[Freelance] The Dark World (Part 3)

IMG-20140228-WA0007

Title : The Dark World part 3

Author : Park Jihyun (@olivia_jessy)

Cast : – Park Jihyun (OC)

–  Sehun Wu (EXO)

– Kris Wu (EXO)

Support cast : – all member exo

– Jung Minri (OC)

– Kim Hyebin (OC)

Genre : fantasy, Supnatural, romance, school life

Rating : PG15

Length : chapter

Disclamier : all story is mine! Don’t be plagiator!

Author’s Note : selamat baca ^^

Summary : vrykolakas adalah tempat kehidupan para iblis. memang tidak beda jauh dengan hidup diantara puluhan manusia. Hanya saja orang tuaku kabur dari dunia itu saat hubungannya yang tidak direstui hingga memutuskan melewati portal kehidupan. Asal kau tau didalam diriku mengalir darah vampire dan wolf. –park ji hyun.

– The Dark World-

 

Author pov

Laki-laki itu memasuki kelas dengan tenang. Menatap ke arah lantai yang baru saja disapu.

‘bersih’ pikirnya.

“jadi ini kekuatanmu?” ujar laki-laki itu tersenyum dan mulai membersihkan papan tulis.

-The Dark World-

Jihyun menatap kanan jalanan yang sedikit ramai dari pinggir halte.

“ini sudah 15 menit dan sejak tadi tidak ada bis? Astaga langit sudah semakin sore” keluh Jihyun menatap jam digitalnya.

Jihyun menatap sekitar Halte. Sepi. Hanya ada Jihyun yang berdiri menunggu dipinggir halte.

Tiba-tiba setetes demi setetes air hujan mulai turun mengenai kepala Jihyun yang tidak terlindungi oleh atap halte. “ahh.. hujaan” Jihyun menjulurkan telapak tangannya dan memainkan air yang berjatuhan pada telapak tangannya.

Namun sebuah payung menghentikan permainannya. Jihyun menatap payung yang berada diatas kepalanya kemudian menatap seseorang yang berdiri disampingnya.

“bodoh” ujar laki-laki itu.

“mwo?”

“kau bodoh”

“yak! Sehun-ssi jika kau kesini hanya untuk mengataiku bodoh itu tidak perlu” dengus Jihyun.

Laki-laki yang dipanggil Sehun itu hanya menatap Jihyun datar.

“tidakkah kau bodoh? Bermain air dalam keadaan hujan?” hei Sehun, sejak kapan kau peduli pada orang lain?

“tidak. Menurutku menyenangkan”

“tapi lihat bajumu basah”

“itu tidak masalah”

“terserah” hanya itu jawaban yang meluncur dari mulut Sehun. Didalam hati dan pikiran Sehun sungguh ini hal yang sangat aneh menurutnya. berlari-lari membuka payung menuju Jihyun yang kehujanan dan memperdulikannya.

sejak kapan Sehun Wu peduli pada orang lain?

Dan terlebih itu Jihyun. teman sebangkunya.

Tapi, seakan tubuh Jihyun adalah magnet dan kaki Sehun adalah besi yang tertarik menuju Jihyun hanya untuk memberinya payung agar tidak terkena air hujan.

Bukankah itu aneh?

“Sehun-ssi, kau tidak naik bus?” pertanyaan Jihyun membuyarkan lamunan Sehun.

Sial, aku baru ingat jika aku dijemput Kris.

 

“tidak”

“oh baiklah, aku akan naik bus terimakasih atas payungnya” ucap Jihyun sambil melambaik-lambaikan tangan kearah Sehun. Tanpa Sehun sadari, Sehun membalas lambaian tangan Jihyun. dan bis itu melaju pergi.

-The Dark World-

Jihyun pov

“aku pulang” ujarku sambil melepas sepatu sekolahku yang sudah basah terkena hujan dan menggantinya dengan sandal rumahku.

“astaga. Kau kehujanan sayang?” tanya eommaku yang tau-tau sudah berdiri di depanku.

“dimana appa?”

