[Freelance] Reality (Chapter 1)

love-locks-6

Title     : Reality

Author : hamhyori

Cast     : EXO M’s Lu Han – Shin Hyo Ri (OC)

Genrer : Romance

Rating  : G

Length : Chapter

Disclaimer: Fanfiction dengan genre dan jalan cerita seperti ini sangat banyak bertebaran. Hanya saja saya mencoba membuatnya tampak nyata dan mendekati realita sehingga nantinya ada beberapa part yang mungkin agak membosankan. Karena bukankah hidup terkadang juga membosankan?

Tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah diatur, oleh tangan-tangan yang tak terlihat – hamhyori

 

Author POV

“Oh kau sudah bangun? Kau ada kuliah?,” Min Ji meletakkan segelas jus di atas meja dan menyodorkannya ke Hyo Ri.

“Hmm…,” Hyo Ri hanya bergumam tak jelas sambil meminum jus nya.

“Kelas perdanaku hari ini. Kau tidak ada kelas?,” Tanya Hyo Ri pada Min Ji yang masih mengenakan baju tidur nya.

“Nanti siang. Kau mau aku antar?.”

“Tidak perlu, Min Ji-ya. Aku naik bus saja. Nanti pulang kuliah aku akan ikut dengan mobilmu. Kau pulang sore kan? Kalau begitu sampai bertemu dikampus,” Hyo Ri langsung mengenakan boot­ nya dan melangkah keluar rumah. Terdengar bunyi ‘bip’ tanda pintu sudah tertutup kembali.

Gadis itu bersenandung sambil merapatkan mantelnya dan membenarkan letak topi yang juga berfungsi sebagai penutup telinganya. Udara Seoul memang tidak bisa diajak kompromi. Bus yang dia tunggu akhirnya datang. Gadis itu masuk dan menggesekkan kartunya ke mesin disamping supir bus itu lalu mencari tempat duduk di dekat jendela.

Berharap hari pertamanya kembali ke Seoul tidak seburuk yang dia kira.

—————–oooooooooooooooo———————-

Hyo Ri menutup bukunya sambil mendesah keras. Dia lalu memandang keluar jendela. Baginya, kuliah sambil sesekali memandang keluar jendela bisa merefreshkan otak sejenak jika bosan dengan ceramah sang dosen. Apalagi seperti dia yang mengambil kuliah master dengan jurusan Sejarah Asia.

“Hyo Ri-ya,” dilihatnya Min Ji melambaikan tangannya dari luar pintu kelasnya. Gadis itu langsung sumringah dan membereskan bukunya lalu berlari menghampiri temannya.

“Kau sudah selesai kuliah?,” Tanya Hyo Ri, sementara mereka berjalan menuju kantin kampus.

“Sudah. Tapi setelah ini masih ada kelas. Kau mau ikut denganku nanti sore? Kita akan ke Lotte Mall. Kebetulan tadi aku dapat info dari teman sekelasku kalau EXO akan mengadakan fansign nanti sore,” ujar Min Ji sambil memilih beberapa makanan dan langsung membayarnya.

“Benarkah? Kau serius kan? Baiklah, aku akan ikut. Ah, tapi aku tidak membawa CD EXO ku,” Hyo Ri duduk didepan Min Ji sambil memberikan tatapan memohon pada Min Ji.

“Kau tidak akan ikut mengantri bersama para fans EXO yang lain, Hyo Ri-ya. Aku tidak mau menunggumu selama itu,” Min Ji memberikan tatapan tajamnya. Hyo Ri hanya tersenyum lemah.

“Baiklah. Tapi, aku boleh memotret mereka kan?,” Tanya Hyo Ri kembali.

“Terserah. Tapi kalau security nya menangkapmu aku akan langsung lari dan berpura-pura tidak mengenalmu.”

“YA!!.”

—————–oooooooooooooooooo——————–

“Waaahh… ramai sekali,” Hyo Ri berdecak kagum melihat antrian fans yang membludak, hampir memenuhi hall mall tersebut.

Min Ji memandangnya jengah. “Kau tidak pernah ikut fansign ya?.”

“Aku kan sudah pindah dari Korea ketika hallyu wave belum seterkenal ini. Dulu saja waktu aku datang ke fansign H.O.T tidak semeriah ini,” Hyo Ri menjawabnya dengan kesal.

