[Freelance] The Dark Rose (Part XI)

the-dark-rose1

|| Author : Deereyeliner ||

|| Title : The Dark Rose Part XI ||

|| Length : Multi Chapter||

|| Rating : WARNING! PG-17||

|| Main Casts : EXO’s Byun Baek Hyun and Kim Hye Ra OC ||

|| Minor Casts : EXO and Jung Daehyun B.A.P ||

||Theme : School Life, Family problem, Hate-Love, Romance ||

|| Credit Poster : ©audiajulia art at HSG ||

|| Disclaimer : The characters are belong to God and themselves. I only have the storyline and don’t copy-paste or remake it. ||

|| Author’s note : Please leave your comment after reading this, It easy thing to do. This part is TOO DANGEROUS AND MOST DANGEROUS!||

|| Summary :Growl. Dua orang lelaki brengsek dan tidak tahu diri yang menyukai Kim Hyera sekarang bertatap muka satu sama lain.||

|| Previous : Prologue | Part I | Part II | Part III | Part IV | Part V | Part VI | Part VII | Part VIII | Part IX | Part X | Baek-Ra’s Side Story ||

Happy Reading!^^

Read this first ->Baekhyun’s and Hyera’s Side Story

Udara malam yang sangat dingin menerjang tubuh Baekhyun seperti ribuan jarum. Dia tidak memakai apapun selain kemeja putih seragam sekolahnya padahal dia sedang mengendarai motor sportnya dengan kecepatan tinggi. Mantelnya dia berikan pada Hyera yang sedang tertidur sambil memeluknya dari belakang.

Baekhyun hanya tidak ingin Hyera kedinginan. Itu saja.

Baekhyun rasa tulangnya hampir remuk ketika salju yang turun semakin lebat. Dia ingin sekali berhenti di sebuah distro pakaian untuk sekedar membeli mantel hangat dan sarung tangan namun pikiran itu langsung ditepisnya jauh-jauh. Jika dia berhenti maka sama saja dia membangunkan Hyera yang tertidur pulas di belakangnya.

Lelaki itu lebih memilih kedinginan dan membeku daripada membuat Hyera terbangun.

Bukan karena hal apapun melainkan gadis itu baru saja tenang dari segala masalah yang diterimanya hari ini dan Baekhyun sama sekali tidak tega untuk membangunkannya. Lagipula tangan Hyera memeluknya dengan amat erat seolah meringankan hawa dingin yang menerpa Baekhyun.

“Berhenti Baekhyun.”

Demi tuhan! Suara Kim Hyera yang tiba-tiba membuat Baekhyun langsung menghentikan motornya karena terkejut. Kejadian itu membuat beberapa kendaraan di belakang mereka membunyikan klakson dengan nyaring.

Baekhyunmeminta maaf dan mengendarai motornya kembali ke pinggir jalan. Dia langsung membuka helmnya dan menunjukkan wajah jengkel.”Berhenti bicara tiba-tiba seperti itu, Hyera!”

Tidak tahukah Hyera bahwa suaranya terdengar sangat menyeramkan tadi?

Hyera langsung melepaskan pelukannya pada Baekhyun dan turun dari motor. Gadis itu menampilkan wajah datarnya. Hyera tidak menghiraukan Baekhyun, dia sibuk melihat ke kanan kiri deretan etalase toko di hadapannya.

“Kau mencari apa?” tanya Baekhyun setelah turun dari motornya dan berdiri di samping Hyera. Lelaki itu melihat Hyera yang sedang menatap ke arah deretan etalase toko yang berada di hadapannya. Sedetik kemudian Baekhyun tahu bahwa mereka berada di Hongdae street. Baekhyun pernah kesini sebelumnya bersama Luhan untuk makan siang.

YA! Kim Hyera!”

Baekhyun berteriak memanggil gadis itu ketika Hyera berjalan dengan santainya meninggalkan Baekhyun. Gadis ini benar-benar membuat Baekhyun pusing. Kemana sikap manisnya satu jam yang lalu saat mereka berada di taman itu?

Dengan cepatnya Baekhyun mengejar gadis itu dan menarik lengannya dari belakang.”Kau fikir kau mau pergi kemana?”

Hal itu membuat Hyera kehilangan keseimbangannya dan langsung menabrak tubuh Baekhyun begitu saja. Untungnya Baekhyun bisa menahan dirinya agar tidak terjatuh. Wajah mereka begitu dekat satu sama lain dan tatapan Baekhyun mengarah ke lekukan bibir gadis itu.

Sial, ingatannya melayang ke memori dimana Baekhyun menciumnya di taman tadi.

Ciuman ketika di taman itu…Oh sungguh! Baekhyun tidak mungkin melupakannya begitu saja!

“Ikut aku.” Hyera berkata dengan intonasi datar dan menarik lengan Baekhyun. Tenaga gadis itu cukup kuat, lagipula Baekhyun hanya mengerutkan dahinya dan mengikuti Hyera tanpa berkata apa-apa.

Hyera merasa amat bersalah ketika memegang tangan Baekhyun yang amat dingin. Dia tahu itu. Saat memeluk pria itu dia tahu bahwa Baekhyun kedinginan. Tentu saja, tubuh pria itu menggigil tadi dan Hyera cukup heran ketika Baekhyun hanya diam tanpa mengeluarkan protes apapun.

Keduanya sampai di depan sebuah toko pakaian dengan dominan warna cat berwarna pink. PINK!!!!!Baekhyun langsung menatap horror toko di depannya dan memilih mundur satu langkah.

Hyera yang melihatnya bertanya.”Kau kenapa?”

“Tidakkah kau lihat? Toko itu berwarna pink!”

“Memangnya kenapa kalau toko itu berwarna pink?” Hyera semakin bingung dengan arah pembicaraan ini.

Baekhyun menggerutu sebelum menjawab.”Aku ini lelaki yang begitu manly. Sang Namja. Jadi kau sama saja bermimpi jika menyuruhku masuk kesana!”

Ya tentu saja, Hyera tahu laki-laki itu memang manly apalagi dari ciuman terakhir yang baru saja dilakukan mereka. Mengingat itu semua membuat Hyera malu sekaligus senang. Dia tidak ingin munafik lagi bahwa dia menyukai ciuman tersebut. Hanya saja dia perlu meneliti perasaannya lebih dalam untuk mengetahui sebenarnya perasaan apa yang dia miliki untuk Baekhyun.

Ah, gadis ini belum sadar rupanya.

Hyera hanya memutar bola matanya dan berkata,”Terserah saja kalau begitu.” Lalu kemudian pergi ke dalam toko meninggalkan Baekhyun sendirian yang sibuk dengan pergulatan hatinya antara masuk atau tidak.

