[Freelance] Forget You

Cover Forget You

Forget You

Title                  : Forget You

Author              : Hayu Gito Martono

Main Cast        : Kim Hana , Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Genre               : Romace, Sad, Friendship

Rating             : General

Length              : Oneshot

Disclaimer       : All of my story is mine and I like comments but no bash !!

Happy Reading

Seorang yoeja mengedarkan pandangannya mencari sosok orang yang akan menjemputnya, ia sudah menunggu hampir lebih dari satu jam tetapi tak terlihat tanda-tanda akan datang orang untuk menjemputnya. Lama menunggu membuatnya sedikit bosan, kalau ia tidak berjanji akan menunggu orang itu pasti ia sudah meninggalkannya dari tadi. Ia mendengus sebal, dilirikya kembali arloji yang berada dipergelangan tangannya dan tidak ingin menyianyiakan waktunya lebih lama lagi, bergegas ia beranjak dari tempat duduknya dan menarik koper yang ada disampingnya.

Baru beberapa langkah kakinya berjalan terdengar suara seseorang yang memanggil namanya. “Hana-ya…”  kepalanya menoleh kebelakang mencari tahu siapa yang memanggilnya. Terlihat seorang namja berkulit pucat berlari menghampirinya dengan nafas yang terburu.

“Aku kira kau akan melupakan janjimu Tuan Cho” Hana memandang namja yang ada dihadapannya dengan tatapan dingin. Cho Kyuhyun itulah nama namja itu, direktur di salah satu perusahaan yang mempunyai pengaruh besar terhadap ekonomi di Korea. Hana kembali berjalan dan membawa serta kopernya meninggalkan pria bermarga Cho itu tanpa menghiraukannya.

Mianhae Hana-ya, kau tahu jalanan Seoul macet pada jam-jam seperti ini oeh”

Kyuhyun berusaha menjelaskan alasannya kepada Hana dan mengikuti langkah kaki Hana yang bisa dibilang tidak lambat itu atau memang sengaja mempercepatnya. Merasa tak ada tanggapan dari orang yangbersangkutan ia menarik tangan Hana berniat menghentikan langkah kaki gadis itu. “Hana-ya berhenti mengacuhkanku oeh”  ia menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya perlahan mencoba menormalkan nafasnya akibat berlari-lari tadi.

“Kau belum genap sehari di Korea tapi kau sudah mendiamiku oeh, aku kan sudah meminta maaf padamu Hana-ya” Kyuhyun berusaha menunjukkan aegonya. Hana menghela nafasnya, tangannya mengambil sesuatu dari dalam tas miliknya dan memberikannya kepada Kyuhyun, sedangkan namja itu mengerutkan dahinya terlihat binggung.

“Ambil ini oeh, hapus keringat yang ada diwajahmu itu” Hana kembali menyodorkan tisu didepan Kyuhyun.

“Aku kesal padamu, kau tahu sudah berapa lama aku menunggumu. Aku berfikir kau tidak akan datang” Hana mengutarakan kekesalannya pada Kyuhyun sedangkan namja itu masih sibuk membersihkan keringat diwajahnya dengan tisu.

Mana  mungkin aku tidak datang, sudah lama kita tidak bertemu dan tidak ada salahnyakan aku menjemputnmu” ucap Kyuhyun sambil tersenyum ke arah Hana.

“Kajja, aku akan menunjukkan apartemen yang akan kau tempati

Kyuhyun mengambil alih koper yang ada di tangan Hana untuk membawanya dan kembali melanjutkan langkah kaki mereka menuju ke mobil.  Tangan kirinya menggandeng tangan Hana dan menggenggamnya erat. Tanpa Hana sadari sudut bibirnya tertarik  membuat senyuman.

____000____

Hana kembali bisa menghirup udara kota Seoul yang sudah sangat lama ia rindukan. Ia terlahir dan besarkan di kota ini dan ia menghabiskan masa remajanya disini. Sampai ia lulus senior high school ia dan keluarganya memutuskan pindah ke Jepang karena tuntutan pekerjaan appanya.

Hana tersenyum bahagia saat ia mengingat kenangannya selama berada di negara ini, bibirnya tak henti-hentinya menunjukkan senyumannya. Ia mempunyai seorang namja yang ia cintai di kota ini dan itulah sebabnya ia memutuskan kembali ke Seoul meski orang tuanya sempat melarang dirinya pergi. Tapi bukan Hana namanya jika ia tidak bisa merayu kedua orang yang di cintainya itu untuk memberikan restunya and see, she is here.

