[Freelance] My Preciuos Athena (PART 1)

img1394173048908

Title                 :    My Preciuos Athena (PART 1)

Author                        :    Safira Bella/@fira_bella

Genre              :    Romance, Drama, School life,Etc.

Main Cast       :  

          Bella Jung (OC)

          Xi Luhan (EXO)

          Others.

Rated              :     NC-17

Exo milik management, orang tua dan Tuhan YME, kecuali Kai . Ide seratus persen dari otak author jadi leave comment guys J

 

HAPPY READING ^^

 

Bella menelungkupkan kepalanya di atas kedua tangannya yang terlipat di atas meja. Kepalanya pusing sekali. Memang dari kemarin kondisinya tidak begitu bagus dan hari ini dia memaksa masuk sekolah. Lagi-lagi masalahnya karena nanti ada dua ulangan di jam pertama dan terakhir. Walaupun nanti hasilnya jelek, itu lebih baik daripada ulangan sendirian kan?

 

Seulra, teman sebangku Bella, menyenggol lengan Bella. “Kamu sakit? Ke UKS aja, nanti tambah parah.” Bisiknya. “Lagian ulangan kimia udah lewat, tinggal ulangan matematika aja kan di jam terakhir? Kamu tunggu aja disana Bel.”

 

Bella menolehkan kepalanya melihat wajah Seulra yang cemas melihat kondisinya saat ini. Senyum lemah tercetak di bibirnya. “Anterin ya?”

 

“Yuk!” Seulra mengangguk sekali dan menarik tangan kanan Bella sampai berdiri. “Songsaenim?” Seulra mengangkat tangannya membuat guru botak dan pendek itu menghentikan acara menulisnya.

 

“Iya, Seul?” Jawab Kang Songsaenim, guru sosiologi mereka.

 

Seulra memutar bola matanya mendengar nama indahnya di sebut asal seperti itu. Kesannya sedang memanggil sebuah penyakit yang pernah menyerang ketua kelas tempo hari. “Seulra songsaenim, bukan Seul. Kaya bisul aja di panggil Seul. Orang tua saya sudah susah bikin nama—“

 

BRUK!!

 

Semua kepala menoleh ke sumber suara. Bella, dia jatuh terduduk di atas bangkunya dengan kepala yang menelengkup ke meja. Kontan semua penghuni kelas bengong.

 

“Bel? Bel?” Seulra menggoyang-goyangkan tubuh Bella tapi tak ada respon. “Kenapa kalian diam saja?! Temanku pingsan!” Teriak Seulra ke teman-temannya yang lain.

 

Dengan sedikit tergesa beberapa namja yang duduk di deret belakang segera menghampiri bangku Bella. Membopongnya ke UKS dengan segera sebelum Seulra kembali mengomel.

 

–MY PRECIOUS ATHENA–

 

Bella membuka matanya dengan mengerjap-ngerjapkan bulu matanya. Kepalanya masih terasa pusing tapi lebih baik daripada sebelumnya. Pandangannya menyapu ke ruangan yang ada di sekitarnya. Sekelilingnya hanya ada tirai putih yang membatasi dengan tempat tidur di sebelahnya. Senyum lemah terukir di bibirnya.

 

“Emmhh….ahh…gel…ahh…” Pendengaran Bella menangkap suara itu. Suara desahan yang membuat dahinya berkerut.

 

Orang di sebelah kenapa?

 

Dahinya semakin berkerut dalam. Karena penasaran Bella meraih tirai yang ada di samping tempat tidurnya. Sial! Tidak sampai!

 

Sedikit menegakkan tubuhnya, Bella kembali meraih tirai itu dan…. OH MY GOD! Seketika mata Bella membulat lebar. Beberapa meter di depannya ada sepasang kekasih mesum! Rasanya dia ingin berteriak tapi tenggorokannya tercekat.

 

Namja itu menindih tubuh yeoja di bawahnya dan mulutnya mengulum-ngulum dada sang yeoja sedangkan tangannya yang lain meremas dada yang lain dan tangan satunya menelusup ke balik rok.

 

“Chanyeol….ahh….” Lenguhan si yeoja membuat Bella merinding. “Gel…ah geli Chanyeol…ahhh..”

 

Dengan buru-buru Bella menggelengkan kepalanya dan kembali tidur. Tidak, tidak seharusnya dia melihat aksi mesum secara live. Gila, ini benar-benar gila.

 

Bella mengatur posisi tidurnya membelakangi pasangan mesum itu. Benar-benar mimpi buruk!

 

“Ahh…ugh…sshh….Chanyeol-ahhhh….ahh…pel…an….honey…ahh..”

 

Bella memejamkan matanya. HORROR! Dia menyumpal kupingnya dengan bantal. Tidak tahan mendengar desahan-desahan itu.

 

“Sudah sadar ya?”

 

Bella membuka matanya kaget. Di samping ranjangnya berdiri seorang namja dengan memakai jas putih seperti dokter. Tapi di balik jas itu Bella yakin sekali kalau di dalamnya ia memakai seragam yang sama dengannya.

 

“Ah iya.” Jawab Bella kikuk. Melihat siapa yang berdiri di dekatnya membuat jantungnya berdetak kesetanan.

 

“Chanyeol-ahhh…sak…ahh sakit…ugh..”

 

“Sorry…darl.”

 

Bella benar-benar ingin keluar dari ruangan ini. Benar-benar menakutkan. Benar-benar memalukan. Dan benar-benar menjijikkan.

