[Freelance] Memories (Sequel of Delusion)

Memories

Title: Memories(Sequel of Delusion)

Author : Randika Jung (@RandikaOh)

Main Cast:

Ahn Min Jung (OC/You)

Byun BaekHyun (EXO K)

Xi Luhan (EXO M)

Other cast :

Kim Jong In (EXO K)

Jung Ah Na (OC)

Park Chanyeol (EXO K)

Zhang Yi Xing (EXO M)

Length : Chapter

Genere : Romance, sad, little bit angst

Rating : 15+

Disclaimber : ini ff ku hasil pemikiran saya sendiri. Don’t be siders,, don’t be palgiator. Recommend Song :             Memories – Super Junior

Kyuhyun Super Junior – Love dust

Beethoven- Love story

Author’s Note :

Hey, hey aku kembali lagi membawa sequel yang kalian minta 😀 tenang aja biar pun yang ini aku tulis chapter Love In Danger nya tetep aku lanjutin kok, aku beriringan nulisnya 😀 kadang aku sulit banget buat ngebayangin yang Love In Danger soalnya itu buat dapet gregetnya harus bener-bener dan kadang malah muncul ide buat cerita yang lain dan jadilan Delusion yang kemarin dan ini. Buat sequelnya Delusion akan aku buat berbeda titlenya tapi masih dalam satu paket ya tetep sequelnya dan satu set Chapter mungkin sekitar 3-5 chapter yang akan aku buat 😀 oh ya hampir lupa yang tulisananya italicatau di cetak miring berarti flashback , perhatiin tanggal yang aku buat juga oke 😉

Baca juga : Delusion

Happy Reading !!

 

___oOo___

Mei 2014

Waktu berlalu dengan begitu cepat, kau masih membiasakan diri tanpa kehadirannya. Masih terasa berat untukmu melepaskan dia. Bahkan hari dimana seharusnya kau sah menyandang setatus istrinya pun sudah berlalu. Kau tidak bisa seperti ini terus lari dari kenyataan terpahit dalam hidupmu. Kau berusaha menghindari laki-laki itu, laki-laki yang membuatmu terlalu cepat merasakan sakit.

Kau menghindarinya sejak kepulanganmu dari Mokpo bahkan kau rela membeli apartemn baru demi menghindari kemungkinan kehadirannya di apartemen lamamu. Sudah berkali-kali ibumu menawarkanmu untuk pindah kembali ke Kanada menjalani hidupmu seperti dulu, tapi masih ada yang mengganjal di dalam hatimu kau masih berat meninggalkan negara ini ya walaupun kau baru sebentar disini, tapi berat rasanya ingin pergi dari negara ini, meninggalkan kenangan itu, tapi itu percuma bahkan kau berusaha menghindarinya saja kenangan dan bayangannya selalu mengikuti jalan pikiran mu kemanapun kau berpikir semuanya hanya akan tertuju padanya, pada kenangan kalian.

Bahkan kau sampai mengubah fakultasmu, tapi kalian masih dalam satu Universitas yang sama, jika dulu kau mengambil fakultas managemen seperti dia ,sekarang kau lebih memilih ke fakultas seni, seni musik lebih tepatnya. Orang tua mu memakluminya jika kau mau mengubah fakultasmu di penghujung semester bulan Januari lalu, terutama ibumu, beliau benar-benar turut merasakan sakit yang kau rasakan. Ini pertama kalianya kau merasakan perasaan seperti ini dan sejenisnya, sebelum ini kau hanya terfokus dengan sekolah dan senimu.

Bukan hal yang mudah merubah jurusan dari managemen menjadi jurusan seni ini berlawanan arah seperti kutub magnet yang searah. Namun semua itu bukan masalah yang besar untukmu, test untuk masuk fakultas seni tidak lah sesulit yang kau bayangkan hanya ilmu-ilmu dasar saja yang pernah kau pelajari saat kau berada di kanada.

Kurang lebih selama empat bulan kau seperti bukan dirimu, kau menutup-nutupi lukamu dari siapapun. Kau tidak pernah menceritakan kepada siapapun tentang pernikahan mu yang batal begitu saja. Kau hanya diam memendam semuanya sendiri hanya ibumu tempat kau membagi cerita. Belakangan kau seperti kehilangan sebuah senyummu, kau menjadi seperti robot yang akan tertawa saat ada yang lucu, akan tersenyum saat ada yang memanggil mu dan akan menangis bila kau perlu, tapi sejauh ini kau tidak pernah menangis lagi setelah seminggu kau memutuskan hubungan kalian, hanya hari itu saja kau menangis cukup sekali.

Memasuki fakultas seni musik ini seperti menemukan jiwamu kembali, kau mencintai musik dalam hidupmu, kamu menyukai harmonisasinya yang begitu indah, perpaduan dan ketukan suara yang begitu pas untuk di dengar, kau menyukainya sangat menyukainya. Kau menemukan banyak teman di fakultas seni musik ini, mereka ramah. Bahkan saat kabar kepindahan mu terdengar oleh para mahasiswa dan mahasiswi kalangan seni ini mereka menaruh harapan penuh padamu, kau sempat menjadi topik hangat mereka entah dari kalangan hobae, ataupun sunbae. Kau merasa terkejut saat sunbaemu yang berdarah China menghampirmu mengajakmu untuk memadukan harmonisasi biola yang ia mainkan dan paino yang kau mainkan, kau merasa tersanjung dengan tawaran itu, kau masih pemula di fakultas ini tapi keantusiasan mereka terhadapmu begitu besar, paslanya mereka tau kau seorang Ahn Min Jung seorang pianis yang pernah memenangkan piala di eropa dengan harmonisai yang kau buat sendiri.

