[Freelance] My Mistake

um

Author     : Aimi Fumiko (Twitter @DFeetrah)

Title         : My Mistake

Cast         : Moon Raemi (OC)

Oh Sehun (EXO)

Han YooRi (OC)

Genre       : Fluff, Romance.

Length      : Ficlet.

Rating       : General

Disclaimer : This Fanfiction is original story of mine. The cast belongs to their agensi. But, the oc is my imagination.

Sumarry     :  Apa jadinya jika sesuatu yang kau yakini benar itu ternyata salah, sangat memalukan bukan?

Author Quotes:

Please, leave a coment after your reading this fanfiction.

Happy Reading

_________________________

Moon Raemi Pov

Meredam isakan tangis di balik bantal sembari berkutat dengan pikiran-pikiran kalut. Itulah kegiatan ku saat ini Dadaku sesak, ingin sekali aku berteriak sekencang-kencangnya agar pikiran ku terasa lega. Sebenarnya, aku tidak ingin berkutat dengan pikiran seperti itu. Tapi, dengan sendirinya pikiran itu datang kepadaku. Kalian bingung bukan, hal apa yang membuat pikiran ku kalut seperti ini?

Nilai Ulangan matematika ku jeblok

Sangat lucu bukan?

ya, itu sangat lucu Tapi tidak denganku. menurutku, hal itu merupakan masalah besar buatku. Aku tidak tau mengapa nilai ulangan ku sangat tidak memuaskan seperti itu. Padahal saat mengerjakan soal tadi, aku sangat percaya diri dan yakin dengan jawaban yang kukerjakan. Ku lirik jam yang melekat manis di dinding kamarku.

“Pukul 01:00 malam” gumamku. Berarti sudah sekitar 7 jam aku menangis. Aku beranjak dari kasur tidurku dan melangkah menuju wastafel. Aku melihat pantulan diriku dicermin. Oh tidak, Ini bukan Moon Raemi. Wajah itu pantas di samakan dengan orang gila yang berkeliaran di pinggir jalanan kota seoul. Mata sembab, rambut berantakan, dan lingkaran hitam yang menghiasi kedua mata sipitku. Aku melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan merapikan rambutku. Setelah itu, aku kembali ke kasur tidurku dan bergelut dengan selimut tebal bermotif hello kitty itu. Ku putuskan untuk memejamkan mataku, mengistirahatkan pikiran ku sejenak dari hal-hal yang sempat membuat pikiran ku kalut.

~^~

Author Pov

Seorang yeoja sedang menyesap bubble teh nya sembari mengayunkan kedua kakinya. Ia tampak mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin. Ia nampaknya tengah mencari-cari keberadaan seseorang, terlihat jelas dari bola matanya yang bergerak gerik kesana kemari.

“Hei” teriak seseorang sembari memegang pundak yeoja itu.

“Yakkk, Yoori-ah. Kau mengagetkanku” serunya balik.

“Hehe, mian” temannya itu terkekeh

“Kau sendirian? Tumben” tanyanya kembali.

“Seperti yang kau lihat” jawab yeoja bernama Raemi itu. Tampak, keduanya sedang berbincang bincang. Tapi perbincangan mereka terhenti ketika sebuah suara namja terdengar.

“Aku mencarimu dari tadi, ternyata kau ada disini” Seru namja itu sembari melirik yeoja yang bernama Yoori dan mengisyaratkan agar ia pergi meninggalkan tempat itu. Tak butuh berapa lama, yeoja itu bergegas menjauh dan meninggalkan temannya yang bernama Raemi berdua dengan namja itu.

Raemi mendengus hendak beranjak dari tempat itu, namun sebuah lengan menahannya.

“Kenapa buru-buru sekali? Kau tidak merindukanku?” Tanya sang namja

“Merindukanmu? Tidak. Aishh, sudahlah. Aku tidak mood berbicara dengan mu saat ini Oh Sehun” jawab Raemi dengan nada ketus.

“Setidaknya, ceritakanlah hal yang membuatmu tidak mood seperti ini” sang yeoja pun menurut. Ia kembali duduk ditempat nya semula.

“Kau habis begadang? Lingkaran hitam dibawah matamu jelas sekali. Dan juga….” Sehun Menghentikan sejenak ucapannya dan melihat baik-baik keadaan yeojanya itu sebelum ia melanjutkan ucapannya

“Habis menangis? Matamu bengkak sekali”

“Bukan urusanmu” jawab Raemi tanpa memandang namja chingunya.