Masuk…tidak…masuk…tidak…kkaeb song!

Baekhyun menggeram pada dirinya sendiri dan memutuskan untuk menunggu di luar saja. Harga diri laki-lakinya menang kali ini. Dia tidak akan masuk kesana titik! Bagaimana kalau teman-teman di sekolah melihatnya di dalam sana? Itu akan jadi mimpi buruk.

Ini sudah 15 menit dan Hyera sama sekali belum keluar dari toko sialan itu. Baekhyun yang sudah kesal menunggu di luar berniat untuk membeli minuman hangat. Dia melihat sebuah supermarket yang tak jauh dari toko pakaian itu. Mungkin 10 menit cukup untuk Baekhyun membeli minumannya.

Lelaki itu berjalan ke supermarket sambil mengusap-usap kedua telapak tangannya agar ada rasa hangat yang menjalarinya. Begitu sampai disana Baekhyun langsung memesan kopi hangat. Dia sedikit risih dengan kasir wanita yang melayaninya karena wanita itu terang-terangan menggodanya dengan cara menatapnya penuh ketertarikan.

Baekhyun tak suka ini. Sangat.

“Terimakasih.” Baekhyun membungkuk rendah dan langsung mengambil kembali credit card miliknya yang masih digenggam kasir wanita itu. Dia langsung keluar begitu saja dan berjanji dalam hatinya tidak akan ke supermarket itu lagi.

Baekhyun meneguk kopi panasnya perlahan-lahan sambil meresapi uap panas yang dikeluarkannya. Lelaki itu kembali menunggu Hyera yang ternyata belum juga keluar dari toko tersebut. Baekhyun memilih bangku panjang di depan toko itu yang menghadap ke arah jalan raya untuk tempat menunggunya.

Akhirnya Baekhyun menyandarkan dirinya pada sandaran bangku panjang sambil menyilangkan kaki dan bersedekap dada. Matanya mengawasi beberapa mobil yang lalu lalang dihadapannya namun pikirannya melayang kemana-mana.

Apa yang dilakukan Hyera disana? Apa dia mencoba berbagai macam produk eyeliner?

Baekhyun baru saja akan memejamkan matanya ketika merasakan ada kain lembut melingkari lehernya dari belakang. Itu sebuah syal. Baekhyun yang posisinya membelakangi orang itu langsung berbalik dan menemukan Hyera berdiri disana.

Hyera yang melingkari syal di leher Baekhyun tadi dan dia mengeluarkan sebuah beanie—topi yang terbuat dari bahan wol hangat—dari dalam kantung belanjanya. Baekhyun yang masih terkejut hanya bangkit dari kursinya, mengitari kursi itu dan berdiri di depan Hyera.

Gadis itu memakaikan beanie berwarna hitam itu di kepala Baekhyun.

“Aku tidak mau kau kedinginan.” Hyera tersenyum dan sekarang mengeluarkan mantel Baekhyun. Hyera sendiri sudah membeli sweater hangat untuknya tadi. Dia pergi ke toko pakaian itu untuk membeli sweater untuknya dan dua buah beanie.

Hyera memilih beanie untuk mereka berdua. Beanie milik Hyera berwarna merah sedangkan Baekhyun berwarna hitam. Kedua beanie itu sama-sama memiliki ukiran dengan huruf BB didepannya.

Pas sekalibukan? Bagi Hyera, BB itu berarti Byuntae Baekhyun.

Baekhyun terdiam begitu Hyera memakaikan mantel pada tubuhnya. Lelaki itu masih cukup terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.

Aku semakin mencintainya. Sangat mencintainya.

“Aku tahu kau kedinginan tadi, karena itu aku membeli sweater untukku dan aku kembalikan mantelmu agar—“

Belum selesai Hyera bicara Baekhyun sudah menaruh jari telunjuknya di depan bibir gadis itu untuk menyuruhnya diam.Hatinya seolah diisi dengan sebuah kehangatan begitu menyadari Hyera ternyata memperhatikannya.

Sebuah senyum Baekhyun berikan untuk gadis itu sebelum kemudian mendekatkan wajahnya dan memiringkan kepalanya begitu bibirnya sudah mendekati Hyera. Gadis itu menahan napasnya dan kemudian dia mendengar Baekhyun berbisik pelan di telinganya.

Baby…terimakasih. Kau benar-benar gadis yang manis.”

Nada itu terdengar lembut di telinga Hyera dan sebuah senyum yang begitu manis terpancar dari wajah gadis itu. Hanya Baekhyun yang bisa membuatnya seperti ini dan Hyera rasa dia mulai menerima Baekhyun dalam hatinya.

Tangan Hyera bergerak naik untuk membetulkan syal di leher Baekhyun.”Apa kau selalu melakukan ini pada gadis lain Baekhyun?”

Baekhyun memundurkan wajahnya dan menatap Hyera sambil menggeleng.”Hanya kau.”

2 kata! Tapi sanggup membuat jantung Hyera seakan ingin meledak saat itu juga. Gadis itu tersenyum lagi dan Baekhyun yang melihatnya hanya tertegun. Senyum gadis itu, kehangatan gadis itu benar-benar bisa membunuhnya!

Your smile is killing me slowly, Kim Hyera. I’m definitely in love with you.

“Waktu kita tidak banyak. Ini sudah jam 9 malam dan kita harus berada di rumahmu sebelum pukul 10. Ayo kembali ke motorku.” Ujar Baekhyun sambil meraih lengan kanan Hyera dan mengenggamnya.

Baekhyun menenggelamkan kedua tangannya dalam saku mantelnya sambil mengenggam tangan Hyera. Otomatis tangan kanan Hyera juga berada dalam saku mantel Baekhyun sekarang. Hyera yang melihat ini hanya menautkan satu alisnya dan melemparkan pandangan bertanya pada Baekhyun.

Baekhyun menjawab sambil mengacak rambut gadis itu.”Bukan hanya kau yang tak ingin aku kedinginan. Tapi aku juga tak ingin kau kedinginan Hyera-ya.”

Hyera yang mendengarnya hanya menunduk untuk menyembunyikan rona kemerahan di wajahnya. Lelaki ini begitu menjaganya. Hyera bisa melupakan rasa sedihnya untuk sesaat karena Baekhyun, Hyera bisa tersenyum lagi karena Baekhyun dan untuk semua perubahan yang begitu signifikan dari dalam dirinya adalah karena seorang Byun Baekhyun.

***

Ponsel Baekhyun berdering dalam saku celananya begitu dia sampai di depan rumah Hyera sedangkan gadis itu sudah turun dari motor Baekhyun dan berjalan ke dalam rumahnya. Baekhyun masih duduk di atas motornya sambil menyentuh layar ponselnya untuk menekan tombol answer.

