[Freelance] The Dark Rose (Part IX)

The Dark Rose Part IX

|| Author :Deereyeliner ||

|| Title : The Dark Rose Part IX ||

|| Length : Chaptered ||

|| Rating :WARNING! PG-17||

|| Main Cast : EXO’s Byun Baek Hyun and Kim Hye Ra OC ||

|| Minor Casts : EXO and SM Family ||

||Theme : School Life, Family problem, Hate-Love, Romance ||

|| Credit Poster :©Lallakyu art at HSG ||

|| Disclaimer : The characters are belong to God and themselves. I only have the storyline and don’t copy-paste or remake it. ||

|| Author’s note : Please leave your comment after you read this, It easy thing to do. This part is TOO DANGEROUS AND MOST DANGEROUS! Don’t like? So, don’t read..||

|| Summary : Ini seperti serendipity. Baekhyun mengakuinya dan Hyera menerimanya.||

|| Previous : Prologue | Part I | Part II | Part III | Part IV | Part V | Part VI | Part VII |Part VIII ||

Happy Reading^^

Byun Baekhyun merasakan pusing yang luar biasa.Suhu tubuhnya panas dan dia kedinginan malam ini. Dalam tidurnya yang gelisah dia merutuki kenapa dia tidak menyetujui ajakan Lay atau Donghae untuk pulang bersama menggunakan mobil daripada harus naik bus.

Lelaki itu mencoba untuk membuka matanya yang terasa berat.Tangannya meraba-raba tempat nyaman yang ditidurinya. Uh, sejak kapan kursi bus menjadi empuk dan nyaman seperti ini?

Matanya langsung terbuka sepenuhnya begitu menyadari ada hal yang mengganjal disini.Baekhyun terbangun dan menemukan sebuah handuk basah berada di keningnya.Sebuah kompres air dingin.

Samar-samar lelaki itu menyadari bahwa dia ada di kamar seseorang.Kamar ini terasa familiar untuknya.Mulai dari ranjang berwarna coklat, meja belajar berwarna putih dan cat dinding yang berwarna abu.

Demi Tuhan! Ini kamar Kim Hyera!

Baekhyun langsung turun dari tempat tidur itu dan mengabaikan rasa pusingnya.Sakit bukanlah hal yang menganggu bagi seorang lelaki sepertinya.Keadaan kamar itu cukup gelap karena Hyera hanya menyalakan lampu tidur di atas nakas.

Mencoba untuk menyalakan lampu kamar, Baekhyun mencari tombol lampu dan itu butuh tenaga yang tidak sedikit mengingat lelaki itu masih pusing dan demam tinggi. Tangannya berpegangan pada apa saja yang bisa diraihnya agar ia masih bisa berdiri. Saat itulah tanpa sengaja ia menyentuh sebuah jemari lentik yang dingin.

Kim Hyera. Gadis itu tertidur di sofa dengan posisi duduk dan kedua tangannya ia jadikan bantal di salah satu sisi kursi itu. Gadis berambut panjang itu sungguhan lelah setelah bersusah payah membawa Baekhyun kesini.Belum lagi dia harus memutar lewat pintu belakang agar bibi Jung tidak memergokinya membawa seorang lelaki ke kamarnya.Dan dia betul-betul mensyukuri bahwa orang tuanya tidak pulang hari ini.

Hyera tak bisa meninggalkan Baekhyun begitu saja walaupun dia meyakinkan dirinya sendiri untuk membenci lelaki itu.Dia tak pernah bisa dan Hyera lelah untuk membohongi dirinya sendiri bahwa dia memang tidak bisa membenci Baekhyun.

Sebuah senyum terukir di bibir Baekhyun.Lelaki itu amat senang ternyata Hyera yang menolongnya. Baekhyun terkekeh dalam hati membayangkan bagaimana gadis itu memapahnya—pasti berat! Mengingat berat dan tinggi Baekhyun melebihi dirinya.

Terimakasih Hyera, gumam Baekhyun sambil tersenyum dan jantungnya berulah lagi.

Oke, calm down. Dia akan mencari jawaban tentang perasaan ini lain kali saja karena sekarang bukan waktu yang tepat.

Mengetahui Hyera yang menolongnya membuat energi lebih pada diri Baekhyun dan karena itu dia menyelipkan tangannya pada leher Hyera dan lekukan kedua kakinya—untuk menggendongnya ke tempat tidur.

Sambil menggendong Hyera ke tempat tidur, Baekhyun melirik jam dinding dan dia cukup terkejut ketika jam menunjukkan pukul satu malam.Ehm..atau dinihari lebih tepatnya.

Jadi sudah berjam-jam Hyera tidur di sofa seperti itu?

Hati Baekhyun menghangat dan dia semakin tersenyum lebar.Rasa pusingnya hilang seketika dan dia ingin sekali terus menggendong Hyera seperti ini.Bahkan jika bisa dia ingin sekali memutar tubuh Hyera dalam pelukannya.

Tapi tentu itu hal terlarang bagi Baekhyun karena gadis itu masih membencinya.

Baekhyun menjatuhkan tubuh Hyera secara perlahan ke atas tempat tidur.Dia meletakkan kepala Hyera terlebih dahulu pada bantal lalu perlahan melepas pelukannya di leher Hyera.Baru saja dia akan melepaskan lengannya pada lekukan kaki Hyera, gadis itu tersadar sepenuhnya dan langsung berteriak histeris.

