[Freelance] Maybe you, Noona! (Chapter 3)

Poster-chapter-3

Title: Maybe you, Noona! Chapter 3

Author: Khyena

Cast :     -Byun Baekhyun

-Im Yoona

-Cho Kyuhyun

Genre : Romance, Marriage life

Rating : PG- 17

Length : Chapter

Credit poster: @syazasyau

Disclaimer : This story is mine! Typo ofc. Hate? Don’t read. NO PLAGIAT!

-NORMAL POV-

Baekhyun mencium bibir gadis yang sedang tertidur itu, matanya terpejam menikmati permukaan bibirnya yang bertemu dengan bibir Yoona. Jantungnya berpacu mengingat seharusnya dia tidak mencium gadis ini, tapi sejak tadi Baekhyun terhipnotis dengan paras yeoja yang sebentar lagi menjadi istrinya itu. Tidak ada lumatan atau pergerakan apapun, Bakhyun hanya meletakkan bibirnya diam. Takut jika Yoona tiba-tiba terbangun. Cukup lama Baekhyun meletakkan bibirnya hingga akhirnya ia menjauh, dilihatnya wajah Yoona yang masih tertidur. Apa hal tadi tidak membuatnya bangun sedikitpun? Pikirnya. Baekhyun hanya tersenyum tipis, lalu mengusap bibirnya. Masih terasa bibir Yoona yang tadi diciumnya. Baekhyun keluar mobil lalu dengan halus dibangunkannya Yoona lagi.

“Noona, ppalli ireona~” digoyangkannya tubuh Yoona pelan. Akhirnya Yoona bangun, lalu sedikit meregangkan badan.

“Sudah sampai?” katanya sedikit menguap, lalu keluar dari mobil. “Berapa lama aku tertidur?” tanyanya sambil mengucek mata.

Cukup lama hingga aku bisa menciummu, batin Baekhyun. Oh, tidak mungkin dia mengatakan itu pada Yoona. Mungkin nyawa Baekhyun terancam jika dia berterus terang. “Entahlah, yang pasti membangunkanmu sangat sulit. Kau seperti tidak pernah tidur berhari hari Noona.”  Timpalnya, Yoona hanya mendengus mendengar jawaban Baekhyun.

“Gomawo sudah mengantarku, kau ingin masuk?” tanya Yoona menawari Baekhyun untuk mampir kerumahnya.

“Sudah malam, mungkin lain kali. Sampaikan salamku pada eommonim dan aboeji” jawab Baekhyun dan berlalu kearah pintu kemudi, tapi diperhatikannya punggung Yoona yang menjauh.

“Noona…” panggil Baekhyun sebelum Yoona masuk. Yoona memutar tubuhnya lalu menatap Baekhyun. Baekhyun tidak berbicara sedikitpun, hanya melihat Yoona. Memperhatikan lekat lekat wajah yeoja itu.

“Ada apa?”

“A…anniya, jaljayo” jawabnya gugup lalu masuk kemobil, dihidupkannya mesin mobil dan keluar dari pekarangan rumah Yoona. Yoona bingung melihat tingkah Baekhyun.

“Bocah aneh” gumamnya.

.

.

.

-KYUHYUN POV –

“Chogiyo, aku mencari makanan kucing untuk umur 5 bulan, apa ada?” tanyaku pada pegawai kasir catshop langganan putriku. Hyerin menyuruhku untuk membeli makanan Choco, kucing yang Hyerin pelihara. Kebetulan ini hari Minggu, jadi aku sekalian keluar untuk menjemput Hyerin dirumah neneknya.

“Ini agashi, apa ada lagi?” aku menggeleng kemudian memberikan beberapa uang lembar, pegawai tadi fokus pada mesin kasir.

“Chogi, apa kucing yang tadi pagi  aku titipkan sudah selesai mandi?” kata seorang yeoja yang berdiri disebelahku. Aku menoleh, dan ternyata yeoja tadi Im Yoona, guru tk Hyerin.

