[Freelance] The Best for Someone Who I Love (Part 4-END)

pster-yomollayo

Title                       : The Best for Someone Who I Love (Part 4/END)

Author                  : @YoMollayo

Cast                       : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol (EXO), Byun Baekhyun (EXO)

Genre                   : Romance

Ratting                  : General

Length                  : Continue

Disclaimer           : EXO is ours, Cha Eunsung is mine

Poster by             : Wuu

LOVE is not become lovers with him/her, LOVE is when you see he/she’s happiness

Happy reading 🙂

NORMAL POV

Seorang namja berambut hitam menatap langit-langit kamarnya. Sesekali tersenyum mengingat kejadian yang baru di alaminya tadi sore bersama sahabat baiknya, ani bukan sahabat melainkan yeoja yang di cintainya.

“Katakan apa yang terjadi! Kenapa sejak tadi kau mengatakan ini yang terakhir? Kau membuatku takut!”

Chanyeol membelalakkan matanya mengingat perkataan sahabatnya.

“Kenapa aku mengatakan ini Sung? Karena…” Chanyeol tersenyum. Dia menghirup udara yang bebas bergerak lalu perlahan menutup matanya

Flashback 3 minggu lalu

Sepasang namja yang sangat berisik ini sedang mengerjakan tugas bersama, berbeda dari kebiasaan mereka sehari-hari, kali ini mereka mengerjakan tugas dalam keheningan hanya lagu-lagu pop yang menemani mereka.

“Huaaaaa lelah sekali” Chanyeol berdiri dari kursi meja makan ini lalu merenggangkan tubuhnya.

“Aku juga. Akan ku lanjutnya besok. Aku sudah muak” Baekhyun menjauhkan kertas tugas nya dari pandangannya. Chanyeol terkekeh melihat kelakuan sahabatnya itu, dia berjalan menuju kamarnya dan mengambil gitar akustik coklat kesayangannya.

“Ayo kita latihan saja untuk penampilan di Special Café 3 minggu lagi. Sayang sekali ya kita hanya kita berdua yang bisa tampil. Yixing cuti untuk sementara waktu, Kyungsoo ada acara keluarga” Chanyeol menghembuskan nafas nya berat mengingat 2 member anggota band mereka.

“Gwenchana, fighting!” Baek terkekeh. Chanyeol mulai memetik gitarnya. Suara indah mulai keluar dari tenggorokan Baekhyun. Suara nya dan alunan melodi yang indah dari gitar Chanyeol pasti akan membuat siapapun yang mendengarnya terkesima.

“Huh entah mengapa aku ingin menyanyikan lagu ini untuk seseorang” Baekhyun menyandarkan tubuhnya di sofa dengan malas, setelah dia menyelesaikan lagu tersebut.

“Eh?” Chanyeol berhenti memetik gitarnya. Baekhyun menoleh “Eh, bukan apa-apa Yeol”

“Apa ada yeoja yang kau sukai? YA! Kenapa kau tidak memberitahu ku?” Chanyeol menyeringai ke sahabatnya

“Kau sendiri?” Baekhyun menatap malas Chanyeol.

“Apa kau menyukai Eunsung?” Chanyeol menatap sahabatnya. Baekhyun diam, jantungnya mulai tidak karuan.

“Bukannya kau yang menyukai nya?” Balas Baekhyun, Chanyeol terdiam lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Aku benar kan?” Baekhyun terkekeh.

“Mwo? Aku juga benar kan?” Chanyeol cepat.

“Sudahlah Yeol, kita menyukai seorang yeoja yang sama” Baekhyun kembali terkekeh. Chanyeol tersenyum kikuk.

“Kau tidak menyatakan perasaanmu padanya?” tanya Chanyeol membuat Baekhyun menoleh

“Tidak. Kau saja” jawab Baek cepat. Chanyeol membulatkan matanya

“Mwo? Kenapa tidak kau saja?” Balas Chanyeol kesal

“Aku tidak mau berpisah dengan sahabatku hanya karena seorang yeoja” Baekhyun memejamkan matanya.

Mata Chanyeol benar-benar membulat sempurna mendengar perkataan sahabatnya barusan.

