[Freelance] Can’t You Understand My Love (part 3)

Untitled-1

Author: PFT

Genre: Romantic

Length : part  1-2

Cast :

·         Oh Sehun

·         Bae Sooji

·         OTHER

·         OTHER

Disclaimer : HI HI HI~ LOL. I’m PFT yeorobeunnn ^o^  ini ff keduaku lohh hakhak *author gaje*

Cerita ini murni inspirasiku sendiri~  castnya Semuanya milik Almighty God, dan orang tuanya masing-masing…. Kecuali Sehun oppa(?) #plakk wwkwk, bercanda woii (?) lol. Don’t be plagiator nee ^3^ and don’t be sider(Silet reader) too T.T *kalo ada… lol* satu saja comment anda  sungguh sangat berarti untukku *alay* Warning! Cerita ini mungkin aja gaje, trus banyak typo lagi deuuh (?) Ok, Enjoy ya all~ ^o^

Sehun POV’

Setelah  15 jam diperjalanan akhirnya aku sampai ke apartementku. Aku membuka Pintu apartemenku dengan tangan kanan sedangkan ditangan kiriku aku sedang memegang koperku. Setelah menuutup pintu masuk aku langsung mengambil ponsel genggamku yang berada dikantong celana kananku. Aku membiarkan koperku didepan pintu masuk, setelah melihat sofa yang cukup besar aku langsung tidur disofa itu..

“hufft….. cukup melelahkan.” Kataku. Aku mengangkat ponselku untuk melihat wallpaperku.

“Bae Sooji…..” kataku setelah melihat wallpaperku.

“maaf aku mencuri fotomu dari akun twittermu..” kataku terkekeh.

“belum sehari aku sudah merindukan Sooji.. eishh.” Kataku.

*Flash Back.

“Kamu belum pulang Sooji-ah?” Tanyaku

“jemputanku belum sampai, Sehun-ah” kata Sooji

“ah.. apakah kamu tidak takut menunggu sendirian? Ini sudah malam.” Kataku khawatir

“sebenarnya aku lumayan takut, tapi…” kata Sooji

“kalau begitu aku akan menemanimu sampai jemputanmu datang.” Kataku sambil duduk disampingnya.

“gwenchanayo.. kamu bisa pulang.” Kata Sooji

“aniyo… aku akan menemanimu.” Kataku.

“Sooji-ah, sudah sampai mana kamu belajar jepang?” Tanyaku lagi.

“aku? Mmm….. Sudah sampai ddikatakana.” Kata Sooji

“katakana?? Sudah lumayan jauh ya..” kataku.

“jauh apanya?? Sudah 1,5 tahun aku disin,tapi baru saja bisa membaca hiragana dan sedikit katakana.” Kata Sooji sambil memanyunkan bibirnya. Aigo…. Kyeopta.

“bagaimana dengan Kanji?” Tanyaku.

“kata sensei aku baru bisa belajar kanji sekitar 5 bulan lagi… heung… aku tidak pernah akan lulus ditempat ini… huaahhh” kata Sooji sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aku tertawa kecil karena melihat perilaku Sooji yang imut.

“sabar ya Ji,pasti kakmu akan lulus..” kataku menepuk punggungnya dan tersenyum kearahnya.

“kalau kamu? Sampai mana belajarnya?” Tanya Sooji

“aku sudah hampir masuk katakana.” Kataku

“mwoo?? Bukankah itu terlalu cepat? “ kata Sooji terlihat kaget.(?)

“aniyooo.” Kataku sambil tersenyum kepadanya

“jinjja?? Wuuahh daebak…. Berarti kamu sangat pintar ya… atau aku saja yang bodoh” katanya.

“aniya.. bukan begitu..” kataku seraya mengaruk-garuk kepalaku.

“lalu?” Tanya Sooji.

“karna dulu aku pernah belajar jepang…” sambungku.

“ah… begitu…” kata Sooji.

