[Freelance] Love In Danger ( Chapter 6 )

love in danger 4

Title: Love In Danger ( Chapter 6 )

Author : Randika Jung (@RandikaOh)

Main Cast:

Kim Jong In (EXO K)

Shin Ah Jung (OC)

Luhan (EXO M)

Other cast :

All Member EXO

Krystal Jung ( F(x) )

Choi Minho ( SHINee)

Length : Chapter

Genere : Romance, sad, angst, School life, family, kekerasan,

Rating : 17+ |Warning!

Disclaimber: ini ff asli pikiran saya don’t be siders dont’be plagiator guys leave your comment oke J.

Sebelum baca chap 6 kalian bisa baca: Teasre | Chapter 1| Chapter 2| Chapter 3| Chapter 4| Chapter 5

Happy Reading !!

 

Perviuos:

“Apa ini Kim Jong In? Hah! Kau mau membuat malu ayah?!”

 

Pemuda ini tidak melawan sama seklai kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Dengan segala harga dirinya ia memohon pada ayahnya. Ini pertama kali dalam hidupnya ia memohon seperti ini, ia berlutut di depan ayahnya dengan segala rasa bencinya yang ia buang jauh-jauh. Yang pemuda ini tau hanya satu, hanya ayahnya yang mampu membebaskan Jong In dan perempuan yang ia cintai dari jeratan seperti ini.

 

“Ku Mohon ayah selamatkan saja perempuan itu, aku tak apa jika aku harus dipenjara. Ataupun mati asalkan selamatkan perempuan itu. bebaskan dia dari ayahnya dan lunasi hutang ayahnya kumohon. Maafkan aku”

 

Hatinya begitu tersentun melihat putranya seperti ini. Ini pertama kalinya melihat Jong In seperti ini. Apa sebesar itu rasa cinta anaknya untuk perempuan itu sampai putranya melupakan segala rasa kebencian yang sudah sejak dulu Jong In rasakan padanya. Perempuan itu membawa pengaruh yang baik untuk Jong In dan terbukti, putranya mau menghilangkan rasa ego dan benci pada dirinya.

 

“Bangunlah, ayah akan melakukannya dengan syarat”

___oOo___

Flashback

“Maaf Lu aku tidak mencintaimu, aku mencintai Jong In”

 

“Kenapa Jong In? Kenapa dia?”

 

Luhan bertanya dengan memelas. Kenapa harus Jong In yang gadis ini cintai? Tak bisakah orang lain atau dirinya? Kim Jong In sahabatnya.

___oOo__

“Min Jung!”

 

Luhan memekik kerasa melihat hal apa yang ada di hadapannya, Ahn Min Jung tertabrak sebuah mobil dan terpental begitu jauh. Ia tau siapa orang yang sengaja menabrak Min Jung.

 

Flasback end

__oOo__

“Kau itu hanya beanlu untuk Jong In? Kau merusak hidupnya! Karena kau Jong in merelakan kegemarannya pada menari untuk mengurs bisnis keluarganya! Karena kau juga Jong in mengesampingkan ibunya!”

 

Kata-kata itu begitu membuat perempuan ini tertohok. Benarkah hadirnya hanya membuat Jong in kesusahan dan merelakan hal besar dalam hidupnya? Kenapa?

___oOo___

Semuanya berjalan seperti apa yang Jong In dan Ah Jung inginkan, sejauh ini hubungan mereka baik-baik saja sejak kejadian beberapa hari yang lalu. Ayah Jong In menerima Ah Jung dengan baik, beliau tak mengungkit latar belakang keluarga Ah Jung yang berbanding terbalik dengan keluarganya. Justru beliau sangat menerima kehadiran Ah Jung, karena menurut beliau dengan hadirnya Ah Jung disekitar keluarganya seperti merubah putranya yang begitu sulit untuk diatur menjadi seorang putra yang begitu manis dan sangan penurut, beliau sama sekali tak pernanh lagi mendengar berita miring yang selalu putranya buat, seperti perkelahian dan membuat masalah dengan orang-orang atau pergi ke club malam.

Suasana pagi ini di ruang makan keluarga Jong In begitu tenang, tidak seperti hari biasanya yang begitu tegang dan hampir tak ada sebuah kata yang keluar dari Tuan Kim maupun Jong In. Untuk pertama kalinya Jong In membuka suara memanggil ayahnya dengan sopan. Tuan Kim mendongakkan kepalanya, ia menatap putranya dengan penuh tanya tak biasanya Jong In akan memanggilnya dengan begitu sopan.

“Ayah aku ingin menikah, dengan Ah Jung”

Ah jung yang baru saja menyuapkan nasi dimulutnya langsung tersedak begitu saja mendengar perkataan Jong In. Hey mereka masih muda untuk apa menikah dengan umur mereka yang masih terbilang dini, ya tuhan Jong In apa kau waras? Sayangnya Jong In kali ini sudah tidak memperdulikan pikiran warasnya kemabali, ia lebih memilih mengikuti apa kata hatinya saat ini, ia hanya tak ingin jika perempuan itu kembali di ambil oleh orang-orang brengsek yang hanya bisa melukai perempuan itu. Jong In tak perduli dengan tanggapan apa yang akan ayahnya berikan, ia hanya ingin satu kali ini, ayahnya merestui hubungannya dan Ah Jung dan juga menyetujui pernikahan yang ia inginkan.

“Baiklah, kau bisa menikah dengan Ah Jung, ayah menyetujuinya. Kapan kau akan menikah dengannya?”

“Minggu depan ayah, aku ingin minggu depan kami menikah. Hanya sebuah upacara pernikahan yang sederhana saja namun cukup untuk mengikat ku dan juga Ah Jung”

Ya tuhan Jong In, tak bisakah Jong In berpikir dua kali, lihatlah perempuan disebelahnya yang tengah melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang Jong In bicarakan. Dengan segera Ah Jung menyikut perut Jong In, dan secara refleks Jong In mengaduh kesakitan. Tak bisakah Jong In sedikit saja mengatur ucapannya itu agar tak berbicara yang tidak-tidak. Tidakkah Jong In berfikir masa depannya nanti jika di usianya yang masih dini harus menikah, bahkan mereka belum cukup umur untuk membina sebuah rumah tangga masih banyak yang tak mereka ketahui tentang berumah tangga yang baik, dan bagaimana jika semuanya hanya akan berakhir dengan perceraian seperti yang keluarga Jong In alami saat ini?

“Ah Jung, apa ada yang salah dengan apa yang Jong In minta ? apa kau tidak mau menikah dengan putraku?”