“Ayolah, ceritakan masalahmu kepadaku”

“Tidak… Kau akan menertawaiku”

“Heh?… Eumhhh, baiklah aku janji tidak akan menertawakanmu, Yeojaku” seru Oh Sehun. Terselip rasa senang di hati Raemi ketika Sehun menyebut kata Yeojaku. Tapi, perasaan senang itu tidak mengalahkan perasaan Raemi yang sedang kalut seperti itu.

“Kau janji?”

“Ne”

“Baiklah” terdengar helaan nafas berat Raemi ketika ia hendak melanjutkan ucapannya.

“Nilai Ulangan matematikaku jeblok” ujar Raemi. Oh sehun tersenyum kecil ketika mendengar penuturan dari yeojanya itu.

“Kenapa bisa begitu?” Tanya Oh Sehun.

“Aku juga tidak tau, padahal pada saat mengerjakan soal itu, aku sangat yakin jawabanku benar dan caranya pun juga tidak ada yang salah” Tutur Raemi

“Begitu, sepertinya tahun ini aku yang akan menyandang gelar peringkat 1 Umum mengalahkan yeojaku. Kekekeke” Sehun terkekeh sembari menatap yeojanya yang sedang menahan kesal yang luar biasa itu. Tampak dari pipinya yang merah membara.

“Yakkk… Kalu aku tau kau akan meledekku seperti ini, aku tidak akan menceritakannya kepadamu. Oh Sehun Jelek”

“Sayangnya kau tidak tau, Raemiku sayang” Oh Sehun berujar sambil memajukan tubuhnya ke hadapan Raemi.

“Tunggu aku di apartment mu nanti malam” Bisik Oh Sehun yang masih dapat terdengar jelas oleh kuping Raemi. Sehun beranjak dari tempatnya dan melangkah menjauh meninggalkan Raemi yang masih terpaku menahan kesal.

~^~

Raemi Pov

Kring Kring Kring

Suara bel menggema di setiap penjuru sekolah. Aku bergegas merapikan buku-bukuku dan menyimpannya di paper bag milikku. Setelah semuanya selesai, aku menyampirkannya di punggungku dan melesat keluar dari kelas. Ku lirik semua siswa yang sedang bercanda dan tertawa senang dengan temannya masing-masing. Yah itu merupakan pemandangan umum di setiap sekolah yang berada di Seoul. Aura kebahagiaan yang sangat terpancar jelas di wajah semua siswa ketika bel sekolah terdengar. Kami semua diibaratkan seperti tawanan yang di keluarkan dari penjara. Ku langkahkan kakiku menuju gerbang sekolah sembari mengedarkan pandanganku ke sekeliling. Aku tidak menemukannya. Aishh, namja itu…

Aku berjalan menuju halte terdekat dari sekolah. Ku eratkan peganganku pada tali tas yang tersampir dipunggungku. Ku lihat, bus yang kutunggu sudah datang, aku bergegas naik dan memilih tempat duduk disudut bis itu. Ku keluarkan earphone dari dalam tasku dan memutuskan untuk mendengarkan alunan musik. Ku pejamkan mataku dan mencerna bait-bait lirik lagu yang dapat menenangkan hatiku itu.

20 menit kemudian

“Agasshi, Agasshi… Sudah sampai”

Sayup-sayup ku dengar sebuah suara. Aku membuka mataku dan menemukan supir bis  sedang membangunkanku. Sepertinya aku tertidur tadi.

“Eoh? Ne ahjusshi. Igo” ucapku sembari memberikan selebaran uang kepada ahjusshi itu dan melangkah turun dari bis ini.

“Aigoo, Badanku remuk sekali” gerutuku.

Ku masukkan password ketika telah berada di depan pintu apartment. Ku langkahkan kakiku menuju kamar dan menghempaskan tubuhku. Ku lirik jam yang melingkar di pergelangan tanganku. Hmm.. Sudah pukul 07:00 malam rupanya. Aku memutuskan untuk membersihkan tubuhku di kamar mandi, melepaskan penat yang seharian ini menggangguku.

Setelah beberapa menit, ku matikan shower yang menyala dan beranjak keluar dari kamar mandi. Tetapi, betapa terkejutnya aku ketika menemukan seorang namja yang kuyakini adalah namjachinguku Oh Sehun sedang berdiri menatapku dengan senyuman sok polosnya itu.