“ne, aku…” sebelum menyelesaikan kalimatku, telepon genggamku berbunyi

Aku melihat kearah teleponku. “Luhan Hyung..” batinku.

“changkamanyo…” kataku

Lalu aku mengangkat teleponku.

“waeyo?” kata Sehun.

“hari ini aku nginap dirumahmu ya Sehunniee.” Kata Luhan hyung.

“ahhh.. ne.. arraseyo…” kataku tersenyum.

“arrasoo…. Cepat pulang Sehunnie.” Kata Luhan Hyung dengan suara yang aneh.(?)

“suaramu kenapa seperti itu??? Jangan melakukan aegyo… nanti malah aku lebih mencintaimuu… haha” kataku.

“arraso… itabwayo…” kataku

“hehe…. Saranghaee, nae dongsaeng.” Kata Luhan hyung.

“ne, nado saranghae, hehe.” Kata Sehun tersenyum.

Setelah menutup teleponku aku melihat Sooji sedang memanyunkan bibirnya. Haha, kyeopta.

“kamu kenapa seperti itu?” Tanyaku

“Seperti apaa?” kata Sooji.

“seperti itu….” Kataku menunjuk bibirnya.

“aku juga tak tau hehe.” Kata Sooji.

*END FLASH BACK.

6 Years Later.

Sehun POV’

“arraso.. aku akan datang Hyung, Chukkaeyo.” Kataku lalu melihat wallpaperku lagi.

“Bae Sooji…. Aku akan kembali… tunggu aku.”  Kataku lalu mengembalikan ponselku dikantong jasku.

Author POV’

-Di Korea.

“mianhae, oppa. Aku lama.” Kata Sooji  sambil duduk disamping Luhan.

“eum…. Tidak apa-apa Sooji-ah.” Kata Luhan. Sooji tersenyum kearah Luhan sambil mengatur rambutnya yang sudah acak-acakan karena tadi dia berlari. (?)

“kenapa kamu memanggilku kesini oppa?”  kata Sooji.

“aku punya kabar baik untuk mu?” kata Luhan.

“apa itu?” Tanya Sooji penasaran.

“aku akan menikah, 1 minggu lagi…” kata Luhan.

“geure… chukkaee!! Tapi, kenapa ini kabar baik untukku? apakah kamu mencoba menyindir aku Karen aku masih single? -_-“ kata Sooji dengan wajah tanpa ekspresi.

“ani… bukan itu maksudku.” Kata Luhan seraya mengaruk-garuk kepalanya.(?)
“lalu apaa? -_-“ kata Sooji.

“kalau aku menikah berarti, sehun akan pulang…” Jelas Luhan.

“jinjja??” kata Sooji dengan menunjukkan puppy eyesnya.

“eumm.” Kata Luhan dengan menganggukkan kepalanya sekali.

“Sehun akan pulanggg ><” kata Sooji seraya memeluk Luhan.

“ya.. jangan terlalu lama memelukku… nanti kamu ketagihan.. haha.” Kata Luhan.

“aa… na cham…” kata Sooji dengan nada kesal.

“hahaha… sekarang lepaskan aku lahh. Hahahaha.” Kata Luhan tertawa.

“eiii -_-“ kata Sooji sambil melepaskan Luhan.

“Sehun akan kembali 2 hari lagi… kamu harus jadi lebih cantik… haha.” Kata Luhan.

“aku sudah cantik -_-“ kata Sooji.

“jinjjayoo? Haha.” Kata Luhan mengejek Sooji.

“eishh… kkalke…” kata Sooji kesal.

“arraso, arraso… kajima.”kata Luhan memegang tangan Sooji.

“jangan sentuh akuu -_-“ kata Sooji kesal.

“arraso… mianhae.” Kata Luhan tersenyum dan melepaskan tangan Sooji.

“Sooji-ah…” kata Luhan, memanggil Sooji.

“waeyoo?” Tanya Sooji.

“kalau memang kamu benar-benar menyukai Sehun kenapa kamu tidk percaya kalau dia menyukaimu?” Tanya Luhan.