“Kau mau kita mampir makan siang dulu” Hana menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun yang sedang focus menyetir.

“Aku rasa itu bukan ide buruk, lagi pula aku juga tidak makan apapun selama dipesawat” Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi perkataan Hana.

Hana sudah lama mengenal Kyuhyun, pertemanan mereka terjalin sejak mereka berdua masih kecil. Dahulu mereka tinggal di komplek perumahan yang sama bahkan mereka bersekolah ditempat yang sama tak urung itu membuat kedua orang itu menjadi lebih dekat. Meskipun selama ini mereka berjauhan itu tak membuat hubungan keduanya menjadi terputus, mereka tetap sering berkomunikasi.

Mobil Kyuhyu berhenti di sebuah kedai makanan yang memang sudah tak asing bagi keduanya. Tempat makan favorit mereka saat dulu karena terlalu sering makan disini si pemilik kedaipun sampai hafal wajah mereka. Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan bergegas memasuki tempat makan itu, tepat di sampingnya Hana sudah berdiri mengikutinya.

“Ahjuma, dua mangkuk jjajangmyeon seperti biasa” ujar Kyuhyun saat mereka sudah duduk di bangku.

Owh, kau Hana…”  mimic wajah pemilik kedai itu terlihat kaget saat melihat Hana.

“Anneyong haseyo ahjuma, oraemaniyeyo. Aku senang ahjuma masih mengingatku”

“Ne, oraemaniye Hana–ya. Aku juga merasa senang bisa melihatmu lagi. Kau tahu aku sudah bosan melihat wajah temanmu itu” tunjuk ahjuma itu sambil mengarahkan dagunya menunjuk Kyuhyun.

“Ahjuma, bukannya kau senang setiap kali aku datang kesini bahkan kau sering menawariku gratisan agar aku mau datang ke tempatmu” tangan Hana menyikut Kyuhyun karna merasa apa yang dikatakan namja itu terdengar kurang sopan ditelinganya.

Ne, aku selalu memintamu kesini karna aku ingin kau menghabiskan jjangmyeon yang masih tersisa karna sayang jika harus dibuang karena basi” Kyuhyun memanyunkan bibirnya kesal mendengarnya, sedangkan Hana dan pemilik kedai itu tertawa melihat kelakuan Kyuhyun yang berhasil terpancing kemarahannya.

“Jadi kau masih sering kesini Kyu?” Tanya Hana saat Jung ahjuma pemilik kedai itu sudah pergi menyisakan mereka berduanya.

“Hmm” Kyuhyun mengganggukan kepalanya tanda membenarkan pertanyaan itu. Didalam hatinya ia berkata bahwa inilah salah satu cara mengobati rasa rindunya pada Hana. Saat ia benar-benar merindukan Hana, ia akan mengunjungi tempat-tempat dimana ia bisa mengingat memorinya kembali dengan gadis itu. Ia sadar perasaannya ini bukan hanya sekedar rasa sayang terhadap teman tapi ini lebih dari itu, rasa menuntut adanya sebuah ikatan dan keinginan memiliki.

“Kyu, setelah ini maukah kau mengantarku membeli sesuatu”

Kau mau kemana?”

“Aku mau membelikan sesuatu pada Donghae oppa. Mengingat aku belum sempat memberikannya hadiah saat dia ulang tahun beberapa hari yang lalu” Hana memaparkannya dengan wajah bersinar.

Seketika raut wajah Kyuhyun berubah menjadi lebih dingin menampakan ketidaksukaannya. Ada sesuatu yang ia tutupi dari yoeja itu dan ia yakin Hana belum mengetahui kabar tentang namja bernama Lee Donghae yang notabene adalah namja yang ditaksir Hana sejak dari dulu. Dahi Hana mengerut merasakan perubahan sikap yang ditunjukan namja bermata tajam itu. Hana hafal betul kebiasaan Kyuhyun saat tidak menyukai sesuatu.

