[Freelance] Love In Danger ( Chapter 4 )

love danger

Title: Love In Danger ( Chapter 4 )

Author : Randika Jung (@RandikaOh)

Main Cast:

Kim Jong In (EXO K)

Shin Ah Jung (OC)

Xi Luhan (EXO M)

Other cast :

All Member EXO

Krystal Jung ( F(x) )

Choi Minho ( SHINee)

Length : Chapter

Genere : Romance, sad, angst, School life,family,kekerasan

Rating : 17+

Disclaimber: ini ff asli pikiran saya don’t be siders dont’be plagiator guys leave you coment oke J di chapter ini ada beberapa kata yang kotor. So maaf banget kalau kalian nggak nyaman, dan aku lupa ada beberapa adegan yang ya bisa di bilang agak dewasa. Oh ya disini aku akan munculin seseorang yang pernah mukul Ah Jung pake botol minuman keras gt, kalok enggak inget liat yang chapter1. dan untuk seterusnya orang itu akan muncul sampai beberapa Chapter atau malah sampek end .

Sebelum baca chap 4 kalian bisa baca  : Teaser | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3

Happy Reading !

 

___oOo___

Pervious:

“Sepertinya kita harus segera bertindak, ini tidak akan beres jika hanya berdiam”

 

“Luhan ingin aku datang kesana sendiri tanpa membawa kalian”

 

“Itu tidak adil Kai, kau harus di kerumuni banyak orang demi menyelamatkan Ah Jung. Maafkan kami membawanya dalam masalah besar”

 

“Tidak apa-apa semuanya sudah terjadi”

 

Jong In meremas kertas yang ada di tangannya, ia masih ingat betul kata yang tertulis di kertas itu, kalimat yang terlihat mengancam.

 

____oOo____

“Jong In, Jong In bangunlah kumohon”

 

Perempuan ini menangis, ia menompang kepala laki-laki yang begitu banyak dengan darah. Seharusnya ia mendengarkan perkataan laki-laki ini beberapa waktu yang lalu.

 

“Maafkan aku, kumohon bagunlah, Jong In”

 

“Ah Jung..”

___oOo___

Laki laki ini tersenyum menang mentap seorang wanita di hadapannya. Wanita itu pingsan tubuhnya terikat erat oleh tali dan mulutnya di bungkam dengan sapu tangan. Hal yang sangat mudah untuk mendapatkan wanita itu, sangat mudah dengan menggunakan ayah wanita ini.

“Lu apa kau yakin Kai akan terpancing datang ke komplek Gi Jeong? Setauku tidak ada satu perempuanpun yang bisa menjadi umpan untuk menghancurkan Kai”

“Tenanglah Kris semuanya akan berjalan sesuai rencana, kalian hanya mendengarkan intruksiku saja. Aku akan pergi sebentar, jaga dia jangan pernah sentuh dia ataupun melukainya dia milikku”

Luhan pergi meninggalkan kris yang sama sekalai tidak menjawab pertanyaannya. Ada satu hal yang laki-laki ini tidak mengerti dengan Luhan, tiba-tiba saja mengklaim perempuan itu miliknya. Sejauh ini tidak ada perempuan mana pun yang mampu menarik Luhan seperti ini, dari matanya saja sudah terlihat bagaimana Luhan berusaha melindungi wanita itu dari teman-temannya. Tidak sepeti dengan wanita yang lainnya, Luhan selalu memperbolehkan teman-temannya menyentuhnya ataupun bermain-main dengannya.

“Anak itu benar-benar terlihat aneh”

Baru saja Kris akan melangkah namun langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya. Laki-laki dengan mata panda itu menghampiri Kris yang masih menatapinya penuh tanya.

“Dia cantik hyung, dia punya siapa? Dan tubuhnya begitu indah”

“Jangan menyentuhnya!”

Bukannya menghiraukan apa yang Kris ucapkan justru laki-laki itu memajukan tubuhnya berusaha mencium perempuan yang masih pingsan itu.

“Huang Zi Tao! Sudah ku bilang jangan menyentuhnya, dia milik Luhan”

“Ya! Wae? Walaupun ini milik Luhan bukankah aku boleh menyentuhnya, dia selalu memperbolehkannya”

“Huang Zi Tao! Jangan menyentuhnya dia milikku. Dia bukan perempuan yang akan ku gunakan untuk berbagi dengan kalian, just for me. Kris aku kan sudah bilang jaga dia dan jangan sentuh dia apa lagi bajingan kecil ini!”

Tao hanya memandangi Luhan penuh tanya ia tidak yakin jika pria yang di hadapannya adalah Luhan, setaunya tidak ada perempuan yang mampu membuat Luhan seperti ini kecuali Ahn Min Jung. Mantan kekasih Luhan satu tahun yang lalu.

“Kau jatuh cinta dengannya Lu? Ingat dia hanya gadis umpan untuk menghancurkan Jong In”

“Aku memang jatuh cinta dengannya, walaupun dia gadis umpan seperti yang kau katakan, tapi aku sudah membayar mahal untuk mendapatkannya. Jadi jangan pernah menyentuhnya!”

Tao memutar bola matanya malas ia mengerti sekarang kenapa Luhan menjadi sensitiveini.

___oOo___

Pria paruh baya ini tersenyum menatap cek yang tadi pagi-pagi buta ia dapatkan, ia tidak menyangka mampu mendapatkan uang sebesar ini hanya dengan menyerahkan putrinya pada pemuda yang sama seklai tidak ia kenal. Tapi menurutnya pemuda itu tampan, sopan dan kaya, ia akan sangat beruntung jika anak perempuannya menjadi kekasih dari pemuda itu.

“Tidak kusangka hanya dengan kata aku menyerahkan putriku untuknya ia memberiku 20.000.000 juta won”

Pria itu tersenyum puas sekali lagi, ia masih memegangi cek yang ada di dalam genggamannya. Cek yang seharusnya mampu untuk menutupi semua utangnya begitulah perintah pemuda tadi, tapi siapa yang mau mendengarkan omongan orang yang jauh lebih muda darinya, pria ini akan jauh lebih senang jika menggunakan uang ini untuk bersenang-senang seperti bermain gila dengan perempuan lain.

“Aku bisa kaya jika terus seperti ini”

__oOo__

Pemuda ini berlari tergesa-gesa baru saja ia sampai di sekitar kompleks yang konon berhantu ini, ia sama sekali tidak merasa takut harus datang kemari sendiri saat malam hari seperti ini. Ia hanya tidak ingin di sebut sebagai pengecut yang hanya berani saat bersama teman-temannya, dan juga ia ingin mejamin keselamatan perempuan yang ia cintai. Ia bersumpah jika diantara dari musuhnya ada yang berani menyentuh perempuan itu ia tidak segan-segan untuk membunuh mereka.