“entahlah… aku berpikir kalau dia hanya mempermainkanku..” kaya Sooji.

“iya?? Tapi memang kelihatan kalau sehun hanya mempermainankanmu.” Kata Luhan.

“benarkan… setau aku, dia sudah punya pacar.” Kata Sooji.

“ya…. Oh Sehun tidak pernah punya pacar.” Kata Luhan.

‘’eohh?? Jinjja? Tapi dia sering menelpon dan memanggil orang yang dia telpon itu chagiya… atau dia akan bilang nado saranghae -_-“ jelas Sooji.

“geure?? Apakah orang yang menelpon dengan Sehun itu sering melakukan aegyo?” Tanya Luhan.

“ne!! sering…” Kata Sooji.

“itu… aku, ji.” Kata Luhan.

“hah?” kata Sooji bingung.

“yang sering menelpon Sehun seperti itu, itu aku.” Jelas Luhan.

“kalian berdua…. Yaoi…” kata Sooji.

“anniyooo.” Kata Luhan.

“lalu???” Tanya Sooji penasaran.

“kami hanya bercanda…” kata Luhan.

“ah.. begitu.” Kata Sooji masih agak bingung.(?)

“ye…” jawab Luhan.

-2 Hari keudian.

“iya… cepat lah datang…… Sooji sudah ada bersamaku” kata Luhan lalu menutup ponselnya. *ceritanya ini lg nelpon. Lol.*

Setelah selesai menelpon Luhan kembali ketempat meja yang sudah didudukin oleh Sooji, dan calon Istrinya.

“kamu sangat cepat, oppa.” Kata Sooji.

“iya.. sangat cepat.” Sambung jihye, calon Istri Luhan.

“aku hanya cuci tangan kok, hehe.” Kata Luhan.

“ohh, begitu… ayo kita makan.” Kata Jihye.

“selamat makan.” Kata Sooji dan langsung melahap makanan yang ada didepannya.

Tak lama, Sooji berhenti melahap makanannya, merasa ada sesuatu yang aneh(?), Luhan yang melihat tingkah Sooji langsung terseyum melihatnya.

“kenapa kamu tersenyum?” Tanya Sooji setelah melihat Luhan tersenyum.

Luhan mengisyaratkan Sooji untuk melihat kebelakang.

Saat Sooji melihat kebelakang. Dia melihat sesosok namja tinggi yang menggunakan jas bewarnah abu-abu, dengan dasi yang berwarnah merah.

“Oh Sehun….” Kata Sooji setelah melihat namja yang berdiri tepat dibelakannya.

“annyeong, Bae Sooji.” Kata Sehun tersenyum kearah Sooji.

“ah.. geure.. chukkae Hyung, nuna..” sambung Sehun dan tersenyum kearah Luhan dan Jihye.

“gomawo.” Kata Luhan dan Jihye bersamaan.

Sooji yang masih belum percaya atas kedatangan Oh Sehun masih tetap terdiam.

“Sooji-ah… senang bertemu kamu lagi.” Kata Sehun.

“eum… iya.” Kata Sooji.

“Sooji-ah…. Kamu pulang dengan Sehun saja ya… kami akan mencari makanan untuk nanti.” Kata Luhan.

“ne.. arraso. Gomawo ya.” Kata Sooji.

“iya… sama-sama… kami pergi dulu ya.” Kata Luhan.

“hati-jati dijalan, oppa.” Kata Sooji.

-Setelah Luhan dan Jihye pergi.

“kamu sudah ingin pulang Sooji?” Tanya Sehun.

“boleh boleh.” Kata Sooji.

“arraso, kajja.” Kata Sehun.

“iya… ayoo.” Kata Sooji sambil tersenyum.

-Didalam mobil.

“apakabarmu Sooji?” kata Sehun tiba-tiba.

“nan?? Baik-baik saja, kamu sendiri?” Tanya Sooji.

“baik-baik saja..” jawab sehun.