Tak butuh waktu lama jjangmyeon pesanan mereka sudah tersaji di meja, dengan segera mereka melahap mie hitam favorit mereka itu. Keduanya asyik bernostalgia mengingat saat-saat kebersamaan mereka semasa kecil dulu disela-sela makan mereka. Tak jarang mereka tertawa bersama karna teringat kenakalan yang telah mereka lakukan. Tanpa terasa mereka telah menandaskan jjangmyeon tanpa tersisa.

Setelah urusan dengan perut mereka selesai, kedua makhluk berjenis kelamin berbeda itu meninggalkan tempatnya dan tak lupa berpamitan kepada Jung ahjuma. Mobil yang mereka tumpangi menuju kecsebuah mall yang letaknya tak jauh dari tempatnya sekarang.

___00____

Hana tersenyum menatap bungkusan berpita yang ada ditangannya, sebuah kado berisi jam tangan yang akan ia berikan kepada Lee Donghae. Matanya berbinar-binar saat kembali mengingat namja berwajah sendu itu.

“Ada yang ingin kau beli lagi” suara Kyuhyun membuat Hana sedikit terkejut.

Ah, aniyo. Aku rasa aku ingin segera pulang saja,aku ingin cepat beristirahat

Di saat mereka berjalan berdampingan secara tidak sengaja mata Hana menangkap sosok orang yang ada difikirannya. Langkah Hana membawanya mendekati orang tersebut, Kyuhyun yang ada disampingnya di buat bingung dengan kelakuannya. Ia mengikuti arah pandang Hana dan dalam sekejap wajahnya menunjukkan ketakutannya.

Oppa, Donghae oppa” Hana sedikit berlari sambil memanggil nama itu. Pria yang merasa mempunyai nama tersebut menolehkan tubuhnya dan mencari orang yang telah memanggil namanya. Wajah pria itu mengeras menandakan keterkejutannya. “Hana-ya bukankah kau berada di Jepang?”

“Ne oppa, tapi aku memutuskan kembali dan akan tinggal di sini” Hana membalasnya dengan tersenyum.

Oppa, nugu” Hana merasa asing dengan orang yang ada disamping Donghae, tangannya menggandeng tangan Donghae dengan erat. Tentu saja hal ini membuat Hana sedikit curiga ada perasaan cemburu dari dalam dirinya.

Oh, Hana-ya kenalkan ini Haerin dan Haerin ini Hana” Donghae terlihat sedikit kagok saat memperkenalkan mereka berdua.

“Anneyong haseyo, Kim Hana imnida” Hana memulai memperkenalkan diri.

Anneyong haseyo, Lee Haerin imnida. Donghae oppa sering bercerita tentangmu”

“Jinja, oppa apa saja yang kau ceritakan pada Haerin-shi, aku harap itu yang baik-baik” Hana terlihat senang saat mengucapkannya.

Donghae tersenyum kaku menanggapi celotehan Hana, berbeda dengan Kyuhyun yang masih setia diam tanpa berniat ikut masuk dalam obrolan mereka. Mata tajamnya memandang tidak suka kearah Donghae.

Tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam hal ini tentang marga Haerin yang sama dengan Donghae jika Haerin memiliki hubungan keluarga  pastilah Hana  akan mengenalnya mengingat keluarga mereka yang sudah mengenal dekat, tapi Hana sama sekali tidak mengenai bahkan tahu tentang Haerin

“Maaf Hana-shi, kami tidak memberi tahumu saat kami menikah beberapa minggu yang lalu. Ini semua diluar rencana, pernikahan kami dipercepat” Haerin menjelaskan poin yang penting dalam hal ini, pernikahan Donghae.

Bagaikan disambar petir ditengah teriknya sinar matahari kabar itu membuat Hana benar-benar syok. Ia merasa tubuhnya sangat lemas jika saja tangan Kyuhyun tak segera menggenggamnya mungkin tubuhnya sudah merosot karna kakinya tak kuat menopang berat tubuhnya. Hatinya benar-benar sakit tapi ia berusaha untuk tetap menunjukkan senyumannya meski terlihat dipaksakan.

Saengil chukhayo untuk pernikahan kalian, aku benar-benar senang mendengar kabar membahagiakan itu” ujar Hana berbasa-basi pada kenyataannya ia merasa menjadi orang bodoh sekarang karena mengharapkan orang yang telah beristri. Ia bahkan rela untuk jauh dari keluarganya dan kembali ke Korea untuk mendapatkan hati namja itu.

