[Freelance] Devil Beside Me (Chapter 3)

LUSERADBM3

DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 3)

Author :: Sangheera
Title :: Devil Beside Me (Chapter 3)
Cast :: Luhan of EXO as Angel,  Sera (OC) as Devil

Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.

Devil’s Line – Kris, Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao
Genre :: Romance, Fantasy
Length :: Multi Chapter
Rating :: PG-17

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

Note :: Mohon diingat bahwa ini hanya fanFICTION, sekali lagi ini hanya FICTION. FIKSI. Hasil dari khayalan author. Jadi mohon untuk tidak menyangkutpautkannya dengan kepercayaan yang kalian anut ya. It’s just for fun… DISLIKE? DON’T READ!

                                                          

-o0o0o0o-

As your guardian angel, I will block out that strong wind

Even if everyone turns their back against you

(EXO – Angel)

:: SERA POV ::

“Ada yang datang…”kata Luhan dengan sikap waspada. Tangannya semakin erat memeluk diriku.

“Itu Baekhyun, Luhan. Kakakku. Pura-puralah tidur, aku akan menghadapinya sendiri.”

Luhan menatapku dengan tatapan tak suka.

“Lebih baik kau tidak ikut campur. Baekhyun benar-benar tidak menyukaimu. Aku juga tidak suka jika terjadi keributan diantara kalian. Itu akan menyulitkanku, Luhan. Kau mengerti kan?”jelasku.

Luhan tampak berpikir sejenak, kemudian dengan helaan napas panjang ia mengangguk. Aku pun mengulaskan kecupan kecil dibibirnya dan segera beranjak dari tempat tidur Luhan. Sayapku terkembang menyambut tamu tak diundang malam ini.

“Selamat malam, Sera”

Baekhyun datang beberapa detik kemudian dengan senyum ganjil yang sulit aku pahami. Apa maunya kali ini?

“Ada urusan apa kau kesini, Baekhyun?”tanyaku kaku.

“Pulang!”perintah Baekhyun singkat.

“Tidak!”

“Ayah mencarimu.”

Aku mendengus,”Persetan dengan orang itu.”

“SERA!!”bentak Baekhyun. Aku sedikit gentar mendengar gelegar suaranya. Seingatku, aku tidak pernah menang melawan keinginan Baekhyun. Tapi kali ini lain. Aku ingin menang. Harus!

“Apa kau harus menunggu Tuan Kris sendiri yang datang menyeretmu pulang, huh?”ucapnya marah.

Aku sedikit gemetar mendengar nama Tuan Kris disebut. Tapi entah keberanian darimana, aku masih bisa menjawab lantang,”Kalau perlu…ya!”

“Demi apa kau melakukan ini, Sera? Demi malaikat keparat itu?”

“BAEKHYUN!!”jeritku marah mendengar kata-katanya yang menghina Luhan. Tubuhku berpindah dalam kecepatan kilat kehadapan Baekhyun, mencengkeram kerah kemeja hitamnya kuat.

Keputusan bodoh. Dengan jarak sedekat ini, Baekhyun dengan mudah membalas menjambak rambutku kuat, membuat kepalaku tertarik kebelakang. Aku memekik kesakitan.

“SERA!!”

“Jangan mendekat, Luhan!”aku melontarkan Luhan yang hendak menghampiriku kembali ketempat tidur.

“Kau bahkan melindunginya, Sera…”geram Baekhyun ditelingaku.

“Aku tidak melindunginya, Baekhyun. Aku hanya tidak mau dia mencampuri urusan kita. Kumohon Luhan, jangan mendekat!!”hardikku pada Luhan yang aku tahu sedang berusaha mendekatiku dan Baekhyun perlahan. Aku merasakan kekhawatiran Luhan dibelakangku. Ck, dia itu padahal sudah kusuruh pura-pura tidur dan tidak usah ikut campur. Dasar babo! Disiksa seperti ini oleh Baekhyun bukan hal baru untukku. Dan aku sungguh tidak ingin ini menjadi hal baru untuk Luhan.