“KYAAAA!!BYUNTAE BAEKHYUN!!!”

Hyera mendorong Baekhyun sekuat tenaga dan membuat lelaki itu terjungkal dan jatuh ke lantai karena posisinya yang dekat sekali dengan sisi tempat tidur.Parahnya keningnya yang tertutup rambut itu menghantam lantai terlebih dahulu.

“AAKK!!YA KIM HYERA!! MWOYA!!”

Itu sakit.Sangat.Bayangkan saja jika jatuh dari tempat tidur dengan kening yang menghantam terlebih dahulu.Baekhyun merasakan pusing lagi dan dia memijat keningnya dengan jari-jarinya.Gadis ini mungil tapi tenaganya melebihi gajah yang sedang mengamuk.

Baekhyun bangkit dan duduk di lantai sambil menyandarkan dirinya pada sisi ranjang.Tangannya masih sibuk memijat keningnya yang mulai memerah.”Kau itu wanita, tapi tenagamu seperti lelaki.”Lelaki itu berdecak sebal.

Hyera yang mendengarnya langsung turun dari tempat tidur dan menyalakan lampu yang dibiarkan sedikit redup.Kantuknya hilang digantikan dengan rasa khawatir sekaligus jengkel.Bagaimana tidak jengkel jika dikatakan tenaganya melebihi pria? Itu jelas penghinaan namanya!

“Itu salahmu sendiri!”Hyera mendengus kesal dan menatap Baekhyun sinis.Biarpun begitu gadis itu ikut duduk di hadapan Baekhyun dan berusaha melihat bagaimana keadaan kening Baekhyun.

Baekhyun meringis.”Ini sakit!”

Hyera memutar bola mata begitu mendengarnya. Tentu saja sakit! Hyera kembali mengingat saat kepalanya menghantam papan loncat beberapa hari yang lalu dan saat itu Baekhyun datang menolongnya. Oh, Hyera terdiam dengan pemikirannya sendiri. Saat itu Baekhyun menolongnya jadi apakah dia juga harus menolong Baekhyun sekarang?

Perdebatan terjadi dalam hati Hyera.Seharusnya dia tidak seperti ini.Seharusnya dia menjauh dan membenci lelaki itu tapi sungguh itu tidak semudah yang Hyera bayangkan.Justru dia menemukan dirinya menolong Baekhyun sekarang.

Benar jika semua orang mengatakan bahwa Hyera gadis yang plin-plan.

Gadis itu berdiri dan mengambil obat-obatan yang tersimpan rapi dalam sebuah kotak kecil.Hyera mengambil kapas dan alkohol lalu duduk kembali di hadapan Baekhyun.Untungnya dia menggunakan celana pendek sepanjang lutut jadi Hyera lebih mudah untuk bergerak.

“Apa yang kau lakukan?”Baekhyun bertanya keheranan ketika Hyera duduk di hadapannya dan meneteskan cairan alkohol ke dalam kapas.Gadis itu tidak menjawabnya melainkan mendekatkan dirinya pada Baekhyun lalu melepaskan lengan Baekhyun yang masih memijat keningnya sendiri.

Baekhyun tersentak begitu kapas dingin itu menyentuh keningnya secara perlahan.Bukan, bukan itu yang membuatnya diam. Tapi orang yang sedang mengobati lukanya inilah yang berhasil membuatnya terdiam.

Hyera menekan lalu mengusap luka memar di kening Baekhyun dengan lembut dan membuat Baekhyun menahan napasnya.Jarak wajah mereka begitu dekat dan tangan Hyera yang lain berpegangan pada bahu Baekhyun.

Hal itu membuat Baekhyun tidak tahan untuk tidak menyentuhnya.

“Hyera..”

Lelaki itu menatapnya dan seolah waktu terhenti begitu saja ketika Hyera balas menatapnya.Ini sungguh moment yang paling Baekhyun inginkan sepanjang hidupnya.Entah kapan dunianya menjadi jungkir balik seperti ini hanya karena seorang Kim Hyera.

Hyera melepaskan lengannya dari kening Baekhyun dan untuk pertama kalinya gadis itu tersenyum. Tersenyum di depan seorang Byun Baekhyun.

Dan hanya karena sebuah senyuman Hyera,seluruh dunia Baekhyun terasa jauh lebih indah dari sebelumnya.

“Ya?”

“Apa kau sudah memaafkanku?”

Lelaki itu bertanya dengan degup jantung yang tidak beraturan seolah sedang menunggu pengumuman besar.Ini lebih mendebarkan ketika Baekhyun menunggu hasil pengumuman Olimpiade.

Hyera menatap Baekhyun dan dia bertanya pada dirinya sendiri tentang perasaannya.Jujur saja, dia sudah lelah untuk bertengkar dengan lelaki itu tapi untuk memaafkan Baekhyun rasanya Hyera masih menyimpan rasa kesal di dalam hatinya.

Tiba-tiba saja ponsel Hyera berdering dan bergetar di saku celananya.Momen saling menatap itu hancur seketika.Baekhyun menggerutu dalam hatinya. Awas saja jika dia tahu siapa yang menghubungi gadis itu tengah malam begini!

Hyera mengeluarkan ponselnya dan sebuah pesan tertera di layar dari nomor yang sama sekali tidak dikenalnya.

Byun Baekhyun tidak bersalah.Kau harus memaafkannya, Kim Hyera. Dia bahkan rela untuk menemuiku hanya untuk membereskan masalah yang sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali dengannya.

