[Freelance] Ice Cream

1426551_613589002038171_861597448_n

Ice Cream

Author :

TinkerRose

RiskaNormalita
@RiskaKAIIka88

Es Cream (Fanfic Kpop Ver)

Romance

Oneshot

Maen Cast :

–          Oh Sehun (EXO-K)

–          Park Jihyun (OC)

Other :

–          Park Chanyeol (EXO-K)

Kunjungi Blog saya ^^ : http://tinkerrose.wordpress.com
dan   http://riskakaiika.blogspot.com

selamat menikmati 😀

Original Sound Track  :

Hello Venus – Kiss Me

K.Will – You Don’t Know

Summary :

Seorang pria yang menjadi teman Jihyun sejak kecil. Jihyun sangat membenci pria itu karena di anggapnya tidak menyenangkan dan dingin, jadi wajar julukkan untuk pria itu adalah balok es. Tapi semua berubah ketika ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Oh Sehun yang sudah berubah total dalam segi penampilan. Jihyun? Ia pun jatuh cinta.

Pov Jihyun

Oppa!!!”  Teriak ku cukup keras hingga memenuhi ruang tengah saat ini. langkah cepat dan kasar ku terus menelusuri setiap ruangan yang akan di lewati, hingga langkah ku terhenti pada seorang pria yang sedang asik memandang Leptop kecil dengan Handphone di telinganya. Hingga ku tarik benda itu dari telinganya.

“Apa-apaan ini?! Ji? Ada apa lagi?”

Aku Hela nafas ku sambil memejamkan mata, berusaha mengatur emosi yang ada di benak ini dengan baik. Terlihat sekali wajah oppa sangat bingung.

OPPA!!! KAU BERBOHONG PADA KU!!!!”

Ia menutup mata sambil meringis. Ok aku keterlaluan, tapi ia yang jauh lebih keterlaluan lagi.

“Apa?? Bukannya oppa bilang kalau ‘Belum tentu oppa ikut’ iya kan?”

“Tapi batalkan saja oppa! Dan kenapa aku harus pergi dengan es kutub utara itu?!!”

Oppa mengangkat alis sebelah kirinya.

“Itu julukan yang bagus Ji”

“Oh ya terimakasih”

Lalu hening.

Oppa!”

“Apa lagi Ji?”

“Minta?”

Oppa kembali mengangkat alisnya, kali ini di iringi wajah bingung.

“Uang jajan?”

###

Pov Author

Park Chanyeol memandang seorang gadis itu dengan tatapan kesal, sedangkan gadis yang ada di hadapannya memandangnya dengan tatapan mengejek. Park Jihyun dan Park Chanyeol, dua beradik yang solid. Ya dengan sifat yang hampir sama – menyebalkan, kekanak-kanakkan, aneh dan berbagai sifat alami seorang anak berusia lima tahun.

“Kau memeras ku” Wajah Chanyeol tampak sangat kesal setelah mengeluarkan uang dari dompet biru mudanya.

Oppa baik sekali”

“Ya adik yang Jahat!”

Tidak lama, suara klakson mobil berbunyi cukup nyaring dari arah luar dan membuat mereka berdua serentak menoleh. Jihyun dalam waktu sekejap menghubah raut wajahnya. Tapi tidak dengan Chanyeol.

“Jihyun, sana pergi pacar mu sudah datang” Jihyun segera memasang wajah mematikan pada Chanyeol.

“Ia bukan pacar ku! Ia bocah pendiam yang aneh dan dekil!”

Chanyeol tertawa.

“Kau yakin? Itu ketika kalian berumur Sebelas tahun, tapi sekarang? kau akan suka”

Jihyun menjulurkan lidahnya.

“Itu tidak akan pernah terjadi! Mana mungkin ia berubah menjadi Ken kan?”

Chanyeol tersenyum pernuh arti.

“Benar juga, kalian sangat pas! Jihyun Barbie sedangkan Sehun Ken”

Aniya!”

Jihyun pun segera mengejar Chanyeol yang ternyata sudah berlari cukup jauh. Gadis itu selalu kesal dengan ejekan Chanyeol, apa lagi Ayah dan Ibu mereka selalu mengatakan jika Oh Sehun yang ternyata akan jadi calon tunangan Jihyun nantinya, intinya mereka sudah di jodohkan dari kecil.

“Ji! Yeol! kalian ini kenapa selalu bertengkar!” Muncul Nyonya Park yang melihat tingkah kedua anaknya.

“Ibu! Oppa mengejek ku!” teriak Jihyun yang masih mengejar Chanyeol. Nyonya Park hanya menghela nafas.

“Sudah-sudah, kalian turun dulu ada Sehun yang baru datang ia sudah menunggu di bawah”

“Iya Ibu” Jawab mereka serentak.