“Yak… Berani-beraninya kau masuk ke kamarku tampa mengetuk pintu dulu” Teriakku kesal.

“Kau salah Raemi sayang. Aku sudah beberapa kali mengetuk pintu kamarmu, tapi sama sekali tidak ada respon dari dalam. Jadi, kuputuskan untuk masuk saja. Lagipula, apa salahnya aku masuk kekamar yeojachinguku sendiri, heum?” Tutur Oh Sehun dengan tampang yang biasa-biasa saja.

“Tentu saja salah. Kita belum menikah Oh Sehun, dan kau tidak berhak masuk kekamarku sembarangan.” Teriakku lantang.

“Kalau begitu, kita menikah sekarang” Jawabnya dengan tampang sok polos.

“Mana bisa begitu. Yak, kau menyebalkan Oh Sehun” ujarku sambil melemparkan handuk rambutku ke arahnya.

“Bisa kok. Aku bisa saja menarik mu kependeta walaupun kau masih memakai jubah mandi seperti itu. Kekeekekeke” ia terkekeh kecil.

“Sudahlah, aku capek berdebat denganmu” Ucapku mengalah sembari duduk ditepi ranjang.

“Aku bercanda kok. Lagipula, mana mungkin aku akan menikahimu dengan memakai jubah mandi seperti itu.” Ujarnya.

“Ada perlu apa kau datang kemari” tanyaku sambil menatap kedua matanya.

“Ada hal yang perlu kupastikan” Jawabnya.

“Hal apa?” Tanyaku balik. Ia tidak menjawabnya, melainkan melangkah perlahan menuju meja belajar ku. Ku liat ia sedang mencari-cari sesuatu. Tetapi, tiba-tiba ia menghentikan kegiatannya dan berbalik menatapku sembari menenteng sebuah kertas yang kuyakini adalah kertas ulanganku.

“Aku datang, untuk memastikan ini” Ujarnya sambil mengacungkan kertas ulangan itu di hadapanku.

“Memastikan apa?” Tanyaku.

“Memastikan apakah jawabanmu benar-benar salah atau tidak”

“Sudahlah Oh Sehun. Aku sudah memastikan sendiri jawabanku, dan menurutku tidak ada yang salah. Pasti Cho Seongsangnim keliru dalam memeriksa jawabanku” Ucapku.

“Tidak… Sebelum aku memastikannya sendiri”

“Terserah kau saja” ujarku, sambil membaringkan tubuhku di atas kasur.

“Hey, Nona Moon. Apa kau yakin, jawabanmu tidak salah dan 100 persen benar”? Seru Sehun.

“Nde” Ujarku malas.

“Coba kau lihat ini” tutur Sehun dengan Senyuman seringaiannya. Ah, aku bisa membaca ada sesuatu yang tidak beres disini. Aku bergegas melihat suatu rumus yang tertulis jelas di kertas ulanganku. Aku mengerutkan keningku pertanda bingung.

“Ada apa?” Tanyaku

“Kau belum menyadarinya?” Tanyanya balik.

“Apa maksudmu sih, Oh Sehun menyebalkan. Aku tidak menemukan sesuatu yang mengganjal kok.”

“Yak… Liat ini, kau memakai rumus r lebih kecil daripada 1. Padahal seharusnya kau menggunakan rumus r lebih besar daripada 1” Seru Sehun. Aku memerhatikan lekat-lekat kertas ulangan ku itu, ah lebih tepatnya jawaban yang telah kutulis Sebelumnya. Selang beberapa menit, aku membulatkan mataku saking terkejutnya.

Ku alihkan tatapan ku kepada Oh Sehun yang juga tengah menatapku dengan senyuman ledekannya.

“Yakkk… Jangan meledekku” Teriakku kesal sembari menyembunyikan wajahku yang merah padam ini di balik bantal.

“HAHAHAHAHAHAHAHAH”

Tawa Oh Sehun menggelegar di setiap sudut ruangan ini. Sialan, dia meledekku rupanya. Tunggu, aku akan mengerjaimu Oh Sehun.

“Berhenti tertawa Oh Sehun, Atau kita putus sekarang juga” Teriakku lantang. Seketika mulutnya bungkam digantikan dengan tatapan serius yang ia perlihatkan kepadaku.