“Ingat Sera, kodratmu—“

“Apa pedulimu, Baekhyun?!”sergahku. “Kau benci padaku kan? Seharusnya kau tidak perlu segusar ini. Ada apa? Apa kau sudah lupa bagaimana caranya menjadi iblis yang tak berperasaan, eh?”

Baekhyun semakin kencang menarik rambutku. Tapi aku tidak bergeming. Rasa sakitku sudah terkalahkan oleh tekadku yang bulat. Aku tidak akan kembali kedunia laknat itu. Aku akan hidup disini, bersama Luhan. Walaupun itu berarti aku harus menghabisi saudaraku ini. Aku hanya perlu menusuk jantungnya kan?

“Aku tidak membencimu, Sera.”

Keningku mengeryit,”Tipuan yang buruk, Baekhyun. Aku tidak percaya.”

Tanpa kuduga, Baekhyun melepaskan jambakannya dirambutku. Ekspresi wajahnya tak bisa kutebak.

“Kau adikku…”

“Yang kau perlakukan kejam sejak lahir,”tambahku sengit.

“Itu untuk mendidikmu.”

“Bualan bodoh, Baekhyun…”dengusku.

Dia ini kenapa sih?!

Membuat kesal saja!!

Lebih baik Baekhyun menyeretku dan memukulku habis-habisan daripada berakting seperti ini. Menjijikkan. Ini bukan Baekhyun yang kukenal.

“Sera…” aku menoleh ke Luhan yang memanggilku. “Dia tulus.”

Mataku memicing. Luhan mulai gila atau apa??

“Dia jujur…”tambah Luhan sambil menatap Baekhyun lurus-lurus. “Kalau tidak, tidak mungkin dia menyusulmu kesini, Sera. Dengan membawamu pulang, kau mungkin akan dimaafkan. Kalau kau terus disini, pasti iblis-iblis suruhan rajamu akan memburumu. Kau bangsawan, tempatmu bukan disini. Bukan bersamaku.”

Aku menatap Luhan tak percaya. Apa maksud ucapannya itu? Dia menginginkan aku pergi, begitu??

“Jadi kau membiarkanku membawa, Sera?”tanya Baekhyun pada Luhan.

Aku menatap Luhan marah. Tapi dia sama sekali tidak menatapku. Dia hanya menatap Baekhyun dengan tatapan tajam yang aneh. Aku membuang muka, muak membayangkan apa yang akan dia katakan.

“Tidak…”

Eh?

Aku menoleh cepat kearah Luhan. Dia tadi menjawab ‘tidak’??

“Mwo?”tanya Baekhyun memastikan.

“Tidak. Aku tidak akan membiarkan Sera pergi. Dia akan tetap disini. Bersamaku”

Aku melongo.

“Lalu apa maksud kata-katamu diawal tadi, huh?! Kau sadar tempat Sera bukan disini, lalu kenapa kau tidak membiarkanku membawa, Sera?”tanya Baekhyun kesal.

Luhan menjawab enteng,”Karena aku tidak suka membayangkan tidak ada Sera disisiku.”

Aku menoleh kearah Baekhyun. Dari ekspresi wajahnya, dia pasti berpikir kalau Luhan sudah tidak waras, karena aku pun berpikiran begitu.

“Aku butuh alasan logis!”tuntut Baekhyun.

“Tak ada alasan logis. Yang ada hanya cinta.”

Aku tertawa, malaikatku ini benar-benar gila.

“Cinta katamu?”ejek Baekhyun. Tapi Luhan sama sekali tidak peduli pada ejekan Baekhyun. Dia mengangguk mantap.

“Kau juga mencintainya, Sera?!”tanya Baekhyun yang terdengar marah lagi sekarang.

Aku tertawa lagi sambil mengibaskan tanganku,”Tentu saja tidak.”

Baekhyun mengeryit dan kembali menatap Luhan yang tersenyum-senyum.