 

“Kau baik-baik saja? Masih pusing?” Luhan, namja di sampingnya kembali bersuara. Dan Bella hanya mengangguk. “Tapi wajahmu merah sekali?”

 

Ini gara-gara kamu ada disini bodoh!

 

Tuk!

 

Tiba-tiba Luhan menempelkan dahinya di dahi Bella. Membuat wajahnya semakin merah. Tidak pernah dia sedekat ini dengan namja, apalagi Luhan! Namja paling famous dan paling di impikan setiap yeoja di sekolah ini.

 

“A—ku…baik..” Bella mendorong bahu Luhan pelan. Kalau dia berlama-lama dalam posisi tadi, mungkin dia bisa kembali pingsan.

 

“Ehem!”

 

Sontak Bella dan Luhan menoleh ke sumber suara. Chanyeol. Dia berdiri sambil menyandarkan lengan kirinya di tembok. Seketika wajah Bella semakin bersemu mengingat kejadian dan desahan beberapa menit yang lalu.

 

“Cuma itu kemampuan mu kawan?” Cengiran lebar tercetak di bibir tebal Chanyeol. “Pecundang!”

 

Luhan mendengus geli. “Aku tidak sepertimu.”

 

“Hey, aku kesini karena janji kita Lu? Siapa yang datang ke UKS bakalan kamu ajak ‘itu’ ?” Senyum nakal semakin menghiasi bibir Chanyeol. “Yeoja mana yang nolak dapat ‘itu’ dari kamu? Sudah lakuin aja atau hukuman yang bertindak?”

 

Luhan memperhatikan wajah Bella yang memandangnya menuntut penjelasan. Kemudian tatapannya beralih ke Chanyeol. “Hukuman saja.”

 

Kedua alis Chanyeol terangkat tinggi-tinggi. “Yakin? Dia…” Chanyeol memperhatikan Bella sedetik. “Cantik, badannya…not bad lah, tapi masih polos sepertinya. Serius tidak mau?”

 

Kepala Luhan mengangguk mantap. “Hukuman.”

 

Senyum nakal kembali menghiasi bibir Chanyeol. Mereka bicara apa? Dua cowok terkenal tempatnya di UKS? Cuma buat melakukan itu? No…

 

“Sex with her anytime that’s my request.” Jawab Chanyeol sekenanya.

 

“Sepertinya seru melihat live aksi kalian Luhan.”

 

Kedua mata Bella maupun Luhan terbelalak lebar.

 

“Kau gila? Dia bahkan tidak tahu apa-apa. Dia anak orang Yeol.” Protes Luhan sebal. “Lagipula kau yang biasa jadi bintang gituan!”

 

Telunjuk Chanyeol bergoyang ke kanan dan ke kiri. “No dude! Just do it.”

 

Luhan memutar bola matanya. “Kau gila! Mesum! Hentai! Byuntae!”

 

“Yes I am”

 

“Aku kasih waktu seminggu dan kau harus nunjukin sex kamu di depan aku bareng dia.” Kata Chanyeol kejam tanpa memperdulikan Bella. “Tidak ada gadis yang masih virgin di dunia seperti ini Luhan. Ada, tapi tidak tahu dimana. Sudahlah dude, latih dia biar bisa. Kalian bisa pelan-pelan latihan, oke?”

 

Kemudian Chanyeol lenyap di balik tirai. Mungkin meneruskan kerjaannya yang sempat tertunda tadi.

 

“Jelaskan!” Kata Bella lirih. Sebenarnya dia tahu apa maksud Chanyeol. Tapi kenapa harus dia dan kenapa harus melakukannya di depan Chanyeol? Siapa dia? Produser film porno? Juri porno? Bukan kan?

 

Luhan duduk di tepi tempat tidur. “Maaf, tapi kamu harus bantuin aku menjalankan hukuman ini.”

 

“Tapi kenapa harus aku?”

 

Luhan mengangkat bahunya. “Just do it, remember?”

 

Bella memutar bola matanya. Jengah. Dia harus bisa kabur! Harus!

 

“Seminggu lagi kita harus nunjukin hasil latihan kita di depan Chanyeol.” Kata Luhan lagi. “Kamu masih virgin?”

 

Bella membelalakkan matanya. Kenapa orang ini? Itu hal pribadi!

 

“Aku tidak mau jawab!” Jawab Bella sebal tapi penuh ketegasan.

 

“Jangan membuatku memaksamu Nona!” Ancaman Luhan tidak di indahkan Bella. Dengan cepat tangan kanan Luhan mengunci kedua tangan Bella di atas kepala Bella.

 

“M—mau apa kau?” Pekik Bella kaget.

 

“Bukannya aku sudah peringatkan?” Tangan kiri Luhan berada di selangkangan Bella. Dengan cepat dua jari Luhan menelusup ke calana dalam Bella.

 

“Akh!” Pekik Bella kaget. “Kau mau apa? Kau gila! Keluarkan jarimu darisana!” Sakit, rasanya. Sakit sekali di bawah sana. Tapi ada rasa geli juga. Sial!

 

Luhan menurut. Dia mengeluarkan jarinya dan melepaskan tangan Bella. “Still virgin?”

 

“Kau pikir aku gadis seperti apa eoh?” Sahut Bella ketus. “Aku sungguh membencimu Xi Luhan! Menjauhlah dariku!” Bella menegakkan tubuhnya bersiap untuk kabur.

 

Luhan meraih bahu Bella dan mencengkramnya. “Tidak bisa!” Dia mencium bahu Bella dengan buasnya. Membuat jejak merah keunguan disana.