“Im seongsangnim?” sapaku pelan.

“Ah? Kyuhyun-shi? Annyeong” balasnya lembut lalu membungkukkan badan. Wajahnya sedikit terkejut melihatku, tapi segera tertutup oleh senyumannya. Senyum itu lagi.

“Annyeong Im seongsangnim, apa kau mau mengambil kucingmu?” tanyaku sambil mengambil kembalian yang diberikan kasir tadi.

“Ne Kyuhyun-shi, apa kau juga mengambil kucingmu?”

“Anniya, Hyerin memintaku membeli makanan untuk kucing kami dirumah” jawabku menunjukkan kantong berisi makanan kucing tadi.

“Ah, Hyerin tidak ikut?” tanyanya.

“Hyerin sedang dirumah neneknya, aku baru mau menjemputnya setelah ini” kulihat Im seongsangnim mengangguk kecil. Tidak berapa lama pegawai catshop lainnya datang membawa seekor kucing lalu menyerahkannya ke nona Im. Yeoja itu menggendong kucing tadi, lalu merogoh dompet disaku jeansnya.

“Ini uangnya, kamsahamnida~” ucapnya pada pegawai tadi.

“Kalau begitu saya pamit dulu Kyuhyun-shi, titipkan salamku pada Hyerin. Annyeong” ia kembali membungkuk dan tersenyum padaku, lalu berjalan ke pintu keluar. Tapi kulihat nona Im kewalahan membuka pintu tersebut karena kucing yang ia pegang. Akupun mendekat dan membukakan pintu tadi untuknya.

“Eoh, kamsahamnida Kyuhyun-shi, maaf merepotkanmu” dia terkekeh.

“Bukan masalah, kau tidak membawa kandang?” tanyaku.

“Kandangnya ada didalam mobil. Ah, Baekhyun-shi! Tolong ambilkan kandangnya di bangku belakang, ppalliiii~” ucapnya sedikit kesal. Kulihat seorang namja baru turun dari mobil, lantas mengambil kandang kucing tadi.

“Sudah kubilang sekalian bawa turun kandangnya, kau merepotkan saja Noona” kata namja tadi kemudian menaruh kandang itu dibawah.

“Lebih repot jika kandang itu kubawa turun” ketus nona Im lalu memasukkan kucing yang dipegangnya ke kandang.

“Nuguseyo?” namja tadi menatapku bingung, lalu menatap nona Im.

“Ah, dia ayah salah satu muridku. Baekhyun-shi, kenalkan ini Kyuhyun” kata nona Im padanya.

“Annyeong, jeo-nun  Byun Baekhyun imnida, “ sapanya lalu membungkuk padaku.

“Annyeong, Cho Kyuhyun imnida”  balasku. “Dia adikmu?” tanyaku pada nona Im, ekspresinya kembali kaget. Apa pertanyaan ku salah?

“Hmm? A-anni, dia-“

“Aku calon suaminya” potong namja itu. Mataku membulat mendengar jawaban namja bernama Baekhyun itu.

“Aish, Baekhyun-shi!”

“Memang benarkan?” tanyanya menatap nona Im. Aku masih mencerna perkataan Baekhyun.

“Dia calon suamimu? Tapi tadi dia memanggilmu Noona kan?” tanyaku pada nona Im, aku tidak mungkin salah dengar.

“Ahh, itu…dia-“

“Aku memintanya menikah denganku walaupun dia lebih tua. Yaak! Appo!!” nona Im langsung memukul lengan Baekhyun kuat kuat.

“Jangan memotong ucapanku! Tidak sopan!” aku bingung melihat tingkah mereka, tidak mungkin nona Im mau menikah dengan namja yang lebih muda. Hatiku sedikit sesak.

“Mianhae, aku juga tidak sopan bertanya seperti itu tadi” kataku.

.

.

.