Dari atas gedung yang memiliki tingi sekitar 9 lantai ini laki-laki itu mampu melihat musuhnya tengah berlari, ia tersenyum penuh kemenangan.

“Dia mengikuti intruksiku, cih ku rasa dia bodoh! Lihatlah Kim Jong In akan ku buat kau sehancur mungkin mulai dari sekarang, kau tidak pernah tau bahwa permainan yang sesungguhnya bau saja akan dimulai”

Laki-laki ini kembali tersenyum sinis, ia seperti menghirup bau kemenangannya, kemenangan yang seharusnya selalu memihak padanya. Begitulah pikirnya. Ia mulai melangkah menuju lantai bawah, sudah ada beberpa temannya yang akan menghadang Jong In untuk di bawakan padanya. Ini kemenangannya!

“Kau datang sendirian Kim Jong In? Ku rasa kau cukup pemberani”

“Hentikan basa basimu Xi Luhan, mana Ah Jung? Dan apa-apaan ini suruh mereka melepaskanku”

Luhan hanya tersenyum meremehkan Jong In yang meronta meminta dilepaskan dari cengkraman Tao dan Minseok. Ia menyuruh Kris untuk membawakan permepuan yang menjadi umpannya umpan untuk Jong In  datang kemari.

Perempuan itu masih sama seperti tadi hanya sekarang ia sudah sadar dan meronta-ronta pada Kris. Perempuan itu tidak mengerti apa yang terjadi kenapa dirinya harus diikat dan kenapa mulutnya harus disumpal. Seingatnya tadi pagi ia menerima ajakan dari laki-laki yang mengenalakan diri sebagai Luhan, Xi Luhan. Benar! Perempuan itu mulai berfikir bahwa ini pasti ulah laki-laki itu.

Ada yang berbeda di pandangan perempuan ini, ada sosok yang begitu ia kenal ya walaupun ia sangat membenci sosok itu, tapi saat ini sosok itu seperti lemah di kerumuni beberapa orang dan ada seorang laki-laki yang tengah berdiri diam, dan tersenyum puas memandangi sosok yang tengah di pukuli bertubu-tubi itu.

“Oh kau sudah datang rupanya, lihat itu noona bukankah itu menarik aku membalaskan rasa sakitmu padanya dia akan mati jika kau mau”

Perempuan ini mebelalakan matanya mendengar apa yang laki-laki itu katakan. Mati ? sama saja mereka menjadi pembunuh dan ia akan menyaksikan pembunuhan itu secara sadis dan menyakitkan. Laki-laki itu mulai mendekat pada perempuan ini, ada perasaan takut dihatinya, seperti perasaan yang mencengkram didalam hatinya. Ia ngin berlari jika ia bisa namun sayangnya ia tidak bisa. Laki-laki itu membelai lembut wajah perempuan ini dan menghirup udara di lehernya.

“Kau hangat, kau manis, dan kau menarik. Kau milikku, hangatkan tubuhku kapanpun aku mau. Lepaskan Jong In dan biarkan ia melihat ini”

Laki-laki ini memberika intruksi pada teman-temannya untuk berhenti memukuli Jong In. Ia menjadi begitu liar pada perempuan di hadapannya. Dengan paksa ia membuka sapu tangan yang menyumpal mulut perempuan itu. ia menarik perempuan itu dalam pelukannya, dengan sangat hati-hati ia menelusupkan tangan kanannya pada rambut perempuan itu, ia menarik tengkuk perempuan yang ada di pelukannya, ya! Laki-laki ini menciumnya, mencium prempuan yang ia jadikan umpan. Ciuman itu tidak hanya berhenti disitu ciuman itu semakin turun pada leher jenjang perempuan itu membuat sebuah tanda kepemilikan laki-laki ini.

“Dia milikku Kim Jong In kau lihat ini?”

Jong In melebarkan matanya ia mencoba bangkit, tubuhnya benar-benar remuk sekarang darah mengalir di pelipisnya membuat mukanya di banjiri aliran dan beberapa luka sobek di siku maupun kakinya. Ia ingin menghajar laki-laki yang telah menyentuh perempuan yang ia cintai. Ia mampu merasakan ada rasa ketakutanpada perempuan itu seolah perempuan itu menjerit meminta tolong padanya.

Laki-laki ini tertawa penuh kemenangan melihat Jong In yang bersusah payah untuk  berdiri.

“Kau ini telalu keras kepala Kim Jong In, lihat lah dia noona, kau ingin dia tesiksa kan aku tau itu. apa kau mau aku membunuhnya untukmu?”

“Cukup! Hentikan aku tau kalian bersandiwara hanya demi aku memaafkannya! Tidak aku tidak akan perah memaafkannya. Jadi tolong Luhan-ssi lepaskan aku aku benar-benar membenci kalian!”

Laki-laki ini mulai menertawakan jawaban dari perempuan itu, bahkan perempuan itu sama sekali tidak menyadari niatan Jong In untuk menyelamatkannya. Dia diam, dirinya tidak ingin membantah apapun yanag perempuan itu katakan ia hanya ingin perempuan itu semakin membenci Jong In sebenci-bencinya.

Perepmpuan ini meronta dalam pelukan laki-laki yang menolongnya tempo hari. Ia sama sekali tidak ingin berada disini melihat muka kedua laki-laki menyebalkan itu. tapi di hatinya ada perasaan yang begitu teriris keika melihat Jong In terkapar di tanah, dia lemah bukan seperti Jong In yang kuat yang selalu ia lihat. Ada perasaan ingin menolongnya, tapi dia benar-benar sudah tidak ingin masuk kedalam jebakan laki-laki itu untuk kedua kalianya. Mungkin saja adegan perkelahian yang ia saksikan tadi hanyalah sandiwara yang Jong In buat, dengan mudahnya melukai tubuhnya hanya demi mendapatkan maaf darinya.

“Jong In kau harus lihat ini”

Laki-laki itu mulai mencengkram pipi perempuan yang masih dalam pelukannya, ia mencium perempuan itu dengan cepat, ciuman yang terkesan gesa-gesa tanpa balasan apapun dari perempuan itu. laki-laki ini mengigit bibir bawah perempuan itu, melumatnya seperti ada hormon perangsang yang begitu kuat dari perempuan itu. dia Luhan, menikmatinya menikmati ciuman yang ia buat meski tanpa balasan dari perempuan yang ada dalam dekapannya. Ia melupakan satu hal ia sedang di lihat banyak orang, tangannya menggerayahi seluruh tubuh perempuan ini sampai ia menyusupkan tangannya pada kemeja sekolah yang perempuan itu pakai. Tangan Luhan berhenti tepat di dada perempuan itu ia meremasnya dengan sangat nakal dan kuat. Perempuan itu mengerang kesakitan, secara tidak langsung ini membuat Luhan bahagia, mampu melihat musuhnya hancur ketika perempuan itu ia sentuh dan mengerang kesakitan akibatnya.

