[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 2)

The Best for Someone Who I Love 2

Title                       : The Best for Someone Who I Love 2 (Part 2)

Author                  : @YoMollayo

Main Cast           : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Support Cast      : EXO members

Genre                   : Romance

Rating                   : General

Length                  : Continue

Disclaimer           : All of the stories belong to God but written by me

Poster by             : Wuu

Annyeong chingudeul^^ Setelah sekian lama akhirnya bertemu lagi. Terimakasih banyak untuk komen/saran/kritikan dari chingudeul, aku seneng banget bacanya sampai jingkrak-jingkrak hahaha, semuanya DAEBAK!!!!!. Mian kalo misalnya part 2 ini ga sesuai sama saran chingu. Banyak yang suka BaekSung dan ChanSung, aku jadi bingung pilih yang mana wkwkwkw. Ini Part 1, untuk chingu yang belum baca. Happy reading^^

*****

“Aigo aku benar-benar penasaran dengan ending ceritanya” Baekhyun memukul-mukul pelan meja makan di sebuah restoran tempat mereka makan.

Eunsung dan Chanyeol memandang satu sama lain, mereka memang tertarik dengan film tersebut tapi tidak seperti Baekhyun yang terlalu penasaran.

“Sudahlah, nanti kau bisa membaca review film nya di internet” Chanyeol membuka mulutnya

“Ah tapi itu tidak seru, aku ingin melihatnya langsung” balas Baekhyun cepat

“Memangnya apa serunya film tersebut?” Eunsung menatap Baekhyun heran

“Seru sekali ahhh aku benar-benar penasaran” rengek Baekhyun

Eunsung dan Chanyeol malas membalas Baekhyun, mereka lebih memilih menikmati sup hangat dan bulgogi di depan mereka.

“Tunggu, sekarang masih jam 7” Baekhyun memegang pundak Chanyeol, membuat sahabatnya berhenti mengunyah bulgogi yang sangat lezat

“Argggh aku baru ingat sesuatu. Cepat habiskan makanan ini” Baekhyun setengah berteriak, matanya berbiar-binar

“Apa kau sakit?” Eunsung memberikan tatapan aneh pada namjachingunya

“Sepertinya dia kesurupan hantu di film tadi” tambah Chanyeol

“Aish sudah cepat habiskan makanannya setelah ini kita ke Namsan Tower” Baekhyun tersenyum senang, dengan cepat dia memakan makanan yang ada di depannya

“Mwo?” Chanyeol dan Eunsung membelalakkan matanya, tetapi hanya dibalas senyuman manis dan eyesmile dari Baekhyun.

*****

–Namsan Tower–

“Apa kalian pernah ke sini?” tanya Baekhyun

“Aku tidak pernah” balas Chanyeol

“Aku juga, tapi aku sering mendengar tentang menara ini” tambah Eunsung

“Kalau begitu ayo kita ke menaranya, dengan cable car” Baekhyun berjalan ke tempat pengantrian cable car di susul Eunsung dan Chanyeol di belakangnya

“Woah daebak” Eunsung sedikit berteriak karena pemandangan malam kota seoul yang dia lihat dari cable car

“Jjinja daebak woah” tambah Chanyeol yang tidak kalah kagum dengan lampu-lampu kota yang membuat kota Seoul sangat cantik di malam hari

“Ini belum seberapa” Baekhyun terkekeh pelan. Chanyeol dan Eunsung tidak menghiraukannya, mereka sibuk dengan dunianya

Beberapa menit kemudian mereka tiba di puncak Namsan Tower. Baekhyun berjalan terlebih dahulu memimpin 2 orang Busan yang mingikutinya di belakangnya. Setelah itu mereka menaiki lift dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk mencapai ruang observasi.

“Lihat-lihat” Baekhyun memanggil Chanyeol dan Eunsung, dia sedang berdiri di depan sebuah teleskop. Chanyeol dan Eunsung masih melihat ke sekeliling, ruangan observasi ini benar-benar menakjubkan

“Woah aku mau coba” Chanyeol mendekatkan matanya ke teleskop

“Woah jjinja daebak omonaa. Sung, itu apartemen kita aigo itu kampus kita” Chanyeol menggebu-gebu akibat pemandangan kota Seoul yang dia lihat melalui teleskop. Kali ini jauh lebih indah dan jelas di bandingkan dari cable car tadi.