-BAEKHYUN POV-

“Apa sudah selesai? Eomma menyuruh kita kerumahnya” ucapku saat menatap Noona. Noona mengangguk. “Kami duluan, Kyuhyun-shi. Annyeong” kataku dan membungkukkan badan, lalu menuju mobil.

“Jangan hiraukan dia, dia memang aneh Kyuhyun-shi. Aku pergi dulu, Annyeong” aku mendengar perkataan Noona, dan  tersenyum pada namja itu. Noonapun masuk kemobil, kuhidupkan mesin mobil dan meninggalkan tempat parkir.

“Kau berlebihan didepan Kyuhyun tadi” kata Noona membuka percakapan.

“Dia bertanya, dan semua yang kujawab itu memang fakta, bahwa kau calon istriku” jawabku singkat. Aku memang memerhatikan Noona dan namja itu sejak di catshop tadi. Dinding catshop yang berupa kaca itu memperjelas akrabnya Noona dengan Kyuhyun. Aku tidak marah atau cemburu, aku hanya tidak senang cara Kyuhyun yang menatap Noona seperti tertarik. Salahkah?

“Kekanakan”

“Aku lebih muda darimu, kau lupa?” kulirik Noona yang memainkan handphonenya, entah kenapa saat saat bersama Noona seperti ini bisa membuat detak jantungku tidak beraturan.

“Ah aku lupa kalau calon suamiku seorang bocah yang suka mengganggu” jawabnya santai menatapku. Kuberhentikan mobil ketika lampu merah dan kutatap Noona.

“Kau tidak mau menikah denganku?” tanyaku tetap melihat matanya. Mata kami bertemu.

“Ini perjodohan, apa aku bisa menolak?” tanyanya balik.

“Tentu bisa, kau saja yang tidak tahu cara menolak yang baik” jawabku.

“Percuma, alasan apapun tidak akan diterima ayahku. Kita hanya perlu memainkan permainan ini kan?” Permainan, jadi dia menganggap ini permainan. Kualihkan pandanganku ke depan, mencerna ucapannya. Lampu merah tadi berubah hijau, kujalankan mobilku.

“Tidak selamanya ini akan jadi permainan” ucapku.

“Maksudmu?”

“Kau yakin kita tidak akan jatuh cinta?” kutunggu jawabanya. Tapi dia hanya diam, tak ada kata yang keluar.

“Noona” panggilku.

“Molla… cinta datang karena terbiasa. Dan jika kita saling jatuh cinta, kurasa itu takdir”

-YOONA POV-

“Molla… cinta datang karena terbiasa. Dan jika kita saling jatuh cinta, kurasa itu takdir” jawabku. Cinta datang karena terbiasa, apa kalian percaya? Aku membaca kutipan itu disebuah novel. Kuperhatikan Baekhyun yang fokus kejalanan. Baekhyun memang tampan, tapi sifatnya minus karena menyebalkan. Mungkin aku hanya perlu membiasakan diri, benar, agar terbiasa.

“Aku tampan kan?”

“Hm? Siapa bilang? Tanyaku.

“Kau menatapku dari tadi”

“Jangan berharap lebih Baekhyun-shi” jawabku memalingkan muka. Sifatnya menyebalkannya kambuh lagi.

Kriiiingggg Kriiiiinggg!

                “Yeoboseo?”

“…..”

“Kami sudah dijalan, wae eomma?”

“…..”

“Eoh? Tunggu sebentar” kutatap Baekhyun, dia sedikit menjauhkan ponselnya. “Ada yang eomma mau bicarakan, dia menyuruhku me-loudspeakerkan agar kau juga dengar”

“Hmm? Ne” kataku mengangguk. Baekhyun menekan tulisan loudspeaker di ponselnya.

“Bicaralah” ucapnya kemudian memberikan ponselnya padaku dan melanjutkan menyetir.

“Yeoboseo eommonim” sapaku ditelepon.

Yeoboseo Yoona-ya, kau bersama Baekhyun?”

