[Freelance] The Best for Someone Who I Love (Part 2)

pster-yomollayo

Title                       : The Best for Someone Who I Love (Part 2)

Author                  : @YoMollayo

Cast                       : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol (EXO), Byun Baekhyun (EXO)

Genre                   : Romance

Ratting                  : General

Length                  : Continue

Disclaimer           : EXO is ours, Cha Eunsung is mine

Poster by             : Wuu

Maaf reader kalau terlalu lama huhuhu, koneksi internet di rumah jelek banget, aku juga ga sempet ke warnet. Semoga readers belum lupa FF ini hehehe. Happy reading J

 

LOVE is not become lovers with him/her, LOVE is when you see he/she’s happiness

NORMAL POV

“Chanyeollie” teriak Eunsung kepada sosok namja raksasa di depannya. Namja tersebut menoleh dan melambaikan tangannya ke Eunsung.

“Wajahmu belepotan coklat. Diam sebentar” Chanyeol menaruh sembarang tas nya di jalan, lalu mengambil sapu tangan, dengan cekatan mengelap wajah yeoja mungil ini. Eunsung bisa melihat wajah Chanyeol sangat dekat dengan wajahnya saat ini. Eunsung terdiam, dia hanya diam, tidak merasakan hal lain yang biasanya terjadi. Aneh, ya benar-benar aneh, sesuatu mengganjal hati nya.

“Selesai. Dasar pabo” Chanyeol mengambil tas nya lalu menatap remeh Eunsung.

“Gomawo” Eunsung tersenyum lalu melanjutkan memakan roti coklatnya.

“Jangan belepotan lagi” Chanyeol menatap Eunsung kesal. Eunsung hanya menggangguk malas.

“Apa semalam Baek ke rumahmu?” DEG! Pertanyaan Chanyeol membuat jantung Eunsung berdetak hebat.

“Hanya menebak saja. Roti itu adalah roti yang biasa di beli Baekhyun, jam segini toko roti itu belum buka” Eunsung membelalakkan matanya mendengar pernyataan Chanyeol barusan.

“Yeol, mianhae kemarin Baekhyun hanya datang membantuku mengerjakan sketsa tidak lebih, lagipula dia datang tiba-tiba” Eunsung tidak berani menatap Chanyeol, dia takut kalau sahabatnya ini marah.

“Tidak apa-apa” Chanyeol tersenyum paksa. Hati Chanyeol sangat sakit rasanya dia tidak ingin Eunsung dan Baekhyun bersama.

“Mian, aku tidak bermaksud” Eunsung mengeluarkan suara lagi.

“Ani, gwencana.. Ayo percepat langkah kaki kita menuju halte” Chanyeol tersenyum menarik lengan Eunsung.

*****

Chanyeol menatap luas pemandangan indah di taman Yonsei University ini. Dia berusaha mencari inspirasi untuk tugas membuat sketsa nya. Sudah hampir 30 menit dia di sini dan tidak menemukan inspirasi.

“Sung, kau sudah membuat tugas sketsa untuk minggu depan?”

“Sedang dalam proses Yeol” jawab yeoja di seberang. Chanyeol menggaruk kepalanya

“Aku belom” Chanyeol menghembuskan nafasnya berat

“Mwo? Tumben sekali? Calon arsitek handal bernama Park Chanyeol belum mendapat inspirasi?”

“Ya! Kau meledekku” dengus Chanyeol kesal. Eunsung tertawa terbahak-bahak di seberang sana.

“Kau dan Baekhyun kan murid kebanggan Yoon-Seonsaengnim” Eunsung membuka mulutnya

“Aish menyebalkan” Chanyeol menekan tombol merah di handphone nya cepat. Dia menatap lagi pemandangan di taman ini malas, sekarang taman ini sudah mulai ramai di kunjungi.

Chanyeol terdiam, dia menyipitkan matanya. Dia melihat sosok sahabat baiknya, Byun Baekhyun sedang tertawa ria bersama seorang wanita di ruang seni. Taman ini memang menghadap langsung ruang seni, jadi dari ruang seni akan terlihat dengan jelas pemandangan indah taman universitas ini.

