[Freelance] Nado Saranghae, Mr. Annoying! (Part 2-END)

twoshoot

Tittle                      : Nado Saranghae, Mr. Annoying!

Author / twitter     : mandamanjul001 / mandamanjul

Casts                      : Park Chanyeol (EXO), Jung Eun Ji (A Pink), Choi Sulli (f(x)), Kim Myungsoo (Infinite)

Genre                     : Romance, AU

Rating                    : General

Length                   : twoshoot

Disclaimer             : FF pertamaku, benar-benar hasil karyaku sendiri J

[PART 2]

Pulang…

Aku sedang membereskan buku ketika seseorang memberikan secarik kertas kecil padaku. Aku menoleh. Ternyata itu…

“Datang ke kafe ini jam 5 sore. Kita kerjakan tugas disana. Sudah kutulis juga alamatnya. Telat 5 menit, aku pulang.”

Chanyeol langsung meninggalkanku. Ternyata dia masih marah. Aigoo… dia itu umur berapa sih? Seperti anak kecil saja.. ckck…

Aku langsung berteriak padanya…

“YAAAA Park Chanyeol, kau marah denganku?”

Park Chanyeol meoleh sekilas padaku, kemudian berkata,

“Ani, mengapa aku harus marah padamu? Lagipula ini semua tidak ada hubungannya kan denganku? Bukankah kau yang mengatakan itu padaku?”

Dan dia benar-benar langsung meninggalkan aku.

‘Aigoo… kau benar-benar marah padaku Park Chanyeol..’

16.00, Kona Bean Caffe…

Aku sudah di kafe yang dijanjikan Chanyeol. Bukan karena takut terlambat dan ditinggal olehnya, oke itu juga salah satu alasannya sebenarnya.

Tapi entah mengapa aku sangat bersemangat untuk pergi kesini.

Apa iya karena aku ingin bertemu Chanyeol?

Aigoo kau benar-benar sudah gila Jung Eun Ji..

“Annyeong…”

Tiba-tiba namja  itu duduk didepanku.

Astagaaa! Dia masih marah padaku. Aigoo…

“Chan-ah kau marah ya padaku?” aku bertanya dengan lebih hati-hati sekarang.

“Bukannya tadi sudah aku jawab pertanyaan itu? Mengapa kau cerewet sekali sih?”

Chanyeol menjawab dengan agak ketus dan dingin.

“Yaaaa… tuh kan kau marah. Pasti gara-gara kejadian semalam kan? Mianhae, nee? Waktu itu aku masih tidak bisa menerima kenyataan makanya aku melampiaskan padamu. Coba kau ada diposisi aku saat itu, pasti kau juga akan melakukan hal yang sama denganku.”

“Aku? Siapa bilang? Jika aku menjadi kau aku tidak akan bertindak gegabah dan berkata yang akan menyakitkan hati orang lain. Lagipula dari tampangnya saja, aku sudah tahu kalau namja itu bukan namja baik-baik. Kau saja yang sudah dibutakan oleh cintanya.” Chanyeol menjelaskan panjang lebar.

Aku hanya diam. Semua perkataan Chanyeol memang benar adanya. Aku saja yang menjadi yeoja pabo selama ini.

“Ya, kuakui aku memang pabo. Aku mau saja termakan rayuan Myungsoo Oppa. Kupikir dia namja baik dan setia, tapi nyatanya…”

Tidak terasa mataku memburam. Air mataku kembali menggenang.

“Yaaaaa… mengapa kau menangis lagi? Sudahlah namja itu tidak pantas kau tangisi. Masih banyak namja yang lebih baik darinya. Seperti aku ini.. kekeke…”

DEG~

Mukaku langsung memerah. Astagaaaa… kenapa hatiku jadi tidak menentu seperti ini. seperti ada yang menggelitik perutku. Kenapa tiba-tiba aku jadi senang begini?

Secepat itukah aku melupakan Myungsoo Oppa dan jatuh cinta pada namja yang bahkan kuanggap musuh ini?