“Ne eommonim, waegeure?” tanyaku

Seharusnya kita makan malam bersama hari ini, tapi ayah Baekhyun mendapat telepon dari temannya dan mengajak kami makan malam dengan mereka. Tidak apa kan kalau makan malam kita ditunda dulu?”

“Ah, ne gwenchana eommonim. Kita bisa makan malam lain kali” jawabku, aku melirik Baekhyun yang mendengus kesal.

Mianhae Yoona-ya, ingatkan aku lain kali ne? Baekhyun-ah, ajak Yoona makan diluar. Jangan sampai kalian tidak makan malam

“Aku bosan dengan makanan luar eomma, hanya sesekali kita bisa makan malam bersama” ucap Baekhyun, jangan bilang kalau dia juga punya sifat manja-_-

Jangan buat eomma menceramahimu ditelepon Baekhyun-ah”

“Gwe-gwenchana eommonim, aku akan mengurusnya” jawabku singkat. Kulihat Baekhyun sebentar, wajahnya masih terlihat kesal.

Gomawo Yoona-ya, maaf jika anak itu merepotkanmu. Annyeong

“Ne, hati-hati dijalan eommonim. Annyeong” kumatikan ponsel tadi dan memberikannya ke Baekhyun.

“Pegang dulu” katanya.

“Makan diluar lagi?”

“Kau bisa memasak?” aku mengangguk.

“Buatkan sup kimchi untukku”

“Mwo? Buatkan?” kulihat Baekhyun mengangguk.

“Kau bisa minta tolong sama pelayan dirumahmu” jawabku.

“Aku mau balik ke apartement” katanya, baru kusadari arah yang kami tuju bukan lagi kerumah eommonim.

“Kita bisa be-“

“Aku mau dimasakkan, bukan beli” sergahnya cepat. Giliranku yang kini mendengus kesal. Mengalahlah Im Yoona, jangan melawan bocah kecil ini, batinku.

“Kau punya bahan-bahannya?” tanyaku kesal.

“Cuma kimchi dan beberapa bumbu, mungkin” aku menggeleng pelan, bocah ini hobi sekali merepotkan orang. Tak berapa lama kulihat ada supermarket yang buka didepan.

“Berhenti di supermarket itu, aku akan beli beberapa bahan dulu” tunjukku kearah depan. Baekhyun kemudian meminggirkan mobilnya lalu parkir. Aku berjalan duluan masuk kedalam supermarket itu sedangkan Baekhyun mengikutiku dibelakang. Kuambil sebuah troli lalu berjalan pelan melihat rak-rak makanan yang berjejer.

“Apa yang kau cari?” Tanya Baekhyun sambil melihat jajaran rak makanan.

“Daging, daun bawang, tahu, bawang Bombay, sama pasta cabai” jawabku singkat, Baekhyun hanya meng-oh- kan mulutnya. Kami sampai di lemari pendingin daging, kupilih sebuah daging yang warnanya merah segar.

“Noona, kau bisa memasak ini?”  kulihat Baekhyun menunjuk cumi-cumi segar. Aku mengangguk. “Kau ingin makan cumi-cumi?” Tanyaku memperhatikannya, Baekhyun menggeleng.

“Eomma sering membuatkan ku cumi goreng saat dirumah. Mungkin lain kali kau bisa memasakkanya untukku”

“Bilang saja saat kau mau, aku akan membuatkannya” jawabku tersenyum lalu mendorong troli menuju rak lain. Tiba-tiba Baekhyun menggeser tangaku dari pegangan troli, kini dia yang mendorong troli tersebut. Aku memandanginya yang kini berjalan disebelahku.

“Kau…kenapa kau tinggal di apartement Baekhyun-shi? Bukankah lebih enak jika tinggal dengan orangtua?” pertanyaan itu meluncur dari mulutku, aku memang penasaran dengan hidupnya. Memang hal lazim jika namja tinggal sendiri dibandingkan dengan orangtuanya, tapi aku penasaran dengan alasan  Baekhyun.

