[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 3)

pster-yomollayo

Title                       : The Best for Someone Who I Love 2 (Part 3)

Author                  : @YoMollayo

Main Cast           : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Support Cast      : EXO members

Genre                   : Romance, Friendship

Rating                   : General

Length                  : Continue

Disclaimer           : All of the stories belong to God but written by me

Poster by             : Wuu

Previous              : Part 1 , Part 2

Annyeong chingudeul!!!! Setelah sekian lama akhirnya bertemu lagi hehehe. Aku bener-benar minta maaf kalo update nya lama banget soalnya ya begitu, tugas kayak air mengalir terus 😥

Semoga Chingudeul belum lupa sama FF ini. Terima kasih banyak udah baca juga komen-komen sama sarannya J Happy reading chingudeul^^

AUTHOR POV

–Keesokan harinya–

Pagi itu angin berhembus menyentuh seluruh tubuh gadis mungil yang sedang berjalan menuju stasiun subway terdekat dari rumahnya. Berkali-kali dia menggusap-ngusap kedua telapak tangannya, udara dingin membuat tulang-tulang rusuk yeoja mungil ini hampir membeku. Hari ini dia berangkat ke kampus sendiri, tanpa sahabat ataupun namjachingunya.

“Ya dingin sekali hoaam” Yeoja mungil ini merapatkan jaketnya, sesekali dia menguap karena bosan.

Yeoja mungil ini mempercepat langkah kakinya, berharap agar cepat sampai kampus. Dia berjalan, menatap lurus ke depan, memicingkan matanya. Setelah yakin dengan apa yang dia lihat, dia segera berlari menuju target tersebut.

“Yeol annyeong” Dengan ragu-ragu yeoja mungil ini menepuk pundak sahabatnya, sebenarnya dia tidak berani melakukan ini, mengingat kejadian kemarin.

“Eunsung?” namja ini membalikkan badannya

“Annyeong” Eunsung tersenyum kikuk, dia berusaha bersikap biasa saja seperti tidak ada yang terjadi antara dia dan sahabatnya semalam.

“Hmm” Chanyeol menatap Eunsung sekilas lalu segera membalikkan badannya dan berjalan lurus menuju stasiun subway.

“Yeol changkaman!” Eunsung berjalan cepat menghampiri sahabatnya

“Yeol apa kau sudah sarapan? Aku belum” Eunsung memulai pembicaraan, sementara Chanyeol tetap berjalan menatap lurus ke depan

“Yeol aku lapar belikan aku makanan” Eunsung sedikit berteriak tetapi Chanyeol semakin mempercepat langkahnya tanpa memperdulikan Eunsung

“Ah lihat aku mau roti coklat itu” Eunsung menunjuk toko roti di samping stasiun subway ini.

Tanpa aba-aba Chanyeol masuk ke dalam toko roti tersebut, membeli sebuah roti coklat dengan cepat lalu memberikannya kepada Eunsung.

“Ah gomaopta” Eunsung tersenyum senang

“Apa kau sudah puas? Jangan ganggu aku” Chanyeol menatap Eunsung dingin tanpa ekspresi begitu juga nada bicara yang dia gunakan, datar tapi sangat menusuk hati.

Eunsung terdiam, tubuh dan bibirnya terkunci oleh tatapan dingin Chanyeol. Hati Eunsung rasanya retak akibat sikap Chanyeol barusan. Chanyeol tidak pernah seperti ini sebelumnya. Apakah dia sangat marah pada Eunsung? Sampai bersikap seperti ini.

BRUK

“Arggghh” Eunsung sedikit mengerang, baru saja lututnya membentur lantai. Sakit sekali rasanya. Kaki nya bergetar kuat

“Ah jeongmal jeosonghamnida… aku  terburu-buru” seorang yeoja muda menabrak Eunsung lalu segera membantu Eunsung berdiri. Sekilas Eunsung menjadi pusat perhatiian orang-orang di sekitar. Di sana ada Chanyeol yang melihat tetapi dia diam saja tidak melakukan apapun, tidak bereaksi apapun. Dia hanya melihat Eunsung sekilas lalu menatap kearah lain seperti tidak mengetahui apa yang terjadi pada sahabatnya.