Ada apa dengan pasangan anak dan ayah ini ya tuhan kenapa seolah pertanyaan itu sama sekali tak berbobot. Bagiamana tak ada yang salah tentu saja ini salah, tak bisakah Tuan Kim berfikir dengan baik? Putranya sedang berusaha melamar seorang perempuan yang bahkan belum genap sebulan dikenalnya. Dengan sedikit gugup Ah Jung menjawab apa yang Tuan Kim tanyakan. Bukannya Ah Jung berniatan menolak Jong In, ia mencintai Jong In dan perempuan mana yang tak ingin menikah dengan orang yang di cintai? Masalahnya bukan itu sekarang, mereka masih muda dan Ah Jung masih memiliki setiap mimpi-mimpi yang ingin ia raih, ia belum siap jika harus terikat dalam sebuah ikatan yang sangat sakral, ikatan yang tak bisa untuk bermain-main dengan umur mereka yang masih remaja. Tuan Kim mengerti dengan penolakan yang Ah jung lakukan, kini tuan kim benar-benar mengerti kenapa Jong In begitu mencintai Ah jung. Ah Jung adalah gadis yang manis, penurut, pintar dan sopan, tuan Kim merasa bangga kali ini putranya mendapatkan seseorang yang mampu membawa seorang Kim Jong In kembali.

____oOo____

Jong In sedari tadi tak hentinya menggerutu, keanpa Ah Jung harus menolak apa yang Jong In usulkan? Merekakan bisa mencapai apa yang mereka mau bersama, untuk apa juga menakutkan sebuah perceraian yang belum tentu terjadi di kemudian hari dalam rumah tangga mereka, toh Jong In tulus mencintai Ah Jung, Jong In hanya ingin selamanya bersama Ah jung. Hanya itu.

“Bisakah kau berhenti mengoceh? Aku sedang menyalin catatan matematika ini menganggu ku Jong In”

Jong In sama sekali tak berhenti mengoceh bahkan setelah Ah Jung mmberikan Jong In sebuah peringatan, bahwa hal yang Jong In lakukan sangat menganggu perempuan itu. bahkan Jong In jauh lebih cerewet daripada Baekhyun yang suka menggosip seperti ibu-ibu arisan. Dengan sedikit meanah rasa amarahnya Ah Jung memundurkan kursi yang ia duduki, ia sudah tak tahan lagi harus mendengar Jong in berceloteh ini dan itu.

“Kau mau kemana?”

“Aku? Tentu saja pergi, You distrub me Kim Jong In!?”

Dengan segera Jong In meraih tangan kanan Ah Jung dengan lembut, ia menyesal karena telah berceloteh panjang lebar yang bahkan untuk Ah Jung tak penting sama sekali. Jong In mencoba meminta maaf pada perempuan itu, terlihat dari nadanya meminta maaf benar-benar tulus.

“Berjanjilah kau tak akan berceloteh sebanyak itu”

“Aku berjanji”

Ah Jung menarik kedua ujung bibirnya membentuk lekukan yang begitu manis. Seolah senyuman iu adalah sihir tersendiri bagi Jong in, Jong in menarik tubuh kecil Ah Jung pada pelukannya, hal yang paling Jong In suka adalah memluk Ah Jung, memeluk Ah Jung seperti memberikan sebuah kenyamann tersendiri ya walaupun jantungnya berpacu dengan cepat namun pelukan itu mampu membuat Jong In terlepas dari segala beban yang ada dalam hidupnya.

___oOo___

Gadis ini datang dengan muka marahnya, amarah yang begitu memuncak ia sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi, tak bisakah rencana itu berjalan secepatnya?

“Kau ini kenapa lagi Krys? Apa kau selalu memiliki masalah dengan hidupmu?”

Hey peranyaan macam apa itu? pertanyaan yang lebih mengarah pada sebuah olokan. Memang benar hampir seluruh hidup gadis ini memiliki masalah.

“Aku ingin rencana itu segera dilakukan Minho, aku sudah muak melihat perempuan jalang itu selalu berada di sekitar Jong In!”

Hey! Siapa yang sebenarnya jalang disini kenapa orang yang seharusnya dikatai jalang malah melemparkan kata-kata itu pada orang lain yang bahkan tak seharusnya ia usik. Minho menghelakan nafasnya pelan, ia sendiri sebenarnya jengah dengan apa yang Krystal mau, tapi bagaimana lagi ia hanya berusaha membantu sepupunya, ia hanya tak ingin Krystal mengulangi kesalahan yang sama kembali seperti satu tahun yang lalu.

“Berasabarlah Krys, jika kau sudah mendapatkan apa yang ku mau maka semuanya akan segera berjalan”

“Tentu, aku sudah mendapatkannya. Aku ingin rencana ini berjalan besok atau aku akan melakukan dengan cara ku sendiri!”

Krystal mengancam! Ya tuhan ulah apa lagi yang akan Krystal lakukan kali ini. Tak bisakan dia menjadi gadis yang diam saja dan tak kebanyakan tingkah, pasti ia kan terlihat jauh lebih cantik.

___oOo___

“Ibu?”

Lu Han memanggil ibunya pelan, ia masih memperhatikan sang ibu yang masih terbaring di pembaringan. Ia mampu melihat lingkar mata yang begitu pekat. Lu Han menghelakan nafasnya pelan, sampai kapan ia akan melihat ibunya seperti ini. Sejak sang adik mengatai ibunya jalang seperti membuat luka di hati Lu Han. Lu Han mendekati ibunya dan dengan lembut ia tersenyum pada sang ibu.

“Ibu? Sampai kapan ibu akan mengurung diri disini? Sudahlah bu, Sehun pasti sedang berada dalam mood yang berantakan saat itu. Ibu bilang hari ini kita akan pindah kerumah paman Kim, lalu kenapa ibu masih saja berbaring di sini? bangunlah bu, aku akan menyiapkan sarapan untuk ibu”

Ya tuhan Lu Han kenapa kau berubah menjadi anak yang begitu manis kali ini? Lihatlah caranya memperlakukan ibunya? Hey ibumu bukan anak kecil yang bisa kau kelabuhi dengan kata-kata seperti itu.

Lu Han memang tak pernah mengerti kenapa Sehun selalu membeci ibunya, yang jelas yang ia tau Sehun selalu mengatai bahwa ia dan ibunya sama saja, perusak seperti sebuah parasit yang menempel di pohon yang lain. Lagi-lagi Lu Han menghelakan nafasnya pelan ketika ucapannya tak direspon oleh sang ibu, ia maklum dengan perasaan ibunya, selama ini ibunya selalu saja mengatakan bahwa ibunya merindukan Sehun, ingin memluk Sehun, ingin bersama Sehun. Bahkan setiap Lu Han pulang dari sekolah sang ibu selalu bertanya bagamana dengan keadaan Sehun dan bagaimana perkembangan Sehun dalam bidang akademiknya.