“Sudah kubilang jangan menyentuhnya Xi Luhan! Dasar kau bajingan”

Bugh..

Tadi dengan susah payah Jong In bangun untuk menghampiri Luhan, amarahnya membara. Ia merasa sakit mendengar erangan perempuan itu. ia tidak trima jika perempuan itu harus di sentuh oleh Luhan, musuhnya. Ia memukul Luhan dengan susah payah namun pukulan itu mampu membuat Luhan menyingkir dari perempuan itu. Jong In menarik perempuan itu kebelakangnya. Ia sedang mencoba melindungi perempuan itu meski dalam keadaan yang sudah tidak memungkinkan seperti ini.

Luhan tertawa keras menertawai Jong In yang masih berusaha melindungi perempuan itu dalam keadaan babak belur dan sangat lemah seperti ini. Ia menyuruh beberapa teman-temannya untuk menarik Jong In menjauh dari perempuan yang mereka jadikan umpan, sekaran perempuan yang tak lain adala Ah Jung itu milik Xi Luhan, begitulah yang Luhan klaim dihadapan teman-temannya dan rival terbesarnya. mereka kembali memukuli Jong In dengan kerasanya, mereka sama sekali tidak perduli dengan apa yang mereka perbuat entah nanti akan menyebabkan ia mati ataupun tidak. Mereka menang saat ini. Hanya untuk saat ini.

Tidak sampai teman-teman Jong In datang dan menarik mereka satu persatu untuk di pukuli membabi buta.

“Kau keterlaluan Xi Luhan! Aku bisa saja melaporkanmu pada polisi atas tindakan percobaan pembunuhan. Tapi sayangnya aku lebih suka memukuli mu seperti ini!”

Bugh..

Oh Sehun dia memukul Luhan dengan kerasnya, ia tidak bisa meneriama apapun yang ia lihat saat ini, Jong In sudah lemah babak belur sangat babak belur. Bahkan mukanya sudah tidak lagi berbentuk. Ia kembali memukuli Luhan dengan amarah yang besar. Luhan harus merasakan apa yang Jong In rasakan.

“Ah Jung-ssi? Kau tidak apa-apa?”

“Jangan sentuh aku! APA-APAAN INI! APA KALIAN SEDANG MENCOBA MEMPERMAINKANKU? DENGAN SANDIWARA KALIAN! DIA MELECEHKANKU! DAN DIA BERPURA-PURA LEMAH SAAT DIA DI PUKULI AKU MUAK DENGAN KALIAN! “

Mereka semua diam ketika Ah Jung berteiak, histeris dan melontarkan kata-kata yang sangat berbeda dengan kenyataannya. Chanyeol yang berusaha menolongnya pun hanya bisa  mematung dengan sikap perempuan ini. Jika ia sudah tau lebih dulu Ah Jung tidak akan menghargai usaha mereka untuk menyelamatkannya ia tidak akan pernah menolong perempuan ini. Perempuan yang tidak tau terimakasih.

“Kau! Apa kau gila? Jong In tulus membantumu! Dia berusaha menyelamatkanmu dari genggaman setan busuk itu! apa menurut mu Jong In gila melukai dirinya sampai seperti itu! dia bahkan sekarang sudah tidak berdaya apa menurutmu dia gila hah! Dia masih waras noona! Jika bukan karena Jong In mencintaimu bisa saja Jong In membiarkanmu untuk dijadikan pemuas sex mereka! Oh ya tuhan baiklah kurasa aku menyesal telah menolongmu kali ini”

Chanyeol memijit keningnya dengan pelan ia tidak mengeti jalan pikiran perempuan di hadapannya.

Ah Jung melupakan satu hal tentang penglihataannya. Ada yang berbeda dari seragam Luhan. Mereka satu sekolah tapi laki-laki itu lebih dominan menggunakan balzer hitam sseperti yang pernah ia dengar bahwa sekolahnya terbagi menjadi dua, asrama putih dan asrama hitam . mereka saling bermusuhan saling memperebutkan siapa yang paling berkuasa dan paling pintar. Dan sedangkan dirinya berdiri di asrama putih. Bagus! Sekarang ia mula menangisi apa yang telah ia ucapkan rasa bersalah itu mencuat dihatinya, ia terduduk menompang wajahnya. Ingin sekali rasanya ia memukul Luhan yang telah membuatnya tidak mengerti dan telah membuat Jong In hampir mati.

Dengan segala egonya Ah Jung menghampiri Jong In yang entah sudah tidak sadarkan diri begitu banyak luka pada laki-laki itu. begitu sakit hatinya. Ia mulai mmeluk wajah Jong In, ia tidak perduli bila sragam sekolahnya harus berlumur darah. Ia hanya ingin laki-laki ini sadar, hanya itu. ia menangis benar-benar menangis. Ia mulai mengerti tentang kata ‘Memanfaatkan’yang pernah Jong In katakan padanya.

“Jong In, Jong In bangunlah kumohon”

Perempuan ini menangis, ia menompang kepala laki-laki yang begitu banyak dengan darah. Seharusnya ia mendengarkan perkataan laki-laki ini beberapa waktu yang lalu.

“Maafkan aku, kumohon bagunlah, Jong In”

“Ah Jung..”

Suara itu begitu lirih, suara yang begitu lemah. Ah Jung melihat Jong In membuka matanya, ia benar-benar lega saat ini melihat Jong In sudah sadar.

“Maafkan aku..”

Jong In begitu lemah suaranya tidak terdengar jelas namun Ah Jung mampu mnegerti apa yang ingin Jong In sampaikan padanya. Ia hanya menggeleng, Jong In tidak perlu meminta maaf padanya. Seharusnya dirinyalah yang meminta maaf karena tidak melihat ketulusan yang Jong In lakukan untuknya berusaha meneyelamatkan dirinya dari Luhan.

Teman-teman Jong In membantu mereka pergi dari tempat ini. Pekelahian ini tidak akan berhenti sampai disini dengan apa yang baru saja terjadi ini menambah pekelahian ini semakin berakal.

___oOo___

Perempuan ini masih saja khawatir ia enggan pergi dari tempat dimana ia berada sekarang, perasaan bersalah dan khawatir ada dalam dirinya. Seharusnya ia mendengarkan apa yang laki-laki itu ucapkan tempo hari seharusnya dia lebih waspada. Mereka tengah khawatir dengan keadaan Jong In yang tadi tiba-tiba tidak sadarkan diri. Perempuan ini masih setia duduk di ruang tunggu dekat pintu UGD ia terus berdoa agar laki-laki yang beada di dalam sana baik-baik saja.