Telepon itu dari Lay.

Baru saja dia menempelkan ponselnya pada telinga teriakan Lay sudah menggema.”JANGAN BIARKAN HYERA MASUK! KEADAAN TIDAK TERKENDALI!”

Suara di telpon itu begitu berisik dengan latar suara dua wanita bertengkar hebat. Tidak perlu berpikir lama Baekhyun tahu bahwa itu ibu Hyera dan ibu Lay. Mereka sedang bertengkar di dalam rumah dan Hyera bisa mendengarnya.

Goddamn it!” Baekhyun menyumpah lalu mematikan telepon dan memasukannya kembali ke dalam sakunya sebelum mengejar Hyera yang baru saja membuka pintu rumahnya.

Tidak.

Jangan sampai Hyera mendengar pertengkaran kedua orang tuanya.

Itu bisa berakibat fatal.

Kim Hyera yang tidak tahu apa-apa mulai curiga ketika mendengar suara keributan di pavilion rumahnya. Dia mengernyit ketika suara ibunya berteriak penuh kebencian.

“Kau harusnya tidak seperti ini dengan berselingkuh dengan wanita murahan sepertinya!”

Suara berat wanita lain tak kalah berteriak.”Kau harusnya tahu diri! Kau menelantarkan anakmu sendiri. Ibu macam apa kau?”

Dapat dirasakan Hyera bahwa hatinya perlahan-lahan mulai hancur.

“Hyesoo! Qian Xing! Kita harus bicarakan masalah ini dengan kepala dingin.” Hyera bisa mendengar suara ayahnya yang menengahi pertengkaran. Hyera terus melangkah untuk mendekat biarpun kakinya terasa lemas. Dia mempercepat langkahnya untuk sampai ke pavilion.

“Kau hanya wanita tidak tahu diri Qian Xing!”

“Berhenti bicara!”

Hyera sampai di pavilion dan dia begitu terkejut ketika tangan ibu Lay sudah terangkat tinggi-tinggi—bersiap untuk menampar ibunya. Dalam sedetik dia bisa saja melihat kejadian yang akan membuatnya marah namun sebuah telapak tangan menutupi matanya.

Tangan Byun Baekhyun.

“IBU!! Berhenti mempermalukan diri sendiri.” Lay menahan lengan ibunya sendiri dan menariknya menjauh dari ibu dan ayah Hyera. Lay sudah pusing dengan teriakan ibunya dan ayah Hyera tidak banyak membantu. Pria itu tidak tahu harus membela siapa. Kedua wanita itu sangat berarti dalam kehidupannya.

Baekhyun masih menutup mata Hyera dengan satu tangannya. Dia menatap semua orang yang berada di ruangan itu dengan tatapan paling menyeramkan yang pernah ditujukannya—terutama untuk ibu Lay.

Qian Xing yang merasa terpojok langsung menepis lengan Lay dan berdesis.”Kau anakku! Tidak seharusnya kau membela mereka seperti ini!”

Ayah dan ibu Hyera melihat ke sudut ruangan dan terkejut ketika mendapati anaknya sendiri bersama dengan Byun Baekhyun—anak pemilik Light Corp—tempat mereka berdua bekerja. Hyesoo langsung menghampiri Hyera. Baekhyun yang melihatnya melepaskan lengannya.

“Hyera…Baekhyun-ssi untuk apa datang kesini?”

Kim Min Jo ikut menyahut.”Hyera, kau kemari bersama Baekhyun?” tanyanya pada anaknya sendiri.

Hyera mengangguk. Kapan keluarganya bisa seperti ini kembali? Kedua orangtuanya berdiri dihadapannya dan menyebut namanya dengan lembut seolah mengkhawatirkannya. Sebuah senyum sendu Hyera muncul di bibirnya.

“Ibu….ayah..bisakah kalian terus bersama dan…” Suara Hyera bergetar dan dia mencoba meguatkan hatinya untuk bicara kembali.”…dan memperhatikanku?”

Mendengar itu semua Ibu Lay mendengus tidak terima.”Tidak semudah itu anak kecil. Ayahmu adalah milikku!”

“IBU!!!!” Lay berteriak frustasi. Dia ingin sekali pergi dari rumah ini karena merasa malu akan tingkah ibunya. Lay tak menyangka jika ibunya menjadi seperti ini hanya karena harta ayah Hyera. Seingatnya Ibunya itu memiliki perangai yang baik dan bersikap baik-baik saja pada ayahnya dulu.

Nyatanya harta merubah segalanya.

Tangisan ibu Hyera pecah begitu saja begitu mendengarnya. Bagaimanapun Hyesoo adalah seorang ibu, ikatan batinnya begitu kuat dan dia bisa merasakan apa yang Hyera rasakan saat ini. Tanpa berpikir panjang Hyesoo menarik Hyera ke dalam pelukannya. Dia sudah bertingkah bodoh selama ini sebagai seorang ibu.

Selama 4 tahun Hyesoo menjadi penyendiri karena tingkah suaminya. Dia menyalahkan suaminya itu tanpa berpikir apa dampaknya pada Hyera. Dan selama ini dia mengacuhkan anaknya sendiri hanya karena merasa Hyera cukup dengan materi yang diberikannya.

Maafkan Ibu, Hyera…

Air mata Hyera tidak bisa dibendung lagi. Untuk pertama kalinya Ibunya memeluknya selama 4 tahun terakhir. Seluruh bebannya seolah terangkat dan dia menangis bahagia.

Ditempatnya berdiri, Ayah Hyera merasa seperti dihantam sebuah palu besar di kepalanya. Dia punya keluarga sebagai tanggung jawabnya dan dia sudah melalaikannya. Ini keluarganya. Ini kehidupannya. Dia dibutakan oleh profesi dan jabatan.

Kim Minjo melangkah untuk memeluk keluarganya namun suara Qian Xing menghentikannya.

“AKU TIDAK RELA!!!!! MINJO KAU BERJANJI AKAN MENIKAHIKU!!!”

Lay mengerang dan berkata pasrah.”Ibu, bisakah kau tidak mempermalukan dirimu sendiri?”

Sebagai seorang anak dari wanita penggoda suami orang, Lay cukup malu karena itu. Dia merasa amat bersalah karena apa yang sudah ibunya lakukan pada keluarga Hyera. Jika perlu dia akan berlutut didepan Hyera dan meminta maaf. Lay menyayangi gadis itu seperti adiknya sendiri. Entah kapan perasaannya bermula yang pasti Lay ingin sekali menjadi seorang kakak bagi Kim Hyera.