Lu Han jengah? Tentu ia sangat jengah setiap kali sang ibu menanyakanSehun yang tak pernah perduli dengan mereka. Dan yang perlu diingat adalah siapapun itu teman Lu Han tidak ada yang berani melukai Sehun lebih, paling tidak hanya lebam yang akan hilang dalam satu sampai dua hari, Lu Han sudah memperingatkan seluruh teman-temannya karena ini perintah sang ibu. Ibunya tau bahwa Lu Han gemar berkelahi dengan Jong In yang notebennya adalah sahabat Sehun.

___oOo___

“Apa yang kau lakukan Jong In?”

“Hanya memelukmu, berdiamlah. Hanya sepuluh menit saja seperti ini”

Ini gila! Baru saja Ah Jung akan pergi dari kelas musik namun Jong In menahannya, menarik perempuan itu kedalam pelukannya. Ini sekolah bagaimana jika semua orang melihat keadaan mereka yang tengah berduaan di ruang musik yang sepi ini? Oh ya tuhan Jong In tolong jangan berulah kembali! Lihatlah perempuan yang kau peluk jantungnya hampir saja melompat keluar jika ia tak mengontrolnya.

“Jong In lepaskan ini disekolah! Kau bisa memelukku sesukamu saat kita berada dirumah”

Bukannya menanggapi apa yang Ah Jung katakan Jong In justru mengeratkan pelukannya pada perempuan yang tengah memberontak dalam dekapannya. Jong In mulai menelusupkan jari-jari tangannya pada helaian rambut Ah Jung, rambut yang begitu halus. Ia menenggelamkan mukanya pada lekukan leher Ah Jung, mencium dalam-dalam aroma tubuh Ah Jung. Aroma yang begitu Jong In sukai akhir-akhir ini, aroma buah cherry yang begitu khas seorang Shin Ah Jung.

Deru nafas Jong In begitu hangat di permukaan kulit perempuan ini, ia bahkan harus menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa yang begitu geli di sekitar lehernya. Ah Jung sedikit terperanjat ketika Jong In mencium lehernya dengan lembut namun ciuman di leher itu menjadi lebih sekarang, Jong In menggigit leher Ah Jung dan meninggalka bekas kemerahan pada lehernya, tidak hanya itu Jong In mencium telinga Ah Jung dan menjilatnya. Ya tuhan Jong In kau terlalu bernafsu pada perempuan ini!

“Jong In.. heehh..nthi..khan..”

Ulah apa lagi yang akan Jong In lakukan kali ini? Apakah membuat perempuan ini mendesah dan memberontak atau membuat perempuan ini terangsang? Hentikan ke pervet-anmu Kim Jong In! Tak sadarkah laki-laki ini apa yang telah ia lakukan membuat Ah Jung harus menahan suaranya saat ini karena ulah laki-laki ini. Lagi-lagi Jong In mencium telinga perempuan itu, ya tuhan itu area yang sensitive!

“Aku suka mendengar suara desahanmu sayang. Aku menginginkan mu lagi”

Lagi? Ini menggelikan, Jong In membisikan semua kata-kata itu dengan lembut dan tepat di telinga Ah Jung. Secara tak langsung ini membuat kerja jantung Ah Jung menjadi dua kali lipat, ia merasakan kegelian disetiap suku kata yang Jong In ucapkan tadi, namun di balik kata-kata itu membuat jantung perempuan ini begitu berdegup kencang saat Jong In menyebutnya dengan panggilan ‘sayang’. Dengan segera Ah Jung menyikut perut Jong In dan secara refleks Jong in melepaskan pelukannya pada Ah Jung. Perempuan ini kini tengah menatap tajam Jong In namun Jong In justru menyeringai seolah mengatakan bahwa ia memang benar-benar menginginkan perempuan ini lagi. Tak cukupkah malam itu ketika mereka menikmati malam yang begitu panjang? Dan sekarang Jong in mengingikan lagi? Tidak! Cukup malam itu saja, sudah cukup bagi perempuan in merasa malu saat Jong In melihat dengan jelas lekukan tubuhnya dan menguasinya di atas ranjang! Oh sial Jong In perempuan ini kembali mengingat kejadian malam itu, dan harus ia akui Jong In memang hebat mampu mengurungnya dalam sentuhan ajaib seorang Kim Jong In yang mampu memabukkan perempuan manapun.

Jong In yang menyadari perubahan muka Ah Jung , ia hanya tertawa geli melihat kekasihnya. Berhentilah menertawakan perempuan itu Jong In! Tak taukah kau bahwa ia benar-beanr sedang berada dalam tingkat kekesalan yang tinggi padamu saat ini?

“Kau menyebalkan!”

Hanya itu yang keluar dari mulut Ah Jung saat ini. Dengan segera Ah Jung pergi dari hadapan Jong In. Ia tak menghiraukan panggilan Jong In yang terus saja memanggil namanya, ia sudah terlajur kesal saat ini. Ini kejadian yang sangat memalukan bagaimana bisa mukanya menjadi seperti kepiting rebus dihadapan seorang Kim Jong In? Kenapa pikirannya harus terarah pada malam itu? ah ini memusingkan untuk Ah Jung, ia sangat membenci kenyataan ini. Kenyataan tentang ia menyukai setiap sentuhan yang Jong In berikan, yang membuatnya harus selalu mengingat kejadian itu, pada dasarnya sentuhan Jong In itu memang ajaib. Apalagi dengan aroma maskulinnya yang begitu memikat membuat perempuan ini seperti di alam bawah sadarnya.

“Hey! Maaf aku hanya bercanda”

“Terserah”

Apa  ini? Kenapa perempuan ini kembali dingin? Apa perempaun ini sebegitu marahnya pada Jong In?

“Kau benar-benar marah pada ku? hey katakanlah sesuatu. Apa yang harus kulakukan saat ini agar kau memaafkanku? Atau aku harus berteriak disini bahwa aku mencintaimu”

Sejujurnya Ah Jung ingin tertawa melihat Jong In yang berusaha meminta maaf padanya. Ia hanya ingin memberikan pelajaran pada laki-laki itu atas rasa kekesalannya tadi.

“Lompatlah dari atap gedung”

Dengan begitu heran Ah Jung menatap Jong In yang berjalan didepannya dengan begitu santainya. Ia mulai bertanya saat Jong In menolehkan kepalanya. Ah Jung menanyakan kemana Jong In akan pergi? Dengan santainya Jong In menjawab keatap sekolah, bukankah itu yang Ah Jung inginkan?

