[Freelance] Having Baby with My Enemy Mr. Byun Baekhyun (Chapter I)

Having Baby with My Enemy Mr. Byun Baekhyun

Title                   :    Having Baby with My Enemy Mr. Byun Baekhyun (Chapter I)

Author/twitter   :    lucky_baek123 (twitter: @lukibaekhunniee)

Cast                   :    Byun Baekhyun, Park Ahra (OC), Xi Luhan

Genre                :    Romance, Fluff, Comedy, Marriage life, Hurt, Sad

Rating               :    PG17

Length               :    Chapter

Disclaimer         :    This story is purely mine^^

Beberapa bulan yang lalu...

Suara musik berima jazz terdengar sangat merdu, memberikan nuansa menyenangkan di sebuah cafe dengan dekorasi kontemporer bewarna cerah khas anak muda. Di tengah suasana tersebut, tiga orang namja dan tiga orang yeoja sekarang sedang duduk berhadapan di salah satu meja yang terletak di pojok cafe. Mereka memegang sumpit dengan perasaan tegang sambil sesekali melirik ke arah lawan jenis yang menarik hati mereka.

“Baiklah, hana deol set!” lelaki berambut hitam cepak dengan wajah putih dan senyuman menawan seperti ‘Choi Siwon Super Junior’ meninggikan suaranya, begitu ucapannya selesai semua sumpit yang dipegang masing-masing pemuda pemudi itu telah menunjuk ke lawan jenis yang mereka sukai.

Lelaki jangkung berambut hitam cepak tersenyum lebar menunjukan deretan giginya yang putih menunjuk sumpitnya ke arah gadis dengan rambut berponi dan mata besar yang berada di depannya, gadis itupun juga melakukan hal yang sama menunjuk sumpitnya ke arah lelaki itu. Mereka berduapun hanya tersenyum malu-malu menyadari bahwa perasaan mereka ternyata  saling terbalas. Sedangkan dua sumpit mengarah pada lelaki dengan wajah mirip Choi Siwon, namun sumpit lelaki itu menunjuk pada gadis di depannya yang memiliki dada besar dan penampilan sexy dengan rok pendek ketat bewarna merah. Sedangkan gadis yang sumpitnya ditolak itu hanya mengalihkan pandangannya dengan wajah memerah dan kemudian melirik sebal pada sumpit lelaki di depannya yang menunjuk padanya. Lelaki dengan eyeliner itu  hanya menyeringai penuh ejekan pada gadis di depannya. Ketika melihat hal tersebut, gadis itu hanya mengumpat pelan menyesali keputusannya datang ke tempat ini.

“Ya baiklah, jadi jelas… Park Chanyeol akan berkencan dengan Lee Minyeong, dan aku akan berkencan dengan nona Kim Yeejin,” ketika mengucapkan nama ‘Kim Yeejin’ mata lelaki itu sedikit melirik genit dan  membuat gadis bernama Kim Yeejin itu cekikikan senang. “Bagaimana denganmu, Park Ahra-sshi? Apa kau mau menerima Baekhyun?” Kini pandangan lelaki itu beralih pada gadis di samping Kim Yeejin yang dengan wajah menyedihkan hanya bisa menghela napas.

“Hyung, siapa bilang aku mau berkencan dengan gadis ini?!” suara dengan nada protes terdengar dari namja bereyeliner yang kini sedang memandang Ahra dengan tatapan menghina.

“Ya!” Ahra hanya bisa mengeluarkan suara tinggi dan melemparkan tatapan murka pada lelaki di depannya.

“Aku mau berkencan dengan nona Kim Yeejin,” Baekhyun menyeringai mengalihkan sumpitnya dari Ahra ke Kim Yeejin dan mengedipkan sebelah matanya, membuat Kim Yeejin kini seperti berhenti bernapas karena terpukau oleh pesona seorang Byun Baekhyun.

“Ya Byun Baekhyun! Jangan merebut pasangan orang lain!” namja mirip Choi Siwon itu berteriak di samping Baekhyun memberikan tatapan kesal pada Baekhyun.