“Eomma selalu pergi menemani appa keluar kota untuk melihat perkembangan perusahaan cabang, dan aku benci dirumah besar itu sendirian. Adikku masuk asrama dan pulang seminggu sekali, makannya aku memilih tinggal di apartement” jawabnya. Baekhyun berhenti disebuah rak. “Tahu?” lalu tangannya menunjuk jajaran tahu putih di rak tersebut. Aku mengangguk, diambilnya sebuah tahu dan meletakkannya di troli lalu mendorongnya.

“Berusaha jadi mandiri? Tanyaku penasaran, Baekhyun hanya terkekeh.

“Aku suka suasana tenang, mengerjakan tugas kuliah dan pekerjaan kantor di apartement lebih menyenangkan dibanding rumah. Tapi kurasa apartemenku tidak akan setenang dulu saat kita tinggal bersama” mataku langsung membelalak kaget.

“A-aku tinggal di apartementmu?” tanyaku gugup.

“Tentu, aku sudah membahasnya dengan orangtuaku, wae?” Baekhyun menatapku, aku hanya menggeleng.

“Tidak ada pasangan yang baru menikah tapi pisah rumah Noona”  aku terkekeh mendengarnya. Aku mengambil pasta cabai dan daun bawang serta bawang Bombay didepanku, lalu meletakkannya ditroli dan kami jalan menuju kasir. Tinggal bersama dengan Baekhyun, aku tidak bisa membayangkannya-_- sikap menyebalkannya akan menghantuiku tiap hari. Tapi saat itulah perannya sebagai suami dimulai. Aku meletakkan belanjaan kami dimeja kasir, membiarkan kasir tersebut menghitungnya.

“Semuanya 10.000 won agashi” kata kasir tadi padaku. Kukeluarkan dompetku dan mengambil beberapa lembar uang. Tiba-tiba Baekhyun memberikan uangnya pada kasir. Aku menatapnya bingung.

“Aku yang memintamu memasak, jadi aku yang harusnya bayar” ucapnya sambil tersenyum. Deg…jantungku tidak beraturan, senyumnya itu membuat jantungku tidak beraturan. Aku mengerjapkan mata, berusaha menetralisir detak jantungku.

“Kamsahamnida” Baekhyun tersenyum pada kasir lalu mengambil belanjaan tadi. “Kajja” ucapnya, aku mengikutinya menuju mobil.

-NORMAL POV-

Yoona memakai sebuah apron yang tergantung disamping kulkas, lalu mengeluarkan belanjaan dari kantong plastik, meletakkan daging segar tadi dimangkuk kemudian mencucinya. Diambilnya sebuah panci dan mengisinya dengan air, lalu merebus daging tadi. Dibukanya kulkas Baekhyun, mengambil sebuah kotak makanan yang berisi kimchi kemudian memotongnya lebih kecil.

“Butuh bantuan?” suara namja itu mengalihkan kegiatannya, dilihatnya Baekhyun mendekat.

“Tidak perlu, kau menonton tv saja Baekyun-shi” jawab Yoona lalu kembali memotong kimchi.

“Aku ingin lihat Noona memasak’’ ucap Baekhyun dan memperhatikan Yoona yang berdiri disebelahnya. Sama seperti eomma, batinnya dalam hati. Yoona tidak memperdulikan ucapan Baekhyun, dia sibuk dengan masakanya. Sesekali diaduknya daging tadi, ditambahkannya tahu yang sudah dipotong serta kimchi dan pasta cabai.

“Kau suka pedas?” Tanyanya.

“Lumayan” jawab Baekhyun. Yoona mengambil sendok, diambilnya sedikit kuah sup tadi kemudian meniupnya agar dingin. Dicicipnya sup itu, merasakan bumbu yang mungkin kurang. Disendoknya lagi kuah tadi, ditiupnya lagi agar dingin lalu mengarahkannya ke Baekhyun. Yoona mengisyaratkan agar Baekhyun coba, Baekhyun meniup sebentar sup tadi lalu memakannya. Yoona menyupai Baekhyun.