Dengan segera Ah Jung menghadang Jong In, tatapannya begitu tajam seolah mengatakan bahwa ‘Jong In bodoh!’ apa Jong In gila? Ia akan melakukan hal apapun untuk perempuan ini dan terbukti hanya untuk mendapatkan maafnya saja Jong in selalu melakukan hal gila yang membahayakan nyawanya sendiri.

“Aku hanya bercanda bodoh”

Bukannya menjawab Jong In justru menarik kedua sudut bibirnya, senyuman itu benar-benar membuat Ah Jung merubah tatapan tajamnya pada Jong In menjadi tatapan yang begitu lembut. Lagi-lagi Jong In menarik perempuan itu kedalam pelukannya, pelukan hangatnya yang benar-benar menenangkan untuk perempuan itu.

“Aku tau kau hanya bercanda. Ah Jung aku mencintaimu”

Ah Jung hanya menarik kedua ujung bibirnya tanpa memberikan sebuah jawaban pada Jong In. Ini sudah kesekian kalinya ia mendengar Jong In mengatakan ‘Ah Jung aku mencintaimu’. Oh jika saja perempuan ini mampu menenangkan jantungnya yang terus berdetak kencang saat ini mungkin saja ia akan membalas perkataan itu dengan sebuah ciuman hangat. Namun sayangnya debaran itu mengahalanginya, ini membuatnya gugup saat harus memandang mata cokelat Jong In.

___oOo___

Jong In dan Ah Jung baru saja pulang dari sekolahnya, mereka pulang dnegan suasana hati yang bahagia. Namun semuanya berubah ketika ketakutan Ah Jung muncul. Tangannya bergetar, Ah Jung menggenggam erat balazer yang Jong In kenakan seolah dia melihat setan.

“Hi”

“Lu Han?”

Lu Han menyapa Jong In dengan senyuman manisnya, tentu mereka mengerti arti senyuman manis Lu Han, senyuman yang begitu penuh arti dan kebohongan. Jong In dengan hati-hati menggenggam erat tangan Ah Jung seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan Lu Han tak akan menyakiti Ah Jung.

Baru saja Jong In ingin melangkah kedalam namun seorang wanita tiba-tiba datang dan menyapanya ramah. Yuen Yi ibu Lu Han menyapa Jong In dan Ah Jung tentu saja wanita ini memperlihatkan senyuman mansinya senyuman yang hampir sama dengan Lu Han. Jong In muak sebenarnya harus melihat muka wanita yang merebut posisi ibunya. Ibu Lu Han diam-diam memperhatikan Ah Jung, wanita ini memuji Ah Jung yang cantik dan memiliki bola mata yang indah.

“Masuklah, kalian pasti lelah kan? Aku sudah menyiapkan makan siang untuk kalian. Jong In bukankah kau harus pergi kekantor?”

Benar, Jong In hampir saja melupakan bahwa ia mempunyai kewajiban lain setelah pulang sekolah. Ia harus mengurus pekerjaan di perusahaan sang ayah. Dengan sopan Jong In membungkuk dna mengucapkan terimakasih pada ibu Lu Han.

Kali ini mereka sudah berada di meja makan tentu saja dengan Tuan Kim, tak henti-hentinya ibu Lu Han mengoceh tentang Ah Jung. Bahkan Ah Jung tak merasa canggung dengan ibu Lu Han. Setelah mereka semua selesai makan Ah Jung dan Yuen Yi membersihkan meja makan dan mencuci piring bersama. Mereka saling bertukar cerita satu sama lain. Ah Jung nyaman bersama Yuen Yi, bahkan Yuen Yi menyuruh Ah Jung memanggilnya ibu.

“Ah Jung-ah ibu lihat kau begitu ketakutan pada Lu Han?”

Mendengar nama Lu Han seolah membuat syaraf yang berkerja di tubuh Ah Jung terhenti. Tentu ia takut, ia ingin mengatakan yang sebenarnya namun sebelum ia mengatakan apapun ibu  Lu Han sudah terlebih dahulu mengatakan bahwa ia tau permasalahan yang terjadi. Dengan rasa yang menyesal Yuen Yi menyampakan kata maafnya mewakili sang putra pada Ah Jung. Dengan senyuman yang kaku Ah Jung menanggapinya.

“Sebenarnya Lu Han adalah anak yang manis. Tapi suatu hal merubahnya”

Mendengar itu Ah jung merasa tertarik. Ibu Lu Han menceritakan hal apa yang terjadi pada Lu Han yang sebenarnya.

Flashback

 

Ini adalah tahun kedua Jong In, Lu Han dan Sehun berada di Senior high school. Semua berjalan lancar seperti biasanya mereka masih bersahabat dan menghabiskan waktu bersama. Satu sekolah tau siapa mereka sang kingka sekolah, mereka tampan dan kaya. Siapa yang tak tergila-gila pada mereka?banyak gadis-gadis yang mengejar mereka bahkan menyatakan cintanya namun semua itu tak pernah mendapat balasan dari Lu Han maupun Sehun. Berbeda dengan Jong In yang menanggapinya dan menerima ajakan kencan gadis-gadis itu. ya! Jong In lah sang cassanova.

 

Sampai suatu hari saat Lu Han mengutarakan perasaannya pada seorang gadis, gadis yang begitu anggun dan cantik. Gadis yang menjadi teman Lu Han dan Jong In, gadis yang tak sengaja mereka temui di halte bus dekat sekolah mereka. Lu Han sudah menceritakan semuanya pada Jong in dan Sehun tentang rencananya yang akan mengutarakan perasaannya pada gadis itu hari ini. Ahn Min Jung. Gadis yang begitu Lu Han cintai saat ini.

 

Dengan hati-hati Lu Han memanggil nama Min Jung ia sudah menyusun rencananya dari jauh-jauh hari ya walaupun rancana ini terlalu pasaran setidaknya ini cukup romantis, mengajak gadis itu Candlelight dinner dengan musik yang begitu lembut. Dengan  mantap Lu Han menyatakan perasaannya pada gadis itu. sangat romantis sekali cara Lu Han menyampaikannya dengan menggenggam lembut tangan Min Jung, dengan kedua matanya menatap gadis itu penuh ketulusan, suaranya yang begitu berat dan serak membuat gadis ini terpukau dengan pengakuan cinta yang Lu Han lakukan.

 

“Maukah kau menjadi kekasihku? Menjadi seseorang yang kucintai dan begitu kujaga?”