Aku berusaha menutupi kegugupanku.

“Mengapa kau bercanda disaat seperti ini? huh! Kau seharusnya menghiburku, arraseo?”

“Kekeke… Iyaa.. Iya ini juga kan aku sedang menghiburmu.. ckck…”

“Sudah.. Sudah.. Ayoo kerjakan tugasnya!” Aku langsung mengalihkan pembicaraan.

Akhirnya kami mengerjakan tugas sampai jam 8 malam..

“Caahh… Sudah selesai. Asyik aku bisa bersantai sampai minggu depan.”

Aku berteriak kegirangan.

“Hahaha… dari tadi juga aku yang mengerjakan, kau kan hanya menyalin pekerjaanku.” Chanyeol mencibir kearahku. Kulirik dia sebal.

“Yaa tapi kan aku juga ikut mengerjakannya. Yaa walaupun lebih banyak kau sih, kekeke…” aku tersenyum malu.

“Arraseo arraseo.. Terserah katamu saja. Kajja kita pulang, sudah malam. Nanti aku diomeli lagi sama Eommonim.”

“Mwo? Eommonim? Sejak kapan kau memanggil Eommaku seperti itu?”

Aku terlonjak kaget.

“Hehehe.. kemarin ketika aku datang kerumahmu, Eommamu yang membuka pintu. Lalu setelah berkenalan beliau menyuruhku memanggilnya Eommonim, aku juga heran tadinya.”

“Tumben sekali Eomma begitu..”

“Ah yaaa. Dia juga bilang kalau aku adalah namja yang pertama kali main ke rumahmu. Kekeke…”

Chanyeol terlihat bangga.

Aku tertunduk malu. Memang benar seperti itu.

“Aisss Eomma mengapa mengatakan itu ckck… Aku kan malu.”

“Hahaha kenapa harus malu. Santai sajalah.”

Kami terus berjalan di sepanjang pertokoan. Sebagian dari mereka sudah tutup dan ada juga yang sedang bersiap-siap untuk menutup toko.

Tiba-tiba Chanyeol meletakkan tangannya dibahuku. Seketika itu juga aku menegang.

Astagaaaa… Jung Eun Ji.. ada apa denganmu? Mengapa hatiku jadi tak menentu seperti ini?

“Tidak perlu tegang begitu, Eun Ji-ya, memang sewaktu pacaran kau tidak pernah dirangkul seperti ini?”

Aku hanya diam mematung.

Siapa bilang aku tidak pernah, kalau berangkulan begini kami sering, bahkan Myungsoo Oppa pernah menciumku, walaupun hanya sebatas di pipi saja.

Tapi, mengapa? Rasa ini berbeda. Getaran ini lebih dasyat daripada sewaktu aku bersama Myungsoo Oppa. Dan hatiku lebih tidak menentu semenjak bersama Chanyeol.

Apakah aku??

Tidak… Tidak mungkin!!!

Aku menggelengkan kepalaku dengan keras hingga Chanyeol kebingungan dengan sikapku.

“Yaaa kau kenapa Eun Ji? Kau aneh sekali. Aaaaaa… aku tahu, kau mulai menyukaiku kan? Kekeke…”

“Aniyooo… Siapa yang suka denganmu? Namja jelek!!!”

Tapi sebenarnya aku semakin bingung dengan perasaanku sendiri. Sampai tiba-tiba…

Aku melihatnya..

Dia… Namja itu…

Tunggu!

Dia tidak sendiri. Dia bersama seorang yeoja..

Mesra sekali mereka, berjalan berpegangan sambil bermesraan.

Yeoja itu… Yeoja itu!!

Astaga!! Demi Tuhan!

Andwae… Aku pasti salah lihat..

Tidak mungkin dia kan???

Aku segera meninggalkan Chanyeol dan berlari kearah mereka. Aku ingin memastikan kalau yeoja itu bukan dia.