“Kau mau lihat Lu Han kan? Ayo kesana, setelah itu kita pulang,” Min Ji menariknya kearah kanan dan mendekati meja dimana anggota EXO duduk.

“Itu, apakah terlihat jelas? Kau bawa kameramu tidak?,” Min Ji menggoyangkan lengan Hyo Ri. Gadis itu terpaku melihat idolanya berada dalam jarak yang tidak begitu jauh darinya.

“Itu benar Xi Lu Han?,” Tanya Hyo Ri tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok lelaki yang tengah tersenyum pada seorang fans. Tiba-tiba dilihatnya Lu Han berdiri dan memeluk fans tersebut. Sontak, suasana hall mall langsung histeris.

“Hey, apa yang kalian lakukan disini. Silahkan antri disana,” seorang penjaga menghampiri mereka berdua dan menyeret mereka pergi.

“Tadi itu kenapa?,” Hyo Ri bertanya heran.

Min Ji menatapnya kesal. “Kau itu terlalu lama melamun menatap pangeranmu. Aku sudah menyuruhmu untuk buru-buru memotretnya tapi kau malah melamun sampai air liurmu menetes.”

Hyo Ri hanya mendelikkan matanya. “Kau ini seperti tidak pernah jatuh cinta saja,” selesai mengucapkan itu, Hyo Ri langsung berjalan meninggalkan Min Ji.

“Kau gila!!!.”

—————ooooooooooooooooo—————

“Kau mau kemana?,” Min Ji yang baru keluar dari kamar mandi menatap Hyo Ri yang sedang memasang boot nya di depan pintu apartemen mereka.

“Oh, aku mau ke supermarket sebentar. Kau mau titip tidak?,” tanyanya sambil membenarkan letak topi rajutnya.

“Aku titip keripik kentang saja. Jangan lama-lama, Hyo Ri-ya, udara di luar sangat dingin,” Hyo Ri hanya mengangguk dan sedikit bergumam sebelum menutup pintu apartemen mereka.

Gadis itu segera turun menggunakan tangga, mengingat mereka hanya berada di lantai 2. Akan lama jika dia menunggu lift. Sebenarnya dia benci jika harus keluar pada malam hari di musim dingin seperti ini. Dari dulu dia tidak suka dengan cuaca dingin. Dia lebih memilih cuaca yang sangat panas, karena masih ada AC yang akan membuatnya dingin. Tapi jika cuaca seekstrim ini, penghangat ruangan pun tidak akan ampuh baginya.

Gadis itu masuk ke salah satu supermarket yang terdekat disana, mengambil keranjang dan beberapa makanan serta minuman. Dia terpaksa harus ke supermarket karena makanan kecil di apartemen mereka tidak ada, sementara dia butuh cemilan untuk menemaninya mengerjakan tugas kuliahnya.

Ketika akan membayar, dia melihat diluar seperti ada keributan, namun sayangnya tidak terdengar di dalam supermarket tersebut. Gadis itu hanya memandang tak peduli dan membayar belanjanya. Dia lalu berjalan mendekati keributan itu.

“Ada apa?,” Tanyanya pada seorang gadis yang masih mengenakan seragam sekolah.

“Oh, tadi katanya Lu Han oppa keluar dari dorm mereka. Apa eonni melihatnya?,” Tanya gadis itu.

“Eh? Lu Han yang anggota EXO-M itu?,” Hyo Ri kaget. Tiba-tiba jantungnya berdegup. Benarkah Lu Han berada di sekitar sini?

“Memangnya siapa lagi? Idola Korea yang namanya Lu Han kan Cuma dia. Katanya dia keluar bersama Chen oppa dan juga Xiumin oppa,” gadis itu lalu meninggalkan Hyo Ri.

Hyo Ri memandangnya sengit. “Dasar anak jaman sekarang tidak tahu sopan santun.” Gadis itu melanjutkan langkahnya sambil bersenandung.

“Andaikan saja aku tadi keluar lebih cepat. Pasti aku bisa bertemu dengan mereka,” dia mendesah sambil memasukkan tangan kanannya yang tidak memegang belanjaan ke saku mantelnya dan berjalan secepat mungkin.

‘Bruk’

Hyo Ri langsung mundur ke belakang dan berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Sayangnya, tas belanja nya tadi berserakan di trotoar tersebut.

“Maaf, aku tidak sengaja,” Hyo Ri yang sedang memungut belanjaannya sambil menggerutu, tiba-tiba terdiam mendengar suara itu. Dia mendongak dan melihat seorang perempuan berambut pendek dan menutupi hampir seluruh kepalanya dengan hoodie membantunya mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan.