“Hyung, nona Kim Yeejin ini belum mengatakan dia mau jadi pasanganmu kan?” ucap Baekhyun dengan nada meremehkan sambil memandang gadis berdada besar, Kim Yeejin, dengan tatapan genit. “Jadi nona Kim Yeejin, kau mau berkencan dengan siapa?” tanya Baekhyun sambil tersenyum genit pada Kim Yeejin, Kim Yeejinpun dengan senyum malu-malu mengalihkan sumpitnya ke arah Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum penuh kemenangan melihatnya.

“Aiisssh!” Lelaki di samping Baekhyun hanya mengacak rambutnya frustasi. “Baiklah, kau berkencan dengan Kim Yeejin dan aku akan berkencan dengan Park Ahra,” ucap lelaki itu tanpa menoleh ke Ahra, entah mengapa Ahra yang tadinya menyukai lelaki itu karena penampilannya yang sekilas mirip Choi Siwon kini menjadi sedikit sebal dengan lelaki tersebut.

“Ehm…, sepertinya aku berubah pikiran!” Baekhyun bangkit dari duduknya membuat semua orang menoleh ke arahnya. “Suho-hyung silakan berkencan dengan gadis berdada besar ini, dan aku akan berkencan dengan gadis jelek ini,” Baekhyun menarik lengan Ahra dan memaksanya berdiri. “Ayo, selanjutnya kita ke neorebang! Suho-hyung akan mentraktirnya!” Baekhyun melangkahkan kakinya ringan sambil menarik paksa Ahra dan membuat yang lainnya tercengang beberapa detik namun kemudian mengikuti langkah Baekhyun.

“Ya! Byun Baekhyun! Apa yang kau lakukan?!” Ahra dengan wajah kesal berbisik ke arah Baekhyun yang hanya dibalas dengan senyuman penuh kemenangan oleh Baekhyun.

***

Suara keras musik neorebang terdengar bergemuru di telinga Ahra, sekarang lelaki bermana Suho dan gadis bernama Yeejin sedang menyanyi. Cih.. Suara si Yeejin yang cempreng itu sangat kontras dengan suara lembut Suho, ternyata tidak hanya mukanya yang mirip Choi Siwon suaranya juga mirip Cho Kyuhyun (ku pikir ini terlalu berlebihan). Namun rupanya Suho santai-santai saja mendengar suara cempreng Yeejin dan malah asyik menikmati pemandangan dada besar Yeejin. Ahra menyeringai kecut melihat tingkah Suho, “ya.. Semua lelaki di dunia ini memang sama” gumam Ahra pelan sambil meminum soju langsung dari botolnya. Ia merasa sangat sebal hari ini, sahabatnya Minyeong yang memaksanya mengikuti kencan buta sekarang sedang asyik tertawa-tawa dengan lelaki jangkung bersuara rendah, Park Chanyeol. Dan dia sendiri, meratapi nasib ditolak Suho dan harus berpasangan dengan si brengsek Byun Baekhyun.

Byun Baekhyun adalah musuh bebuyutan Ahra, entah sejak kapan dan karena alasan apa Ahra memulai perangnya dengan Baekhyun, yang jelas Baekhyun dan Ahra sudah saling mengenal sejak SMA. Hubungan buruk Baekhyun-Ahra yang mereka pikir akan berakhir setelah acara kelulusan ternyata berlanjut sampai bangku kuliah. Di tengah kegiatan Ahra menikmati kegitan kuliahnya di kampus barunya, ia bertemu kembali dengan Baekhyun karena kegiatan klub yang mereka ikuti, klub fotografi. Ahra yang mengikuti klub itu karena terpesona dengan ketampanan seniornya yang bernama Luhan, hanya bisa mengumpat tiada henti ketika ia bertemu dengan Baekhyun di acara pertemuan pertama anggota baru klub fotografi. Di pertemuan kedua, ketika para senior juga ikut datang untuk mengajarkan pelajaran basic fotografi tiba-tiba Baekhyun berceletuk kejadian dimana rok Ahra robek ketika mereka SMA, Baekhyun menceritakan kejadian tersebut dengan sangat detail hingga warna dan gambar kelinci pada celana dalam Ahrapun disebutkan Baekhyun dengan lancar. Ya… Baekhyun mencoba mempermalukan Ahra karena Baekhyun tahu bahwa Ahra menyukai Luhan. Dan terima kasih pada Baekhyun, karena sejak kejadian itu Ahra tidak pernah berani menatap Luhan karena malu.