“Mianhae mungkin ini sedikit terlambat memberikannya tapi tidak ada salahnyakan. Aku harap kau menyukainya oppa” Hana menyodorkan kotak kado yang dibelinya kepada Donghae yang seharusnya untuk hadiah ulang tahun namja itu tapi situasinya membuatnya mengganti untuk hadiah pernikahan, tangannya terlihat sedikit gemetar saat menyerahkannya.

“Gomawoyo, Hana-ya kau tidak perlu repot-repot memberikannya” mata Donghae menatap kedalam manik mata Hana terlihat air mata tertahan dipelupuk matanya. Tidak bisa dipungkiri kalau dia merasa bersalah karena telah membohongi Hana yang telah ia anggap seperti dongsaengnya.

“Mianhae, sepertinya aku harus pamit. Aku baru saja tiba dari Jepang dan perlu istirahat” Hana membungkukkan badannya setelah ia berpamitan dan segera meninggalkan sepasang pengantin itu.

Hana menarik tangan Kyuhyun untuk segera pergi dari tempat yang membuatnya sesak nafas itu. Kedua matanya memerah menahan air mata yang sejak tadi ingin keluar, jika saja ia menutup matanya mungkin saja air mata itu sudah merembes keluar dari ujung matanya. Ia berusaha mengendalikan emosinya, ia berujar dalam hati tidak ada air mata sekarang, tidak untuk didepan mereka dan juga Kyuhyun. Ia hanya tidak ingin memperlihatkan sisi lemahnya saat ini, berulang kali ia menarik nafas menghirup udara sebanyak mungkin agar sesak yang dirasakan paru-parunya menghilang.

Diam. Itulah yang dilakukan Hana dan Kyuhyun sepanjang perjalanan menuju apartement. Tak ada satu orang diantara mereka yang membuka mulut percakapan. Hana sudah terlihat seperti mayat hidup sekarang, pandangannya kosong. Tak ada yang bisa Kyuhyun perbuat, yang ada dilakukan namja ini hanyalah segera mempercepat laju mobilnya dan membawa Hana sampai ke apartementnya.

Tak butuh waktu lama mobil Kyuhyun berhenti disebuah bangunan yang akan ditempati Hana. Ia segera keluar mengambil barang-barang Hana yang ia letakkan di dalam bagasi mobilnya. Selama berjalan menuju kamar  Hana, Kyuhyun tak henti-hentinya memandang wajah gadis yang dicintainya. Ia tahu betul  perilaku Hana, gadis itu akan memilih diam dan menyembunyikan kesedihannya memperlihatkan seolah-olah Hana adalah wanita yang tegar tapi kenyataannya jauh didalam hatinya begitu rapuh. Ingin rasanya ia memeluknya dan mengatakan pada Hana bahwa ia mencintainya, disini ada seseorang yang benar-benar mencintainya dan akan selalu ada untuknya.

Mereka berdua akhirnya sampai didepan pintu, tangannya bergerak memasukkan angka-angka untuk membuka pintu itu. “Aku menggunakan tanggal kelahiranmu sebagai password” Kyuhyun memulai membuka percakapan setelah dilanda keheningan. Disaat ia membawa tubuhnya memasuki pintu, gerakannya terhenti karena tangan Hana yang mencegahnya untuk masuk. “Maaf Kyu, aku butuh sendiri untuk istirahat. Terima kasih untuk apartementnya” Hana mengatakannya sacara halus meski dalam kalimatnya menyiratkan bahwa ia menyuruh Kyuhyun untuk pergi. Tangannya meraih koper yang ada ditangan Kyuhyun dan memasukkan bersama dirinya kedalam ruangan itu. Belum sempat ia menutup pintu Kyuhyun menarik tangannya dan menggenggamnya.

“Kau tidak perlu khawatir Kyu, tidak akan terjadi apa-apa padaku. Aku akan beristirahat setelah ini” Hana bisa melihat wajah Kyuhyun yang mengkhawatirkan dirinya. Ia mencoba menunjukkan senyum seperti biasanya meski terlihat sedikit aneh.