“Ah Jung-ssi. Eumm aku ingin minta maaf jika bukan karena aku semuanya tidak akan seperti ini. Jika aku tidak meminta Jong In mendekatimu Luhan pasti juga tidak akan membuatmu ketakutan dan khawatir seperti sekarang maafkan aku”

“Tidak! Seharusnya aku yang minta maaf Chanyeol-ssi seharusya aku mendengarkan Jong In, seharusnya aku berterimakasih pada kalian jika bukan karena kalian aku mungkin tidak bisa selamat dari Luhan, jika bukan karena kata-kata kasarmu tadi aku pasti tidak akan menyadari apapun. Maaf dan terimakasih”

Sehun datang menghampiri kedua orang tersebut, ada sebuah senyum yang ia paksakan dari bibirnya. Ia menghampiri perempuan itu. perempuan yang masih terlihat ketakutan dan khawatir. Ia mengajak perempuan ini bicara, berbicara layaknya hanya mereka berdua yang mengerti meskipun dirinya adalah yang paling muda diantara teman-temannya ia memiliki sikap yang lebih dewasa dari yang lain. Meski ia pintar dan selalu menggunakan akal pikirannya kali ini ia berusaha menggunakan hatinya, berbicara dengan seorang perempuan yang memiliki sikap menutup diri pada orang baru. Dengan sangat hati-hati ia berbicara, mereka membicarakan Jong In. Sehun hanya ingin membuat perempuan ini kembali membuka matanya tentang Jong In, Sehun tau Jong In melebihi siapapun, masalah dalam keluarganya dan juga sikap-sikap Jong In.

Ah Jung begitu nyaman berbicara dengan laki-laki yang mengenalkan dirinya sebagai sahabat Jong In,, menurutnya laki-laki ini benar-benar baik berbeda dari yang ia lihat tadi saat memukuli Luhan membabi buta. Tadi Sehun memberitaunya tentang Jong In, tentang perasaan Jong In pada perempuan ini. Ia sama sekali tidak merasa seperti dipermainkan kembali saat ini, ia bisa melihat ketulusan Sehun berbicara padanya, bahwa Sehun mengatakan sesuatu yang sesungguhnya.

“Kai sangat dekat denganku dan Chanyeol Hyung, dia akan bercerita apapun pada kami. Ah Jung-ssi, Kai sangat menyukaimu baru pertama kali aku melihat Kai menyukai seorang perempuan sampai seperti ini. Kau cinta pertamanya”

Ada sebuah perasaan yang begitu bergejolak di hati perempuan ini. Hatinya terus bertanya-tanya tentang apa yang baru saja ia dengar, dia cinta pertama Jong In. Perempuan ini sedikit bingung dengan hatinya ada perasaan bahagia ketika mengetahui bahwa dirinyalah cinta pertama Jong In, namun di samping itu masih ada sedikit rasa keraguan, Sehun melempari sebuah pertanyaan yang membuat perempuan ini teringat akan kejadian sebelum ia berangkat sekolah.

Yang perempuan ini ingat hanya saat ia berangkat tiba-tiba ada Luhan muncul dihadapannya dengan muka semanis mungkin mengajaknya berangkat bersama. Awalnya ia ingin menolak tapi ayahnya menyuruh perempuan ini untuk barangkat dengan pemuda yang tepat didepannya. Mau tidak mau perempuan ini harus berangkat dengan Luhan, awalnya Luhan berbicara manis padanya. Namun kelamaan pembicaraan itu seperti mengarah suatu hal yang tidak ia mengerti, sesuatu yang menyangkut Jong In ada sebuah seringaian yang perempuan ini hanya mampu bergidik ngeri melihatnya.

Tiba-tiba ada seseorang yang membekapnya dari belakang, awalnya perempuan ini memberontak dan meminta pertolongan pada Luhan namun laki-laki itu hanya tersenyum meremehkan dan setelah itu ia tidak sadar akan apapun yang terjadi. Saat ia terbangun sudah ada beberapa orang yang mengelilinginya dan bergumam bahwa dia cantik dan menggoda.

Sehun mengangguk mengerti, ada perasaan yang begitu bergejolak dihatinya. Ini sudah melampaui batas kesabaran seorang Oh Sehun. Mungkin ia akan bersikap biasa jika saja Luhan tidak menjadikan perempuan ini sebagai umpan untuk membuat Jong In ataupun mereka terjatuh.

“Sehun, sebaiknya kita segera pulang”

“tapi siapa yang akan menjaga Kai, biarkan aku menjaganya disini hyung

“Tidak perlu Sehun-ssi biarkan aku yang menjaganya”

Semua orang melirik kearah perempuan yang baru saja bicara. Perempuan itu memiliki niat untuk menjaga Jong In, tidak ada salahnya jika mereka memperbolehkan perempuan iu menjaga Jong In toh pasti Jika Jong In terbagun ia pasti ingin melihat perempuan itu. semuanya mengangguk setuju dan pergi meninggalkan perempuan itu sendiri.

___oOo___

Gadis ini tersenyum lebar, semuanya sudah tersusun seperti apa yang ia rencanakan. Hanya sekarang ia tinggal membujuk laki-laki yang sangat berkuasa di asrama hitam itu. hanya tinggal selangkah rencannanya akan berjalan lancar tidak ada sebuah penghalang apapun baginya mendapatkan cintanya. Siapapun orangnya yang telah membuat ia jatuh cinta maka orang itu harus membayarnya ataupun bertanggung jawab apa yang telah terjadi pada gadis ini, meski hanya perasaan cinta.

“Apa kau yakin tidak membutuhkan bantuanku? Aku bisa membantumu Krys, Luhan tau aku dan aku bisa membujukkannya untukmu”

“Tidak perlu, cukup kau duduk manis saja memberiku rencana seperti ini saja aku sudah berterimakasih”

Kyrstal berbicara pada seorang laki-laki yang tepat berada di belakangnya. Laki-laki itu jauh lebih tua dari Krystal tapi ia enggan untuk menambahkan embel-embel Oppa. Sebenarnya laki-laki itu bisa saja disebut sebagai kakak sepupunya, maksudnya sepupu jauh Krystal baru beberapa bulan yang lalu ia pindah dari New York.

__oOo___

Perempuan ini masih setia menunggui Jong In yang sakit. Ia tidak menyangka jika ia akan tertidur di pinggir ranjang Jong In dengan kondisi yang begitu buruk, ia tidur dengan posisi duduk dan tangan yang ia jadikan sebagai alas untuk kepalanya. Tapi apa yang ia rasakan saat ia terbangun justru berbeda sekarang. Ia berada tepat diatas pembaringan, ia melebarkan matnya ketika melihat Jong In tertidur dengan posisi duduk di dekat ranjang yang seharusnya Jong In gunakan.

Wajah Jong In begitu malang kali ini, masih tampak beberapa luka di sekujur tubuhnya, tangannya yang begitu banyak lilitan perban, dan dadanya, tidak lupa dengan wajahnya, sebelah matanya bengkak. Perempuan ini semakin merasa bersalah, ia seperti merutuki asumsi bodohnya ketika mengira Jong In dengan sengaja membuat dirinya seperti ini.