“Lagipula kau dan Eunsung sudah sangat dekat satu sama lain sejak lama, tidak mungkin kalian tidak memiliki perasaan ‘lebih’ satu sama lain” Baekhyun menjawab enteng.

“Nyatakanlah perasaan mu padanya Yeol, aku tidak apa-apa. Melihat sahabat dan orang yang kusukai bahagia aku juga bahagia” Baekhyun tetap tidak membuka matanya.

“Kau salah Baek, Eunsung menyukai mu” Chanyeol terkekeh. Pernyataan barusan sukses membuat Baekhyun membelalakkan matanya dan bangun dari posisi malasnya lalu menatap sahabatnya.

“Dia menyukai mu Baekhyun-ah, nyatakan perasaan mu padanya, jangan buat dia menunggu lebih lama”

“Apa kau berbohong padaku? Aku tidak akan tertipu Yeol” Baekhyun mendorong bahu sahabatnya pelan sambil terkekeh

“Ani, neo jjinja paboya. Apa kau tidak pernah melihat pipinya merah padam di dekatmu? Lagi pula dia sendiri yang mengatakan pada ku kalau dia menyukaimu”

“Geure?” Baekhyun tersenyum tipis. Chanyeol mengangguk

“Nyatakanlah perasaan mu padanya secepat mungkin”

“Sudah ku bilang kan ‘tidak akan’” jawab Baekhyun malas

“Baek, jangan seperti itu. Nan gwencana. Aku juga akan melakukan seperti apa yang kau katakan tadi” Chanyeol tersenyum.

“Micho? Pasti sakit sekali merelakan orang yang kau cintai meskipun dengan sahabatmu sekalipun pabo” Baekhyun menatap kesal Chanyeol.

“Akan lebih menyakitkan bila melihat kau dan Eunsung saling menahan perasaan satu sama lain. Aku pasti akan sangat merasa bersalah super pabo!” Chanyeol menjitak kepala Baekhyun. Baekhyun meringgis kesakitan lalu terdiam menatap ragu sahabatnya.

“Ayolah nyatakan perasaan mu padanya. Dia gadis yang baik, jangan membuatnya bersedih karena menunggu” Chanyeol tersenyum berusaha meyakinkan sahabanya.

Baekhyun diam, menatap ragu-ragu Chanyeol.

“Wae? WAe? WAE? Kenapa kau menatapku begitu?” Chanyeol membalas tatapan Baekhyun. Sahabatnya tetap menatap dia ragu-ragu.

“Nan gwenchana. Aish jjinjayo. Melihat kalian berdua tersenyum adalah sesuatu yang sangat berharga bagiku” Chanyeol mulai menatap kesal sahabatnya ini.

Baekhyun terdiam lalu berjalan menuju tempat duduk Chanyeol dan dengan cepat memeluknya.

“Gomawoyo, Mianhae” hanya kata-kata itulah yang bisa Baekhyun keluarkan. Chanyeol tersenyum dan membalas pelukan Baekhyun cepat.

“Aish jjinja, setelah ini aku akan membunuhmu Chanyeol-ah kau sudah membuat air mataku jatuh” Cibir Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol pelan.

“Aku juga akan membunuhmu jika kau menyakiti Eunsung” Chanyeol tersenyum

“Ne, lakukan apa saja yang kau mau jika aku menyakiti Eunsung” Baekhyun menatap serius sahabatnya membuat Chanyeol terkekeh.

“Sesuai dengan keinginanmu tadi, nyanyikanlah lagu itu untuknya” Chanyeol memegang pundak sahabatnya, Baekhyun memangguk mantap.

End of Flashback

*****

Senin, 18 November

Special Café 07:25

Eunsung duduk di sudut café lalu memandang ke segala arah melihat café yang bernuansa santai tetapi romantis ini, warna café di dominasi dengan biru muda dan terdapat satu mawar di setiap meja. Dia memesan sepotong cake keju dan milkshake coklat. Seperti biasa dirinya memakai kaus lengan panjang berwana biru muda dan celana jins panjang, sebuah bandana kecil berwarna merah muda menghiasi kepalanya. Meskipun dia sangat sederhana tetapi tetap menarik perhatian dua orang namja di atas panggung yang sedang bersiap siap untuk melakukan pertunjukkan.