Tapi tidak seperti ini. Lay tidak ingin menjadi kakak Hyera hanya karena masalah ini.

“Kau anak bodoh! Lihat bagaimana kekayaan yang dimiliki calon ayahmu? Kau akan jadi anak orang kaya! Dan kita tidak akan kesusahan!” Qian Xing menatap nanar pada anaknya. Dia sudah melangkah sejauh ini dan sekarang semuanya rusak begitu saja.

Ini tidak boleh terjadi.

Baekhyun tidak cukup bodoh untuk mendengar semua perkataan Ibu Lay dari jarak yang tidak terlalu jauh. Dia sudah menduga bahwa Ibu Lay hanya memanfaatkan ayah Hyera. Haruskah dia memecat Ibu Lay? Dia bisa saja melakukannya karena dia punya hak akan hal itu. Tapi Lay akan kesulitan untuk bersekolah jika dia memecat ibunya.

Tatapan matanya bertemu dengan ayah Hyera. Baekhyun mengangguk dan membungkuk kecil. Baru saja dia berjalan keluar untuk menelfon Donghae, ayah Hyera sudah menepuk bahunya.

Pria itu bertanya dengan raut wajah bersalah.“Baekhyun-ssi? Apa Hyera selalu bersamamu akhir-akhir ini?”

Baekhyun tersenyum.”Ya. Kami selalu bersama Tuan Kim. Tapi yang dia inginkan adalah bersama anda sebagai ayahnya.”

Kim Min Jo mengalihkan tatapannya pada istri dan anaknya yang sekarang saling mengucapkan kata maaf satu sama lain. Hatinya mulai retak. Dia ayah yang tak berguna, menurutnya. Dia masih ingat sekali ketika Hyera mengajaknya makan bersama dan dengan tegas dia menolak permintaan anaknya itu hanya karena dia akan pergi minum bersama rekan kerjanya.

Oh! Dia ayah macam apa!

“Aku melakukan kesalahan besar.” Pria itu memijat keningnya dan menghembuskan napas lemah.

Baekhyun mendekati ayah Hyera dan berkata sopan.”Tidak Tuan Kim, anda belum terlambat untuk menebus kesalahan anda pada Hyera. Hanya perlu berada di dekatnya dan memperhatikannya.” Tidak ada nada menggurui dalam ucapan Baekhyun, lelaki itu hanya mencoba membeberkan fakta.”Hyera selalu menangis setiap melihat anda dan istri anda bertengkar. Dia hanya ingin kalian kembali seperti orang tua yang selalu memperhatikannya.”

Dahi ayah Hyera berkerut.”Kau mengetahuinya?”

“Aku selalu bersamanya akhir-akhir ini Tuan Kim. Aku tidak bermaksud ikut campur.” Ujar Baekhyun cepat-cepat melihat reaksi ayah Hyera.”Aku hanya merasa bersalah padanya karena aku yang mengusulkan pada ayahku kalau anda seharusnya naik jabatan bersama istri anda.”

Nada terkejut terdengar dari suara ayah Hyera.”Kau yang mengusulkan?” Minjo tersenyum lalu menepuk bahu Baekhyun sekali lagi.”Aku tidak pernah tau. Kau sungguh anak baik dan bertanggung jawab. Ini salahku seharusnya aku tidak mementingkan pekerjaanku dibanding anakku sendiri.”

“Belum terlambat untuk memperbaiki semuanya Tuan Kim.” Baekhyun mengulang perkataannya dan dia melihat Lay dan ibunya sibuk berdebat. Samar-samar Baekhyun mendengar bahwa Lay mengancam ibunya untuk berhenti bekerja di perusahaannya.

Kim Min Jo tersenyum.”Kau benar, Son.” Ada jeda beberapa detik lalu pria itu langsung menatap Baekhyun menyelidik.”Baekhyun-ssi, apa kau mencintai anakku?”

Baekhyun membelakkan matanya karena terkejut ayah Hyera sekaligus Direktur Utama Light Corp ini sedang menanyakan pertanyaan yang terkesan to the point itu. Baekhyun melihat Hyera yang duduk bersama ibunya di sofa sekarang. Baguslah, sepertinya ibu Hyera mulai memperbaiki kesalahannya.

Tapi apa yang harus dikatakan pada ayah Hyera sekarang?

Kejujuran adalah hal yang terbaik. Dan Baekhyun menghela napas sebelum mengakuinya.

“Ya. Aku sangat mencintainya Tuan Kim.”

Ayah Hyera mengangguk dan dia cukup percaya akan Baekhyun. Sebagai direktur utama Light Corp dia tentu saja tahu bagaimana sifat lelaki itu. Pintar, bertanggung jawab dan bisa di andalkan. Bukan hal aneh lagi jika Baekhyun terkadang menggantikan ayahnya untuk rapat direksi.

Lagipula para orang tua gadis diluar sana pasti berlomba-lomba untuk mendapatkan menantu seperti Baekhyun dan ayah Hyera merasa bangga ketika Baekhyun memilih Hyera.

Hanya seorang Kim Hyera yang akan Baekhyun pilih. Tidak ada yang lain dan tidak ada yang bisa menggantikannya. Mungkin ini hanya cinta seorang remaja yang bisa hancur kapan saja, tapi Baekhyun tahu bahwa lebih dari segalanya dia sudah jatuh cinta dan mencintai Hyera.

Hyera adalah jiwanya. Belahan jiwanya. Cinta matinya. Bahkan Baekhyun merasa bahagia bahwa gadis itu ada dalam pandangannya, berdiri disampingnya dan berpegangan padanya.

“Jaga dia untukku nanti. Kuharap kau tidak menyakiti anakku.” Kim Min Jo menasehati Baekhyun dengan nada berwibawa kemudian meninggalkan Baekhyun untuk menghampiri istri dan anaknya di sofa. Pria itu ingin meminta maaf dan memeluk istri dan anaknya lalu berjanji akan berubah menjadi suami dan ayah yang lebih baik.

Dan Hyera yang mendapati ayahnya mendekat lalu tersenyum padanya, berdiri dan langsung memeluk ayahnya begitu saja.”Ayah..kumohon kembalilah bersama Ibu.”

Kim Minjo mencium puncak kepala Hyera dan berkata.”Ayah sayang padamu. Maafkan atas sikap ayah selama ini.”

Hyera yang mendengarnya langsung menangis. Rasa lega dan bahagia mendominasi dirinya sekarang. Ayah dan Ibunya kembali. Kembali padanya dan inilah yang dia harapkan selama 4 tahun terakhir. Dia akan berhenti mendengar pertengkaran kedua orang tuanya dan itu lebih dari cukup.