 

“Maaf Lu aku tidak mencintaimu, aku mencintai Jong In”

 

“Kenapa Jong In? Kenapa dia?”

 

Lu Han bertanya dengan memelas. Kenapa harus Jong In yang gadis ini cintai? Tak bisakah orang lain atau dirinya? Kim Jong In sahabatnya. Lu Han tau Jong In tak pernah mencintai Min Jung, Jong In bukanlah orang yang baik untuk gadis itu.

 

“Dia tak mencintaimu Min Jung!”

 

“Dia mencintai ku Lu Han dan aku tau itu! dia selalu memperlakukan ku dengan baik dan manis bahkan dia sering menari untukku dia bilang dia menari di hadapan seorang perempuan hanya padaku, hanya aku yang pertama kalinya yang selalu ia beri tau tentang gerakan-gerakan yang ia buat!”

 

Min Jung dan Lu Han bertengkar malam ini, malam dimana seharusnya menjadi malam yang romantis dan penuh cinta semuanya hancur. Sebuah penolakan dari gadis itu muncul. Lu Han menghelakan nafasnya berat, ia harus bersabar kali ini. Satu hal yang harus ia lakukan saat ini memperjuangkan dan melindungi gadis itu dari seseorang atau penggemar-penggemar Jong In yang mungkin saja akan mencelakai gadis itu kapan pun.

 

___oOo___

Lu Han menghampiri Jong In dan Sehun dengan begitu lemas. Semua yang ia rencanaan sia-sia. Ada yang janggal di hadapannya Jong In kali ini sedang bersama seorang gadis lagi, gadis yang begitu ia kenal. Lu Han sedikit terkejut melihat gadis itu bergelayut manja pada Jong In namun, bahkan Jong In tak merespon gadis itu seperti yang Jong In lakukan pada gadis-gadis lain. Ia merasa bingung dengan sikap Jong In pada gadis itu.

 

“Jong In bisa kita bicara?”

 

“Tentu, lepaskan aku krys dan pulanglah aku sudah tak ingin dengan mu lagi. Kita berakhir!”

 

Lu Han berbicara serius kali ini dengan Jong In. Ia bertanya apakah Jong In mencintai Min Jung? Dan jawaban yang Jong In berikan begitu mengejutkan untuknya. Tidak! Itu adalah jawaban yang muncul dari mulut Jong In tapi JongIn menyayangi Min Jung seperti ia menyayangi adiknya sendiri. Dengan hati yang berat Lu Han mengatakan pada Jong In bahwa ia menyerahkan Min Jung pada Jong In. Tentu saja ini membuat Jong In kebingungan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Lu Han? Itulah isi kepala Jong In saat ini.

 

“Lu kau baik-baik saja? Kau terlihat aneh”

 

“Jagalah Min Jung dia mencintaimu. Jadilah kekasihnya”

 

Oh! Lu Han sedang berusaha melindungi perasaan seorang gadis saat ini rupanya. Ia hanya tak ingin jika gadis itu merasa tersakiti jika mendengar perkataan yang Jong In tuturkan suatu saat. Lebih baik ia meminta pada Jong In untuk berpura-pura mencintai gadis itu daripada harus melihat gadis itu menangis! Namun sebuah penolakan kemudian muncul dari mulut Jong In. Jong In tak mungkin berpura-pura mencintai Min Jung, ia tak ingin melukai hati seorang perempuan yang sudah ia anggap adiknya sendiri. Bagaimana  jika Min Jung tau tentang kebohongan itu hatinya akan jauh terluka.

 

“Kau bregsek! Apa susahnya hanya tinggal berpura-pura tak taukah kau bahwa ia berharap lebih padamu! Jong In mulai sekarnag kau dan aku adalah musuh! Kau benar-benar brengsek!”

 

Untuk apa Lu Han semarah ini pada laki-laki dihadapannya dan mendeklarasikan tentang permusuhan mereka? Tentu saja Lu Han marah karena sama saja Jong In akan membuat orang yang ia cinta sakit hati dan dapat ia pastikan setelah kejadian makan malam tadi Min Jung pasti akan menyatakan cintanya pada Jong In.

 

Mereka tak menyadari sesuatu seorang gadis dengan rambut kecokelatannya tengah meguping pembicaraan mereka. Ini membuat gadis ini benar-benar marah. Tak ada yang boleh memiliki seorang Kim Jong In selain dirinya!

 

___oOo___

 

Jong In sedikit merasa gelisah kali ini setelah pertengkarannya dengan Lu Han tadi malam dan sekarnag ia mendengar bahwa Lu Han berpindah asrama ke asrama hitam, asrama yang menjadi musuh mereka. Sebuah deklarasi yang Lu Han buat sekarang benar-benar menjadi nyata.

 

Siang ini Jong In bertemu dengan Min Jung di studio tari yang kerap ia kunjungi. Tentu saja Jong In terkejut melihat gadis itu berdiri dia ambang pintu dan tersenyum manis padanya. Segera ia menyapa gadis itu dan menyuruhnya masuk untuk melihat dirinya menari.

 

“Bagus!”

 

Seperti biasa gadis ini berseru riang ketika laki-laki ini menghentikan tariannya. Dengan sedikit takut ia menghampiri Jong In, kedatagannya kemari adalah untuk memastikan apa yang Lu Han bicarakan. Tentang Jong In yang tak mencintainya.

 

“Eumm Jong In… aku.. ak.. aku mencintaimu lebih dari seorang teman”

 

Jong In yang baru saja meminum air mineralnya langsung tersedak. Dengan segera ia meminta gadis itu untuk mengulangi ucapannya. Dan dapat ia dengar dengan jelas gadis itu menyatakan perasaan cinta padanya!

 

“Maaf Min Jung tapi aku tak mencintaimu, aku sudah menganggapmu sebagai adik ku sendiri. Lu Han lah yang mencintaimu, maafkan aku”

 

Seolah dunia gadis ini benar-benar runtuh saat ini Lu Han benar tentang Jong In yang tak mencintainya, satu kata yang perlu digaris bawahi ‘Jong In hanya menganggapnya seorang adik’ matanya mulai memanas sebisa mungkin ia menahan air matanya namun gagal ,dengan menunduk ia bergumam bahwa ia mengerti tentang penolakan yang Jong In buat.

 

Karena merasa bersalah Jong In ingin memeluk gadis itu setidaknya meredamkan tangisaan yang mulai terdengar jelas di telinganya. Namun gadis itu menepis tangan Jong In dan memilih untuk berlalri menjauh darinya, dan Jong In membiarkannya karena ia tau gadis itu membutuhkan waktu sendiri kali ini.