“Yeol aku juga mau lihat” Eunsung mendorong-dorong pundak Chanyeol pelan.Chanyeol menjauhkan kedua matanya dari teleskop tersebut.

“Mwo? Aku tidak melihat apa-apa. Kenapa gelap sekali?” Eunsung menjauhkan matanya dari teleskop lalu menatap Chanyeol bingung. Chanyeol hanya terkekeh melihatnya

“Ya! Kenapa tertawa. Kau bohong ya?” Eunsung mencibir

“Aniyo. Kota Seoul benar-benar indah jika kau lihat dengan teleskop itu” Chanyeol menggeleng pelan.

“Eh? Pasti ada yang salah dengan benda ini” Eunsung menggaruk kepalanya pelan lalu mencoba melihat teleskop lagi

“Yeol tidak bi—” Eunsung menatap Chanyeol bingung tiba-tiba dia menyadari sesuatu

“Ya!” Eunsung menahan emosi melihat Baekhyun terkekeh sambil menutupi bagian ujung teleskop

“Ya! Kau menyebalkan aigo Baekyawn aish” Eunsung mendekati Baekhyun lalu mencubit kedua pipi namjachingunya gemas. Eunsung suka mencubit pipi Baekhyun, bukan karena kesal dengan lelucon namjachingunya tapi dia suka sekali jika Baekhyun berteriak dan melihat pipi namjachingunya yang berubah menjadi merah karena dia cubit.

“A a a a a appo yaaaaa a a a a” ringgis Baekhyun pelan, dia malu untuk berteriak takut menjadi pusat perhatian orang-orang.

“Rasakan” Eunsung terkekeh pelan melihat wajah merah namjachingunya.

Baekhyun mengelus kedua pipinya yang sudah sangat merah akibat cubitan Eunsung. Tidak, sebenarnya bukan hanya karena cubitan. Pipi Baekhyun menjadi merah akibat wajahnya dekat dengan wajah Eunsung ketika yeojachingunya mencubitnya.

“Yah tidak bisa lagi, waktu untuk koinnya sudah habis. Aku juga ingin lihat” rengek Eunsung pelan

“Sudahlah beli lagi saja sana” Chanyeol menatap Eunsung miris

“Tenang, aku masih punya satu koin” Baekhyun tersenyum lalu memasukkan satu koin ke dalam teleskop tersebut.

“Sung, lihat” Baekhyun melambaikan tangannya memanggil Eunsung, membuat yeojachingunya mendekat

“Wuah daebak aaaaaaa jjinja yeppeo omo” Eunsung takjub melihat pemandangan kota Seoul

“Jjinja?” Baekhyun tersenyum melihat yeojachingunya

“Neee. Baekhyunie lihat itu Lotte World woah, itu sepertinya kampus kita dan argh itu rumahku” Eunsung menggebu-gebu

“Jjinja?” Baekhyun menaikkan alisnya

“Ya! Coba kau lihat” Eunsung menjauhkan matanya dari teleskop dan menarik Baekhyun untuk melihat

“Mana? Eh itu memang Lotte World tapi itu bukan rumahmu”

“Aish itu rumahku, lihat di depannya ada apartement Chanyeol” Eunsung melihat teleskop lagi

“Bagunan seperti itu banyak di seoul Eunsungie”

“Ya! Coba lihat baik-baik” Eunsung memaksa Baekhyun melihat lagi

Chanyeol terdiam menatap sepasang kekasih yang sedang memperdebatkan hal yang tidak penting. Sesekali dia tersenyum tapi lama kelamaan senyum itu memudar. Hatinya tidak bisa berbohong. Chanyeol berjalan mendekati kaca ruang observasi ini dan menatap keluar sambil menghembuskan nafasnya berat. Bisakah waktu cepat berlalu? Atau bolehkan dia memutar kembali waktu? Entahlah pertanyaan random tersebut tiba-tiba muncul di kepalanya.

