[Freelance] DEVIL BESIDE ME (Chapter 5)

LuseraDBM5

DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 5)

Author :: Sangheera
Title :: Devil Beside Me (Chapter 5)
Cast :: Luhan of EXO as Angel,  Sera (OC) as Devil

Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.

Devil’s Line – Kris, Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao
Genre :: Romance, Fantasy
Length :: Multi Chapter
Rating :: PG-17

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

Note :: Karena saran dari salah satu reader—makasih banget ya—aku mau menjelaskan nih. Untuk chapter yang lalu, kalian mungkin memang akan menemukan nama-nama seperti Lucifer dan Seraphim jika mencarinya di Google. Tapi kisah mereka di Chapter 4 itu bener-bener VERSI DARI AUTHOR. Asli, pure, 100% dari imajinasi  author. Jadi mohon jangan dipercaya kebenarannya. Buku LUCIFER ‘The Secret of Fallen Angel’ itu jg Cuma karang-karangan author aja. Buku itu tentu saja gak ada, hehe… maaf ya. Seperti kata Sera, “Kadang-kadang imajinasi manusia memang terlalu liar”. Jadi, untuk reader-ku tersayang, baca aja fanfict ini dengan santai, tanpa memikirkan ini beneran atau gak karena jelas ini gak bener. FICTION.

Oya, yg dicetak tebel itu CLUE ya… Sedikit demi sedikit, author bakal ngasi tau, siapa Seraphim, siapa Serafina, siapa Sera and siapa Lucifer sebenarnya… hehehe…

 

-o0o0o0o-

 

“Apa sebenarnya yang kau harapkan dari makhluk jahat sepertiku?”

“Kami berdua benar-benar berbeda. Sangat berbeda…”

 

:: AUTHOR POV ::

“Sayang, ayo bangun…”

Mata Sera serta merta membuka saat suara Luhan terdengar ditelinganya. Jantung iblisnya berdenyut tak beraturan karena kaget. Sera beranjak bangun dan memosisikan tubuhnya duduk ditempat tidur. Luhan yang duduk dipinggir ranjang tersenyum kearahnya.

“Hei, sudah sebulan dan kau masih saja kaget begitu tiap bangun tidur…”komentar Luhan.

Sera mengucek rambut lembutnya yang berantakan. “Ukh… aku masih belum terbiasa…”jawabnya dengan suara serak sehabis bangun tidur.

Luhan tertawa. “Apanya yang belum terbiasa? Kau sekarang malah yang lebih dulu tidur dan yang terakhir kali bangun. Ayo. Ayo. Kau harus mandi. Kita akan pergi hari ini…”Luhan menepuk-nepuk paha Sera. Pria itu beranjak menuju dapur yang ada diseberang tempat tidurnya berada. Ia hanya perlu menyeberangi ruang TV untuk sampai dispot tempatnya memasak itu.

Sera mendesah pelan. Ini sudah sebulan ia tinggal ditempat Luhan dan kehidupannya sudah 180 derajat berubah. Bersama dengan malaikat itu, iblis seperti Sera memperoleh kedamaiannya. Benar-benar aneh.

Seperti yang Luhan bilang, Sera sekarang mudah sekali tidur. Jika malam sudah turun dan Luhan memeluknya diatas tempat tidur, tidak perlu waktu lama Sera pasti akan jatuh terlelap. Sera sekarang juga makan makanan manusia 3kali sehari, Luhan kadang yang memasak, tapi seringnya mereka makan diluar. Sera berangkat kesekolah, berkumpul dengan manusia. Bertengkar setiap hari dengan Park Jiyeon dkk. Pulang dari sekolah atau saat weekend, ia akan menemani Luhan yang sedang bertugas. Kadang jika Luhan sedang free, ia akan mengajak Sera berkencan ala manusia.

Dulu, setiap hari yang dia lakukan hanya bergentayangan tak jelas didunia manusia. Apalagi jika ia sedang tidak banyak tugas. Sera akan merasa bosan setengah mati. Jika iblis lain akan memakai waktu senggang mereka untuk menggoda manusia, Sera lebih memilih duduk diatas pohon sambil membaca komik-komik manusia. Karena itulah, selama 90 tahun hidupnya Sera tidak punya satupun budak manusia.

And now, today is Saturday. Weekend.

“Hari ini kau bertugas atau libur?”tanya Sera yang masih anteng diatas tempat tidur. Dari tempatnya berada, Sera bisa melihat Luhan yang sedang berkonsentrasi penuh membuat telur gulung. Alahh… nanti juga jadinya telur orak-arik lagi, batin Sera.

“Hari ini aku akan mengajakmu kesuatu tempat, Sera…”

“Eh? Kemana?”tanya Sera antusias.