Jangan berpikiran begitu bodoh dan sempit, Kim Hyera.

Zhang Yi Xing-gege.

Setelah membacanya Hyera langsung menatap horror ponselnya itu dan melirik ke kanan kiri—seolah-olah ada Lay yang bersembunyi di dalam kamarnya.Ini gila, kenapa Lay tepat sekali mengirim pesan seperti ini ketika Baekhyun menunggu jawaban atas permintaan maafnya.

Melihat gelagat Hyera yang aneh, Baekhyun bertanya.”Nuguya?Kenapa kau terlihat takut?”

Hyera gelagapan,”Ah..tidak..tidak apa-apa.”

Baekhyun mengerutkan dahi.Pasti pesan itu berisi macam-macam karena ekspresi gadis itu berubah.”Aku ingin membaca pesannya.”Kerutan di dahi Baekhyun semakin dalam,”Apa itu dari laki-laki?”

Hyera yang sedang memasukkan ponselnya ke saku celananya itu menatap Baekhyun sinis.”Dari laki-laki atau bukan itu sama sekali bukan urusanmu.”

Baekhyun menatap tajam karena tidak suka mendengarnya. Pasti dari laki-laki!

“Aku ingin membacanya!”Baekhyun menengadahkan tangannya untuk meminta ponsel Hyera.Gadis itu menyipitkan matanya dan berkacak pinggang melihat sikap Baekhyun yang kelewat protektif.

Ya!Apa urusanmu?”

“Itu dari lelaki bukan? Atau….” Baekhyun menatap Hyera penuh selidik,”Ada hubungannya denganku?”

Bingo. Itu benar sekali.

“T-Tidak!”Hyera menggeleng dan berkata terlalu cepat.Hal itu semakin menguatkan dugaan Baekhyun bahwa pesan tersebut dari laki-laki dan ada hubungannya dengan dirinya.

Karena kesal Hyera menolak permintaannya, Baekhyun menarik Hyera mendekat dan menyentuh paha kanan gadis itu untuk meraih ponsel yang Hyera masukkan ke dalam saku celana jeansnya.Baekhyun mencoba untuk mengeluarkan ponsel itu namun lengan Hyera mencengkeram pergelangan Baekhyun.

“Sungguh Baekhyun! Hentikan!”

“Tidak sampai kau memberikan ponselmu.”Lelaki itu semakin gencar menarik paksa ponsel Hyera dari dalam saku celananya.Hyera yang memang tidak tahan geli langsung tertawa kegelian karena aksi Baekhyun ini seperti menggelitik paha kanannya.

Baekhyun mencondongkan tubuhnya untuk mendekati Hyera namun begitu mendengar gadis itu tertawa, dia terdiam dengan posisi kedua tangannya berada di paha kanan gadis itu.Tawa gadis itu mengalihkan segalanya—termasuk pikirannya.

Baekhyun memperhatikan Hyera yang masih tertawa geli.Hyera terlihat begitu berbeda.Tawa gadis itu membuatnya terpesona.

Sadar bahwa Baekhyun berhenti memaksanya dan sekarang sedang menatapnya dengan jarak sedekat ini membuat Hyera akhirnya diam juga.Tanpa disadari keduanya, Hyera ternyata sudah duduk di pangkuan Baekhyun dengan kedua kakinya bertumpu pada kaki Baekhyun.

Panas.Sangat panas di kamar ini rasanya untuk mereka berdua.

Baekhyun mendekati wajah gadis itu untuk melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Lelaki itu selalu saja terbawa suasana jika sudah berdekatan dengan Hyera.

BUUUGGHHH

Dengan keras dan tanpa berpikir dua kali Hyera sengaja membenturkan kening Baekhyun dengan keningnya sendiri—membuat kedua kening mereka bertubrukan satu sama lain dan itu bukan main sakitnya. Baekhyun yang sedang demam, pusing, lalu tersungkur ke lantai dengan kening terlebih dahulu kemudian dihantam oleh gadis itu merasakan keningnya bisa retak saat ini juga.

“Kau gila!Mwoya!”Baekhyun memegang keningnya dengan ekspresi kesakitan.Sepertinya keningnya itu sedang sial hari ini.

Byuntae Baekhyun!What are you doing!” teriak Hyera kesal.

“Kenapa kau suka sekali memanggilku dengan kata byuntae ?Aku tidaklah semesum itu.”

Baekhyun berdiri dan duduk di atas tempat tidur gadis itu karena hawa dingin mulai menjalari kakinya.Lelaki itu sibuk menggerutu sedangkan Hyera terlihat sedikit khawatir karena Baekhyun masih memegangi keningnya.

Uh, dia lupa kalau Baekhyun juga terjatuh tadi.Gadis itu duduk di samping Baekhyun lalu mengambil kembali kapas dan alkohol untuk mengobati Baekhyun lagi.

Hyera mengenggam kedua lengan Baekhyun agar lelaki itu berhenti memegangi keningnya.Lagi-lagi Baekhyun menahan napasnya karena Hyera mengusap luka di keningnya lagi.Hyera tidak menatapnya melainkan fokus memperhatikan kening Baekhyun.

“Karena memang kau mesum.” Hyera menjawab santai dan menaruh kapas serta alkohol ke atas meja setelah selesai  mengobati Baekhyun. Dia menolak untuk menatap Baekhyun karena takut.