 

___oOo___

Dunianya beanr-benar runtuh, penolakan atas perasaannya baru saja terjadi. Min Jung menangis sekencang mungkin di bukit belakang sekolah. Pipinya sudah benar-benar basah oleh air mata. Rasanya ia ingin mati karena penolakan itu, ia kembali merasakan kehampaan didalam hidupnya. Dulu sebelum ia bertemu Jong In dan Lu Han hidupnya benar-benar hampa dan sangat tidak teratur, hidup sendirian berusaha membiayai hidupnya sendiri karena ia sudah tak punya siapapun di dunia ini orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan. Dan setelah ia bertemu Jong In dan Lu Han semuanya seperti berbeda dunianya begitu seperti mempunyai arti sendiri. Dan sekarang semuanya kembali seperti semula. Ia berlari sekencang mungkin saat ini untuk pergi dari bukit ini. Ia sudah tak ingin hidup lagi.

 

Lu Han yang akan pulang sekolah tadi tiba-tiba mendengar suara tangisan dan teriakan yang begitu kencang. Ia terkejut saat ia tau bahwa gadis yang menangis itu Min Jung. Pikirannya terarah pada Jong In yang mungkin saja menolak gadis itu. saat ia melihat gadis itu berlari kencang ia segera menyusul gadis itu. satu hal saat ini yang ia kahwatirkan jika Min Jung merasakan bahwa dunianya hancur, dan itu memang tengah di rasakan gadis itu saat ini.

 

“Min Jung!”

 

Lu Han memekik kerasa melihat hal apa yang ada di hadapannya, Ahn Min Jung tertabrak sebuah mobil dan terpental begitu jauh. Ia tau siapa orang yang sengaja menabrak Min Jung.Lu Han bersumpah bahwa ia akan membalas semua ini! Hatinya terasa ingin keluar saat ia melihat gadis yang ia cintai terkapar di tengah jalan dan mengeluarkan banyak darah. Ini semua karena Jong In yang tak mendengar perkataannya, ini semua karena Jong In! tak henti-hentinya hati Lu Han menyalahkan Jong In. Lu Han segera menggendong tubuh Min Jung yang sudah begitu lemas, namun gadis itu masih sedikit sadar dan menggumamkan nama Lu Han.

 

“Diamlah aku sedang berusaha menyelamatkanmu”

 

Lu Han tak perduli apapun saat ini. Yang ia pikirkan selamatkan gadis ini, ia tak perduli dengan bajunya yang berlumur darah segar, ya tuhan bahkan Lu Han rela menggantikan posisi gadis ini jika kau ijinkan! Lu Han membawanya kerumah sakit terdekat saat ini.

 

Seperti orang gila Lu Han meneriaki para perawat dan dokter, banyak orang yang melihatnya saat ini, air matanya sudah tak bisa ia tahan lagi saat ia melihat Min Jung meutup matanya tak hentinya Lu Han bergumam agar Min Jung bertahan. Dengan segera para perawat di rumah sakit ini membawakan bangku pasian untuk Min Jung dan membawanya ke UGD.

 

Tak hentinya Lu Han berdoa. Ia benar-benar menyesal tak bisa bergerak cepat tadi. Ia bersumpah bahwa ia harus membalas ini jika bukan karena Jong In semuanya tak akan terjadi. Amarahnya sudah benar-benar meninggi saat ini.

 

Dengan segala rasa penyesalan Dokter yang menangani Min Jung mengatakan bahwa gadis itu telah meninggal karena kehabisan darah. Lu Han sakit saat ini, ia tak rela melihat Min Jung yang meninggalkannya. Lu Han menangis, menangisi tbuh kaku dan pucat di hadapannya, tangannya begitu dingin. Lu Han menggenggam tangan gadis itu dan terus mengatakan agar gadis itu bangun. Lu Han sadarlah ia sudah tiada! Ini sebuah takdir!

 

___oOo___

 

“Apa yang sebenaarnya yang kau pikirkan Krystal Jung? Ayah tak pernah mengajarimu untuk membunuh orang bagaimana bisa kau melakukannya hah!”

 

“Ayah yang selalu mengajariku tentang keegodisan di dunia ini dan sekarang kenapa ayah memarahiku ketika egoku berkerja untuk mendapatkan laki-laki yang aku cintai!”

 

Ya Tuhan! Gadis ini gila menabrak seseorang hanya demi cintanya. Gadis dengan ego yang begitu tinggi. Tuan Jung memijit pelipisnya pelan, ia merasa telah salah mendidik sang puti yang sekarnag tumbuh dengan ego yang begitu tinggi. Yang beliau maksud denganegois adalah egois soal dunia dan uang bukan tentang cinta seperti yang putrinya lakukan.

 

Flashback end

 

Ah Jung tercengan mendengar apa yang ibu Lu Han ceritakan, ia tak percaya bahwa kedua orang yang sekarnag bermusuhan itu dulunya seorang sahabat yang dekat. Ibu Lu Han terus berbicara pada Ah Jung tentang Lu Han, Lu Han yang seperti ini dan seperti itu. namun ada perasaannya yang mengatakan bahwa Lu Han memanglah baik.

“Jangan merasa takut untuk sekedar berteman dengan Lu Han. Jika dia menyakitimu seperti kemarin bilanglah pada ibu, ibu akan memarahinya”

Ah Jung mengangguk mengerti, dan setelah itu ibu Lu Han memeluk perempuan itu dengan hangat. Ini lah ibu Lu Han yang begitu licik di saat Jong In tak ada ia mendekati perempuan itu untuk meyakin kan suatu hal tentang Lu Han dan agar perempuan itu dekat dengan Lu Han. Yuen Yi hanya ingin anaknya bahagia hanya itu!

___oOo___

Sore ini Ah Jung pergi ke sekolahnya hanya untuk bermain biola dengan bebas, tanpa snegaja ia bertemu dnegan gadis yang membullynya. Ketakutan? tentu ia merasa ketakutan. Tak ada Jong In disekitarnya tak ada yang melindunginya jika sewaktu-waktu gadis itu menyakitinya.

Benar saja! Gadis itu mendorong keras tubuh Ah Jung dan membentur dinding dengan kerasnya. Gadis itu menjambak rambut Ah Jung dengan kuat. Gadis itu marah, karena peringatannya tak pernah di hiraukan oleh Ah Jung, dan ada satu fakta lagi yang gadis itu ketahui belakangan ini dan membuatnya semakin marah. Dengan kasarnya gadis itu menampar pipi Ah Jung dan juga menendang kaki Ah jung.

“Kau itu hanya benalu untuk Jong In? Kau merusak hidupnya! Karena kau Jong in merelakan kegemarannya pada menari untuk mengurs bisnis keluarganya! Karena kau juga Jong in mengesampingkan ibunya!”