Chanyeol berusaha menatap lekat lagi, di sana terlihat Baekhyun sedang membantu wanita itu mengerjakan tugasnya. Sesekali mereka tertawa bersama. Chanyeol diam, tidak ada apa-apa yang terjadi padanya. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berusah berpikir.

Dia merasa biasa saja saat melihat Baekhyun bersama wanita lain, tapi mengapa saat mengetahui dan melihat Baekhyun bersama Eunsung, Chanyeol merasa kesal, seperti ada yang mengganjal hatinya, benar-benar menyebalkan.

*****

Seorang namja tampan menatap langit-langit kamarnya. Sejak tadi pikirannya sangat gusar penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu dia pecahkan, ini bukan kalkulus atau fisika yang biasanya dengan waktu singkat bisa dia pecahkan. Ini soal hatinya, perasaannya. Sejak pulang dari taman universitas tempat nya menuntut ilmu, dia menjadi seperti ini.

“Hyung bagaimana cara mu mengetahui siapa orang yang kau sukai?” Chanyeol berbicara cepat dengan orang di seberang, tanpa mengucap salam terlebih dahulu.

“Mwo?” Junmyun mengerutkan dahinya di seberang, berusaha mencerna kata-kata yang baru saja di lontarkan adik sepupunya.

“Aish, cara mu mengetahui siapa orang yang kau sukai?” Chanyeol melambatkan perkataannya, hatinya benar-benar gusar saat ini.

“Aigo.. Dongsaeng-ku sedang jatuh cinta eo?” Junmyun mengeluarkan nada menggodanya

“Hyung…” Jawab Chanyeol malas. Yang sangat dia butuhkan saat ini adalah jawaban dari Junmyun, orang yang menurut nya sangat berpengalaman soal urusan cinta.

“Hehehe mian” Junmyun terkekeh di seberang

“Hyung, palliwa” Chanyeol mulai gemas dengan perilaku hyung nya.

“Ehm, biasanya jika kau dekat dengan orang yang kau sukai jantung mu akan berdetak sangat cepat seperti ingin copot” Chanyeol terdiam, berusaha mencerna kata-kata hyung nya.

“Dadamu akan sakit jika melihat orang yang kau sukai bersama namja lain” lanjut Junmyun. Chanyeol membelalakkan matanya.

“Mwo? Bukannya jika kau mencintai seseorang kau selalu berusaha untuk melindunginya, ingin selalu berada di sampingnya dan senang melihat senyum nya?”

“Ne, kau benar. Tapi ini juga bisa kita rasakan pada sahabat, untuk orang yang kita cintai yang paling penting adalah 2 point yang baru ku beri tahu tadi”

“Kau yakin hyung? Tapi yang kau beritahu barusan tidak ada di buku yang pernah ku baca” Chanyeol menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal

“Aish pabo! Cinta itu perasaan Yeol, tidak semua perasaan bisa di tuliskan menjadi buku” Junmyun menggeleng gelengkan kepalanya di sebrang sana, dongsaeng nya payah sekali soal urusan cinta.

“Aku berbicara berdasarkan pengalamanku, jadi kau percaya aku atau buku bodohmu itu?” lanjut Junmyun

“Hyung” jawab Chanyeol ragu-ragu.

“Bagus. Hmm sudah ya aku masih ada pekerjaan. Semoga kau bisa meraih hati ‘yeoja’ itu” Junmyun terkekeh lalu langsung menutup telfon dengan cepat.

“Mwo? Ya! Hyung!” Chanyeol menatap layar ponsel nya kesal.

*****

Chanyeol berdiri di depan pintu sebuah apartemen, sudah hampir 5 menit dia berdiri di sini menunggu seseorang membuka pintunya.

“Eo? Chanyeoli?” Eunsung mengkerutkan dahinya

“Kau kemana saja? Lama sekali membuka pintunya?”