“Ups…”Luhan yang berusaha membalik telur dadar buatannya, tidak mendengar pertanyaan Sera. Dan benar kata Sera, telur dadar itu robek. Luhan berseru kecewa. Akhirnya ia mengoyak-oyak telur dadarnya dengan spatula dan menjadikannya telur orak-arik. Apa kubilang…batin Sera lagi.

“Kau tadi tanya apa, baby?”

“Kemana? Kita mau kemana hari ini?”ulang Sera.

“Oooh…”Luhan menaruh telur orak-ariknya keatas piring. “Rahasia dong…”

Sera mengangguk-angguk. Yasudah, kalau masih rahasia. Nanti juga Sera akan tahu. Gadis itu pun beranjak kekamar mandi. Luhan yang melihat Sera masuk kekamar mandi tanpa melontarkan protes atau apapun karena dirinya yang sok main rahasia-rahasiaan, cemberut.

“Padahal aku sudah menyiapkan berbagai argumen kalau Sera merajuk…”gumam Luhan keki.

Tapi, pada akhirnya Luhan mesti bersyukur karena tadi Sera tidak memaksanya mengatakan akan kemana mereka hari ini. Karena jika iya, mungkin gadis itu tidak akan mau ikut.

“Aku benci manusia kecil, Lu!! Mereka itu tidak lebih baik daripada iblis diduniaku, aro?”protes Sera terang-terangan. Luhan bahkan harus menariknya pergi karena takut orang-orang disekitarnya merasa tersinggung. Ya, hari ini Luhan membawa Sera kepanti asuhan yang selama beberapa bulan ini rajin Luhan kunjungi. Pantai asuhan kecil dipinggir kota Seoul.

“Oh ayolah, baby. Mereka tidak seburuk itu, sungguh. Anak-anak ini adalah anak yang paling manis yang pernah aku temui. Percayalah padaku, eo? Akan sangat mengasyikkan bermain dengan mereka…”bujuk Luhan.

“Bohong!! Manusia kecil dimanapun sama saja. Mereka suka menggigit dan berisiknya minta ampun!”Sera mulai merajuk. “Lu, ayo pulang saja…”

“Sera sayang, kita sudah sampai disini. Bagaimana mungkin kita langsung pergi begitu saja. Yasudah, aku minta waktu satu jam saja… eo? Satu jam saja! Aku akan menyapa anak-anak itu, memberi mereka hadiah-hadiah yang kita bawa, lalu setelah itu kita pulang. Ok?”

Sera diam. Wajahnya nampak sedang menimbang-nimbang penawaran Luhan. “Ok, satu jam! Aku akan tunggu diluar…”kata Sera kemudian.

“Aniya…”Luhan menggenggam tangan Sera. “Kau harus ikut masuk, ya? Kau tidak perlu berinteraksi dengan anak-anak, kau bisa duduk dimanapun kau mau dan mengawasi kami.”

“Jincha? Jangan biarkan anak-anak itu mendekatiku!”

Luhan tersenyum. “Arasseo…”

Sera pun akhirnya ikut Luhan masuk kedalam panti asuhan dan langsung diserbu oleh anak-anak kecil yang meminta peluk dan hadiah. Luhan tersenyum lembut dan meladeni semua permintaan anak-anak itu dengan sabar. Sedangkan Sera langsung menyingkir kepojok ruangan. Ogah berurusan dengan manusia-manusia kecil itu.

Dan satu jam itu berubah menjadi mengerikan.

Awalnya, seorang anak laki-laki bermaksud menggoda Sera dengan menimpuk Sera dengan bola. Teman-temannya yang lain tertawa. Tapi, hal ini sama sekali tidak lucu bagi Sera. Manusia kecil itu kurang ajar. Sera hendak membalas, tapi anak-anak itu berlari sambil tertawa. Terjadilah aksi kejar-kejaran didalam ruang bermain yang penuh mainan berserakan dan anak-anak kecil lain yang sedang bermain.

Sera tanpa sengaja menubruk gadis kecil yang sedang melintas mengejar bola yang menggelinding. Agar tidak menimpa tubuh anak kecil itu, Sera menjatuhkan tubuhnya kesamping. Bersamaan dengan itu, dalam waktu sepersekian detik saja, Sera memeluk tubuh si gadis kecil dan menariknya agar terjatuh kearah tubuhnya. Sera terjatuh dengan punggung lebih dulu, dan gadis kecil dipelukannya mendarat dengan aman diatas tubuhnya. Sayang, kepala Sera menyenggol lego yang disusun seperti istana, menyebabkan istana lego itu runtuh begitu saja.

Seorang gadis kecil bersyal pink yang menyusun lego-lego itu berteriak marah.

“Apa yang kau lakukan ahjumma!! Istana-ku hancur!”

Sera yang dibentak seperti itu oleh manusia, tidak terima. “Ya! Kenapa kau membentakku?! Aku kan tidak sengaja!”

