[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 11b-END)

ze03

Cho Kyuhyun and The assistant Part 11b (end)

Tittle                : Cho Kyuhyun and The assistant Part 11b (end)

Author             : Dwi Nofianti (@NofiantiDwi)

Genre              : Romance

Length             : Chapter

Rating             : PG-15

Main Cast        : Cho Kyuhyun, Shin Eun Hye (OC)

Disclaimer       : 🙂

***

            Cho Kyuhyun membuka pintu ruang rawat isteri-nya sepelan mungkin, bermaksud supaya tidak mengganggu isteri-nya yang tengah terlelap. Ini sudah hari ke lima isterinya dirawat. Isterinya baik-baik saja, baik fisik maupun psikis-nya. dan Kyuhyun teramat bersyukur memiliki isteri yang tangguh seperti Shin Eun Hye. Pada awalnya Eun Hye memang menangis pilu saat mengetahui dirinya keguguran, harus merelakan mimpinya menjadi seorang ibu ia kubur dahulu saat ini. tapi toh –seperti yang dikatakan sebelumnya– Shin Eun Hye adalah seorang yang tangguh. Ia mampu dengan cepat menerima kenyataan.

Kyuhyun duduk di bangku di sebelah tempat tidur Eun Hye. Dengan segera ia melarikan tangannya menuju kening isterinya, mengusapnya lembut. Mulut-nya sibuk merapalkan lagu sendu penghantar tidur kesukaan isteri-nya. mata-nya menatap sendu isterinya yang tengah terlelap. Ya, kondisi isterinya baik-baik saja. Dokter mengatakan dua atau tiga hari lagi Eun Hye diizinkan untuk pulang ke rumah. Hanya saja, kecelakaan itu selain merenggut janin yang ada di kandungan isterinya, juga menyebabkan isterinya lumpuh kaki permanen. Tidak akan pernah masalah bagi Kyuhyun bagaimanapun keadaan Eun Hye. Shin Eun Hye tetaplah Shin Eun Hye, isteri yang teramat ia cintai melebihi dirinya sendiri. Shin Eun Hye yang sempurna yang akan selalu ia puja.

Dilihat oleh Kyuhyun, Eun Hye mengerjapkan matanya dan perlahan membukanya, mengarahkan tatapannya pada Kyuhyun dan tersenyum.

“Hai”. Sapa Eun Hye pelan.

Kyuhyun balas tersenyum, mengecup kening isterinya sekilas. “Hai, manisku”. Ucapnya riang. “aku mengganggu tidurmu?”.

Eun Hye menggeleng lemah, kembali tersenyum hangat. Ia sedikit menggeser posisi tidurnya. Menepuk tempat kosong disampingnya. Mengundang suaminya untuk berbaring bersamanya.

Kyuhyun terkekeh pelan, lalu dengan segera bangkit dan membaringkan dirinya disamping isterinya. Sebelah tangannya ia letakkan dibawah pinggang Eun Hye dan sebelah tangannya ia gunakan untuk melingkari perut Eun Hye. Kyuhyun menarik tubuh Eun Hye, membunuh jarak yang memang tidak seberapa. Kini keduanya dalam posisi berbaring menyamping, berhadapan.

“Bagaimana bisa isteriku tetap cantik dengan wajah pucat pasi seperti ini, uh?”. Ujar Kyuhyun riang. Eun Hye hanya tertawa pelan mendengarnya. Kyuhyun lalu mengecup ringan bibir mungil isterinya tiga kali. “ah tentu saja, karena kau adalah isteri dari seorang Cho Kyuhyun yang tampan”. Kyuhyun menutup ucapannya dengan tawa ringan.

“aku memang cantik, Cho Kyuhyun.”. ucap Eun Hye penuh canda. Ia menggerakkan tangannya untuk mengusap lingkar hitam dibawah mata Kyuhyun. “Kau tidak tidur semalam, uh?”. Kali ini suaranya berubah khawatir.