“geure… sehun-ah… aku ingin bertanya.” Kata Sooji.

“Tanya apa?” kata Sehun.

“apakah, kamu benar-benar mencintaiku?” Tanya Sooji  sambil menundukkan kepalanya malu.

“ehh?” Tanya Sehun.

“apakah kamu masih menyukaiku?” Tanya sooji lagi dengan malu.

“bagaimana denganmu?” Tanya Sehun.

“apakah kamu menyukaiku?” Tanya Sehun lagi.

“iya….” Jawab Sooji.

Sehun POV’

“apakah kamu menyukaiku?” Tanyaku kepada Sooji.

“iya….” Jawab Sooji.

Langsung kurasa jantungku berdetak sangat cepat. Bae Sooji, menyukai ku?? jinjja…? Apakah aku tidak mimpi?

“ya! Aku sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang jawablah pertanyaanku.” Kata Sooji tiba-tiba.

“aku…..” kataku.

“ya! Tentu saja aku masih menyukaimu! Aku mecintaimu Bae Sooji!” kataku dengan penuh keberanian.(?)

Kulihat wajah Sooji me-merah, ternyata sampai sekarang dia masih sangat manis. Aku tersenyum melihat wajahnya yang sudah merah itu.

“kenapa kamu melihatku seperti itu??” Tanya Sooji.

“karna kamu sangat manis.” Kataku.

Blush…. Kulihat pipi Sooji makin me-merah, makin manis. Haha. Dia menutup wajahnya dengan kedua tagannya. Aku memegang tangannya.

“aku ingin melihat wajahmu, Sooji-ah… kamu benar-benar sangat manis.” Kataku.

“Ya!! Hajimaa…. Nanti mukaku akan semerah udang rebus.” Kata Sooji.

“haha.. arraso…, Sooji-ah aku ingin membawam kesuatu tempat. Gwenchanayo?” Tanyaku.

“eumm…. Gwenchana.” Kata Sooji sambil tersenyum kearahku.

-Ditempat les.

“untuk apa kamu membawaku disini?” Tanya Sooji.

“aku ingin mengenang masa laluku denganmu.” Kataku.

“na… cham..” kata Sooji.

“kajja… kita duduk ditempat yang biasa.(?)” katak sambil menarik Sooji ketempat duduk yang ada didepan tempat les tersebut. Aku dan Sooji duduk bersebelahan.

“ingatkah kamu ji?” kataku.

“ingat apa?” Tanya Sooji.

“kenangan kita disini?? Disaat kamu harus menunggu ayahmu menjemput mu?” kataku.

“yup! Tentu saja aku ingat.” Kata Sooji.

“ah… sebentar… aku punya hadiah untukmu.” Kataku.

“eum… palli… Sehun-ah.” Kata Sooji.

“ne..” kataku, dan langsung berjalan menuju mobilku, setelah sampai dibagasi, aku emnggambil sesuatu dan menyembunyikan dibelakangku, Sooji menatapku dengan keheranan. Aku hanya tersenyum sambil berjalan mendekatinya.

“Bae Sooji… aku ingin kamu menerima ini……” kataku.

“menerima apa?” Tanya Sooji.

“ini….” Kataku seraya memberikan 1 buket penuh dengan Bungan mawar berwarnah merah darah. Kulihat Sooji terpanah melihat bunga-bunga  tersebut.(?)

“ini, untukku?” Tanya Sooji.

“ne… aku ingin kamu menerimanyaa.” Kataku. Sooji mengambil buket bunga ini dari tanganku, tangan kami bersentuhan. Blush… pipi Sooji memerah lagi.

“Gomawo… bunga-bunga ini cantik.” Kata Sooji sambil tersenyum manis karena melihat bunga tersebut. Tak lama senyuman manisnya itu hilang dari wajahnya karena melihatat suatu catatan yang terdapat pada buket bunga itu. Senyuman manisnya tergantikan oleh ekpresi kagetnya (?).