“Jahat!! Padahal aku sudah menyusunnya dari pagi!”

“Hanya balok seperti itu, apa susahnya menyusunnya lagi?!!”

Luhan yang melihat keributan itu, buru-buru datang menghampiri. Ia tadi melihat Sera jatuh, pria itu mengamati dulu kekasihnya itu. Takut jika ada luka ditubuhnya. Lupa bahwa Sera tidak akan semudah itu terluka. “Sera, daripada bertengkar. Minta maaflah lebih dulu padanya.”Luhan menoleh pada anak kecil bersyal pink itu. “Seorin-a, noona minta maaf ya karena merusak lego-mu. Nanti oppa bantu susun lagi…”

Sera menatap Luhan kesal. Dia merasa ini semua tidak adil. Kenapa dirinya harus minta maaf kalau tak salah?

Gadis kecil bernama Seorin itu juga sebenarnya tidak butuh kata maaf. Dia hanya butuh lego-nya kembali seperti semula. Tapi melihat bagaimana istana kebanggaannya tadi sudah hancur berkeping-keping, amarah gadis kecil itu meluap.

Seorin menarik rambut Sera. Dan karena rasa sakit tiba-tiba yang menjalar dikepalanya, Sera reflek melayangkan tangannya kearah Seorin. Memukul telak pipi gadis kecil itu. Seorin tersungkur dan menangis keras karena rasa panas yang menyakitkan dipipinya.

“SERA!! APA YANG KAU LAKUKAN!!”bentak Luhan yang terkejut melihat perilaku kasar Sera. Luhan buru-buru mengambil Seorin dan menenangkan gadis itu dipelukannya.

Sedangkan Sera, saat itu tubuhnya membeku seketika. Baru pertama kali ini Luhan membentaknya seperti itu. Sera terluka. Dia syok. Apalagi ditambah dengan suara tangisan melengking dari Seorin dan pengasuh-pengasuh lain yang tergopoh menghampiri dan menatap Sera dengan pandangan menuduh.

Semua menyalahkan Sera. Tidak ada satu pun yang membelanya.

“Dasar manusia kecil, brengsek!”umpat Sera yang terdengar jelas oleh orang-orang yang ada diruangan itu.

“SERA!!”tegur Luhan.

Tapi Sera tidak perduli, dia memilih untuk segera pergi dari tempat itu. Gadis itu bahkan sempat mendorong seorang anak yang menghalangi jalannya dengan kasar.

“Sera!!”

Tangan Sera ditarik, membuat langkahnya terhenti.

“Kau tidak bisa pergi begitu saja. Ayo, kita sama-sama minta maaf—“

“Shireo!”

“Sera!”

“Ya!”Sera menatap Luhan tajam. “Apa sebenarnya yang kau harapkan dari makhluk jahat sepertiku, eo? Jika kau pikir aku bisa sepertimu yang memperlakukan manusia kecil dengan lembut dan penuh kasih sayang, kau salah Lu. Aku tidak didesain untuk itu semua! Kau mungkin berpikir bahwa api pun bercahaya. Bahwa iblis pun memiliki kebaikan. Tapi sampai sekarang aku tidak percaya kata-katamu itu…”

Luhan terhenyak.

“Jika saja aku tidak berusaha mengendalikan diriku demi dirimu, mungkin aku sudah menebas kepala manusia kecil itu. Jadi, kumohon jangan memaksaku lagi…”

Sera menyelesaikan kata-katanya lalu kemudian menghentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman Luhan. Gadis itu berjalan keluar dengan angkuh. Sesampainya diluar gedung panti asuhan itu, sayap hitamnya terkembang. Menampakkan wujud asli sang iblis. Sedetik kemudian gadis itu telah lenyap.

Luhan yang melihat itu hanya terdiam. Ya. Setelah tinggal bersama Sera sebulan ini, nampaknya ia telah melupakan makhluk apa sejatinya Sera itu. Makhluk yang terbuat dari api. Yang ada untuk menyakiti.

Sera berbeda dengan Luhan, sangat berbeda.

Sera menyandarkan tubuhnya dipembatas besi dengan tangan menjuntai kebawah. Setelah kabur dari panti asuhan tadi, Sera memilih pergi kesebuah gedung pencakar langit di kota Tokyo – Jepang dan merenung diatap gedung itu. Ya, Sera pergi hingga keluar pulau karena merasa kesal pada Luhan.

Mata gadis itu memandang jauh kebawah sana. Dengan kemampuan matanya, Sera bisa melihat ditrotoar depan gedung tempatnya berada. Ada seorang remaja pria yang menolong seorang perempuan renta dengan membawakan bawaannya yang berat. Remaja itu tersenyum lembut sekali, Sera bisa melihat cahaya didirinya. Tanda bahwa remaja itu adalah orang yang baik.