“Kau sudah bangun?”

Suara itu mengkagetkan perempuan ini secara tiba-tiba. Ia masih berada dalam pikirannya, pikiran tentang laki-laki yang baru saja bertanya padanya. Ia tersenyum kecil dan mengerucutkan bibir , perempuan ini kembali hangat. Ia seperti ingin menebus segala kesalahannya.

Jong In berusaha bangkit dari duduknya, seluruh tulangnya terasa ngilu begitu ia berdiri ia berusaha untuk berjalan menuju perempuan yang ada dua kangkah didepannya. Tubuh Jong In tiba-tiba terhuyung kedepan, secara refleks perempuan itu menahan tubuh Jong In. Perempuan itu mengumpat, bahwa seharusnya Jong In tak perlu memindahkan ia di tempat yang seharusnya Jong In gunakan. Jong In hanya terkekeh mendengarnya, ia merasa hangat kembali kali ini, ia memeluk tubuh perempuan itu penuh dengan rasa rindu, ya walaupun mereka masih dibilang belum terlalu mengenal tapi rasanya Jong menrindukan pelukan perempuan ini selama bertahun-tahun.

“Maafkan aku kau tau aku menyesalinya, kau tau aku baru menyadarinya bahwa aku benar-benar mencintaimu saat itu. saat kau dengan dinginnya menyikapiku, saat kau bersama Luhan, aku benar-benar seperti merasa cemburu. Aku mencintaimu Ah Jung”

“Jong In…”

Entah perasaan apa yang harus Ah Jung ungkapkan ada perasaan bersalahnya tentang kejadian yang menimpa dirinya dan membuat Jong In seperti ini. Tapi perasaannya seperti tertarik dengan Jong In, ia nyaman berada di dekat Jong In, ia merasa lebih hangat, terbuka dan selalu tersenyum seperti tidaka da masalah sedikitpun padanya. Dadanya begitu sesak saat ini entahlah seperti ada rasa bahagia yang berlebihan di hatinya, ia menangis, menangis bahagia.

“Hey, hey. Kenapa kau menangis apa aku menyakitimu? Apa aku memelukmu terlalu kuat atau kau takut denganku?”

“Bodoh seharusnya kau tidak melakukan apapun untukku, hanya untuk menyelamatkanku datang sendiri ke tempat Luhan hanya demi aku sama saja kau bunuh diri bodoh dasar kau bodoh!”

Jong In tersenyum manis kali ini, ia menyamakan tingginya dengan Ah Jung, ia menghapus lembut air mata perempuan itu, ia tersenyum manis. Ia mengerti bahwa apa yang Ah Jung ungkapkan adalah rasa kekhawatiran dari perempuan itu. ia suka jika Ah Jung khawatir seperti ini, tapi nada bicaranya seperti lebih ke rasa bersalah.

“Jangan menangis, aku tidak apa-apa hanya menyelamtkan mu tak akan membuat ku mati. Aku hanya ingin menebus kesalahanku. Aku hanya ingin kau memaafkanku”

Ah Jung diam, ia tidak tau harus berkata apa, tapi kini ia membalas pelukan Jong In dengan erat. Tangisan itu berhenti dan digantikan anggukan sebagai tanda ia memaafkan Jong In.

___oOo___

“Sayang sekali aku sama sekali tidak ingin berkerja sama dengan orang yang sudah membully wanitaku. Lakukanlah sendiri jika kau ingin jangan mengajak ku aku mampu melakukannya sendiri, tanpa kau Krystal Jung”

“Kau arogan, kau sombong! Kau tidak seperti apa yang aku kenal dulu. Baklah Luhan, akan melakukannya sendiri. Dan terimakasih”

Baru beberapa menit yang lalu Luhan mendengarkan permohonan gadis itu, Krystal. Dia mengajak luhan berkerja sama. Seperti menjauhkan Ah Jung dari Jong In ataupun yang lainnya. Luhan tau Krystal dia gadis yang keras kepala, jika Krystal ingin mengatai seseorang arogan seharusnya gadis itu berkaca apa dirinya tak arogan menginginkan apapun yang bukan haknya ataupun takdirnya. Luhan mulai merasa Khawatir entah tapi perasaan itu muncul begitu saja bagaiman jika Krystal melakukan hal yang kriminal kembali. Seperti beberapa tahun lalu.

___oOo___

Jong In dan Ah Jung baru saja sampai di apartemen Chanyeol. Teman-teman Jong In tau apa yang sedang Jong In alami saat ini berasama keluarganya jadi mereka memutuskan untuk membiarkan Jong In dan Ah Jung tinggal dalam satu apartemn. Mereka tidak menakutkan hal apapun kali ini, dan lagi ada Sehun yang juga mempuanya apartemen yang sama dalam satu gedung ini.

“Jong In, apa sebaiknya aku tidak pulang. Aku takut ibuku khawatir denganku”

“Aku takut jika ayahmu akan membawamu dalam perangkap Luhan kembali. Tetaplah disisi ku, aku berjanji akan menjagamu”

“Tapi..”

“Kumohon..”

Jong In menarik Ah Jung kedalam pelukannya. Ia memeluk peerempuan ini dengan lembut, ia menaruh kepala perempuan ini tepa didadanya. Tempat jantungnya berdegup kencang saat Ah Jung berada di dekatnya.

“Baiklah..”

“Kau mlikku, hanya milikku”

Jong In mencium puncak kepala Ah Jung dengan lembut, ia tidak ingin melepaskan perempuan ini apapun yang terjadi. Jong In tau ada trauma tersendiri yang Ah Jung miliki, ia menunggu Ah Jung untuk mengungkapkan itu sendiri tanpa ia minta, sampai saat Ah Jung siap untuk menceritakan suatu hal yang tak pernah Jong in mengerti.

____oOo____

“Sudah ku bilang Luhan akan menolaknya Krys, apa kau perlu ide ku lagi?”

“Ah entahlah, mungkin jika itu bagus aku akan menyetujuinya Choi Minho”

“Tentu”

Minho mulai membisikan sesuatu pada sepupunya, mereka sama liciknya, mereka arogan, terlahir dari keluarga kaya raya dan angkuh. Mereka tak ingin siapapun menyangi mereka apa lagi orang kalangan bawah.

Krystal mulai tersenyum kali ini ia tau Minho orang yang paling licik dengan segudang ide licik yang akan berhasil digunakan. Bisa di bilang Minho adalah master dari segala hal licik. Jika saja Minho tidak kembali dari New York mungkin gadis ini sudah lebih memilih membunuh perempuan yang menghalangi keinginannya itu. dia memang seorang gadis yang tidak akan segan-segan membunuh lawannya jika ia perlu, hanya demi mendapatkan apa yang ia mau dan setelah ia bosan ia akan membuang yang ia inginkan seperti sampah begitu saja.