Baekhyun menyadari sahabatnya tidak di dekatnya. Dia melihat sekeliling mencari sosok seseorang. Baekhyun berjalan menghampiri sahabatnya tetapi tiba-tiba dia terdiam. Dari jarak yang tidak terlalu jauh terlihat jelas wajah Chanyeol yang menurutnya benar-benar berbeda dari biasanya. Chanyeol sedikit berubah, nama Happy Virus sudah tidak cocok untuknya. Baekhyun menghela nafas berat, berkali-kali dia meminta maaf pada Chanyeol di dalam hatinya.

“Chanyeol-ah ayo kita pulang” Baekhyun menepuk pundak sahabatnya pelan

“Eh? Baekhyunie? Kajja” Chanyeol menatap Baekhyun kaget

“Chanyeolie, Baekhyunie kajja! Ayo kita ke tempat gembok cinta” Eunsung tiba-tiba muncul di belakang Baekhyun dan Chanyeol

“Mwo? Sebaiknya kita pulang sekarang Sung sudah jam 9malam” Baekhyun membuka mulutnya

“Tidak apa-apa sebentar saja” Chanyeol tersenyum.

Mereka bertiga pergi ke tempat gembok cinta yang berada di lantai atas menara ini. Pagar-pagar sekeliling tempat ini di penuhi dengan gembok yang bertuliskan nama sepasang kekasih dan harapan akan hubungan mereka. Chanyeol dan Eunsung lagi-lagi terkagum kagum akibat ribuan gembok dengan berbagai macam bentuk, warna serta pesan yang berada di sekeliling pagar.

“Yeol, Eunsungie coba kalian lihat ke atas” Baekhyun mengarahkan telunjuknya ke langit

“Woaaaah daebak” Chanyeol dan Eunsung membelalakkan matanya

“Wooooah banyak sekali bintanya dan omo lihat namsan tower nya menjadi biru” Eunsung terpana

“Omo” Chanyeol membelalakkan matanya. Banyaknya bintang di langit, cahaya lampu yang menghiasi namsan tower, pengunjung yang tidak ramai, pemandangan indah kota Seoul. Semuanya sempurna

“Yeppeo?” Baekhyun tersenyum menatap dua orang yang sangat dia sayangi

“Neeee” Eunsung dan Chanyeol mengangguk setuju

“Hari ini adalah hari di mana kita bisa melihat bintang terbanyak di tahun ini. Karena itu aku mengajak kalian ke Namsan Tower, kalau dari atap rumah bintang-bintang ini pasti tidak terlihat” tambah Baekhyun sambil terkekeh

“Woah kau sangat jenius Byun” Eunsung tersenyum

“Woah seriously Namsan Tower is no joke” Chanyeol masih kagum dengan bintang-bintang di langit.

“Kenapa tadi kau mengajak pulang?” alis Chanyeol terangkat sebelah

“Eh? Ku pikir ini sudah terlalu malam” Baekhyun menggaruk kepalanya kikuk, sebenarnya ada alasan lain di balik itu

“Ayo kita membeli gembok dan menguncinya di sini” Eunsung menarik tangan Baek dan Chanyeol bersamaan. Baekhyun tersenyum tetapi tidak dengan Chanyeol yang terlihat bingung, dia berusaha menahan ekspresi wajahnya. Melihat Eunsung dan Baekhyun mengahabiskan waktu bersama saja membuat hatinya merasakan luka yang cukup perih apalagi dia harus melihat mereka menulis nama di gembok tersebut. Bukan, Chanyeol bukannya tidak menyukai Eunsung dan Baekhyun bersama. Bukan juga karena Chanyeol membenci Baekhyun. Chanyeol menyukainya. Chanyeol senang melihat senyum Baekhyun dan Eunsung saat bersama. Hanya saja, hatinya belum siap untuk menerima ini.

“Kalian tunggu di sini” Baekhyun segera pergi meninggalkan Eunsung dan Chanyeol yang tidak mengerti.