Kebaikan hati seperti itu yang tak Sera miliki, tapi dimiliki Luhan. Sera tak akan bisa merelakan dirinya direpotkan oleh orang lain. Ya, karena seorang iblis seperti dirinya tidak dilengkapi fitur semacam itu.

“Kami berdua benar-benar berbeda. Sangat berbeda…”keluh Sera.

Ditempat itu, Sera tidak sendirian.

Dengan lolipop dimulut, Baekhyun dengan santainya bertengger diatas besi pembatas. Pria iblis itu berjongkok disana, tidak peduli dengan angin yang menerpa kuat, tubuhnya tetap seimbang.

“Memang. Kalian saja yang bodoh karena memaksa bersama…”ujar Baekhyun enteng.

Sera menggembungkan pipinya sebal. Hubungannya dengan Baekhyun sekarang jauh lebih baik dari yang Sera duga. Hal itu karena kakaknya ini tidak lagi berusaha memisahkan dirinya dan Luhan.

“Apa yang terjadi didunia bawah? Aku pikir setelah kau datang keapartemen Luhan satu bulan yang lalu, akan ada pasukan Tuan Kris atau ayah yang mencariku dan menyeretku pulang. Sepertinya aku terlalu besar kepala. Setiap hari aku memindai sampai sejauh ratusan mil, tapi tidak ada tanda-tanda prajurit. Hanya para iblis biasa…”tanya Sera penasaran.

Baekhyun mengeryitkan dahinya. Sebenarnya hal ini juga telah mengganggu pikirannya. “Aku tidak tahu, Sera. Dunia bawah sangat tenang dan kurasa itu aneh. Beberapa kali aku bertemu dengan Tuan Kris dan beliau tidak menyinggungmu sama sekali. Bagaimana dengan Luhan, apa pihak malaikat ada yang mengusik kalian?”

Sera menggeleng. “Tidak sama sekali. Luhan tidak pernah menyinggung-nyinggung pihak dunia atas langit. Aku juga tidak berminat untuk tahu…”

Baekhyun diam. Situasi ini aneh. Benar-benar aneh. Masalah Sera dan Luhan bukan perkara sepele. Awalnya Baekhyun bahkan sempat yakin, kisah cinta omong kosong dua makhluk berbeda ini akan menimbulkan pertikaian. Tuan Kris sangat posesif pada apa yang ia miliki dan Sera adalah salah satu dari pelayannya. Tuan Kris biasanya tidak akan membiarkan gadis miliknya disentuh oleh orang lain. Apalagi orang itu berasal dari kaum musuh abadinya.

Baekhyun merasakan ada yang tidak beres. Ia berdiri dan mengembangkan sayapnya. Tapi tangan Sera yang meremas ujung celananya menghentikannya.

“Kau mau kemana, Baek? Temani aku!”

“Haishhh, memangnya hubungan kita seakrab itu?!”

“Aku tidak punya teman. Jangan pergi!”

Baekhyun mendengus sebal. “Ck, otakmu sudah tercemar rupanya…”

“Eh?”

“Entah. Kupikir kau sekarang berubah menjadi lebih manis…”

“Kau mengejekku ya, Baek?”

“Anggap saja begitu…”

Sera manyun. Mau bagaimana lagi, dia benar-benar tidak punya iblis lain untuk diajak bicara seperti ini. Apalagi dengan keadaannya sekarang, pasti kaumnya itu lebih membencinya.

“Baek, apa kau pernah jatuh cinta?”

Pertanyaan Sera membuat Baekhyun terhenyak. Memori lama itu muncul kembali dibenaknya. Memori tentang seorang gadis yang membuat dunianya jungkir balik, yang membuat Baekhyun kehilangan kewarasannya.

“Tidak,”jawab Baekhyun singkat.

Sera melompat dan ikut duduk diatas pegangan besi. Dengan begini ia akan bisa melihat wajah Baekhyun dengan lebih jelas.

“Dari semua manusia yang kau miliki, tidak adakah dari mereka yang membuatmu jatuh cinta?”

Baekhyun menoleh kearah Sera dan menunjukkan senyum miringnya. “Memangnya kau pikir dirimu itu siapa, Sera? Tidak ada kata cinta bagi makhluk-makhluk seperti kita.”Baekhyun kembali menghadap kedepan, kelangit musim dingin yang pucat. Mengatakan hal yang tidak sesuai kenyataan seperti ini membuatnya sakit. “Apalagi cinta pada makhluk rendah seperti manusia. Mereka hanya budak kepuasan bagiku. Tidak lebih.”

