[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 10)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 10

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 10

Author             : Dwi Nofianti (@NofiantiDwi)

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-17

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : 🙂

                                    ***

God gave us everything in pairs. Two hands, two eyes, two ear. But why only one heart? Because He gave another to someone else for us to go find. And when we’ve found it, keep it forever.

***

            “Kau tidak masuk kerja lagi, sayang?”, Eun Hye bertanya lembut kepada Kyuhyun yang sedang memeluknya dari belakang, sementara matanya sedang sibuk melahap pemandangan pagi hari dari balkon apartement. Ini terhitung sudah hari ke empat Kyuhyun lagi-lagi absen dari pekerjaannya sebagai seorang Direktur.

Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya di perut Eun Hye sambil sesekali mengusap perut Eun Hye yang masih terasa rata. “Hmmm”, gumam Kyuhyun meng-iyakan.

Eun Hye meletakkan kedua telapak tangannya diatas telapak Kyuhyun yang berada di perutnya itu. “Kau kan direktur, malas sekali”, cibir Eun Hye. Kyuhyun sedikit termenung. Isterinya tidak boleh tahu pertengkaran antara dirinya dan ayahnya tempo hari yang mengakibatkan Kyuhyun harus melepaskan jabatannya sebagai Direktur, menerima dengan lapang dada namanya harus dicoret dari daftar pimpinan perusahaan dan dari daftar ahli waris ayahnya. Memangnya Kyuhyun peduli apa. Yang terpenting sekarang adalah menjaga isterinya dan calon anaknya dengan baik serta mencari pekerjaan dengan segera untuk tetap menjamin kebahagiaan secara materi untuk keluarga kecilnya.

“aku sedang ingin menghabiskan waktu bersama isteri-ku tercinta. Aku sedikit iri pada Donghae Hyung dan Boem yang sedang bulan madu”. Kyuhyun mengucapkannya dengan sangat lembut dan tulus, membuat pipi Eun Hye sedikit merona kemerahan. Kemudian Kyuhyun menurunkan tali gaun rumah Eun Hye dari bahu gadis itu dengan giginya. Bibir penuhnya menyecapi bahu gadis itu, sedikit melumat dan menggigitnya. Meninggalkan bekas merah keunguan disana. Membuat Eun Hye mati-matian menggigit bibirnya menahan potensi lenguhan-nya keluar. Mata Eun Hye yang sedari tadi sibuk menikmati pemandangan pagi hari itu kini harus memejamkan matanya. Menikmati setiap perlakuan Kyuhyun dan menahan hasratnya untuk berbalik dan meraup bibir penuh suaminya itu.

Kemudian benda kenyal milik Kyuhyun berjalan sesuai insting menyecapi leher belakang isterinya yang terekspose karena isterinya itu menggulung keatas rambutnya, memudahkan bibir tebal itu untuk menjalar terus menuju bahu sebelah kiri isterinya. Merasa libido-nya semakin terpancing naik, Kyuhyun langsung saja membalikan tubuh Eun Hye menghadapnya. Meraup bibir mungil isterinya dengan semangat dan menggebu-gebu. Eun Hye yang memang sudah sedikit terangsang akibat perlakuan Kyuhyun pun membalas setiap lumatan bibir suaminya dengan sama menggebunya. Berusaha menyeimbangkan permainan bibir Kyuhyun diatas bibirnya yang kelewat semangat itu. Lidah keduanya saling membelit satu sama lain. Merasai rasa yang tertinggal dari panekuk saus madu yang baru saja dikonsumsi sebagai sarapan pagi. Kyuhyun tidak membiarkan tangannya diam begitu saja. Ia menyingkap bagian bawah gaun rumah yang Eun Hye kenakan, meraba paha halus dan mulus istrinya hingga menjalar pada selangkangan isterinya itu. Eun Hye melengkungkan tubuhnya kedepan akibat perlakuan tangan Kyuhyun dibawah sana, mencengkram erat kerah piama yang Kyuhyun kenakan. Namun tiba-tiba saja ia merasa mual, perutnya serasa dikocok ribuan kali, sehingga tanpa bisa dicegah ia memuntahkan seluruh isi perutnya ketika bibirnya dan Kyuhyun masih menempel sempurna, sehingga cairan muntahan itu menyembur acak-acakan ke wajah keduanya, ke pakaian yang dikenakan dirinya, Kyuhyun, dan sedikit tercecer ke lantai balkon membuat kegiatan panas pagi hari mereka terinterupsi. Kyuhyun tersenyum tulus, menatap Eun Hye. Tanpa rasa jijik sedikitpun yang melintas dibenaknya, jemari hangat dan besarnya membersihkan muntahan diwajah Eun Hye. Untuk apa jijik? Toh itu ulah anaknya juga.