Tidak tahan melihat orang yang dicintainya seperti itu, Kyuhyun membawa tubuh Hana kedalam pelukannya. Hatinya jauh merasa sakit melihatnya saat ini. Ia rela melakukan apapun agar Hana bisa tersenyum lagi. ”jika kau ingin bercerita, kau bisa menghubungiku kapan saja Hana-ya. Aku akan selalu ada untukmu” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memberikan kecupan didahi Hana. Ia bisa merasakan tubuh Hana yang menegang karna kaget atas tindakannya itu. “Hmm, cepat istirahat ne”

Tubuh Hana merosot kebawah saat ia selesai menutup pintu. Pertahanannya runtuh seketika, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya mengucur dengan derasnya dari mata indahnya. Tangisannya pecah seketika tubuhnya bergetar dan ia merasakan sesak yang menghimpit dadanya. Ia sudah tidak bisa lagi berpura-pura tegar seolah-olah tak terjadi apa-apa.

___000___

Kyuhyun melajukan mobil miliknya membelah jalanan kota Seoul yang masih terbilang lengang. Hari masih sangat pagi saat Kyuhyun meninggalkan apartementnya dengan lengkap setelan jas yang ia kenakan untuk pergi ke kantor seperti biasanya. Apa kalian berfikir ia akan pergi ke kantor? Jawabannya sudah pasti iya terlihat dari pakaian yang di pakainya dan juga jawabannya bisa tidak karna ia akan pergi ke kantor setelah berkunjung ke apartement Hana.

Tangannya dengan lincah memasukan kode password untuk membuka pintu, ia telah hafal diluar kepala angka yang menjadi tanggal lahir Hana. Ia membawa kakinya melangkah kearah dapur dan meletakan kantong plastic yang ia bawa tadi di tas meja makan. Ia bisa melihat sekeliingnya yang masih sunyi, ia yakin bahwa Hana masih bergelung bersama mimpinya.

Tangannya sudah bersiap mengayun untuk mengetuk pintu kamar Hana, tak ada respon yang ia harapkan dibalik pintu kamar itu setelah mengetuknya beberapa kali. Ia mencoba meraih kenop pintu berasumsi pintunya tidak sedang terkunci dan ternyata dugaanya benar. Kyuhyun melihat seorang yoeja yang masih terbaring diatas ranjang dengan selimut menggulung tubuhnya. Kakinya melangkah mendekati ranjang, yang pertama kali terlihat dari wajah Hana adalah matanya yang membengkak mungkin karena terlalu lama menangis. Kyuhyun mendudukkan tubuhnya disisi ranjang memandangi Hana yang tengah tertidur, sosok Hana  yang membuat Kyuhyun tak bisa berpaling dari wanita lainnya.

Hana merasakan bahwa ia tidak sendiri di kamarnya, matanya menyipit membiasakan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Ia samar-samar melihat kyuhyun berada di depan wajahnya seketika membuatnya sadar dan berlonjak kaget.

“Yah, apa yang lakukan dikamarku oeh” Hana melempar guling yang ada disekitarnya kearah Kyuhyun.

Berani-beraninya masuk kesini tanpa seijinku. Kau mau berniat jahat oeh”

Kyuhyun mengambil guling yang digunakan Hana untuk melemparnya, beruntung Kyuhyun cepat menghindar dan tidak sempat terkena hantaman benda panjang itu. Ia melemparkan lagi kepada sang pemiliknya. Terdengar ringisan dari suara Hana, benda itu mengenai bagian tubuhnya.

“Dasar yoeja pemalas, cepat sana cuci mukamu aku membawakan sarapan untuk kita” Kyuhyun menyeret tubuh Hana ke kamar mandi.

“Yak, Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan oeh. Kau merusak pagiku yang indah ini” tubuh Hana meronta-ronta melepaskan dorongan dari tangan Kyuhyun. Ia sudah membawa tubuh Hana masuk kedalam kamar mandi.

“Cepat bersihkan dirimu, aku menunggumu di meja makan dan satu lagi….” Kyuhyun mendekatkan tubuhnya kearah Hana bibirnya  mendekati telinganya membisikan sesuatu. “ Kau bau Hana-ya” Kyuhyun langsung keluar dan menutup pintu kamar mandi sebelum mendapat amukan dari Hana dari dalam kamar mandi ia bisa mendengar cacian yang ditunjukan padanya. Ia mungkin belum bisa membuat Hana tersenyum tapi ia bisa membuat Hana marah, ekspresi yang tidak akan keluar disaat Hana merasa sedih.