Chanyeol seperti memanggil-manggil namaku, tapi tidak kupedulikan. Aku harus melihatnya sendiri.

Semakin dekat…

Ternyata benar. Yeoja itu…

Choi Sulli!!! Benar itu dia…

Seketika aku jatuh, kakiku seakan tidak mampu menahan tubuhku.

Wae? WAE?? Kenapa harus dia? Kenapa harus CHOI SULLI??? Sahabatku sendiri!!!

Aku tidak menyangka mereka, dua orang yang sangat berarti dalam hidupku mengkhianatiku seperti ini..

Mereka bermain api dibelakangku. Jadi ini alasan Myungsoo Oppa memutuskanku. Dan perkataan dia tentang yeoja barunya itu, ternyata sahabatku sendiri.

Sakit sekali hatiku.

Bukan, bukan lagi karena Myungsoo Oppa, aku sudah tidak lagi mengharapkannya.

Tapi ini Sulli, sahabatku yang sama sekali tidak pernah terpikir olehku akan tega berbuat seperti ini.

Oke.. Cukup tahu aku tentang mereka. Aku tidak akan menangis karena mereka. Aku tidak akan menangis untuk hal yang benar-benar tidak pantas aku tangisi.

Ketika aku akan kembali, kulihat Chanyeol diam ditempatnya. Tangannya terkepal dan mukanya seperti orang menahan emosi. Sepertinya dia tahu apa yang terjadi.

“Chan-ah, ayo kita pulang. Aku lelah..”

“Kau tunggu disini, arraseo? Kedua orang itu harus diberi pelajaran.”

Dengan muka dinginnya dia berjalan kearah mereka yang sedang asyik melihat-lihat aksesoris di pertokoan disana.

Kurasa Chanyeol sangat marah. Bahkan ketika aku memanggil-manggil namanya dia tidak menghiraukanku. Aku ingin menghampirinya namun hatiku tidak mampu.

Kulihat Chanyeol berbicara sesuatu kepada mereka berdua, dan diakhiri pertengkaran dan Chanyeol mendaratkan kepalannya di perut Myungsoo.

Aku yang melihatnya hanya bisa terdiam. Tidak ada rasa sakit ketika melihat Myungsoo Oppa diperlakukan seperti itu oleh Chanyeol.

Yang ada justru perasaan hangat ketika Chanyeol membelaku mati-matian.

Ketika selesai dengan ‘urusannya’ Chanyeol langsung kembali padaku dan tersenyum. Sangat manis..

“Kajja…”

Dan dia menawarkan lengannya untukku.

Dengan senang hati aku menerimanya. Perasaan itu kembali muncul dan aku semakin yakin dengan perasaanku.

Kami pulang dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

Sesampainya di rumah…

“Masuklah. Maaf aku langsung pulang saja, sudah larut malam. Sampaikan maafku pada Eommonim sudah memulangkanmu malam begini, hehehe…”

“Nde… hat-hati Chanyeol-ah…”

Ketika Chanyeol berbalik, entah kenapa tubuhku langsung kulemparkan ke punggung Chanyeol. Aku langsung memeluk Chanyeol dari belakang.

“Gomawo, Chan-ah… Jeongmal Gomawo…” aku berbisik pelan, kuyakin ia bisa mendengarnya dengan baik.

Kerasakan punggung Chanyeol menegang, kemudian ia kembali tenang.

Kudengar ia terkekeh pelan.

“Untuk apa kau berterima kasih? Aku tidak melakukan apa-apa untukmu..”

“Gomawo untuk semuanya. Untuk selalu ada disampingku ketika aku sedang terpuruk. Terima kasih sudah menyadarkanku dan menenangkanku. Mianhae, pertama kali kita bertemu aku malah bertindak menyebalkan dan membuat kau marah.”

“Sstttt… Sudahlah.. Lupakan saja semua itu. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan, dan orang-orang seperti mereka hanya akan menyesal sudah menyakitimu.”