“Maaf”. Ujar Eun Hye pelan, wajahnya sedikit menunduk.

Kyuhyun menarik dagu Eun Hye untuk mendongak menatapnya. Pria itu masih menyunggingkan senyum tulus. “Untuk apa meminta maaf? Aku rasa anak kita cemburu”. Ucap Kyuhyun kemudian.

“Tunggu disini sebentar”. Kyuhyun kemudian beranjak masuk kedalam kamarnya yang terhubung langsung balkon, meninggalkan Eun Hye yang sibuk mengelap baju bagian depannya yang terkena cairan muntah-nya.

Tak berapa lama kemudian Kyuhyun kembali menghampiri isteri tercintanya dengan sekotak tissue basah digenggaman tangan kanannya. Ia kemudian menarik keluar beberapa helai tissue basah, mengelap lembut wajah isterinya agar tidak lengket karena muntahan dan bau tidak sedap muntahannya hilang. Kyuhyun pun tak lupa mengelap pakaian isterinya serta wajah dan piyama yang dikenakannya juga lantai balkon apartemennya. Setelah itu Kyuhyun menaruh asal kotak tissue dan semua tissue yang sudah dipakai diatas meja bundar berpelitur cokelat. Ia tanpa aba-aba membopong tubuh Eun Hye, membuat Eun Hye berjengit kaget. Tangannya ia selipkan disekitar tengkuk wanita kepunyaannya dan tangannya yang lain ia selipkan dilekukan lutut isterinya lalu membawanya kedalam kamar mereka.

Kyuhyun mendudukan isterinya dipinggiran ranjang luas mereka sementara Kyuhyun berlutut dihadapan isterinya itu. Ia menempelkan sebagian wajahnya ke perut isterinya. Tersenyum-senyum sendiri disana. Eun Hye mengerti maksud Kyuhyun, ia pun ikut tersenyum melihat tingkah aneh suaminya. Usia janin-nya barus dua bulan, mana mungkin janin itu bisa meresponse Kyuhyun. Tuhan bahkan belum meniupkan ruh kedalam janin yang ia kandung. Eun Hye menggerakan tangannya mengelus surai cokelat kemerahan suaminya yang sedikit berantakan.

“Sayang, dia belum bisa meresponse kehadiranmu”, ucap Eun Hye kemudian. Kyuhyun mendongak sekilas menatap Eun Hye untuk tersenyum kemudian kembali meletakkan sebagian wajahnya di perut isterinya, sesekali mengecupinya. Kedua tangan kekarnya ia lingkarkan disisi-sisi pinggang isteri-nya.

“aegi-ya, kau harus tumbuh dengan baik ya didalam sana. Jangan terlalu merepotkan Eomma-mu. Appa mencintaimu aegi-ya”. Kyuhyun mengucapkannya dengan pelan dan sangat lembut, seolah-olah janin yang masih berbentuk gumpalan kecil itu dapat mendengarnya. Sudut-sudut bibir Eun Hye melengkung keatas, membentuk sebuah senyuman manis yang semakin mempercantik wajah-nya. Kyuhyun-nya selalu mampu memanjakan dirinya dengan hal-hal yang bahkan sederhana. Kyuhyun terus mengecupi perut Eun Hye, membuat Eun Hye tertawa riang karena merasa geli. Interaksi suami-isteri pagi hari yang sungguh manis.