Beberapa menit kemudian Baekhyun datang menhampiri Eunsung dan Chanyeol yang sedang duduk di sebuah kursi dan membawa 3 gembok denga warna biru muda dan memberikan Eunsung dan Chanyeol masing-masing. Eunsung dan Chanyeol heran tidak mengerti

“Kajja. Tulis nama orangtua kita di gembok ini” Baekhyun tersenyum

“Eh? Orangtua?” Eunsung dan Chanyeol lagi-lagi menatap heran Baekhyun. Baekhyun menggangguk mantap

“Wae? Kenapa kalian tidak menulis nama kalian?” Chanyeol untuk kesekian kalinya menatap Baekhyun heran

“Namsan Tower itu indah. Aku sangat menyukainya karena itu aku tidak ingin memiliki kenangan buruk di tempat ini. Jika aku menulis namaku dan Eunsung ternyata suatu hari nanti kita sudah tidak bersama. Tempat ini akan menjadi tempat yang sangat menyakitkan untukku dan Eunsung, mengingat kami pernah menaruh harapan besar tentang hubungan kami di sini” Baekhyun tersenyum

“Aku tidak begitu percaya dengan mitos gembok ini. Menurutku daripada mengharapkan hubungan sepasang kekasih bisa abadi hanya dengan gembok, lebih baik mengharapkan hubungan orang yang kita sayangi abadi contohnya orangtua kita”

“Mempertahankan sebuah hubungan lebih sulit daripada membangunnya. Semakin pohon tinggi semakin besar anginnya begitu juga dengan umur sebuah hubungan. Warna biru melambangkan kebijaksanaan, ketabahan dan ketenangan. Aku berharap hal tersebut dapat membantu mempertahankan hubungan kedua orang tuaku”

Chanyeol dan Eunsung diam, mereka tidak mengerti dengan maksud Baekhyun

“Lalu bagaimana jika orangtua kita yang bercerai?” Chanyeol menggaruk kepalanya kikuk

“Itu di luar kemampuanku. Lagipu itu adalah pilihan mereka, mereka yang menjalankan, mereka tau yang terbaik. Aku hanya menaruh harapan dan memberikan dukungan” Baekhyun lagi-lagi tersenyum

“Ah aku mengerti. Daekbak Baekhyunie” Eunsung mengganggukkan kepalanya

“Kau daebak Byun-saem” Chanyeol terkekeh

“Tidak, itu hanya terlintas di pikiranku. Aku hanya ingin melihat orang tuaku selalu bersama, aku  sangat menyayangi mereka” Baekhyun terkekeh

Mereka menulis nama kedua orang tua mereka di gembok tersebut, mengaitkannya dipagar lalu melempar jauh gembok tersebut dan berharap hubungan kedua orang tua mereka dapat berjalan dengan baik.

*****

“Gomawo untuk hari ini. Annyeong” Eunsung tersenyum pada dua namja di depannya lalu masuk ke dalam apartemennya

“Annyeong” balas kedua namja tersebut

Baekhyun dan Chanyeol berjalan keluar gedung apartemen tempat Eunsung tinggal mereka terdiam, tidak ada bahan yang ingin di perbincangkan.

“Baekhyun. Gomawo”

“Untuk apa?” Baekhyun terkekeh

“Aku hanya ingin mengatakan hal tersebut” Chanyeol terkekeh

“Kalau begitu Chanyeollie. Mianhae”

“Mwo?” Chanyeol menaikkan satu alisnya

“Hanya ingin mengatakan hal tersebut” Balas Baekhyun

“Gomawo karena kau selalu memikirkan perasaanku” Chanyeol berbicara begitu saja

“Mianhae, karena aku kau seperti ini” Balas Baekhyun

Chanyeol dan Baekhyun menatap satu sama lain. Entah apa yang baru saja terjadi. Suasana menjadi awkward.

“Ah sudah malam, kalau begitu annyeong Yeol” Baekhyun membuka mulutnya lalu berjalan kearah rumahnya

“Annyeong” Chanyeol terdiam. Baekhyun-ah gomawo kau selalu peduli padaku

*****

–Beberapa minggu kemudian–

“Yeol” Eunsung menyapa orang di seberang

“Eo?” Chanyeol mengangkat sebelah alisnya

“Apa kau sudah selesai membuat maket?” tanya Eunsung

“Sudah wae?”

“Aku belum selesai” Eunsung terkekeh menggaruk kepalanya

“Lalu?” lanjut Chanyeol

“Ya! Masa kau tidak mengerti” Eunsung mendengus sedikit kesal

“Bagaimana aku bisa mengerti? Kau belum memberitahuku” balas Chanyeol kesal. Sebenarnya dia sudah tau apa mau Eunsung, dia hanya menggoda sahabatnya saja

“Tolong bantu aku hahahaha” Eunsung tertawa

“Mwo? Kerjakan sendiri”

“Ya! Kau jahat sekali”

“Apakah ada imbalan?”