*****

“Ya! Kau jahat” Eunsung mendorong punggung Chanyeol kesal dari belakang. Chanyeol menoleh sekilas lalu kembali sibuk dengan handphone nya.

“Ya! Kenapa kau tidak menolong ku tadi?” lanjut Eunsung mendorong pelan badan sahabatnya. Chanyeol masih sibuk dengan handphone nya, menoleh ke Eunsung pun tidak.

“Yeol apa kau tuli?” Eunsung menarik lengan Chanyeol berusaha menarik perhatiiannya

Chanyeol menggerakkan tangannya kasar, membuat Eunsung melepaskannya. Eunsung menatap Chanyeol heran, tidak mengerti dengan Chanyeol yang sangat berubah drastis.

‘Apa dia sangat marah padaku?’ tanya Eunsung dalam hatinya

Beberapa menit kemudian subway datang. Sepanjang perjalanan Eunsung dan Chanyeol hanya diam saja. Bahkan Chanyeol berusaha mencari tempat dalam subway yang jauh dari Eunsung.

Tidak hanya dalam subway, sesampai di kelas Chanyeol langsung berbaur dengan Yixing dan Kyungsoo yang sudah lebih dulu sampai, mereka tertawa riang dan melempar lelucon satu sama lain. Chanyeol bersikap seperti biasanya, hanya kepada Eunsung saja sangat berbeda.

“Annyeong sunbae” seorang yeoja menepuk lembut bahu Eunsung yang hendak memasuki kelas

“Ah ne?” Eunsung membalikkan badannya. Di depannya seorang yeoja manis yang lebih tinggi darinya tersenyum kearahnya.

“Apaka ada Chanyeol-sunbae di dalam?”

“Eh?” Eunsung terdiam sebentar

“Chanyeolie Chanyeolie” Dari depan kelas Eunsung berteriak memanggil Chanyeol. Chanyeol menoleh sebentar lalu melanjutkan obrolan nya bersama Yixing dan Kyungsoo.

Yixing dan Kyungsoo menoleh satu sama lain heran. Chanyeol tetap berbicara dan tertawa padahal ada orang yang memanggilnya

“Eunsung memanggilmu” Yixing menatap Chanyeol heran

“Sudah biarkan saja, tadi aku cerita sampai mana?” tanya Chanyeol kikuk

“Sana temui Eunsung dulu” Kyungsoo membuka mulut tetapi Chanyeol malah melanjutkan ceritanya

Eunsung mendengus kesal melihat Chanyeol yang sudah dia panggil berkali kali tetapi merespon pun tidak.

“Kyungsoo-ah tolong katakan pada sahabatmu, Park Chanyeol. Ada seorang hoobae yang mencarinya. Gomawo” teriak Eunsung kesal dan segera masuk ke dalam kelas

Chanyeol membelalakkan matanya sesaat lalu berjalan cepat keluar kelas. Yixing dan Kyungsoo terkekeh melihat tingkah laku sahabatnya.

Beberapa menit kemudian Chanyeol masuk ke dalam kelas membawa sebuah kliping.

“Apa itu?” tanya Yixing

“Yoon-seonsaengnim menyuruhku memeriksanya tugas muridnya” jawab Chanyeol datar

“Wah padahal kau kan bukan asisten Yoon-saem lagi” Kyungsoo berkomentar

“Huaaanyyeeeeong huh huh huh huh” seorang pria bermata sipit tiba-tiba muncul di depan pintu kelas. Nafasnya terengah-engah, keringat bercucuran dari pelipisnya

“Baekhyun?” semua mata di kelas tertuju pada namja sipit ini

“Aku…. Berlari…. Macet….. Jauh….” Baekhyun terengah-engah menjawab apa yang ingin di ketahui teman-temannya, perlahan lahan dia berjalan menuju bangkunya