Pandangan Baekhyun dan Hyera bertemu dan gadis itu tersenyum penuh arti seolah melemparkan kata terimakasih yang begitu besar.

Terimakasih Baekhyun..kau benar-benar membantuku.

Ah, dia tidak bisa menatap senyum Hyera terlalu lama. Itu berakibat fatal untuk detak jantungnya dan ehm…level libidionya. Untuk mengusir rasa berdesir dalam hatinya, Baekhyun kembali ke rencana awalnya untuk menelpon Donghae. Baekhyun menghampiri Lay dan ibunya.

Sekarang adalah membereskan masalah ibu Lay. Satu masalah bisa terselesaikan dan masalah ini juga harus selesai.

Begitu Baekhyun menghampiri keduanya. Qian Xing langsung melemparkan makian.“Kau terlalu ikut campur! Kau sudah merusak segala rencanaku!”

“Lay, apa yang ingin kau lakukan?”

Baekhyun mengacuhkan makian itu dan bertanya pada Lay.

“Aku ingin meminta maaf pada keluarga Hyera, tentu saja. Tapi Baekhyun bisakah ibuku tetap bekerja di perusahaanmu?” Lay sedikit malu untuk memintanya. Harga dirinya seolah diinjak-injak oleh ibunya sendiri.

Baekhyun mengangguk lalu berkata pada ibu Lay dengan nada sedikit meninggi—menandakan dia sangat-sangat serius. Baekhyun berbicara menggunakan status atasan pada bawahan. Bagaimanapun juga ibu Lay adalah orang yang bekerja padanya.”Qian Xing ahjumma. Aku minta maaf karena aku sudah lancang terhadapmu. Aku akan menelpon Donghae hyung dan mulai detik ini ahjumma dipindahkan tugas menjadi kepala cabang di daerah Busan.”

Qian Xing melotot mendengarnya.”APA? BUSAN?”

Lay buru-buru menyelanya.”Ibu, kurasa Baekhyun ada benarnya. Kita butuh pekerjaan ini.”

Qian Xing baru saja akan menjawab ketika ayah Hyera menghampirinya.”Qian, maafkan aku. Kurasa aku lebih memilih keluargaku. Aku tak bisa membiarkan mereka pergi.”

“KAU MENCAMPAKKANKU HANYA KARENA UCAPAN SEORANG ANAK REMAJA?”

Lay meringis.”Ibu kumohon berhenti.”

“Aku tahu itu salahku dan aku minta maaf. Cinta kita terlarang, bagaimanapun juga keputusanku sudah bulat dan aku ingin membangun keluargaku kembali.”

Kim Min Jo menutup argumentasinya dengan pernyataan yang tegas.”Aku cinta istriku dan anakku. Dan aku ingin membahagiakan mereka berdua. Tidak ada pernikahan diantara kita dan untuk Lay..” ayah Hyera menatap Lay dan Lay langsung was-was. Apakah ayah Hyera akan menyuruhnya menjauhi Hyera?

Tolong, jangan lakukan itu. Lay amat sangat menyayangi Hyera sebagai adiknya, dia sendiri tidak tahu kenapa tapi Lay begitu menyayanginya.

“Aku akan membiayai kehidupanmu sampai kuliah dan bekerja sebagai penebus kesalahanku dan maukah kau menjadi seorang kakak bagi Kim Hyera, anakku?”

***

BYUN BAEKHYUN sedang berdiri di depan rak buku perpustakaan sekolah sambil mendengarkan lagu. Kedua tangannya tenggelam dalam saku celananya dan dia memejamkan matanya untuk mengikuti alunan lagu. Baekhyun suka mendengarkan musik. Kesukaannya adalah Bruno Mars dan Maroon 5.

Lelaki itu sedang melihat-lihat deretan buku ensiklopedia untuk bahan bacaannya minggu ini. Tangannya terulur mengambil sebuah buku ensiklopedia sejarah Korea Selatan yang tebalnya mengalahkan buku Harry Potter. Tapi Baekhyun tertarik untuk membacanya.

Baginya, membaca adalah hobbynya yang lain.

Baekhyun membuka lembaran buku itu dengan serius sambil membaca isinya. Walapun dia sedang mendengarkan musik tapi itu sama sekali tidak menganggunya. Baekhyun bisa fokus dengan bacaannya.

Dan Baekhyun hampir saja menjatuhkan buku itu ketika melihat Hyera sedang di bagian rak buku Kimia dan berjinjit untuk mengambil buku yang ditaruh cukup tinggi.

Perpustakaan itu sepi, hanya ada penjaga perpustakaan. Itupun berada di dekat pintu.

Dengan langkah pasti Baekhyun mendekatinya setelah menaruh bukunya kembali ke rak. Ada hal yang perlu dia bicarakan dengan Hyera menyangkut masalah tadi malam. Baekhyun tidak bisa berlama-lama malam tadi karena dia harus mengurus perpindahan tugas Ibu Lay. Biarpun Ibu Lay masih tidak terima akan keputusan sepihak itu tapi Lay berusaha membujuknya sekarang oleh sebab itu Lay absen masuk sekolah hari ini.

Masalah memang belum selesai seutuhnya tapi setidaknya orangtua Hyera sudah kembali rujuk.

Namun pikiran Baekhyun justru tertuju pada pakaian yang digunakan gadis itu. Mulai dari seragam sekolahnya—yang berwarna abu di hari kamis ini—rok pendek dan kaus kaki sepanjang lutut yang menutupi kaki jenjangnya. Rambut gadis itu dibiarkan tergerai jatuh sampai pinggang.

Satu pemikiran bagi Baekhyun.

Kim Hyera sangat cantik hari ini.

“Hey.” Baekhyun menyapanya dan mengambil buku yang dibutuhkan Hyera dari belakang.

Hyera berbalik dan mendapati Baekhyun berdiri di hadapannya sambil tersenyum. Lelaki itu terlihat berbeda kali ini. Mungkin karena Baekhyun tidak memakai kacamatanya sekarang dan ada headset putih yang menggantung di telinganya.

“Hey, Baekhyun.” Hyera ikut tersenyum. Betapa dia ingin memeluk lelaki itu karena sudah membantu keluarganya kembali. Hyera berusaha menahan lengannya yang ingin mengusap punggung Baekhyun.

“Aku minta maaf semalam karena tak bisa menemanimu terlalu lama Hyera.” Baekhyun merapihkan rambut Hyera yang sedikit berantakan dibagian samping sekaligus mengusapnya pelan.