“Kau dengar? Dia tidak mencintaimu!”

Luhan mengedikkan bahunya cuek,”Aku tidak peduli. Cukup aku saja yang mencintainya dan Sera hanya perlu berada disisiku. Itu sudah membuatku bahagia.”

“Kau egois, Luhan…”gerutuku pura-pura marah.

Luhan nyengir,”Untuk urusan dirimu, aku harus egois.”

“Ish, kalian berdua membuatku mual.”Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. “Tapi bagaimana bisa seorang malaikat jatuh cinta pada iblis, huh? Kita ditakdirkan untuk jadi musuh!”

“Entahlah, Baekhyun. Tapi, bahkan api pun bercahaya kan? Aku yakin didalam diri kalian pun ada kebaikan. Suatu hari nanti, mungkin kita bisa bersahabat.”

Baekhyun tertawa,”Konyol!”

Baekhyun maju kearahku, dia mengulurkan tangannya kekepalaku dan mengusapnya pelan. Agak canggung kukira dan ia menggumam pelan,”Aku merasa gagal. Karena toh kau tetap berjalan kearah yang salah. Tapi kupikir malaikat bodoh itu akan berguna untukmu, Sera. Lebih baik jangan kau sia-siakan dia.”

Aku sempat cemberut mendengar kata-kata pertama Baekhyun, tapi kemudian aku tak dapat menahan tawa mendengar kalimatnya yang terakhir,”Arasseo…”

Baekhyun tersenyum. Aku bengong sesaat melihatnya. Rasanya tadi aku baru saja melihat iblis yang berevolusi menjadi malaikat. Aneh sekali.

Baekhyun berjalan keberanda dan mengembangkan sayapnya. Saat ia naik keteralis beranda, aku menahannya.

“Terima kasih, kakak,”ucapku tulus. Baekhyun terpaku sejenak, kemudian ia membelai lembut kepalaku.

“Jaga dirimu.”

Aku mengangguk dan melihat Baekhyun menghilang dengan perasaan gamang. Sejujurnya perubahan sikap Baekhyun dan caranya memperingatkanku membuatku cemas. Feelingku mengatakan akan ada sesuatu yang buruk menimpaku.

“See? Bahkan api pun memiliki cahaya kan?”kata Luhan yang menghampiriku dan memeluk tubuhku dari belakang.

Cahaya ya?

Semoga aku dan Baekhyun benar-benar memilikinya.

:: AUTHOR POV ::

Seorang malaikat bersayap putih dengan kemegahan tertinggi menatap sedih kearah hamparan keindahan surga didepannya. Hatinya sakit saat mengetahui apa yang terjadi didunia manusia sana.

“Anak nakal itu, apa yang harus aku lakukan padanya, Xiumin?”

Malaikat yang dipanggil dengan nama Xiumin itu, mendekat kearah Sang Raja. Membungkuk hormat sementara sayapnya terkembang penuh.

“Kau sudah memprediksi hal ini akan terjadi, bukan? Sejak awal, tidak ada yang bisa kau lakukan untuk menyelamatkan Luhan, Suho…”

Suho menghela napas berat. Bulir airmata jatuh dari matanya yang bersinar cemerlang. Ketampanan Sang Raja adalah legenda, tapi hari ini wajah tampan itu keruh karena permasalahan yang ia hadapi.

“Dia adalah titipan Yang Maha Esa, aku hanya bertugas menjaganya. Tapi bukan berarti aku akan rela jika Luhan terjebak pada takdirnya. Bukankah takdir bisa dirubah asalkan kita berusaha? Jika ada kemungkinan seperti itu, walaupun kecil, aku akan melakukan segala cara, Xiumin…”

“Bagaimana caranya jika aku boleh tahu?”

Wajah Suho berubah tegang saat sebuah suara datang kedalam pikirannya. Hanya ada satu makhluk ciptaan Sang Pencipta yang bisa menginvasi pikirannya.