“kau tau bukan sekarang jadwalnya tidur”

Ahh benar. Appa seorang wolf yang masih membutuhkan tidur walaupun tidak setiap hari. Bahkan aku yang notabenya vampire dan wolf saja lebih banyak tidak tidur ketimbang tidur. Hanya disaat saat tertentu aku tidur. Dan akan memimpikan hal yang sering mengganguku tidur.

“ahh aku baru ingat” jawabku seadanya.

“eomma aku ke kamar” lanjutku melangkahkan kakiku menuju tangga dan ke kamar.

“baiklah, setelah itu kembali kesini eomma ingin membicarakan sesuatu”

Membicarakan sesuatu tentangmu jihyunie, eomma dan appa.

“membicarakan apa?” tanyaku membalikan badan menghadap eomma.

“tentu kau sudah membaca pikiran eomma Jihyunie. Sudah cepat sana” titah eomma mendorongku menaiki tangga.

Sebenarnya ada apa ini?

-The Dark World-

Sehun pov

“luhan”

“ini dikorea Sehun di bumi. Biasakan memanggil yang lebih tua darimu dengan sebutan hyung” jawab luhan menatap Sehun yang terduduk dipinggir kasur.

“terserah”

Aku menatap luhan tajam. Ah luhan hyung. Bercerita tidak ya?

“ceritalah”

Aissh bodoh kau Sehun! Luhan bisa membaca pikiran.

“ya kau memang selalu bodoh” jawab luhan hyung dengan santainya.

“yak! Baiklah-baiklah. Aku ingin bertanya”

“aku sudah tau apa yang ingin kau pertanyakan”

See? Aku suka hyungku yang ini. Tanpa membicarakan permasalahanku, dia sudah tau apa yang ingin aku tanyakan.

“itu seperti tanda-tanda bertemu dengan mate-pasangan-” ujar Luhan hyung seraya mengelus-elus dagunya.

“benarkah?” aku sedikit berfikir. Bukankah mate hanya ada di vrykolakas. Sungguh konyol jika mateku adalah manusia.

“tidak ada yang tau Sehun, bahkan lucifer pun tidak tau”

“mengapa lucifer tidak tau?”

“kau bodoh. Lucifer hanyalah raja kaum kita. Yang membuat kita bukanlah lucifer. Kau tidak pernah menyimak saat lucifer berbicara”

Bagiku saat Lucifer berbicara di podium kerajaan adalah hal yang sangat membosankan. -Sungguh bagaimana tidak? Berdiri berjam-jam mendengarnya bicara.

“baiklah jangan beritahu Kris. Aku ingin keluar” ucapku dan berlalu pergi.

Keluar menikmati udara sore tidaklah buruk bukan?

-The Dark World-

Jihyun pov

Merasakan angin sejuk ditaman adalah hal yang menyenangkan menurutku. Perbincangan eomma yang sedikit serius agaknya sedikit  mengganngu pikiranku dan memutuskan keluar ke taman kota saat ini.

Flashback on

“besok kau ber ulang tahun sayang” ujar eomma menatapku berbinar.

“ya aku tau” jawabku seraya duduk diatas sofa empuk pilihan appa.

“mau dirayakan? Bukankah jika 17 tahun sangat special” tanya eomma

“itu bagi manusia. Lagi pula walaupun aku berumur seperti nenek-nenek pun aku tidak akan keriput bukan?”

“yak! Kau menyindir eomma. Ayolah honey, eomma ingin merasakan bagaimana membuat pesta” eomma sedikit mengguncang-guncangkan lenganku.

“aku tidak menyindir, tapi bukankah umur eomma sudah melebihi nenek-nenek” aku tertawa menatap eomma yang sedikit cemberut. “hmm. Baiklah” lanjutku tersenyum menatap eomma.

“oke. Biar eomma nanti yang menyiapkan”

Hening.

“jihyunie”

“ne?”

“eomma ingin jujur. Maaf jika eomma tidak memberi taumu dari kecil karena eomma khawatir jika Jihyunie akan takut.”

“waeyo eomma?” tanyaku penasaran.