“Jika bukan cinta, lalu apa yang sebenarnya aku rasakan ini, Baek? Aku bahagia bersama Luhan. Aku bahkan rela menukar segala yang kumiliki untuk pria itu. Terlepas dari semua perbedaan kami dan rasa sakit ditubuhku saat aku menyentuhnya, aku tetap menginginkan pria itu ada disisiku. Ini adalah pertama kalinya bagiku merasakan hal seperti ini…”Sera teringat kata-kata yang diucapkan seseorang padanya. “Aku kehilangan akal, ketika aku melihatnya. Kecuali Luhan, apapun yang ada didunia ini akan bergerak lambat. Seperti itulah yang aku rasakan padanya…”

Wajah Baekhyun berubah keras. Dia tahu apa yang dirasakan Sera sama seperti apa yang dirasakannya dulu. Sayangnya, tidak mungkin baginya mengatakan bahwa itu adalah ‘cinta’. Jika Baekhyun boleh jujur, itu bukan karena iblis tak memiliki rasa itu. Tapi, karena kaumnya tidak pantas mendapatkan hal berharga bernama ‘cinta’. Kaum terkutuk yang menyengsarakan seperti mereka, tidak berhak menerima berkah bernama ‘cinta’. Baekhyun paham sekali hal itu.

“Itu hanya nafsu, cinta sejatinya hanyalah nafsu kotor…”Baekhyun tersenyum hambar. “Setelah kau memiliki tubuh Luhan, tidak akan ada lagi yang kau inginkan selain itu. Coba saja.”

Sera menatap Baekhyun sangsi. Cinta. Nafsu. Tubuh. Apa iya hanya sedangkal itu?

“Kau mau ikut aku pulang kedunia bawah?”tanya Baekhyun.

Sera menggeleng kuat. “Tidak, aku tidak akan pulang kedunia laknat itu. Tempat itu benar-benar tidak cocok untukku…”

“Kalau begitu pulanglah ke Seoul. Luhan pasti sedang mencari-carimu…”

Sera menghela napas berat. “Aku takut. Setelah apa yang terjadi tadi, Luhan mungkin kecewa padaku dan tidak mau bertemu denganku lagi…”

Baekhyun menoleh kearah Sera.

“Daripada berpikiran yang tidak tidak seperti itu, lebih baik kau membuktikannya, bukan?”

Sera mengangguk kecil. Senyuman gadis itu perlahan merekah. “Kau aneh, Baek…”katanya sambil tertawa kecil.

Baekhyun mengeryit. “Apanya yang aneh?”

“Sikapmu. Kakakku Baekhyun biasanya akan memukulku jika aku bertindak bertentangan dengan apa yang para iblis lakukan. Jika dalam kondisi sekarang, kupikir sudah sewajarnya seorang Baekhyun menyeretku pulang dengan menarik rambutku seperti ini.” Sera menarik rambutnya sendiri untuk menunjukkannya pada Baekhyun. “Tapi kau sekarang malah menyuruhku pulang ketempat Luhan. Aneh sekali…”

“Kau akan melawan kan jika aku menyeretmu pulang?”

Sera mengangguk mantap. “Tentu saja!”

“Karena itu aku tidak mau buang-buang tenaga.”Baekhyun menjawab santai sambil tangannya mengucek kepala Sera penuh sayang.

Ya, dirinya memang sangat menyayangi Sera. Jika dulu dirinya sering berbuat kasar pada Sera, itu sungguh karena Sera terkadang begitu sulit diatur dan bertindak sesukanya sendiri. Baekhyun sangat khawatir dengan predikat ‘produk gagal’ yang melekat didiri Sera.

Tapi kini, Sera-nya nampak begitu bahagia. Baekhyun lega Sera bisa menemukan seseorang yang membuatnya bahagia. Walaupun jalan yang dipilih gadis itu penuh bahaya dan rintangan, Baekhyun toh bersedia menjadi tameng. Dirinya-lah yang akan melindungi gadis itu.

“Didunia ini hanya kau yang kumiliki, Sera. Gadisku yang berharga…”

“Xiu! Xiu! Xiu!!!”

Panggilan tidak wajar itu membuat seorang malaikat berpipi tembam menoleh. Raut wajahnya berubah kesal saat melihat siapa yang datang menghampirinya.

“Bisakah kau memanggilku dengan sapaan yang lebih normal, Lu?”protes Xiumin.

Luhan—sang tersangka—nyengir tanpa rasa bersalah sama sekali. “Yak! Aku butuh bantuanmu, kawan. Kau bisa kan melakukan pemindaian?”

Xiumin mengangguk kecil. Pemindaian untuk mencari sesuatu memang bukan kemampuan yang biasa dimiliki malaikat. Tapi Xiumin memiliki kemampuan khusus itu sejak diciptakan.

Sejak Sera pergi dari panti asuhan, Luhan sibuk mencari gadis itu kemana-mana. Walaupun awalnya ia sempat kecewa dengan sikap gadis itu. Tapi akhirnya Luhan sadar bahwa Sera diciptakan sebagai seorang iblis dan dia juga hidup didunia para iblis selama ini. Bukanlah hal yang mudah bagi Sera untuk menyesuaikan diri di dunia manusia dan melakukan kebaikan. Hal itu benar-benar tidak mudah. Tapi, bukan berarti Sera tidak bisa.