“Aku harus pergi, Xiumin…”

Xiumin belum sempat membungkuk untuk melepas kepergian tuan-nya, tapi Suho sudah menghilang dari hadapannya. Berpindah kedimensi lain, kesebuah pub remang-remang dibagian utara dunia manusia. Suara berisik musik rock yang diputar di-pub ini sama sekali tidak mengganggu pendengaran Suho. Sayapnya lenyap terhisap dari punggungnya. Kehadirannya yang tiba-tiba bahkan lolos dari perhatian indera manusia yang penuh keterbatasan.

Seseorang dengan jaket kulit menyambutnya dengan tangan terbuka. Menampakkan senyuman lebar yang dibalas Suho dengan tatapan tajam tak bersahabat.

Welcome my buddy! King of Angel, My Suho~!!

Suho mengibaskan tangannya,“Hentikan, Kris…”katanya dingin sambil menarik kursi disamping Kris dan duduk disana.

“Ck, tidak asyik. Kau masih saja dingin seperti biasa…”

“Kau yang tidak asyik. Kebiasaan menyadapmu itu mengganggu. Aku seharusnya tidak terkejut kau melakukan cara-cara tidak berkelas seperti itu untuk mencuri informasi. Its your style. Tapi, tetap saja itu menyebalkan…”Suho meraih sebuah botol vodka dan menuangkan isinya kegelas. Bukan cairan panas Vodka yang keluar, melainkan air paling bening dan berkilau didunia. Suho meminum mata air surga yang ia impor dalam waktu sekian detik itu. “Kali ini apa yang kau mau?”

Kris mengedikkan bahunya, sama sekali tidak merasa kesal dengan omelan Suho. “Aku hanya ingin tahu bagaimana caramu menyelamatkan Luhan dari situasi ini. Oh, bagaimana kalau aku mencoba menebak! Daripada membunuh Luhan, aku pikir kau pasti lebih suka membunuh Sera. Apa aku salah?”

Suho menyunggingkan senyumnya. “Tidak. Aku tidak berhak membunuh Sera. Dia adalah milikmu. Kita sudah berjanji tidak akan saling mengusik satu sama lain…”

“Kalau begitu kau akan mencoba membujukku untuk membunuh gadis iblis itu. Benar?”

“Kau sanggup?”

“Why not?”

Suho mendengus dan meminum lagi minumannya. “Jika kau mudah sekali melakukan hal seperti itu, kenapa kau membiarkan gadis itu lahir dulu? Dasar bodoh!”

“Aku hanya penasaran, bagaimana Sang Lucifer akan bersikap dalam hal ini…”

Suho tersentak dan menoleh cepat kearah Kris yang menyeringai jahat kearahnya.

“Astagaaa, kau masih saja bereaksi seperti itu jika aku menyebut-nyebut nama Lucifer,”kata Kris santai. Raja iblis itu menyesap cairan kuning mendidih dari gelasnya. Vodka dengan kadar alkohol tertinggi yang manusia pun sulit membayangkan bagaimana rasanya. “Takdir gadis itu menarik sekali dan dia begitu sempurna. Dia adalah produk gagal. Sang Maha Pencipta pasti menyesal telah menciptakan gadis itu.”

“Apa maksudmu sebenarnya?”tanya Suho geram.

“Aku memang tidak masalah jika gadis itu mati, tapi dia adalah bangsawan diklan-ku. Yang artinya adalah gadis itu ditakdirkan menjadi pelayanku. Cih, walaupun begitu sampai sekarangpun aku belum pernah mencicipi tubuhnya. Tentu saja dengan alasan seperti itu aku tidak akan membiarkan Luhan mendapatkan Sera begitu saja. Bukankah ini seru, buddy? Kita lihat apakah dunia akan hancur setelah ini…”Kris terkekeh senang. “Jika kita harus berperang nantinya, kita lakukan!”

“Hentikan, Kris,”desis Suho.