Lagipula gadis mana yang tidak takut berdua saja dengan lelaki yang sudah menciumnya empat kali di kamar bernuansa lampu redup seperti ini?Jelas ini sebuah pemikiran logis.

Hyera menggeser posisi duduknya untuk menjauh dari Baekhyun.Lelaki itu menatapnya intens sekarang karena Hyera menyebut dirinya mesum.Uh-oh Hyera sudah membuat kesalahan besar dengan menyebut Baekhyun mesum seperti itu.

“Setidaknya aku tidak terlalu mesum.Itu wajar karena aku laki-laki.”Sergah Baekhyun sambil bersedekap dada dan menunjukkan ekspresi kesal.Apa Hyera tidak mengerti bahwa kebanyakan lelaki mudah sekali tergoda?

Hyera memandang Baekhyun dengan tatapan aneh.Tidak terlalu mesum katanya?

“Perlu ku ingatkan kembali? Kau selalu mencuri kesempatan! Sudah berapa kali kau memelukku secara paksa?Menciumku di bibir lalu di leher?Dan kau akan menciumku tadi! Itu kau bilang tidak terlalu mesum?”

Hyera mengakhiri argumentasinya dengan tatapan sinis yang ditujukan untuk Baekhyun sedangkan lelaki itu tersenyum simpul.

“Wow, aku tak menyangka jika kau mengingat semuanya dengan jelas.”

“A-Apa?”

Sial, sial dan sangat sial! Sekarang justru Hyera yang terlihat sebagai gadis mesum disini.Dan parahnya Baekhyun sedang menggodanya dengan menyindir seperti itu.Wajah gadis itu merona merah karena malu dan dia memalingkan wajahnya.

Baekhyun terkekeh.”Jadi siapa yang mesum disini?Haruskah aku memanggilmu Byuntae Hyera juga?”

Gadis itu langsung menatap Baekhyun tajam.”YA! Aisshh..”Hyera menggerutu ketika Baekhyun semakin tertawa.Gadis itu kemudian duduk di sisi tempat tidur dengan kedua kakinya yang dibiarkan terjulur ke bawah.

Byuntae Hyera tidak buruk juga.” Baekhyun masih tertawa dan sudut matanya yang kecil tertarik begitu sajasehingga matanya sama sekali tidak kelihatan.

Telinga gadis itu panas mendengarnya.Hyera sudah bersiap berdiri untuk meninggalkan Baekhyun pergi ketika lelaki itu menahan langkahnya dengan berlutut satu kaki di hadapannya.Mata Hyera melebar ketika melihat semua ini.Baekhyun menengadahkan kepalanya pada Hyera yang masih duduk di sisi tempat tidur.

“Aku minta maaf.”Baekhyun menatapnya lembut.

Jemari Baekhyun menyentuh lengan gadis itu dan dia meremasnya pelan.Jantung Hyera dan Baekhyun berdetak begitu cepat.Mata berwarna iris hijau milik Baekhyun menatap mata Hyera yang beriris warna coklat.

“Aku akan mengembalikan kasih sayang kedua orang tuamu.Aku berjanji.”

Baekhyun mengistirahatkan kedua tangan mereka yang saling mengenggam itu di atas kaki Hyera.Sedangkan Hyera menunduk untuk menatap Baekhyun yang berlutut dihadapannya seperti ini. Wow, sungguh ini romantis sekali.

Hyera tersenyum dan tanpa sadar gadis itu mengenggam balik jemari Baekhyun.Keputusannya sudah tepat bahwa Hyera mungkin sudah memaafkan Baekhyun. Dia tidak ingin bertengkar lagi, apa yang dikatakan Lay benar juga bahwa Baekhyun sama sekali tidak bersalah.

Ini seperti serendipity.Baekhyun mengakuinya dan Hyera menerimanya.

Mungkin kata serendipity adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan mereka berdua sekarang.Serendipity yang memiliki arti ketidaksengajaan yang menyenangkan.Ya, memang ketidaksengajaan yang menyenangkan mengenal seorang Kim Hyera untuk Byun Baekhyun.

Kenapa jantungku selalu berdetak lebih cepat jika bersamamu Baekhyun?

Pertanyaan yang terdengar lirih itu membuat Hyera terganggu dengan pikirannya sendiri.Apakah Hyera baru saja mengungkapkan perasaannya?

Ini serendipity.Ketidaksengajaan yang begitu menyenangkan untukku.

Dia tidak bisa menjelaskan dan mengetahui perasaan macam apa ini. Jatuh cinta? Bukankah jatuh cinta hanya perasaan senang terhadap satu sama lain lalu mengikatnya dalam sebuah hubungan?

Tidak.Yang Hyera rasakan lebih dari itu semua.

“Daripada menggunakan namaByuntae Hyera…” Baekhyun terkekeh kecil ketika menyebutkan nama itu dan membuat Hyera mengerucutkan bibir karena kesal Baekhyun membahas itu lagi.

“..Aku lebih suka memanggilmu dengan Byun Hyera..” lanjut Baekhyun sambil tersenyum, ada rona kemerahan di pipi lelaki itu membuatnya terlihat menggemaskan.Baekhyun sedang tersipu-sipu rupanya.

Lelaki itu masih berlutut satu kaki di hadapan Hyera yang masih duduk di sisi tempat tidur dan Baekhyun berani untuk menyentuh pipi gadis itu secara perlahan—membuat Hyera terkesiap.”Jadi, apakah nama Byun Hyera mengerikan untukmu?” tanya Baekhyun dengan degup jantung yang tidak beraturan.