Tadi, setelah Sera menghilang, gadis kecil yang ditabrak oleh Sera datang menghampiri Luhan.

“Oppa… oppa…”gadis kecil bernama Narim itu menggoyang-goyangkan ujung kaos Luhan. Luhan menoleh dan tersenyum pada gadis itu.

“Ada apa, Narim?”tanya Luhan sambil berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis kecil berusia 5 tahun itu.

“Apakah eonnie tadi baik-baik saja? Eonnie tadi memang menabrak Narim, tapi saat Narim mau jatuh, eonnie menarik Narim. Jadi Narim tidak jatuh kelantai, oppa. Narim jatuh diatas tubuh eonnie. Eonnie yang jatuh, oppa. Eonnie jatuh kelantai keraaaas sekali. Narim takut punggung eonnie luka, Narim ingin melihat keadaannya…”

Luhan tertegun mendengar laporan gadis kecil itu. Sera mencoba melindungi gadis itu?

Aku tidak didesain untuk itu semua! Kau mungkin berpikir bahwa api pun bercahaya. Bahwa iblis pun memiliki kebaikan. Tapi sampai sekarang aku tidak percaya kata-katamu itu…

“Kau mungkin tidak percaya, tapi aku percaya, Sera…”batin Luhan. Pria itu mengusap lembut kepala Narim dan menampakkan senyum angelic-nya yang sangat tampan. Membuat Narim tertular, dan ikut mengembangkan senyumnya.

“Sera eonnie gadis yang kuat, Narim-ah. Jatuh seperti itu tidak akan membuat eonnie terluka…”jelas Luhan pada Narim agar gadis kecil itu tidak mencemaskan Sera lagi.

Setelah itu, Luhan semakin yakin bahwa Sera adalah iblis yang berbeda. Ia jadi teringat pertemuan pertamanya dengan gadis itu. Iblis yang hanya menginginkan Luhan, bukan yang lain. Iblis yang telah membuat Luhan jatuh hati akan pesonanya.

Tapi iblis cantik bernama Sera itu tidak Luhan temukan dimanapun walaupun malam sudah beranjak naik. Sera nampaknya benar-benar tersinggung tadi dan Luhan merasa sangat bersalah karena telah membentaknya. Luhan berusaha menghubungi ponsel Sera yang ia belikan beberapa hari yang lalu, tapi ponsel itu tidak aktif. Kemampuan telepati juga tidak ada gunanya, karena malaikat dan iblis berada difrekuensi yang berbeda. Sehingga mereka tidak bisa membaca pikiran satu sama lain atau mengirimkan pesan telepati.

Saat Luhan sedang terbang kesana-kemari, ia melihat Xiumin yang sedang terbang melayang diatas kota. Pria itu jadi teringat kemampuan sahabatnya itu yang mungkin bisa membantunya menemukan Sera.

Luhan takut Sera pergi seperti sebulan yang lalu saat dirinya ditawan oleh ayahnya. Luhan takut dirinya akan menjadi gila jika tidak melihat gadis itu.

“Seberapa jauh kau bisa memindai?”tanya Luhan saat Xiumin hendak mulai berkonsentrasi dengan matanya.

“Aku bisa memindai sampai keluar kota Seoul…”

“Hanya sampai segitu?”tanya Luhan tak percaya. Sera saja yang usianya baru 90an tahun bisa memindai sampai ke Korea Utara. Masa Xiumin yang sudah hidup beribu-ribu tahun kalah.

“Kau menghinaku, Lu? Kalau begitu tidak usah minta tolong padaku…”Xiumin ngambek. Luhan buru-buru memeluk sahabatnya itu.

“Aduh, begitu saja kau marah. Arasseo-arasseo… bagaimanapun diantara para malaikat hanya kau yang punya kekuatan spesial ini. Ya kan? Xiumin jjang!!”

Xiumin berdecak sebal. “Dasar. Kalau ada maunya saja, memujinya sampai selangit. Katakan padaku apa yang harus aku cari!”

“Eh?”

“Ya kan aku harus tahu apa yang harus kupindai, Lu. Jadi aku bisa mendeteksi dimana objek itu berada. Aduhhh…kau ini bagaimana…”Xiumin geleng-geleng kepala.

Luhan jadi salah tingkah. Ia tidak tahu harus bagaimana mengatakan kalau dirinya sekarang sedang mencari seorang iblis. Hal itu tentu saja bukanlah hal yang mudah diterima akal.