Hana keluar dari kamarnya setelah selesai membersihkan diri, ia melihat Kyuhyun yang tengah sibuk mempersiapkan sarapan. Tangannya meraih kursi dan mendudukkan badannya didepan Kyuhyun.

“Kenapa kau repot-repot membawakanku sarapan sepagi ini Kyu, aku bisa memesannya nanti jika aku lapar” mungkin Hana sudah melupakan kekesalannya terhadap Kyuhyun tadi terbukti tidak adanya bahasan Hana mengenai hal itu.

“Aku hanya ingin kau menemaniku sarapan Hana-ya apa itu tidak boleh”

Hana menikmati makanan yang dibawa Kyuhyun untuknya, ada banyak  jenis makanan dihadapannya dan hampir semua makanan favoritnya. Ternyata kyuhyun masih mengingat apa yang dikatakannya saat ia masih berada di Jepang, ia meminta Kyuhyun untuk membelikan semua makanan favoritnya jika ia tinggal di Seoul. Dan mungkin Kyuhyun menepati janjinya.

Kyu,….”

“Hmmmm” terlihat Kyuhyun sangat menikmati makananya. Sesat Hana sempat terpukau dengan ketampanan yang dimiliki namja ini. Mungkin jika mereka bukan sahabat Hana akan jatuh cinta padanya.

“Apa kau sudah mengetahui pernikahan Donghae oppa?” Hana bisa melihat Kyuhyun yang menghentikan makannya dan meletakkan sumpitnya.

“Kenapa kau menanyakan hal itu?” Terlihat Kyuhyun tidak menyukai topic pembicaraan ini.

Jadi benar kau juga sudah mengetahui hal itu? Kenapa kau tidak menceritakannya padaku Kyu. Kau membuatku terlihat menyedihkan” Hana menggeser kursinya dan berdiri bersiap meninggalkan Kyuhyun.

“ Makanku selesai, kau bisa pergi jika tidak ingin terlambat ke kantor” Hana pergi meninggalkan Kyuhyun, tapi langkahnya tertahan karna Kyuhyun menggenggam tangannya.

Mianhae, aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu, aku hanya tidak ingin membuatmu menangis karna namja itu” Hana tak bergeming ia melepaskan tangannya dari Kyuhyun dan berniat kembali masuk kekamarnya.

Aku mencintaimu Hana-ya, tidak bisakah kau melihat itu” Hana berdiri ditempatnya masih kaget dengan kata-kata yang diucapkan Kyuhyun. Kyuhyun menghampiri tubuhnya dan berdiri di depannya.

“Aku sangat mencintaimu Hana-ya, tidakkah kau bisa merasakannya. Aku tidak ingin kau menangis setelah mendengar kabar itu. Hatiku sakit melihatmu menangisi namja lain, aku merasa menjadi namja yang tidak berguna saat tidak bisa menghentikan air matamu. Aku akan menyalahkan diriku sendiri karna tidak bisa melindungi dirimu. Aku berniat membuatmu jatuh cinta padaku sebelum kau mendengar semua ini dan bisa melupakan namja itu. Tidakkah kau memberi kesempatan itu untukku, aku ingin membahagiakanmu”

Kyuhyun mengucapkan semua kata-kata yang ia pendam selama ini. Setelah sekian lama akhirnya ia bisa mengutarakannya kepada Hana.  Hana menatap wajah Kyuhyun mencari keraguan disana, beranggapan bahwa ini adalah salah satu kejahilan Kyuhyun yang ia perbuat pada Hana tapi Hana tidak menemukan semua itu. Hana bisa melihat raut muka Kyuhyun yang menatapnya serius meminta jawaban.

Nikahi aku” hanya dua kata yang diucapkan Hana tapi berdampak besar terhadap Kyuhyun. Kedua mata Kyuhyun melebar tidak percaya dengan apa yang ia dengar, Hana memintanya untuk menikahinya.

___000___

Selama di kantor Kyuhyun tidak bisa berkonsentrasi, ia masih memikirkan perkataan Hana yang meminta menikahinya jika ia benar-benar mencintai Hana. Ia tahu perasaan Hana yang sangat mencintai Donghae, ia berfikir Hana meminta itu untuk menjadikannya sebagai pelarian karna mendengar Donghae telah menikah  tapi bukankah ia yang meminta Hana memberikan kesepatan untuknya agar bisa membuat Hana mencintainya. Tidakkah ini kesempatan yang bagus untuk memiliki Hana seutuhnya dan mengikatnya bersama seumur hidup. Tangannya meraih ponsel yang ada disakunya lalu menelephone seseorang.