“Mian,ada yang sedang ku kerjakan. Wae?”

Chanyeol tidak menjawab, dia langsung saja masuk dan mengambil air minum di dapur Eunsung. Eunsung menghela nafas, Chanyeol selalu saja sesukanya seperti ini.

“Kau sedang apa sung?” Chanyeol menatap tumpukan bahan makanan di dapur Eunsung.

“Memasak Sundubu Jjigae (Sup Tahu)” Eunsung memamerkan gigi nya

“Mwo? Kau yakin? hahahahaha” Chanyeol memandang rendah Eunsung

“Ya! Aku sudah belajar dari Hyeoyeon eonnie, kau ini” Eunsung mencibir Chanyeol lalu mulai memotong tahu.

“Aku potong wortel ya” Chanyeol tersenyum di balas anggukan dari Eunsung.

“Ya!!!!!!!!!!” teriak Chanyeol 10 menit berlalu sejak mereka sibuk memasak. Eunsung dengan cepat menghampiri Chanyeol yang sedang duduk di meja makan.

“Aigo Yeol” Eunsung dengan cekatan mengarahkan jari Chanyeol yang berdarah akibat sayatan pisau ke bibirnya. Eunsung menghisap darah dari tangan Chanyeol.

Chanyeol membelalakkan matanya melihat ini, sebenarnya lukanya tidak sakit tadi Chanyeol hanya kaget saja makanya dia berteriak. Eunsung mengangkat kepalanya.

“Biarkan jarimu lurus terus seperti ini, tunggu sebentar” dengan cekatan Eunsung berlari mengambil kotak P3K nya. Chanyeol hanya diam, melakukan apa yang di suruh Eunsung.

“Kau ini, makanya jangan meremehkan ku, harusnya kau berhati-hati” Eunsung mendengus kesal tetapi  tergambar sangat jelas di wajahnya bila dia sangat kawatir.

“Sung, sudahlah ini hanya luka kecil”

“Jika di biarkan bisa infeksi pabo-ya”

Eunsung mengambil cairan antiseptik lalu membersihkan luka Chanyeol, memberinya obat luka dan memperban jari telunjuk kiri Chanyeol. Chanyeol hanya bisa menatap wajah kawatir Eunsung. DEG! Entah mengapa jantung nya berdetak menjadi tidak normal, rasanya berkali-kali lebih cepat dari sebelumnya.

“Untung jari kiri. Bagaimana jika kanan? Kau pasti akan sulit menggambar” Eungsung menghela nafasnya.

“Tadi kau menghisap darahku?”

“Hmm” Eunsung mengangguk.

“Kau tidak jijik?”

“Ani, sewaktu kecil appa ku sering melakukan itu” Eunsung tersenyum.

“Sung, Gomawo” Chanyeol menatap Eunsung, entah mengapa detak jantung nya tidak juga menjadi normal.

“Ne, kau nonton TV saja jangan pegang pisau lagi. Arra?”

“Aku di sini saja”

“Yasudah kalau begitu”

Eunsung melanjutkan memasak, dia cukup cekatan. Dari meja makan Chanyeol terus memperhatikan Eunsung yang terkadang merasa kebingungan. Perlahan senyum mengembang di bibir merah Chanyeol, ada satu hal yang selama ini baru dia sadari. Kali ini Chanyeol tidak mau memakai logika nya lagi, dia biarkan perasaan nya berjalan menuntunnya.

“Tadaaaa” 15 menit kemudian Eunsung membawa hasil masakannya ke meja makan. Di meja makan, Chanyeol sudah menyiapkan 2 mangkuk nasi, sendok dan juga air minum.

“Hmm selamat makan” teriak Eunsung lalu mulai memakan Sup langsung dari mangkoknya. Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Kenapa kau memakan semua? Mana bagianku?”