“Arraseo Chan-ah…”

“Eun Ji-ya…”

“Hemmm…”

“Berjanjilah satu hal padaku.”

“Mwoya?”

“Jangan pernah menangis lagi didepanku. Apalagi karena masalah seperti ini, arraseo?”

“Wae?”

“Ani… Aku juga tidak tahu, hanya saja hatiku sakit saat melihatmu menangis.”

DEG~

Ribuan kupu-kupu seperti beterbangan dari perutku. Aku tidah bisa menahan untuk tidak tersenyum. Chanyeol…

“Hemm… Arraseo. Aku berjanji…”

“Good girl. Sudah masuk sana, sebelum kau tidak boleh masuk oleh Eommamu, kekeke…”

Chanyeol membalikkan badan menghadapku dan mengusap kepalaku pelan.

“Hemm.. aku masuk nee…”

Aku segera masuk kedalam dan langsung masuk ke kamar. Dari jendela kulihat Chanyeol tersenyum dan akhirnya meninggalkan rumahku.

‘Gomawo, Chanyeol.. gomawo…’ akhirnya aku tertidur..

Keesokan harinya…

Pagi ini aku bangun dengan wajah ceria. Rasanya aku tidak sabar ingin ke kampus.

Kau pasti sudah tahu kan alasannya?

Segera kusambar handuk dan bergegas ke kamar mandi.

Ketika turun ke meja makan tidak terasa aku bersiul-siul kecil. Eomma dan Appa yang sedang sarapan terlihat heran dengan sikapku.

“Pagi Eomma, Appa…” seruku dengan senyum yang tidak hilang menghiasi wajahku.

“Aigoo… Tumben sekali mukamu ceria pagi ini, ada apa semalam?” Appa terlihat bingung deganku.

“Hehehe… Aniyoo… Aku hanya merasa bersemangat saja hari ini.. kekeke…”

Aku langsung menyambar roti isi yang ada ditangan Eomma dan langsung menggigitnya.

“Yaampun anak Eomma… Tapi baguslah kalau kau ceria hari ini. Ah yee, jangan lupa malam ini keluarga Park akan berkunjung kerumah kita dan akan membicarakan masalah perjodohan kalian.”

Tuhaaaan… Baru saja aku ceria sedikit, Eomma sudah mengatakan hal yang membuat moodku jelek.

“Hmmm… Arraseo. Aku pergi dulu, ne..”

“Hati-hati Eun Ji, dan jangan telat nanti sore.” Seru Appa sebelum aku meninggalkan rumah.

Di kampus…

Aku memilih pindah ke bangku belakang karena aku malas jika harus duduk disebelah Sulli. Aku masih tidak bisa memaafkannya.

“Annyeong, Eun Ji..”

Kulihat Chanyeol menyapaku dengan senyum manisnya.

Seketika itu mukaku memerah. Aku teringat kejadian semalam.

“Oh annyeong Chan-ah…” aku berusaha tersenyum.

“Kau pindah tempat duduk? Boleh aku duduk disini?”

“Ah nde… silahkan.”

Chanyeol melihat mukaku dengan seksama. Aku jadi salah tingkah dan mukaku memerah seperti kepiting rebus. Aisssss…. ><

“Wae? Ada apa?”

“Kau yang ada apa? Mengapa mukamu tidak bersemangat? Apa karena masalah kemarin? Kan sudah kubilang ka…”

“Ani… aku tidak apa-apa dan sudah tidak memikirkan kejadian semalam. Hehehe…”

“Lalu kenapa mukamu kusut begitu? Ceritalah padaku.”

Apa sebaiknya aku cerita kepadanya? Aku merasa tenang jika sudah berbagi dengannya…

“Sebenarnya aku akan dijodohkan oleh orangtuaku.”

“MWO?”