Kyuhyun kembali menyunggingkan senyumnya. Ia lelah, jujur saja. Tapi toh pada kenyatannya, penghilang lelahnya kini sedang berada dalam pelukannya. Lelah itu hanya seperti debu yang terbawa angin kemudian lenyap begitu saja. Shin Eun Hye jelas-jelas bagian terpenting dari dirinya.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya, kembali mengecup ringan bibir cherry blossom isterinya. “Umm. Ada beberapa yang harus kuurus.”. Eun Hye mengerutkan keningnya, meragukan jawaban Kyuhyun.

“Baiklah-baiklah. Kepolisian sudah menangkap Park ae-Rin sialan itu. Hanya saja, wanita jalang itu tidak bisa ditahan karena setelah dilakukan pemeriksaan, psikis-nya tidak stabil.”

Eun Hye mengangguk mengerti mendengar penjelasan Kyuhyun. Lalu wanita itu menatap ragu suaminya. Eun Hye ingin menanyakan sesuatu pada Kyuhyun, hanya saja ia takut menyinggung perasaan suaminya. Ia tidak boleh membuat Kyuhyun tersinggung, begitulah prinsip Eun Hye.

Sayangnya, Kyuhyun terlalu ahli membaca air muka isterinya. “Kau hanya perlu menyuarakan apa yang berputar-putar dikepalamu, Sayang”. Tatapan Kyuhyun semakin melembut. Ia menggesekan hidung-nya dengan hidung Eun Hye. “aku tidak akan pernah marah padamu. Kau tahu itu”.

Eun Hye semakin merapatkan tubuhnya, kemudian menenggelamkan wajahnya dileher Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh pelan, isterinya akan selalu melakukan ini bila ia merasa apa yang akan dikatakannya akan menyinggung Kyuhyun kemudian.

“aku tidak pernah melihat aboenim kemari”. Ujarnya sedikit tidak jelas. Namun Kyuhyun mampu dengan jelas mendengar setiap kata yang keluar dari bibir isteri-nya. wajahnya seketika saja menegang. Rahangnya mengeras. “apa aboenim masih membenciku?”. Pertanyaan itu diucapkan dengan lirih oleh Eun Hye.

Kyuhyun mengecup puncak kepala isterinya berkali-kali. “aku yang melarangnya.”

“Dengarkan aku”, tambah Kyuhyun dengan suara yang lebih tegas ketika Eun Hye menggerakan badannya gelisah. “aku melarangnya karena kondisi appa sendiri sedang kurang sehat.”. Kyuhyun mengucapkannya dengan sendu. “aku memang marah pada awalnya. Tapi aku tidak mampu membenci appa.”. tutup Kyuhyun pelan. Untunglah isterinya tidak melihat ekspresi wajahnya sekarang. Kyuhyun tidak mampu menahan air mata yang telah menggenang di pelupuk matanya. Ia mengeratkan pelukannya, menghujani puncak kepala Eun Hye dengan kecupan-kecupan ringan.

“aboenim sakit?”. Tanya Eun Hye kaget. Ia sebenarnya ingin melihat bagaimana air muka Kyuhyun saat ini. tapi pria itu selalu mengeratkan pelukannya setiap kali Eun Hye ingin menciptakan jarak diantara keduanya. “aku harap aboenim cepat sembuh”. Ucap Eun Hye tulus.

“Kau juga harus cepat sembuh Shin Eun Hye”. Ujar Kyuhyun, kemudian ia menambahkan. “aku merindukanmu diatas ranjang kita. Aku ingin segera menghamilimu kembali.”. Kyuhyun mengucapkannya dengan pelan hampir berbisik di dekat telinga Eun Hye. Membuat Eun Hye mencubit pelan pinggangnya. Kyuhyun terkekeh pelan. Kemudian hening sejenak. Keduanya memfokuskan diri masing-masing pada kehangatan yang disalurkan dari pelukan masing-masing. Menghidu banyak-banyak bau tubuh pasangannya tanpa rasa bosan sedikitpun.