“sebenarnya eomma dan appa turun kebumi bukan karena eomma dan appa mendapatkan tugas. Melainkan eomma dan appa kabur dari kakekmu karena tidak merestui hubungan appa dan eomma.” Eomma tertunduk sedih.

Aku sedikit kaget mendengarnya. Dan berusaha tenang.

“gwencanha eomma. Aku tidak bersedih. Ceritakan eomma”

“dulu kaum appa dan kaum eomma saling bermusuhan. Dan saat lucifer dan alpha-pemimpin wolf- mengetahui hubungan eomma dan appa mereka menentangnya. Mereka terus menyuruh kepercayaannya untuk menjaga eomma dan appa agar kita tidak bertemu. Namun pada saat waktu itu appamu membunuh penjaganya dan membunuh penjaga eomma. Dan mengatakan bahwa dia ingin membawa eomma pergi. Karena dia percaya eomma adalah matenya.”

“tujuan pertama appa dan eomma adalah mars. Karena disitu tempat fairy berada dan membebaskan kaum siapa saja hidup disana. Namun appa dan eomma salah memilih portal kehidupan. Yaitu planet bumi yang dihuni manusia. Namun beberapa tahun kemudian appa sukses dibidang bisnis dan mulai membangun perusahaan dan tinggal disini tanpa ada yang tau bahwa kita bukan manusia.”

“lalu muncul Jihyunie pelengkap kehidupan eomma dan appa. Eomma yang memiliki kekuatan pikiran mati-matian membuat pikiran tentang kehidupanmu yang beranjak remaja. Karena kau tumbuh sangat cepat tentu kau tau bukan pertumbuhan vampire dan wolf. Seharusnya umurmu saat ini masih 8 tahun jika dihitung divrykolakas.”

“dan saat umurmu 8 tahun dibumi. Eomma mengajakmu ketaman kota untuk melihat kembang api pergantian tahun.”

“ahh aku ingat itu” jawabku menjentikan jari.

“ya dan kau ingat kembang api bola?” tanya eomma

“ya aku masih mengingatnya”

“itu adalah bola bercahaya biru. Pengikut lucifer”

“APA!?” teriakku histeris.

“ya dan-”

“jadi disini ada pengikut lucifer?” belum selesai eomma berbicara aku sudah memotongnya

“dengarkan eomma. Kau harus berhati-hati jika bertemu dengan orang aneh”

“aku sudah tau eomma” jawabku menatap eomma datar.

“baiklah, eomma minta maaf tidak memberitahumu sejak kecil”

“gwencanha eomma. Aku tidak bersedih dan takut. Kupikir itu adalah hal yang wajar eomma, cinta eomma dan appa sungguh indah. Aku ingin seperti eomma dan appa bisa bermesraan”

“haisshh” eomma mengacak-acak rambutku dengan lembut.

Flashback off

 

Jadi itu alasan eomma dan appa selalu tidak mau menjawab jika aku pertanyakan tugas apa yang mereka jalani sehingga terlihat santai pikirku.

“chogiyo, boleh aku duduk disini? Kursi taman penuh. Aku hanya menunggu sebentar”

Perkataan seorang namja membuyarkan lamunanku.

“ah boleh silahkan duduk” aku hanya memberi senyum kecil.

“terimakasih” jawabnya tanpa membalas ulasan senyumku. Huh dasar.

“sama-sama”  jawabku dan menikmati udara sore lagi.

“apakah ini milikmu?” tanyanya sembari menyodorkan gantungan handphone.

“mwo?” bukankah gantungan handphone itu miliku? Pikirku.

Kuambil handphoneku dari saku celana jeans dan. Bingo! Gantunganku hilang.

“ah gamsahamida” jawabku dan mengambil gantungan itu dari tangannya.

“aku melihatnya terjatuh disampingmu”

“ahh, apa kita pernah bertemu?” tanyaku menatap matanya dalam.

“tidak”

“bukankah kau yang waktu itu disupermarket?” tanyaku tentu itu dia, bahkan aku bisa melihatnya dipikirannya.

 

“tidak tahu” jawabnya cuek.

Dasar! Sepertinya ini Sehun kedua

 

“hyung”

Aku menoleh kedepan dan aku kaget melihat Sehun berdiri didepanku.

