[Freelance] The Best for Someone Who I Love (Part 3)

pster-yomollayo

Title                       : The Best for Someone Who I Love (Part 3)

Author                  : @YoMollayo

Cast                       : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol (EXO), Byun Baekhyun (EXO)

Genre                   : Romance

Ratting                  : General

Length                  : Continue

Disclaimer           : EXO is ours, Cha Eunsung is mine

Poster by             : Wuu

                  

LOVE is not become lovers with him/her, LOVE is when you see he/she’s happiness

Happy reading 🙂

NORMAL POV

“Eunsungie kajja” Chanyeol menarik tangan Eunsung.

“Mwo? Mau kemana?”

“Sudahlah ikut saja” Chanyeol tersenyum, Eunsung menghembuskan nafasnya pasrah mengikuti kemauan sahabatnya ini.

Sungai Han

“Huaaaaa sejuk sekali udara di sini” teriak Eunsung, dia membuka lebar kedua tangannya membiarkan angin menyentuh lembut seluruh tubuhnya.

“Neeee” Chanyeol membalas teriakan Eunsung.

Eunsung menengok ke belakang, di sana Chanyeol duduk di sebuah kursi kayu yang sudah cukup tua di pinggir sungai ini.

“Yeol, gomawo” Eunsung duduk di sebelah Chanyeol tersenyum senang membuat matanya sedikit menyipit.

“Eh? Wae?” Chanyeol menatap heran yeoja mungil di sebelahnya

“Kau tahu kan minggu depan kita ujian akhir semester 6, gomawo ini sedikit menenangkanku” Eunsung tersenyum. Chanyeol mengangguk membalas senyum Eunsung.

“Sung”

“Hmm?”

“Ada sesuatu yang baru ku sadari selama ini”

“Eh?” Eunsung mengerutkan dahinya

“Selama ini aku salah, pabo chorom” Chanyeol memukul kepalanya

“Ya! Aku tidak mengerti” Eunsung mendorong bahu Chanyeol pelan

“Selama ini aku tidak menyukai Baekhyun melebihi sahabat, aku salah menilai perasaanku”

Eunsung mengerutkan dahinya.

“Aku pikir aku menyukai Baekhyun karena aku merasa selalu ingin menjaganya, aku tidak ingin seorangpun menyakitinya, aku tidak ingin melihatnya bersedih” lanjut Chanyeol.

“Kau tau Sung, aku baru menyadari jika wajah Baekhyun dan dongsaengku sangat mirip ketika masih kecil”

“Do-dongsaeng?” Eunsung membelalakkan matanya. “Kau bukannya anak tunggal?” lanjut Eunsung.

“Ani, aku mempunyai seorang dongsaeng bernama Taehyung, dia umurnya 2 tahun di bawahku”

“Mwo? Aku tidak pernah melihatnya, padahal aku kan sering ke rumah mu saat SMP” Mata Eunsung tetap terbelalak

“Dongsaeng ku meninggal sewaktu duduk di tahun pertama sekolah dasar, dia meninggal karena salahku. Aku mendorongnya dari lantai 2 rumah karena dia merebut makananku, saat itu dia mengeluarkan banyak darah dari kepalanya” Chanyeol menatap luas sungai Han di depannya, dia berusaha menahan air matanya. Eunsung terdiam, dia mengusap punggung Chanyeol lembut, berusaha agar sahabatnya bisa merasa lebih baik.

“Aku sangat bodoh benar-benar bodoh. Appa dan Eomma dengan cepat membawa Taehyung ke rumah sakit, tapi dia tidak tertolong lagi. Saat itu aku tidak menangis, aku tidak sedih tapi aku merasa ada sesuatu yang hilang, entah apa itu”

“Sejak kejadian itu, kami sekeluarga pindah dari Incheon ke Busan meninggalkan rumah yang penuh dengan kesedihan itu. Appa dan Eomma tidak pernah memarahiku atas kejadian ini, mereka tidak pernah membahas kejadian tersebut. Meskipun begitu, aku sering sekali melihat eomma menangis entah mengapa, melihat itu aku hanya bisa diam, tidak ada yang bisa aku lakukan”

