyuruh si wanita sialan itu untuk memberikan resep yang salah. Sudah seharusnya ia menghadapi ayahnya. Ia harus menghadapinya sendiri, tanpa bantuan Lee Donghae, assisten Kim ataupun siapapun juga. Hanya dirinya dan ayahnya. Mobil mewahnya ia lajukan, membawanya ke sebuah rumah megah dan mewah. Ia menekan klakson mobilnya tidak sabar, secara tidak langsung meminta seseorang membukakan pagar tinggi mewah rumah tersebut. Kemudian seorang wanita akhir lima puluh tahun membukakan pagar tersebut, memberinya akses untuk memasukan mobilnya. Ia menghentikan mobilnya di dekat kolam ikan yang berada dihalaman luas rumah tersebut. Kaki panjangnya melangkah lebar-lebar menuju pintu besar angkuh berpelitur cokelat khas kayu.

Dengan kasarnya Kyuhyun mendorong pintu tersebut hingga menjeblak terbuka, nafasnya memburu.

“Cho Yeonghwan sialan!”, teriaknya dengan melupakan tata krama dan sopan santun. Ia berjalan masuk kedalam rumah itu. Rumah yang tak lain adalah kediaman keluarganya sendiri.

Teriakannya yang menggemuruh membuat Cho ahra –kakaknya- dan Kim Hana –ibunya- berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun, apa yang kau pikir kau lakukan, hah?”, ujar ahra tegas dan tajam. Bagaimana ia tidak marah. Adiknya itu dengan tidak sopannya memanggil ayahnya dengan keras tanpa embel-embel panggilan ayah.

Kyuhyun menoleh menatap kakak dan ibunya yang berdiri tak jauh darinya. Dilihat oleh matanya wajah tak kalah murkanya milik ahra dan wajah nanar milik ibunya.

“Dimana pria tua sialan itu?”, desisnya tajam. Kim Hana dan Cho ahra kaget dengan sempurna. Keduanya tahu Kyuhyun tengah dalam puncak emosinya.

“Cho Kyuhyun!”, teriak ahra. “Dia ayahmu! Haruskah kau memanggilnya seperti itu?”, tambahnya.

Kyuhyun menghampiri ahra. Jujur, ahra sebenarnya saja takut melihat Kyuhyun yang jelas-jelas seperti orang gila mengamuk seperti itu.

Kyuhyun menghujam ahra dengan tatapan tertajam yang ia punya, ia mengepalkan buku-buku jarinya sempurna, kemudian meninju keras dinding dibelakang ahra. Membuat ahra memejamkan matanya, ngeri. Kim Hana berjalan tergopoh-gopoh menuju Kyuhyun. Wanita paruh baya dengan wajah lembut itu memberanikan dirinya untuk mengelus lembut punggung Kyuhyun. Mencoba memberi ketenangan kepada anak laki-lakinya.

“Kau tahu, noona! Lelaki tua sialan yang kau panggil ayah itu mencoba membunuh isteri dan calon anakku! Bajingan seperti itu masih pantas aku panggil ayah?”, ujar Kyuhyun dengan nada tinggi. Sedikit frustasi.

Ahra membuka matanya sempurna. Membelalakan sepasang iris itu menatap Kyuhyun. Benarkah? Sementara Kim Hana bergetar. Ia sudah memprediksi akan seperti ini jadinya. Suaminya terlalu membenci kehidupan Kyuhyun. Dan terlalu membenci diri Kyuhyun sendiri.  Kejadian dan kesalahan dimasa lalu membuat suaminya menjadi seorang ayah tanpa kasih sayang dan belas kasihan. Tidak seharusnya Kyuhyun mengalami ini semua. Anak laki-laki semata wayangnya berhak merasakan bahagia. Karena pada kenyataannya Kyuhyun tidak salah sama sekali.

Terdengar oleh telinga ketiga orang itu suara tepuk tangan renyah. Lalu ketiganya menoleh menatap sumber dari tepuk tangan itu. Tepuk tangan kaku milik Cho Yeonghwan yang tengah berjalan santai menuruni anak tangga satu persatu.