“Dasar Eunsung, padahal aku sudah menyuruhnya untuk berdandan cantik” Chanyeol mencibir pelan dari atas panggung. Meskipun suara nya pelan, tapi sahabatnya bisa mendengar jelas

“Gwencana, dia tetap menawan” Baekhyun terkekeh pelan, pipi nya sedikit merona. Chanyeol mengangguk, yap tepat sekali yang di katakan Baekhyun, keluguan dan kesederhanaan Eunsung lah yang sangat menarik perhatian setiap namja yang dekat padanya.

Chanyeol menoleh kearah Eunsung, begitupun sebaliknya. Mereka saling melambaikan tangan, melihat itu Baekhyun juga ikut melambaikan tangan dan Eunsung pun membalasnya.

“Aku gugup sekali Yeol” Baekhyun memegang dadanya.

“Gwencana, berusahalah” Chanyeol menyenggol bahu sahabatnya pelan.

“Test test 1.. 2… 3…” Baekhyun memulai pembicaraan, spontan semua mata yang ada di café tertuju padanya termasuk Eunsung.

“Annyeong haseyo yeorobun. Choneun Baekhyun imnida” Baekhyun tersenyum ramah menyapa penonton.

“Chanyeol imnida. 2 member kami yang lain sedang ada urusan, karena itu kami hanya berdua malam ini” balas Chanyeol tidak kalah ramah. Mereka membungkuk kecil kepada penonton.

“Yeorobun, hari ini adalah hari terakhir kami untuk bernyanyi di café ini” Baekhyun melanjutkan

Sorakan kecewa terdengar dari bangku penonton, banyak dari mereka yang menyukai pertunjukkan band 4 namja ini.

“Mianhae, sekarang kami sudah memasuki awal semester 7. Kami semua ingin fokus pada kuliah tingkat akhir kami” Baekhyun tetap tersenyum

Lagi-lagi sorakan kecewa terdengar dari bangku penonton.

“Karena ini pertunjukan terakhir. Kami, ah tidak lebih tepatnya Baekhyun akan menampilkan sesuatu yang khusus” Chanyeol tersenyum ramah. Spontan sorakan gembira terdengar dari penonton.

“Apa kalian penasaran?” Chanyeol menunjukkan giginya

“Neeeeee” teriak penonton

“Arraseo” Chanyeol tersenyum lalu menengok ke arah Baek, mereka berdua sama sama mengangguk.

I do believe All the love you give

Lampu café mulai memadam, sebuah lampu sorot mengarah pada Chanyeol dan Baekhyun yang mulai mengeluarkan suara indahnya. Baekhyun memejamkan matanya, berusaha bersatu dengan lagu yang sedang dia nyanyikan dan melodi lembut gitar Chanyeol. Semua mata tertuju pada mereka berdua.

All of the things you do
Love you Love you
I’ll keep you safe Don’t you worry

I wouldn’t leave Wanna keep you near
Cause I feel the same way too
Love you Love you
I want you to know that i’m With you

I will love you and love you and love you
Gonna hold you and hold you and Squeeze you
I will please you for all times

I dont wanna lose you and lose you and lose you
Cause i need you i need you I need you
So I want you to be my lady
You’ve got to understand My love

You are beautiful beautiful beautiful
beautiful beautiful beautiful Girl yeah..
You are beautiful beautiful beautiful
beautiful beautiful beautiful Girl

Chanyeol memetik gitar nya menghasilkan melodi indah yang sangat lembut. Tetapi di tengah bagian gitar solonya dia salah memetik senar membuat nada indah yang di buatnya terdengar sumbang, dengan cepat Chanyeol memperbaiki nada tersebut, wajahnya tempak gugup saat ini. Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol, dia terkekeh pelan melihat wajah gugup sahabatnya.

Sebelum bagian gitar solo Chanyeol selesai, Baekhyun berdiri dari kursinya lalu mengambil sebuket mawar di meja kecil yang ada di depannya lalu turun dari panggung berjalan perlahan-lahan menuju penonton. Cahanya dari lampu sorot mengikuti langkahnya.