“Hey cantik, kenapa kau minum-minum sendiri seperti ini?” Baekhyun mendekati Ahra sambil menyeringai menggoda Ahra.

“Cih! Pergi jauh sana dariku!” Ahra yang setengah mabuk setelah minum soju dua botol penuh memberikan pandangan mengejek dan menyuruh Baekhyun pergi menggunakan isyarat tangan.

“Apa kau lupa kalau kita sekarang adalah pasangan?” Baekhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Ahra, “cih, si brengsek ini” gumam Ahra sambil mengamati wajah Baekhyun yang demi Tuhan bahkan menurut Ahra sangat sempurna. “Apa kau mau berciuman?” Baekhyun mengangkat sebelah alisnya dan memberikan tatapan genit pada Ahra, yang langsung membuat wajah Ahra memerah. Namun Ahra masih cukup sadar untuk mendorong Baekhyun menjauh darinya dan menghalau perasaan aneh di dadanya dengan meminum soju langsung dari botolnya, si brengsek Baekhyun hanya tertawa senang melihat reaksi Ahra.

Berbotol-botol soju telah dihabiskan oleh Ahra, ada sekitar lima belas botol kosong di meja saat ini dan sepuluh di antaranya adalah milik Ahra.

“Ya!! Park Ahra berhenti minum! Kau sudah minum sepuluh botol soju!” Baekhyun menahan tangan Ahra yang hendak memasukkan soju ke dalam mulutnya lagi.

“Ya Byun Baekhyun! Si brengsek Byun Baekhyun! Kau itu orang yang sangat menyebalkan sedunia, gara-gara kau aku tidak berani menatap Luhan sunbae.. Hiikss hiikks,” Ahra memukul-mukul dada Baekhyun ringan sambil mengeluarkan bunyi-bunyi aneh mirip tangisan. Mendengar ucapan Ahra, Baekhyun hanya menyeringai.

“Lihatlah! Kau yang menyeringai itu sangat menyebalkan!” Ahra menunjuk wajah Baekhyun menggunakan telunjuknya, dan kemudian terjatuh di dada Baekhyun karena mabuk. “Brengsek..,” gumam Ahra dalam hati setelah mencium aroma Baekhyun yang entah mengapa menurutnya sangat sexy.

“Ya Park Ahra! Kau mabuk!” Baekhyun mengguncangkan tubuh Ahra kasar mencoba membuat Ahra sadar.

“Ya Byun Baekhyun! Kau tanya apa aku mau berciumankan? Aku mau, cepat cium aku,” Ahra mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan memandang Baekhyun lekat.

Beberapa detik kemudian, Baekhyun menempelkan bibirnya pada bibir Ahra. Ahra sudah terlalu mabuk untuk menyadari siapa yang menciumnya saat ini dan memilih untuk membalas ciuman Baekhyun. Adu lidah dan saling mengulum bibirpun terjadi hingga lima menit kemudian… Chanyeol, Suho, Minyeong, dan Yeejin yang berada di ruangan yang sama hanya bisa melihat adegan tersebut tanpa berkedip.

“Ya!! Kalian pasangan yang luar biasa!” Chanyeol bertepuk tangan keras ketika Baekhyun telah melepaskan ciumannya.

“Karena kau sudah menciumku, ayo bernanyi denganku!” Ahra menarik pergelangan Baekhyun ke depan dan mendorong Suho-Yeejin serta merebut mic dari tangan mereka.

“Brengsek..,” umpat Baekhyun sambil mengambil soju di atas meja dan meneguknya sampai habis.