Hana merenung sendiri di dalam kamar apartementnya. Entah apa yang ada di fikirannya saat itu ketika ia meminta Kyuhyun menikahinya setelah mendengar Kyuhyun mencintainya. Ia sangat bingung saat itu tidak memikirkan akibat dari perkataannya yang mungkin akan membuat hubungannya dengan Kyuhyun mengalami perubahan. Ia takut Kyuhyun akan menjauh darinya karna menganggapnya sebagai wanita yang plin-plan.

Hana memandang kotak yang yang berisi sebuah gaun berwarna putih gading itu. Beberapa waktu yang lalu, seorang kurir mengantarkannya dan katanya itu adalah pemberian dari seorang namja tanpa nama. Tangan Hana mengambil gaun itu berniat melihatnya lebih jauh mungkin pengirimnya meninggalkan sebuah kartu ucapan. Dan ternyata dugaannya benar ia mendapatkan kertas itu kemudian membacanya.

“Aku akan menjemputmu jam delapan, pakailah gaun ini dan aku tidak menerima penolakan”

–Kyuhyun-

Hana menatap dirinya yang berada didepan cermin, sesuai perintah Kyuhyun  ia sudah siap dengan gaun pemberiannya. Entahlah apa yang akan terjadi setelah ini, tangannya terasa dingin dan tidak menutupi kemungkinan kalau dirinya juga merasa gugup.

Kyuhyun sudah menunggu di depan pintu, berbalut jas hitam yang membuatnnya semakin mempesona. Keduanya terlihat kaku tidak seperti biasanya seakan mereka baru saling mengenal. Tidak ada obrolan diantara mereka jika Kyuhyun bertanya maka Hana akan menjawabnya dengan singkat dan begitu sebaliknya. Selebihnya mereka menghabiskannya dengan diam.

Sebuah restaurant bergaya klasik dipilih Kyuhyun untuk acara makan malam mereka. Tempat ini sepi karna memang Kyuhyun sengaja membookingnya, hanya ada seorang pemain piano dan penyanyinya. Alunan music romantis memambah rasa kecanggungan mereka berdua.

“Mau berdansa denganku” Kyuhyun berdiri di samping Hana tangannya terulur menanti sambutan tangan Hana.

“Kyu, ada apa denganmu? Kau membuatku takut” mereka berdua sedang berdansa dan mata kyuhyun tak sedikitpun lepas menatap Hana sejak tadi. Jika Hana boleh bercermin mungkin ia akan mendapati wajahnya yang bersemu merah.

“Kenapa? Memang ada yang salah jika aku menatap calon istriku eoh”

“Kyu, kau…” ucapan Hana terhenti kala Kyuhyun mencium bibirnya, matanya terpejam sesaat, namja itu telah mengambil first kissnya. Kyuhyun hanya menempelkan bibirnya tanpa ada nafsu didalamnya, mengisyaratkan bahwa ia ingin menyampaikan ketulusan cintanya kepada Hana.

Kita akan menikah bulan depan, aku sudah meminta izin kepada kedua orang tua kita dan mereka semua memberikan restunya” Hana  membulatkan matanya, ia tahu betul sikap protective ayahnya jika menyangkut calon pendamping hidupnya. Tapi semudah itukah Kyuhyun mengambil hati kedua orang tuannya.

“Kau tahu, kedua orang tua kita sangat senang sekali saat aku meminta izin pada mereka untuk menikahimu. Apalagi orang tuaku, mereka ternyata berencana ingin menjodohkan kita, lucukan?” Kyuhyun mengatakannya sambil tersenyum.

“Hana-ya, maukah kau berjanji satu hal  padaku” Hana menatap wajah Kyuhyun dengan dahi berkerut.

“Apa?”

“Berjanjilah kau akan belajar mencintaiku dan tidak akan ada namja lain selain aku. Hanya ada aku dihatimu Hana-ya” Hana menganggukkan kepalanya tanda setuju.

“Would you marry me?”

“Yes, I do” Hana langsung berhambur memeluk tubuh Kyuhyun.