Kata-kata itu begitu membuat perempuan ini tertohok. Benarkah hadirnya hanya membuat Jong in kesusahan dan merelakan hal besar dalam hidupnya? Kenapa? Kenapa Ah Jung harus mendengar ini dari mulut orang lain bukan dari mulut Jong In sendiri. Ini menyakitinya.

“Pergilah dari kehidupan Jong In dan biarkan ia melakukan hal apapun yang ia mau kau menahan impiannya kau benar-benar perempuan jalang! Apa aku perlu membeberkan bahwa kau dijual oleh orang tuamu sendiri untuk menutup hutang yang ayahmu lakukan!”

Jangan! Itu tak boleh terjadi aib yang perempuan ini tutupi selama ini sekarang sudah di ketahui oleh gadis itu. Ah Jung menangis kali ini hatinya benar-benar sakit. Dengan kasarnya Ah Jung membalas gadis itu dengan mendorong gadis itu jauh-jauh setelah itu ia berlari dengan hatinya yang begitu sakit. Apakah untuk bersamanya Jong In harus merelakan hal terbesar dalam hidupnya. Ini salahny, seharusnya ia tak muncul dalam kehidupan Jong In.

___oOo___

“Krystal Jung apa yang kau lakukan pada perempuan itu? kau menyalahi aturan dalam rencana kita!”

“Apa? aku tak perduli dengan rencana bodoh mu itu Minho bahkan sampai detik ini rencana itu sama sekali belum berjalan! Aku sudah mengancamkan aku akan melakukannya dengan caraku sendiri dan sekarang hanya tinggal satu langkah dan semuanya kembali beres tak akan ada penghalang antara aku dan Jong In jadi berhenti menghalangi rencanaku!”

Minho merasa pusing saat ini bagaimana lagi ia harus menahan sepupunya, cara yang sepupunya lakukan adalah rencana gila dan bisa membuat orang tua ataupun keluarga besar mereka harus menutupi kesalahan-kesalahan yang gadis itu perbuat. Apa gadis itu tak mengerti juga tentang egois yang ada di dalam kelurganya?  Minho merasa harus benar-benar menghalagi Krystal saat ini sampai rencananya berjalan, karena ia membutuhkan waktu untuk melakukan rencana ini ia tak boleh segegabah ataupun secepat itu menyingkirkan perempuan yang Krystal benci.

___oOo___

Ah Jung mengemasi barang-barangnya dengan segera kebetulah Tuan Kim dan ibu Lu Han sedang pergi ke dokter kandungan dan Lu Han dan Jong In juga tak berada di rumah. Sebelum ia pergi, ia meninggalkan secarik kertas yang ia letakkan dia atas pembaringan Jong In. Ah Jung tak ingin menjadi benalu untuk Jong In ia sudah cukup ber-terimakasih pada keluarga Jong In yang melunasi hutang ayahnya dan menyelamatkan dirinya dari jeratan ayah tirinya. Tak hentinya Ah Jung menangis kali ini berat rasanya meninggalkan Jong In setelah begitu banyak yang harus mereka lewati. Namun Ah Jung sadar, ia menjadi benalu bagi Jong in untuk meraih mimpinya, karenanya Jong In mengesampingkan ibu kandungnya. Ah Jung tak seegois itu ia akan lebih memilih melepaskan Jong in dan membiarkan laki-laki itu bebas daripada terikat sebuah persyaratan yang Tuan Kim berikan.

___oOo___

Jong In pulang dengan rasa bangga kali ini, ia berencana akan mengajak Ah Jung untuk makan malam, proposal yang ia ajukan untuk memasarkan produk terbaru dari perusahaanya di terima dan di berikan sebuah penghargaan oleh para client karena pekerjaan yang Jong In lakukan benar-benar bagus. Tak hanya itu ayahnya yang mendengar itu merasa bangga pada putranya.

Jong In melihat kekamar Ah Jung, namun ia tak melihat perempuan itu, dan ia perpikir mungkin di kamarnya, ia  memanggil Ah jung namun hasinya nihil. Tak ada Ah jung di sekitarnya saat ini. Ia menemukan sebuah surat yang tergeletak di atas kasurnya. Dengan segera jarinya membuak surat itu dan mulai untuk membacanya.

To : Jong In

Hey..

Maaf aku pergi tanpa bilang padamu, hehe. Jong In aku hanya ingin menyampaikan kata maafku dan terimakasihku padamu saat ini. Terimakasih telah menyelamatkan aku dan membuatku kembali hidup seperti semula. Kau tau aku sakit ketika aku mendengar bahwa aku hanyalah benalu untuk mu, maaf hanya demi aku kau harus merelakan hobimu untuk menari, merelakan waktu luang mu untuk pergi ke kantor dan membuatmu meninggalkan ibumu. Maafkan aku Jong In. ku harap kau hidup dengan baik-baik saja setelah aku pergi. Maaf aku meninggalkanmu. Terimakasih untuk semuanya.

 

Yang mencintaimu

Shin ah Jung

 

Jong In menjambak rambutnya kasar bagaimana bisa perempuan itu memutuskannya sendiri tanpa mendengar apapun dari mulut Jong In, dan bagaimana bisa perempuan itu menyurh Jong In hidup dengan baik setelah kepergiannya. Ini membuat Jong In gila. Bisakah perempuan itu tidak bertindak sesuka hatinya seperti sekarang, oh ya tuhan kenapa hanya untuk bersama saja mereka begitu susah.

“Kenapa kau meniggalkan ku Ah Jung!”

Air mata Jong in terjatuh kali ini, rasa nyeri dihatinya kembali ia rasakan. Perempuan itu kembali meninggalkan Jong In.

TBC

Preview next chap:

__oOo__

“Berhentilah minum Jong In! kau sudah meminum berbotol-botol alkohol!”

 

“Kenapa dia meninggalkan aku Chan? Kenapa?”

 

__oOo__

“Nona awas!”

Dengan sekali tarikan laki-laki ini menarik perempuan yang hampir saja tertabrak oleh mobil untung ia benarr-benar cepat jika tidak, mungkin saja perempuan itu sudah sekarat.