Sisa-sisa libido Kyuhyun yang masih tinggi akibat ciuman panas keduanya yang tadi terinterupsi oleh muntahan gadis-nya masih terasa, selain itu Shin Eun Hye pun memang sedang menginginkan sentuhan lebih dari suaminya. Sehingga baik Kyuhyun maupun Eun Hye masing-masing sibuk menjamah tubuh. Kyuhyun menarik turun resleting gaun rumah warna baby pink yang Eun Hye kenakan kemudian melepas pengait bra dan menurunkan gaun serta bra tersebut sebatas diagfragma Eun Hye. Tangan besarnya sibuk menjamah dada Eun Hye. Sementara Eun Hye sendiri sibuk mengecupi tengkuk suaminya. Eun Hye selalu tergila-gila dengan leher putih pucat suaminya.

Kyuhyun bangkit kemudian menggendong Eun Hye didepan dadanya, kedua kaki Eun Hye melingkar di pinggang ramping Kyuhyun, membuat Eun Hye terlihat lebih tinggi dari Kyuhyun. Kemudian Kyuhyun menarik tengkuk wanitanya, kembali meraup bibir mungil ranum itu. Kyuhyun tidak pernah bosan bila itu mengenai segala yang ada pada diri Shin Eun Hye-nya. bersama wanita itu Kyuhyun mampu menghalau semua masalahnya.

Kemudian Kyuhyun menurunkan ciumannya ke tengkuk Eun Hye yang sudah penuh dengan bercak-bercak tanda kepemilikannya. Eun Hye pun memulai kembali kegiatan favorite-nya ketika sedang bercinta dengan suami-nya itu. Mencium, menyecap, melumat, serta menggigit leher pucat Pria tampan itu.

Kemudian Kyuhyun menidurkan Eun Hye diatas Ranjang, ia lalu merangkak menindih tubuh isterinya. Menatap penuh minat dada isterinya yang kembang kempis terengah. Ia lalu menenggelamkan wajahnya didada isterinya. Sebelah tangannya sibuk mengerjai dada sebelah kiri isterinya, sementara bibir penuhnya sibuk menyecapi serta menghisap dada sebelah kanan isterinya. Eun Hye menggelinjang geli, semakin meremas kasar rambut suaminya yang semakin acak-acakan dan berpeluh itu. Kalau sudah begini, semuanya tidak akan berhenti begitu saja dalam waktu singkat. Cho Kyuhyun selalu menyukai bermain yang lama dengan Shin Eun Hye. Salah siapa Eun Hye membuat Kyuhyun bergantung sepenuhnya pada keberadaannya.

***

            Eun Hye terbangun dari tidur ayam-nya karena suara dering telepon selularnya, ia melirik Kyuhyun sekilas yang tertidur nyenyak disampingnya. Kemudan beranjak meraih ponselnya yang ia letakkan di atas nakas samping ranjang. Sebelah tangannya menahan selimut tebal berwarna cokelat agar tidak merosot turun. Ia dan Kyuhyun baru selesai melakukan kegiatan bercinta tanpa puncak di pagi hari satu jam yang lalu.

Eun Hye membuka penutup ponsel layar sentuhnya. Ayahnya yang meneleponnya. Kemudian ia menaruh ponsel itu ditelinga kanannya.

“Ya appa”. Sapa Eun Hye dengan suara sedikit serak.

Lalu terdengar suara ayahnya diseberang sana menggoda dirinya. “Hye-ah, suaramu seperti habis bercinta satu hari penuh saja”, goda ayahnya riang membuat Eun Hye tersipu, kemudian melanjutkan dengan suarv yang lebih serius, “Bagaimana keadaan kalian? Dan kandunganmu?”

Eun Hye menyunggingkan senyum sekilas mendengar pertanyaan ayahnya, “Kami baik-baik saja appa. Bagaimana keadaan appa dan eomma?”.

Hening. Ayahnya tidak kunjung menjawab pertanyaan Eun Hye. Membuat Eun Hye berpikir yang tidak tidak. Kemudian Eun Hye kembali memanggil appa-nya dengan suara khawatir. “appa!”. Terdengar hembusan halus ayah-nya diseberang sana. “Bisakah kau datang ke rumah sekarang?”. Ayah-nya bukannya menjawab pertanyaannya malah memintanya untuk datang ke rumah. Ada apa sebenarnya. Karena ia sudah kelewat penasaran, maka Eun Hye langsung meng-iyakan tanpa mengutarakan semua pertanyaan yang menumpuk di otak-nya.