“Saat masuk Universitas ini dan mengenal Baekhyun, entah mengapa ‘sesuatu yang hilang’ di hatiku rasanya muncul kembali. Aku menganggap diriku menyukai Baekhyun, bodoh sekali. Kemarin sore aku berkunjung ke rumah Baekhyun, dia menunjukkan album foto nya saat kecil dan dia benar-benar mirip dengan dongsaeng-ku, Taehyung. Jika saat ini Taehyung masih hidup, pasti wajahnya akan sangat mirip dengan Baekhyun”

“Eunsung-ah, aku baru menyadari. ‘Sesuatu yang hilang’ itu adalah perasaan ku untuk melindungi dan membuat bahagia dongsaengku. Sewaktu kecil aku memang selalu bertengkar dengan Taehyung, tapi aku sangat menyayanginya, benar-benar menyayanginya. Aku benar-benar ingin bertemu lagi dengannya, melihatnya tertawa, melihatnya merebut makananku lagi dan meminta maaf atas perbuatan bodohku” Cairan bening mulai menetes dari sudut mata Chanyeol, dia tidak dapat menahan perasaannya lagi, dadanya sangat sesak saat ini.

“Yeollie” Eunsung memeluk Chanyeol, dia tidak bisa menahan air matanya lagi

“Gwencana Eunsungie” Chanyeol membelas pelukan Eunsung, hangat ya hangat rasanya.

Mereka berdua berpelukan cukup lama, air mata mereka sudah tidak keluar lagi. Namja raksasa dan Yeoja mungil ini melepas pelukan satu sama lain dan menatap luas Sungai Han.

“Sung” Chanyeol menatap Eunsung lekat, ada sesuatu yang ingin dia ungkapkan. Sesuatu yang selalu membuatnya resah, kesal, marah saat melihat Eunsung dengan namja lain, sesuatu yang sering membuat nya tertawa sendiri, sesuatu yang membuatnya merasa hangat di dekat yeoja mungil ini. Sesuatu yang indah itu bernama cinta, benar cinta.

“Eo?” jawab Eunsung masih menatap luas sungai Han.

“Aku…” Chanyeol merendahkan suaranya, berusaha mengumpulkan segala keberanian yang di milikinya, jantungnya seketika menjadi tidak karuan.

“Yeol” Eunsung menatap Chanyeol lekat. Membuat detak jantung namja raksasa ini semakin tidak karuan.

“Kau bilang tadi dongsaeng mu, Taehyung dan Baekhyun sangat mirip kan?” Chanyeol mengangguk

“Jangan-jangan Yeol, jangan-jangan Baekhyun itu sebenarnya Taehyung, dia kehilangan ingatannya” Wajah Eunsung tampak sangat kawatir.

“AWWW” teriak Eusung mengusap-usap kepalanya, sebuah jitakan yang cukup keras baru saja mendarat mulus di kepalanya.

“Aish, kau pikir ini drama? Aku melihat langsung ketika Taehyung di kremasi” Chanyeol mendengus kesal.

“Mi.. mianhae Yeol hehehe” Eunsung tertawa kikuk. Chanyeol menghela nafasnya berat, entahlah kadang Chanyeol berpikir apakah Eunsung itu sangat bodoh atau terlalu polos.

“Yeol” Panggil Eunsung. Chanyeol menghadapkan kepalanya ke arah Eunsung.

“Kau benar kan tidak menyukai Baekhyun?” Tanya Eunsung ragu.

“Ne” Chanyeol menggangguk mantap

“Yeol, aku…… menyukai Baekhyun” Eunsung menundukkan kepalanya, suara nya pelan tapi terdengar jelas di telinga Chanyeol.

“Mwo? Byu-Byun Baek?” Chanyeol membelalakkan matanya, dia bertanya ragu-ragu berharap Eunsung salah menyebutkan nama seseorang.