 

Stop! Lu…han…stop…” Bella meronta. Suaranya bercampur dengan desahan yeoja yang sekarang sedang bermain bersama Chanyeol.

 

“Aku tidak bisa berhenti… sebelum kamu mau menjalankan hukuman dari Chanyeol berdua aku.” Nafas hangat Luhan menyapu leher Bella. Membuatnya merinding dan sedikit terbuai.

 

“Tidak ada yeoja yang mau melakukannya dengan terpaksa?” Bella mendorong-dorong tubuh Luhan tapi tidak berhasil.

 

“Masih ada seminggu.” Tangan kiri Luhan menempel di dada kanan Bella. Membuat si empunya terpekik kaget. “Kau bisa menikmati masa virgin kamu selama seminggu atau….”

 

Kedua tangan Bella mencoba mengenyahkan tangan kiri Luhan yang bersarang di dadanya. Tapi tidak berhasil dan sialnya namja ini masih saja menikmati lehernya. “Atau apa hah?”

 

“Atau masa virgin kamu aku akhiri sekarang juga.” Tangan kiri Luhan meremas dada Bella dari luar seragamnya.

 

“Akh!” Pekik Bella lagi. “L—Luhan…oke… aku mau!”

 

Saat itu juga Luhan menjauhkan tubuhnya beberapa senti dari tubuh Bella. Matanya yang tajam menatap bola mata coklat milik Bella. “Yakin?”

 

Takut-takut Bella mengangguk. “Y—ya…”

 

Luhan mengecup bibir Bella sekali. “Bagus!” Dia menegakkan tubuhnya kembali. Mengatur duduknya begitu juga Bella.

 

“Tiap hari kita berangkat dan pulang bersama. Tenang, aku bawa mobil. Dan tiap hari kita latihan!” Jelas Luhan. “Rumahku atau rumahmu?”

 

Bella menatap namja di depannya ini. Apa sebegitu tidak masalahnya kah dia melakukan ini?

 

“Oke aku paham tatapan itu. Rumahku kan?” Luhan tersenyum kepada Bella. “Namamu mu?”

 

“Bel— Bella.”

 

“Belbella? Panjang sekali.”

 

Bella buru-buru menggeleng. “Namaku Bella…. Bella Jung.”

 

Luhan mengangguk mengerti. “Mana ponsel mu?”

 

Bella merogoh saku blazernya dan memberikan ponselnya pada Luhan. Luhan menekan tombol yang ada disana dan tidak lama meraih ponselnya di saku jas putihnya. “Ini. Simpan nomorku di ponselmu. Tahu namaku kan?”

 

Bella mengangguk sambil meraih ponsel yang di sodorkan Luhan. Bagaimana ini? Waktunya seminggu lagi. Apa dia rela memberi keperawanannya cuma-cuma ke Luhan? Setelahnya semua dia tinggal? Malangnya nasib….

 

“Aku peringatkan!” Suara Luhan kembali terdengar. “Jangan sampai kau jatuh cinta padaku. Karena aku melakukan ini hanya karena hukuman dari Chanyeol. Setelah itu selesai. Tapi kita masih bisa berteman, tenang saja. Oh ya, kamu tenang saja aku tidak akan jatuh cinta padamu.”

 

Shit! Hatiku sakit Luhan… kenapa sih kamu harus begini? Bella menganggukkan kepalanya mengerti.

 

“Tenang saja, tidak sakit kok.” Luhan mengusap kepala Bella. “Di awal saja setelah itu akan nikmat. Percaya denganku.”

 

Lagi-lagi Bella hanya mengangguk dengan bodohnya. Apa ini? Bahkan pelacur masih di bayar. Shit!

 

“Maaf ya? Kenapa hari ini kamu harus sakit segala sih?” Nada Luhan terdengar merasa bersalah. “Setelah ini selesai aku janji akan kasih apa saja yang kamu mau, oke? Setuju?”

 

Mengingat betapa kayanya Luhan tidak heran dia berkata seperti itu. Rasanya Bella ingin sekali menangis.

 

“Anggap saja seminggu ini kita pacaran. Have fun Bels.” Luhan membaringkan tubuh Bella kembali. “Kamu masih sakit kan? Istirahat ya?” Tangan Luhan menarik selimut menutupi tubuh Bella sampai batas pundak. “Aku masih ada kelas setelah ini. Latihannya mulai hari ini ya? Nanti aku jemput disini. Jangan kemana-mana oke?”

 

“Jam terakhir aku harus ke kelas.” Bella menatap kakinya, tidak berani menatap Luhan. “Ulangan.”

 

Kepala Luhan kembali mengangguk. “Kelas berapa?”

 

“10-A.” Jawab Bella yang membuat kepala Luhan mengangguk-angguk.

 

“Oke! Get well soon my Athena.” Luhan mencium kening Bella dan menuju ruang sebelah. “Ayo kita ke kelas Chanyeol!”

 

Tidak lama Luhan dan Chanyeol juga yeoja Chanyeol meninggalkan UKS. Tinggalah Bella sendiri.

 

Mau tidak mau dia harus kabur dari Luhan. Harus! Dia tidak mau keperawanannya lenyap begitu saja. Dia harus menyusun strategi melarikan diri!

 

–MY PRECIOUS ATHENA—

 

“Oke anak-anak saya akhiri. Selamat siang.” Im songsaenim, guru matematika yang cantik itu meninggalkan kelas 10-A.

 

Semua penghuni kelas segera memasukan alat tulis yang tadi digunakan untuk ulangan ke dalam tas. Kebanyakan dari mereka wajahnya masam termasuk Bella.