Kyuhyun menggeram tertahan menatap wajah menjijikan ayahnya yang menyunggingkan senyum liciknya. Buku-buku jarinya kembali mengepal sempurna. Wajahnya semakin terlihat mengerikan ketika ayahnya berdiri angkuh tak jauh darinya.

“Mencoba menjadi pahlawan kesiangan isteri pembawa sialmu itu, Cho Kyuhyun?”, ujar dingin pria tua itu. Wajahnya terlihat kaku dan mengerikan.

Kyuhyun melangkah menghampiri pria tua yang tak lain ayah kandungnya itu. Ia mencengkeram kerah kemeja yang ayahnya kenakan.

“apa maumu melakukan itu pada isteriku, hah”, ucapnya, tak kalah dingin dari ucapan ayahnya. Cho Yeonghwan kembali menyunggingkan senyum licik kebanggaannya, menyingkirkan tangan Kyuhyun dari kerah kemejanya, kemudian mengelap kerah kemejanya santai. Seolah tangan Kyuhyun adalah najis menjijikan yang mengotori kemeja mahal bermerknya.

“aku? Hanya mencoba menyingkirkan wanita jalang yang telah merusak kinerja otakmu, idiot bodoh!”, ujar Cho Yeonghwan dengan nada malas-malasan.

Wanita jalang? Kyuhyun meninju wajah yang dipenuhi garis-garis halus itu. Membuat sudut bibir milik pria tua itu sedikit berdarah. Cho Yeonghwan menyeka sudut bibirnya. Ia menatap Kyuhyun murka. Tidak, ia harus terlihat tenang dihadapan anak sialannya ini.

Kim Hana dan Cho ahra bergegas menghampiri Kyuhyun. Menahan pergerakan Kyuhyun dengan memegang kedua lengan pria itu.

“Bajingan tua! Isteriku bukan wanita jalang, sial”, teriak Kyuhyun dengan intonasi tertinggi yang ia punya. Kyuhyun memberontak, melepaskan dirinya dari pegangan kakak dan ibunya. Ia berbalik, inin meninggalkan rumah ini segera. Kalau ia tidak segera meninggalkan rumah ini. amarahnya yang memuncak bisa tumpah ruah di rumah ini. ia tidak ingin ibu dan kakaknya mendapati pemandangan mengerikan nantinya,

“Sekali kau melangkahkan kakimu keluar dari rumah ini dan kembali pada wanita murahan itu. Jangan harap kau masih merupakan bagian dari keluarga ini. ingat itu baik-baik”, ucap lancar Cho Yeonghwan. Kyuhyun menghentikan langkahnya, tanpa berbalik mulutnya kembali bersuara dengan datar, “aku tidak peduli”. Lalu kembali melangkah. Benar-benar meninggalkan kediaman tempatnya dibesarkan. Meninggalkan kediaman yang menyisakan kesepian yang dahulu selalu ia rasakan.

***

            Shin Eun Hye berjalan mondar-mandir diruang depan apartemennya bersama Kyuhyun. Tergambar kepanikan jelas diwajahnya. Sesekali ia melihat ke jam dinding yang berada di dinding pembatas ruangan ini dengan ruang kerja suaminya. Sudah hampir pukul sebelas malam dan suaminya belum juga pulang sejak pukul dua siang tadi. Di tangan kanannya ia memegang ponsel layar sentuhnya. Ia sudah menghubungi Donghae, tapi pria tampan itu bilang suaminya tidak menemuinya. Ia sudah mencoba menghubungi kakak ipar dan ibu mertuanya, tapi keduanya tidak ada yang menjawab sambungan telepon dirinya. Eun Hye sudah tidak tahu lagi harus menghubungi siapa. Hanya orang-orang itulah yang Eun Hye kenal baik.

Lalu ia mendengar pintu dibuka dan ditutup. Eun Hye langsung berjalan menuju pintu depan. Mendapati suaminya dengan keadaan yang mengenaskan. Membuat dadanya sesak dan sakit.

Sekujur tubuh Kyuhyun basah. Ini masih musim dingin dan baru saja hujan besar. Dimana sweater hangat yang tadi Eun Hye pakaikan pada tubuhnya. Lelaki itu hanya memakai kaus berlengan pendek dan jelana jeans panjang.