“Ini aku berikan padamu, brengsek,” Ahra memberikan mic di tangannya pada Baekhyun. “Kita nyanyi lagu apa ya?” Ahra menekan-nekan tombol mesin neorebang dan beberapa detik kemudian musik rock ballad mulai terdengar di ruangan tersebut. “Ini lagu kesukaanku loh, kau harus bernyayi dengan bagus!” Ahra tersenyum pada Baekhyun sambil mulai bernyanyi.

Baekhyun hanya membiarkan Ahra terus bernyanyi tidak jelas sambil menarik-narik lengannya sedangkan dia hanya terus meneguk soju tiada henti. Hingga akhirnya keduanya benar-benar mabuk, Baekhyun sudah terlalu banyak meminum soju hingga iapun merasa hampir kehilangan kesadaran. Pasangan Chanyeol-Minyeong juga mulai memerah karena mabuk dan memutuskan untuk kembali pulang lebih awal.

“Ya Byun Baekhyun! Kau harus bertanggung jawab dengan gadis ini! Aku dan Yeejin akan pulang,” Suho menepuk bahu Baekhyun.

“Oke hyung! Hyung bersenang-senanglah dengan gadis berdada besar itu!!” Baekhyun menjawab asal dengan langkah miring karena mabuk.

Baekhyun dan Ahra berjalan miring sambil saling berpegangan, tidak jarang Ahra mengucapkan kata-kata aneh yang dibalas dengan kata-kata yang lebih aneh oleh Baekhyun. Dengan kekuatan pria ketika mabuk, Baekhyun membawa Ahra masuk ke dalam taxi.

“Ya Park Ahra! Aku tidak tahu dimana kau tinggal, katakan dimana kau tinggal!” Ucap Baekhyun dengan nada mabuk.

“Aku.. Aku lupa dimana aku tinggal.. Hehehehe,” Ahra hanya tertawa.. Pikirannya sudah tidak lagi di tempatnya.

“Terserah saja, kita ke apartementku saja.. Ajjushi apartement apeondong!”

Taxipun berjalanan menuju gedung besar apartement, dengan langkah yang masih miring Baekhyun membawa Ahra masuk ke dalam apartementnya.

“Ya Byun Baekhyun! Dimana ini?” Ahra memutar matanya menyadari bahwa ia sedang berada di tempat asing.

“Apartementku,” Baekhyun menjawab singkat sambil melepaskan sepatunya dan sepatu Ahra dengan sisa kekuatannya.

“Ya kau membawaku kesini untuk meniduriku kan? Dasar kau si brengsek Byun Baekhyun!” Ahra mendorong pelan Baekhyun.

“Cih! Siapa yang sudih tidur dengan gadis seperti mu?” Baekhyun membawa Ahra masuk ke dalam apartementnya dan mendudukkan Ahra di sofa ruang tamu. “Brengsek.. Aku benar-benar pusing!” Baekhyun memijat kepalanya dan melangkah pelan ke arah dapur. Ia membuka lemari es dan mengambil sebotol air mineral kemudian meneguknya hingga habis. Ia mengedipkan matanya mencoba mengumpulkan kesadaran. Dengan kesadaran yang ia coba kumpulkan Baekhyun kembali mengambil sebotol air mineral dan membawanya ke ruang tamu. Ia melihat Ahra tertunduk sambil menangis sesenggukan.

“Ya! Kenapa kau menangis?!” Baekhyun berjalan mendekat dan berjongkok di depan  Ahra. Ia menyentuh wajah Ahra, mengangkatnya hingga ia bisa menatap mata Ahra yang basah karena air mata. Namun Ahra menangis semakin keras, ia menatap Baekhyun lekat dan menangis semakin keras.

“Ya! Kenapa kau menangis semakin keras?!” Baekhyun semakin bingung, ia hanya mengelus wajah Ahra lembut berusaha menenangkan Ahra.

“Apa aku seburuk itu? Hiiks hiikss…,” Ahra akhirnya berbicara di tengah sesenggukkannya.

“Apa maksudmu?” Baekhyun masih belum mengerti apa yang diucapkan Ahra, ia hanya menaikkan sebelah alisnya sambil memandang Ahra bingung.