Eunsung mengangguk, pipi nya merah padam. Chanyeol terdiam, entahlah dia tidak tahu harus berbuat apa. Dadanya sesak, rasa nya sulit sekali untuk bernafas, udara di sekitar sangat tidak bersahabat dengannya. Perasaan hangat dan damai yang dari tadi dia rasakan, begitu saja pergi meninggalkannya.

“Yeol, tolong jangan katakan ini pada Baek, aku mohon” Eunsung menggoyang goyangkan bahu Chanyeol.

“Arra”

*****

3 minggu kemudian

Kringg kringgg kringgg

“Eo? Waeyo?” Seorang yeoja mungil menyandarkan badannya malas di sofa rumahnya sambil menekan remote tv asal.

“Kau sedang sibuk?” namja di seberang bertanya

“Tidak, justru aku sangat bosan” Yeoja mungil ini mengeluarkan nafas berat

“Arra, tunggu aku 20 menit lagi” dengan cepat namja tersebut mengakhiri panggilan nya, membuat yeoja mungil ini mengerutkan dahinya.

25 menit kemudian

“Ya! Pabo-ya keluarlah, aku sudah di depan rumahmu!”

“Ne, changkaman” jawab yeoja mungil ini malas lalu menekan tombol merah di handphone nya.

Eunsung berjalan malas keluar rumahnya, sebenarnya daritadi dia merasa sangat bosan tapi dia terlalu malas untuk berjalan ke luar. Dia ingin menikmati hari libur terkhirnya rumahnya Busan, rumah keluarganya.

Tring tring tring tring Suara sebuah bel mengagetkan Eunsung. Di sana terlihat namja raksasa sahabatnya Park Chanyeol, melambaikan tangan, dia sedang duduk di atas sebuah sepeda dengan seyum khas yang menghiasi wajahnya.

“Naiklah” Chanyeol menunjuk bangku belakang sepada tersebut.

“Eh mau kemana?”

“Jalan-jalan”

“Dengan pakaian seperti ini?” Eunsung mengerutkan dahinya. Saat ini dia hanya memakai kaus biru polos dan celana basket pendek, rambutnya juga hanya di kucir kuda. Sama seperti Eunsung, Chanyeol juga hanya memakai kaus putih polos, celana pendek dan sebuah snapback hitam, walaupun hanya seperti itu Chanyeol sudah sangat keren tidak seperti dirinya yang terlihat aneh.

“Aish sudahlah jangan banyak bicara. Hmmm pakai ini..” Chanyeol memakaikan snapback nya pada Eunsung.

“Woah kau sudah cukup keren. Ayo naik” Chanyeol tersenyum. Eunsung mengangguk lalu naik.

*****

Angin berhembus ria membelai lembut seluruh tubuh sepasang sahabat yang sedang mengendarai sepeda berwarna putih ini. Rambut mereka berkibar mengikuti arah angin. Mereka berteriak dan bernyanyi bersama sepanjang jalan, tidak perduli apapun komentar warga setempat, dunia ini rasanya hanya milik mereka berdua. Mereka berkeliling kota tercinta mereka, Busan sambil melihat pemandangan indah di kanan dan kiri lalu menyapa setiap orang yang lewat dengan teriakan mereka. Ada beberapa orang yang kaget dengan perilaku 2 manusia bodoh ini, untung saja jalanan tidak ramai hanya beberapa orang yang lewat sehingga tidak banyak yang mengetahui sikap asli sepasang sahabat ini.

“Huhuuuuuuu Yeol waaaahhaaaa” teriak Eunsung riang. Chanyeol tersenyum mendengarnya.

“Yuhuuuuuuuuuu” balas Chanyeol.

“Huaaaaaaaaaaa” seketika teriakan riang mereka berubah menjadi teriakan kesakitan. Pinggul dan pantat mereka sakit karena baru saja mereka melewati jalan yang tidak rata dan banyak terdapat bebatuan kecil.

“Ya! Park Pabo Yeol! Kenapa lewat situ? Pantatku sakit” ringgis Eunsung, tangan kanannya mengusap-usap pinggulnya lembut sedangkan yang satunya memegang pinggang Chanyeol.