I will love you and love you and love you
Gonna hold you and hold you and Squeeze you
I will please you for all times

I dont wanna lose you and lose you and lose you
Cause i need you i need you I need you
So I want you to be my lady
You’ve got to understand My love woooh..

Baekhyun menghentikan lagunya, melodi yang lembut pun sudah tidak tersengar dari gitar Chanyeol. Saat ini dia sedang berdiri tepat di depan meja seorang yeoja mungil. Yeoja mungil tersebut mengerutkan dahinya tidak mengerti. Jantung yeoja mungil ini terus berdetak cepat, entah mengapa sejak Baekhyun turun dari panggung dia merasa Baekhyun terus memperhatikannya. Lampu sorot mengarah kepada mereka berdua.

“Yeorobun, saat ini aku akan menyatakan perasaanku pada seorang yeoja yang sudah lama aku cintai” Baekhyun tersenyum menatap penonton. Jantungnya berdetak sangat cepat. Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan. Penonton seketika bersorak gembira lalu diam kembali

“Aku sangat menyukai nya. Entah mengapa aku sering sekali tersenyum sendiri di buatnya, jantungku tidak pernah mau bersahabat jika dia di dekatku”

“Yeoja itu tepat berada di depanku” Baekhyun tersenyum malu, dia tidak berani melihat Eunsung. Penonton kembali bersorak-sorak. Eunsung terdiam, dia berpikir apakah ini nyata, entahlah dia tidak tau harus berbuat apa, dia sangat bahagia sampai kebagaiaan ini memaksanya untuk tetap diam dan tidak berbuat apa-apa.

Baekhyun berlutut di hadapan Eunsung lalu menunjukkan sebuket bunga mawar berwarna pink yang di bawanya.

“Cha Eunsungie aku sudah lama menyukaimu. Apa kau mau menjadi yeojachingu ku?” Baekhyun menatap Eunsung lekat pipinya benar-benar merona saat ini. Mereka berdua saling menantap mata satu sama lain, jantung mereka rasanya memaksa untuk keluar.

Suasana hening, semua penonton, pegawai cafe dan Chanyeol yang ada di atas panggung menatap mereka berdua. Semua orang ikut berdebar, apakah yeoja itu menerimanya atau tidak.

Mereka berdua masih menatap mata satu sama lain. Eunsung mengambil sebuket bungan mawar dari tangan Baekhyun lalu menganggukkan kepalanya pelan, senyum terukir di wajahnya, pipinya merah padam. Baekhyun menghembuskan nafasnya yang sejak tadi tertahan, senyum mengembang di wajah nya. Baekhyun berdiri lalu mengulurkan tangganya, meminta Eunsung untuk berdiri. Dengan segera Baekhyun memeluk Eunsung, yeoja mungil ini membelalakkan matanya lalu membalas pelukan orang yang sekarang sudah resmi menjadi namjachingunya.

“Gomawo, saranghanda” Baekhyun berbisik di telinga Eunsung. Tidak ada orang lain yang bisa mendengar kecuali Eunsung.

“Ne, chonmaneyo” Eunsung membalas bisikan lembut Baekhyun lalu mereka melepas pelukan satu sama lain.

“Wuhuuuuuuu” tersengar sorakan, siulan dan tepuk tangan gembira dari penonton. Sepasang kekasih ini tersenyum satu sama lain

“Kisseu kisseu kisseu kisseu” penonton kembali bersorak sorai sambil bertepuk tangan berirama membuat sepasang kekasih tersebut membulatkan matanya.

“Yeorobum, aku harus menyelesaikan laguku” Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal begitu juga dengan Eunsung.

“Tunjukkan kami setidaknya 1 kisseu. Kalau tidak kalian tidak boleh pulang” teriak seorang namja muda bersemangat. Penonton bersorak riuh, setuju dengan namja tersebut.

“Baekkie-ya aku tidak mau menginap di sini” Chanyeol mengeluarkan suaranya sinisnya. Penonton semakin bersorak riuh.