“Aku belikan tteokbokki?”

“Hmm baiklah aku ke rumah mu sekarang”

“Arra. Aku tunggu” Eunsung tersenyum lalu menekan tombol merah di handphone nya

Beberapa menit kemudian bel apartemen Eunsung berbunyi, dengan cepat Eunsung membuka pintu dan menyuruh Chanyeol masuk. 2 jam kemudian pekerjaan mereka selesai, selama mengerjakan pekerjaan mereka benar-benar serius dan fokus, tidak seperti biasanya.

“Wuaaaaaaaaah akhirnya selesai” Eunsung tersenyum senang, begitu juga Chanyeol.

“Bagus kan?” tanya Eunsung dibalas anggukan kepala oleh Chanyeol

“Aku menyukai warna birunya, bagus” Chanyeol menatap maket rumah yang baru saja dia kerjakan bersama Eunsung.

“Bagaimana dengan punyamu?” tanya Eunsung. Chanyeol mengeluarkan handphone nya lalu menunjukkan sebuah gambar ke Eunsung

“Woaaah ini keren sekali! Ya! Chanyeolie daebak” Eunsung mebelalakkan matanya terkagum-kagum dengan karya sehabatnya. Di gambar itu terdapat miniatur rumah dengan paduan warna biru tosca dan atap berwana coklat kemerah-merahan dengan taman yang indah di belakang rumah tersebut.

“Ah aku sudah sering mendengar kalimat itu” Chanyeol terkekeh

“Cih sombong sekali” Eunsung mencibir

“Huaaa aku lapar” Chanyeol memegang perutnya yang sudah berbunyi tidak enak sejak tadi

“Aku juga sangat lapar” Eunsung menambahkan

“Ayo keluar membeli makanan, kau mau makan apa?”

“Yeol, Bagaimana kalau aku masakkan Sundubu Jigae(Sup Tahu)?” Eunsung tersenyum senang

“Mwoya? Sundubu Jigae mu rasanya sangat aneh” Chanyeol memandang aneh Eunsung

“Kemarin itu aku lupa memasukkan beberapa bumbu, sekarang aku ingat. Percayalah padaku” Eunsung tersenyum kikuk mengingat sup tahu nya yang dulu dia masak bersama Chanyeol. Chanyeol memandang Eunsung lalu berpikir sebentar

“Hmm baiklah, aku juga sudah lama tidak makan itu”

“Yasudah ayo ke supermarket membeli bahan” Eunsung tersenyum, di tariknya tangan sahabatnya senang

“Ya ya ya changkaman” Chanyeol di tarik begitu saja tanpa aba-aba

*****

–45 menit kemudian di Rumah Eunsung–

“Wuah aku kenyang tteokbokkie” Chanyeol memegang perutnya yang sudah tidak rata

“Aigo aku juga” Eunsung menjatuhkan kepala dan bahunya ke meja makan yang terdapat 4 kantung plastik porsi besar tteokbokkie

“4porsi besar untuk berdua, kita sudah gila Sung” Chanyeol terkekeh begitu juga Eunsung

“Eh tunggu, kau yang menghabiskan hampir semuanya. Aku hanya makan sedikit” Chanyeol menunjuk Eunsung

“Aniyo” Eunsung berteriak mengelak

“Wuahahaha mengaku sajalah, tidak apa-apa” Chanyeol terkekeh

“Ya! Aku memang makan banyak tapi kau juga” Eunsung mencibir

“Sung, kenapa kau suka sekali tteokbokki?”

“Hmm kenapa ya?” Eunsung menatap Chanyeol. Chanyeol menaikkan sebelah alisnya

“Kau ingat tidak Yeol, saat pertama kali pertemuan Klub Seni di SMP dulu?” Eunsung memandang Chanyeol

“Tidak. Wae?” Chanyeol menggaruk kepalanya

“Saat hari pertama pertemuan Klub Seni kita pulang bersama, kebetulan rumah kita searah dan sudah cukup malam” Eunsung tersenyum kearah Chanyeol. Alis sebelah mata Chanyeol lagi-lagi naik

“Saat itu hujan deras. Kita berdua berteduh di warung tteokbokki milik Yoon-ahjuma”

“Lalu?”