“Apa aku seburuk itu hingga tidak ada satupun namja yang mau bersamaku?” Ahra menatap lekat Baekhyun sambil sesenggukan.

“Haa~..,” Baekhyun menghela napas, tatapan mereka sempat beradu hingga tatapan Baekhyun terjatuh pada bibir titpis bewarna merah jambu miliki Ahra. “Brengsek..,” Baekhyun mengumpat pelan sebelum menjatuhkan bibirnya pada bibir Ahra. Baekhyun mengulum bibir bagian bawah Ahra pelan, Ahrapun membalas ciuman lembut Baekhyun. Ciuman lembut selama satu menit itu kemudian berubah menjadi ciuman penuh gairah ketika lidah Baekhyun mulai menjelajahi mulut Ahra dan Ahra ikut menjelajah mulut Baekhyun. Baekhyun meletakkan tangannya di pinggang Ahra dan menarik tubuh Ahra mendekat hingga bersentuhan dengan tubuhnya. Ahra melingkarkan tangannya di bahu Baekhyun sambil sesekali menjelajah rambut Baekhyun penuh gairah. Baekhyun kemudian mengangkat tubuh Ahra tanpa melepaskan ciumannya. Kaki Ahra kini melingkar di pinggang Baekhyun, menahan tubuhnya supaya tidak terjatuh. Perlahan Baekhyun membawa Ahra masuk ke dalam kamarnya tanpa sedetikpun melepaskan ciumannya. Dilemparkannya tubuh Ahra di atas tempat tidurnya yang bewarna putih. Ahra menatap Baekhyun yang sedang membuka kancing kemejanya, entah mengapa Baekhyun yang sedang membuka kancing baju berlihat sangat sexy sekarang. Baekhyun melepaskan bajunya dan sekarang tidak ada yang tersisa di dadanya, ia mendekat ke Ahra dan menciumnya penuh gairah. Tangan kanannya menarik kaos Ahra hingga ke atas kepala Ahra, dan kini Ahra hanya mengenakan bra bewarna krem. Baekhyun menghisap leher Ahra yang kini terbuka bebas, Baekhyun bisa mendengar Ahra merintih pelan di tengah-tengah ia menghisap leher Ahra dan menjilatinya sampai ke bagian dada. Rintihan pelan Ahra membuat Baekhyun semakin mempercepat gerakannya dengan melepaskan kancing celana Ahra dan kemudian melucutinya. Baekhyun memandang Ahra, membelai rambut Ahra yang menutupi wajah Ahra, mengecup telinga Ahra dan berbisik “Kau cantik hari ini, Park Ahra” sebelum akhirnya keduanya menyatu dalam gerakan lembut Baekhyun.

Waktupun berlalu dengan lebih lambat malam itu, setiap gerakan dan setiap sentuhan bagi Ahra dan Baekhyun memberikan sensasi yang berbeda. Sensasi yang membuat mereka lupa bahwa mereka adalah musuh yang saling membenci. Tanpa mereka sadari ada sesuatu yang tumbuh di antara mereka. Sesuatu yang akan merubah takdir mereka sepenuhnya.

***

 Keesokan harinya…

Ahra merasakan sinar matahari mulai jatuh di kulitnya, iapun perlahan terbangun tanpa membuka matanya. Ia bisa merasakan aroma yang berbeda dari hari biasanya, aroma yang entah lembut tapi maskulin bercampur bau alkohol yang entah kenapa membuat jantungnya berdebar. Ia mulai merasakan ada yang berbeda dari tempat tidurnya, ia perlahan membuka matanya. Dengan mata yang sedikit berkunang-kunang dan kepala yang terasa berat, ia bisa melihat ada sosok laki-laki saat ini sedang memeluknya. Ahra terpanah beberapa detik, berpikir bahwa apa yang ia lihat saat ini hanyalah mimpi. Ia memijat matanya, berharap apa yang dilihatnya bisa berubah setelah ini, namun tidak ada yang berubah. Saat ini, ia memang berada di pelukan seorang namja. Iapun melompat bangkit sambil menarik selimut, menyadari dirinya saat ini tidak mengenakan apapun. Matanya semakin membulat ketika ia menyadari lelaki yang berada di sampingnya atau yang lebih tepat lelaki yang tadi memeluknya adalah Byun Baekhyun.