###

Jihyun tidak bisa terlalu banyak bicara, bahkan untuk berkedip bagi dirinya sangat susah. Ya Tuhan, apa engkau memberikan penyakit ilusi pada ku? Ia bahkan jauh lebih tampan dari Ken? Itu yang ada di benak Jihyun setelah masuk dan duduk di ruang tengah.

“Bagaimana sekolah mu di jerman Sehun?” Nyonya Park datang memecah percakapan antara Chanyeol dan Sehun saat itu.

“Baik Bibi, hanya sedikit aneh pada awalnya” Jawab Sehun dengan senyuman tipis tapi lembut di bibirnya.

“Wah jadi kau hebat bahasa jerman sekarang?” Kini Chanyeol terlihat beremangat. Sehun pun tersipu.

“Tidak juga Hyung, aku masih belajar”  Jawab Sehun.

Hingga tatapan Sehun dan Jihyun pun bertemu. Entah mengapa Jihyun merasa ada aliran listrik di mata Sehun yang seperti menyembur keluar dan masuk ke dalam tubuhnya. Meski Sehun sudah tidak memandangnya lagi tapi tetap saja perasaan itu masih ada.

“Jadi Ji, masih mau pergi ke Taman Bermain dengan Sehun?”

Jihyun tersentak dengan pertanyaan yang di berikan Ibunya itu. Ia bingung harus menjawab apa tapi di dalam dirinya sudah pasti jawabannya Iya.

“Sudah pergi sana, kalian juga lama tidak bertemu”

Jihyun terdiam, ia sempat melirik Sehun yang memperlihatkan gerakan seperti berkata ‘Serterah pada mu saja’. Jihyun pun menganguk, gadis itu sempat melihat Sehun tersenyum senang meski hanya sebentar.

“Ji ambil tas dulu”

###

Di dalam mobil yang terdengar hanya suara mesin terdengar di antara mereka. Jihyun yang sedari tadi hanya melihat ke arah jendela mobil dengan wajah gelisah, sedangkan Sehun sangat serius dengan kemudinya. Rasa cangung itu jelas ada, tentu saja.

Sudah beberapa tahun ini mereka tidak bertemu, meski bukan teman akrab tapi mereka sudah mengenal dari kecil. Jihyun yang sangat tau sifat Sehun dan sebaliknya dulu adalah teman yang hanya bisa berkelahi dan berdiam diri seperti sekarang. Jihyun yang selalu mengangap Sehun seperti balok es. kenapa? Tentu, balok es padat dan keras serta dinginnya yang menusuk hingga ke tulang membuat orang tidak tahan terhadapnya.

Dan sejak Sehun berangkat ke Jerman untuk mengikuti Ayahnya yang sudah berpisah dengan Ibunya – Bercerai, tidak memberikan kabar apa – pun padanya. dulu sempat ia merindukan Sehun, ya kerena jika tidak ada Chanyeol yang selalu menemani Jihyun bermain adalah Sehun, jadi wajar kini janji Chanyeol yang membawa Jihyun ke taman bermain di pindah alihkan ke tangan Sehun.

“Kau berubah jadi pendiam sekranga”

Suara serak tegas layaknya seorang pria memecah suasana hening dan mengalihkan suara mesin mobil. Jihyun pun menoleh.

“Tidak, aku hanya tidak tau mau bicara apa”

Sehun tersenyum.

“Kau kan bisa tanya-tanya, seperti kapan pulang aku kembali dari jerman? Atau …” Sehun menahan suaranya sebentar. “Apa aku sudah punya pacar?”.

Tiba-tiba dada Jihyun terasa sakit mendengar perkataan Sehun. Ia pun berusaha menutup kesan atas perkataan Sehun tadi, tapi pria itu sudah lebih dulu mengetahuinya.

“Aku tidak peduli”

Sehun tertawa pelan.

“Baik-baik lah, mau ku traktir? Ini adalah hari terakhir aku di sini … besok aku harus pulang ke jerman”

Jihyun tertegun, tiba-tiba perasaan sedih masuk dan meluas di dalam dirinya.

“Jadi? Mau?”

“Tentu saja! Kau harus membayar semua iyuran bersenang-senang ku hari ini. Ok?”

Sehun tersenyum.

“Ok, dasar bocah”

“Dasar batu es”

###

Tanpa terasa mereka sudah bermain di hampir seluruh wahana, tapi masih ada dua yang belum mereka coba. Jihyun berlari menuju beberapa tenda kecil yang memberikan berbagai permainan menantang, jika berhasil orang tersebut akan mendapatkan hadiah.

“Sehun! Ayo kita bertaruh?” Ucap Jihyun ketika Sehun sampai ke tempat Jihyun tujuh.