“Aku kelaparan dan tidak punya uang. Akhirnya kau membelikanku tteokbokki dengan uang jajanmu”

“Ah aku ingat” Chanyeol menganggukkan kepalanya

“Sejak saat itu kita mulai berteman, sampai sekarang”

“Jadi karena itu kau sangat menyukai tteokbokki?” Chanyeol menatap Eunsung heran

“Karena rasanya enak” Eunsung terkekeh

“Dasar aneh. Cha Eun Isang(aneh) Sung”

Eunsung memandang Chanyeol sejenak mengingat kejadian saat pertama kali Chanyeol membelikannya tteokbokkie. Saat itu Eunsung sangat menyukai Chanyeol, hanya dia tidak memiliki keberanian untuk mendekatinya. Dia tidak mengira kalau Chanyeol akan mengajaknya pulang bersama dan merelakan uang jajan terakhirnya untuk membelikannya makanan. Sejak saat itu Eunsung mulai menyukai tteokbokki, bahkan sangat suka.

“Aigo. Kau kenapa tertawa sendiri?” Chanyeol memandang Eunsung, sekilas bulu kuduknya berdiri, dia pikir Eunsung sudah gila

“Aniyo” jawab Eunsung terkekeh dan dibalas pandangan aneh dari Chanyeol

“Sepertinya kau mabuk tteokbokkie. Kajja! Kita buat sup tahu nya” Chanyeol menepuk pundak Eunsung pelan agar membuat sahabatnya sadar

“Mwo? Aku sudah sangat kenyang” Eunsung merengek

“Tidak boleh begitu, kita harus makan makanan berprotein. Tidak baik hanya tteokbokki”

“Arraseo Park-seonsaengnim”

*****

20 menit berlalu, mereka memasak dengan damai, tidak seperti sebelumnya yang selalu bertengkar atau berisik, entalah mungkin karena sudah sangat lelah mengerjakan tugas.

“Tada Sundubu Jigae” Eunsung membawa sup tahu buatannya ke meja maja makan, di sana Chanyeol sudah menyiapkan mangkuk, sendok dan air minum.

“Wuah” Chanyeol tersenyum senang lalu mulai memakan Sup Tahu pelan-pelan karena masih panas

“Bagaimana?” tanya Eunsung

“Hmm rasanya lebih baik dari yang pernah kau buat sebelumnya”

“Mwo? Enak atau tidak?” Eunsung menaikkan alisnya

“Kenapa tidak kau coba saja sendiri” Chanyeol melanjutkan makan supnya

Eunsung terdiam lalu menyicipi sup tahu buatannya, benar kata Chanyeol rasanya tidak berbeda jauh dari sebelumnya. Sup buatannya bukannya tidak enak, hanya sedikit aneh rasanya.

“Kenapa kau tetap memakannya?” Eunsung bertanya kikuk

“Karena ini bergizi tinggi. Kau juga harus makan” Chanyeol menatap Eunsung

“Neeee” Eunsung mengangguk malas lalu lanjut memakan sup tersebut

“Sung”

“Ehm?”

“Kenapa kau tidak meminta bantuan Baekhyun?”

“Eh?”

“Maksudku untuk membantumu menyelesaikan maket”

“Ah… jadi kau tidak mau membantuku?”

“Aniyo. Aigo kau ini, bodoh sekali…”

“Hehehe aku mengerti Yeol. Aku meminta bantuanmu karena menurutku maket buatanmu lebih bagus daripada Baekhyun hahaha”

“Hahahaha ya memang, aku mengakuinya” Chanyeol tertawa bangga

“Aish kau ini benar-benar. Aku menyesal memujimu” Eunsung mendengus

“Lagipula aku juga sudah sering meminta bantuannya” lanjut Eunsung

Chanyeol terdiam sesaat, dia tenggelam dalam pikirannya sendiri. Eunsung baru saja berkata dia sudah sering meminta bantuan Baekhyun untuk mengerjakan tugas, itu berarti dia hanya berdua saja dengan Baekhyun

“Sung, apa kau masih deg-degan di dekat Baekhyun?” Chanyeol menghentikan makannya, dia menaruh sedok serta sumpit yang ada di tangannya kembali ke maja makan.