“aku mencintaimu, Cho Kyuhyun”.

“aku tahu”.

***

            Kamar pribadi Cho Kyuhyun dan Shin Eun Hye terlihat sedikit penuh dan acak-acakan. Kyuhyun sedang sibuk memasukan pakaian-pakaiannya dan Eun Hye ke dalam koper besar dihadapannya. Sementara Shin Eun Hye –berada diatas kursi roda– sedang memasukan buku-buku koleksinya dan Kyuhyun ke dalam sebuah koper yang tak kalah besarnya dengan koper dihadapan Kyuhyun.

Tiga pasang mata milik tiga orang lain yang berada di dalam kamar ini menatap Kyuhyun dan Eun Hye yang tengah sibuk berbenah dengan sendu.

“Kalian yakin akan pindah ke Inggris?”. Suara berat milik pria paruh baya itu terdengar bergema di telinganya sendiri. “Kalian masih membenci appa?”. Pertanyaan yang diucapkan dengan lirih bercampur pilu.

Baik Kyuhyun maupun Eun Hye langsung menghentikan kegiatan mereka ketika pertanyaan itu terlontar dari bibir Cho Yeonghwan. Keduanya berbalik menatap Cho Yeonghwan yang tengah terduduk diatas ranjang besar bersama Kim Hana dan Cho ahra. Dua wanita yang disebut belakangan sekilas menatap pria baya itu sendu, lalu kembali menatap Kyuhyun dan Eun Hye bergantian. Eun Hye tersenyum hangat dan menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh ayah mertuanya. Eun Hye tidak pernah sedikitpun membenci pria paruh baya itu. Terpikir untuk membenci saja tidak.

Kyuhyun menatap lelah ayahnya. Bukankah ia sudah mengatakan berulang kali pada ayahnya kalau ia hanya ingin memulai semuanya dari awal. Berdua bersama isterinya dan membangun sebuah keluarga yang sederhana dan bahagia. Pria usia tiga puluh itu melangkah menghampiri orang tua dan kakak-nya. kyuhyun tepat berhenti dihadapah ayah-nya, lalu ia berlutut dihadapan ayahnya. Pria itu memeluk tubuh pria paruh baya itu. Memeluk-nya dengan erat. Ini adalah impiannya sejak kecil. Dapat leluasa memeluk tubuh ayah-nya. menghirup aroma yang terkuar dari tubuh pria yang sangat ia sayangi dan hormati.

“aku menghabiskan seumur hidupku untuk berusaha mendapatkan perhatian appa”. Katanya lirih. Cho Yeonghwan melarikan jemarinya yang penuh guratan halus itu untuk mengelus puncak kepala putera semata wayangnya. Ia belum pernah melakukan ini sebelumnya. Kenyataan itu semakin membuat pria tua itu semakin merasa buruk.

“jadi bagaimana mungkin aku membenci appa. Terlebih disaat appa mulai menunjukan rasa sayang appa padaku. Semarah apapun aku pada appa, aku akan selalu menyayangi appa”. Kyuhyun mengucapkannya dengan suara serak. “Jadi jangan pernah appa merasa kalau aku membenci appa. Aku tidak akan pernah bisa membenci appa sekalipun aku ingin”.

Baik Kim Hana, Cho ahra, maupun Eun Hye yang mendengarnya terenyuh mendengar setiap baris kata yang diucapkan Kyuhyun.

“Lalu kenapa kau harus pergi?”. Tanya pria paruh baya itu lagi. Matanya memerah dan berair.

Kyuhyun mengangkat wajahnya agar mampu lebih jelas menatap ayah-nya. “aku hanya ingin melupakan semuanya dan kembali memulainya dari awal. Kami tidak akan benar-benar pergi dari kalian. Kita bisa saling mengunjungi satu sama lain, appa”. Kyuhun menutupnya dengan senyuman. Jemarinya ia larikan untuk menghapus air mata yang terlanjur jatuh dari pelupuk mata ayah-nya.