 

Jangan di tanya kenapa. Alasan pertama karena badannya masih belum sepenuhnya sehat. Kedua karena ulangan matematika barusan membuat otaknya berasap. Dan alasan ketiga karena perjanjian konyolnya dengan Luhan. Ya Tuhan, kejamnya dunia.

 

“Itu kan Luhan sunbaenim..”

 

“Untuk apa Luhan sunbaenim kesini?”

 

“Astaga senyumnya manis sekali.”

 

The real flower boy!”

 

Dan banyak lagi bisikan-bisikan dari yang lain. Karena jarang sekali senior-senior famous macam Luhan mau berkeliaran di koridor junior kecuali ada sesuatu yang sangat penting. Dan pada kenyataannya Luhan memang sedang ada urusan penting disini. Entah apa yang dilakukan Bella nanti. Niatnya kabur, tapi Luhan sudah stand by di depan kelas sebelum bel pulang berbunyi. Pupus sudah rencananya. Lalu bagaimana jika nanti teman sekelasnya membondongnya dengan segudang pertanyaan mengenai datangnya senior tampan itu ke kalasnya? Kenapa mereka enggak pada cepetan pulang sih?

 

“Bella? Hallooo..” Seulra menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Bella yang lagi melamunkan entah apa.

 

“Ah?” Bella tersadar. “Hehe maaf maaf.”

 

“Nglamunin apa?” Seulra mengangkat sebelah alisnya. “Di depan ada Luhan sunbae loh, katanya kamu penggemarnya. Mumpung orangnya ada di depan. Yuk pulang biar bisa lihat dia, kan jarang-jarang.”

 

Bella menggeleng. “Dia nunggu aku.”

 

Sedetik, dua detik, tiga detik, em—

 

“APA? SERIUS?” Teriak Seulra terkejut. Buru-buru Bella membekap mulut Seulra. “Sorry.” Bisik Seulra setelah menyadari semua kepala menoleh kearahnya. “Buat apa Luhan sunbae jemput kamu Bel?”

 

“Mungkin dia nyadar kalau aku gadis yang tepat untuknya..” Jawab Bella sembarangan.

 

Seulra menoyor kepala Bella. “Jangan mimpi!”

 

“Ayolah bantuin aku. Aku enggak mau jadi pusat perhatian mereka.” Bella memasang wajah paling melas di dunia. “Kamu tahu sendiri kan fans Luhan sunbae kaya mana? Aku enggak mau di hantuin setiap saat.”

 

“Kamu fans nya juga kan? Kamu beruntung Bel.”

 

Bella mengibaskan tangannya sekali. “Nanti aku mau cerita sama kamu. Tapi bantuin aku dulu.”

 

Seulra menelisik penampilan Bella dari atas hingga bawah. Dan jawabannya adalah berantakan. Sebenarnya Bella tidak bisa di katakan jelek. Dia cantik dan manis hanya saja gadis itu tidak suka berdandan dan memoles hal aneh di wajahnya. Bisa di bilang Bella itu sangat cuek dengan penampilannya.

 

Dengan cepat Seulra mengikat rambut Bella agar terlihat rapi. Sehingga rambut panjang Bella seperti buntut kuda. Kemudian Seulra merogoh bedaknya dan memolesnya di wajah Bella. Sebenarnya tidak perlu, mengingat kulit Bella yang putih bersih mirip yeoja-yeoja di iklan produk kecantikan.

 

Bella hanya diam melihat kelakuan Seulra yang memonopoli wajahnya. Dan dia berharap Seulra tidak membuatnya semakin konyol di depan Luhan nanti.

 

Parahnya, kelas masih saja ramai. Dan Luhan masih berdiri di pintu kelas. Yakin 100 persen semua tidak akan pulang sebelum keresahan mereka terjawab kenapa Luhan ada di kawasan kelas 10. Nungguin siapa?

 

Terakhir Seulra memoleskan lips balm di bibir Bella.

 

“Sebenarnya enggak perlu semua ini sih kamu sudah cantik banget Bel.” Seulra cengengesan tidak jelas. “Mengingat rambut kamu itu lembut banget. Kulitmu putih bahkan bibir kamu itu merah alami. Astaga ibumu ngidam apa Bel?”

 

“Barbie!” Jawab Bella seadanya. “Buat apa sih di giniin?”

 

“Biar keliatan feminim dong. Kamu itu kan cuek banget sama penampilan.”

 

Bukannya gitu Seulra, palingan nanti juga hilang gara-gara latihan sama Luhan itu.

 

“Lips balmnya rasa coklat. Enak kan?” Seulra mengangkat kedua alisnya berkali-kali untuk menggoda Bella. Benar-benar rasa coklat. “Aku cuma bisa bantu kamu sampai sini. Biar kamu enggak malu di depan Luhan sunbae.”

 

Bella menghela nafas. “Sudahlah.” Dia bangkit. Oke, harus di hadapi. Dengan di sertai Seulra di sampingnya Bella melangkah keluar kelas.

 

Luhan tersenyum melihat Bella. “Kok lama?”

 

Bella hanya bisa tersenyum renyah, bingung harus jawab apa. Sedangkan di sisi lain Bella merasa banyak mata yang memperhatikannya. Dingin sekali rasanya.

 

“Heh! Kalian masih disini juga? Sudah pergi sana, ganggu orang aja!” Suara Seulra memecahkan keheningan mereka.

 

“Oh ya.” Bella hampir lupa mengenalkan temannya ini ke Luhan. “Kenalkan ini Choi Seulra, temanku.”