“Masshita? Ada yang kurang? Terlalu pedas?” Yoona menanyakan rasanya ke Baekhyun, menunggu jawaban namja itu.

“Masshita Noona” jawab Baekhyun antusias. Yoona tersenyum puas.

“Duduklah, sebentar lagi siap” ucapnya. Baekhyun langsung menuju meja makan, Yoonapun menuang sup yang dibuatnya kedalam mangkuk lalu menyuguhkannya ke Baekhyun. Wajah Baekhyun cerah ketika melihat sup yang ditunggunya datang. Yoona menarik kursi dan duduk didepan Baekhyun.

”Jal meokgesseumnida” ucap Baekhyun lalu tersenyum, Yoona membalasnya tersenyum juga.

.

.

.

“Aaaahhh, masshita” kata Baekhyun ketika suapan terakhir masuk kemulutnya. Yoona memerhatikan Baekhyun yang mengelap mulutnya dengan tissue. “Kuantar pulang sekarang?” Tanya Baekhyun.

“Eoh? Changkamman, aku cuci piring ini dulu” sahutnya lalu membereskan piring makan mereka tadi.

“Aku bisa mencucinya nanti Noona” Yoona tidak menghiraukan ucapan Baekhyun, sudah seharusnya kan dia yang mencuci piring pikirnya. Baekhyun yang melihat Yoona tetap membereskan piring hanya menggeleng kecil.

“Keras kepala” ucap Baekhyun yang berdiri disebelah Yoona yang sedang mencuci piring.

“Seharusnya kau berterima kasih, setelah mengantarku kau bisa langsung tidur Baekhyun-shi” kata Yoona sambil membilas piring yang dicucinya.

“Tidur? Ada yang perlu aku kerjakan, mungkin aku harus begadang malam ini”

“Tugas kuliahmu?” Tanya Yoona.

“Anni, beberapa dokumen kantor yang harus aku cek ulang”

“Jangan sering begadang Baekhyun-shi, kau tahu itu tidak baik untuk kesehatan” kata Yoona sambil meletakkan piring ke rak yang ada disebelah wastafel. Baekhyun tersenyum mendengar ucapan Yoona, tiba-tiba sebuah smirk muncul diwajahnya.

“Kau takut aku sakit?” Tanya Baekhyun menggoda. Yoona salah tingkah mendengarnya, Baekhyun yang melihatnya langsung menggoda lagi.

“Apa calon istriku mulai perhatian sekarang?” Blush~ rona merah muncul di pipinya. Bekhyun berdiri dibelakang Yoona, melipat tangannya kedada. Jantung Yoona kembali tak beraturan. Bocah sialan, batinnya. Baekhyun sendiri sangat senang menggoda Yoona seperti ini. Yoona kemudian membalikkan badan, ditatapnya Baekhyun yang menyunggingkan smirk.

“Pipimu memerah Noona” ucap Baekhyun terkekeh.

“Yak, Baekhyun-shi!” ucapnya sedikit kencang. Yoona mencoba menghindar. Tap! Tapi terlambat, kini dirinya terkurung. Terkurung dengan lengan namja itu. Tangan Baekhyun bertumpu di wastafel agar Yoona tidak kemanapun.

“ Byu-Byun Baekhyun” ucap Yoona gugup. Jaraknya dengan Baekhyun… ah, kalian bisa membayangkannya.

“Hmm, sepertinya kau harus mulai terbiasa Noona”

“Maksudmu?” tanyanya. Yoona memberanikan diri menatap Baekhyun.

“Aku suka menggoda gadis yang ada didekatku, ekspresi kalian saat kesal sangat lucu” kata Baekhyun dan membalas tatapan yeoja yang dikurungnya.