Kyuhyun kemudian bangkit, berjalan menghampiri isteri-nya. ia mendorong kursi roda yang diduduki isterinya dan kembali menghampiri ketiga anggota keluarganya.

“aku dan Eun Hye meminta doa kalian”. Ucap Kyuhyun yang ditutup dengan senyuman.

-epilog-

            Kyuhyun melajukan Mini Cooper tua-nya membelah jalanan lereng bukit Derbyshire yang indah. Ia dan Eun Hye baru saja pergi menuju Cambridge untuk membeli beberapa kebutuhan yang tidak tersedia di desa. Kyuhyun sesekali melirik isterinya yang tengah melahap keindahan hamparan padang rumput hijau muda khas musim semi.

Mobil-nya melaju menyusuri punggungan bukit-bukit Derbyshire. Permadani hijau menyelimuti permukaan bukit yang tidak terlalu tinggi, dihiasi titik-titik putih yang merupakan kawanan domba yang tengah merumput.

Kyuhyun menarik sudut-sudut bibirnya keatas, membentuk sebuah senyuman yang menawan. Kemudian ia kembali memfokuskan dirinya dengan jalanan di depannya.

Sepuluh tahun sudah berlalu. Selama sepuluh tahun itu pula ia dan Eun Hye pergi meninggalkan Korea Selatan dan menetap di sebuah desa di Inggris. Memulai kehidupannya yang baru dan sederhana. Jauh dari pengaruh siapapun juga. Melakoni semua hal yang belum pernah Kyuhyun dan Eun Hye lakukan sebelumnya. Membuka sebuah penginapan dan klinik kecil. Sepuluh tahun sudah berlalu, dan kini keduanya telah memiliki hidup yang sempurna bersama ketiga malaikat sekaligus perusuh kecil-nya. Cho Ji Woo, Cho Dong Hoon, dan Cho Hyo Soo. Dua yang pertama adalah anak laki-laki dan yang terakhir adalah seorang anak perempuan.

Ketiga anak-nya memiliki sifat dan kebiasaan yang bertolak belakang. Baik satu sama lain maupun dengan kedua orang tuanya. Cho Ji Woo, si putera sulung, -kini berusia delapan tahun– merupakan sosok anak laki-laki yang penuh semangat dan gemar bermain alat musik. Terutama piano. Cho Dong Hoon –berusia 7 tahun– si anak pendiam yang lebih senang berhadapan dengan komputer jinjing dan tablet-nya, menulis apapun yang ingin di tulis-nya, bermain dengan kata-kata yang terkadang Kyuhyun dan Eun Hye pun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahaminya. Sedangkan Cho Hyo Soo –usia 5 tahun- merupakan gadis kecil yang lucu dan ekspresif. Senang membuat kegaduhan dengan kebiasaannya meniru para artis panggung broadway.

Dan ini hari Sabtu dimana ketiga anaknya sedang berkumpul di rumah. Entah apa lagi yang akan Kyuhyun dan Eun Hye dapati setibanya di rumah.

“kita hanya meninggalkan mereka selama beberapa jam. Tapi aku sudah merindukan mereka”. Ujar Eun Hye pelan tanpa memalingkan wajahnya. Wanita itu masih dengan kesibukannya menikmati pemandangan bukit Derbyshire yang indah dan tidak membosankan.

Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan isterinya. “Itu karena perusuh kecil itu tidak terduga”.

Kyuhyun membelokan mobil-nya menuju sebuah rumah bertingkat yang terbuat dari batu alam dan pagar kayu berpelitur cokelat susu setinggi satu meter. Menghentikan mobilnya di halaman rumahnya yang asri. Yang ditumbuhi oleh sekelompok bunga Dandelion dan Lili Putih. Kyuhyun kemudian turun terlebih dahulu dari dalam mobil. Ia berjalan menuju bagasi mobil dan mengeluarkan kursi roda dari dalamnya. Kyuhyun lalu menghampiri kursi penumpang dimana isterinya duduk. Memapah Eun Hye untuk duduk diatas kursi roda tersebut.