Eunsung dan Baekhyun tidak menatap satu sama lain, mereka terdesak oleh penonton. Perlahan Baekhyun mendekat kepada Eunsung. Yeoja mungil ini membelalakkan matanya. Dengan lembut, Baekhyun mencium kening Eunsung lalu melepas ciumannya lembut. Suara tepuk tangan, sorakan gembira dan siulan kembali terdengar. Malam ini café ini ribut sekali sehingga menarik beberapa perhatian orang-orang yang berada di luar untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Baekhyun menoleh pada Chanyeol lalu mengangguk pelan. Chanyeol tersenyum pada sahabatnya lalu mulai memetik lembut senar gitarnya. Baekhyun kembali berjalan menuju panggung.

You are beautiful beautiful beautiful
beautiful beautiful beautiful Girl….. yeah
You are beautiful beautiful beautiful
beautiful beautiful beautiful Girl…

Alunan melodi lembut berhenti begitu juga dengan suara indah Baekhyun.

“Kamshamida” sepasang sahabat ini membungkkukkan badannya kepada penonton, mereka bertepuk tangan.

*****

Eunsung menatap ke kanan dan kiri, beberapa saat kemudian orang yang di tunggunya keluar dari pintu café.

“Eunsungie” Eunsung menoleh ke sumber suara tersebut.

“Yeollie-ah” Eunsung tesenyum. Di samping Chanyeol ada Baekhyun yang pipinya sedikit merona.

Mereka berjalan bertiga menuju rumah mereka, kebetulan rumah Baekhyun dan apartemen Eunsung serta Chanyeol tidak terlalu jauh dari café ini. Suasana hening dan menjadi sedikit awkward, mungkin karena kejadian di café barusan. Sesekali Chanyeol berjalan menjauh membiarkan sepasang kekasih tersebut untuk lebih dulu berjalan bersama, tetapi setiap Chanyeol melakukan itu empat buah mata akan menatapnya dengan tatapan membunuh. Chanyeol masih mencintai hidupnya, karena itu dia memilih untuk berjalan segaris dengan 2 orang bodoh ini.

“Sampai bertemu besok” Baekhyun memulai pembicaraan. Di pertigaan inilah tempat Baekhyun harus berpisah dari Eunsung dan Chanyeol.

“Ne annyeong” Eunsung dan Chanyeol tersenyum lalu melanjutkan perjalan mereka. Gedung apartemen Eunsung dan Chanyeol letaknya berdekatan jadi mereka berdua pulang bersama.

“Eunsung-ah”

“Ne?” Eunsung menoleh ke belakang

“Selamat malam” Baekhyun tersenyum. “Ne, selamat malam Baek” balas Eunsung.

“Kau melupakanku Baek?” Chanyeol mengangkat satu alisnya

“Kau juga.. selamat malam Yeol” Baekhyun memeletkan lidahnya. Eunsung terkekeh melihat mereka berdua.

*****

“Chanyeol-ah kajja” Eunsung menarik tangan Chanyeol untuk duduk di sebuah ayunan di taman yang ada di sebelah kanan mereka. Chanyeol mengerutkan dahinya, tapi dia tetap mengikuti sahabatnya ini.

Mereka duduk di sebuah ayunan, mereka tidak memainkan nya seperti kebanyakan anak biasanya, mereka hanya duduk sambil menatap taman ini.

“Yeol, ada sesuatu yang ingin aku katakan” Eunsung menoleh kearah Chanyeol.

“Ne marebwa” jawab Chanyeol tanpa menoleh.

“Kau tau kan aku tidak pernah merahasiakan satu hal pun padamu?”

“Ne”

“Aku berbohong Yeol, ada suatu hal yang selalu ku rahasiakan, yang tidak bisa aku beritahu padamu, sekalipun kau orang yang sangat aku percaya” Eunsung menatap luas ke arah taman, Chanyeol tetap mendengarkan.

“Sejak dulu aku sudah menyukai mu Yeol”

Chanyeol membelalakkan matanya lalu menoleh ke arah Eunsung. “Aku tidak pernah berani untuk mengungkapkannya bahkan berniat pun tidak” lanjut Eunsung.

“Sekarang aku mencintai seseorang, ne kau tau dia siapa. Aku hanya ingin mengeluarkannya saja sehigga hatiku bisa tenang. Aku tidak kuat lagi menahan perasaan ini selama 9 tahun.”