“kamu harus menjawabnya….” Kataku setelah menegetahui apa yang dilihat Sooji.

Tak lama dia mengambil catatan itu dan tersenyum kearahku.

“untuk apa kamu menanyakan hal ini, Sehunnie? :>” kata Sooji, dengan seyuman misterius yang membuatku penasaran.

“kau tau kalau aku pasti akan menjawab iya.” Kata Sooji tersenyum manis.

“jinjja?” Tanyaku memastikan. Sooji mengangguk sekali dan tersenyum kearahku. Karena merasa begitu bahagia(?) langsung kupeluk erat badan mungil Sooji, Finally!! After 8 years, akhirnya Sooji menjadi milikku.

*Di Depan rumah Sooji.

“gomawo, Sehun-ah…. Jangan lupa kencan kita besok.” Kata Soojiagak sedikit malu.(?)

“eumm…, aku akan menjemputmu.”kataku.

“arraso.. sekarang pergilah.” Kata Sooji.

“aku akan pergi jika kamu sudah masuk dalam rumah.” Kataku.

“eishh, arrso.. kkalke.” Kata Sooji dan langsung masuk kedalam rumahnya.

Sooji POV’

*di dalam rumah.

“kamu ingin makan Sooji-ah?” Tanya ibuku.

“aniyo, gwenchanayo eomma, aku sudah mengantuk.” Kataku.

“arraso, eomma akan menyimpan buah didalam kulkas, makanlah jika kamu lapar nanti malam.” Kata Eooma.

“ne, eomma. Gomawo.” Kataku dan langsung naik ke kamarku.

-besok hari.

Jam 8:30 aku, bersama keluargaku duduk dimeja makan untuk makan pagi bersama, adikku, soojin duduk disapingku, sedangkan adikku yang satu (?), sangmoon,duduk didepanku, diatas meja sudah terdapat berbagai macam makanan, mulai dari pancake telur, kimchi, dll, aroma dari teh ginseng sangat tercium karena eomma baru saja selesai merebus ginseng, yang kami tanam dibelakang rumah kami.

“jaa…, mari kita makan.” Kata Eomma.

Aku belum punya selera makan, karena aku masih bingung mau menggunakan baju apa nanti.

“Sooji?” panggil Eomma, tiba-tiba.

“ne?” jawabku.

“makanlah, makananmu akan segera dingin.”

“dia belum bisa makan, eomma. Dia sedang memikirkan namjachinggunya.” Kata Sangmoon tertawa kecil.

“ya!!!!!” kataku kesal.

“ahahahaha.” Sangmoon tertawa dengan girangnya, membuatku tambah kesal.(?)

“Sooji sudah punya pacar??” Tanya eomma.

“aniyooo.” Kataku sambil menundukkan kepalaku, karena malu.

“Sooji neun, harusnya sudah menikah…. Kamu sudah lumayan tua.” Kata appa.

“appa -_- aku belum tuaaa, aku baru saja 25 tahun.”  Kataku kesal.

“dia sudah tua bukan..” kata appa mengejekku

“aniyooo.” Kataku kesal.

“tapi kenapa eonni belum menikah juga” Tanya Soojin.

“karna, aku sedang menunggu pria yang kucintai ini melamarku.” Kataku terennyum, mengingat wajah Sehun.

“wuaaahhhh……” kata Sooji kagumm.

“tapi kamu seharusnya sudah menikah, nuna, nanti saat kamu sedang menggunakan baju pengantin akan terlihat jelek, karena kamu sudah tua.” Kata Sangmoon.

“ya!! Kalau begitu kamu juga sudah tua -_- umurmu sudah 24 tahun.” Kataku kesal.

“tapi aku masih ganteng.” Kata sangmoon sambil pose aneh(?)

“aku hampir muntah mendengarnya.” Kataku.

“sudahlah, ayo cepat makan.” Kata Eomma.

Jam 3 siang hari, aku sudah menunggu Sehun didepan rumahku, aku menggunakan dress berwarna orange, dengan sepatu flat warna hitam.