Kris beranjak dari duduknya dan mendekatkan kepalanya kekepala Suho. “Coba saja kau hentikan aku!”bisik Kris. “Jika gadis itu tidak mati, kaulah yang akan kehilangan malaikat tercintamu, Suho. Mungkin aku bisa membunuhnya untukmu. Bukankah Tuhan mempercayakan malaikat itu padamu, untuk kau lindungi?”

Suho mendorong tubuh Kris. Mata Raja Malaikat itu terbakar amarah. Sedangkan Kris, Sang Raja Iblis terbahak senang.

Sera mengetukkan-ngetukkan jari jemari lentiknya kemeja. Abai sama sekali dengan banyak pasang mata yang lebih memilih curi-curi pandang kearahnya daripada memperhatikan Lee sonsaengnim yang sedang menjelaskan tentang teori pythagoras di papan tulis. Mata gadis itu menerawang jauh, menembus dinding-dinding kelas tempatnya berada. Memindai aura-aura makhluk astral yang berada didunia manusia. Tidak ada aura kuat yang ia cari.

Luhan yang duduk dimeja sebelah Sera, menatap kearah gadis itu. Sejak Baekhyun datang kekamarnya, gadis itu tak henti-hentinya melakukan pemindaian terhadap makhluk-makhluk yang ada disekitarnya. Sera cemas, Tuan Kris atau ayahnya akan mengirimkan pasukan untuk menangkap Sera. Tapi seminggu telah berlalu, dan tidak ada yang datang.

“Istirahatkan matamu, Sera…”kata Luhan pelan.

Sera yang tentu saja mampu mendengar suara pelan Luhan, menoleh. “Eo…”jawabnya lalu menutup matanya untuk mengakhiri proses pemindaian jarak jauhnya.

Setelah insiden kaburnya dari dunia bawah, Sera akhirnya tinggal ditempat Luhan. Mengikuti kemanapun malaikat itu pergi, bahkan kesekolah. Karena penghapusan jejak Sera minggu lalu dan terlalu merepotkan mengembalikan ingatan manusia, Sera harus bersekolah seolah-olah dia anak baru seminggu ini. Padahal Sera sudah bersekolah sejak sebulan yang lalu. Gadis itu sempat mengomel panjang lebar karena sebal harus memperkenalkan diri lagi dihadapan manusia-manusia disekolah ini, tapi gadis itu toh bertahan dan tetap bersiap kesekolah keesokan harinya tanpa Luhan suruh.

Sera juga absen dari tugas-tugasnya sebagai iblis. Gadis itu memutus sama sekali hubungannya dengan dunia bawah. Dia bahkan tidak memperdulikan iblis-iblis lain disekitarnya yang memandangnya dengan tatapan tidak suka. Bahkan 3 hari yang lalu, saat Sera ikut Luhan kerumah sakit karena Luhan harus mencabut 2 nyawa disana, Sera berkelahi dengan salah satu iblis yang ia temui. Alasannya, karena iblis itu mengejek dengan mengatakan bahwa Sera adalah budak malaikat busuk. Produk gagal.

Bukan. Bukan. Bukan kata-kata ‘budak’ dan ‘produk gagal’ yang membuat Sera marah, tapi perkataan iblis itu yang menghina Luhan dengan kata ‘malaikat busuk’. Jika saja Luhan tidak datang, Sera pasti sudah membenamkan pedangnya kejantung iblis itu. Bagi Sera, Luhan adalah malaikat miliknya yang sangat berharga. Dia jauh lebih sempurna dari apapun dialam semesta ini dan dia adalah satu-satunya makhluk yang mencintai Sera. Sera menemukan kedamaian saat berada bersama Luhan. Karena itu, ia rela melakukan apapun untuk mempertahankannya.

“Kau terlalu banyak menggunakan energimu akhir-akhir ini. Seberapa jauh kau memindai, huh? Lihat. Kau punya kantung dibawah matamu, sayang…”Luhan mengelus rambut Sera yang sedang mengunyah sandwich-nya. Ini jam istirahat makan siang. Luhan dan Sera memilih menghabiskan bekal makan siang dengan duduk di tangga bagian belakang gedung sekolah yang sepi.