“Baiklah”.

***

            Eun Hye melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya. Ia hanya pergi sendiri tanpa Kyuhyun. Eun Hye tidak tega membangunkan suaminya yang jelas-jelas tertidur nyenyak itu. Eun Hye tahu beberapa hari ini kualitas tidur suaminya sangat buruk, sehingga ketika mendapati Kyuhyun tertidur nyenyak setelah melakukan kegiatan memacu libido di pagi hari, Eun Hye tidak ingin mengusik tidur suaminya.

Empat puluh lima menit kemudian, Eun Hye membelokan Hyundai-nya masuk kedalam pekarangan rumahnya. Eun Hye keluar dari dalam mobilnya, berjalan ringan menuju pintu rumahnya yang terbuka lebar. Ketika masuk ia langsung mendapati kedua orang tuanya yang terduduk kaku di sofa berwarna cokelat tua di sisi sebelah kanan ruang tamu, melihat wajah muram kedua orang tuanya membuat Eun Hye semakin khawatir. Eun Hye menghampiri kedua orang tuanya lalu mendudukan tubuhnya di sofa yang terletak berhadapan dengan sofa yang diduduki kedua orang tuanya.

“ada apa?”, tanya Eun Hye cemas. Ia yakin sesuatu telah terjadi. Nyonya Shin melirik cemas suaminya, tangannya mengenggam tangan suaminya. Menyalurkan kehangatan.

Tuan Shin menghela nafas perlahan. “Perusahaan kita diambil alih oleh Cho Yeonghwan. Ada pegawai kita yang berkhianat. Dan singkatnya, kita tidak mempunyai apa-apa sekarang”. Ucap Tuan Shin berat hati.

Terkejut? Jujur, Eun Hye benar-benar terkejut. Cho Yeonghwan? Ayah dari suaminya? Mertuanya? Eun Hye menatap bingung kedua orang tuanya. Ia tidak tahu harus bagaimana dan melakukan apa. Untuk apa ayah Kyuhyun melakukan ini? untuk menghancurkan dirinya dan keluarganya? Atau untuk menghancurkan Kyuhyun, anaknya sendiri?

“aku.. kenapa begitu appa?”. Tanya Eun Hye linglung. Sungguh, ia tidak mengerti harus bagaimana lagi.

Tuan Shin menggeleng lemah. Ia pun tidak tahu kenapa semuanya menjadi begini. Kemudian Tuan Shin teringat akan sesuatu. Tadi ketika menghubungi Eun Hye dan menanyakan keadaan anaknya, Eun Hye menjawab bahwa mereka baik-baik saja. Apakah Eun Hye belum mengetahui sesuatu?

Dengan ragu Tuan Shin bersuara. “Hye-ah, kau sudah tahu kan kalau Kyuhyun sudah tidak menjabat sebagai direktur lagi di Froex Corporation?”.

Perkataan takut-takut ayahnya membuat Eun Hye terkejut bukan kepalang. Jadi Kyuhyun selalu absen dari pekerjaannya bukan karena alasan-alasan yang selalu suaminya katakan? Eun Hye memijat keningnya perlahan. Semuanya membuat otak-nya mendadak keruh.

“Kau tidak apa-apa, sayang?”, tanya Nyonya Shin cemas. Wanita paruh baya itu kemudian bangkit menghampiri puteri bontotnya. Mengelus-elus puncak kepalanya. Eun Hye menggeleng singkat.

“Lalu apa yang akan appa dan eomma lakukan?”. tanya Eun Hye lagi.

Tuan Shin menatap sekilas isterinya yang mengangguk kearahnya. “Semua asset kita diambil alih termasuk rumah ini. jadi appa dan eomma berpikir untuk menetap di Tokyo bersama kakakmu”. Ujar mantap Tuan Shin.

Lalu Nyonya Shin kembali bersuara, “kau sendiri. Apa yang akan kau lakukan?”.

Eun Hye kembali mengurut keningnya. Ia menggeleng lemah. “aku tidak tahu. Tapi bagaimanapun aku tidak akan meninggalkan suamiku”.

Tuan Shin tersenyum bangga. Dalam keadaan seperti ini, ia bersyukur anaknya dapat dengan bijak menghadapinya.