“Kau sedang mencari iblis itu, huh?”tebak Xiumin yang tentu saja benar. Masalah Luhan yang sekarang tinggal dengan seorang iblis tentu sudah tersebar didunia atas. Semua malaikat berpikir Luhan pasti dijebak oleh gadis iblis itu. Tapi, Xiumin bukanlah malaikat yang percaya pada hipotesis itu.

Karena itu, ketika Luhan memberikan jawaban ‘ya’ dengan sebuah anggukan kecil. Xiumin tanpa banyak bicara lagi langsung melakukan pemindaian. Tidak butuh waktu lama, malaikat itu sudah menemukan posisi dimana Sera berada.

“Sera ada diapartemenmu…”

“Bohong!”

“Yak!! Kau ini sudah dibantu, malah mengataiku bohong.”

“Sera benar-benar ada diapartemenku sekarang? Jadi gadis itu sudah pulang?”

“Eo…”

Sayap Luhan terkembang sempurna. Malaikat itu nampak sekali tidak sabar untuk segera berteleport keapartemennya. Astaga, setelah mencarinya kemana-mana ternyata Sera sudah pulang keapartemen mereka. Sambil mengucapkan terima kasih seadanya, Luhan menghilang dari hadapan Xiumin.

“Ck, benar-benar…”gerutu Xiumin.

“Luhan benar-benar sudah jatuh ketangan gadis itu…”suara yang sangat familiar, membuat Xiumin menoleh. Chen—malaikat klan Raphael—yang juga sahabat dekat Xiumin dan Luhan sudah berdiri dibelakang Xiumin. Sedetik kemudian, datang malaikat lain. Lay.

Itu bukan sesuatu yang mengejutkan, kan? Bahwa Luhan pada akhirnya akan jatuh cinta pada seseorang. Seperti dulu…”kata Lay. “Kita semua sudah menunggu ini sejak lama…

“Tapi aku tak menyangka seseorang itu adalah seorang iblis. Takdir terkadang memang begitu kejam…”Chen tersenyum prihatin. “Kita sudah menjaga rahasia ini selama jutaan tahun. Ketika Luhan dibebaskan 1500 tahun yang lalu, setiap hari aku mencemaskan hal ini. Ada pepatah didunia manusia yang mengatakan sebaik-baiknya kita menyimpan bangkai, pada akhirnya baunya akan tercium juga. Sebaik-baiknya kita menyimpan rahasia, pada akhirnya akan terbongkar juga. Suatu saat nanti Luhan akan tahu kebenarannya…”

Xiumin tersenyum sambil matanya menatap bulan yang bersinar terang dilangit musim dingin kota Seoul. “Ya, kebenaran bahwa cinta-nya pada iblis itu adalah sesuatu yang masuk akal. Amat sangat masuk akal…”

Baekhyun berjalan pelan dikastil keluarga-nya yang megah. Beberapa orang pelayan, para iblis kelas rendahan, menyambutnya dengan membungkukkan tubuh mereka dalam saat Baekhyun melintas. Pria itu melintasi hall, dan menuju ruang makan tempat ayahnya berada.

Baekhyun membungkuk hormat saat sampai dihadapan ayahnya.

“Aku pulang, ayah…”

Ayahnya, yang sedang menyesap anggur merah yang semerah darah, menatap Baekhyun dengan sudut matanya. Pria yang didunia bawah mendapat gelar bangsawan itu menaruh gelasnya dan menatap Baekhyun tajam.

“Ckckck, anak yang tidak berguna. Jika kau tidak bisa mengendalikan gadis itu, lebih baik kau bunuh saja dia. Menyusahkan…”kata Ayah Baekhyun dingin.

Baekhyun tidak menanggapi, pria itu hanya menunduk ditengah hatinya yang terasa terbakar.

“Kau harus ingat ini, Baek. Ayah bersedia mengakui gadis itu sebagai anak adalah karena dirimu. Karena kau membawa dia kedunia kita. Kau pikir mudah bagi ayah mengangkat ‘produk gagal’ seperti Sera sebagai anak? Dulu kau berjanji akan selalu menjaganya dan memastikan Sera tidak berbuat ulah dimasa depan. Tapi apa yang terjadi sekarang, huh? Gadis itu merusak nama baik keluarga kita. Pelacur yang menjual dirinya pada kaum malaikat. Menjijikkan. Makhluk setengah setengah memang menyusahkan…

“Ayah…”desis Baekhyun marah. Baekhyun benci sekali jika ayah-nya kembali mengungkit-ngungkit masa lalu Sera seperti itu. Hal yang ia rahasiakan rapat-rapat dari Sera selama ini.