Kau mengenal banyak orang disini tapi akhir-akhir ini kau selalu dekat dengan Park Chanyeol, dia satu kelas dengan mu dia si happy virus yang menebarkan senyumnya kemanapun dia pergi, kau begitu dekat dengannya hanya sebatas teman saja, kau menyukainya karena dia begitu ramah dan tidak pemilih pada teman, dia pandai memanikan gitar tak jarang kau sering memita Chanyeol mengajarimu bermain gitar. Sepekulasimu timbul bahwa bermain gitar itu tidak semudah yang kau lihat hanya tinggal memetik senar dan akan menghasilkan nada yang indah. Kau menyerah saat jari-jarimu sudah memerah saat menekan senar-senar itu.

Ada Zhang Yi Xing, dia si pria keturunan China, memiliki lesung pipi yang indah, orang bilang lesung pipi adalah suatu kecacatan dalam diri maunia tapi menurutmu itu salah, justru lesung pipi seperti kesempurnaan sendiri yang Yi Xing miliki, dia sama sepertimu memainkan piano, dia sempat terkejut ketika melihatmu masuk kedalam kelasnya. Dia begitu antusias terhadapmu, kalian sering bertukar pikiran tentang  gaya bermain piano kalian yang berbeda, tentu saja Yi Xing selalu mengunggulkan mu, namun kau merendah. Menurutmu permainan piano itu indah dan lagi Yi Xing bermain piano secara otodidak tanpa harus berguru pada seseorang dia dapat melakukannya sendiri belajar sendiri, menurutmu dia jenius.

Ada juga Jung Ah Na, balerina yang selalu menyukai karyamu, dia selalu menggunakan alunan pianomu untuk berlatih. Begitulah kurang lebih yang selalu ia katakan padamu. Kau menyukai gadis itu. dia terlihat sempurna saat menari, kalian berteman baik saat ini.

Hari ini kau di undang oleh Ah Na untuk melihat pertunjukan kelas menarinya. Ini adalah kelas terbuka bagi siapapun yang ingin melihatnya. Kau mengiyakan ajakan Ah Jung padamu, kau merasa tidak enak untuk menolaknya, kau berfikir akan mengajak Chanyeol dan Yi Xing untuk menemanimu menonton, dan mereka mau tapi dengan satu syarat kau harus mau menemani mereka menonton latihan bola dari fakultas olahraga pada besok siang , dan menurutmu itu tidak buruk.

Kau duduk di deretan nomor dua dari depan, kau melihat beberapa pasang penari yang sedang menunjukan keahlian mereka dan salah satu dari mereka adalah Ah Na, kau memandangi dua orang laki-laki yang tengah asik bercengkrama di bagian belakang dekat cermin, kau seperti mengenal mereka. Dua orang laki-laki yang memiliki perbedaan pada kulit mereka. Dan sekarang gilirang mereka menari, laki-laki yang masih kau pertanyakan dalam benak mu. Kau bertanya pada Ah Na yang baru saja datang menghampirimu, dia menyapa Yi Xing dan Chanyeol bergantian. Ah Na menjawab bahwa kelas ini bukan hanya adari kelas balet saja, ada kelas salsa, kelas kontemporer dan juga kelas jazz. Semua itu jenis tarian yang sama sekali kau tidak mengerti. Gadis itu melanjutkan ucapannya menjelaskan bahwa laki-laki yang kau tanyakan tadi adalah laki-laki dari kelas kontemporer, mereka adalah penari terbaik di dalam keals itu, yang berkulit tan adalah Kim Jong In, dan yang berkulit putih pucat Oh Sehun. Kau mengagguk mengerti, kau mengenal mereka, mereka adalah sahabatmu saat di kanada, saat kau duduk di bangku Sekolah menengah pertama.

Semua kegiatan mu itu memang mengalihkan mu dari segalanya, segalanya yang mengarah pada laki-laki itu dan kenanganmu, namun semua itu hanya sementara saja tidak sampai saat kau pulang ke apartemenmu, kau akan berubah menajdi pendiam. Kau bahkan hanya memandangi keluar jendela kamarmu yang langsung menunjukan gemerlap malam kota Seoul.

__M E M O R I E S__

Malam ini hujan membasahi kota Seuol, kau masih setia duduk di depan jendela yang ada di dalam kamarmu, kau memandang keluar kearah jendela. Malam begitu larut, kau seperti ingin menangis malam ini seperti langit, seolah hujan mewakili setiap perasaanmu. Kau memejamkan matamu sejenak, kau bergumam lirih kau tidak sadar hal apa yang kau gumamkan.

“Apa dia sama seperti ku? Apa dia merindukan ku?”