Ini serendipity.Ini serendipity.Ketidaksengajaan yang menyenangkan.

Hyera merona malu dan dia tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang mengembang.Gadis itu Hyera bukan?Gadis sombong dan dingin di Kyunghee High School bukan?Kenapa Hyera berubah 180 derajat di hadapan seorang Byun Baekhyun.Ini jelas tidak masuk akal.

It seems like I became two different people after meeting you.

YA!Apa yang kau bicarakan Baekhyun.”Hyera bergumam kecil dan rona kemerahan itu semakin jelas terlihat.

Baekhyun terkekeh.”Aku hanya bercanda, Nona Kim.”

Bohong besar.Baekhyun tahu hatinya sungguh serius dengan perkataannya tadi.Baekhyun tahu dia masih remaja tapi memikirkan menikah dengan Hyera rasanya tidak terdengar terlalu buruk untuknya.Bahkan, biarpun ini kemungkinan yang sangat sangat kecil, dia ingin sekali orang tuanya menjodohkannya dengan Hyera.

Pemikiran yang menjurus ke hal byuntae memang.

Jemari Baekhyun mengenggamnya erat dan Hyera merasakan bibirnya melekuk membentuk senyuman. Mereka tidak menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul 3 malam..ehm..dinihari.

Setidaknya mereka harus ingat jika jam 8 pagi nanti mereka harus sekolah.

***

Gosh, Hyera melingkarkan syal berwarna merah ke lehernya karena pagi ini udara betul-betul dingin. Dia sudah memakai sweater berwarna hitam dan topi wol putih tapi gadis itu merasa hawa dingin masih menyerangnya seolah-olah dia dikurung dalam pendingin.

Tapi mengingat kejadian malam ehmm..pagi tadi bersama Baekhyun membuat pipinya memanas dan dia tidak bisa berhenti tersenyum karenanya. Lelaki itu benar-benar lucu dan banyak bicara juga pintar berdebat.

Satu hal yang perlu diakui Hyera bahwa Baekhyun memang sangat pintar dalam pelajaran maupun menggodanya.Geez, kalau dia mengingat kejadian itu terus menerus Hyera bisa gila.Tapi biarpun begitu Hyera merasa sangat mengantuk hari ini.Bagaimana tidak? Hyera dan Baekhyun mengobrol, bertengkar dan bercanda sampai jam 5 pagi.

Untungnya Baekhyun pulang pukul 6 pagi untuk bersiap-siap berangkat sekolah jadi Hyera memiliki kesempatan untuk tidur satu jam.

“Kalau kau tidak cepat-cepat kau bisa terlambat.”

Sebuah lengan melingkari lehernya dari belakang dan menarik Hyera agar mendekat.Hyera menyumpah dalam hati karena lelaki ini tidak tahu diri! Mereka sedang berada di koridor sekolah dan koridor ini tidak kosong banyak siswa lainnya yang bisa saja memperhatikan mereka.

YA!Byuntae Baekhyun bisakah kau melepaskan lenganmu di leherku?! Aku….” Hyera berbalik untuk menatap wajah itu namun langsung terdiam.Itu memang Baekhyun tapi kacamata berframe kotak persegi yang bertengger di wajahnya membuatnya kelihatan berbeda.Rambut Baekhyun juga kelihatan disisir rapi—biasanya rambut Baekhyun dibiarkan berantakan.

Tampan dan pintar.

Hanya dua kata itu yang terlintas di pikirannya ketika melihat Baekhyun seperti ini.

Baekhyun tertawa namun tidak melepaskan lengannya di leher gadis itu.”Kau terkejut?Bagaimana penampilanku?”

“Sangat jelek.”

Hyera mendengus sambil tertawa juga. Oh Tuhan, Hyera sudah sering tersenyum akhir-akhir ini karena Baekhyun.Hyera yang dingin tiba-tiba saja berubah menjadi Hyera yang penuh tawa.

Mwoya!Ayo kita ke kelas. Lay sudah menunggu.”Baekhyun melepaskan lengannya di leher Hyera lalu berjalan bersama gadis itu ke kelas 3-2.Jujur saja Baekhyun sangat mengantuk hari ini dan dia berniat tidur ketika Lay menjelaskan rencana yang akan disusunnya pada Hyera.

***

Jung Daehyun berdiri di ambang pintu kelas 2-4 dengan perasaan ambigu.Lelaki yang pintar memainkan biola itu harus menahan napasnya ketika melihat dua orang yang terlihat semakin dekat setiap harinya.

Byun Baekhyun dan Kim Hyera.

Lelaki itu tersenyum miris.Dia memasukkan tangannya ke dalam saku celananya lalu melihat Baekhyun dan Hyera yang berjalan bersama sambil membicarakan sesuatu.Daehyun mengerutkan dahi melihatnya dan rasa sakit itu melanda hatinya.

Aku mencintaimu, Hyerasunbaenim.

Sepertinya mendapatkan seorang Kim Hyera sama saja dengan hidup di luar angkasa tanpa udara. Sangat sulit dan sangat beresiko. Tapi Daehyun tahu bahwa akan selalu ada harapan disetiap keputusasaan.Ya, dia harus percaya itu.Lelaki itu masuk ke kelas dan langsung disambut Kai yang kebetulan merupakan sahabat Daehyun.

“Kau terlihat kusut, Man.”Kai menatap prihatin pria yang sedang duduk disampingnya.