Kyuhyun menghampiri isterinya, menariknya kedalam pelukan dinginnya. Mencari kehangatan dari tubuh isterinya. Dalam keadaan seperti ini baik Eun Hye maupun Kyuhyun lebih suka berdiam daripada bersuara. Mencoba mengerti hanya dengan gerakan tubuh. Kyuhyun menghirup dalam-dalam wangi chamomile yang terkuar dari tubuh isterinya. Ia terisak dibalik bahu wanita-nya. Membuat Eun Hye sedikit terpekur. Ini kali pertamanya ia mendapati Kyuhyun menangis.

Eun Hye mendorong lembut tubuh Kyuhyun, membuat dirinya dapat melihat jelas wajah Kyuhyun yang sembab. Suaminya pasti menangis sudah lama.

“Sayang, ada apa denganmu?”, tanya Eun Hye lembut.

Kyuhyun menatap Eun Hye sendu, “Berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku. Berjanjilah”, ucap Kyuhyun lemah.

Eun Hye menatap dalam iris memerah milik suaminya, “aku berjanji”. Lalu tanpa sepatah kata, Eun Hye membantu Kyuhyun berjalan menuju kamar tidur mereka.

Eun Hye membawa Kyuhyun untuk duduk di pinggiran ranjang besar mereka. Ia kemudian mengambil pakaian rumah untuk Kyuhyun didalam lemari lalu kembali berjalan keluar kamar. Kyuhyun masih sedikit terisak. Sekujur tubuhnya menggigil namun ia sama sekali tidak merasa kedinginan. Segala kejadian hari ini membuatnya mati rasa. Dan kembali pulang kepada Shin Eun Hye adalah pilihan terbaik.

Lalu Eun Hye kembali kedalam kamar dengan baskom berisi air hangat dan waslap. Ia berjalan menghampiri Kyuhyun. Berlutut dihadapan suaminya, menarus baskom dan waslap dilantai disampingnya dan memulai dengan membuka sepatu basah yang suaminya kenakan. Tanpa canggung, Eun Hye melepaskan celana yang Kyuhyun kenakan, menggantinya dengan celana pendek selutut yang lebih nyaman dan hangat. Eun Hye juga melepaskan kaus yang basah sempurna itu dari tubuh menggigil suaminya, menggantinya dengan kaus kering yang nyaman. Perlahan Eun Hye membasuh telapak kaki suaminya dengan air hangat yang diberi perasan air jeruk nipis. Berharap dengan begini dapat menjalarkan kehangatan pada tubuh suaminya.

Kyuhyun menunduk menatap Eun Hye sendu. Hanya gadis itu dan anak yang sedang dikandungnya yang Kyuhyun miliki sekarang. Sampai kapanpun ia tidak akan pernah meninggalkannya. Gadis itu telah banyak berkorban untuk dirinya. Berkorban untuk memberikannya pengabdian. Mana mungkin Kyuhyun sanggup meninggalkannya. Hanya sekedar untuk membayangkannya saja ia tidak mau.

“Kemarilah, sayang”, suara sendu Kyuhyun membuat Eun Hye menghentikan kegiatannya. Ia mendongak menatap Kyuhyun yang tengah menatapnya nanar. Eun Hye kemudian bangkit, menaruh baskom dan waslap itu di nakas, kemudian menuntun Kyuhyun untuk berbaring lalu ia menyusul berbaring disamping Kyuhyun. Eun Hye memeluk erat tubuh suaminya.

“aku tidak pernah mempermasalahkan kalau kau tidak ingin menceritakan masalahmu padaku, sayang. Tapi bisakah kau menangis bersamaku? Cho Kyuhyun, dengarkan aku. Setiap orang memiliki kisah dan kisahku adalah dirimu. Jadi bisakah kau berbagi denganku?”, ujar Eun Hye pelan. Ia menatap mata Kyuhyun yang kembali mengeluarkan setetes cairan bening itu. Kyuhyun membalas memeluk Eun Hye dengan erat.

“aku mencintaimu”, ucap Kyuhyun pelan dan dalam.