Ayah Baekhyun menyunggingkan smirknya yang mengerikan. “Ini sudah 40 hari sejak gadis itu pergi. Waktu untuk bersenang-senang telah habis, Baek…”

Baekhyun terbelalak. Tubuhnya terlambat bereaksi. Setelah ayahnya menyelesaikan kata-katanya, beberapa orang prajurit menyergapnya dan mengunci pergerakan Baekhyun. Baekhyun berusaha melepaskan dirinya. Tapi sengatan menyakitkan tiba-tiba melumpuhkan sistem syaraf tubuhnya. Membuatnya jatuh tersungkur. Dari ekor matanya, Baekhyun bisa melihat seorang iblis bernama Tao tengah memantrai-mantrai dirinya.

“AYAH!! Apa yang kau lakukan??!”teriak Baekhyun yang sedang ditahan kuat-kuat oleh 3 orang prajurit iblis. Lebih dari selusin prajurit bersiaga disamping kanan-kirinya. Baekhyun adalah iblis yang kuat, tapi tetap saja dia tidak akan mampu menang jika tubuhnya telah dilumpuhkan dengan mantra seperti ini.

Ayah Baekhyun menghampirinya dan mengelus pipi Baekhyun. Matanya menatap Baekhyun dingin. “Tunggulah sebentar, anakku. Setelah kami semua ‘membereskan ini’, ayah janji akan segera membebaskanmu…”

Tubuh Baekhyun menggigil. Dirinya dilanda ketakutan yang amat sangat. Membereskan? Jangan-jangan…

“Tidak. Tidak, ayah. Kumohon, jangan sakiti Sera. Kumohon ayah… tolong…”kata Baekhyun mengiba. Tubuh lemahnya berkali-kali mencoba berontak. Tidak, Baekhyun tidak boleh kehilangan lagi. Dia tidak ingin lagi kehilangan sesuatu yang berharga baginya.

Tapi ayah Baekhyun tidak peduli. Memenjarakan Baekhyun adalah hal yang harus ia lakukan jika ingin membantu Tuan Kris menjalankan rencananya. Baekhyun pastilah akan mengganggu, dan itu akan membuat Tuan Kris semakin kesal padanya.

“Bawa dia!”perintah ayah Baekhyun singkat.

Sedetik kemudian, Baekhyun dan prajurit yang menahannya lenyap dari kastil itu. Berteleport kesebuah penjara mengerikan dibawah kastil sang raja.

To be continued…

Hehehe… annyeong… author kembali lagi dengan Chapter 5. Makin pusing ya baca cerita author?? Author seneng lho baca komen-komen kalian di Chapter kemarin ^0^
banyak yg menebak-nebak… Tapi, apakah tebakan kalian benar?? Liat nanti yaaa… kekeke~ Kkaebsong~~ Di-Chapter ini, adakah dari kalian yg bisa mengambil kesimpulan? Bahwa Sera tyt …. ? Hohoho… kasih jawabannya dikomen ya??

Yg Cuma Siders, aduh-aduh… Ayo dong author disapa dgn komen kamu. Buat reader-ku, RCL pleaseee, ne??

265 responses to “[Freelance] DEVIL BESIDE ME (Chapter 5)

  1. yah baekhyun tyta yg membawa sera jd iblis. duh kasihan si baekhyun d penjara yg plg mgerikan.. baekhyuuun sni sma q ajaaa

  2. jgn2 sera anaknya baekhyun?? katanya dy makhluk setengah-setengah.. si baek kan iblis dy jg punya budak manusia nah lho..#ngasalajague

  3. Ngik ngek. . Apa luhan itu lucifer? Sera itu serafim? Terus serafina sama baek apaan? Kayaknya serafim punya anak serafina sama sera deh. . Serafimnya nikah sama manusia jadi serafina sama sera makhluk setengah setengah.
    Terus baek suka serafina, and then,. . Ahhh jangan jangan sera anaknya baek sama serafina

  4. Baekhyun appa…apakah benar demikian?? Berarti,Baekhyun Luchifer…tapi Luhan apaan? Kok ada rahasia segala. Ok,next…

  5. Ani…ani…apa sera itu anak baekhyun?
    Trus apa karena sera anak setengah” yg d blang ayah baekhyun itu adalah setengah iblis setengah malaikat makanya di benci?
    Aku gak sabar buat baca selanjutnya
    Ijin baca author
    Saranghae ♡

  6. Ah mau tebak2 ya walaupun udah update lanjutanya hehe maaf juga baru komen, aku bukan reader yg baik ya? Luhan itu lucifer. Sera itu anak baekhyun dan serafina. Serafina ada seraphim dan lucifer. Hihi entahlah belibet

  7. Luhan lucifer yang lupa ingatan??*konyol abaikan. Kayanya sera yang nasibnya bakal kaya seraphim atau mungkin keturunannya? Cuma bukan jadi manusia tapi jadi iblis, mangkanya dibilang setengah” :v aa izin baca lanjutannya ya kak

  8. pasti sera anaknya baekhyun sama serafina nih yakin banget dahh
    sere klo tau gmna ya? aduh makin penasaran
    kasian sama sera di bentak luhanT.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s