Daehyun menanggapi.”Diamlah!”

Kai tentu saja tahu apa penyebab Daehyun, adik kelasnya ini, menjadi begitu pemurung akhir-akhir ini.Itu semua karena Kim Hyera. Kai sendiri tidak habis pikir bagaimana dua orang sahabatnya bisa menyukai gadis yang sama.

Byun Baekhyun dan Jung Daehyun.

Kalau saja Baekhyun tahu bahwa Daehyun sudah menyukai Hyera sejak lama.Sejak pertama Daehyun sekolah di Kyunghee High School, gadis itu sudah menarik perhatiannya dengan sikap pendiam dan misteriusnya.Daehyun menyukai gadis itu.Titik.Tapi Baekhyun merusaknya atau lebih tepatnya bergerak lebih cepat dibanding dirinya.

Daehyun menyesali itu.

Andai saja Daehyun menolong Hyera di bar pada saat itu pasti kejadiannya tidak akan seperti ini. Itu benar.Daehyun lah lelaki yang dijadikan pegangan oleh Hyera ketika dia hampir terjatuh di bar.Daehyun begitu senang Hyera menjadikannya sebagai pegangan meskipun Hyera dalam keadaan mabuk saat itu.Sayangnya ketika Baekhyun datang untuk menarik Hyera pergi, Daehyun melepaskannya begitu saja.

Terlalu miris memang.

Bel berbunyi nyaring menandakan pelajaran pertama akan segera dimulai. Kai harus cepat-cepat keluar kalau tidak ingin terkena detensi karena terlambat masuk kelas.Sebelum pergi Kai menepuk bahu Daehyun.

“Sebaiknya kau berpikir dua kali untuk mendekati gadis itu..”Kai memperingatkan dengan nada tenang,”Baekhyun tidak akan tinggal diam jika sesuatu yang sudah dimilikinya diganggu gugat.”

Daehyun mendongak menatap Kai dan tersenyum dingin.”Aku tahu itu.”

“Itu bagus.Kau tahu sendiri bahwa Hyera kelihatannya seorang yang terlalu berharga dalam hidup Baekhyun sekarang jadi kau tahu apa yang akan dilakukan Baekhyun jika gadisnya itu diganggu gugat, Jung Daehyun.”

***

Kelas 3-2 terlihat sepi karena hanya ada Lay, Baekhyun dan Hyera dalam kelas tersebut. Mereka bertiga hendak melanjutkan pembicaraan mereka mengenai masalah antara Hyera dan Lay. Baekhyun dan Hyera duduk berdampingan sedangkan Lay duduk dihadapan mereka sambil mengernyit.

Rupanya sudah ada yang berbaikan, Lay menyimpulkan dalam hati.

“Jadi, seperti yang sudah aku katakan, kalau Hyera harus berbicara sendiri pada Ibunya terlebih dahulu.” Lay menjelaskan sambil menatap Hyera yang mengangguk begitu mendengarnya. Gadis itu kelihatan lebih terbuka dan tak sedingin dulu lagi.

Lay melanjutkan.”Dan seperti apa kata Donghae-gege, dia akan meminta ayah Baekhyun untuk menjadikan ayah dan ibumu bekerja dalam satu divisi yang sama.”

Baekhyun mengangguk menyetujuinya. Dia juga akan membuat ayah dan ibu Hyera lebih sering bertemu karena lelaki itu seratus persen yakin bahwa orang tua Hyera hanya kekurangan waktu untuk bersama-sama. Oleh karena itulah ayah Hyera mencari wanita lain yang selalu bersamanya.

“Aku akan bicara pada ibuku sepulang sekolah nanti.” Hyera bergumam sambil meminum bubble tea yang dibelinya di cafeteria tadi bersama Baekhyun.

Oh, jadi apakah Hyera dan Baekhyun tidak mau terpisahkan lagi? Menggelikan.

Lay tersenyum dan menunjukkan lesung pipinya yang ekspresif.”Aku juga akan bicara pada Ibuku.”

Semoga saja rencana mereka ini berhasil dan Hyera bisa mendapatkan keharmonisan keluarganya kembali.Dia tidak ingin menangis lagi karena keluarganya dan dia sudah lelah jika harus mendengar kedua orang tuanya bertengkar tiada henti ketika bertemu.

Jika kedua orang tuanya bisa bersama kembali, Hyera hanya ingin membalas budi pada Lay dan Baekhyun yang sudah membantunya sampai sejauh ini. Hyera baru mengerti apa arti dari sebuah kata pertemanan.

Pertemanan itu indah.

Tapi anehnya kata pertemanan itu hanya menyangkut pada seorang Zhang Yi Xing bukan Byun Baek Hyun. Jadi sekarang Hyera menganggap Baekhyun itu seperti apa?

KIM HYERA SAMA SEKALI TIDAK TAHU JAWABANNYA! AAAAAH!

Tapi kalau rencana mereka gagal kali ini, Hyera tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dia sudah memaafkan Baekhyun dan Lay. Dia juga sudah mempercayakan masalah keluarganya ini pada dua lelaki itu. Mungkin saja jika rencana ini gagal Hyera akan menganggapnya takdir sudah menulisnya seperti itu.

Setidaknya Hyera bisa mengambil banyak pelajaran mulai saat ini.Terimakasih pada Baekhyun yang sudah mengajarinya bagaimana bersikap baik, ramah dan sabar dalam menghadapi segala hal.Tentu saja Hyera tahu bagaimana lelaki itu sabar menghadapi sikap dirinya yang plin-plan dan tidak percaya diri.