“Ya! Cha Isang Sung. Kau pikir aku tidak kesakitan juga?” Chanyeol mencibir kesal, dia sengaja memperlambat gerakan sepedanya. Eunsung hanya memayunkan bibirnya kesal.

Guk Guk Guk Guk Guk mata Eunsung terbelalak, dia menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri berusaha menemukan sumber suara tersebut.

“Huaaaaaaaaaaaaa” teriak Eunsung, dia mengeratkan pegangannya pada pinggang Chanyeol.

“Wae? Wae?” Chanyeol menghentikan sepedanya.

“Ya! Chanyeol jangan berhenti! Cepat jalan!” Eunsung memukul pundak Chanyeol.

“Ya! Waeyo?” Chanyeol menyipitkan matanya melihat kanan kiri. Eunsung terus memukul pundak Chanyeol memintanya untuk jalan.

“Huahahahahahaha jadi karena dia” kira-kira seratus meter di belakang seorang anak anjing yang sangat lucu berwarna coklat muda berlari ke arah mereka sambil memeletkan lidahnya. Chanyeol tertawa bahagia, dia sangat menyukai anjing tapi di sisi lain sahabatnya…

“Yeol cepat jalan! Huaaaaaaaaaa aku takut! Dia mendekat!” Eunsung terlihat begitu panik, jarak anjing dan sepeda mereka benar-benar sudah dekat. Chanyeol hanya tertawa terbahak bahak.

“Dia hanya anak anjing, sangat lucu” Chanyeol tetap menatap anak anjing tersebut

“Yeol, aku akan membunuhmu setelah ini. Park Chanyeoooooooool” teriak Eunsung menjadi-jadi, saat ini anak anjing itu sudah ada di bawah kaki Eunsung. Eunsung sibuk menggerakkan kakinya asal, menghindari anak anjing tersebut.

Chanyeol tersenyum menyeringai. Dia mulai mengayuh sepedanya, tetapi dengan gerakan lambat tidak sesuai yang di harapkan Eunsung.

“Park Chanyeooool kau benar-benar ingin di bunuh? YA! Andwaeeeee! Andwaeeee” teriak Eunsung semakin menjadi-jadi, anak anjing tersebut masih mengikuti mereka dan berusaha mendekati Eunsung. Chanyeol tertawa terbahak-bahak mendengar penderitaan yeoja malang tersebut. Setelah dia mulai merasa kasihan pada sahabatnya, dengan cepat Chanyeol mengayuh sepedanya sehingga anjing kecil tersebut tidak mengikuti mereka lagi.

*****

Chanyeol menghentikan sepedanya di suatu tempat, Pantai. Ya pantai ini dulu adalah tempatnya dan teman-teman SMP nya bermain termasuk dengan Eunsung, dia dan Eunsung adalah teman sejak SMP. Chanyeol menatap heran sahabatnya yang sejak pisah dari anak anjing tadi menjadi diam tidak mengeluarkan sepatah kata sedikitpun.

“Turunlah kita sudah sampai” Chanyeol tersenyum. Eunsung menatap sinis Chanyeol, lalu turun dari sepeda. Chanyeol memarkirkan sepedanya dan berjalan ke arah sahabatnya.

“Eo?” Chanyeol menatap heran yeoja mungil tersebut

“Aish jjinjja! YA! Kau mau membunuhku?” Eunsung mecubiti perut Chanyeol dengan gemasnya, membuat Chanyeol berteriak kesakitan.

“Ya! Eunsungie mianhae, aaaaaaa jjinja mianhae. Inikan terakhir kalinya” teriak Chanyeol berusaha menghentikan cubitan Eunsung.

“Hah? Apa maksud mu terakhir kali?” Eunsung menghentikan cubitannya, dahinya mengekerut.