“Sehunnie!!” kataku Setelah melihat Sehun berjalan kearahku.

“yeppo…” kata Sehun setelah tiba didekatku.

“gomawo….” Kataku menundukkan kepalaku.

“kajja…” kata Sehun seraya menggenggam tanganku.

“eummm…”  gumanku sambil memegang tangan Sehun yang hangat.

-dihalte bus

“ayo naik, busnya sudah datang..” kata Sehun menarik tanganku.

“ne..” kataku mengikuti Sehun.

Aku menaiki bus dan duduk dibangku yang paling belakang dibus itu.(?)

Sehun duduk disampingku, dia memakai headset satunya ditelinga sebelah kirinya, sedangkan yang satunya digunakan di telinga kananku.

“dengar  baik-baik lagu ini, sooji-ah.” Kata sehun. Aku tidak menjawabnya, aku hanya berkonsentrasi mendengar lagu itu.(?)

 

Aju jageun geoshirado neol himdeulge haji motage
Hangsang jikigo shipeo I’m eternally love

 

I alway want to protect you
So that even the small things won’t tire you out, I’m eternally in love

 

yeah, dan han beonman ne yeopeseo
Bareul matchwo georeo bogopa han beon,
Ttak han beon manyo

 

Taken by the soft wind to your world
You asked me brightly where I came from to your side
And I told you that It was a secret
Wherever we walk together
Will be paradise

 

–      EXO Angle.

 

Setelah mendengar beberapa lagu, akhirnya kami sampai ketempat tujuan.

“namsan tower….. yeppoda.” Kataku dengan senyuman diwajahku.

“haruskah kita naik?” Tanya Sehun.

“ne.” kataku tersenyum kearahnya dan langsung menarik Sehun masuk kedalam namsan tower.

-di dalam namsan tower.

“I hope you’ll be my last love, Sehunnie. Saranghae.” Itu lah yang kutulis digembok berwarnah orange yang baru saja dibeli Sehun.

“Sehun-ah… biarkan aku melihat apa yang kamu tulis.” Kataku tersenyum sambil sedikit menunjukkan aegyoku.(?)

“aniyoo…. Kamu tidak bisa melihat ini.” Kata Sehun menjulurkan lidahnya.

“waeee??” kataku.

“hahaha, kajja….” Kata Sehun. Setelah itu kami berdua memasang gembok itu secara bersamaan dan membuang kunci itu, berharap harapan yang kami tulis bisa menjadi kenyataan.

“mokja..” kata Sehun menatapku sambil tersenyum.

“eumm.” Kataku sambil tersenyum juga.

-Selesai makan(?)

“hmmm? Ada seuatu disudut bibirmu, ji.” Kata Sehun.

“nee?” kataku tak mengerti.

Dia memajukan badanya (?) dan mengelap sudut bibirku dengan jari jempolnya.

Blush…. Pipiku memerah lagi.

Aku melihat dia tersenyum.

“aku sangat suka melihat wajahmu seperti itu…. Neomu yeoppo.” Kata Sehun tersenyum.

“ahh,, jebal.” Kataku menutup wajahku dengan kedua tanganku.

Tak lama, aku merasa ada seseorang duduk disampingku, ternyata itu Sehun.

“wae? Kenapa kamu pindah? ._.” Tanyaku.

“jangan marahmya.” Kata Sehun.

Apa maksud Sehun……

Aku membelalakan mataku, karena kaget ternayata Sehun telah mencium bibirku tanpa kusadari(?)

MY First Kiss

Aku menutup mataku untuk mengontrol detak jantungku(?) wajahku memerah lagi.. eishh.. tak lama dia melepaskan ciumannya.

upaca pernikahan Luhan oppa.

“apakah, kamu, Xi Luhan, menerima Song Jihye, untuk menjadi istrimu?”

“Ya! Aku bersedia.” Kata Luhan oppa.

“Apakah, kamu Song Jihye, menerima Xi Luhan Menjadi Suami mu?”