Hyera mendongak menatap Baekhyun dan dia maju satu langkah untuk menutup jarak antara dirinya dan Baekhyun. Melihat tatapan teduh Baekhyun membuat Hyera berani untuk mengucapkan kata terimakasihnya. Perlahan Hyera mengangkat tangannya dan melingkari leher Baekhyun.

Kim Hyera memeluknya dengan amat erat. Gadis itu berjinjit untuk bisa mengistirahatkan dagunya pada bahu Baekhyun. Hyera mengusap punggung Baekhyun dengan lembut seolah-olah mencoba untuk mengucapkan rasa terimakasihnya lewat pelukan ini.

Lelaki itu terkejut, tidak bisa berkata-kata dan terdiam.

“Terimakasih Baekhyun.You’re my hero. Thanks for caring me so much.”

Semua kata-kata itu membuat Baekhyun melingkarkan lengannya pada pinggang Hyera dan menenggelamkan kepalanya pada bahu gadis itu. Biarpun tangannya masih mengenggam buku namun itu sama sekali tidak menghentikannya untuk membalas pelukan Hyera.

Baekhyun tersenyum dalam diam.”Aku akan melakukan apapun untukmu. Even if I will get hurt.”

Ada jeda beberapa saat ketika Hyera menyadari bahwa detak jantung Baekhyun berdetak lebih cepat. Atau mungkin itu jantungnya sendiri? Hyera tidak memperdulikannya lagi. Yang dia inginkan saat ini adalah berterimakasih pada Baekhyun.

Baekhyun melepas pelukannya dan menatap Hyera lekat. Tangan kiri Baekhyun mengangkat dagu Hyera agar sejajar dengan jarak pandangannya. Demi Tuhan Kim Hyera kau benar-benar membuat Baekhyun bertekuk lutut!

Melihat Hyera yang menatapnya intense membuat Baekhyun memanfaatkan kesempatan ini untuk memberitahu Hyera tentang perasaannya. Baekhyun mengangkat buku yang dipegangnya untuk menutup wajah mereka berdua dari samping kanan agar tak ada yang bisa memergoki mereka seperti ini. Buku itu seperti benteng yang menutupi wajah mereka yang berdekatan dari samping.

“Kim Hyera…” Baekhyun memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya.

Hal itu membuat Hyera menahan napas. Jantungnya sudah berdetak tidak karuan dan parahnya gadis itu masih melingkarkan lengannya pada leher Baekhyun!

Hyera sudah gila. Tapi sungguh dia tak peduli jika alasan gilanya itu karena seorang Byun Baekhyun.

“Jam istirahat sudah hampir habis harap pengunjung perpustakaan kembali ke kelas masing-masing.”

AH!!!! KKAEB SONG!!!!!!!!!!! Baekhyun menyumpah kesal karena pengumuman di speaker itu menghancurkan moment yang sudah diciptakannya tadi. Crap! Sial! Damn!

Merasa terkejut karena pengumuman itu Hyera mendorong Baekhyun agar menjauh. Gadis itu tersenyum canggung namun meminta buku yang sudah diambilkan Baekhyun.”Kemarikan bukunya Baekhyun.”

Sebelum mengembalikannya pada Hyera, Baekhyun membaca judul buku itu.”Cara Cepat Menghafal Rumus Kimia.” Lelaki itu bertanya bingung.”Untuk apa kau membutuhkan buku ini?”

“2 hari lagi ada ujian Kimia di kelasku.”

“Kau kesulitan menghafal rumusnya?”

Hyera memutar bola matanya.”Aku tidak punya otak komputer sepertimu yang sekali lihat bisa menghafal semuanya.”

Baekhyun tertawa.

“Ayo kemarikan buku itu!”

Baekhyun menghentikan tawanya dan mengacak rambut gadis itu, membuatnya sangat berantakan.”Aku akan membawanya untukmu ke kelas.” Lelaki itu meraih pergelangan tangan Hyera dan membawanya keluar perpustakaan. Mereka disambut dengan tatapan tidak suka dari penjaga perpustakaan saat keluar tadi karena menyangka mereka hanya bermesraan disini.

Itu benar. Tapi tidak sepenuhnya seperti itu.

Hyera memilih untuk mengikat rambutnya karena jengkel Baekhyun selalu membuat rambutnya berantakan. Mereka berdua berjalan beriringan di koridor sambil mengobrol pelan. Sesekali dia membisikkan kata-kata lucu untuk membuat gadis itu tertawa.

Akhirnya Hyera bisa terlihat ceria sekarang. Tidak sendu dan dingin lagi.

Baekhyun berbisik agar murid lain tidak ada yang mendengarnya.“Aku bisa membantumu untuk ujian Kimia nanti. Aku akan mengajarimu dengan cepat.”

“Maksudmu?”

“Sepulang sekolah nanti kita akan belajar, di rumahmu. Lagipula aku ingin bertemu dengan Kim ahjussi. Ada beberapa yang harus kubicarakan dengan ayahmu.”

Hyera menatap Baekhyun.”Membicarakan masalah ibu Lay?”

Baekhyun mengangguk.”Tentu. Bagaimana keadaan orangtuamu semalam? Mereka sudah kembali dekat?”

Kali ini Hyera menggeleng. Ada nada sedih dalam suaranya.”Belum sepenuhnya. Semua butuh proses bukan? Semalam ibuku tidur bersamaku.”

“Jangan khawatir. Ada aku untukmu, Hyera. Kita akan membuat orangtuamu dekat kembali.” Baekhyun tersenyum menenangkannya dan gadis itu balas tersenyum. Tatapan Baekhyun jatuh pada rambut gadis itu yang diikat dan Baekhyun menatapnya tidak suka.”Lepaskan. Aku tidak suka melihatnya.” Perintah Baekhyun dengan nada tegas.

Hyera mengernyit.”Apa maksud—Hey!!!!” Gadis itu tersentak begitu Baekhyun menarik ikatan rambutnya dan membuat rambutnya jatuh tergerai.

Tepat pada saat itu dua orang murid menyapa Hyera dari depan dan menghadang jalan Baekhyun dan Hyera.”Annyeonghaseyo Sunbae. Kita bertemu lagi.”

Kim Taehyung membungkuk bersama Jung Daehyun di depan Hyera dan Baekhyun. Kedua adik kelasnya itu berniat membeli sekaleng soda ke cafeteria namun begitu keluar kelas mereka melihat Hyera sunbae. Taehyung yang merupakan orang yang tidak tahu malu dan sok akrab langsung menyapa Hyera dengan nada ramah seolah mereka teman dekat.

Sedangkan Daehyun berusaha untuk menunjukkan ekspresi sakit hati. Ya, dia sangat tidak terima Hyera dan Baekhyun berjalan bersama didepannya. Pemandangan itu membuatnya ingin sekali memukul Baekhyun sepuas yang dia bisa.