“Kau? 9 tahun?” Chanyeol membelakkan matanya, jantungnya berdetak cepat, entah mengapa perasaan menyesal muncul, menyesal karena tidak menyadari hal ini. Eunsung mengangguk.

“Aku juga menyukaimu Sung, entah sudah berapa lama. Maafkan aku yang tidak pernah menyadari perasaanmu” Chanyeol menatap Eunsung. Seketika Eunsung mebelalakkan matanya, dia tidak dapat berkata apa-apa.

“Mungkin sama sepertimu, aku sudah menyukaimu sejak 9 tahun lalu tapi aku tidak pernah menyadarinya karena kau….. selalu di sisiku” lanjut Chanyeol

“Kau selalu bersama dengan ku, aku selalu merasanya nyaman dan senang lagipula.… tidak pernah ada namja yang mendekatimu”

“Itu semua karena mu, namja yang ingin mendekatiku mengira kau adalah namjachingu ku” Eunsung menatap malas sahabatnya

“Mwo? Memang ada namja yang mau mendekatimu?” Cibir Chanyeol

“Ada! Kris sunbenim, kau mengingatnya?”

“KRIS sunbaenim? Ketua klub seni yang sangat terkenal di SMA kita? Bagaimana bisa?” Chanyeol mebelalakkan matanya

“Entahlah…. Dia mengajakku berkenalan dan pergi ke taman bermain beberapa kali lalu mengungkapkan perasaanya kepadaku” Eunsung menggerakkan kakinya pelan membuat pasir-pasir yang di bawah kakinya bergeser

“MWO? Kenapa kau tidak pernah menceritakan hal tersebut padaku?” Chanyeol menaikkan nada bicaranya

“Untuk apa aku ceritakan? Kalau akhirnya aku menolaknya” jawab Eunsung pelan

“Kau menolaknya…. Apa karena ku?”

“Begitulah…..”

Suasana menjadi hening, entah mengapa ada sedikit perasaan menyesal di hati masing-masing. Eunsung mengarahkan kepalanya ke langit lalu menatap beberapa bintang yang ada di sana. Dia menghembuskan nafasnya.

“Sekarang aku sudah memiliki Baekhyun dan aku sangat yakin akan perasaan ku padanya. Aku harap kau juga dapat mencari seorang yeoja yang sangat baik, yang bisa menemani mu” Eunsung menoleh kepada Chanyeol.

“Ne, pasti itu” Chanyeol tersenyum. Hatinya sakit, sedikit penyesalan berubah menjadi sangat besar setelah mendengar cerita Eunsung barusan. Suasana menjadi sunyi, mereka berdua kembali terdiam entah apa yang ada di pikiran masing-masing.

“Eunsung-ah” Chanyeol berdiri dari ayunannya dan berlutut di depan Eunsung. Eunsung terdiam melihat sahabatnya.

“Jangan pernah menyakiti Baekhyun, dia orang yang sangat baik. Aku sangat menyayanginya, jika kau menyakitinya itu sama saja kau menyakiti sahabat baikmu ini. Arra?” Chanyeol tersenyum tetapi ada sesuatu yang bening mulai mengalir dari sudut matanya.

“Ne. Yeol, aku mencintainya. Aku akan berusaha untuk tidak menyakitinya. Kau juga harus berusaha” Eunsung tidak bisa menahan perasaan nya lagi, air mata mulai mengalir dari sudut matanya. Mereka saling berpelukan dan menangis bersama, entah apa yang mereka tangisi, sulit sekali untuk di tuliskan dengan sebuah kata.

Sepasang mata kecil menatap dua orang yang sedang berpelukan. Dia sudah mendengar semua yang di katakan dua orang tersebut. Cairan bening pun mulai berjatuhan dari sudut matanya. Dia merasa sangat beruntung memiliki seorang yeoja dan sahabat yang sangat menyayanginya.

Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan, tersenyum singkat melihat seorang namja dan yeoja yang sedang menangis membelakangi dirinya. Baekhyun pergi meninggalkan mereka. Semula dia ingin mengikuti Chanyeol karena dia merasa sangat kawatir sahabatnya akan melakukan hal aneh seperti bunuh diri atau mabuk-mabukan. Sejak tadi dia tidak melihat Chanyeol bersedih sedikitpun, dia tau kalau sahabat nya juga mencintai yeoja yang dia cintai, pasti perasaanya sangat sakit saat ini. Melihat dan mendengar hal yang barusan terjadi Baekhyun yakin jika sahabatnya tidak akan melakukan hal aneh.

Chanyeol melepas pelukannya dengan Eunsung. Mereka berdua tersenyum satu sama lain lalu melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen masing-masing. Hati Chanyeol sebenarnya sangat sakit, penyesalan tadi terus saja berkembang semakin besar tapi di sisi lain dia merasa senang karena melihat kebahagiaan yang di baru saja di rasakan yeoja yang di cintainya dan sahabat yang sangat dia sayangi. Chanyeol menghela nafasnya panjang, dia mulai berusaha untuk melupakan kesedihan yang ada di hatinya. Hal apa yang paling membuat bahagia selain melihat orang lain yang kau sayangi bahagia? Bukankah begitu? Chanyeol tersenyum dan melanjutkan perjalanannya.

**END**

Huaaa akhirnya ceritanya tamat juga hehehe. Bagaimana chingudeul? Maaf kalo aneh banget, author ga bisa buat ending yang bagus TT . Sebenarnya aku udah membuat setengah sequel ff ini. Menurut chingudeul gimana? Apakah perlu sequel nya atau tidak? Hehehe

49 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love (Part 4-END)

  1. Sediiih .. dikirain sama chanyeol trnyta sama baekhyun ..

    Perlu banget sequelnya .. gimna nasip chanyeol .. penasaraaan

  2. perlu squel ini -_- masa chanyeol jomblo sih, kasian tuh udah korban perasaan.. harusnya ada yeoja yg baik buat si yeol.. aigoo seru nih

  3. aku suka akhirnya happy ending..tp kasian chanyeol..knp harus nunggu eunsung punya pacar baru bs sadar perasaannya sendiri..
    Author..daebak..gomawo..

  4. Bikin sekuel nya donk,
    pngen tau cerita cinta baeksung stlah resmi jadian. Poor Chanyeol, mudah2an di sekuelnya Chanyeol jg dpt yeojachingu yg manis..

  5. Makasih banyak untuk semua chingu yang baca FF ini 🙂 maaf aneh banget ceritanya dan ga sesuai harapan. Niatnya aku mau buat ini ff trilogy tapi malah aneh makanya ku buat jadi 4 chapter hehehe *BOW*

  6. Huaaa 😥
    Sedih banget thor. Tapi serius, suka banget ff ni.
    Kalo bsa ada sequel gtu, d saat chanyeol oppa nemuin pengganti eunsung.

  7. kirain yeol yg sama eunsung ternyata sama baek><
    ini bener bener butuh sequel wqwq yeol gaboleh jomblo pokonya._.

  8. Pingback: [Freelance] The Best For Someone Who I Love 2 (Part 1) | SAY - Korean Fanfiction·

  9. hmm.. ternyata akhirnya beda dri ap yg aku pikirin…
    bgus certanya..

    m’f gg komen dari part awal..
    langsung pengen tau gmn endingnya.. hehe..
    mian sekali lg..

  10. Yay, hal yang bisa dipetik disini adalah ‘Penyesalan selalu datang diakhir’~ huuuu sedih.
    Mudah”an Baek oppa cpt dpt pasangan jg yaa Amin kkk

    Sippo! Keep writing n fighting ne!!^^

  11. Huuaahhhh T.T ada ya sahabat yg begitu tulus… Aku terharu bgt. Chanyeol adalah orang yg berjiwa besar.. Patut ditiru..

  12. Yaaaaaahhhh para readerspun kecewaaaaa…. Biarlah gk jadian sama chanyeol, dripda dipaksakan jg gk akan bahagia

  13. huuuu terharu banget sama pengorbanan cintanya buat eunsung 😦
    smoga baekhyun sama eunsung bisa awet hihihi
    chanyeol fighting 😀
    wuaaa daebak thor kisahnya bikin terharu endingnya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s