“Aku punya rencana B.” Lay tiba-tiba bersuara sambil menopang wajahnya dengan tangan. Dia ragu untuk melanjutkan karena Lay tahu Baekhyun bisa saja mengamuk mendengar ini tapi menurut Lay ini merupakan rencana B yang terbaik.

Baekhyun melemparkan tatapan bertanya.”Apa?”

Lelaki itu menatap Baekhyun dan Hyera bergantian lalu menghembuskan napasnya kemudian berbicara.”Jika rencana kita tidak berhasil kurasa aku dan Hyera harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih.”

MWOYA!!!!!”Baekhyun langsung menggebrak mejanya secara reflex. Ya Tuhan! Lelaki ini masih tidak bisa berhenti mengendalikan emosinya ketika mendengar Hyera bersama lelaki lain rupanya?

Hyera yang mendengarnya begitu terkejut dan hanya menatap Baekhyun dengan kening berkerut seolah meragukan kewarasan otak Baekhyun. Ada apasih dengan lelaki itu? Hyera sama sekali tidak mengerti dengan sikapnya. Lagipula aneh sekali jika Baekhyun harus marah karena rencana B itu.

Mengapa Baekhyun harus marah?Gadis itu berbicara dalam hati.

Lay yang melihat aksi Baekhyun hanya memutar bola matanya. Reaksi Baekhyun persis dengan apa yang diperkirakannya.”Tenanglah dulu! Kau seperti anak kecil.”

Baekhyun menatap Lay tajam dan berkata dengan suara dingin yang rendah—membuat Lay sedikit bergidik karena aura lelaki itu ternyata menyeramkan juga ketika marah seperti ini.”Aku tidak akan pernah menyetujui rencana B yang menurutku sama sekali tidak ada gunanya.”

YA!..”Hyera mulai protes karena ucapan Baekhyun, namun lelaki bermata kecil itu mendesis tajam dan mengulangi perkataannya dengan penekanan pada setiap suku kata.”Aku.Tidak.Akan.Menyetujuinya.Seumur.Hidup.”

Hyera mencibir.”Ada apa sih denganmu?”

Baekhyun menatap Hyera sambil bersedekap dada.”Memangnya kenapa?”

Gadis itu membulatkan matanya.”Aiiissh…” Hyera menggeram kesal,”Byuntae Baekhyun yang sangat menyebalkan!”

Hyera bangkit dari kursinya dan menyipitkan matanya.Dia kesal dan dia ingin sekali menjambak rambut Baekhyun kalau dia bisa.Daripada dia berdebat dengan lelaki itu lebih baik dia membeli sebotol minuman dingin untuk meredamkan emosinya.

“Aku ingin minum.”Hyera berteriak kesal lalu melanjutkan.”Dan kau!..”tunjuknya pada Baekhyun,”Jangan mengikuti aku.”Gadis itu langsung berjalan keluar kelas dengan kedua tangannya bersedekap.Bibirnya mengerucut karena terlalu kesal.Tapi siapapun yang melihat skpresi itu tahu kalau Hyera hanya kesal yang terkesan manja.

Bahkan saat Hyera sudah benar-benar pergi Baekhyun terkekeh melihat tingkah Hyera yang seperti anak kecil itu. Lay mengernyit melihatnya. Hubungan Hyera dan Baekhyun sama sekali tidak bisa dimengerti. Baru saja kemarin mereka bertengkar hebat tapi sekarang sudah seperti sepasang kekasih yang terlalu mesra.

“Hey, Baekhyun!” Lay memanggil laki-laki itu dan segera saja Baekhyun menghentikan tawanya yang tersisa.

“Kalau kau masih ingin membicarakan rencana B itu, jangan harap aku menyetujuinya.”

Lay sekarang tersenyum penuh arti ketika mendengar Baekhyun bicara begitu. Lay bisa melihat luapan perasaan Baekhyun yang terlihat dari bagaimana Baekhyun menatap dan memperlakukan gadis itu secara spesial. Dan Lay yakin bahwa Baekhyun tidak menyadarinya.

“Apa kau sangat mencintai Kim Hyera, Byun Baekhyun?”

TBC

Halo readers! Aku minta maaf kalau nanti bakal rada lama updatenya aku mau Ujikom dulu ya^^ Doain aku ya biar sukses<3

Jangan lupa buat readers untuk komentar sama sarannya. Dan siders, please bisa kan tinggalkan komentar? Aku udah bikin Hyera and Baekhyun’s side story dan kalau itu di proteksi aku cuman mau kasih pw ke readers yang sering komentar ff aku aja. Thanks!