“Benarkah? Ukh, sepertinya aku terlalu rendah memasang level ketahanan tubuh…”keluh Sera sambil menekan-nekan bawah matanya. “Mau bagaimana lagi, Lu? Jika tidak begini, aku tidak akan bisa menikmati cuaca didunia manusia. Cuaca didunia bawah 1000 kali lebih ekstrem daripada disini. Jika aku ingin menikmati dinginnya musim dingin, aku harus menurunkan ketahanan tubuhku sampai level terendah.”

Ketika berada didunia manusia dan menyembunyikan sayap mereka, makhluk seperti malaikat dan iblis memang biasanya menurunkan level kemampuan mereka agar bisa berbaur dengan manusia. Manusia bisa gila jika melihat wujud asli malaikat dan iblis karena kecantikan dan kehebatan mereka sulit diterima akal manusia yang terbatas.

“Daripada kau melakukan hal itu, lebih baik kau turunkan level kecantikanmu. Mataku sepat melihat para manusia memandangmu dengan pikiran-pikiran mesum diotak mereka…”

Sera tersenyum jahil sambil mengibaskan rambutnya. “Ini juga sudah level terendah, Lu. Hmmm, aku jadi penasaran. Apakah itu benar-benar hanya karena matamu? Atau kau merasa kesal karena gadismu ditatap oleh semua orang?”

“Dua-duanya. Aku belum pernah bilang padamu ya, kalau aku tipe pria posesif…”ucap Luhan sambil mendekatkan wajahnya kearah Sera dan menatap bibir merah Sera lekat. Luhan mengulaskan sebuah ciuman. “Aku hampir saja menebas kepala pria-pria yang memandangmu itu jika saja aku tidak ingat kalau aku adalah malaikat…”

“Ck, gombal…”Sera tersenyum dan melayangkan lumatan kecil kebibir Luhan.

Luhan membalas lumatan bibir Sera. Padahal dari setiap lumatan itu menghantarkan rasa panas menyengat dibibirnya dan Sera, tapi rasa menyengat itu telah berubah menjadi sensasi menyenangkan yang adiktif.“Kau membuatku menjadi malaikat jahat…”

Sera mendorong tubuh Luhan dan melepaskan ciumannya. “Jangan salahkan aku. Siapa suruh kau jatuh cinta padaku…”balas Sera.

Luhan terkekeh dan meraih pinggang Sera yang duduk disampingnya. Sera beringsut merapatkan tubuhnya pada Luhan lalu menyandarkan kepalanya dengan nyaman dibahu malaikat itu.

“Aku tahu kau merasa cemas. Tapi aku ada disini bersamamu, Sera. Aku janji akan melindungimu…”kata Luhan. Keputusan Luhan dan Sera untuk tinggal bersama adalah keputusan yang amat riskan. Ada banyak yang menentang mereka. Dan beberapa, terlihat terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan mereka. Sera menjadi objek kebencian para malaikat dan menganggapnya sebagai iblis yang sangat jahat dan penuh tipu muslihat. Begitu pula dengan Luhan yang menjadi objek kebencian para iblis karena dianggap telah melecehkan harga diri iblis.

Karena Sera sangat mengkhawatirkan serangan mendadak dari dunia bawah, Luhan dan Sera setiap hari harus memperbaharui perisai mereka. Apartemen mereka hanya akan terlihat seperti apartemen tak berpenghuni jika dilihat dengan kasat mata.

“Tidak, Lu…”Sera menggeleng. “Jika terjadi sesuatu padaku, berjanjilah untuk tidak ikut campur dan segeralah pergi meninggalkanku…”

Luhan mengeryitkan dahinya. “Bagaimana bisa aku bertindak sepengecut itu, Sera? Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Aku tidak akan rela.”

“Tapi, kau tidak akan bisa menang melawan Tuan Kris, Lu. Seperti halnya kau tidak akan bisa melawan rajamu.”