“Yaa aku dijodohkan dengan orang yang bahkan aku tidak tahu siapa dia. Aku belum  pernah bertemu dengannya dan tidak tahu sama sekali tentangnya. Dan malam ini keluarganya akan berkunjung kerumahku untuk membicarakan perjodohan ini. Huaaaa…”

“Hemm mengapa nasib kita sama Eun Ji-ah?”

“Hah maksudmu?” aku bingung  dengan pernyataan Chanyeol.

“Iya, aku juga sama sepertimu. Aku juga akan dijodohkan oleh orangtuaku. Dan aku juga tidak tahu bagaimana rupa calonku itu..”

“Mwo? Bagaimana bisa? Kebetulan sekali?”

Chanyeol hanya mengangkat bahu, “Molla…”

Aku dan dia sama-sama menarik napas dan mendesah. Huffff…

Chanyeol POV

Aku baru tiba di rumah ketika terdengar suara Eomma ku.

“Chan-ah kau sudah pulang?”

“Nde Eomma…”

Aku tidak menghiraukan Eommaku. Aku masih kepikiran perkataan Eun Ji tadi mengenai perjodohan itu.

Entah kenapa hatiku sakit ketika tahu ia akan dijodohkan.

Aku seperti tidak rela dan ingin marah.

Apa aku ada rasa terhadapnya?

Aigoo aku sangat bingung -_-

“Yaa Chanyeol, aku berbicara padamu tapi kau hanya menggumam tidak jelas. Kau mendengarkanku tidak sih?” tiba-tiba Eomma mengomel.

“Mian Eomma aku tidak dengar. Tadi aku memikirkan sesuatu. Hehe…”

“Aiss anak ini.. Malam ini kita akan ke rumah calon istrimu. Kita akan membicarakan mengenai hubungan kalian.”

“Mwoo??!! Mengapa terburu-buru sekali. Eomma bilang aku baru menikah jika aku sudah lulus..”

Aku ingin melanjutkan protesku tapi keburu ditahan oleh Eomma.

“Yaa siapa yang bilang akan menikahkanmu sekarang juga? Eomma hanya bilang akan bertemu untuk membicarakan hubungan kalian, sekalian kau bisa berkenalan dengannya. Aigoo… jangan-jangan kau yang sudah tidak sabar ingin menikah? Ckck…”

“Kok jadi aku? Aku saja tidak kenal dengannya…” Aku memasang wajah cemberut.

“Anak ini… kau pasti tidak akan menyesal ketika bertemu dengannya.

Aku menggerutu dalam hati. ‘Jika calonku itu Eun Ji sih tidak apa-apa..huh…’

“Sudah kau bersiap-siap sana. Mandi, keramas, gunting jambangmu itu. Jangan membuat malu Eomma dan Appa dengan gayamu yang urakan itu.” Eomma langsung mendorongku ke kamar dan menutup pintu kamarku.

Aku hanya mendesah dan menarik napas…

Yaaa mungkin aku memang harus berteman saja dengan Eun Ji, lagipula dia juga akan dijodohkan jadi tidak mungkin dia akan bersama denganku.

Tunggu dulu!!!

Mengapa semua ini sama dengan apa yang Eun Ji ceritakan tadi? Bukannkah tadi ia mengatakan kalau malam ini ia akan bertemu dengan keluarga calon suaminya?

Tiba-tiba aku memikirkan sesuatu, tapi langsung ketepis..

Ah tidak mungkin. Tidak mungkin akan terjadi kebetulan seperti itu. Kau hanya mengkhayal Park Chanyeol. Ckck…

Aku langsung bergegas dan merapikan diriku sebelum diamuk oleh Eomma…

Sore hari…

Eun Ji POV

Aku sudah siap dengan gaunku. Padahal sudah kubilang aku sangat tidak nyaman dengan gaun ini.

Yaa sebenarnya bukan gaun yang seperti untuk di pesta-pesta. Ini hanya dress selutut dengan desain simpel dan berwarna hijau muda yang cerah.

Beberapa kali aku mematut diriku di kaca.