Daehyun cemburu.

“Oh, Taehyung dan Daehyun.” Hyera mengangguk.

WHAT THE…?

Hyera mengenal mereka berdua? Baekhyun mencoba untuk menahan emosinya yang mulai menggila. Dia tahu siapa Taehyung dan Daehyun. Keduanya adalah adik kelasnya yang cukup popular di kalangan gadis sepertinya. Dan sekarang Hyera mengenalnya?

“Kalian saling kenal?” Nada sinis itu jelas terdengar dan Daehyun menatap Baekhyun dengan tatapan meremehkan.

Baekhyun yang melihat tatapan itu dari Daehyun mencoba untuk tidak menarik kerah baju adik kelasnya saat itu juga. Berbeda dengan Taehyung dan Hyera yang sedang mengobrol—ah tidak sepenuhnya mengobrol melainkan Hyera hanya mendengar Taehyung berbicara panjang lebar—Baekhyun dan Daehyun justru saling bertatapan tajam.

Sunbae, bagaimana rasanya dipeluk Daehyun saat itu? Apa kepalamu sakit?”

Kalimat yang dilontarkan Taehyung membuat Baekhyun menoleh padanya. Taehyung benar-benar tidak tahu situasi.

Dipeluk?

Baekhyun mulai kehilangan kesabarannya.”Apa maksudnya tadi Kim Taehyung?”

Hyera mulai was-was melihat kilatan emosi dalam mata Baekhyun. Dia cukup berpengalaman dengan emosi Baekhyun. Pria itu pernah menyerangnya ketika marah dan membanting Ipad kesayangannya. Entah Baekhyun marah karena hal apa tapi Hyera merasa ini menyangkut dirinya.

Apakah Baekhyun tak suka jika Hyera dipeluk lelaki lain?

Itu pertanyaan bodoh. Jawabannya adalah TENTU SAJA SANGAT SANGAT TIDAK SUKA SEKALI.

Daehyun menyahut sinis disamping Taehyung.”Oh kenapa Baekhyun sunbae?” nada Daehyun terdengar tidak sopan dan menantang, membuat emosi Baekhyun semakin berada di level berbahaya.

“Katakan apa maksudmu dengan memeluknya Daehyun. Jangan bertele-tele.”

“Kenapa aku harus memberitahumu? Kurasa tidak ada gunanya untuk memberitahumu.”

Taehyung dan Hyera yang merasa situasi mulai memburuk mencoba untuk menarik Daehyun dan Baekhyun. Hyera menarik lengan kiri Baekhyun.”Baekhyun, hentikan!”. Baekhyun mungkin saja bisa menghentikan emosinya namun kalimat yang dilontarkan Daehyun selanjutnya membuat Baekhyun kehilangan kontrol.

“Kau tahu Baekhyun? Harusnya aku yang berdiri di posisimu.” Daehyun sudah kehilangan kesabarannya. Dia akan berkata yang sebenarnya pada Baekhyun mengenai perasaannya pada Hyera. Posisi Baekhyun saat ini seharusnya menjadi miliknya dan Daehyun bertekad untuk merebutnya kembali.

Growl. I am growl at you.

Dua orang lelaki brengsek dan tidak tahu diri yang menyukai Kim Hyera sekarang bertatap muka satu sama lain.

“Kau tidak pantas sama sekali untuknya Byun Baekhyun. Pria menyedihkan.”

Baekhyun langsung menepis tangan Hyera dan meraih kerah kemeja Daehyun kuat-kuat seolah dia ingin mencekiknya. Hyera yang masih shock akan pengakuan Daehyun hanya menutup mulutnya dan memandang mereka berdua dengan tatapan takut.

Taehyung sendiri sudah menarik-narik Daehyun agar menghentikan aksinya ini. Perkelahian bisa saja terjadi dalam beberapa detik dan siapapun tidak ingin berurusan dengan Guru Kedisiplinan sekolah Kyunghee High School karena terkenal akan hukumannya.

Namun Baekhyun dan Daehyun sama sekali tidak peduli.

Keduanya bertatapan nyalang dan Baekhyun masih mencengkeram kerah kemeja laki-laki itu. Rasa tidak terima sekaligus benci menguasai dirinya sekarang. Dia tidak bisa menerima bahwa Daehyun mencintai gadisnya. Tidak.

Baekhyun memperkuat cengkeramannya dan dia berkata dengan nada dingin.”If you want to win her heart, you have to defeat me first.”

Ya, jika Daehyun berniat untuk memenangkan hati Hyera maka Daehyun harus menyingkirkan Baekhyun terlebih dahulu—yang mungkin akan sangat sulit karena Baekhyun tidak akan melepaskan Hyera untuk laki-laki manapun.

Baekhyun menghempaskan Daehyun dengan kasar. Dia bukan anak berandalan yang suka mencari keributan di sekolah hanya saja kali ini Daehyun benar-benar membuatnya kesal setengah mati.

Daehyun tersenyum sinis dan membalas perkataan Baekhyun dengan nada yang sama dinginnya.”It’s just beginning of the game. And like you said, I wil defeat you first.”

Seperti apa kata Daehyun bahwa ini adalah permulaan dari permainan yang sebenarnya dan lelaki itu akan menyingkirkan Baekhyun terlebih dahulu.

Permainan baru saja dimulai.

TBC

Maaf buat lama update^^ Semoga part yg lumayan panjang ini bisa nyenengin hati kalianXD

Aku mau try out dulu yaaaa:D Kita ketemu lagi nanti di part XII! Doain aku biar try outnya sukses^^ Makasih jangan lupa komentar sama likenya:))

Bocoran part XII :

“Berhenti melakukan itu di hadapanku!”

“Kau ini benar-benar!”

“Kita sama-sama brengsek. Jadi apa masalahmu aku melakukan itu padanya?”