Kau tersadar akan hal apa yang baru saja kau ucapkan, seperti ada sesuatu yang mendorong perasaan mu untuk menangis malam ini. Perasaan ini sudah kau tahan selama empat bulan lamanya. Dan sialnya kau seperti melihat sosok yang kau rindukan itu ada di hadapanmu, melangkah mendekat dan tersenyum manis padamu. Tangis mu pecah begitu saja, bahumu bergetar, airmatamu tak mampu kau tahan lagi, kau tak mau munafik soal rasa rindu itu. kau mendekat, mendekat pada apa yang kau lihat, kau berusha menyentuhnya dan ternyata itu hanya ilusimu, kau terlalu merindukannya. Ini terlihat nyata, kenapa ilusi itu justru terlihat nyata di saat yang tidak tepat.

Kau menekuk kedua lututmu dan memeluknya, kau menangis, bahumu bergetar sangat hebat bukan hanya menangis seperti saat pertama kau kehilangannya, rasa sakit ini bertambah begitu banyak, kau membencinya tapi kau mencintainya, kau kehilangan dia tapi kau begitu membutuhkannya, dan yang paling penting kau meridukannya. Di saat-saat dia akan merengek manja padamu, di saat dia yang akan mendekapmu penuh kehangatan, di saat dia menyentuh wajahmu. Kau meridukan laki-laki itu lebih dari apapun saat ini.

Kilatan kenangan itu menyeskan hatimu saat ini, jika saja kau sekarang sudah menajdi istrinya pasti dia akan mendekapmu hangat kedalam peluknya, membawa kepalamu ke dadanya dan mendengar debaran jantungnya. Tangisan mu kini seperti tiada artinya, menangisi apapun saat ini tidak aakn merubah segalanya, semuanya tetap sama semua sudah berlalu terlalu jauh kau bahkan hampir tidak pernah bertemu dengannya.

Kau menatap jari manismu, bahkan kau masih mengenakan Couple ringyang kalian guanakan untuk mengikat satu sama lain satu tahun yang lalu. Kau membenci kenyataan ini, kenapa dulu kau harus bermain-main dengan cinta sedangkan kau sendiri tidak ingin merasakan sakit yang mendera begitu hebat seperti ini. Semuanya tidakakan terhapus begitu saja rasa sakit dan kenangan itu tetap tinggal di hatimu menjadi satu.

Air matamu semakin deras saat kau melepskan cincin tunangan kalian, antara tega dan tidak kau ingin membuangnya, namun kenyataannya kau sama sekali tak sanggup ini barang berharga yang kau miliki, namun ini sekaligus barang yang mengingatkan mu tentangnya. Kau menggenggam cincin itu erat, kau tak ingin kehilangan cincin ini sama seperti saat kau kehilangan orang yang menyematkannya di jari mansimu, kau memeluk genggaman tanganmu yang berisi cincin itu, kau semakin menangis menjadi-jadi, kau seperti orang yang hampir gila, menangis dan berteriak sesuka hatimu. Tapi kau tak tahan menahan semua sakit ini, nyeri itu seperti menjalar di seluruh hatimu, kau berhenti berteriak tapi tangisan mu itu masih mendominasi ruangan ini, suara isakanmu, rasa sakit saat kau susah benafas karena sesak di dalam hatimu.

Kau berusaha menenangkan hatimu, kau beralih kedapur mengambil satu cangkir dan menuangkan air putih yang baru saja kau ambil dari kulkas. Baru saja kau akan meminumnya namun cangkir ini mengingatkanmu padanya kembali, kalian membeli cangkir yang sama, ini cangkirmu dan cangkirnya berada di rak gelas yang masih tersusun rapi. Kau meletakkannya kembali, ini membuatmu semakin buruk sangat buruk, dua cangkir yang sama namun hanya ada satu pemilik, dan satu pemiliknya menghilang. Semuanya hanya tinggal kenangan saja, kenangnan yang akan kau pendam, perasaanmu seperti menjadi sia-sia kali ini.

Semuanya menjadi kesialan tersendiri bagimu kali ini, kau justru terus mengingatnya, saat dia memelukmu dari belakang, membuatmu terkejut. Di hari pertama kalian menjalin hubungan yang sebenarnya, kau pergi ke Mokpo, kau ingat saat kau lupa meminum vitaminmu Baekhyun akan selalu mengingatkanmu, mengingatkanmu tentang keteledoranmu menjaga dirimu sendiri. Tak jarang kau kelelahan dan sakit ini membuat Baekhyun harus merawatmu dan memarahimu atas keteledoran yang kau lakukan. Tapi kau suka saat dia memarahimu atas apa yang kau lakukan, dia masih memperhatikanmu bagaimanapun itu. tapi ada rasa penyesalan tersendiri, kenapa kau dari awal tak menanyakan apa dia sudah memiliki kekasih atau belum, ini salah mu!

Kau berusaha menenangkan dirimu, menguatkan dirimu sendiri kau Ahn Min Jung kau tak boleh menangis, kau tak boleh selemah ini. Kau mengambil nafas sejenak dan menghembuskannya namun semuanya sama saja saat kau berusaha membung nafas itu, nafasmu seperti tercekat begitu saja, dadamu begitu sesak, kau tak sanggup lagi jika mengatakan bahwa kau baik-baik saja. Kau terlalu munafik.

Kehilangan dia itu seperti sepatu yang tidak bersama pasangannya, akan terasa aneh jika hanya ada satu sepatu di kaki seperti itu yang kau rasakan kau seperti tak sempurna tanpa kehadirannya, kehadirannya begitu hidup dengan kenangan itu, kenangan di hatimu, semua yang kau lakukan pun sia-sia jika orang dan keanngan itu masih saja hidup di hatimu.