Yeopo…

Maksudku setidaknya tidak akan membuat malu Eomma dan Appa. Kekeke…

Chanyeol POV

“Chanyeol, kau sudah siap belum? Kau bahkan lebih lama daripada siput, ckck…” kudengar teriakan Eomma dari bawah.

Sebenarnya aku sudah siap dari tadi, hanya aku malas jadi aku pura-pura saja belum siap. Aku hanya tidak rela karena dengan perjodohan ini sudah dipastikan aku tidak bisa bersama dengan Eun Ji.

Padahal aku sudah memantapkan hatiku untuknya. T.T

“Yaa Eomma, sebentar lagi aku selesai. Tali sepatuku hilang sebelah tadi.”

Akhirnya dengan berat hati aku turun kebawah dan kulihat Eomma dan Appa sudah siap dengan setelan resmi mereka.

“Kau lama sekali sih. Tidak enak kalau mereka sampai menunggu terlalu lama. Palliwa.”

Aku, Eomma dan Appa segera meluncur ke tempat calon istriku yang aku tidak kenal itu. Hiks… selamat tinggal, cinta pertama…

Selama di perjalanan aku hanya memandang keluar dan memasang iPod ku. Aku sedang tidak mood mengobrol.

Tapi tunggu!

Aku kenal jalan ini. aku tahu rute ini…

Sepertinya ini rute menuju…

Eun Ji POV

Tok tok…

“Eun Ji, ayo keluar. Sebentar lagi mereka datang.” Eomma memanggilku dari luar kamar.

Aigoo… haruskah ini terjadi? Disaat aku sudah mulai menyukai namja itu…

“Nde Eomma. Aku keluar.”

Dengan malas aku membuka pintu dan berjalan kebawah.

“Anak Appa cantik sekali. Mereka pasti senang sekali bertemu denganmu.” Appa tersenyum bangga.

Aku hanya tersenyum kecut, hanya ingin acara ini cepat berlalu.

Sementara itu…

Chanyeol POV

Ternyata benar. Ini rumah Eun Ji!

Tapi, wae? Jangan-jangan…

“Eomma, Appa mengapa kita kesini?” Aku bingung setengah mati.

“Loh memang kenapa? Kita memang akan kesini, Chan-ah…”

“Tapi ini kan rumah…”

“Kan sudah Eomma bilang kau pasti tidak akan menyesal kekeke…”

Aku tidak bisa berkata apa-apa. Mungkinkah…???

Eun Ji POV

Tin Tin…

“Sepertinya mereka sudah sampai. Ahjumma tolong bukakan pintunya.”

“Nde…”

Aku hanya menundukkan wajahku. Tidak berani menatap mereka. Aku hanya belum siap.

“Ah.. Annyeonghaseyo Park Jung Soo, teman lamaku. Hahaha…”

Kudengar Appa tertawa bahagia.

“Jung Yong Hwa…. annyeonghaseyo hahahahha… Lama tidak berjumpa.”

Mereka langsung berpelukan dan tertawa bersama. Eomma dan istrinya juga berjabat tangan dengan tersenyum.

“Perkenalkan… anakku satu-satunya. Jung Eun Ji. Eun Ji ayo beri salam.”

“Annyeonghaseyo, choneun Jung Eun Ji imnida. Bangapseumnida.”

“Cantik sekali kau Eun Ji-ya. Anakku pasti senang denganmu. Kekeke…”

“Oh ya, kemana anakmu? Aku belum melihatnya.” Eomma tampak mencari-cari namja itu.

“Yaa sebentar lagi dia masuk. Dia sedang mengambil sesuatu di mobil.”

Tiba-tiba masuk seorang namja. Aku masih tidak sanggup untuk melihatnya.

“Annyeonghaseyo, perkenalkan namaku Park Chanyeol.”

“Hehehe… bukankah kita sudah berkenalan tempo hari?” Eomma tertawa seperti orang yang memenangkan sesuatu.