“BYUN BAEKHYUN!!!!!” Ahra berteriak membuat Baekhyun setengah terbangun sambil mengeram kesal.

“Apa-apaan? Kenapa kau berteriak-teriak?” Baekhyun membalikkan badannya, membenamkan wajahnya di bantal putihnya. Ia terlihat sangat lelah setelah tadi malam minum begitu banyak soju dan masih harus bekerja keras beberapa ronde dengan Ahra. >.<

“Hey, Byun Baek! Kenapa kau bisa tidur disini?!” Ahra mengoncang-goncangkan tubuh Baekhyun berusaha membuat Baekhyun bangun. Ahra butuh Baekhyun menjelaskan segala situasi ini, situasi yang Ahra harap hanyalah salah paham.

“Ya.. Karena ini adalah tempat tidurku,” Baekhyun menjawab enteng tanpa merubah posisi, suara  Baekhyun terdengar pelan karena teredam bantal namun Ahra masih dapat mendengarnya dengan jelas.

“Kalau begitu jelaskan bagaimana aku bisa tidur disini?” Ahra semakin menguncang-guncangkan tubuh Baekhyun lebih keras berharap Baekhyun bisa bangun dan segera menjelaskan semuanya.

“Aisssh!” Baekhyun mengumpat sebal dan akhirnya bangkit, terduduk menghadap Ahra. Ahra kini bisa melihat Baekhyun yang sedang bertelanjang dada, pada detik awal Ahra mengalihkan pandangannya namun kemudian perlahan ia memandang ke arah Baekhyun. ‘Brengsek, kenapa aku bisa berpikir dia sexy di saat seperti ini?’ Ahra hanya bergumam di dalam hati sambil mengigit bibir bagian bawahnya berusaha menutupi apa yang ia pikirkan.

“Tadi malam kau mabuk, dan kau bilang kau lupa dimana rumahmu ketika aku ingin mengantarmu pulang,” Baekhyun menjelaskan tanpa menatap mata Ahra.

“Jelaskan bagaimana aku bisa berada satu tempat tidur denganmu tanpa berpakaian seperti ini!” Ahra dengan berani memandang Baekhyun, walaupun dalam hati ia terus mengumpat karena demi Tuhan namja yang terlihat kusut karena belum sadar sempurna dari tidurnya saat ini terlihat sangat tampan.

“Itu.. Kita melakukan ‘itu’ tadi malam,” Baekhyun memijat tengkuknya canggung ketika mengatakan kata ‘itu’, Ahra yang menyadari arti kata ‘itu’ hanya mempererat pegangannya pada selimut yang saat ini menutupi tubuhnya.

“Mwo?!” Ahra yang masih belum bisa percaya dengan perkataan Baekhyun hanya bisa membulatkan matanya.

“Ya, kita melakukan ‘itu’.. Semua ini kan karena kau berceloteh hal-hal aneh.. Kau seperti menarikku untuk melakukan ‘itu’ denganmu semalam,” Baekhyun menggerutu sambil menatap Ahra.

“Ya!! Bagaimana kau bisa melakukan itu semua pada gadis yang sedang mabuk?!! Kau memang brengsek Byun Baekhyun!!” Ahra memukul-mukul dada Baekhyun keras hingga melupakan selimut yang sedari tadi ia pegang kini sedang terjatuh membuka bagian dada Ahra yang tak tertutup sehelai kainpun. Baekhyun yang melihatnya langsung memerah dan berpura-pura mengalihkan pandangannya dengan sekali-kali melirik Ahra. Ahra yang menyadari hal tersebut segera menarik selimut Baekhyun menutupi dadanya yang tadi terbuka bebas itu.

“Bagaimanapun, Byun Baek, kau tidak seharusnya melakukan hal seperti ini pada gadis yang sedang mabuk!” Ahra menatap Baekhyun tajam.