Astaga

Dia menatapku bingung.

“apa yang kau lakukan disini?” tanyanya melihatku tajam

“aku sedang duduk. Tidakkah kau bisa melihat?” jawabku menatapnya tak kalah tajam.

“bersama hyungku?” tanyanya yang membuatku kaget

“hyung?”

“ya dia kakakku”  jawab Sehun menatapku dan namja disebelahku bergantian

“ aku baru tau” jawabku sekenanya pantas sifatnya sama tak salah pikiranku tadi pikirku seraya menatap Sehun tajam.

“lantas?”  tanya Sehun lagi

“apa?” jawabku menatap malas Sehun

“apa yang kau lakukan bersama hyungku?”

“aku duduk dan dia duduk” jawabku menunjuk namja disebelahku

“terserah” jawab Sehun

Tiba-tiba Sehun duduk diantara aku dan namja yang disebelahku tadi.

“YAK!” teriakku kearah Sehun.

“suaramu indah nona” jawab Sehun menatapku datar.

Aku hanya mendengus sebal dan membuang muka.

Sehun Pov

Mengapa tiba-tiba aku panas begini? Melihat Jihyun dan Kris duduk berdua ditaman.

“apa yang kau lakukan disini Kris?” tanyaku

“menunggu xiumin”

“dan haruskah duduk dengan wanita disebelahku?”

“tidak ada tempat lain Sehun lihat tempat duduk ditaman penuh” jawab Kris menatapku datar.

“benarkah?” tanyaku sekali lagi heii dimana sifat dinginmu Sehun!! Pikirku.

“ya. Dan mengapa kau terlihat akan marah?”

“tidak” jawabku memalingkan muka dari tatapan Kris

“cih, lihat kupingmu memerah”

“tidak” jawabku berusaha tenang

“tapi perempuan disebelahmu itu manis. Siapa namanya?” tanya kris hyung berbisik padaku.

“tak perlu tau” jawabku dingin

“baiklah aku akan bertanya padanya”

Astaga. Mengapa rasanya ingin marah dan mencekek hyungku yang satu ini.

“namamu siapa?” tanya Kris pada Jihyun.

“ah namaku Jihyun” jawabnya tersenyum kecil bahkan dia jarang tersenyum padaku

“namaku Kris. Aku kakaknya Sehun” jawab Kris

“ah baiklah” aku menatap tajam Jihyun dan juga Kris

Tiba-tiba terdengar dering handphone yang ternyata milik Jihyun

Mecoba cuek dan tidak menguping tapi memang aku memiliki telinga yang bisa mendengar bahwa dia disuruh pulang karena hari semakin sore.

“Sehun-ah Kris oppa aku pulang dulu ne annyeong”

 

Heii tidakkah aku salah dengar? Dia memanggilku tidak lagi dengan embel-embel ssi dan mengapa dia memanggil Kris dengan sebutan oppa

“perlukah kuantar?” tawar Kris kepada Jihyun membuatku melotot kearah Hyungku yang sialan ini.

“tidak perlu” jawab Jihyun dan mengalihkan tatapannya kearahku dan mendekatkan wajahnya kewajahku. Semakin dekat dan..

“tidak salah bukan jika aku memanggil kakakmu oppa” ujar Jihyun berbisik ditelingaku.

Dan dia kini tertawa dengan puas

“terserah” jawabku dan berlalu pergi dari taman

-The Dark World-

Jihyun pov

“Saengil Chukae hamnida”

“saengil chukae hamnida”

“saranganeun uri Jihyun”

“saengil chukae hamnida”

Aku kaget saat membuka pintu kelas tiba-tiba teman-teman sekelasku menyanyikan lagu ulang tahun.

“gomawo chingudeul” jawabku tersenyum dengan senang.

Kulihat Minri dan juga Hyebin membawa kue tart berukuran sedang dan berjalan kearahku.