“Maafkan aku, sayang. Kau hanya cukup meyakini bahwa apapun yang aku lakukan itu semata-mata hanya untuk kebahagiaan keluarga kecil kita”, tambah Kyuhyun. Ia mengeratkan pelukannya pada tubuh isterinya, satu-satunya sumber kekuatan dirinya. Tidak peduli seberapapun dunia meremehkan dan mengejeknya. Selama Shin Eun Hye berada disampingnya, berada di atmosfer yang sama dengannya, ia akan mampu menghadapi segalanya dengan kepala tegak dan dagu terangkat. Tidak akan ada yang boleh melenyapkan Shin Eun Hye-nya. sekalipun itu adalah pria tua keparat bernama Cho Yeonghwan.

***

“Maafkan aku Boem. Aku tidak bisa mengantar kalian ke bandara. Kyuhyun sedang tidak enak badan”, ujar Eun Hye ditelepon genggamnya dengan nada menyesal. Donghae dan Boem baru saja melangsungkan pernikahan sederhana mereka. Dan sekarang keduanya akan bertolak ke Moscow untuk berbulan madu. Kemarin ia dan Kyuhyun berjanji akan mengantar pasangan baru itu ke Bandara Incheon. Hanya saja Kyuhyun mendadak demam.

Terdengar di telinga Eun Hye suara Boem yang mendesah pelan, “Tidak apa-apa. Salam untuk Kyuhyun Oppa”.

Eun Hye tersenyum singkat, “Selamat atas pernikahan kalian”. Kemudian Eun Hye memutus sambungan teleponnya. Menaruh posel pintarnya didalam saku gaun rumahnya. Eun Hye yang duduk di kursi disamping tempat tidur kembali mengganti kompresan di kening suaminya. Kyuhyun baru saja tertidur kembali setelah Eun Hye memaksanya menghabiskan semangkuk bubur dan meminum beberapa butir obat untuk menurunkan suhu tubuh pria itu yang kelewat panas. Eun Hye mengusap surai cokelat kemerahan milik suaminya yang tertidur damai itu. Sampai saat ini ia belum mengetahui apa yamg membuat suaminya kacau. Sekeras apapun Eun Hye mencoba bertanya pada Kyuhyun, suaminya itu tidak akan pernah memberitahunya. Kyuhyun hanya akan menjawab dengan jawaban yang sama, ‘Percayalah semuanya aku lakukan demi kau dan anak kita’. Demi Tuhan, Eun Hye percaya itu. Tapi ia membutuhkan jawaban yang jelas mengapa Kyuhyun sekacau itu. Ketika tadi Eun Hye menghubungi kakak iparnya. Dengan gelagapan wanita bernama lengkap Cho ahra itu mengatakan ia tidak tahu apa yang sedang Kyuhyun pikirkan. Tapi Eun Hye tidak bodoh. Ia yakin Cho ahra mengetahui sesuatu.

Eun Hye kemudian menundukan wajahnya, mengecup lembut kedua kelopak mata milik suaminya.

“Tidak bisakah kau membagi kesedihanku denganku, sayang”, bisik Eun Hye pelan dan sendu. Kemudian ia mengecup bibir penuh milik suaminya lama. Menyalurkan kehangatan pada bibir dingin dan pucat itu.

***

56 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 9)

  1. Hahhh, demi apaa..
    Kyu ngeri banget kalo marah yaa. Pokoknya kalo udah menyangkut tentang eunhye, wanita yg paling dia cintai, yg paling segala-galanya lah itu kenapa-kenapa..
    Habislah sudah semuanya d basmi sama kyu *ehh
    Lanjut baca part selanjutnya yaa^^
    Mian baru bisa comment d part ini nd salam kenal~~~~

  2. ya ampun appa kyu dirimu bgtu kejam sekali masa calon cucunya mw dia membunuh sih…. aahhh kejam sekali tdk punya hati …
    kyu jika sudah memyangkut eun hye orang yg bgtu dy sayang dan segla nya untuk dia akan tetap melindungi apapun segala yg akan mengancam eun hye.
    aahhh semoga saja happy end dahh nii ff .

  3. Gilaaaaaaaa bapàk nya parah otak nya….. emang kesalahan Kyuhyun dulu apaan sampe begini benci nya bapak sendiri ke anak nya ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s