“Mwo mwoya? Kau hampir membuatku tersendak” Eunsung membelalakkan matanya dan dengan cepat meminum air

“Apa aku tetap harus menemanimu?” lanjut Chanyeol tanpa memperdulikan ucapan Eunsung

“Yeol—”

“Jika kau sudah mulai terbiasa di dekat Baekhyun. Sebaiknya kau tidak memintaku menemanimu lagi” potong Chanyeol tanpa menunggu Eunsung menyelesaikan ucapannya

“Ya Ya Ya” Eunsung mulai hilang kesabaran

Chanyeol terdiam memandang Eunsung. Pandangan itu membuat Eunsung ikut diam.

“Yeol. Apa selama ini kau berpikir aku memintamu menemaniku agar aku tenang di dekat Baekhyun?” Eunsung membuka mulutnya

“Ya memang itu benar, tapi……” Eunsung menahan bicaranya, dia berpikir untuk menemukan kata-kata yang tepat

Chanyeol menatap Eunsung, memberikan sahabatnya waktu untuk melanjutkan kalimatnya

“Tapi bukan hanya karena itu Yeol. Aku.. aku.. aku tidak mau kau jauh dariku” Eunsung sedikit berteriak, enatahlah dia juga tidak tahu mengapa

Chanyeol kembali terdiam, jantungnya berdetak tidak mengikuti kemauannya. ‘tidak mau kau jauh dariku’ kata-kata tersebut berhasil mengunci tubuh dan bibirnya untuk sulit bergerak

“Aku merasa tidak nyaman jika kau jauh dariku, kau sahabat terbaik ku, aku…. Aku tidak akan tenang meninggalkan mu sendiri sebelum kau memiliki yeojachingu” Eunsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Yeojachingu mworaguyo? Aku tidak sendiri, aku punya Kyungsoo dan Yixing” Chanyeol membelalakkan matanya, dia berbicara sedikit kesal

“Tapi itu berbeda Yeol”

Chanyeol terdiam untuk kesekian kalinya, entahlah dia tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, dia tidak mengerti perasaan juga pikirannya.

“Kau adalah sahabat ku dan Baekhyun. Kami berdua menyayangimu dan ingin selalu berada di dekatmu”

Chanyeol masih terdiam kali ini segala gossip-gosip yeoja di kampusnya terlintas di kepalanya.

‘Kau lihat? Sebenarnya siapa namjachingu Eunsung? Baekhyun atau Chanyeol?’

‘Chanyeol seperti pengganggu saja antara Baekhyun dan Eunsung’

‘Eunsung lebih baik bersama Chanyeol mereka lebih cocok’

‘Baekhyun-ah kenapa kau jadi pengganggu ChanSung couple? Hahaha’

‘Bukankah Chanyeol menyukai Eunsung?’

‘Bukannya Chanyeol dan Eunsung berpacaran? Mengapa ada Baekhyun?’

“Pernahkah kau berpikir bagaimana perasaan Baekhyun jika kau terus di dekatku?” Chanyeol berteriak, membuat Eunsung kaget dan sedikit takut

“Kemanapun kalian pergi berkencan aku selalu ada di sana. Di bioskop, restaurant, taman hiburan, dan lain sebaginya. Aku senang kau mengakawatirkanku Sung tapi jika berkencan seharusnya kalian menghabiskan waktu berdua saja. Tanpaku”

“Baekhyun tidak keberatan, dia merasa senang. Dia tidak pernah memintaku menghabiskan waktu hanya berdua saja dengannya ”

“Dia memang tampak senang. Tapi bagaimana perasaannya mendengar orang-orang berkata yang tidak-tidak tentang kita? Itu pasti membuatnya tidak nyaman”

“Chanyeol-ah sudah cukup. Aku dan Baekhyun merasa senang jika kau bersama kami. Baekhyun baik-baik saja, dia merasa nyaman. Untuk apa peduli dengan perkataan orang-orang? Semua orang juga tau kau adalah sahabat Baekhyun dan kau juga sahabatku” Eunsung berbicara tanpa henti, dia memegang kepalanya yang sedikit pusing

“SEMUA ORANG JUGA TAU AKU MENCINTAIMU”

Chanyeol berteriak, nafasnya terengah-engah. Dia tidak dapat menahan lagi perasaan di dadanya. Menyenangkan memang bisa menghabiskan waktu bersama Eunsung dan Baekhyun, tapi ini salah. Di satu sisi dia bahagia bisa selalu dekat dengan Eunsung, di satu sisi dia merasa tidak enak terhadap Baekhyun dan di sisi lain hatinya sakit menyadari bahwa Eunsung bukan miliknya. Terlalu banyak yang dia pikirkan dan menjadi beban baginya, ini benar-benar menyakitkan. Hati dan pikirannya lelah.