Kau mulai berfikir ulang tentang tawaran yang ibumu berikan, untuk kembali kekanada tapi semuanya segera kau tepis. Tidak! Kau masih belum siap meninggalakan tempat ini, ya walaupun kau merasakan sakit yang mendera hatimu layaknya badai menghantam gelas kaca dan membuatnya pecah. Kau pikir hatimu juah lebih remuk dari pecahan kaca yang terhantam badai.

Kau mengingat kata-kata manis itu lagi, kata-kata yang membuatmu tersenyum, tersenyum manis. Saat dia memandangimu lembut, jika perjodohan itu tidak ada maka semuanya akan tetap baik-baik saja. Bisakah pikranmu tak memikirkan hal itu kembali, tidak! Kau sama sekali tidak bisa, sudah berkali-kali kau mencobanya tapi kesunyian seperti sedang berusaha mengolok-ngolokmu, kau bukan perempuan yang tegar seperti dulu.

Kau seperti melihatnya lagi kali ini, melihat dia di depanmu, memandangimu lembut seperti akan meraihmu, menghapus air mata yang terjatuh membasahi pipimu. Tapi kau sadar itu hanya delusimu, delusi yang sangat menyiksa hatimu, sebesar inikah kau merindukannya. Kau ingin menyentuhnya, kau ingin meraihnya, dan kau melihatnya dengan secara nyata, air matamu terjatuh saat melihat delusimu, kau tak bisa bertahan dengan kekeras kepalaanmu saat ini. Kau berteriak kembali kau semakin frustasi, kau meneriaki bayangan di depanmu.

“Kenapa kau hanya delusi! Kenapa kau tidak nyata! Kenapa kau menyakitiku Baekhyun kenapa?! Kenapa kau menghianati ku! aku membencimu sangat membencimu! Pergi dari hidupku, ku mohon, aku tak sanggup jika harus merindukanmu setiap saat! Dan setiap saat juga aku harus berhalusinasi melihatmu di hadapanku! Kau tidak pernah tau betapa aku mencintaimu”

Kau berfikir bahwa dirimu mulai gila, kau meneriaki ilusimu sendiri. Kau mulai menopang mukamu dengan kedua tanganmu, tangisan itu semakin hebat. Rasa rindu itu menyiksamu sangat menyiksamu. Kau ingin melihat dia, ingin menyentuhnya, ingin memeluknya, tapi percuma dia seperti lelah untuk mencarimu.

__M E M O R I E S__

Kau terbangun dengan mata yang besar, matamu sembab. Kau menangis hebat semalam bahkan keadaan kamarmu begitu berantakan. Kau mendesah pelan menyadari yang kau lakukan tadi malam. Hal ini akan terus berlangsung jika kau tak bisa maengontrol emosi dan rasa kerinduanmu tentang dia. kau berusaha mengalihkan perhatianmu saat ini, kau melirik jam yang ada di dinding kamar mu, ini masih pukul delapan pagi, kau masih mempunyai dua jam untuk membersihkan apartemen dan bersiap-siap untuk menemui Chanyeol dan Yi Xing.

Kau mulai mengikat rambutmu keatas, segera kau mengembalikan barang-barnag yang berserakan seperti semula. Baru beberapa menit kau membersihkan apartemenmu namun bel berbunyi mengganggu aktivitas yang kau lakukan. Kau membukanya, dan kau sedikitterkejut tidak ada seorang teman pun yang pernah mengunjungimu tapi sekarang kau melihat dua laki-laki dan satu perempuan di ambang pintu apartemenmu, mereka tersenyum konyol menyapamu pagi ini.

“Hey Jung? Apa aku mengganggumu? Kami sengaja berkunjung untuk pergi melihat latihan sepak bola yang Cahnyeol katakan”

“Oh, tidak kalian tidak mengganggu masuklah aku baru saja membersihkan apartemen”

Jong In, Sehun dan Ah Na mulai masuk kedalam apartemenmu. Mereka sedikit terheran memandangi apartemenmu yang begitu berantakan, padahal kau ini orang yang sangat benci dengan sesuatu hal yang tidak rapi. Jong In memandangimu penuh tanya, seolah dia menanyakan apa yang terjadi padamu? Dia tau betul jika kau sedang ada masalah maka kau akan memendamnya sendiri dan lebih memilih melampiaskannya pada barang-barang yang ada di sekitarmu. Kau hanya menggelengka kepalamu dan tersenyum manis.

Kau baru tau jika Ah Na adalah kekasih Sehun, kau sedikit terkejut. Tapi untuk apa terkejut terlalu lama tidak kau pungkiri bahwa pesona seorang Oh Sehun sangatlah hebat, dia tampan, bermuka dingin, putih, tinggi memliki rahang yang tegas seperti idaman para gadis lainnya, jadi beruntunglah Ah Na yang menjadi kekasih Sehun. Kau sedikit iri melihat Sehun tersenyum hangat pada Ah Na kau seperti merindukan hal yang baru saja di lakukan Sehun, satunama yang kini terngiang di kepala mu. Baekhyun. Kau meninggalkan teman-teman mu di ruang tamu saat ini, kau harus bersiap-siap untuk menonton latihan sepak bola yang telah kau janjikan pada Chanyeol.