MWO??!!!

Nugu??

Aku langsung mendongakkan kepalaku.

Demi Tuhan!!!

Park Chanyeol!!! Benar itu dia!

Aku tidak bermimpi kan?

Mengapa namja itu…???

Kulihat Chanyeol juga tidak kalah kagetnya denganku.

“Eun Ji-ya? Jadi ini benar?”

Aku hanya menunduk. Tidak mampu mengatakan apa-apa.

“Yaaa. Memang benar. Benar semua yang ada dipikiran kalian. Ayo masuk, kita makan malam.” Appa mengajak Chanyeol dan keluarganya menuju ruang makan.

Aku tidak mampu mengatakan apa-apa dan hanya bisa mengikuti mereka.

Di meja makan aku ditempatkan disebelah Chanyeol. Sial padahal aku lagi gugup begini. Pasti ada sesuatu yang direncanakan kedua orangtua kami.

Appa memulai pembicaraan…

“Yaaa seperti yang kalian sudah ketahui, kami akan menjodohkan kalian, Park Chanyeol dan Jung Eun Ji. Kami sudah merencanakan ini sejak awal.”

“Dan mengenai kejadian semuanya, juga kami yang rencanakan.” Lanjut Appanya Chanyeol.

“Maksud Appa, mulai dari aku pindah kampus. Sampai aku sekelas dengan Eun Ji?”

“Yap.” Singkat Appanya Chanyeol.

“Jadi, ketika Chanyeol ke rumah kita, Eomma sudah mengenalnya?” aku bertanya pada Eomma.

“Iya sayang. Aku bahkan sudah tahu dia sebelum kau mengenalnya.”

“Astaga! Bagaimana bisa???” Aku dan Chanyeol berkata bersamaan karena terlalu kaget.

Jujur aku tidak tahu harus bagaimana. Aku bingung harus marah atau senang. Dalam hatiku aku bersyukur karena calon suamiku itu dia.

Yaaa… dia…

Namja yang memporak-porandakan hatiku akhir-akhir ini.

Namja yang bisa membuatku bisa melupakan namja brengsek itu dengan cepat.

Akhirnya aku hanya bisa tersenyum malu. Malu karena senang.

Tapi, bagaimana dengan Chanyeol? Apa dia setuju dijodohkan denganku setelah tahu sifatku?

Aissss aku merasa minder dan tidak percaya diri.

“Ekhemm… Jadi bagaimana?”

“Eoh? Bagaimana apanya?” Chanyeol bertanya.

“Kau tentu setuju kan? Jangan kira kami tidak tahu bagaimana hubungan kalian selama ini.”

Pernyataan Appanya Chanyeol membuat pipiku memanas. Eotteohke?

“Aku setuju Appa, Eomma. Aku bersedia.” Kulihat Chanyeol mengatakan itu dengan mantap. Membuatku tersenyum senang.

“Kau, Eun Ji?” Eomma bertanya dengan smirknya. Aissss skakmat sudahlah aku.

“Emm… Itu… Ya… A… Aku mau.” Dengan malu akhirnya keluar kata-kata itu dari mulutku.

“Aigoo… Anak muda jaman sekarang. Sudah saling suka dan sudah dijodohkan pula, kalian hanya bilang setuju saja susah sekali, ckck…”

“Eomma!! Appa!!!” kami berteriak bersamaan karena terlalu malu.

“Tuh kan mereka serasi sekali. Kekeke…”

Sesudah makan malam, aku keluar dan duduk di taman belakang.

Hatiku senang. Sangat senang. Aku masih tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini.

Tiba-tiba…

Sepasang tangan menyampirkan jaket ke punggungku, ternyata itu Chanyeol.

“Yaaa kau bisa sakit jika memakai baju itu.”

Kemudian ia duduk disebelahku. Ia tersenyum.

“Hehehe… Aku tidak akan sakit. Aku kan yeoja kuat.” Jawabku.

Chanyeol menncibir kearahku.