“Ya! Aku bersedia.” Kata Jihye Eonni.

“Kalian berdua telah sah menikah, kamu sekarang bisa mencium pengantinmu.”

Kulihat Luhan oppa mendekatkan kepalanya kearah Jihye eonni dan mencium lembut bibirnya(?), aku ingin cepat-cepat menikah(?) melihat cicin indah yang menghiasi jari manis di tangan kananku.

Aku melihat kearah jariku.

“mmm…. Masih kosong.” Batinku.

tak lama, seseorang menepuk pundakku,

“Sehun dimana?” Tanya Luhan Oppa.

“Molla, aku sudah menunggunya selama 2 jam didepan rumahku, tapi dia tak kunjung-kunjung datang. Menyebalkan.” Kataku dengan kesal.

“Dia pasti datang Sooji-ah… tenang saja ya, dan nikmatilah acaranya.” Kata Luhan.

“Gomawo oppa, oh iya, Chukkaeyo!! Kamu Sudah resmi menikah.” Kataku dengan tersenyum.

“haha, gomaow Sooji-ah. Ah, jangan Lupa makan yang banyak.” Kata Luhan tertawa.

“iyaaa.” Kataku.

Tak lama aku melihat sesosok namja berpostur tinggi, kulitnya putih bersih (?) sedang berlari menuju arahku dan Luhan Oppa.

“Hyung, mian aku terlambat! Chukkaeyooo!!” kata Sehun yang baru saja sampai.

“kenapa kamu baru datang, Sooji kesepian tadi.” Kata Luhan.

“aku Sibuk, mianhaeyo… Sooji-ah, kamu marah bukan?” Tanya Sehun kepadaku.

Aku tidak menjawabnya, menatap mukanyapun tidak, aku sangat kesal pokoknya.

“aigoo, hyung lihatlah, dia sangat manis jika sedang marah bukan?” kata Sehun tersenyum.

“geureyo… dia sangat manis, haha.” Kata Luhan oppa mengejek.

“aku pergi dulu ya..” kata Luhan Oppa.

“ne, hyung.” Kata Sehun.

Kulihat Sehun duduk disampingku.

“nae, cheonsa…. Apakah kamu masih marah?” Tanya Sehun.

Aku tidak menjawabnya, karena masih merasa kesal.

“aigo… kalau kamu tidak menjawabku, aku akan mencium mu.” Kata Sehun menggodaku.

“hana… dul…” kata Sehun

“iyaa, aku marah.” Kataku.

“apa karena aku tidak menjemputmu?” Tanya Sehun.

“geure!! Aku menunggu selama 2 jam sehingga kakiku rasanya ingin patah.” Kataku kesal.

“arraso.. Mianhaeyo Chagiya.” Kata Sehun tersenyum kepadaku. Senyumannya selalu membuatku luluh.

“baiklah, aku memaafkanmu.” Kataku.

Dia tersenyum kepadaku

“mokja..” kata  Sehun.

29 responses to “[Freelance] Can’t You Understand My Love (part 3)

    • sebenarnya part 3 ini udh selesee, tapi karna buru-buru pen post,jadi ke cut -3-v jadi ini baru mau start bikin part 4 *curcol(?)*

  1. Cie….. cie….

    So sweeet bnget…
    Seru thor~

    Next chapny jngn lma” y thor……

    Keep writing thor~

  2. aigoo so sweet nya kkkkk
    akhirnya hunzy bersatu setelah 8 taun!!!
    mantap banget!!!
    salut sama sehun-suzy yang udah ngejaga perasaan mereka masing masing, sampe akhirnya mereka bersatu kembali :’)))
    akhirnya luhan nikah kkkk berarti udah gabisa ganggu suzy kkk

  3. Akhirnya, setelah 8 tahun menunggu, Sehun bisa mendapatkan Sooji 🙂 YEHET!! :”
    Sumpah Sehun Sooji so sweet BGT :3 bikin envy :”v Kerennn thor 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s