__ M E M O R I E S __

Kurang lebih 30 menit yang lalu kau baru saja sampai di lapangan yang berada di Universitas mu, kau sendiri duduk di dekat Chanyeol, sedangkan Yi Xing dia berada di barisan depanmu, teman-teman mu yang lain juga berada di depan mu hanya kau dan Chanyeol yang berada di baris nomor 4 dari depan ini, ada satu tempat duduk kosong di dekat Chanyeol, ia bilang itu untuk sahabatnya yang sedang perjalanan kemari.

Kau sedikit jengah dengan ocehan Chanyeol yang mengatakan bahwa kau harus mengenal sahabatnya, kau pasti akan terpesona dan bla,bla,bla. Semua perkataan Chanyeol begitu sulit untuk kau cerna karena sekarang kau sedang asik memperhatikan latihan sepak bola. Kau berserukeras ketika seseorang mencetak gol, ya walaupun ini baru sekedar latihan tapi kau merasa seperti melihat sebuah pertandingan. Laki-laki berambut pirang dan berkulit putih dia yang mencetak goltersebut tersenyum bangga ketika setiap orang menyoraki namanya, ‘Luhan’ terdenagar aneh di telingamu. Namun siapa perduli toh kau memang menggagumi caranya bermain sepak bola. Tanpa sengaja tatapan mata kalian bertemu, seperti menimbulkan sebuah getaran di hatimu, tatapannya begitu lembut, dia tersenyum padamu dan tanpa kau sadari kau membalas senyumannya.

Chanyeol menyikut lenganmu, kau menatapnya penuh tanya, kenapa Chanyeol menyikutmu. Tiba-tiba mata Chanyeol mengarah kesamping kanannya yang sudah berisi orang, kau terkejut, kau ingin melangkah mundur seperti beberapa waktu lalu. Chanyeol berdehem menyadarkanmu dari keterkejutan yang kau alami, mungkin saja Chanyeol fikir kau mengaggumi ketampanan sahabat Chanyeol seperti yang ia katakan.

“Baek, kenalkan dia Ahn Min Jung. Kau pasti mengenalnya kan? Dulu kalian satu fakultas”

Kau tidak tau harus berkata apa saat ini, antara ingin menangis dan memalingkan mukamu darinya, bayangan beberapa bulan yang lalu muncul di pikiranmu merusak rasa rindu yang kau rasakan saat ini. Kau merasa sakit melihat wajahnya, ketika dengan terang-terangan dia menghianatimu. Tapi hatimu seperti berlomba-lomba menyuruhmu menangis, matamu memanas. Kau tidak tau harus melakukan apa, apa harus tersenyum ramah dan mengatakan senang bertemu kembali? Tapi itu berbanding terbalik dengan hatimu.

Sama halnya dengan dirimu Baekhyun melebarkan matanya, namun kemudian ia tersenyum padamu. Kau ingin membalas senyuman itu tapi ada sesuatu yang membuatmu tertahan dan memilih memalingkan mukamu. Chanyeol menyadari perubahan apa yang terjadi padamu dan membawamu pergi keluar dari bangku penonton. Dia begitu mengkhawatirkan perubahan ekspresimu saat ini, kau terisak saat sudah berada jauh dari tempat duduk kalin.

Chanyeol begitu kebingungan, denagn iaskanmu dia berusaha menanyakan apa yang terjadi padamu, tapi kau masih enggan untuk menjawab pertanyaan kau masih memilih untuk terisak saat ini, dadamu begitu nyeri saat kau melihatnya kembali.

“Hey sebenarnya ada apa? jangan membuatku kebingungan seperti ini. Apa ada yang salah dengan Baekhyun?”

Seolah pertanyaan itu mengolok-ngolokmu, tentu saja ada yang salah pada Baekhyun, jika saja Chanyeol tau apa yang terjadi pada kalian mungkin ia akan berpikir dua kali sebelum menemukan kalian seperti sekarang.

“Tidak, tidak ada hanya aku merasa kepalaku sakit sekali. bolehkah aku pulang dulu Chan?”

“Pulanglah, dan jangan lupa berhati-hati dijalan”

Kau mengangguk mengerti dan meninggalkan Chanyeol yang masih memandangimu khawatir, kau ingin sendiri saat ini, menenangkan pikiranmu dari apa yang kau lihat tadi. Baekhyun. Kau melihatnya tadi, melihatnya secara langsung dia bukan delusimu lagi dia nyata soosk yang kau rindukan, tapi kenapa rasa sakit itu lebih mendominasi hatimu, membuatmu sulit untuk seolah-olah kalian tidak pernah saling mengenal dan melupakan kejadian lalu.

Tanpa kau sadari kau berpapasan dengan gadis yang beberapa bulan lalu kau lihat bersama Baekhyun, Krystal Jung dia menahanmu, dia menyapamu ramah namun kau masih enggan menanggapinya kau ingin sendiri saat ini, dia seperti berusaha menjelasakan sesuatu padamu namun kau segera mengatakan bahwa kau tidak ingin berbicara pada siapa pun saat ini, keadaan mu sedang buruk. Dan dia mengerti, dia melepaskanmu begitu saja dan masih tersenyum manis padamu. Kau seperti merasa bersalah membuat gadis sepertinya merasakan sakit karena kau merebut Baekhyun darinya.