“Mwo? Aku hanya membuat untuk 1 orang”

“Ya! Aku kan juga lapar”

“Aku tidak tau jika kau mau datang”

Chanyeol menatap datar Eunsung, kali ini dia benar-benal kesal. Tega sekali Eunsung kepadanya. Eunsung terkekeh melihat ekspresi Chanyeol.

“Ani, ayo kita makan berdua” Eunsung terkekeh lalu mendorong mangkuk Sup nya ke arah Chanyeol.

“Ya! Ini kan sudah bekasmu, aku mau yang baru” rengek Chanyeol

“Tidak ada lagi Yeol, bahan-bahanku hanya cukup untuk membuat satu porsi. Kalau kau tidak mau ya sudah” Eunsung menggeser kembali mangkuk sup nya.

“Andwae aku juga mau” Chanyeol berusaha menarik mangkuk Sup tersebut, secara tidak sengaja  dia memegang telapak tangan Eunsung yang juga berusaha menarik mangkuk tersebut. Kali ini detak jantung Chanyeol hebih hebat dari pada yang sebelum nya.

*****

“Cha Agashi annyeong” sapa seorang namja ramah di seberang.

“Eo Byun Baek” Eunsung membalas sapaan namja tersebut.

“Coba kau ke beranda, angin nya hangat”

“Geure?” Eunsung membuka pintu beranda apartemennya lalu menutupnya cepat.

“Kau gila Baek? Dingin sekali! Angin nya kencang!” dengus Eunsung kesal, di seberang Baek hanya tertawa terbahak-bahak.

“Jjinja-yo? Apa karena aku menelfon mu sehingga udara menjadi hangat?”

Eunsung terdiam mendengar ucapan Baekhyun, tubuhnya kaku, dadanya berdetak sangat hebat.

“Ya! Kau pikir aku ini heater?” Eunsung mencibir kesal, wajahnya merah padam saat ini. Baekhyun tertawa riang di seberang sana.

“Ada apa?” tanya Eunsung kesal

“Eo?”

“Kenapa kau menelfon ku pabo?”

“Aku hanya ingin mendengar suaramu”

“Mwo? Kau meledekku? Kau kan tau aku tidak bisa bernyanyi! Suaraku sangat jelek” Eunsung mengerucutkan bibirnya. Dadanya tetap tidak karuan apalagi di tambah perkataan Baekhyun barusan.

Di dalam kamarnya, Baekhyun menggeleng-geleng kepalanya. Yeoja mungil ini sangat tidak peka dengan perasaannya selama ini.

“Sung, aku akan membocorkan rahasiamu” Baekhyun tersenyum riang di seberang

“Mwo? Rahasia apa?” Dahi Eunsung mengkerut

“Dua hari yang lalu kau mengigau dan berteriak saranghae tteokbokki” Baekhyun terkekeh di seberang.

“Ya! Jangan  tertawa. Aish menyebalkan sekali” Eunsung mendengus kesal.

“Hahahahahahahhaha” lanjut Baekhyun membuat telinga Eunsung sakit.

Yeoja mungil ini langsung memutus sambungan telefonnya. Bukan, dia bukan malu karena mengingau atau karena Baekhyun ingin membocorkan rahasianya. Sejak tadi dia merasa detak jantungnya terus tidak mau mengikuti perintahnya, itulah yang membuat dia memutuskan telefon.

Eunsung merebahkan tubuhnnya malas di sofa ruang tv apartemennya. Dia menghembus nafasnya pelan.

“Ini aneh, benar-benar aneh”

“Aku tidak lagi berdebar saat bersama Chanyeol, tapi hanya mendengar suara Baekhyun di telfon saja detak jantung ku menjadi tidak karuan”

Eunsung memejamkan matanya, dia berusaha untuk berpikir. Jari telunjuk kanannya sibuk mengetuk-ngetuk meja yang ada di samping sofanya.

“Arrrggghh” Teriak Eunsung, diri nya sadar akan sesuatu

“Aku menyukai Baekhyun.. Baekhyun ya benar Byun Baekhyun” lanjutnya berteriak

“Tapi bagaimana bisa perasaan yang sudah hampir 9 tahun ini dengan mudah di gantikan oleh Byun Baek?”