“Ini, maaf sudah menabrakmu. Aku tidak sengaja,” Hyo Ri langsung membelalakkan matanya begitu melihat orang yang dia kira perempuan.

“Kau…”

“Aku mohon jangan katakan pada siapapun kalau aku berjalan kearah sini oke,” lelaki yang menabrak Hyo Ri tadi bangkit dan menyerahkan kantong belanjaan pada Hyo Ri lalu berlari berlawanan arah sambil sesekali melihat kebelakang.

“Aku tidak sedang bermimpi kan?.”

———————–oooooooooooooooo————————

“Min Ji-ya….” Hyo Ri berteriak keras seraya melepaskan sepatunya dan berlari masuk.

“Ada apa?,” Tanya Min Ji yang keluar dari dapur sambil memegang spatula dan menggunakan celemek.

Hyo Ri langsung meletakkan belanjaannya di lantai begitu saja dan segera duduk di meja makan sambil memegang dadanya.

“Kau kenapa?,” Tanya Min Ji heran.

“Aku terkena serangan jantung. Tadi, aku bertabrakan dengan seorang lelaki hingga barang-barangku terjatuh. Kau tahu siapa yang menabrakku?,” Tanya Hyo Ri dengan wajah yang setengah pucat karena habis berlari.

“Lu Han?,” Min Ji menebaknya asal.

“BAGAIMANA KAU BISA TAHU?,” Min Ji langsung menutup telinganya mendengar teriakan Hyo Ri. Selanjutnya dia membelalakkan matanya.

“Jadi benar? Kau serius? Bagaimana bisa?.”

“Kau sendiri kenapa tidak mengatakan kalau dorm EXO dekat dengan apartemen kita?,” Hyo Ri mendelik tajam.

“Aku pikir kau tahu. Lagi pula bukankah sebelumnya aku mengatakan padamu kalau apartemenku terletak di Gangnam, pusatnya apartemen dan dorm para artis-artis KPop,” Min Ji memukul spatula ke kepala Hyo Ri.

Hyo Ri hanya meringis sambil mengusap kepalanya. Tiba-tiba terlintas sebuah ide di kepalanya. Dia tersenyum misterius sambil memandang Min Ji yang sedang mengaduk sup kimchi.

“Min Ji-ya… Kau tahu dimana letak apartemen mereka?,” tanyanya sambil berdiri di sebelah Min Ji.

“Hanya dua blok dari sini. Kenapa?,” Min Ji mematikan kompor dan mengambil mangkuk lalu bersiap menuangkan sup.

“Besok, temankan aku kesana ya,” ucapan Hyo Ri sontak membuat Min Ji menghentikan kegiatannya.

“Kau benar-benar gila, Shin Hyo Ri!!.”

———————————ooooooooooooooooooooooo——————————–

“Tidak bisakah kita turun dan mengintai lebih dekat?,” Tanya Hyo Ri sambil sesekali melihat pintu keluar gedung dimana dorm EXO – yang kata Min Ji – berada. Mereka sekarang sedang berada di basement gedung tersebut, mengingat pintu keluar yang berada di depan gedung itu sudah dipenuhi oleh para fans EXO dan sangat tidak mungkin EXO masih berani keluar lewat pintu depan gedung.

“Ck. Kau mau kita diusir oleh penjaga dan dikira sasaeng, hah?.”

Hyo Ri hanya mendesah kesal. “Kapan mereka akan keluar? Lama sekali…,” gadis itu kembali menggerutu.

“Tunggu saja…,” baru selesai Min Ji berbicara tiba-tiba terdengar suara gaduh di basement. Hyo Ri dan Min Ji langsung menundukkan wajah mereka dan mengintip dalam diam.

“Aku menyesal menemanimu. Sekarang kita bahkan terlihat seperti paparazzi,” Min Ji berusaha membenarkan letak masker yang menutupi wajahnya. Dia juga memakai kacamata hitam dengan alasan jika ketahuan mereka bisa langsung kabur tanpa mengetahui wajahnya. Sementara Hyo Ri hanya menutupi wajahnya dengan kacamata hitam besar yang sukses menyembunyikan sebagian wajahnya.

“Astaga! Itu Lu Han. Lihatlah, Min Ji-ya. Dia sangat kurus sekali,” Hyo Ri mendongakkan wajahnya agar bisa melihat lebih jelas.

