[Freelance] Compensation -Chapter 6-

ff

Title                 : Compensation –Chapter 6-

Author             : Shin Haeng Jin -@ketrinm23

Main Cast        :

  1. Park Ji Yeon
  2. Oh Sehun
  3. Choi Min Ho
  4. Krystal Jung

Other Cast       :

  1. Kim Jong In a.k.a Kai
  2. Xi Luhan
  3. Choi Min Ji

Genre              : Marriage life, romance, angst

Rating              : PG-17

Length             : Chapter

Disclaimer       : All story is mine. I hate plagiat! This story was based on my imagination. So fiction is still fiction.

Hai-hai chingudeul

Mian, author postnya lama banget. Tapi, kali ini author akan mempersembahkan cerita yang cukup panjang, jadi mian jika membosankan, kekeke~~~

—–Happy Reading and Dont Forget To Comment, Gomawo—-

COMPENSATION

-CHAPTER 6-

 

“Tapi apa sajangnim tidak lelah jika berpura-pura seperti itu?”

Pria paruh baya tersebut hanya berdeham dan berkata, “Aku tidak bisa seperti ini saja. Aku tidak mau anakku terluka lagi.”

“Baiklah, saya akan segera melaksanakannya”

            Seorang gadis cantik tertidur dengan pulas dan nyamannya di atas tempat tidur –yang sebenarnya milik orang lain. Gadis itu menarik selimutnya, menutupi seluruh tubuhnya yang kedinginan. Tiba-tiba, suatu perasaan asing menghampiri gadis itu dan membuatnya terbangun.

“Kau sudah bangun?” tanya seorang pria yang sepertinya seusia dengannya.

Nugusseyo?”

“Aku Kim Jong In, pemilik apartemen ini. Aku sepupu dari mantanmu, Krystal-ssi”

Krystal hanya terdiam dan mengerutkan dahinya.

“Kita pernah bertemu di Haos Hotel

Krystal pun langsung mengingat pria tersebut. Ia menunduk malu dengan keadaannya sekarang. Ia ingat bahwa kemarin malam ia mabuk. Ia juga sebenarnya merasa bahwa ada seseorang yang menggendong tubuhnya untuk pergi dari club tersebut.

“Makanlah. Aku tidak tahu apa kau akan suka atau tidak. Tapi sebaiknya isi dulu perutmu itu”

Ne, jeongmal gamsahabnida. Mian aku merepotkanmu”

            “Bagaimana hubunganmu dengan Krystal, Sehun-a?”

Sehun berhenti mengambil makanannya dan matanya menghadap lurus ke arah appanya.

“Aku akan menikah dengan gadis lain”

“Sehun-a!”

“Aku tidak mencintainya appa

“Bawa gadis itu kemari malam ini”

Nde–?

“Kalau dia gadis yang baik-baik, appa akan membatalkan perjodohanmu dengan Krystal”

            “Apa ada perkembangan?” tanya Ji Yeon dengan berusaha memberanikan dirinya untuk bertanya kepada pria yang duduk berseberangan dengannya.

“Tidak ada” jawab pria itu.

Ji Yeon hanya bisa menghela napas mendengar jawaban dingin dari pria tersebut.

“Detektif Oh akan mengadakan rapat disini 2 jam lagi”

Min Ho hanya berdeham –mengiyakan. Ia benar-benar tidak ingin berbicara dengan Ji Yeon sama sekali, apalagi bayangan kejadian kemarin malam masih melintas dipikirannya.

            “Bagaimana dengan keadaan appamu?”

“Apa kau mengenal appaku?”

“Tidak. Min Ho hanya pernah bercerita bahwa appamu adalah seorang pasien rumah sakit jiwa”

“Itu benar” Krystal pun tersenyum, “Tapi, aku sangat mencintai appaku”

“Apa makanannya enak?”

“Tentu saja. Sepertinya kau pintar memasak”

Kai hanya tetawa kecil, “Eommaku telah tiada semenjak aku lahir di dunia ini dan appaku selalu membiasakanku untuk memasak makanan sendiri”

Krystal pun tersenyum, “Aku senang bisa bertemu denganmu lagi”

            “Permasalahan ini hanya merambat di awal dan akhir-akhir ini sudah mulai ada perenggangan. Jangan sampai kita semua mengira bahwa ini hanyalah sebuah lelucon atau keisengan belaka. Apa disini juga ada yang berpikir bahwa pembuat masalah ini sedang merubah rencananya?” Sehun menyampaikan argumentasinya dengan lantang dihadapan seluruh tim investigasi Choi Law Firm.