“Kau memang anakku”.

***

            Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan mendapati bahwa isterinya tidak berada di rumah. Namun kemudian ia mengetahui bahwa isterinya pergi untuk menemui orang tuanya setelah menemukan note yang Eun Hye rekatkan di moncong boneka beruang salju besar. Kyuhyun berjalan menuju balkon kamarnya lalu kembali membuka pesan yang diterimanya dari Lee Donghae beberapa saat lalu. Tidak. Pesan itu bukan berisi mengenai cerita perjalanan bulan madu Hyung-nya itu. Melainkan pesan berisi pemberitahuan mengenai seseorang yang kini menduduki jabatan Direktur di Froex Corporation. Jabatan yang sebelumnya diduduki Kyuhyun selama enam tahun terakhir ini sebelum Pria tua bernama Cho Yeonghwan itu merusak segalanya. Kyuhyun tersenyum miring. Tidak ada satupun orang yang benar-benar setia kepada Pria tua sialan itu. Dan pria tua yang sialnya adalah ayah kandungnya itu kembali mengambil keputusan yang salah. Memberikan jabatan direktur itu kepada sepupu-nya yang bernama Lee Hyukjae? Apa ayahnya lupa bahwa ia, Cho ahra, Lee Donghae, dan Lee Hyukjae adalah empat serangkai sahabat yang kelewat dekat? Lee Hyukjae sudah barang tentu ada di pihaknya. Syukurlah, masih banyak orang yang dapat ia mintai bantuan untuk memonitor pergerakan ayah-nya.

Namun kemudian wajah Kyuhyun berubah sendu. Ayahnya ternyata memboikot semua aksessnya untuk melamar pekerjaan ke perusahaan lain. Kalau begini bagaimana mungkin ia memberikan kehidupan yang layak pada Shin Eun Hye dan calon buah hati mereka. Kyuhyun meninju keras teralis besi pembatas balkon. Ayahnya benar-benar manusia sialan jelmaan iblis. Benar-benar tak berperasaan.

Ketika sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba saja ia merasakan seseorang menelusupkan tangan melingkar di pinggangnya. Memeluknya dari belakang. Pelukan hangat dan senyaman ini hanyalah milik isterinya sehingga membuat Kyuhyun tersenyum. Isterinya tidak boleh ikut merasakan kesusahan yang sedang ia alami. Shin Eun Hye-nya harus selalu ceria dan bahagia. Kyuhyun kemudan meletakkan kedua telapaknya diatas telapak tangan gadisnya, menepuk-nepuk halus disana,

“Kau baru pulang, eh? Bagaimana kabar mertuaku?”. Tanya Kyuhyun dengan suara ceria. Berusaha menyembunyikan masalahnya dari Eun Hye.

Eun Hye mengecupi punggung suaminya yang tertutupi oleh kaus tipis berwarna putih itu. “Cho Kyuhyun, kenapa kau selalu menyimpan masalahmu sendiri? Kenapa kau tidak mau membaginya denganku? Apa aku tak cukup berharga bagimu? Aku tahu semuanya, sayang. Kenapa kau menyembunyikannya dariku?”. Eun Hye mengatakannya dengan sedikit tidak jelas karena suaranya teredam oleh isak tangisnya.

Kyuhyun kemudian membalikan tubuhnya. Ia menangkup kedua belah wajah Eun Hye. Kyuhyun menatap lembut Eun Hye yang balas menatapnya. Air mata terus saja mengalir dari manik indah isterinya. Demi Tuhan Kyuhyun tidak ingin melihat isterinya sedih. Ia kemudian menarik tubuh Eun Hye kedalam pelukannya.

“Justru karena kau terlalu berharga aku tidak ingin membuatmu bersedih sayang. Kumohon, berhentilah menangis.”. ucap Kyuhyun pelan. Eun Hye mencengkeram kaus yang Kyuhyun kenakan. Rasanya sulit baginya untuk membayangkan bahwa selama ini suaminya menghadapi masalahnya sendiri. Lee Donghae serta Cho ahra mungkin membantu Kyuhyun. Tapi tetap saja, kenyataan itu membuat Eun Hye berpikir bahwa dirinya adalah isteri yang tidak berguna. Tadi setelah dari kediaman orang tuanya, Eun Hye pergi menemui Cho ahra, kakak Kyuhyun, di asosiasi milik kakak iparnya itu. Ahra sudah menjelaskan semuanya.