“Itu lebih baik daripada kau direbut oleh mereka.”

Sera berdecak sebal dan melepaskan diri dari pelukan Luhan. “Berpikirlah rasional, Lu!! Kau tidak perlu berkorban demi orang lain jika nantinya kau mungkin akan terluka lebih parah.”

“Kau salah, aku perlu melakukannya jika itu demi orang yang aku cintai. Sera, ketika aku memutuskan untuk mencintaimu, aku telah memikirkan segala resikonya. Salah satunya adalah kemungkinan aku akan terusir dari surga…”

Sera terkejut. Diusir dari surga?

“Benar, baby. Ada kemungkinan seperti itu. Tapi entah mengapa aku tetap keukeuh dengan keinginanku untuk tinggal bersamamu. Urusan percintaan adalah hal yang sangat tabu didunia atas. Tapi kami adalah makhluk yang belajar. Selama bertahun-tahun tinggal didunia manusia, sepertinya aku telah belajar bagaimana mencintai seseorang. Dan yang aku pilih adalah dirimu…”

“Pilihan bodoh.”

Luhan tersenyum. “Kau memang seorang iblis, tapi kau tetaplah wanita, Sera. Wanita yang terlampau mempesona untuk kulewatkan…”

“Tapi bagaimana jika kau benar-benar diusir dari surga nantinya, Lu. Kau akan jadi manusia…”

“Lho? Bukankah dulu kau pernah menyuruhku melepas sayapku dan menjadi manusia? Katanya kau akan memberiku kekayaan dan segala hal yang kuinginkan.”

“Itu dulu, saat aku tidak berpikiran panjang. Kalau kau benar-benar jadi manusia, lantas bagaimana jika kau mati, Lu? Manusia tidak akan hidup lama. Aku benar-benar tidak suka jika kau mati.”

Luhan menarik Sera kembali kepelukannya. “Itu tidak akan terjadi, sayang. Jika surga berniat mengusirku, aku hanya harus kabur duluan kan? Kau mau membantuku jika aku harus melarikan diri?”

Sera mengangguk kecil. “Mm, kita bisa kabur bersama nanti. Itu bukan masalah bagiku…”

Luhan mencium puncak kepala Sera. Matanya memejam sementara otaknya berpikir keras. Apa tidak ada cara baginya untuk lolos dari semua permasalahan ini?

“Sera, apa yang terjadi pada iblis jika sayap mereka patah?”tanya Luhan. Pertanyaan itu tiba-tiba saja terlintas diotaknya.

“Kau pernah baca Narnia? Buku yang dibuat manusia bernama Clive Staples Lewis?”

Luhan mengangguk dengan ekspresi bingung. Kenapa bawa-bawa Narnia?

“Jika sayapku patah, aku akan menjadi makhluk rendahan didunia bawah. Seperti makhluk-makhluk yang menjadi pengikut Penyihir Putih di Narnia. Tapi karena kecantikanku, mungkin aku akan menjadi Vampire, Empousa, Dwiwozona, Naiad, Dryad, Alkonost dan sebagainya. Tapi tetap saja, itu lebih mengerikan daripada mati…”

“Benarkah?”

“Mm…”Sera mengangguk. “Berbeda sekali dengan malaikat kan? Jika malaikat kehilangan sayapnya, kemungkinan dia akan menjadi manusia dan hanya akan kehilangan hidup abadinya. Itu tidak terlalu buruk. Paling tidak manusia masih bisa memilih tempat bagi dirinya di akhir zaman nanti. Apakah dia akan pergi keneraka ataukah kesurga. Tapi untuk makhluk terkutuk seperti kami, tidak ada pilihan lain selain neraka. Yah, sebenarnya itu bukan masalah besar, toh, dunia bawah juga tidak jauh berbeda dengan neraka. Tidak ada kedamaian dan pemandangan indah disana…”

Pelukan Luhan dipinggang Sera mengetat, membuat tubuh Sera semakin merapat ketubuh Luhan. Sengatan panas menggigit yang Sera rasakan ditubuhnya membuat gadis iblis itu mengeluh.