Tapi tidak untuk kali ini, ia tidak akan membuang laki-laki yang ia rebutkan sekarang. Ia akan merawat dan menjaga laki-laki itu dengan benar, Krystal mencintainya sangat mencintainya. Seperti saat dia bersama Luhan, dia sangat mencintai Luhan sampai saat Luhan mencampakkannya dan dia berlari kearah Jong In yang tiba-tiba menghiburnya namun sayangnya Jong In hanya menggunakannya sebagai pemuas nafsunya saja, berciuman, dan melakukan hal-hal lain namun tidak sampai sex. Krystal tidak pernah menginginkan laki-laki sampai seperti ini sangat menginginkan dan sanga mencintainya.

___oOo___

“Dapatkan anakmu kembali dan akan ku naikan menjadi 30.000.000 juta won tuan”

Pria paruh baya ini terlihat senang saat pemuda itu menawarkan imbalan yang sanga besar untuknya. Ia sendiri tidak mengerti ada apa dengan pemuda ini kenapa begitu menginginkan putrinya, putri yang bahkan tidak tau terima kasih ataupaun yang lainnya.

“Baiklah tapi sejak kemarin dia belum pulang”

“Bodoh! Tentu saja dia belum pulang dia tidak bersama ku sejak semalam dia bersama pria lain. Apapun itu cari dan temukan dia dengan uang yang kuberi. Aku ingin dia menjadi milikku”

Pria paruh baya ini sama sekali tidak mengerti ia sedang dibodohi oleh orang yang bahkan jauh lebih muda darinya. Hanya dengan iming-iming uang yang pemuda itu berikan ia melakukan segala yang pemuda itu mau.

Pemuda ini tersenyum licik mudah baginya mendapatkan apapun saat ini, uangnya berguna untuk memperbodoh pria paruh baya itu. dia menginginkan putri pria paruh baya itu, atau lebih tepatnya pemuda ini menginginkan Shin Ah Jung. Hanya ada dua wanita yang pernah membuatnya seperti ini sengat menginginkan perempuan itu, Ah Jung dan Min Jung.

___oOo___

Kedua perempuan hamil ini takut melihat keadaan ibunya di dalam kamarnya sendiri. Suara keributan itu tercipat, mungkin emosi ibunya kembali naik, atas dasar apa emosi ibunya kembali tidak setabil pun kedua wanita ini tak mengerti. Dengan cepat salah satu dari mereka menelfon seseorang.

“Jong In, hallo ini Noona cepatlah kemari ibu mengamuk”

“Baiklah, aku akan segera kesana Noona”

Kedua wanita ini khawatir, akhir-akhir ini keadaan ibunya sangat tidak setabil terkadang keadannya bisa baik namun terkadang keadannya bisa saja buruk dan yang lebih penting ibunya menjadi sering marah-marah. Ibunya hanya akan tenang saat Jong In yang menenangkannya. Mereka sendiri tidak mengerti kenapa hanya Jong In yang bisa menenangkan ibu mereka.

Suara itu terus saja terjadi, pelampiasan kemarahan dari ibu mereka, suara barang-barang yang ibunya banting, suara jeritan dan isakan tangis. Mereka saling menatap satu sama lain, Jung Min dan Jang Ri benar-benar merasa khawatir. Mereka seperti ingin menangis kali ini, ibu mereka berubah menjadi wanita yang berbeda, jika kerluarga mereka tak pernah hancur seperti ini semuanya tak akan terjadi, Jang Ri ia meneteskan airmatanya.

“Bagaimana ini? Ibu terus saja mengamuk, Jung Min. Kenapa keluarga kita sekacau ini, kenapa ayah begitu tega kenapa ayah tak membunuh kita saja Jung Min aku tidak bisa hidup seperti ini. Aku sakit melihat ibu seperti inidan keluarga kita yang berantakan. Apa kau tidak merasakan hal yang sama denganku? Keluarga kita pecah kau tau aku terkadang merasa kasihan dengan Jong In yang harus hidup dengan laki-laki itu, laki-laki yang membuang kita dan membuat ibu seperti ini”

Bahu Jang Ri begitu bergetar, ia terduduk lemas di lantai. Ia tak sanggup dengan kenyataan hidupnya saat ini. Dia masih terlalu muda untuk menghadapi ini, wanita berumur 20 tahun yang hamil diluar nikah, hidup membesarkan kandungan dan anaknya tanpa suami. Keluarganya hncur berantakan, ia diusir dari rumah beberapa bulan yang lalu, ibunya lumpuh, tempramental. Tapi ia teteap menyayangi ibunya seperti apa pun ia tetap menyayangi ibunya walaupun terkadang ia takut dengan sikap ibunya yang berubah-ubah.

“Jangan berbicara hal yang tidak-tidak Jung Ri! Jika kau bertanya apa aku tak sakit melihat ibu seperti ini, tentu saja aku sakit. Dia ibuku, ibu kita maka kita memiliki perasaan yang sama. Tenanglah semuanya akan terlewati, Jong In akan melindungi kita, dia akan menjaga kita dan selalu menyayangi kita”

Jung Min, yang notabennya lebih tua dari Jang Ri, ia memeluk adikya mencoba menenangkannya. Ia sendiri merasakan sakit yang teramat sangat. Mereka bernasib sama, mereka sama malangnya.

___oOo___

Jong In yang barus aja menerima telfon dari Noonanya langsung pergi begitu saja, tapi sebelumnya ia memberitau Ah Jung terlebih dahulu bahwa ibunya tengah dalam keadaan tidak stabil dan meminta Ah Jung untuk tetap di apartemen Chanyeol sampai ia kembali.

Awalnya perempuan ini tidak mau ia ingin ikut, ia ingin melihat keadaan ibu Jong In juga. Ya walaupun ia sama sekali tak mengenal ibu Jong In. Tapi Jong In melarang, Jong In bilang ia tidak akan lama. Ia melihat sisilain dari Kim Jong In kali ini, ia mengetahui bahwa Jong In begitu mencintai ibunya, terlihat dari ekspresi Jong in yang begitu khawatir dan tergesa-gesa ingin segera menemui ibunya. Perempuan ini hanya menurut yang Jong in katakan ia tetap tinggal di apartemen Chanyeol sampai Jong In kembali.

___oOo___

Butuh waktu hampir sekitar empat jam untuk sampai ke Mokpo. Jong In berlari secepat  mungkin menuju rumah neneknya dulu. Saat ia masuk ia melihat kedua kakaknya yang begitu khawatir dan menangis bersama. Ia bertanya pada kedua kaknya apa yang terjadi? Mereka hanya menjelaskan bahwa emosi ibunya kembali tidak stabil dan memberantakan kamarnya kembali. Jong In merasa sakit kembali saat ini, kondisinya belum pulih seutuhnya sejak kemarin masih ada lilitan perban di tubuhnya. Kedua kakaknya menanyai Jong In apa yang terjadi dengannya, numun ia hanya diam dan berlari kearah kamar ibunya.