 

Luhan menyodorkan tangannya. “Hai, glad to see you.”

 

Seulra pun menjabat tangan Luhan. “Choi Seulra. Penggemar beratnya Chanyeol sunbae glad to see you too.”

 

Luhan terkikik geli dan melepaskan jabat tangan mereka. “Aku saranin jangan suka sama Chanyeol. Dia itu liar.”

 

“Dia manis sunbae.”

 

Bella menyenggol siku temannya itu. Berlebihan banget Seulra ini. Cantik tapi tidak di seimbangkan dengan otaknya. Astaga! Belum tahu saja kelakuan si Chanyeol di belakang. Belakang tirai UKS tepatnya.

 

“Eh aku duluan ya Bel, udah di tunggu eomma di depan. Annyeong Bella, annyeong Luhan sunbae.” Gadis itu menembus kerumunan siswa untuk mencapai gerbang untuk pulang.

 

“Teman kamu cantik juga, lucu juga. Namanya siapa tadi? Sul…”

 

“Seulra” Jawab Bella. “Kenapa? Suka?”

 

Luhan menggelengkan kepalanya. “Biasa saja, ayo pulang.” Luhan melingkarkan tangannya di pinggang Bella. Dia baru sadar begitu mungilnya yeoja di sebelahnya ini.

 

Bella sebenarnya malu sekali. Ia berani bertaruh besok pagi gosip sudah tersebar di seluruh penjuru sekolah. Namja famous macam Luhan meluk Bella yang bukan siapa-siapa di sekolah ini. Tidak satu kasta dengan Luhan pula.

 

Benar saja, di lapangan sampai tempat parkir banyak mata yang terbelalak kaget. Memang sih Luhan di kelilingi yeoja-yeoja cantik. Tapi kebanyakan selalu di anggap angin lalu oleh Luhan. Dan sekarang, sekali tanggepin yeojanya malah jelek. Luhan mulai rabun kayanya.

 

Tapi Luhan sendiri tidak peduli. Malah dengan santainya dia menanggapi godaan temannya. Tanpa merasa malu sedikit pun.

 

“Kok diam saja?” Bisik Luhan di telinga Bella. “Masih sakit?”

 

Bella menggeleng. “Malu.”

 

Kedua alis tebal milik Luhan bertaut. “Malu? Kamu malu jalan sama aku?”

 

Bella mengangguk. “Sangat.”

 

“Bella, banyak yeoja di luar sana yang mau di posisi kamu tapi kamu malah malu jalan sama aku?” Luhan tidak percaya dengan kenyataan yang ada di depannya. “Ini pasti gara-gara kamu sakit kan?”

 

Bella nyengir lebar. “Bukan gitu. Aku malu bukan karena kamu, tapi karena aku sendiri. Masa seorang Xi Luhan jalan sama itik buruk rupa?”

 

Luhan baru mengerti, seketika dia tertawa. “Kan selama seminggu ini kamu milik aku, aku milik kamu. Tidak usah malu sayang oke?”

 

Pipi Bella memanas. Rasanya walaupun itu cuma seminggu dan sebagai gantinya Luhan mengambil keperawanannya, tidak masalah baginya.

 

Sikap pasangan baru Jeguk High School ini mengundang banyak keirian di berbagai pihak. Ingin sekali mereka berada di posisi Bella. Bisa tertawa dengan Luhan bahkan di peluk Luhan.

 

Banyak sekali pikiran yang mengendap di otak mereka dengan berbagai variasi mengenai pasangan baru itu sampai mobil sport merah milik Luhan meninggalkan sekolah.

 

–MY PRECIOUS ATHENA–

 

Mobil Luhan memasuki rumah minimalis bergaya modern. Pagar bercat hitam ini masih tertutup rapat. Tangan Luhan menekan tombol remote yang tergeletak di dashboard mobilnya. Dan tidak lama pagar itu terbuka. Mobil pun masuk ke dalam rumah. Sebelum Luhan keluar dari mobil di menekan tombol remote itu kembali dan pagar kembali tertutup rapat.

 

Bella menyimpulkan itu remote control pagar rumah. Setelah keluar dari mobil, Bella mendapati tidak ada security di rumah Luhan. Sepertinya sepi sekali.

 

“Mau berdiri disitu sampai kapan?” Luhan sudah berdiri di depan pintu rumah memecahkan lamunan Bella. Buru-buru Bella menghampiri Luhan. “Disini sepi ya?”

 

“Tenang saja, disini sepi. Enggak ada yang bisa gangguin latihan kita.” Luhan mendorong bahu Bella untuk masuk ke rumahnya.

 

“Orang tua kamu mana?” Tanya Bella canggung. Sebenarnya buat hapus rasa deg-degan jantungnya.

 

“Jerman” Jawab Luhan. “Lagipula ini bukan rumah utama. Ini rumah pribadiku.”

 

Bella manggut-manggut mendengar penjelasan Luhan. Mungkin Luhan kesepian. Makanya mainin yeoja. Biasanya anak orang kaya kan gitu, buat masalah biar orang tuanya care sama dia.

 

“Kalau kamu pikir aku kesepian atau tidak bahagia kamu salah. Aku bahagia.” Luhan menyeringai. “Kita latihan di atas saja yuk.”

 

Luhan menarik tangan Bella ke lantai atas. Tempat ternyaman yang dia punya. Dia mau yeoja mungil ini nyaman dengan lingkungannya juga.