“Aku benar-benar sudah gila! Aku tidak boleh menyukai Baekhyun, Chanyeol juga menyukainya” Eunsung melepar bantal yang ada di sofanya, dirinya merasa senang karena perasaan ini, di sisi lain dia merasa takut, takut menyakiti perasaan Chanyeol.

“Eotokhe? Arrggghhh” Eunsung menggaruk garuk rambutnya frustasi

“Arrrrgggghhh mollaaaaaaa” Eunsung merengek, dia mengerakkan kakinya, menendang-nendang udara tidak jelas.

**TBC**

50 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love (Part 2)

  1. wahh, cinta segitiga nya berubah..
    akhirnya chanyeol sadar jugaa !! haha
    tapi aku lebih setuju eunsung sama baekhyun 🙂
    ditunggu next chapnya 🙂

  2. syukur deh.. chanyeol gk suka sma baekhyun. dan dia suka eunsung.
    enak banget jadi eunsung direbuti baekhyun sma chanyeol.^^

    lanjut thor…cerita makin seru

    • hehehe makasih banyak ya sudah baca dan komen ^^ iya eunsung nya bikin iri nih hehehehhe, chapter 3 nya mohon di tunggu ya

    • hahaha makasih banyak ya sudah baca dan komen, syukurlah kalo kamu suka hehehe, next chapter nya mohon di tunggu ya 🙂

  3. Daebakk… Maaf thor bru bsa comment di chap ini. Btw, kalo bisa ff nya dipanjangin donk thro. Soalnya, singkat bgt. 🙂 tapi secara keseluruhan bgus kok. Fighting author! 😉

  4. Kayanya Chanyeol jatuh cinta ama Eunsung.. tapi Eunsungnya ada perasaan ama baekhyun??
    Siapa yg bkal dia pilih?? Baekhyun or Chanyeol???
    Lanjut thor.. Fighting!!

  5. Pingback: [Freelance] The Best For Someone Who I Love 2 (Part 1) | SAY - Korean Fanfiction·

  6. Ahaha masalahnya jd complicated.
    Perasaannya udh pd berubah, dimulai dr Eunsung yg dah gak merasakan hal yg sama setiap bersama dgn Chanyeol melaiknkan skrg saat dgn bersama Baekhyun, n Chanyeol yg justru mulai merasakannya skrg thdp Eunsung, n Baekhyun yg menyukai Eunsung.
    Berarti, walaupun Chanyeol suka Baekhyun doi gak ngasih tau ya selama ini?
    Ah, kayaknya ada yg bakalan patah hati nih?Poor u, Chan oppa~kelamaan si jd keduluan kan sama Baek oppa tu huhu

    Sippo!Keep writing n fighting ne!!^^

  7. Ahay… chanyeol sdh kmbali ke kodratnya(?) sbg lelaki. Hahaha…. Baekhyunie bisa jg ya ngegombal, udara dingin dblg hangat. (Jlas aja hngat, la dianya ada dkmar ko.. ) 😀
    Yuuk lanjut baca next chap…

  8. Waaaah berarti selama ini chanyeol salah mengartikan perasaanya ke baekhyun yah, dipikirnya dia mencintai baekhyun.

    Tapi eunsung uda keburu suka sama baekhyun. Kasian dong chanyeolnya. Tp aku jg suka klo misal eunsung jdian sama baekhyun

  9. eunsung mulai suka sama baekhyun?? 🙂
    wuaa daebak 😀
    tp gmna persaannya eunsung sama chanyeol? sudah hilangkah 😦
    next chap 🙂
    hwaiting 🙂

  10. lah… ko malah pada plinplan sih.. waktu itu sukanya ama baekhyun tapi sekarang malah eunsung, tapi gapapa jadi chanyeol gak gay dong… tapi sekarang eunsung sukanya ama baekhyun… aduh.. kasian bgt ya….

Leave a Reply to F_Hae Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s