“aku hanya ingin menjadi isteri yang baik untukmu, sayang.”. kata Eun Hye kemudian dibalik dada bidang suaminya.

“Kau selalu yang terbaik”. Ucap Kyuhyun sambil sesekali menciumi puncak kepala isterinya itu.

Eun Hye kemudian melepaskan diri dari pelukan suaminya. Tangannya meraih tangan suaminya dan menggenggamnya erat. “Berjanjilah apapun yang terjadi, kau akan mengatakan semuanya kepadaku”. Ucap Eun Hye penuh harap. Ia menatap Kyuhyun sendu. Kyuhyun pun mengangguk.

“sekarang saatnya kita mandi sore”. ujar Kyuhyun riang kemudian menjawil hidung isterinya. Setidaknya disaat-saat seperti ini selalu ada hal yang membuat ia dan Eun Hye bahagia. Eun Hye memiliki kebiasaan baru. Eun Hye hanya mau mandi apabila Kyuhyun memandikannya. Terang saja Kyuhyun menerimanya dengan senang hati.

***

            Cho Yeonghwan menatap malas orang yang terduduk dihadapannya. Lagi-lagi orang jalang ini.

“Bukankah kau sudah kuberitahu, aku tidak membutuhkan bantuanmu, murahan”. Ujar pria paruh baya itu tanpa belas kasihan.

Sosok berdempul tebal itu mengepalkan kedua tangannya yang ia letakkan dipangkuannya.

“Ingat perkataanku ini, Tua Bangka sial. Aku akan menyingkirkanmu”.

Cho Yeonghwan tersenyum sadis. Apa katanya? menyingkirkannya? Kemudian ia tertawa keras-keras.

“Menyingkirkanku, jalang? Tuhan saja tidak mampu melakukannya apalagi tikus got sepertimu?”. Cho Yeonghwan kembali berujar dengan keangkuhannya. “Lebih baik kau pergi sekarang juga sebelum pegawaiku menyeretmu tubuh kotormu keluar”.

Wanita itu menatap Cho Yeonghwan penuh amarah. Ia kemudian berdiri dengan kasar dari kursinya sehingga membuat kursi itu terjengkang kebelakang. Ia melangkah keluar ruangan itu dan menutup pintunya dengan kasar.

Cho Yeonghwan mengusap dagunya dengan ibu jari tangannya. Sekarang saatnya ia menghadapi wanita dari anaknya yang tidak tahu diri itu. Lihat saja sejauh mana anak kurang ajar itu dapat bertahan. Cho Kyuhyun harus bisa merasakan pahit yang dulu ia rasakan.

***

55 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 10)

  1. Omygod!!
    Tuan cho jahat bangett!!
    Bukan cuma kyu yg udh d tarik jabatannya sebagai direktur tpi keluarga shin juga u.u
    Untungnya keluarga shin tabah dengan itu semua tapi tetap aja kan, kasihan ngeliatnya huhuhu
    Siapa sih yeoja yg bermake up dempul itu?? Trus kenapa dia d panggil jalang?? Pelacur kh??
    Aaa mollaaa!!
    Jadi kyu ngidupin istrinya nanti kayak apa dong kalo seluruh perusahaan udh d block sama tuan cho??
    Isss, tuan cho ngasih siksaan nda tanggung” bangett!!
    Tapi pasti nanti ada jalan keluarnya kok, semoga ajaaaa…
    Lanjut baca part selanjutnyaaa

  2. Oh my good
    Appa kyu begitu jahatnya dirimu ingin kehidupan anaknya menderita ..
    Wanita yg cintai putra nya dibikin perusahaan keluarga nya hancur …
    dan kyu dikeluarkan menjadi ahli waris dan sbg anggota keluarga.
    jahat jahat pria tua yg bgtu kejam tdak punya hati.
    siapa wanita yg ingin skli kerja sma dgn tuan cho tp tuan cho ny gg mau …
    penasaran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s