­­­­­­__ M E M O R I E S __

Setelah kau pulang ke apartemenmu yang kau tuju hanya kamarmu, aku sedikit malas hari in. Rasa sakit itu masih saja menghantuimu. Kau masih tidak mau melakukan hal apapun sejak kau pulang melihat latihan sepak bola tadi kau hanya berdiam diri di kamar, melamun dan menangis. Ada perasaan yang berbeda di hatimu, perasaan itu menyeruak di dalam hatimu rasa sakit mu selama ini. Kau masih terus berfikir untuk apa kau maish menangisinya sedangkan dia terlihat baik-baik saja. Kau meraih ponselmu yang entah sudah berapa panggilan dari Jong In yang kau hiraukan, kau tau Jong In pasti tidak akan tinggal diam tentang keadaanmu saat ini, dia mengetahuimu lebih dari orang tuamu sendiri.

Kau membaringkan tubuhmu, kau berusaha memejamkan matamu sebisa mungkin sampai akhirnya kau membuka matamu lagi karena kenangan dan kerinduanmu menghantuimu kemanapun kau berada. Kau menangangis kembali, kau menjadi begitu lemah kali ini. Sejauh ini sebelum kau mengenal Baekhyun kau baik-baik saja kau tidak pernah menangis apa lagi merasakan hal yang seperti ini. Kau menghapus air matamu saat bel apartemenmu berbunyi mungkin wajahmu sedikit terlihat aneh sehabis menangis sebisa mngkin kau merubah ekspresimu berjaga-jaga jika itu Jong In, jika dia tau dia pasti akan membanjirimu pertannyaan.

Dan tebakanmu tak sepenuhnya benar, ada Jong In, Chanyeol, Yi Xing, Sehun, Ah Na, Baekhyun dan Luhan. Kau sedikit kebingungan dengan kehadiran Luhan dan Baekhyun, mereka tidak termasuk dekat dengan mu tapi dia datang ke apartemenmu, terlebih Baekhyun dia terlihat begitu cemas dengan keadaanmu.

“Hey apa aku mengganggu istirahatmu? Sepertinya keadaanmu begitu buruk?”

Jong In melemparimu pertanyaan yang memang jawabannya ‘iya’ keadanmu begitu buruk saat ini. Tanpa permisi Jong In menyeretmu kedalam kamar membaringkanmu dan menyelimutimu. Kau menyukai laki-laki itu saat perhatiannya padamu, dia benar-benar mengertimu. Dia terus saja bertanya tentang keadaanmu dan memarahimu layaknya kau anak gadisnya, bahkan ia melupakan teman-temannya yang ada di luar, kau berusaha mengingatkannya dan ia membawa masuk semua yang ada di luar. Mereka mengkhawatirkanmu, terutama Chanyeol dia tidak hentinya meminta maaf padamu, karena jika bukan janji yang kalian buat kau tidak harus pergi melihat latiha sepak bola dan kau bisa beristirahat.

“Hey, aku tadi melihatmu. Aku Luhan, Chanyeol sudah memberi tau ku siapa kau”

Dengan agak sedikit canggung anak laki-laki berambut pirang itu memperkenalkan dirinya padamu, kau terkikik geli melihat tingkah lakunya. Ada tatapan tidak suka yang kau terima dari Baekhyun saat menatapmu, seolah dia mengatakan kau hanya boleh tertawa karenanya. Semua orang keluar dari kamarmu, mereka tidak ingin mengganggu istirahatnmu namun kau membiarkan mereka untuk bermain-main di apartemenmu. Ada yang sedikit mengganjal di pengelihatan mu, Baekhyun tidak ikut keluar, dia memandangimu khawatir berusah mendekatkan dirinya padamu, ia memegangi keningmu memang benar kau sedikit demam.

“Apa kau selalu teledor seperti ini? Apa kau tidak pernah meminum vitaminmu? Apa kau mau akan datang setiap hari untuk mengingatkanmu?”

Kau diam, aku tidak perlu menjawab apapun yang kau dengar dari mulut Baekhyun, kau tidak ingin jika menjawabnya semua orang akan tau tentang kau dan Baekhyun. Kau ingin menutupinya. Bukan karena suatu hal yang tidak kau ingin kan tapi kau hanya tidak ingin mereka tau hubungan lalumu dengan Baekhyun.

“Kenapa kau tidak menjawabnya Jung? Aku mengkhawatirkanmu, ku lihat Luhan menyukaimu. Jung dengaarkan aku, aku mencintaimu kau harus mendengarkan penjelasanku..”

“Cukup! Aku tidak mau mendengar apapun saat ini Baek semuanya berakhir kau yang mengkhianatiku. Semuanya sudah berakhir hubungan kita. Pergilah aku ingin istirahat”

Kau hanya mendenagrnya menghela nafas panjang, dan meninggalkanmu sendiri. Kau menarik selimutmu sampai kepalamu, kau terisak mengingat perkataan yang baru saja Baekhyun katakan, jika dia mencintaimu kenapa dia menghianatimu, kenapa dia berciuman dengan wanita lain di belakangmu. Kenapa? Apa semuanya hanya bualannya saja? Kau bahkan tidak berfikir tentang kesalah pahaman yang terjadi, kau hanya memikirkan apa yang kau lihat waktu itu, penglihatan mu jauh lenih benar daripada apa yang akan ia ceritakan. Kau egois, itu memang dirimu.