“Jangan Berbicara seperti itu” ujarnya sembari menatapku dengan tatapan tajam mematikan.

“Tidak… Kita putus sekarang juga” seruku.

“Aku bilang, jangan berbicara seperti itu Moon Raemi” Teriaknya masih dengan tatapan tajam yang ia perlihatkan kepadaku. Oh tidak, ini masalah besar. Ia benar-benar marah rupanya.

“K..k..kenapa kau malah membentakku?” Tanyaku gugup.

“Karena kau yang memulainya sendiri Moon Raemi” Teriaknya tak kalah lantang dari ucapan sebelumnya.

“Y..y..yaa… Oh Sehun, jangan seperti ini. Aku hanya bercanda tadi” ujarku.

“Tapi, itu seperti bukan sebuah candaan Moon Raemi” Ujarnya dengan nada yang sedikit melunak.

“A..Arasseo, aku salah. Mianhae Sehun-ah, jangan marah seperti ini” ucapku dengan nada memohon

“Aku tidak marah Raemi-ah, aku cuma kesal kau mengucapkan kata-kata seperti itu. Jangan diulangi lain kali, arasseo?”

“Eumhh, ara” Ia menarikku ke pelukannya dan mendekapku dengan sangat erat.

“Eitsss, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan Oh Sehun”

“Tapi, kau nyaman  di dekapanku bukan? hahahahahahhhahahah” Tawanya yang membuat mukaku memerah bagaikan kepiting rebus.

END

The last, author cuman mau bilang ambil sisi positif dari fanfict ini, maaf jika ada typo yang bertebaran, dan jangan lupa tinggalkan koment. Hargai jerih payah author yang telah menulis fanfict ini, yah walaupun ceritanya masih jauh dari kata sempurna. Oke, segitu dulu capcus nya. Sampai ketemu di fanfict selanjutnya.

By              : Aimi Fumiko

Facebook : Andidinul Fitrah

Twitter       : @DFeetrah

28 responses to “[Freelance] My Mistake

    • Ahhahahahahahh… Betul2, crita ini sih terinspirasi dari kehidupan nyata ku. Soalna, kmarin lgi ulangan tpi nilainya kurang memuaskan. Jadi deh, bikin FF gaje ini. Wkwkwk #Eh kok malah curcol sih.
      Ya udah, makasih dah baca plus koment.

  1. Fanficnya mengingatkanku dgn nilai ulngan matematikaku yg jeblok kmarin T_T. Seandainya aku punya pacar seperti sehun #menghayal.

  2. Hooo jdi di sini seun tuh pintar
    Tck , pdhl muka kartu poker gitu *eh
    DAEBAK thor !!! Konflik nya sama kyk kehidupan nyataku (TT . TT)

  3. Hai thor~ hehehe aku readera baru nih 😀
    Gini thor, menurutku ceritanya bagus udah. Tapi kok kayaknya feelnya kurang ya? terus eyd nya kurang masuk(?)
    Terlalu banyak kata yang mengandung unsur yang sama thor hehe ._.
    kkK~ tapi aku suka ceritanya kok. suka karakter sehun disini.

    Maap thor ini komen kepanjangan/? kk~

  4. Wahahahahhahaha pengalaman ya thor.?? Sabar, banyak yang buruk kok nilainya, termasuk aku 😀
    baru dapet sekarang Ffnya jadi, baru bisa baca,.!

  5. Hello?! #teriak pake toa!!

    Hmm, first FFkah ini thor?! Ceritanya bagus kok, cuman menurut aku kurang panjang ~_~ .. Feelnya belum ngerasa banget gituu.. N masih ada beberapa typo yng menurutku harus diilangin di karya selanjutnya! Seperti huruf kapital sebelum tanda titik!! Dan ada pendobelan makna dibeberapa kalimat thor!! Tpii FF ini langkah awal yg bagus kok!!!

    Maaf ne~ kpanjangan plus ngeritik!! Tapii, jangan lupa mampir2 di FF ku yaa din!! Salam Keluarga 😀 kkkk~

  6. Ooh… bagus2… Dari ff ini aq nangkep klo qt jgan terlalu membanggakan diri trlalu tinggi dan jgn lgsung mnyalahkan org lain dgn hasil yg sdh qt buat sndri.. intinya intropksi diri sndri dlu lah… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s