“Taruhan seperti apa?”

“Kita akan bermain semua tantangan di beberapa tenda di sana, untuk mendapatkan pemeng dengan sah … semua skor yang kita peroleh harus di catat di note ponsel masing – masing, Ingat tidak boleh curang!”

Sehun terlihat mengimbang-imbang apa yang Jihyun tawarkan. Lalu ia pun menganguk.

“Ok, tapi imbalannya … yang kalah harus memenuhi perintah yang menang, bagaimana?”

Jihyun berpikir sejenak, lalu ia pun menganguk.

Sebenarnya permainan seperti ini sudah sering Sehun dan Jihyun lakukan. Dulu mereka pernah bertaruh di pada nilai ulangan, renang, menonton film hantu –Siapa yang menutup mata paling banyak akan di jitak- dengan berbagai hukuman dan imbalan. Meski yang terkadang sering memenangkan permainan adalah Sehun tapi tidak membuat Jihyun jera.

“Ok, permaianan di mulai”

###

“Yes! Aku menang!”

Jihyun hanya bisa diam dengan wajah kesalnya. Tentu saja, ia kalah dengan skor yang sangat memalukan, hanya tiga skor. Sedangkan Sehun dengan jumlah skor yang sesuai dengan tenda di sana, lima belas.

“Kau menang Mr. Ice”

“Kau siapa menerima hukuman mu?”

“Ya ya ya~ cepat seleaikan! Ini sudah jam lima sore dan aku ingin tidur!”

“Dasar bocah malas, ayo ikut aku”

Sehun menarik Jihyun pelan, mereka bergandengan tangan. Jihyun sangat bisa mendengar jantungnya berdetak kencang hingga sulit di tenangkan. Hingga Sehun membawanya kesuatu tempat, sebuah taman luas dengan bunga mawar merah di sana. Jihyun tercengang, ia merasa takjub dengan pemandangan yang begitu indah, belum lagi dengan langit sore yang sangat mendukung suasana. Mereka pun berhenti di bawah sebuah pohon.

“Ingat tempat ini?”

Jihyun pun memperhatikan tempa itu, tidak ada yang ia ingat. Tempat ini asing baginya. Jihyun pun menggelengkan kepala.

“Ini dulu taman penuh tanah yang sering kita singgahi ketika berkunjung di taman bermain ini”

“Ah benar! Aku tidak ingat! Wah tempat ini jadi sangat bangus ya”

“Iya, tapi bukan itu yang ingin aku tunjukkan”

Jihyun memandang Sehun bertanya-tanya. Hingga pria itu menariknya kembali dan menemukan sebuah meja yang terdapat tiga barang. Di sisi kiri ada coklat, kanan ada es krim dan di tengah-tengah ada kotak persegi yang kecil.

“Kau harus menjawab pertanyaan ku, kau tidak boleh bilang ‘aku tidak suka memilih’ tapi harus, ingat dulu? Aku pernah menyuruh mu memilih aku atau Jongin untuk menemani mu ke pesta ulang tahun Baekhyun? Kau tidak menjaba salah satu dari kami dan malah mengjak Chanyeol Hyung

“Itu memang benar! Kalian berdua teman ku”

Sehun mengehla nafas. Lalu ia meraih tangan Jihyun dan meletakannya di depan dadanya.

“Ini dari hati terdalam ku … Park Jihyun, aku mencintai mu dari dulu hingga saat ini”

Jihyun tercengang.

“Mungkin selama ini sikap ku terhadap mu tidak telalu baik, tapi percayalah … aku tulus”

Jihyun tidak bisa bicara.

“Jadi, untuk tidak memaksa mu aku memberi mu pilihan … di sana ada tiga barang, ada Coklat yang jika kau ambil berarti kau menolak ku, lalu es krim di sana kau menolak ku”

Jihyun menatap kedua barang itu dengan tatapan gelisah.

“Silakan memilih”

Jihyun merasa kepalanya pening, ia bingung harus menentukan apa yang ia rasakan. Ia pun memejamkan mata, ia merasakan detak jantungnya, rasa yang ia alami saat ini. semuanya tertuju pada satu nama, hingga kini tangannya bergerak mengambil salah satu barang.

Jihyun mengambil Es krim.

Sehun menghela nafas dan menutup matanya. ia sudah menduga jika gadis yang teramat ia cintai itu belum bisa menerimanya. Cinta yang ia pendam bertahun-tahun begitu kuat hingga hampir membuatnya gila. Tapi sekarang ia tahu alasannya dan akan mencoba menerima dengan lapang dada.