Perkataan Baekhyun tadi seolah mengingatkan mu tentang beberapa waktu yang lalu saat kalian pergi berlibur di jepang.

15 Agustus 2013

Hari ini kau dan Baekhyun baru saja sampai di jepang, kau dan Bakehyun memang sudah merencanakan ini dari jauh-jauh hari. Tanpa paksaan sedikit pun Baekhyun menyetujui apa yang kau tawarkan padanya. Bukan hal yang buruk saat ini berkunjung ke jepang, lagi pula kau juga merindukan keindahan bunga sakura, beruntung kali ini bunga sakura sedang bermekaran karena musim semi. Kau menghafali setiap kebiasaan masyarakat jepang di saat musim semi seperti ini.

 

Kali ini kau mengajak Baekhyun untuk melihat festival Hanamisebuah festival yang di lakukan masyarakat jepang saat bunga sakura bermekaaran, mereka duduk di bawah pohonh sakura dan melihat mereka bermekaran, kau menyukai momen ini. Baekhyun sedikit memarahimu kali ini, kalian bahkan belum sempat beristirahat setelah berada di pesawat selama beberapa jam. Kau hanya diam dan tak menghiraukan apa yang Baekhyun katakan, menurut mu kau masih cukup kuat untuk ini. Sekedar duduk menikmati suasana di bawah pohon sakura.

 

“Seharusnya kita beristirahat dulu Jung, aku takut jika kau akan kelelahan seperti waktu itu”

 

“Aku baik-baik saja Baek”

 

“Kau ini ceroboh, teledor jika bukan aku yang selalu datang ke apartemenmu dan mengingatkanmu kau tidak pernah meminum vitaminmu”

 

Kau hanya tersenyum tipis kali ini seolah pernyataan itu membuatmu tak bisa lepas dari perhatian Baekhyun yang selalu mengingatkanmu tentang segala hal. Keteledoranmu dan kecerobohanmu merawat diri.

 

Juni 2014

 

Sudah sejak sebulan yang lalu kau bertemu kembali dengan Baekhyun kau menatap ponselmu dengan perasaan ragu, rasa rindumu mendorong segala akal pikiranmu untuk menghubunginya namun kau takut. Bagaimana jika Baekhyun sedang bersama Krystal dan kau mengganggu mereka? Tidak! Kau tidak boleh menghubunginya.

Kau kembali merebahkan dirimu diatas pembaringan, kau begitu lelah akhir-akhir ini. Karena mempersiapkan acara promenight yang diadakan oleh universitasmu. Kau jadi teringat dengan Jong In, tadi sebelum kau pulang dia bertanya padamu, bertanya tentang kau dan Baekhyun. Jong In bilang kau terlihat sangat kaku saat berada di dekat Baekhyun, Jong In seperti mencurigaimu secara tidak langsung. Kau berusaha mengalihkan segala perhatian mu saat ini, kau melangkah keluar di dekat ruang televisi ada piano yang beberapaminggu lalu dikirimkan oleh orang tuamu dari kanada.

Kau memainkannya, entah bagaimana kau bisa dengan begitu saja memencet tust-tust itu dan mengalunkan instrumen dari seorang painis terkenal Beethoven, kau memainkan salah satu dari instrumennya entah bagaimana tapi ini seperti tuntunan dari dalam dirimu untuk memainkan instrumen ini. Love Story- Beethovenkau benar-benar menghayatinya kali ini kau memainkannya dengan begitu tenang tapi secara tiba-tiba hatimu menjadi begitu bergetar dengan permainanmu saat ini.bukan, bukan karena kau tersentuh atas permainanmu secara tidak langsung kau memainkan lagu ini atas dasar dari perasaan hatimu yang begitu sakit dan merindukan Baekhyun. Kau meneteskan airmatamu saat itu juga.

Kau terus saja memainkan instrumen itu kau tak perduli dengan airmatamu yang berjatuhan, isntrumen ini seperti penuh emosi bagimu. Perasaanmu, perasaan sakitmu, rasa rindumu untuknya. Kau mengingat beberapa hari yang lalu kaupernah melihat Baekhyun dan Krystal berjalan bersama mereka tertawa bersama, mereka bahagia. Kau merasa seperti benalu dalam hubungan mereka. Kau menyadari satu hal kini perasaan yang begitu tertahan selama beberapa waktu terakhir ini benar-benar menjadi-jadi kali ini. Ketika instrumen itu kau mainkan tanpa henti, tapi di tengah permainanmu yang kedua kau berhenti, menjatuhkan kepalamu di atas tust-tust piano dan menimbulkan suara yang tak beraturan. Kau menangis sesenggukan kali ini, kau memukuli dadamu yang terasa sakit.

Kenapa perasaan ini masih begitu sakit untukmu untuk kau rasakan bahkan setelah beberapa bulan. Semuanyatetap saja terlihat sama. Kau merindukan dia masih sama seperti sebelumnya didalam hari-harimu. Kau hanya terlalu takut untuk mengungkapkan peraasaan rindumu itu secara gamblang. Air matamu jatuh semakin tak terhenti. Kau menangisinya kembali untuk kesekian kalinya. Kau berfikir kenapa tuhan begitu membuat kau merasakaan sakit seperti sekarang.kau menompang mukamu dengan kedua tanganmu. Kau beranjak dari tempatmu berada sekarang, kau berfikir kau membutuhkan sedikit hiburan.