“Dan yang kau goda adalah gadis seusiamu, bukan Noona sepertiku” jawab Yoona sinis, ingin dia mendorong Baekhyun, tapi otaknya tidak mau bekerja sama.

“Tapi ekspresi kalian beda. Ekspresimu lebih…” ada jeda yang dibuat Baekhyun, berusaha memancing Yoona.

“Apa?”

“Menggemaskan” jawab Baekhyun singkat, entah kenapa tiba-tiba pandangan Baekhyun beralih ke bibir Yoona, bibir yang beberapa waktu lalu pernah menghampiri bibirnya. Baekhyun tersadar, dia harus mengontrol dirinya agar tidak macam-macam. Dialihkannya pandangannya ke pipi Yoona, pipi yang kembali memerah.

“Terimakasih untuk pujianmu, tapi itu tidak ada apa-apanya” kesal, itu yang dirasakan Yoona sekarang. Sampai kapan Baekhyun membiarkan “posisi” ini?!

“Huh, aku harus mencari kata-kata lain agar kau terpesona Noona” ucap Baekhyun lalu memundurkan badannya. Dilepaskannya Yoona yang tadi terkurung. Dilihatnya ekspresi Yoona yang lega karena bebas.

“Kau masih bocah, belum saatnya menggoda yeoja” kata Yoona menyindir, lalu berjalan menuju sofa. Memakai jaketnya dan menyandang tas yang dibawanya.

“Jadi mengantarku? Aku tidak keberatan jika pulang dengan bus” Baekhyun yang mendengarnya kembali terkekeh, kemudian mengambil kunci mobil dimeja makan dan juga memakai jaketnnya. Dihampirinya Yoona yang menunggu. Diperhatikannya yeoja didepannya, poninya yang panjang sedikit menutupi wajahnya. Baekhyun yang melihatnya langsung mengarahkan tangannya, menyelipkan poni tadi kebelakang telinga Yoona. Yoona mematung dengan sikap Baekhyun, tak menyangka namja menyebalkan dihadapannya bisa bersikap seperti ini. Baekhyun tersenyum, wajah yang tertutup poni tadi kini tampak cantik. Tiba-tiba Baekhyun menggenggam tangan kanan Yoona cukup erat.

“Kajja. Aku antar kau pulang, Nyonya Byun”

TBC? COMMENT!

Annyeong~!

Author balik lagi nih!!!! *pokpokpok* author minta maaf kalau kelamaan ngepost -_- terus juga maafin kalau ffnya kependekan -_- terus juga maafin kalau TBC terkutuk tiba-tiba muncul -_- terus juga maafin kalau konfliknya kurang banyak *sumpahdemiapainiakukebanyakanmintamaaf* untuk konflik lain pasti ada, cuma aku gak mau buru-buru readers. Ada yang nanya sama peran Kyu disini, peran abang aku ini bakalan kerasa abis BaekYoon nikah. Kehidupan Kyu yang single parent perlahan bakalan aku ungkapin kok, so keep waiting ya readers! Kyuna moment juga aku usahain banyakan deh ya. Oh iya, ada yang comment kalau tinggi Baekhyun sama Yoona itu kebalik, demi apa aku minta maaf readers soalnya author punya imajinasi sendiri wkwkwkwk =)) tapi aku suka kok sama comment kalian semuaaa! *ciumsatusatu* aku juga mau ngucapin terimakasih yang banyaaaaaaak sama admin saykoreanfanfiction yang udah mau ngepost ff random aku, gomawo :* kalau readers mau kenalan atau sekedar nanya tentang ff ini ke aku, langsung aja ke twitter aku @bepriliariestin ya, kita ngobrol disitu aja, mau fangirlingan juga gapapa kok =)) hey siders! Kapan comment? Aku tungguloh! Terakhir, kalau ada typo maafin yooo ._. sekian dan kita ketemu di chapter 4 ne? annyeong!!! {}  🙂

51 responses to “[Freelance] Maybe you, Noona! (Chapter 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s