“Biaya penyelesaian masalah disini tidaklah murah. Mengingat pekerjaan salah satu orang tua korban yang tergolong masyarakat kebawah, bagaimana bisa mengajukan penyelesaian masalahnya kesini? Disamping itu, bagaimana bisa orang tua korban tidak menanyakan perkembangan permasalahan ini sama sekali?” sambung Sehun.

Tiba-tiba seorang sekretaris Sehun masuk ke dalam ruangan meeting. Sehun menerima sebuah amplop yang berukuran cukup besar dan ia membuka isinya.

Sehun melihat semua foto-foto yang menunjukkan seorang mayat wanita yang tubuhnya berlumuran darah.

Min Ho yang melihat wajah bingung Sehun, berdiri dan berjalan ke arah Sehun untuk melihat foto tersebut.

“Bukankah wanita itu salah satu dari orang tua korban penculikan?”

Ji Yeon yang sedari-tadi mencatat jalannya rapat, juga turut bediri dan berjalan ke arah Sehun. Wanita itu berusaha berpikir dan melontarkan kesimpulan dari isi pikirannya, “Apa mungkin wanita ini dibunuh oleh pembuat masalah ini sendiri?”

“Maksudmu?” tanya Min Ho

“Orang tua yang merupakan masyarakat kebawah, tidak menanyakan perkembangan kasus, apakah tidak aneh? Bagaimana jika ada sesuatu yang disembunyikannya? Karena ia tidak tahan menyembunyikan hal tersebut, ia mengundurkan diri dan bunuh diri”

“Bunuh diri tidak seperti ini”

“Lakukan penyelidikan secara detail ke anak wanita ini” perintah Sehun kepada sekretarisnya.

“Baik sajangnim

            “Gomawo sudah mengantarku, Kai-ssi”

Kai pun tersenyum, “Jangan minum lagi. Jangan biarkan dirimu melukai dirimu sendiri”

Krystal tertawa kecil, “Arrasso, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Sekali lagi terima kasih, aku sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi”

Krystal membungkukkan tubuhnya-memberi hormat, lalu berbalik pergi masuk ke dalam tempat tinggalnya.

Kai pun tersenyum dan beranjak pergi ke kantor dengan mobilnya.

            Min Ho pun masuk ke dalam rumahnya dan melempar tubuhnya ke atas sofa.

“Apa pekerjaanmu sangat melelahkan?”

Suara seorang wanita yang sudah tidak asing lagi di telinganya.

Eomma!!”

“Yak! Kau ini seperti anak kecil saja” Min Ho memeluk eommanya dengan erat.

“Kapan eomma kembali? Kenapa eomma tidak memberi tahuku?”

“Banyak sekali pertanyaanmu dasar cerewet, pantas saja Ji Yeon menceraikanmu”

Eomma..”

Arrasso, eomma hanya bercanda”

“Dimana appa?”

“Dia sedang pergi entah kemana. Mungkin ke rumah temannya sebentar. Yak! Kenapa wajahmu murung seperti itu. Kau ingin eomma pergi ya?”

“Tentu saja tidak. Aku hanya lelah dengan pekerjaanku yang semakin hari semakin berat”

“Bagaimana kabar Ji Yeon?”

Min Ho terdiam sebentar. Ia tahu eommanya sangat menyukai Ji Yeon.

“Dia baik-baik saja dan tetap bekerja di kantor appa

“Apa kau menyesal?”

“Sangat, eomma

Eommanya memeluknya dan berkata “Kalau saja penyesalan itu terlihat di awal, tidak akan ada rasa menyesal di dunia ini. Karena kau menyesal, syukurilah perasaan itu. Kau sudah merasakan perasaan itu dan bertekad tidak akan mengulangi hal itu lagi. Kau percaya kan?”

Ne eomma

“Tidurlah, besok eomma ingin bertemu dengan Ji Yeon”

            Ting-tong.

“Ya sebentar”

Ji Yeon membuka pintu apartemennya dan dia terkejut melihat tamunya yang sebenarnya sudah cukup lama ia temu tadi siang.

“Apa kau sibuk?”

Ji Yeon pun tersenyum, “Tidak”

“Orang tuaku ingin bertemu denganmu, apa kau bisa?”

“Sekarang?”

“Ya, mian. Aku belum memberitahumu tadi siang. Aku lupa”

Ji Yeon tertawa melihat Sehun yang menunjukkan wajah menyesal. “Baiklah, tunggu saja di dalam”

            “Annyeonghaseyo

Sehun dan Ji Yeon yang sampai di kediaman Oh, langsung masuk ke ruang makan. Disana sudah ada kedua orang tua Sehun yang sedari tadi telah menunggu Ji Yeon.

“Senang bertemu dengan anda” Ji Yeon pun membungkukkan badannya.