 

 

Author’s Note : hey hey aku balik lagi ini 😀 maaf ya lama postnya rada terhalang minggu-minggu ini baru sibuk buat ulangan. Wah maaksih ya yang uda pada komentar di ff aku ini. Gimana dengan chapter yang ini ? dan yang pada bertanya-tanya tentang siapa sih Min Jung udah terjawabkan dan bagaimana masa lalu Lu Han, Jong In dan Krystal. Yang pada bngung kenapa si Lu Han sama Sehun kembar tapi beda marga?  Karena Lu Han ikut ibunya, dan ibu Luhan yang mengubah marga Lu Han menjadi Lu . oh ya ralat ya sebenernya nama Lu Han itu enggak ada Xi nya marganya dia itu Lu.  Dan baut adegan Nc yang kemaren maaf ya cuman bisa kek gitu aku soalnya otak baru blank. Kenapa Lu Han sama Jong In selalu berebutan ? itu karena Lu Han dan Jong In menyukai orang yang sama saat ini. Dan gimana kalau Jong In tau Lu han sama Sehun kembar? Kalian akan tau di chapter yang lain nantinya gimana reaksi Jong In dan yang terakhir apa ibu Jong In dan kakak Jong in akan benci Ah Jung? Enggak mereka enggak akan benci Ah Jung.

Maaf ya chapter yang kemaren di protect yang belum dapet PW nya bisa mention ke twitter aku @RandikaOh, atau ngirim email ke Randika_utami@yahoo.co.id. Yang pada siders maaf aku gak kasih Pwnya. Paling enggak komentarlah bias sama kayak yang pada komentar biar adil mereka harus berjuang buat komentar dulu buat dapetin Pwnya. J dan buat yang Siders jangan lupa buruan sadar ya komentar la paling enggak kasih kritik atau saran , oh ya ada yang tanya ini sampek chapter berapa sih? Aku sendiri enggak tau ini mau sampek chapter berapa yang jelas seselesainya ff ini ya mungkin bisa sampai ber chapter-chapter. Dan thanks tonya buat readerku yang selalu kometar. Buat Eonni2 ku yang sellau komentar dan memberikanku saran J buat leehaena241 makasih sekali ya buat komentar terpanjangmu eonni :D. Dan untuk seluruh readersku terimakasih sekali, di tunggu untuk komentar kalian oh ya jangan lupa baca ff terbaru aku ya 😀 castnya Bakehyun (One More Time) kalian bisa baca di wordperss ini J

293 responses to “[Freelance] Love In Danger ( Chapter 6 )

  1. kasian nasib ah jung sama kai T-T . Walaupun longkap chapter takpapa lah. Sedikir ngerti ceritanya, semangat thor buat lanjutin ffnya (y)

  2. hahaha…aku langsung baca chapter 6 .. tapi aku udah nebak ceritanya pasti rame banget…
    aku izin baca chapter chapter yang lainnya 😀

  3. Keren duh ffnya, lanjut ya kak hehe aku telat baca nih!! btw aku minta pass chapter 5 nya doong penasaran nih:(

  4. Makin kesini makin ribet ya urusannya….kasihan jg si jongin udh berkorban msh dtinggal ah jung tnpa konfirmsi dlu…
    Klo disini djbarin lbh drtail gmna perasaannya ahjung yg akhirnya mutusin pergi.mgkin tu lbh ngena di hati…..

  5. Aku ga bca chap sebelumnya ni :3 tpi ga ap” deh.. Bisa sedikit ketahuan klo ada adegan ‘itu’ nya :v hohoh.. Jdi ak lewatin aja.. Hehee >,<
    Ah jung ninggalin kai? Omo.. Andwaeee T_T
    Aduhhh koq nyesek sendiri sih bacanya u,u

    Lanjut ya thor, fighting!! 😀

  6. ff nya keren banget thor (y)
    ketagihan terus bacanya ><
    btw mnta pass buat chapter 5 dong thor plss u,u janji deh bakal replay trus di chapter sesudahnya..

  7. Thor ceritanya keren
    Lagi” krystal menghasut jung ah 😔
    Wah siapa ya perempuan yg ditarik sama laki” itu makin penasaran
    Oh iya thor balas emailku ya *^▁^*

  8. ah jungnya kok dislah2in ya, q ksihan bnget thor
    keep writing ya thor
    q mnta pwnya ya thor plis plis plis

  9. Mkin gregetan sm critanyaaaa
    Thor ak blum bca chap 5…
    Bsa ak mnta pwny?? Ak udh sms dan mention kmu kok^^
    Mksih

  10. Ih males ngt sama ibu nya luhan.. memprovokasi ahn jung klo jong in ga ada walaupun niat nya baek sih biar luhan seneng..
    Tapi kan ujung” nya kasian ahn jung sama jong in
    Tuh aja jong in di tinggalin sama ahn jung gara” omongan krystal
    Rumit bgt ya kisah cinta mereka

  11. Ohsehun sama xi luhan kembar toh ><, yah pasti ibu bakal beri apapun biar anaknye senang itulah ibu 😉 gondok deh gue sama krystal pengen gue bejek2 aje rasanye -_- mulutnye bener2 minta di plester -_- minho ngeselin juga yeh -_-

  12. mamanya luhan jg super duper licik beneran deh,krystal jg jahat banget..
    Ternyata kasihan luhan y thor selalu d tolak sm cewe yg dia suka..
    Tetep semangat thor!

  13. esuer eh keren dah ini ff sejauh ini gue baca, prnasaran sama reaksi jongin pas tau kalo luhan sama sehun itu kembar, aku lanjut ke chapter 7 ya ^^

  14. Knp ah jung pergi.?? Ternyata ibu luhan sama aja licik, kirain baik bneran…
    Aku minta pw chap 5 dong thor, aku udh mention di twitter tapi gk di blas

  15. agak ngeri ya kak bca ff ini, klau lihat kekerasan fisik gt. mh aku pembaca baru dan maaf bru coment di chapter ini. Alur sm watak tokoh.a aku suka. semangat kak next chapter

  16. OMG! Dari chapter 1 sampe 6 gabosen bacanya, ceritanya mendebar2kan para readers, terutama aku, new reader. Pinter banget menguras emosi. Haiss, sayang chapter 5 diprotect. Hehe.. Chingu, chapter 7 nya sgera publish yaa.. Please. Nanggung banget ceritanya, aku suka sama karya chingu ini. TOP DAEBAK BGT
    deh… 😀

  17. Krystal benar2 wanita licik. Bajingan 😠
    Ya ampun itu nini kasian sekali 😭😭 sini sayang biar aku peyuk, cupcupcup

  18. Karakternya krystal disini brutal bgt ya…. Jgn bilang di prev chapt lanjutan ini itu krystal yg mau nabrak ah jung…. Disini luhan jarang keluar ya wkwkwk, pdhl pengen liat luhan/?

  19. oh my god ah jung ninggalin kai, trus gmna dong? ini gara gara krystal.. kai sabar ya lebih baik kamu cepet cari ah jung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s