“Bagaimana caranya agar aku bisa membawamu kesurga?”ujar Luhan yang membuat Sera terhenyak. Sebutir airmata jatuh kesela-sela rambut Sera. Hati Luhan sakit membayangkan kekasihnya ini harus menderita seumur hidupnya didunia laknat bernama neraka itu.

“Apa maksudmu ‘bagaimana’, Lu? Tentu saja tidak ada caranya…”kata Sera dengan suara bergetar karena rasa sedih yang menyelubungi dadanya. Gadis itu membelai pipi Luhan dengan senyum lemah dibibirnya. Berusaha menghibur malaikat yang sedang menangis karena makhluk terkutuk seperti dirinya.

Kisah kita tidak akan pernah berakhir dengan bahagia, Lu. Karena seluruh alam semesta dan Sang Pencipta tidak akan memberi restu. Tapi paling tidak, aku ingin kisah ini bertahan lama. Ya, aku harap mereka memberi kita waktu cukup lama untuk menikmati semua ini.

To be continued again….

Shilpeo hajima, no no no… hehehe… #perusak suasana. Annyeong haseyoooo~ author kembali lagi dengan chapter 3. Adakah yang menanti??

Wahhh, komen-komen kalian bener-benerr membangun semangat author buat nulis. Makasiih ya reader semua. Minggu ini minggu pertama kuliah, setiap hari dapet tekanan terus, sampai rasanya pengen cepetan pulang n gak usah balik kekampus keesokan harinya. Maaf, curcol, hehehe. Tapi karena otak author diganggu terus-terusan ma kelanjutan crita ini, akhirnya author sempet-sempetin nulis. Ternyata author bisa nge-post lanjutannya lebih cepat dari yang author kira… fiuhhh…

Oh iya, aku mau tahu pendapat reader semua. Aku punya 2 versi ending-nya cerita ini, happy ending dan sad ending. Mana yang kalian lebih suka? Happy ending yang membuktikan kalau gak ada yang gak mungkin didunia ini, atau Sad ending yang membuktikan bahwa semua hal ddunia ini ditentukan oleh ‘takdir’ tanpa kita bisa merubahnya? Tentu aja nanti yang sad ending bakal lebih berasa dramanya dari pada yang happy ending.

Aku akan bikin endingnya sesuai dengan mayoritas suara dari kalian… so, ditunggu komennya yaaa… sankyuuu~

273 responses to “[Freelance] Devil Beside Me (Chapter 3)

  1. lanjut ke chap.selanjutnya ya thor
    soalnya udah penasaran:33
    ceritanya tambah baaguus huhu u,u

    keep writing kak sangheera :D~~

  2. hay, aku reader baru.. woaah setelah baca sampai sini kok berasa keren banget ni ff.. gaya bahasanya simple gampang dimengerti.. woah kemana aja gw baru nemu ff beginiian hahahaha.. soalnya ga terlalu suka baca yg genre fantasy, tp setelah baca ini.. woaah recomended banget..

  3. Huaaa happy end dong.
    Karena kata orang jawa takdir iso diukir, kodrat iso diwiradat. Hahaha

    Wahhh kris suka tu sama sera?
    Mwo? Mencicipi????

    Hahaha luge beneran jadi malaikat jahat deh

  4. Hhhuuuwwaaa…author Eonni,kok so swEEEETTTT banget,sih.. 😥 pengen seneng,tapi nyesek. Pendapatku pasti sudah hangus. Tinggal aku ngikutin ceritanya aja…gak tahu sad apa happy end. Actually, I hate sad ending. Tapi tak apalah…aku yakin,ending cerita ini pasti berkesan.>< Aaahh…Eonni,aku mau lanjut! 😀

  5. ga tega sama seraaa klo nnti dia di apain2 sma kris takutnya dia di bunuh
    sedih klo luhan sma sera lgi ngmngin hubungan mereka yg ga seharusnya bersama huhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s