Ia pun merasakan hidungnya dingin. Ia pun membuka mata, terlihat Jihyun tertawa lepas ambl memakan coklat dengan es krim di jari telinjuknya. Sehun terdiam, ia berusaha mencerna apa yang di lakukan gadis itu.

“Hei! Kau tidak marah aku lumuri es krim? Oh ya, aku ambil coklat ya? Soalnya aku suka rasanya”

Sehun pun tersenyum.

“Kyaa!! Sehun turunkan aku!”

Kini Sehun mengangkat Jihyun tinggi-tinggi hingga membuat gadis itu harus memukulnya. Setelah itu ia pun meletakan gadi itu ke tanah. Mereka sempat terdiam sebentar lalu tertawa bersama.

“Kau menerima ku?”

Jihyun menganguk.

“Apa kau kasihan pada ku?”

Jihyun menggelengkan kepala.

“Lalu?”

“Karena kau sudah berubah jadi es krim”

Sehun mengerutkan keningnya, Jihyun pun tertawa lepas.

“Maksud ku, kau yang dulu seperti balok es sekarang berubah menjadi es krim yang manis dan enak, kan sayang jika es krim itu di biarkan sendirian”

Sehun pun memeluk Jihyun. gadis itu tidak berubah, ia tatap polos dan aneh dalam menyampaikan pendapatnya. Meski begitu, Jihyun lah yang paling tulus memberikan suatu hal hingga ia seperti ini. di saat ia menghadapi masalah keluarga yang Broken Home Jihyun secara tidak langsung memberikan arti Cinta yang penuh melebihi kedua orang tuanya.

“Ji?”

“Ya Mr. Ice Cream?”

“Kau nyawa ku, kau hidup ku, kau masa depan ku”

Jihyun pun memandangnya bingung, Sehun tertawa. Oh ya gadis ini juga tidak terlalu luas dalam memngartikan kata-kata, kini Sehun mencium pipi Jihyun dan berbisik.

“I Love You Sweet Sugar”

Jihyun tertawa. Ia pun memeluk Sehun dengan cara berjinjit.

“I Love You To Ice Cream”

Happy Ending

 

Hai ^^ gimana ceritanya? Pasti jelek ya T^T, ini aku buat pas kemaren. Ya kemaren itu pas pengabisan UAN jadi nulis dehh, meski pa UAS kemaren aku gak sepenuhnya jiatus wkwkw. Ok plis jangan di plagiatin ya, dan tolong kritik dan saran jangan cuman ‘Debak’ ama ‘Bagus’ aja kan gak seru, hehe jadi mohon bersedia lebih pajang lagi. okk aku TinkerRose sampai ketemu di ff selanjutnya >O<)/

By : TinkerRose

26 responses to “[Freelance] Ice Cream

  1. ceritanya bagus thor. tp banyak typo… sayang sekali… perbaiki ya typo-nya. (^_^) aku msh bingung yg wkt Sehun ngsh pilihan klo coklat dy nolak trs es krim dy nolak jg. trs Jihyun sbnrnya milih es krim kan? brrti dy nolak dong.. ato gmn sih? aku bingung.. hehe. (^_^) ceritanya udah bagus,sungguh. (⌒^⌒)b

  2. So sweet thor..
    Tapi ada beberapa typo yang kalo dibaca bikin kurang paham, mian
    Next ff ditunggu

  3. Kyyaaa aku dibilang orang gila loo senyum2 sendiri kkk
    Itu sehun ngasih 3 pilihan? Kok cuman ice cream sma coklat sih? Typonya lumayan banyak nih….
    Tapi gak papa ceritanya tetep deabakk d^^b

  4. Ciyee riska cerita baruu 😀
    Bagus kaak, cuma masih ada typo gitu. Benerin lgi yess 🙂
    Keep writting 😀

  5. actually good.,,, but typo…….he kok bnyak yh thor,,
    sma pas ngash plihan kok dua2ny nolak aku jdi bngung.
    tpi nanti mudah2n lbh bgus lg… 😀

  6. wiihhh sehun so sweet banget
    suka sama ceritanya

    jihyun kaget banget tuh pas liat sehun jadi ganteng gitu hahaa

  7. Typonya agak banyak thor, jadi aku suka salah mengartikan hehehe :3 coba sebelum di kirim ke sini di baca ulang lagi thor biar bisa mastiin ada typo atau enggak. trus aku bingung, kan ada 3 pilihan tuh, cokelat eskrim kotak kecil kan? Nah, si Jihyun milih es krim sama cokelat kan ya? Terus kotak itu apa isinya? Alurnya juga agak sedikit cepet tapi bisa cepet ngerti kook 😀 Gitu aja sih ya. Endingnya so sweet banget naah, kena feel asoy :v

Leave a Reply to @hasibuan_nabila Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s