___000___

Sebulan adalah waktu yang singkat untuk mempersiapkan pernikahan mereka berdua ditengah kesibukan pekaerjaan Kyuhyun yang begitu banyak apalagi Hana yang baru saja bekerja juga menyulitkannya saat meminta izin. Bisa saja Kyuhyun menyuruh Hana agar tidak usah bekerja saja tetapi Hana tetap bersikeras untuk bekerja. Untungnya banyak kerabat meraka yang membantu jadi tidak terlalu membuat kedua calon pengantin itu kelabakan.

Layaknya pasangan pengantin pada umumnya, mereka memperlihatkan rona kebahagiaan didepan semua orang. Ruang resepsi yang yang didominasi warna putih sesuai permintaan kedua mempelai. Semua prosesi mereka lewati dengan  lancar. Karabat, sahabat serta rekan kerja yang di undang hampir semuanya datang ke resepsi mereka.

Pestanya telah usai beberapa waktu yang lalu, saat ini keduanya sedang berbaring diranjang mereka berdua. Kyuhyun memeluk tubuh Hana dan mendekatkannya di dada bidangnya. Keduanya saling menikmati quality time yang mereka punya, menyesapi aroma tubuh masing-masing  pasangannya.

“Kyu, apakah kau akan memintaku melakukan itu sekarang”

Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan melihat wajah istrinya. Ia tahu apa maksud dari perkataan Hana, ia bukan namja bodoh yang tidak mengerti apa yang seharusnya dilakukan  pasangan yang telah menikah.

“Hmmn, apa kau akan memberikannya jika aku memintanya padamu?” tangan Kyuhyun menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Hana kemudian mengelus pipinya. Mata Kyuhyun menatap ke dalam manic mata Hana, ia bisa membaca ada sedikit ketakutan di sana.

“Aku tidak akan memaksamu melakukannya denganku sayang, aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap” Kyuhyun membawa kembali Hana kedalam pelukannya lalu mencium puncak kepala Hana.

“Tapi aku berharap itu tidak terlalu lama sayang karna aku tidak janji bisa mengontrol diriku untuk tidak menidurimu”

Auww, kau menyakitiku yeobo” Hana mencubit pinggang Kyuhyun karna perkataan Kyuhyun yang terlampau terbuka menurutnya.

“Dasar Cho Kyuhyun pervet”

“Aish, cepat tutup matamu dan tidur atau aku akan memaksamu melakukannya sekarang”

“Ne, Cho Kyuhyun my nampyeon” Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya, dalam hatinya sungguh sangat bahagia. Ia semakin mengeratkan  pelukannya pada tubuh istrinya.

“Jaljayo yoebo

Mulai saat ini aku akan belajar mencintaimu Kyu, menjadikannmu satu-satunya namja di dalam hatiku, dan ketika besuk kau membuka matamu aku akan menyerahkan seluruh hidupku hanya untukmu, membangun keluarga kecil kita dengan penuh kebahagiaan. Itulah janjiku pada suamiku Cho Kyuhyun” Hana mengucapkan janjinya dalam hati, ia tahu tidaklah sulit mencintai seorang Cho Kyuhyun namja yang sempurna. Mungkin ia hanya mengubah rasa sayang yang ia miliki sebagai teman menjadi perasaan cinta yang akan ia bawa sampai Sang Pencipta memisahkannya.

The End

Ottoke? Mianhe, kalau ceritanya terlalu dipaksakan dan masih ditemukan banyak typo di sana-sini. Dan terima kasih buat semua readers yang udah baca dan admin yang udah bantu ngeposting ff ini. Saatnya author pamit. Gamsahamina [ bow ]  ^___^

13 responses to “[Freelance] Forget You

  1. Ah, happy ending! Johayo~
    Aku suka ffnya! 😀
    Simple, tp ngena! Monolognya, alurnya, ceritanya… hihi

    Sippo! Keep writing n fighting ne!!^^

  2. FFnya buagus ok
    alurnya juga bagus
    Simple kok
    Hati-hati sama typo, author-nim
    Sama kalo menurutku kalo dialog nggak usah dimiringke
    Tapi, Over all it’s good

  3. terima kasih chingu udah mau coments, aku dah berencana bikin sequelnya tapi belum terlaksana karna masih sibuk. tunggu aj ya ^___^

  4. Hummmm…. suwwiiiit banget endingnya… Sahabat sndri jadi psangan hidupnya.. Psti bhgia bgt tuh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s