Eunsung terdiam mendengar perkataan Chanyeol, dadanya berdetak sangat hebat, matanya lagi-lagi terbelalak. Chanyeol sadar akan apa yang baru dia ucapkan, dia terdiam

“Ak..ak..aku harus pulang” Chanyeol bangkit dari kursi di meja makan ini dengan kikuk, dia mencari-cari ranselnya yang terletak di sofa rumah Eunsung dengan resah dan segera berlari menuju pintu

“Yeol! Tunggu” terteriak Eunsung dengan cepat dia berlari mengejar Chanyeol yang sudah ada di depan lift

“Jangan mendekat, aku mohon jangan mendekat jaebal” Chanyeol memajukan kedua telapak tangannya, berusaha agar Eunsung tidak mendekatinya

“Yeol aku..” Eunsung terdiam dia sebenarnya tidak tau harus berkata apa

Chanyeol masuk ke dalam lift dan dengan segera menutupnya. Eunsung hanya terdiam, berusaha berpikir mengapa hal ini menjadi sangat rumit.

**TBC**

Bagaimana chingudeul? Hahahaha makin lama making ga jelas ya ff nya wkwkwwk. Kalo chingu punya saran/masukan/kritik bisa tulis di kolom comment ya^^. Terima kasih banyak udah baca kalo sempet silahkan di komen hehehe

36 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 2)

  1. kenapa jadi kayak gini? u,u
    Tapi aku seneng sma konfliknya thor ngefeel banget , eunsungnya egois.-.
    dan nice ff lah thor’-‘

  2. aduh makin rumit aja sih.. jadi bingung sendiri thor..
    BaekSung tetap bersatu.. dan Channie dicariin yeoja baru
    lanjut thor.. FIGHTING!!!!

  3. ommoooo!!! buruan lanjut thor! lg tegang nih!!! kasian chanyeol tp ga tega juga sama baekhyunnnn!!! mending endingnya eun sung nya mati aja lah thor biar adil… heheheee

  4. thor paraaaaaah
    eunsung sama chanyeol aja lah thor, baekhyun nya sama yeoja lain aja
    wkwkwkw next chap cepet ya thor, greget nih

  5. aku bener2 kasian sama chanyeol..eunsung kalo terus maksa chanyeol lama kelamaan dia egois walopun baekhyun bilang ga apa2..aku berharap chanyeol mulai menjauh dr eunsung..kasian kalo terus dkt eunsung, yg ada semakin terluka..

  6. Eun sung suka sama chanyeol lagi nihh.. Mudah2an deh. Aku chansung shipper. Be rapid for next chap thor 🙂

  7. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 3) | SAY - Korean Fanfiction·

  8. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 6) | SAY - Korean Fanfiction·

  9. Akhirnya chanyeol mengungkapkan perasaannya ke eunsung. Jadi penasaran ama kelanjutan hubungan mereka.
    Lanjut” ^^

  10. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 7) | SAY - Korean Fanfiction·

  11. eunsung kok gtu sih kasian chanyeol baekhyun 😦
    chanyeol baekhyun jd bahan omongan orang” 😦
    next chap 🙂
    hwaiting 🙂

  12. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 8) | SAY - Korean Fanfiction·

  13. Ya, mmg gak mungkin kalo mereka selalu bertiga terus
    Rumit sih sbnrnya
    Kasian sama mereka bertiga

  14. Sebenernya bukannya eunsung egois.. tapi dia blm nyadar kalo sbnernya dia sukanya sama chanyeol..
    Untuk perasaannya sama baek, mngkin itu rasa suka krn baek itu lbh perhatian drpd chanyeol.. lanjutkan chansung couple!!💪

  15. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  16. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply to Eun sung Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s