“Bukan apa-apa” teriak Chanyeol sambil berlari menuju bibir pantai

“Ya!!! Mau kabur? Aish jjinjaaaaa” Eunsung mengerjar Chanyeol

*****

Beberapa lubang kecil terdapat di pinggir pantai ini, sepasang sahabat yang sedang tertawa riang tersebut yang membuatnya, mereka membiarkan lubang-lubang kecil tersebut terisi dengan ombak yang datang. Mereka berusaha menangkap ikan-ikan kecil yang ada di pantai untuk di isi ke lubang-lubang kecil yang mereka buat dan bertarung, siapa yang pertama memasukkan ikan ke lubang tersebut dia yang menang dan yang kalah harus membiayai makan siang pemenang selama satu minggu di kantin universitas.

30menit berlalu mereka masih saja berusaha menangkap ikan kecil dengan tangan kosong, suara teriakan terdengar di antara keduanya. Chanyeol berhasil menangkap satu buah ikan yang sangat kecil, ikan malang yang tersesat di pantai ini. Chanyeol berjalan menuju lubang kecil buatan mereka tadi sambil berteriak riang. Melihat itu Eunsung tidak tinggal diam, dia mendorong Chanyeol hingga namja itu kehilangan keseimbangannya dengan cepat dia membuka tanggannya lembar-lebar berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh. Alhasil ikan tersebut jatuh dan langsung berenang cepat entah kemana.

“YA!!!!!” teriak Chanyeol kesal. Dari kejauhan Eunsung memeletkan lidahnya, dia berlari sejauh mungkin pasti Chanyeol akan membunuhnya setelah ini.

Eunsung menghentikan larinya, dia melihat dari jauh sahabatnya tidak mengerjarnya. Chanyeol duduk terdiam di tepi pantai membiarkan ombak yang datang meyentuh setengah kaki panjang nya. Eunsung diam lalu berjalan malas mendekati Chanyeol.

“Ya! Mianhae Yeol. Masa hanya seperti itu saja kau marah” teriak Eunsung dari kejauhan. Sahabatnya tetap diam tidak menoleh sedikitpun ke arah Eunsung.

Eunsung menggerutu kesal. “Yeol! Arra, kau menang! Aku akan mentraktir mu” teriak Eunsung mendekati Chanyeol, jarak mereka sudah sudah cukup dekat.

Chanyeol menggerakkan kepalanya ke kanan, tempat Eunsung berdiri lalu dengan cepat melepar beberapa gumpalan pasir yang basah ke arah  Eunsung.

“Huwaaaa” teriak Eunsung. Sekarang bagian depan tubuhnya di penuhi pasir yang basah yang lengket. Chanyeol tertawa terbahak bahak melihatnya. Eunsung mencibir kesal, dia tidak tinggal diam. Diambilnya pasir yang basah lalu di taruhnya di atas kepala Chanyeol, saat itu juga Chanyeol berteriak. Eunsung tersenyum penuh kemenangan.

*****

Sepasang sahabat bodoh kembali membuat keributan. Andai saja ombak, pasir serta pohon-pohon di sekitar pantai ini hidup, mungkin mereka sudah menelan bulat-bulat 2 orang bodoh ini sejak tadi.

Park Chan Pabo Yeol 🙂

Eunsung terkekeh sambil menulis nama sahabatnya dengan telunjuk kanannya di pasir pantai ini. Melihat itu sahabatnya tidak tinggal diam, dia juga menulis nama yeoja mungil ini.

Cha Eun Isang Sung 😛

Eunsung mendecak kesal, tidak mau kalah

Park Chan Huge Ear Yeol XD

Eunsung terkekeh. Chanyeol membelalakkan matanya, tidak terima dengan nama aneh buatan yeoja mungil ini.

Cha Eun Shortie Sung 😉

Bergitulah mereka terus berlanjut, menulis nama-nama aneh satu sama lain. Mencibir satu sama lain. Tidak ada yang mau mengalah.

Park Chan Angry Yeol :))

Cha Eun Ugly Sung 😀

Park Chan Disturber Yeol XD

Cha Eun Creepy Sung XD

Eunsung terdiam, berpikir apa yang akan dia tulis untuk membalas namja raksasa ini.

“Sudahlah Yeol, kita bukan anak-anak lagi” Eunsung mencibir.