“satu, dua, tiga! Ayo kita lihat kejutan apalagi yang dilakukan ketiga perusuh kecil itu”. Ujar Kyuhyun semangat. Ditimpali oleh tawa riang Eun Hye.

***

            disudut sana, di ruangan yang lebih mirip dengan gazebo luas. Ketiga anak Kyuhyun dan Eun Hye tengah bermain. Ruangan itu mirip sebuah panggung pertunjukan. Terkesan sengaja di desain seperti itu. Di sudut kanan ruangan terdapat sebuah grand piano besar yang dihadapannya duduk seorang bocah laki-laki mengenakan celana panjang hitam dan jas hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu. Bocah itu tengah serius membaca barisan not balok di kertas yang tengah ia pegang. Sesekali mengangguk dan tersenyum riang membayangkan rangkaian not yang ia ciptakan sendiri. Tak jauh dari situ, seorang bocah laki-laki dengan kacamata minus yang terlihat tebal tengah membaca sekumpulan kertas yang dipegangnya. Sesekali ia mengernyit lalu memandang komputer jinjing dihadapannya.

“Soo-ah”. Anak laki-laki berkacamata minus –Dong Hoon- memanggil adiknya lantang tapa mengalihkan tatapannya dari  kumpulan kertas yang dipegangnya.

Lalu seorang anak perempuan berpipi tembam yang berdandan tidak biasa segera menghampiri kakaknya. Hyo Soo mengenakan celana hitam kebesaran sehingga ia harus melipat bagian bawahnya sebanyak empat kali lipatan, kemeja berwarna hitam kebesaran dimana ia pun harus melipat lengan kemeja tersebut, serta dasi berwarna biru tua yang terjuntai hingga pahanya. Rambutnya ia gelung, dan dengan wajah angkuh yang konyol ia mengenakan topi berwarna hitam.

“ada apa, Hoonie oppa?”. Suara bertanya khas anak kecil yang menggemaskan. Ia mencuri pandang melihat sekumpulan kertas yang tengah di pegang oleh kakak-nya.

“Kau mengubah naskah cerita yang kubuat, uh?”. Dong Hoon bertanya dengan nada kesal. Selalu seperti ini. setiap minggu, ia bersama kakak dan adik-nya akan mengadakan pertunjukan broadway sederhana untuk menghibur kedua orang tuanya. Dan akan selalu ada bagian dari naskah yang dibuatnya diubah oleh adik kecilnya.

Hyo Soo mengibaskan tangannya kemudiaan berlalu. “aku hanya ingin membuat cerita akhirnnya menjadi misterius oppa”. Ujarnya santai, membuat Dong Hoon memutar bola matanya. “Kita harus menampilkan sesuatu yang misterius, seperti judulnya ‘The Misterius Man’. Akhir yang kau buat begitu konyol oppa. Aku tidak mau melakukannya”. Lanjutnya dengan sok tau dan khas dirinya, sok dewasa. Dong Hoon menghembuskan napasnya kasar. Lalu kembali berkutat dengan komputer jinjingnya.

Mata jernih Hyo Soo kemudian menangkap ayah dan ibu-nya yang tengah memandangi ia dan kakak-kakaknya. Ia berlari kecil menghampiri orang tuanya yang tersenyum senang kepadanya. Hyo Soo lalu mendudukan dirinya di pangkuan Eun Hye yang tertawa riang.

“Oppa! Mom dan Dad sudah pulang. Ayo kita bersiap melakukan pertunjukan broadway kita”. Serunya lantang. Membuat kedua kakaknya menoleh dan tertawa riang.