“Duduklah” ujar nyonya Oh dengan ramahnya.

Gamsahabnida

Dalam beberapa menit saja, Ji Yeon sudah bisa merebut hati ke dua orang tua Sehun.

“Jadi, kau dulu sudah pernah satu sekolah dengan anak nakal ini?”

Appa—“

Ji Yeon pun tertawa.

“Apa selama kau tidak bertemu dengan Sehun, kau tidak melakukan hubungan dengan pria lain?”

Tiba-tiba Ji Yeon dan Sehun berhenti tertawa.

“Tentu saja tidak” Sehun berusaha mengelak agar Ji Yeon tidak membeberkan apa yang terjadi sebenarnya.

“Ah, kau setia sekali, appa jadi terharu” appa dan eomma Sehun pun tertawa.

Ji Yeon hanya berusaha tersenyum. Ia tidak ingin memecahkan kehangatan ini sama sekali.

            Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Ji Yeon dan Sehun hanya terdiam dan tidak saling berbicara.

“Ji Yeon-a”

Wae?” jawab Ji Yeon, “Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja”

Sehun pun hanya terdiam.

“Turunkan aku”

“Tidak”

“Turunkan!”

Akhirnya Sehun pun mengalah dan menurunkan Ji Yeon di pinggir jalan. Sehun pun mengikuti Ji Yeon yang turun dari mobil.

Jebal, tolong dengar kan aku dulu”

“Apa kau malu?”

Sehun pun terdiam lagi.

“Apa kau malu karena aku sudah pernah mempunyai anak?”

Sehun yang tidak tahan lagi pun langsung menjawab, “Ya! Pria mana yang akan bersedia menikah dengan gadis sepertimu. Aku berusaha menutupi apa yang terjadi, agar orang tuaku bisa menerimamu dan aku bisa menikahimu”

“Apa kau kira akan ada pria yang menerimamu dengan kenyataan seperti itu?”

“Tidak! Apa kau pikir aku bukan pria normal yang tidak ingin menjadi orang pertama bagi orang yang ia cintai?”

Ji Yeon pun menutup wajahnya dan menangis. Ia berusaha mengangkat kepalanya dan berkata, “Mian, sepertinya aku tidak bisa menikah denganmu”

Ji Yeon melangkah pergi meninggalkan Sehun yang menjadi terdiam mendengar ucapannya.

Karena aku tahu, aku tidak pantas untukmu, carilah yang lain Sehun-a, batin Ji Yeon.

            “Nyonya Jung, ini ada telepon dari rumah sakit”

“Terima kasih”

Krystal mengangkat teleponnya, “Ya, saya anaknya”

“Tuan Jung dalam keadaan kritis, nona. Tadi siang beliau melukai dirinya sendiri. Sekarang beliau sedang dioperasi karena keadaannya sangat darurat. Maaf kami menetapkan keputusan secara sepihak”

            Krystal hanya bisa terdiam. Air matanya mulai mengepung di kantung matanya. Genggamannya yang mulai merenggang pun, membuat teleponnya terjatuh.

De javu, apa aku akan kehilangan orang yang paling kusayangi lagi?

66 responses to “[Freelance] Compensation -Chapter 6-

  1. Aaaaaa tbc aja,
    Part 7 lagii aaa nd sabaran,
    Keep writing ye thor, aku tau ko kalau sekarang author nya lgi sibuk ujian kann?
    Mudhan nilainya bgus ye thor hehe 🙂

  2. haduh bingung ama sifat appa.a krystal gk sadar apah kelakuan.a mla bikin jiyeon yg gk tau apa” terluka.

  3. Emang kadang susah ya?menerima yg sudah pernah menikah
    hmmmm
    akan seperti apa nanti mereka ya?

  4. Astaga, sehun oppa mulut’a tajam banget, emang sih tdk ada laki” mau yang jdi kedua tpi kan kata’a klau suka bisa nerima apa ada’a kan?
    Jdi sedih

  5. Itu appa krystal knp sih? Aneh banget.. omo sehun.. aigo mending jiyi sm minho aja deh ortux kan syg banget sm jiyi.. hukzz.. klo appa sehun tau pst dy ga sk jiyi.. hikz..

  6. Sehun mulutnya setajam silet😂😂
    Kasian jiyeon baru juga mau seneng ehh sakit hati lagi😌😂
    Thor lanjut dong penasaran nih sama lanjutannya😭😭😭😭

  7. buseettt dahhh sehun tega amat geh ngomong kyk gitu ke jiyi.
    kalo jadi jiyi pasti terluka bgt tuh perasaannya.
    jadi bingung jiyi harus sama siapa kalo kyk gini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s