“Bilang saja kau kehabisan ide” Chanyeol terkekeh. Yap! Chanyeol tepat sekali.

“Ah molla, aku lelah” Eunsung meninggalkan Chanyeol lalu duduk di bawah pohon, sahabatnya mengikutinya.

Mereka menyandarkan dirinya di pohon yang cukup besar ini, menghirup dalam dalam udara segar yang tidak bisa mereka dapatkan di Seoul. Baju yang mereka gunakan sudah mulai mengering akibat hembusan lembut angin pantai ini.

“Sung sudah lama sekali ya tidak ke sini. Aku rindu masa-masa SMP kita, dulu hampir setiap sore kita dan teman-teman lain bermain di sini” Chanyeol menatap luas pantai

“Ne aku juga ingin sekali bermain seperti ini lagi. Semenjak SMA kita jadi jarang bermain kerena sibuk dengan perkerjaan masing-masing dan belajar keras untuk masuk universitas. Ah aku sangat rindu teman-teman SMP kita”

“Sung”

“Ehm?” Eunsung menoleh.

“Sepertinya ini terakhir kalinya kita berdua bermain seperti ini”

“Eh?”

Chanyeol menyandarkan kepalanya ke pundak Eunsung. Eunsung sedikit kaget.

“Biarkan seperti ini Sung, untuk yang terakhir kalinya…”

Dahi Eunsung kembali mengkerut, dia tidak mengerti dengan ucapan aneh Chanyeol barusan. Chanyeol memejamkan matanya, wajahnya tampak sangat lelah. Melihat itu Eunsung memilih diam untuk bertanya.

*****

“Sung sung banguuun” Chanyeol menggoyangkan tubuh Eunsung pelan. Perlahan Eunsung membuka matanya berusaha mengumpulkan kesarannya, dia menatap ke depan, langit sudah mulai memerah.

“Ternyata masih di pantai” guman Eunsung lalu merenggangkan badannya

“Ne, kita berdua tadi tertidur di bawah pohon ini. Sekarang sudah jam setengah 6” Chanyeol terkekeh

“Wah tidak terasa ya kita sudah 3 jam kita bermain”

“Ne, ayo pulang dan membersihkan diri. Lihat, baju kita sudah kering” Chanyeol mengepak-ngepakkan kaus nya.

“Wahahaha, ne kajja” Eunsung bangkit dari posisi duduknya dan mulai berjalan.

“Eunsungie”

“Ne?” Eunsung menoleh ke belakang.

“Naiklah ke punggung ku” Chanyeol menggerakan kepalanya sedikit kebelakang.

“Mwo? Sepedamu?”

“Itu sepeda pantai ini, aku hanya menyewanya”

Eunsung diam. Melihat itu Chanyeol mendekati Eunsung lalu merendahkan badannya.

“Cepat naik, kau ini lamban sekali” gerutu Chanyeol

“Eh? Kau yakin? Aku berat sekali”

“Tidak apa, jarak pantai ke rumahmu kan dekat” Chanyeol tersenyum berusaha meyakinkan Eunsung.

Sebenarnya jarak rumah mereka dengan pantai tidak begitu jauh, hanya saja tadi mereka berkeliling daerah tempat tinggal mereka terlebih dahulu makanya menggunakan sepeda.

Eunsung menatap curiga Chanyeol. “Ani, kau pasti mau membawaku ke tempat anak anjing tadi ya?”

“Aigo Sung, aku tidak sejahat itu” Chanyeol lagi-lagi terkekeh.

“Ayolah, ini terakhir kalinya aku menggendongmu” lanjut Chanyeol.

“Eo? Apa maksudmu Yeol?” Eunsung menatap kesal Chanyeol.

“Kau itu sangat bodoh, meskipun ku jelaskan kau pasti tetap tidak mengerti” Chanyeol mengetuk pelan kepala Eunsung.

“Sudah kau ini lamban sekali” Chanyeol menarik Eunsung untuk naik ke punggungnya.