“Wajar saja dia kurus. Idol itu hanya akan tampak berisi ketika mereka sudah selesai melakukan comeback dan sedang masa hiatus. Namun, mereka akan kurus dan kehilangan banyak berat badan kembali jika mereka akan comeback lagi karena kesibukan mereka yang padat dan kurang istirahat*” jelas Min Ji. Hyo Ri hanya menganggukkan kepalanya tanpa benar-benar mendengarkan perkataan Min Ji.

“Sepertinya mereka sudah mau pergi. Ayo, kita juga pergi. Tidak ada lagi yang bisa dilihat disini,” seru Hyo Ri ketika melihat salah satu van EXO sudah melaju keluar basement disusul van lainnya dibelakangnya.

“Kau tidak ingin melihat So Nyeo Shi Dae juga? Mereka juga tinggal disini,” tawar Min Ji.

Hyo Ri berdecak. “Untuk apa? Aku bahkan lebih cantik dari mereka. Sudah cepat jalan. Han seonsangnim hari ini masuk ke kelasku. Aku tidak mau mengambil resiko untuk duduk di depannya jika aku terlambat.”

“Cih. Kau sombong sekali,” Min Ji bergegas menjalankan mobilnya.

—————————————ooooooooooooooooooooooo—————————————

“Kau mau kemana lagi kali ini?,” Min Ji melirik kearah Hyo Ri yang sedang berjalan menuju pintu keluar apartemen mereka dengan menggunakan mantel dan penutup kepala yang lengkap. Gadis itu tengah memasang boot coklat-nya.

“Tiba-tiba aku ingin makan tteokbokki. Kau mau?,” tawar Hyo Ri.

“Benarkah? Apa kau berniat mengintai dorm EXO sendirian?,” goda Min Ji tanpa mengalihkan tatapannya dari televise didepannya sambil menguyah marshmallow.

“Entahlah. Siapa tahu nanti dijalan aku bertemu Lu Han. Sudah ya, aku pergi dulu,” Hyo Ri langsung menutup pintu tanpa mendengar gumaman jelas yang dilontarkan oleh Min Ji. Dia terlalu senang. Entah kenapa dia berpikir bahwa musim dingin kali ini tidak buruk. Siapa tahu saja dia bisa bertemu Lu Han lagi malam ini. Rasanya dia belum puas mengintai idolanya itu tadi pagi.

“Bibi, tteokbokki nya satu porsi ya,” ujar Hyo Ri lalu mengambil tempat duduk yang agak ke pojok dan ditepi jendela agar dia bisa leluasa memandang keluar. Tempat ini bukan kafe karena tidak se-elite itu, tapi juga tidak bisa dikatakan warung tenda pinggir jalan. Dikatakan kedai juga terlalu jelek. Hyo Ri susah mendeskripsikannya. Yang jelas, dia rasa tempat ini lumayan tertutup untuk orang-orang yang ingin punya privasi. Lagian, tempat ini tidak terlalu jauh dari apartemennya dan Min Ji. Hanya 15 menit dengan berjalan kaki.

“Terima kasih,” ujar Hyo Ri ketika pelayan mengantarkan pesanannya. Saat dia akan menyuapkan potongan tteok itu kemulutnya, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu. Bukan, seseorang tepatnya. Duduk berada tak jauh darinya, di pojok sebelah kanannya.

“Lu Han?,” dia melihat idolanya sedang bersama seorang gadis. Dia tidak dapat melihat jelas siapa gadis itu karena dia menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya dan juga menggunakan topi. Sementara dia bisa langsung mengenali wajah Lu Han karena lelaki itu hanya menggunakan topi saja. Tiba-tiba gadis itu beranjak keluar. Hyo Ri hanya melongo melihat kejadian itu. Tteokbokki yang tadi mengundang seleranya bahkan belum disentuhnya sama sekali. Dilihatnya Lu Han hanya mengusap-usap wajahnya seperti orang frustasi lalu duduk diam sambil memandang secarik kertas didepannya.

Hyo Ri terdiam melihat itu. Tiba-tiba sebuah ide melintas di otaknya. Entah keberanian dari mana, dia sudah duduk di kursi tempat gadis itu duduk, tepat di hadapan Lu Han.

“Permisi,” Hyo Ri menggoyangkan tangannya didepan wajah Lu Han. Lu Han melihatnya dan langsung kaget.