 

Di atas hanya ada satu ruangan cukup luas. Di tangga paling atas kita bisa lihat ruangan ini. Karena langsung tanpa sekat. Hanya di ujung kanan ada ruangan lagi. Di tengah-tengahnya ada karpet super besar dan banyak bantal di atasnya. Di depan ada TV LCD yang juga super besar menempel di dinding.

 

“Ini kamarku, kalau aku nyembut ini kamar. Kalau kamu…aku enggak tahu.” Luhan melempar tasnya di atas karpet dan langsung merebahkan diri di karpet empuk itu. Kedua tangannya tertekuk di belakang kepala. “Sini masuk. Kamu mandi dulu kalau mau. Kamar mandinya disana, kamu bisa lihat sendiri.”

 

Ternyata ruangan ini kamar mandi. Pandangan Bella kembali menelusuri ruangan itu. Ruangan ini tidak seberapa besar karena rumahnya sendiri minimalis. Ada 2 rak buku dengan banyak buku di dinding sebelah kanan. Dan di depan tangga kita langsung menghadap balkon yang langsung menghadap laut. Kalau ada tsunami rumah ini pasti pertama kali kena. Hancur lebur haha

 

“Nanti aku kasih waktu keliling rumahku, sekarang kamu mandi oke?” Lagi-lagi suara Luhan membuyarkan lamunan Bella.

 

Dengan patuh Bella menuju kamar mandi setelah menaruh tasnya.

 

Kamar mandi itu lumayan luas. Ada bathup danshower juga. Dan saat kita masuk pertama kali lihat adalah lemari kaca dengan banyak kimono mandi tergantung disana. Tanpa buang waktu, daripada Luhan marah lagi Bella pun langsung mandi.

 

–MY PRECIOUS ATHENA–

 

Bella menyembulkan kepalanya keluar kamar mandi. Dia sudah selesai mandi dan masalahnya, dia tidak bawa baju ganti. Niatnya dia ingin meminjam baju Luhan.

 

“Luhan…sshh…Luhan..” Panggil Bella tapi Luhan tidak merespon. Dengan hanya menggunakan kimono mandi itu dia menghampiri Luhan yang sedang tidur.

 

Bella menggoyangkan tubuh Luhan. “Luhan bangun.. aku mau pinjam baju.”

 

Hening. Tidak ada respon.

 

Terpaksa dia harus pakai baju kaya begitu sampai Luhan bangun. Kemudian matanya menelusuri wajah Luhan. Begitu sempurna Tuhan menciptakan makhluk di depannya ini. Tangan kanan Bella menelusuri hidung mancung Luhan. Dia sangat suka melihat hidung mancung Luhan.

 

Grep!

 

Tiba-tiba pergelangan tangannya di cengkram oleh Luhan.

 

“Tidak sopan mengganggu tidur orang sayang.” Mata Luhan pun terbuka, tatapannya jail. “Ada apa?” Luhan mencium telapak tangan Bella.

 

“Pinjam baju.” Jawab Bella. Rambutnya yang sudah di ikat tinggi tetap saja basah di bagian bawahnya.

 

“Nanti saja!” Kata Luhan dengan suara serak. Mungkin dia benar-benar bangun tidur. Tangan kanannya menarik leher Bella mendekat.

 

Bella yang punya firasat buruk langsung menggigit bibir bawahnya. Bukan Luhan namanya kalau tidak bisa memaksa. Dia mengecup bibir Bella. Tangannya menarik dagu Bella agar bibir bawahnya terlepas bersamaan dengan bibirnya yang melumat bibir bawah Bella.

 

Tidak lama Luhan melepaskan ciumannya. “Apa di kamar mandi ada coklat? Bibir mu rasa coklat.”

 

Seingatnya tadi ia sudah membersihkan bibirnya juga. Tapi tak urung dia menjilat bibirnya. Benar, rasanya masih coklat.

 

“Eee…ini tadi..da…”

 

Luhan tidak menyia-nyiakan mulut Bella yang terbuka. Dengan segera dia melumat bibir bawah Bella. Kemudian bibir atas Bella. Dan sentuhan terakhir, Luhan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Bella.

 

Bella terpekik kaget mendapati ada sesuatu di dalam mulutnya. Tapi Luhan tidak peduli. Dia merasa kalap, lidahnya menjelajahi setiap ruangan yang ada di dalam rongga mulut Bella. Seperti tersengat, Luhan menginginkan ini semua. Bibir Bella candu baginya. Dengan nafas mint Bella, rasa coklat dari bibir Bella, juga pekikannya. Semua.

 

Luhan melepaskan ciumannya, membuat Bella dengan rakusnya menghirup oksigen di sekitarnya. “Maaf ciumanku kasar.” Sesal Luhan. “Aku akan main lembut sedikit nanti. Janji!”

 

Bella menggeleng. “Hahh…tidak…hhh…lagi… nyerah..”

 

“Bella itu masih tahap pertama. Hari ini kamu harus bisa belajar ciuman. Bukan aku, tapi kamu.” Jelas Luhan. “Lakukan apa yang barusan aku lakuin ke kamu. Setiap hari kita akan melakukan itu biar terbiasa.”

 

“Pertama kamu ambilfirst kiss ku. Kedua aku enggak bisa nafas. Dan… dan yang ketiga… ada benda aneh di dalam mulutku. Menggeliat…ugh.” Wajah Bella menampakkan kejijian yang amat sangat.

 

Luhan tersenyum. “Pertama itu cuma ciuman Bella, kenapa semua yeoja mempermasalahkan first kiss mereka? Kedua, oke kita main lembut sekarang. Ketiga, itu lidahku Bel. Kamu juga harus masukin lidahmu ke mulutku.”