“Ya! Waktu itu kau tidak terlihat seperti gadis mabuk dan lagi kau terus menangis memintaku untuk bersamamu, bukannya tadi malam kau yang memintaku terus melakukan hal ‘itu’ padamu?!” Baekhyun membela diri dengan berapi-api membuat Ahra yang mendengar setiap perkataannya rasanya ingin gantung diri saja karena malu.

“Ya!! Byun Baek!! Bagaimana kau bisa mengatakan hal-hal seperti itu!! Apa kau bodoh hingga tidak bisa membedakan mana orang yang sedang mabuk mana yang tidak?! Kau!! Dasar brengsek! Dasar mata keranjang! Dasar playboy kelas teri!” Ahra mengeluarkan segala umpatan yang terpikir di kepalanya, ia benar-benar kesal.. Kesal dengan Byun Baekhyun dan kesal dengan dirinya sendiri yang bisa-bisanya tidur dengan musuh bebuyutannya sendiri.

“Apa yang kau katakan itu tidak belebihan? Bukannya tadi malam kau menikmati tidur dengan si brengsek, si mata kerangjang, dan si playboy kelas teri ini,” terdengar nada sindirian khas Baekhyun yang sangat dibenci Ahra pada ucapan Baekhyun yang membuat Ahra ingin sekali memberikan pukulan tepat di wajah Baekhyun namun keinginan itu ditahannya sekuat tenaga mengingat sekarang ia berada di rumah si brengsek Byun Baekhyun tanpa mengenakan selehai pakaianpun.

“Baiklah, anggap saja kita sama-sama salah karena saat itu kita sedang mabuk, sedang tidak sadar, sedang gila untuk melakukan hal seperti itu. Anggap saja kejadian tadi malam sebagai mimpi buruk yang tidak berarti,” Ahra mengatakan hal tersebut dengan tenang walaupun di lubuk hatinya ia merasa sesuatu yang menganggu pikirannya.

“Baiklah,” entah kenapa Ahra melihat raut muka yang sedikit kesal di wajah Baekhyun yang menjawab ucapan Ahra dengan tenang.

“Kalau begitu segera bangkit dan kenakan pakaianmu!” Ahra memerintah Baekhyun karena sudah tidak tahan melihat baekhyun bertelanjang dada di hadapannya dan satu hal yang paling disyukuri Ahra, bagian bawah perut Baekhyun masih tertutup sempurna oleh selimut.

“Aissh, baiklah..,” Baekhyun memutar matanya berusaha mencari celana dalam yang bisa ia gunakan untuk menutupi bagian bawah perutnya. Ketika Baekhyun sedang sibuk mencari celana dalam, Ahra menyadari ada sesuatu di bawahnya dan mulai menarik benda itu yang ternyata adalah celana dalam Byun Baekhyun.

“Hahh!!” Ahra berteriak sambil melemparkan celana dalam Baekhyun yang sukses mendarat di wajah Baekhyun.

-bersambung-

Wah, tidak disangkah.. FF aneh bin ajaib yang udah aku tulis sejak zaman dahulu kala, ternyata bisa bikin cinggu semua penasaran. Hehehe^^ FF ini udah pernah aku post tapi karena respon sedikit yaa… aku stop deh. Tapi karena disini ternyata responnya cinggu heboh banget.. aku bakal ngepost ff ini regulary.. jadi tetep dukung ff ini, dengan koment yang banyak supaya author punya semangat untuk nulis chapter selanjutnya… gomawo^^

331 responses to “[Freelance] Having Baby with My Enemy Mr. Byun Baekhyun (Chapter I)

  1. wowwww woowww.. ff ini keren binggo
    izin lanjut baca okeeee thor ^^ oh ya panggilannya thor apa kakak, apa adek, atau beb * abaikan * 😀

  2. wowwww woowww.. ff ini keren binggo
    izin lanjut baca okeeee thor ^^ oh ya panggilannya thor apa kakak, apa adek, atau beb * abaikan * 😀 heheheheheh..

  3. Pingback: Rekomendasi FF EXO Part 2 – My World·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s