“Kau… siapa?,” tanyanya gugup. Hyo Ri hanya tersenyum.

“Tenang saja. Aku tidak akan melukaimu. Aku ini fansmu, jadi aku akan melindungi idolaku,” ujar Hyo Ri. Lu Han masih menatapnya tajam.

“Apa maumu?,” Tanya Lu Han skeptis.

Hyo Ri langsung menyadari satu hal. Buru-buru dia menyela, “Oh, aku bukan sasaeng seperti yang kau kira. Aku hanya ingin bertanya, siapa gadis itu?.”

Lu Han langsung memandangnya tajam. “Apa pedulimu?,” tanyanya, sambil memandang sekeliling.

“Pacarmu?,” tebak Hyo Ri. Lu Han tetap bungkam, namun matanya semakin mengintimidasi Hyo Ri.

“Baiklah. Aku sudah menyelamatkanmu kemarin malam dari kejaran fansmu. Aku rasa kalau sekarang aku kembali menyelamatkanmu lagi dengan tidak mengatakan kepada media bahwa aku melihatmu dengan seorang gadis disini, kau punya hutang yang lebih besar padaku.”

“Lalu apa maumu? Cih, kau bilang kau bukan sasaeng, tapi ternyata kau memerasku. Apa kau seorang paparazzi?,” Lu Han masih menatapnya tajam, tidak bergerak.

“Bukan. Aku Cuma mau melakukan negosiasi denganmu. Aku ini fansmu, kau tenang saja. Aku tidak akan membahayakanmu. Aku janji tidak akan mengatakan pada siapapun apa yang aku lihat barusan, asalkan kau memberiku nomor ponselmu,” Hyo Ri tersenyum simpul sambil memandangi Lu Han yang membelalakkan matanya.

“Kau gila!!,” Luhan hendak beranjak dari duduknya tapi ditahan oleh Hyo Ri.

“Aku sempat memotretmu tadi. Bagaimana, oppa?.”

-To be continued-

 

Review next part

 

“Apa kau gila?.”

 

 

“Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa melakukan hal itu.”

 

 

“Kenapa kau memandang handphone-mu terus, hyung?.”

 

“Aku hanya takut kalau aku menganggunya. Ah, aku benar-benar bodoh.”

 

“Kau memang bodoh. Makanya jatuh cinta dengan orang biasa saja.”

*Sumber ini aku dapat dari beberapa temanku dan hasil pengamatan. Jadi, kalau kalian ingin tahu kapan idola kalian akan melakukan comeback, maka lihat saja photo-photonya dan bandingkan dengan photonya ketika sedang hiatus dengan photonya akan comeback. Aku tahu EXO akan comeback dalam waktu dekat karena aku lihat Lu Han terlihat lebih kurus dibandingkan dengan selama dia shooting EXO Showtime dimana dia kelihatan sedikit berisi. Sama halnya dengan SNSD, sebelum mengumumkan mereka akan comeback aku sudah merasakan bahwa mereka akan comeback karena melihat photo TaeYeon yang sedikit kurus. Ternyata, feelingku benar ^^

Halo~ Maaf jika part ini agak membosankan. Bukankah sebelumnya saya sudah menjelaskan bahwa nanti akan ada beberapa part yang agak membosankan. Kenapa saya memunculkan konflik nya di akhir cerita? Saya juga sudah menjelaskan dari awal bahwa saya berusaha membuat cerita ini kelihatan nyata, maksudnya kejadian dalam cerita ini sudah umum. Yah, terkadang kan cerita itu banyakan fantasi nya yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Nah, disini saya mencoba mengajak reader semua untuk ikut merasakan bahwa apa yang dialami tokoh dalam cerita ini memang terjadi di kehidupan sehari-hari. Kan gak mungkin, Hyo Ri baru sampai di Seoul langsung ketemu Lu Han J

 

Yang namanya hidup, bukankah butuh proses yang panjang? -hamhyori-

20 responses to “[Freelance] Reality (Chapter 1)

  1. waah thor aku setuju sma pendapat author
    Ff yang menarik thor (y)
    Ga terlalu khayalan hhe 😀

  2. gak tanggung” nodongnya langsung minta nmer Hp,,hyori2 mantab lah,,
    nice story d’tunggu kisah slanjutnya^^

  3. Daebak thor …
    apakah ntar luhan terikat perjanjian sama hyo ri? Teruss jdi jatuh cinta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s