Aku gamau lagi ada siders;__; so komentar juseyo;__;

Love you all buat readers yang selalu komentar! 😀

844 responses to “[Freelance] The Dark Rose (Part IX)

  1. baek-ra~~ omooo romantiiiisnya adaaa, sweetnya juga masih adaaaa
    bener-bener deh baekhyun ;333
    jadi daehyun cast baru plus bakal jadi orang ke-3 nih?ㅠㅠ
    ayoo baek, keluarkan karakter over protect-mu😂😂
    rencana B. aku setujuXD, wkwk

  2. bagussssssssssss layyyyyyyyy sipppppppppp setujuuuuuuuu

    Lahhh si hyeraaaa udah sadar dengan perasaannya ,,, tapi nggak mau ngaku ….
    Yaaaaa abang baek jangan marah2 terus ,,, ntar kena darah tinggi lohh hahhaaaa

    Yaaa kok aku lupa ,, ternyata si jung daehyun orang ke 3 nyaaa ,,,,

  3. Baekhyun tempramental bgt y. Ternyata yg suka sm hyera tuh daehyun kirain lay, ksian bgt daehyun dh suka dr dulu, tp dh kerebut duluan sm baekhyun.
    Next kak

  4. Aja2 ada mereka BaekHye. Kadang Sweet, kadang juga bertengkar. Pihak ketiganya Adik kelas yA. Memang benar kata pepatah “Siapa Cepat, Dia Yang Dapat”.

  5. Setuju sama rencana B hahaha biar Baekhyun kebakar api cemburu😂😂
    Aduhhh Baekhyun sweet bangetttt😭😭💕
    Daehyun jadi orng ketiga no sepertinya😰
    Lanjut yaaa^^ fightingg💕💕

  6. haha sumpah suka greget sendiri liat sikap possesive baekhyun ke hyera, terlalu cemburu lu baek 😀 .. haha setuju lah rencana B 😀

    lanjut baca chap selanjutnya ya thor 😀

  7. Baikan juga akhirnya. tuh kan bener kata2 aku kemaren bukti nya lay juga setuju kalo baek sana sekali gada hubungan nya sama masalah ortu dia.
    astaga baeeeeek aku bener2 ga paham sama sifat kamu, kadang romantis, protektif, emosian, centil aduuuhhh
    oh jadi orang ketiga nya itu daehyun? haha ade kelas yg sama sekali ga hyera kenal, dan dia sahabatan juga sama baek? ckckck dia keduluan sama baekhyun

  8. Abang lay,gw suka gaya lo kkkk
    Baek aq mndukungmu koq,daehyun yg ikhlas y,kalo noona cntanya ma baek,cr adk kelas gpp

  9. oooo jadi daehyun cast baru nya hehe kasian cinta nya bertepuk sebelah tangan kurang gercep nih aduhh gemes aama baekhyun ama hyera tinggal nyatain perasaan aja susah bgt haha

  10. Aaa baekra makin rnmance ajaa. Bkin ngefly ini mah. Kyak lagu.a jessica. Mdh2an rncna pertma mereka brhasil. Jd rencana B gk perlu dlakukan. Spya s cabe baek gk kesetanan grgr dterpa cemburu.

  11. cieeeee baekhyun fix baperrr ama nih kapel. ga enak nih pasti udh ada orng ketiganya. semoga baek ama hyera tetep sama2😊😀

  12. plan B? itu cuma plan b baek, takut banget kayaknya ditinggalin hyera!
    Baek ucul !!!!♡♡♡

  13. ye!! akhirnya mereka baikan, tinggal nunggu mereka mereka jadian aja.
    daehyun jangan ganggu hyera baekhyun ya, mereka udah serasi banget.

  14. Aku gk bisa bayangin, si Hyera ngebopong dari halte sampe ke rumahnya :v Mungkin haltenya 5 langkah dari rumah ya :v
    Hmm.. si Baek sakit aja masih bisa ngegodain si Hyera -,-
    Oh iya, Hyera udah manggil Lay Gege?? 😮 *jd pengen punya Oppa kayak Lay* :3
    Dan jg, si Daehyun jd ancaman besar buat Baek!!

    Makin kesini makin seru thor..
    Apalagi tentang masalah ayah Hyera yg selingkuh sama emaknya Lay :3

    Izin baca next chap thor!! 😀

  15. SWEEET banget Baekkie Oppa, tpi masih belum nyatain perasaannya…
    Itu Orang ke 3nya bikin konflik nggak ??

    Ijin Next ya Eonni

  16. Qu suka bgt sm prhatiannya Baekhyun yg trllu over protectif,,,
    qu jg suka liat Baekhyun marah2 krna cmburu hahayyyyy
    kpn km sadr Baek???

  17. Serendipity… btul bgt! hoho knp mreka smakin manis ya…. Hyera skrg kamu jd suka ketawa gegara Baek kn? seneng kan? haha… 😉

  18. pliss banget deh kakak nih seperti sedikit err php ya/? tiap mereka mau ciuman ada mulu halangannya /okeotakakuygsalahahaha
    baek sama hyera gapernah mau ngakuin perasaan mereka masing masing yaampun …
    tuhtuhkan baek kebiasaan kalo cemburu langsung emosian terus ..
    daehyun jadi orang ketiga? yaampun yangbeb kasian sama ku aja sini #plakk

  19. aihh baek cpet sadari perasaanmu pada hyera bgtupun sbliknya. aduh 2 org ini knp gk ada yg sadar sihhh hahahah lucu leat mreka akur kyak gini

  20. lay ama aku aja nggak papa loh wakwak
    si baek ama hyera gak sadar yah ama perasaan satu sama lain jadi greget ama mereka berdua

  21. Udah pake rencana B aja deh biar tambah greget😂
    Wihh akhirnya ya Baek-Hyeri udah baikan:)

  22. tidak perlu ada kata pacaran jika memang sudah saling mencintai…cukup di jalani..maka akan terasa indah….aaaaah….manisnya

  23. Haha finally hyera bisa terhibur juga sama kelakuan baek 😁 ku mencium bau2 tidak enak adanya orang ketiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s