“Huuuu dasar wanita. Hobinya selalu saja sok kuat. Kalau sakit saja merepotkan orang lain, ckck…”

“Yaaakkk apa kau bilang???!!!”

GREP~

Aku menegang seketika. Chanyeol memelukku. Hangat.

“Gomawo”

“Wae?” aku bertanya bingung dengan perkataannya.

“Gomawo sudah menerimaku. Sungguh jika tahu kau yang akan dijodohkan denganku. Aku akan langsung setuju.”

“Kekeke… Aku juga tidak menyangka orang itu kau.”

Chanyeol melepaskan pelukannya dan menatapku lekat.

“Saranghae, Eun Ji-ya…”

Kemudian Chanyeol mendekat, dan semakin dekat.

Sampai hidung kami bersentuhan dan ia memiringkan kepalanya. Seketika itu juga aku memejamkan mataku.

CUP~

Aigoo… first kissku ><

Sarat akan kelembutan dan kasih sayang.

Aku bisa merasakan rasa sayang dan cinta dari ciumannya itu.

Setelah itu kami melepaskan ciuman kami dan saling menatap.

“Saranghae, Jung Eun Ji..” ulangnya.

Aku langsung menghambur ke pelukannya..

“Nado saranghae, Mr. Annoying..”

[THE END]

Akhirnya  berkat kekuatan super dari Yang Maha Kuasa dan kekuatan dasyat (?) dari author akhirnya FF ini selesai dengan sangat amat gaje -_- *author nangis di ketek Chanyeol* mian… mian… (sekali lagi) MIAAAAANNNNN ceritanya bener-bener gak bagus dan mengecewakan chingu :” *author mau nangis lagi* mungkin di lain kesempatan jika jiwa dan otak author sedang melo-melo dan mood buat FF, author akan buat FF yang lebih ‘beneran FF’ dan lebih bagus lagi kkkk~ Gomawo buat chingu yang udah sudi buat baca FF ini dan ngasih komen. Kamsahamnida… *peluk cium*

19 responses to “[Freelance] Nado Saranghae, Mr. Annoying! (Part 2-END)

  1. Aku mesem-mesem baca chapter endingnya aigoo kenapa so sweet sekali serius deh. Ditunggu ff lainnya ya thor 😉

  2. waaah..alurnya agak kecepetan..tp ceritanya bagus koq saeng..kalo boleh minta sequel y saeng..aku masih penasaran sama persahabatan eunji n jinri..gomawo..fighting saeng..

  3. so sweet…..

    sequelny donk thor….
    smpai mreka nikah…. hehe
    d tnggu next ff ny y thor

    fighting

  4. Chan oppa geer parah dah~ wkwkwk
    Iya, konfliknya agak sedikit kurang, n kurang jelas cerita Myungsoo-Sullinya itu.
    Tp u/kamu yg baru buat ff, aku appreciate bgt lho! Ini udh bagus u/pemula. Aku pikir jg aku sendiri blm tentu bisa buat ff yg seperti ini hihi
    Happy ending! Asik! :*
    Oiya, ff ini bgs lho kalau dibuat berchapter hehe

    Sippo! Keep writing n fighting ne!!^^

  5. Haaigoo.. Cimiidh… ^^* SEQUELNYAA thooor!! ^^* keep writing yang thoor.. Aku suka endingnya, tapi masih kurang di perjelas mereka lagi ngapin, tiba tiba chanyeol udh nyamperin jaket di punggung eun ji, apakah ,mereka lagi jalan jalan diluar, atau gimnaa.. Tapi tetep DaAEBAK!

  6. so sweet >.<
    bagus thor, kapan kapan bikin ff yang castnya baekhyun eunji bisa ? hehe aku shipper mereka, mereka itu sama sama imut, suaranya bagus, sama-sama main vocal pokonya the best dah /plakk/abaikan/
    di tunggu ff selanjutnya
    keep writeing ya thor ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s