 

“Menjijikan Luhan, tadi juga ada cairan… itu pasti saliva kamu kan?”

 

Luhan memutar bola matanya. Gadis ini lucu sekali

 

“Kenapa saliva mu ada di mulutku?”

 

“Karena saliva mu juga ada di mulutku.”

 

“Jadi….” Bella kembali mengigit bibir bawahnya. Ngeri dan jijik membayangkan itu semua.

 

Let’s do it. Kiss me right now Bella.” Perintah Luhan kemudian menyeringai. “Don’t forget, close your eyes.”

 

Bella mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan. Bibirnya pun menempel di bibir Luhan. Luhan benar-benar diam dan membiarkan Bella melakukan semuanya sendiri. Bella mengikuti apa yang tadi di contohkan Luhan. Menciumi dan melumat bibir bawah dan atas Luhan. Kemudian…

 

Krep!

 

“Auwh!” Luhan mendelik jengkel ke Bella yang sekarang tersenyum tanpa dosa. “Kenapa kamu gigit bibir aku Bel—“

 

Luhan di bungkam dengan bibir Bella. Bella benar-benar meniru siasatnya agar bibir lawannya terbuka. Luhan sangat merasakan lidah Bella yang ragu-ragu menyusuri rongga mulutnya.

 

Luhan mengaku kalah, Bella bisa menggodanya. Dia pun memainkan lidahnya dan milik Bella di dalam sana. Luhan juga harus bermain lembut dan menahan kebiasaan liarnya. Mengikuti irama Bella.

 

Tangan Luhan merangkul punggung Bella. Ada garis panjang disana. Bra. Ingin rasanya Luhan mencopotnya, tapi tidak. Belum sampai tahap itu. Mereka masih dalam tahap pemula. Bahkan mereka belum latihan. Ini masih pemanasan. Luhan memang sengaja ngerjain Bella tapi dia sendiri yang tergoda. Sialan!

 

Lidah yang beradu milik mereka masih saja menimbulkan suara. Membuat kedua orang yang menikmati ciuman itu tidak mau melepaskan diri satu sama lain. Karena seperti magnet dengan kutub berbeda. Saling menempel kuat.

 

Bella yang sadar terlebih dahulu memundurkan kepalanya. Sebelum bibir mereka benar-benar terpisah, Bella menghisap bibir bawah Luhan.

 

“Bagaimana?” Bella tersenyum bangga, merasa dia menjadi peniru yang baik.

 

Good” Luhan tersenyum. “Kamu mudah belajar, jadi ya seperti itu. Sebenarnya itu baru pemanasan hahaha.” Dengan kejamnya Luhan tertawa lepas.

 

“Jadi gini” Dengan cepat Luhan merubah posisinya menjadi di atas Bella yang sekarang terbaring. “Ada tahap sebelum kita berciuman. Ingat-ingat.”

 

Luhan mencium puncak kepala Bella kemudian keningnya, turun untuk mencium kedua mata milik Bella, turun lagi untuk mencium hidungnya. Kemudian Luhan berhenti hanya untuk tersenyum kepada Bella.

 

Luhan melanjutkan, mencium sudut-sudut bibir Bella dan kemudian menghisap bibir bawah Bella. Shit! Rasa coklatnya! Turun ke bawah untuk mencium dagu Bella. Lalu Luhan mencium leher Bella dan memainkan lidahnya di telinga Bella.

 

Bella meremas rambut coklat Luhan. “Haha stop it Luhan..”

 

Luhan mengabulkan keinginan Bella. Dia melanjutkan ciumannya di bahu Bella. Meninggalkan banyak bercak merah disana. Kemudian turun lagi sampai dada Bella.

 

Seperti kesetanan, Luhan menghisap kuat-kuat dada Bella. Dan itu terjadi berkali-kali. Menimbulkan perih disana.

 

“Luhan stop itu…sakit..” Rintih Bella memelas, tapi Luhan tidak mendengar, justru semakin menjadi. Dia kembali menghisap di bagian yang lain dengan kuat. Cengkraman di rambutnya tidak di hiraukan.

 

“Luhan…hiks…sakit..” Bella menangis. Rasanya memang sakit. Perih. Dia tidak tahu kenapa Luhan tiba-tiba seperti itu.

 

Seperti di tampar keras, Luhan sadar. Tatapannya seolah meminta maaf pada Bella. “Sstt jangan nangis.” Luhan menghapus air mata yang turun dari mata Bella. “Jangan nangis ya, aku jadi merasa bersalah.” Luhan memasang wajah memelasnya. “Maaf Bella, aku tidak bisa mengontrol diri sendiri. Seharusnya kamu jambak dan jauhin kepalaku dari kamu. Sekali lagi maaf.” Luhan mencium kedua mata Bella.

 

Bagaimana Bella tidak jatuh cinta dengan orang seperti ini? Dia tidak menyakiti pasangannya. Oke menyakiti, tapi setelah itu dia minta maaf dengan wajahnya yang seperti itu. Apa Luhan selalu seperti ini jika melakukannya bersama gadis lain?

 

Luhan memperbaiki kimono Bella yang hampir terbuka. Karena tadi dia sempat melihat bra Bella yang menyembul keluar, tangannya menyusuri paha Bella dan berhenti saat di dapati celana dalam Bella.

 

“Kamu tidak pakai baju?” Tanya Luhan kemudian.

 

Bella menggeleng. “Kan tadi aku mau pinjam baju.”

 

Luhan bangkit. Di tariknya tangan Bella agar berdiri. “Ayo aku tunjukin tempatnya. Nanti pilih sendiri bajunya ya? Aku mau mandi.”