“Jihyun make a wish dulu baru ditiup”  ujar Hyebin

“baiklah”  jawabku dan menutup mataku

Semoga semua akan baik-baik saja. Dan aku ingin bertemu mate ku kkk

Dan setelah membuka mataku aku menniup lilin yang berdiri tegak diatas kue itu dan terdengar tepuk tangan riuh dari teman-temanku. Kulihat Sehun berdiri menatapku hangat dan tersenyum.

Heii dia tersenyum kearahku. Jantungku terasa 2 kali lipat berdetak melihat Sehun tersenyum. Hey Jihyun kau tidak punya jantung yang berdetak!.

Aku berusaha mengalihkan tatapanku darinya. Tiba-tiba aku teringat perkataan eomma yang akan membuat pesta.

“ah iya, chingudeul nanti datang jam 6 ke rumahku ya. Aku membuat pesta” teriakanku disambut heboh.

“waah tak biasanya kau buat pesta” ungkap Minri

“ya, ini eomma yang meminta” jawabku

“woaahh aku pasti datang” jawab Hyebin mengerlingku.

“tapi aku tidak tau rumahmu Jihyun” ujar Taehyung teman sekelasku

“ah tunggu” kukeluarkan note kecilku dan kutuliskan alamat rumahku dan menyobeknya lalu kuberikan pada taehyung.

“gomawo” jawab taehyung.

Tepat saat itu guru Shin datang dan pelajaran dimulai.

“kau merayakan pesta ulang tahunmu?” tanya Sehun.

“umm” jawabku yang saat ini serius menyalin kebuku apa yang ditulis dipapan tulis.

“baiklah aku akan datang” jawab Sehun dan aku menolehkan wajahku kearah Sehun.

“wae?” tanya Sehun.

“bukankah saat pertama kali bertemu denganku kau dingin seperti kulkas?” tanyaku

“itu dulu. Entah mengapa jika denganmu aku tidak bisa dingin” SEHUN apa yang kau bicarakan.

“mian” lanjut Sehun.

“gwencanha, aku senang kau tidak dingin” jawabku dan tersenyum kearahnya.

“Park Jihyun! Sehun Wu! Apakah kalian sudah pintar sehingga tidak menyimak pelajaranku?” teriak guru Shin dari meja guru.

“mianhae songsaenim” aku tertunduk menatap Guru Shin sedangkan Sehun terlihat tidak peduli.

Awas kau Sehun.

TBC

Haiii.. maaf ya lama aku lanjutnya. Mau denger curcolku ga? Aku sibuk tryout.  Ayo siapa yang kelas 9 disini? Dan tryout di bimbel juga dan itu bikin stress. Tryout sekolah aku bentrok sama tryout bimbelku. Jdinya diundur tapi aku stelah tryout aku ujian praktek olahraga bulu tangkis digor pagi-pagi yang jadwal les ku emang pagi. Aku skolah siang. jadinya diundur lagi. Besoknya abis ujian praktek aku study tour jadinya tryoutnya diundur lagi. Setelah study tour akunya malah sakit. Jadinya ya gitulah. Maaf ya kalau aku lama lanjutnya ngertiin aku ya. Aku juga senin tgl 3 udh UTS lagi -_- betapa melelahkan ujian terus. Buat yg ujian terus fighting ya!!

60 responses to “[Freelance] The Dark World (Part 3)

  1. Pingback: The Dark World part 5 | SAY - Korean Fanfiction·

  2. Weeww…jdi author baru kelas 9 eoh??? aihh,,mian awalnya aq kirain author ini umurnya diatas aqu kekeke…knalin aq 97line..bangapta ^_^
    wahh,,iya kls 9 emang tahun penuh perjuangan n suka cita,,apa lagi menjelang ujian,,hufft…
    Biarpun gitu,,keep writing thor (y) *btw aq enaknya panggil apa nih??*
    Aqu suka bgt ff karyamu ini..Genre and cast’nya pas dihati..wkwkwk
    Smoga jihyun ma sehun bneran mate yaa^^
    oke,,aq mau berteleport k next part dlu ne..
    Papayy *cling*

  3. Hoooo…hooooo mulai muncul benih benih cinta antara sehun ama jihyun nih kayaknyaa…..haaaaaa keren thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s