810 responses to “[Freelance] The Dark Rose (Part XI)

  1. cieeeeh yg baikan orang tuanya
    baekhyun cepet dong ungkapin perasaannya sebelum direbut sama daehyun
    OMO !mungkin yg bilang kris bakalam terjadi

  2. Huhhh baru baca lagiii gara gara uts nihhh hehehe maaf ya thorrr
    Akhirnyaaaa ortu hyera baikannn
    Lay kasian bgt sihhgg ibunya bikin maluuu
    Daehyunnn-_- elahhhh nyolot parahhh

  3. Bingung mau komentar apa, yang jelas selamat untuk keluarga hyera yang udah lengkap walaupun butuh proses bagi ayah dan ibunya..
    Omg, daehyun lo bakalan ttep kalah walaupun udah mulai merasa menang nanti -,-
    Hidup baekra! Daehyun mati aja sono, jangan ganggu hidup si baekhyun sama si hyera!-,-

  4. yeeey~~, selamat keluarga hyera kembali lagi walaupun belum sepenuhnya
    taehyung bisa”nya ngomong gitu didepan baekhyun yang gak bisa nahan emosi/tiati lo v/xD
    konflik yang lain akan dimulaai, yak yak..
    kalo gak ada cinta segitiga gak bakal seru kayaknya xD
    thorr jjang keep writing! 😉

  5. Knpa g disingkirkan lebihhhhhhhhhhhhhhhhh jauhhhhhhh lagi si emaknya lay ,,, klo perlu ke samudera antartik sekaliannnnnnn ,,,
    Syukur deh tuan kim lebih memilih keluarganya ,,, lega deh

    YAAAAAAAAAAAAAAAAAA DAEHYUNNNNNNNN BERHENTIIIIIIIIIIIIIIIIIIII ,,,, JANGAN DEKATI KIM HYERA & JANGAN PERNAH MENYAKITI BIAS KUUUUU

    PERGI KAUUUUUU KE UJUNG DUNIA ,,,,,,DASARRRRRRRRRRRRRRR TAK TAU DIRIIIIIII …..

  6. Aku loncat chapter lagi😞, aku nunggu PW nya lho thor. Aku penasaran sama kencan BaekHye.
    Selamat untuk orang tua Hyera yang baikan, walaupun butuh proses.
    Pengumuman sialan!! Yg menghentikan pengungkapan Baekhyun.
    Daehyun what wrong with You??

  7. Aduhhh hyera care banget sama baekhyunn><
    Author tolong balas smsku dong? Penasaran sama side storynyaa😣😣
    Yeyyy ortunya hyera baikan lagii.. Tpi muncul masalah baruu T.T ohh daehyun ku mohon jgn rusakin hubungan merekaT.T
    Lanjut authorr^^

  8. Njirrr konflik nya makin greget, ngakak masa pas scene daehyun, baekhyun, sama taehyung, mereka kan mirip2 gtu jadi ucul aja ngeliatnya xD
    Ijin baca next chap ^^

  9. Thor bales sms dari gueeee uaghhhhh😪😭😭😭 u break ma heart …. Aku gabisa baca chap 6 sama side storyy ughh sedih begeteeee. …. Aku pake 2 akun waks… Bales ya thorrr pelisssssssssssss…………. Daehyun nya nantang . gatau apa si Baekhyun kaya anjing kelaparan kalo di tau hyera Deket sama orang lain…….. Ughh pokonya recent bat ni ff🔫🔫

  10. Astaga bnar kata krisge. Daehyun bkal melakukan sesuatu. Aa come on. Jgn cari msalah sma hbgn baekra. Udah jelas baek gk bsa mengendalikan emosi.a dan skrg daehyun seperti membuat macan marah!
    Congrats buad keluarga hyera yg udah baikan. Benar, semua.a btuh proses. Ortu hyera bkal kyak dlu lg seiring wktu brjalan.

  11. I didn’t read the previous chap. ’cause that password. Is that work if i send a message now? 😦 ’cause this story is from 2 years ago.

  12. jadi hyera baekhyun udah jadian atau belum? aku bingung. thor bls aku yah, please minta pw baekra side story.. baekhyun sweet..

  13. Emaknya Lay kenapa jahat banget?? Hanya karena harta dia menggoda suami orang? -,-
    Heol, dia juga gk perhatian sama Lay!
    Btw, si Baek gantle banget waktu bilang ke ayah Hyera kalau Hyera suka nangis karena pertengakaran orangtuanya.. 😀
    Btw, si Dahyun bener bener jd ancaman buat hubungan BaekRa..
    Dan kasihan sama Baek, ketikka dia mau nyium Hyera pasti ada gangguan :v

    Oh iya, mian thor aku loncat chapter LAGI :’v soalnya aku gk tau passnya… :” aku jg mau sms/ mention kamu lg. Aku harap kamu gk keganggu dengan kehadiranku :”

  14. Kok bsa tepat sasaran ya omongan Kris,,,apa dy udah tau sblmnya klo Daehyun mnyukai Hyera???
    Skrg Daehyun udah mulai maju utk meraih Hyera,,,

  15. Akhirnya… kluarga hyera sadar… ah senangnya…. sabar ya Lay.. chukkaeyeo bwt kamu yg disuruh jgain hyera sbg kakaknya.. 😉 Oooppsss… org ketiga mulai beraksi…. ! Semmakiinn serruu!

  16. Demi harta rela jadi jalang, sabar yeth lay.. Ahhh Daehyun lu jan ganggu napa, baekyun hyera lg adem” nya jan ganggu dulu

  17. Akhirnya keluarga hyera rujuk lagi. …
    Ihh sebel banget liat mamanya lay wanita penggoda eww harusnya dia gausah jd mamanya lay sebel banget eww…
    Uhh sekarang hyera sama baekhyun ga jauh jauhan lagi..
    Daehyun? Apa yang kamu lakukan nak? Relakan sudah hyera buat baekhyun gausah jd orang ketiga lagi huhuh

  18. Syukur dah masalah nya udah kelar.. Demi harta sampe segitunya harga dirinya dikemanain nyonya? Lama” greget sendiri sama ibunya lay.. Elah ati” daehyun jan macem” sama baekhyun belum tau sih gimana marahnya baekhyun, jan jadi pho lah daehyun kena batunya baru tau rasa ntar

  19. Ah, Daehyun… Ingin rasanya ku bantai kau bang sekarang ㅋㅋㅋ Daehyun-Baekhyun jadi berantem kan ._.
    Hayoloh Hyera, pilih Baekhyun atau Daehyun?? Pilih Baekhyun aja, hehe

  20. penasaran sama part side story nya krna d password. tp seneng keluarge hyera mlai rujuk kmbli akhirnya baek kau mnepati jnjimu. dan daehyun jgn mcam2 deh ksian baek marah2 trus hahahaha

  21. si daehyun pengin kena timpuk sendal yah, bikin emosi deh,, hyera cuma buat baekie tauuu. thor ini ff kan udah lama trus aku bacanya barusan, kalo minta pw masih bisa nggak sih, bingung kalo gak baca part sebelumnya TT

  22. Wihh akhirnya keluarga hyeri rukun kembali 😊
    Tapi itu apaan sih si daehyun songong bgt, udah sih ya hyera nya juga udah suka kali sama baekhyun-_-

  23. Daehyun kalo mau macem2 langkahin gue dulu(?) Ga rela banget ada yang ganggu hubungan baekhyun hyeraa >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s