*****

Background oranye besar yang indah menemani perjalanan pulang sepasang sahabat ini. Sepanjang perjalanan mereka bercerita tentang kejadian saat SMP dan SMA dahulu. Sepasang sahabat ini sudah berada di kelas yang sama sejak SMP sampai kuliah. Sudah 9 tahun saling mengenal satu sama lain, mereka tertawa dan berbicara lepas tanpa ada sesuatu yang di tutupi, kecuali satu hal.

Cuaca yang cerah, angin yang menyegarkan, pantai dan jalanan yang tidak ramai. Sepertinya Tuhan secara khusus memberikan hari ini untuk sepasang sahabat yang sedang mencibir satu sama lain saat ini. Mereka benar-benar merasa senang, merasa beban mereka hilang untuk hari ini, merasa seperti tidak mengenal apa yang namanya kesedihan, hanya ada kata ‘bahagia’ dalam kamus mereka.

“Yeol”

“Hmm?”

“Kau lelah?”

“Ani. Wae?”

“Seharusnya dari dulu kau melakukan ini padaku. Pasti aku tidak akan pernah lelah sehabis pulang sekolah” Eunsung terkekeh.

“Ya! Kau pikir aku pelayan mu?” Chanyeol mencibir kesal

“Yeol, apa maksudmu mengatakan ‘terakhir kali’ sejak tadi”

“Bukan apa-apa” Chanyeol terkekeh, membuat Eunsung semakin penasaran. Yeoja mungil ini malas bertanya, dia memilih untuk diam lalu menatap langit berwarna oranye yang indah di sore ini.

“Sudah sampai” beberapa menit kemudian Chanyeol berhenti tepat di depan rumah Eunsung lalu merendahkan tubuhnya agar Eunsung bisa turun dari punggungnya. Eunsung masih saja diam.

“Sung, sudah sampai!” Chanyeol sedikit berteriak.

“Mwo? Ahhhh sudah sampai” Eunsung turun dengan kikuk, suara Chanyeol barusan berhasil membuat dia sadar akan lamunannya.

“Eunsung-ah apa Baekhyun sudah memberitahu mu?” Eunsung berpikir sebentar

“Ah, kalian akan melakukan pertunjukkan di Special Café hari Senin kan jam 7.30 malam kan?”

Chanyeol mengangguk. “Kau harus datang tepat waktu, berdandan lah yang cantik” namja raksasa ini menggoda sahabat baiknya.

“Ya! Kau ini! Ne, aku pasti datang. Baekhyun juga menyuruhku” kekeh Eunsung

“Baguslah! Sampai berjumpa di kelas hari senin! Annyeong” Chanyeol membalikkan badannya.

“Yeol” Eunsung menahan Chanyeol.

“Ada apa?” Chanyeol kembali membalikkan badannya.

“Gomawo” Eunsung tersenyum senang, menunjukkan deretan giginya.

“Ne.. Chonma…” Buuuk, suara Chanyeol tertahan saat ini Eunsung sedang memeluknya dengan erat, benar-benar erat. Chanyeol membulatkan matanya, jantungnya berdetak sangat cepat. Bukan, bukan karena yeoja mungil ini memeluknya tetapi karena yeoja mungil ini menangis, ya yeoja mungil yang di cintai nya ini menangis. Chanyeol diam, dia tidak dapat berkata apa-apa.

“Kau! Jangan membuatku membencimu!” Eunsung terisak.

“Wae?” tanya Chanyeol pelan

“Katakan apa yang terjadi! Kenapa sejak tadi kau mengatakan ini yang terakhir? Kau membuatku takut!” Eunsung masih saja menangis di pelukan Chanyeol

“Apa yang kau takuti?” Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Kau mengatakan hal tersebut seperti kau akan mati atau pergi jauh ke suatu tempat dan kita tidak akan bisa bermain atau bertemu lagi huuuuuu aku benci dirimu” Eunsung tetap terisak, nafasnya sesak, dadanya naik turun saat ini.

“Apa besok kau akan pergi jauh? Apa besok kau akan pindah universitas? Atau selama ini kau punya penyakit yang mematikan dan umurmu tinggal sebentar lagi? Uuhhhggghh kau menyebalkan sekali” Eunsung memukul mukul pundak Chanyeol, dia benar-benar kesal dengan perilaku sahabatnya ini.