Hyo Soo menatap dengan semangat Kyuhyun dan Eun Hye bergantian. “Kalian harus menontonnya sampai selesai, okay?”. Yang dijawab anggukan antusias oleh Kyuhyun dan Eun Hye. Bocah perempuan itu kemudian kembali berlari kecil. Membisikan sesuatu pada Ji Woo. Tak lama kemudian Ji Woo mulai menarikan jari-jari mungil-nya diatas piano. Membuat ruangan ini dipenuhi oleh alunan indah dari grand piano yang dimainkan Ji Woo. Dan Dong Hoon mulai menyalakan proyektornya. Menampilkan latar malam penuh bintang di dinding bercat hitam ruangan tersebut. Hyo Soo mengangguk singkat pada kedua orang tua-nya yang tengah memerhatikannya dan mulai berakting seperti artis broadway sungguhan. Memerankan seorang pria misterius yang selalu muncul di malam hari untuk membantu orang-orang kurang beruntung.

Kyuhyun kemudian memposisikan dirinya disamping kursi roda yang diduduki Eun Hye. Menatap lurus dengan perasaan senang ketiga anaknya yang tengah mencoba untuk menghibur dirinya dan Eun Hye.

Eun Hye menggenggam tangan Kyuhyun. Hidupnya lebih dari sempurna kini. “aku bersyukur dahulu memutuskan untuk menjadi asisten rumah tangga-mu”. Ujar Eun Hye senang. “Pekerjaan itu memberikanku dirimu dan ketiga malaikat kecil itu”.

Kyuhyun dan Eun Hye saling berpandangan sekilas. Masing-masing saling mengeratkan genggaman. Kemudian kembali menatap lurus ke depan dengan perasaan senang yang tak tergambarkan.

“Tuhan memberi kita banyak cobaan dan menggantinya dengan kebahagiaan yang tak terhingga. Dan aku bersyukur karena aku ditakdirkan menjadi isteri-mu dan menjadi ibu dari ketiga anak kita, Cho Kyuhyun”.

“Dan aku akan memastikan kita akan selalu bersama, Hye.”.

***

If you ever feel God’s taking away something from your hand, don’t get sad. He’s only emptying your hand so you can receive something better

***

125 responses to “[Freelance] Cho Kyuhyun and The assistant (Part 11b-END)

  1. Cerita.a ringan mudah dimengerti meski masuk ep 4 cerita.a lambat dan ep 11 alur.a jd ngebut tp tetep menarik apalagi Quote2.a…daebak…
    Ditunggu karya2 lain.a.. \^.^/

  2. speechless ama cerita ini kekurangan dan kelebihan diterima dengan baik ama mereka berdua

  3. Huaaaa , min ..
    Keren bgtttt , lanjut sequel’a donk ..
    Pengen lihat gmn dengan kehidupan 3 org anak dr si jenius kyuhyun dan eun hye ..

  4. demi apa ini feel nya dapet banget aku baca dari awal sampe akhir yang bikin aku kesel tuh appa kyuhyun tapi ternyata mau gimanapun yang namanya ayah pasti sayang sama anaknya,kalo takdir emang gabisa di prediksi dan dibayangin tapi kasian eun hye lumpuh coba kalo ngga pasti lebih bahagia tapi yaa yang namanya juga manusia ga selalu sempurna pasti ada kekurangannya ini banyak quotes nya yang bikin aku jadi terinspirasi keren banget lah pokoknya 😉

  5. Meskipun udh baca ber ulang2 crta’a tetap gk ngebosanin , deabak buat eon . Di tunggu sequel buat anak2’a ya eon #hugs saranghae eon :*

  6. Aakkkkkkhhhh
    akhirnya happy end
    iia wlapun stelah kecelakaan eun hye kaki nya cacat peramen tp dy ttp tangguh krna ada suami yg bgtu menyayanginy dan orang2 skitar mreka.
    tp kurang puas end ny mreka tdak ada acra kumpul keluarga besar dan teman dekat mreka.
    akhir nya tuan cho dan kyu bisa merasakan kasih sayang sbgai ayah dan anak stelah masa kecil dan masa lulu yg menyakitkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s