Kau meraih remote di meja yang ada di depanmu, kau menghapus airmatamu, kau masih terisak kecil, getaran di bahumu pun belum hilang sepenuhnya. Kau mencoba mencari acara komedi yang bisa menghiburmu namun hasinya tetap saja nihil justru ini semakin merusak suasana hatimu. Seolah Baekhyun  selalu ada dalam setiap hidupmu dulu. Hanya menonton televisi saja kau bisa mengingatnya, mengingat kenangan kalian saat kalian tertawa bersama menonton televisi saat dia berusaha menirukan adegan lucu yang berada di dalam televisi. Semuanya sperti kenangan tersendiri bagimu. Kau membenci ini, kau membenci hidupmu satu tahun yang lalu.

“Kenapa aku harus kembali berfikir tentangnya! Tidak bisakah pikiran tentangnya hilang tidak bisakah satu tahun yang lalu tidak pernah ada”

Kau bergumam lirih, nada bicaramu terdengar begitu bergetar, kau belum sepenuhnya berhenti dari menangis. Dan kini tangisan mu kembali terjadi kau lebih memilih mengurung diri didalam kamar. Mendengarkan istrumen dari Beethoven- Love Story. Kau memang tidak mengetahui asal mula instrumen itu, namun istrumen itu begitu menyayat hatimu kali ini. Sepert halnya kau, instrumen ini mengingatkan mu tentang kenangan kisah cintamu, cinta pertamamu. Bersama Byun Baekhyun. Dan untuk kesekian kalinya dinding pertahanan mu runtuh hanya karenanya, kenangan kalian dan delusimu tentangnya.

TBC

Aaaa gimana buat sequelnya mengecewakankah? Aku bener-bener enggak tau harus buat giman itu sequel dan kebetulan aku suka banget sama lagunya si Beethoven yang ini ada sedikit perasaan sakit juga waktu ndengerinn instrumennya. Malah curhat.Aku harap kalian suka dengan ini J maaf kalok mengecewakan.

28 responses to “[Freelance] Memories (Sequel of Delusion)

  1. huhuhuuu..
    nyesek bgt bacanya..
    aq juga pernah ngerasain kerinduan sm seseorng dan itu rasanya sakiiiiittt bgt saking rindunya jd nyesek ngt #curcol
    #plak
    abaikan y
    cepett d lanjuut y

  2. bagus thor pingin tau kelanjutannya kayak gimana, ini kan dari sudut pandangnya minjung thor untuk selanjutnya dibuat baekhyun dong penasaran dia perasaan sama minjung gimana, dan KRYSTAL itu siapanya Baekhyun. Dan kenapa Mereka ciuman? semua itu nanti di part selanjutnya yah pls ;’)

  3. nyesek bacanyaaaa
    kenapa gak mau dengerin penjelasan baekhyun siih. jadi penasaran juga sebenernya hubungan baekhyun sama krystal apa… kan masih belum terungkap dengan jelas hmm
    buat happy ending dong thoor. kalo bisa sih balikan sama baekhyun *bias soalnya kekeke

  4. nyesek thor Min Jung-nya seharusnya mau denger dulu penjelasan dari Baekhyun~ T^T
    aaaa pokonya lanjut thor~

  5. Thor knp dri awal smuany dri min jung’s side semua….????
    Next chapny bkin min jung n baekhyun berstu lagi donk….

    O ya thor… aq bingung sma kata ‘kau’ itu sbenarny brrti min jung atau org lain?????

    Next chapny jngn lma” thor

    Fighting….

  6. Dia terlalu larut. Jadi sakit sendiri. Trs klo mmg kesalahpahaman knp gk coba dijelassin thor ? Klo muter2 gtu aja lama2 bosen thor, gk ada perkembangan crta nya hehe

  7. aigo. nyesek bacanya..
    jadi ngeresain apa yang min jung rasain. feel nya dapet banget..
    next chap ditunggu ^^

  8. Kenapa minjung ga kasih kesempatan ama baekhyun buat ngejelasin semuanya..
    Jadi kan mereka ga salah paham lgii
    Tpi minjung nya keras kepala sii
    Tapi aku tuh maunya bener2 minjung blik lgi ama baekhyun..
    Moga krystal nya itu mantannya ato siapa nya baekhyun lah.. Asal bukan cwe baekhyun skrg
    Jangan dikasih tbc dlu dong thor 😦
    Masih nyesek ceritanya.. Blm dijelasin napa baekhyun ngelakuin gtu ama minjung..
    Selese in dlu bru tbc.. Biar endingnyaa dptt /?
    Wkwk.. Hwaitingg yaa

    • Ato gaa.. Bikin sequel yg ngejelasin itu semua thor, biar tau kenapa baekhyun ngelakuin itu.. Mian yaa.. Komennya kepanjangann ._. Hwaitinggg lgi dhe thorr /?

  9. hueee.. thor, ferlnya dapet banget.. duh.. jadi ikutan sedih, ngk kebayang gimna jadi min jung.. baekhyun kenapa malah ngk njelas”in sih.. u,u next thor. ^^

  10. nyesek bener ceritanya ._. minjung gabisa lupain baekhyun tp dia jg yg gamau kasih kesempatan buat baekhyun. campur aduk(?) baca ceritanya xD next chapter thor(y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s