Wanita itu kembali menangis sesenggukan, Jong In merasakannya, merasakan sakit yang wanita itu alami. Wanita yang tak lain ibunya. Ia menghampiri ibunya dengan hati-hati. Jong In mulai berjongkok, didepan ibunya ia menangukpkan kedua tangannya pada pipi ibunya. Jong in tersenyum, tersenyum yang di paksakan sejujurnya ia ingin menangis melihat keadaan ibunya kembali seperti ini.

“Jangan menangis ibu, aku kan sudah berjanji akan menjaga ibu dan Noona. Aku menyayangi ibu, aku kan selalu di sisi ibu aku akan melindungi apa yang seharunsnya milik ibu. Jangan menangis lagi”

“Kai..”

Wanita paruh baya ini memluk anaknya erat ia menangis di pelukan putranya. Kata-kata itu masih saja terngiang dikepalanya saat suaminya meminta bercerai dan akan menikah dengan wanita lain. Semuanya membekas dihatinya seperti luka yang permanen.

“Aku mengerti apapun yang ibu rasakan saat ini, jadi menangislah bu sampai ibu benar-benar merasa membaik. Sampai ibu benar-benar tidak ingin menangis kembali. Aku tidak perduli apakah ayah akan menikah lagi ataupun tidak, jikapun aku mempunyai seorang ibu baru, ibu ku tetap saja ibu, ibuku tetap Jung JiHyoo. Ibu yang melahirkanku, ibu yang membesarkanku dengan kasih sayang, ibu yang mengertiku. Ibu yang sangat ku jaga dan ku sayangi”

Wanita ini semakin mennagis saat putranya berucap demikian. Perasaannya berubah menjadi tenang, ia tau putranya menjadi begitu liar akhir-akhir ini, ia kerap melihat lebam menyeluruh di tubuh dan mukanya. Ia memaklumi itu sebagi masa pertumbuhan anak laki-laki dan sebagi korban kehancuran rumah tangganya, namun yang masih ia mengerti adalah Jong In tetap saja Jong In. Putranya yang dahulu, berhati lembut dan penuh kehangatan.

“Maafkan ibu, ibu menyusahkanmu, menyusahkan kedua Noonamu. Apapun itu ibu percaya padamu. Maaf jika bukan karena ibu kau tak perlu datang  jauh-jauh kemari dan membuang waktu berhargamu. Maafkan ibu membuatmu harus terus merasa khawatir, ibu berjanji akan jauh lebih sering mendengarkan apa yang kedua Noonamu katakan”

“Itulah gunanya seorang anak bu, ibu tidak menyusahkanku. Itu bagus seharusnya tadi ibu juga mendengarkan apa yang Noona katakan. Ibu tau mereka ketakutan dan terus menangis mengkhawatirkan ibu”

Wanita ini melpaskan pelukannya pada putranya, ia menatap kedua putrinya yang berdiri di ambang pintu kamarnya. Ia memberikan intruksi agar kedua wanita itu mendekat padanya, dan meyakinkan bahwa ia baik-baik saja. Ia membuka kedua tangannya agar kedua putrinya berhambur kedalam pelukannya.

Kedua wanita ini saling menatap, mereka berjalan beriringan menuju tempat ibunya. Ibunya seperti kembali menjadi semula, perasaannya begitu hangat saat mereka berada di pelukan ibunya.  Bukan hanya mereka yang dipeluk oleh ibunya tapi juga adiknya, Jong In.

“Maafkan ibu membuat kalian khawatir dan ketakutan tentang kondisi ibu, ibu baik-baik saja maafkan ibu. Ibu menyayangi kalian”

____oOo____

Perempuan ini menepati perkataannya kemarin siang, ia teatp di apartemen Chanyeol tanpa keluar sedikitpun dari tempatnya berada sekarang. Namun hari sudah berganti tapi Jong In belum juga kembali, ia mulai merasa khawatir jika terjadi sesuatu dengan Jong In ataupun ibunya. Namun semua itu segera hilang saat Sehun datang hanya sekedar mampir memberi tau perempuan ini bahwa Jong In mugkin akan kembali nanti siang.

Perempuan ini memutuskan untuk pergi ke rumahnya, sebelum pergi ia meninggalkan note di depan pintu kamar.

To :Kim Jing In

Jong In, aku kembali kerumah sebentar. Aku tidak akan apa-apa ayahku bisanya pukul 08.00 tidak ada dirumah. Dia berkerja sampai 13.00 jadi nanti aku akan kembali sebelum pukul 13.00. aku hanya ingin mengambil beberapa barang dan mengabari ibuku bahwa aku baik-baik saja.

 

                                                                                                            Shin Ah Jung

 

___oOo___

Ah Jung baaru saja sampai di depan pekarangan rumahnya, ia melirik kesekitar rumah. Ia berjalan masuk saat semuanya aman ia takut jika ayahnya tiba-tiba saja datang.  Ia memasuki kamarnya. Kamar yang ia rindukan tempat ia mengunci diri dari segala kekerasan ayahnya. Ia sedikit tergesa-gesa saat memasukan beberapa perlengkapan sekolahnya dan beberapa helai baju kedalam tas yang cukup besar.

Sedari tadi ia mencari ibunya namun tidak ada, ia lalu memutuskan untuk segera pergi sebelum ayahnya kembali namun saat ia tepat berada di depan pintu ayahnya pulang dengan keadaan setengah mabuk.

Pria paruh baya itu bergumam tidak jelas, yang dapat Ah Jung dengar hanya saat ayahnya menyebutkan bahwa ia harus segera menangkapnya. Perasaan khawatir itu kembali muncul dihatinya, gelisah dan takut jika hal yang tak ia inginkan kembali terjadi. Ah Jung mundur teratur sebisa mungkin, tas yang tadi ia bawa pun juga terjatuh.

Pria itu menyeringai penuh arti padanya, pria itu semakin mendekat pada Ah Jung dan tak memberikannya jarak sedikitpun. Pria itu mulai liar kali ini, menuruti apa yang ia inginkan, bercinta dengan perempuan yang ada di hadpannya.

“Ayah akan berhati-hati. Tenanglah”

“Berhentilah kumohon. Tolong”

Perempuan ini berteriak minta tolong pada siapapun yang mungkin saja lewat di dekat rumahnya, namun sayang belum sempat ia akan berteriak lagi mulutnya di bungkam oleh ciuman penuh nafsu dari ayah tirinya. Ia berusaha memberontak sebisa mungkin namum semuanya sama saja pria diciptakan lebih kuat dari seorang perempuan, mau tidak mau perempuan ini tak mampu memberontak kembali.