 

Bella mengangguk. Jadilah mereka menuju lemari yang ada di ruangan lain, masih di lantai dua. Bella luput mendapati pintu itu. Sampainya di dalam, ruangan ini lebih mirip toko baju daripada lemari. Benar-benar mirip toko baju. Hanya saja tidak ada petugas kasir dan petugas yang siap melayani pembeli.

 

“Kamu pilih sendiri ya? Aku mau mandi.” Luhan beranjak dari ruangan itu. Meninggalkan Bella yang termenung melihat koleksi baju yang sangat banyak.

 

–MY PRECIOUS ATHENA–

 

Sreg!

 

Luhan menggeser pintu kamar mandinya. Rambutnya basah. Sebenarnya dia mandi karena ingin menghilangkan nafsunya. Entah kenapa kali ini di sangat bergairah dengan Bella. Sebelumnya tidak seperti ini.

 

Di dapatinya Bella tidur dengan hoodie abu-abu besar miliknya melekat di tubuh mungil Bella. Luhan tersenyum simpul melihat Bella. Tiba-tiba saja dia ingin melindungi gadis ini.

 

Luhan berjalan mendekati Bella. “Nice dream dear?” Luhan mencium kening Bella. Dan ikut berbaring di samping gadis itu. Dia tidak mengantuk hanya saja memeluk gadis itu akan menjadi hiburan yang sangat manjur untuknya. Belum pernah dia merasakan kehangatan bersama gadis-gadis yang pernah ia tiduri sebelumnya. Setelah melakukannya, esok paginya mereka seperti orang asing. Tapi Bella sangat berbeda. Entah apa. Padahal mereka belum melakukan apa-apa kecuali ciuman panas itu.

 

“Kau gadis menarik.”

 

 

TBC~

 

 

Advertisements

139 responses to “[Freelance] My Preciuos Athena (PART 1)

  1. ceritanya keren seru juga, gak kebayang kalo luhan beneran kayak gitu sifatnya
    chap 2 nya jangan lama” thor…..

  2. alur nya udah bagus. cuma kata2 nya aja dibilang baku sih ga tapi beda dari ff lainnya. bahasa korea nya juga ga ada cuma nama nya aja. next thor^^

  3. omaygat omaygat omaygat… chanyeol, luhan kalian bener2 byuntae!!! Apa kata luhan?? Gadis yg menarik? Katanya g bakalan jatuh cinta, tp kenyataannya.. plis bgt luhan g ush muna hahaha. next chap jgn lama2 ya, penasaran hehe. fighting oke!!!

  4. Wah untuk EYD dan bahasanya dirapikan lagi ya 🙂 ceritanya udah cukup menarik kok ^^ Keep writing, ditunggu nextnya~

  5. Aduh bella kamu polos banget nak. Aduh itu baekhyun byuntae nyuruh* luhan kayak gtw baut it is a interesting story i can’t wait next part ok gret thor

  6. Sifat Lulu disini bikin shock banget! gak kebayang kalo aslinya beneran gitu. wkwkw. cerita nya keren! bikin penasaran

  7. Keren thor….. d tnggu chapter 2nya thor. Jagn lama lama ya thor 🙂
    always fighting thorr….

  8. Aduh,,disini Chanyeol sungguh yadong banget……
    Luhan jgn ambil virginity Bella, tp cintai saja Bella,,hehehehehe…

    Ditunggu next chapternya 🙂

  9. luhan,,,,jangan ya,,please.
    kasian bella kan klo km tetep nekat.
    kalian pdkt aja dulu,trus pacaran abis itu nikah
    baru deh

  10. Cerita ini sama persis seperti cerita Oh My Savior karya PuroPuro di wattpad, hanya berbeda dinama dan beberapa bahasa diganti dengan bahasa korea yang artinya sama percis seperti diwattpad. Selebihnya pun juga sama seperti diwattpad. Oh my savior diwattpad pun ceritanya sudah selesai dari lama. Saya jadi ragu. Ini benar karya sendiri atau copas ya?

  11. Yaampun cerita dapet coppas aja bangga! Mikir sendiri kali kalo mau bikin cerita. Udah ngecoppas cerita dri karya org lain namanya di ganti pula -_- hadeuuh plagiat ya non? Ga malu tuh sama para penulis yg lebih murni gunain otaknya sendiri buat mikir ketimbang yg kayak situ tpi bisanya coppas. Ckckck klo ga bisa bikin cerita gausah aja sekalian, ini malah plagiat dri karya penulis lainnya. Haduuh kalo gue mah malu kali -_-

  12. kaya critanya author qila aka puropuro diwattpad judulnya oh my savior tp castingnya bukan korea *eh

  13. Lah HAHA. Bisa bisaan copas cerita orang dari wattpad tinggal diganti nama gitu. Punya otak kan buat mikir cerita sendiri?

  14. apaan nih..ff copas dari wattpad kan..ini copasan Oh My Savior yg diganti tokoh sama judul doang..sumpah gk kreatif bgt sihh…plagiat lo!!!!

  15. apaan nih? copas dari wattpad kan? ini copas Oh My Saviour kan? ckckck. kreatif dong! masa cuma tau copas doang? plagiat!! ganti nama dan judul emang gak ketahuan? kata2 aja sama banget!!!

  16. Apa apaan nih … plagiat llo.. ngotak dong kalo gak bisa bikin cerita mendingan ga usah daripada ngecopas cerita orangg lain punya otak kan?gunain baik baik tai lo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s