Chanyeol terkekeh pelan mendengar apa yang baru saja di lontarkan sahabatnya tersebut. Chanyeol memegang kedua tangan Eunsung yang sejak tadi memukuli pundaknya lalu mengarahkan tangan sahabatnya itu untuk memeluk pinggangnya lalu Chanyeol memeluk Eunsung lembut.

“Eunsung-ah, aku tidak akan kemana mana, aku juga tidak punya penyakit apapun” Chanyeol terkekeh dia semakin menguatkan pelukkannya kepada Eunsung, entahlah dia tidak peduli jika Eunsung merasakan detak jantungnya yang tidak karuan saat ini.

“Tidak apa-apa, benar tidak ada apa-apa” Chanyeol kembali terkekeh. Eunsung diam, air matanya masih mengalir, dia tau benar sahabanya sedang berbohong saat ini entah apa itu.

‘Ini memang hari terakhir Sung. Hari terakhir aku bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja denganmu, menggendongmu, menyandarkan kepalaku di bahumu dan memelukmu seerat ini. Sebentar lagi akan ada namja lain yang akan melakukan ini padamu Sung, namja yang paling beruntung di dunia ini dan namja itu bukanlah aku…’ Chanyeol menatap ke langit, berusaha agar air matanya tidak jatuh dadanya sesak, ya sangat sesak.

Chanyeol melepas pelukannya lalu menatap Eunsung sambil tersenyum.

“Lihat langitnya sudah gelap. Masuk dan beristirahat lah, besok kau naik pesawat pagi ke Seoul kan? Jangan sampai terlambat.”

“Kau juga hati-hati ya dengan pesawat sore. Sampai bertemu di kelas Yeol. Selamat malam”

Chanyeol sedikit membelalakkan matanya, ini pertama kalinya dia mendengar Eunsung mengucapkan selamat malam padanya. “Ne, selamat malam. Annyeong”

Eunsung menatap punggung Chanyeol yang semakin menghilang, entah mengapa dia merasa sedih. Eunsung meletakkan kedua telapak tangannya di depan dada. Tidak ada detakan hebat sama sekali, benar-benar berbeda seperti dulu. Sekarang dia benar-benar jatuh kepada Baekhyun. Perasaan nya kepada Chanyeol hanya sekedar sahabat, ya benar-benar sahabat.

**TBC**

Bagaimana chingudeul? Aneh banget ya hehehe. Semoga readers suka, ada yang baca juga sudah syukur apalagi di tambah komen hehehe  🙂

22 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love (Part 3)

  1. Huu… chanyeol oppa pasti sedih banget. Feelnya dapet banget thor.
    Knapa eunsung g cinta aja lagi ama chanyeol oppa?!!

  2. Pingback: [Freelance] The Best For Someone Who I Love 2 (Part 1) | SAY - Korean Fanfiction·

  3. Miris bgt Chan oppa harua bertepuk sebelah tangan *nangis dipojokkan*
    Baek oppanya gak ada yaa di part ini?

    Sippo!Keep writing n fighting ne!!^^

  4. Gk ada baekhyun di chapter ini… 😦

    Kaya salam perpisahan aja ini? Chan gk sakit kan? atau jangan2 baekhyun bakal nyatain prasaannya ke eunsung di cafe nanti? wah wah wahh..

  5. Nyeseeeeeeeekkkkk!!!! Kenapa chanyeol mesti suka eunsung sih? Eunsungnya uda gk suka yeol lagi…. Aku hampir nangis pas baca bagian yeo meluk eunsung 😦

  6. turut sedih sama chanyeol yg merelakan sahabat yg dicintai untuk sahabatnya 🙂
    sosweet bnget chanyeol :3
    next chap 🙂
    hwaiting 🙂

  7. kasian chanyeol… dia ngerekain eunsung buat baekhyun… karena dia gak mau persahabatan mereka ber3 hancur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s