Baju yang Ah Jung kenakan bahkan robek begitu saja saat ditarik paksa oleh ayahnya. Ini semakin membuat pria ini bernafsu seperti hewan. Lihatlah caranya menyeringai seperti akan menerkam mangsanya. Ah Jung ingin menangis kembali, ia tak ingin melakukannya lagi, namun sia-sia tangsan itu hanya ayahnya anggap sebagai angin lalu. Tubuhnya sudah setengah telanjang, ia sudah menyerah kali ini mungkin saja ia akan lebih memilih untuk mati setelah ini.

“BERHENTI MELAKUKAN ITU BAJINGAN!”

Bughh..

Jong In datang tepat pada waktunya sebelum tindakan itu semakin jauh terjadi. Hatinya mencelos ketika melihat perempuan yang ia cintai hampir saja di perkosa oleh ayah perempuan itu sendiri. Ia memukuli pria itu dengan membabi buta amarahnya sudah tak bisa ia tahan sejak pertama kali mereka bertemu.

“Hentikan!”

Wanita paruh baya ini berteriak keras melihat kejadian yang ada di hadapannya. Hatinya begitu sakit saat melihat suaminya di pukuli secara membabi buta, dan ia melihat anak perempuannya yang menangis dan setengah telanjang.

“Oh Ya tuhan Ah Jung apa yang terjadi?”

Ibu Ah Jung begitu khawatir melihat keadaan putrinya, bukannya menjawab tapi putrinya justru menangis semakin keras dan memluk dirinya, ia tidak bisa menyalahkan siapapun kali ini. Menyimpulkan hal apapun yang sama sekali tidak ia ketahui itu sama saja dosa. Jika saja nanti itu salah. Ia memberikan jaket yang ia kenakan pada putrinya.

Suara sirine polisi yang setiap saat berjaga di kompleks ini melihat keributan itu dan menuju kesana dengan tergesa-gesa. Pria paruh baya itu menujuk Jong In sebagi pemicu keributan, dan memukulinya. Pria itu menunjukkan lebam yang masih terlihat jelas di wajahnya.

Dengan tanpa permisi polisi membawa Jong in dan memborgol tangan Jong In.  Ah Jung yag melihat itu berlari keluar menyusul Jong In hanya dengan keadaan  berbalut jaket ibunya.  Ah Jung memeluk Jong In dengan erat, ia menangis di pelukan Jong In.

“Jangan menangis”

“Maafkan aku, berjanjilah kembali untukku. Bawa aku pergi dari sini. untuk pertama kalinya dalam kehidupanku seorang Shin Ah Jung yang telihat dingin dan tak pernah mengenal cinta, ini pertama kalinya aku menangisi laki-laki, laki-laki yang ku cintai. Berjanjilah kembali untukku Jong In. Aku mencintaimu. Satu-satunya harapanku hanyalah dirimu. Aku hanya ingin melihatmu disetiap pagi ku membuka mata dan disetiap mimpiku,setiap penghujung hidupku, aku mencintaimu”

“Aku berjanji padamu, tunggulah aku. Aku mencintaimu”

TBC

Preview next chapter :

 

“Apa ini Kim Jong In? Hah! Kau mau membuat malu ayah?!”

 

Pemuda ini tidak melawan sama seklai kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Dengan segala harga dirinya ia memohon pada ayahnya. Ini pertama kali dalam hidupnya ia memohon seperti ini, ia berlutut di depan ayahnya dengan segala rasa bencinya yang ia buang jauh-jauh. Yang pemuda ini tau hanya satu, hanya ayahnya yang mampu membebaskan Jong In dan perempuan yang ia cintai dari jeratan seperti ini.

 

“Ku Mohon ayah selamatkan saja perempuan itu, aku tak apa jika aku harus dipenjara. Ataupun mati asalkan selamatkan perempuan itu. bebaskan dia dari ayahnya dan lunasi hutang ayahnya kumohon. Maafkan aku”

 

Hatinya begitu tersentun melihat putranya seperti ini. Ini pertama kalinya melihat Jong In seperti ini. Apa sebesar itu rasa cinta anaknya untuk perempuan itu sampai putranya melupakan segala rasa kebencian yang sudah sejak dulu Jong In rasakan padanya. Perempuan itu membawa pengaruh yang baik untuk Jong In dan terbukti, putranya mau menghilangkan rasa ego dan benci pada dirinya.

 

“Bangunlah, ayah akan melakukannya dengan syarat”

 

Author note :

Gimana past yang ini udah panjang kan. Maaf ya kalau ada typo lagi L  oh ya ada yg bilang buat engga munculin Krystal, aduh maaf banget ya aku enggak bisa kalok enggak ada Krystal enggak bakalan jadi Complicated , maaf banget ya. Tapi tenang aja Krystal janrang munculnya kok. Jangan lupa RCL ya J. Maaf mungkin updatenya sedikit lama, maklum author masih ada beberapa tugas yang numpuk. Kayknya buat part yang selanjutnya bakalan aku protec soalnya akan ada adegan NC nya.  Yang mau minta PW bisa mention di twitter, atau lewat Fb (Kistiana Randika Putri) .dan jangan lupa juga sebutin Id comment.

Hayo siapa yang tau gimana kelanjutannya 🙂

433 responses to “[Freelance] Love In Danger ( Chapter 4 )

  1. Luhan jahat. Itu kasian jongin ku 😥 😥
    Apa? Kok jongin yg di bawa ke kantor polisi?? Harusnya si tua bangke gila harta alias ayah tiri ah jung itu yg ditangkap. Bukan nini ku 😥 😥

    Anjir next chapter nya bikin gue kepo setengah mampus. Itu syarat apa lagi ranga???

  2. Kenapa ah jung ga bilang ke polisinya klo yg bikin masalah itu ayahnya aja -_- moga aja si krystal ga macem2 ke ah jung

  3. heol~ kayak drama terjadi kesalah pahaman tapi tetep ajah diem -_- di dunia nyata aku nge shipper bgt sama Kaistal tapi beda di dunia ff kalo sifat nya krystal kayak gitu tapi aku suka sama keseluruhan ceritanya alur juga bagus walaupun kayak drama tapi gak ngebosenin 🙂

  4. beruntungnya ah jung jadi cinta pertama jongin. makin banyak konfliknya dan mkin seru ceritanya.

  5. salut sama pengorbanan jongin, tu ah jung jgn sia2kan kai yg tulus dgn mu..
    kesal liat ayah ahjung tega benar sama anak sendiri wlaupun itu anak tiri!!

  6. kok ahjung gak jujur aja ke polisi kalau ayah tirinya itu yg ngelakuin, kasian jongin nya malah dia yg kena.

  7. Jongin dipenjara jinjja ?? Ya ampun segitu relanya kah dia untuk menolong ah jung ?? Sampai-sampai rela memohon kepada ayahnya yang paling dia benci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s