“Ini, minumlah” Eunsung menghampiri Baekhyun begitu juga teman-teman sekelasnya

“Dimana Kwon-seongsaenim?” Baekhyun mulai bisa mengatur nafasnya

“Sepertinya tidak masuk, sudah 30menit kelas berlalu tapi dia belum datang” Kyungsoo melihat jam tangannya

“Aigo.. tadi itu macet sekali. Aku berlari seperti kesetanan 3 halte bus dari kampus ini” Baekhyun melihat teman-teman sekelasnya

“Kau dari mana?” tanya Sehun

“Tadi pagi aku mengantar eomma ke bandara lalu perjalanan dari sana ke sini macet sekali” jawab Baekhyun cepat

“Lalu mobilmu?” tanya Jongdae

“Ada supir keluargaku” jawab Baekhyun pelan, teman sekelasnya hanya mengangguk mengerti

“Huaaa aku lelah. Kwon-saem menyebalkan. Aku pikir dia akan datang hari ini” Dengan segera Baekhyun menjatuhkan kepalanya manja di bahu kiri Eunsung lalu menutup matanya

“Kau berkeringat sekali” Eunsung menatap Baekhyun lalu mengelap wajahnya dengan sapu tangannya

Eunsung dan Baekhyun saling memandang satu sama lain lalu tersenyum

“Ne aku sangat lelah” balas Baekhyun manja lalu menutup matanya

“Kau ingin aku belikan minuman ion? Jus? Atau Cola?” balas Eunsung tersenyum

“Ya! Ya! Ya! Kalian menyebalkan” Sehun mendengus kesal melihat sepasang kekasih didepannya

“Ya! Jangan menunjukkan kemesraan kalian di sini” seru Jongdae kesal dengan logat dan suara khas nya

“Kalian iri? Hahahahaha” Baekhyun membuka matanya, tetap pada posisinya dan tertawa layaknya seorang devil

“Aigoo kyeopta” reaksi beberapa yeoja melihat sepasang couple ini

“Eunsung seperti eomma Baekhyun kyeopta” tambah para yeoja

“Jjinja? Aku jadi malu hahaha” kekeh Eunsung kikuk, pipinya sedikit memerah

“Sudah kajja. Biarkan mereka bersama mumpung tidak ada dosen” instruksi Jongdae pada teman-teman yang mengelilingi Baekhyun dan Eunsung

“Ya!!! Kajima” teriak Eunsung, sementara yang lain meninggalkan mereka berdua

“Sudah biarkan saja” Baekhyun tetap menutup matanya

“Hyun kau berat, sudahlah letakkan saja kepalamu di atas meja” Eunsung mendorong kepala Baekhyun agar tidak meletakkannya lagi di atas bahunya

“Ya ya ya! Kau!” Baekhyun mendengus sedikit kesal, Eunsung hanya nyengir

“Kalau begitu belikan aku Cola yang dingin” perintah Baekhyun

“Mwoya? Beli sendiri, bahuku lelah karena kepalamu yang berat” Eunsung menepuk-nepuk lembut bahu kirinya

“Mwo? Tadi kan kau yang menwarkan diri” Baekhyun menatap Eunsung kesal

“Tadi itu aku belum lelah” Eunsung menatap Baekhyun

“Mwoya? Bilang saja kau hanya pura-pura bersikap manis di depan teman-teman”

“Mwo? Aku tidak seperti itu. Aku memang manis” balas Eunsung kesal

“Kau menyebalkan” Baekhyun tidak kalah kesal

“Kau yang menyebalkan” balas Eunsung

“Aku mau tidur saja” Baekhyun meletakkan kepala dan setengah badannya di meja malas lalu memejamkan matanya

“Yasudah” Eunsung berdiri dari bangkunya, dia hendak pergi ke teman-teman yeojanya

“Jangan pergi, temani aku” Baekhyun menarik tangan yeojachingunya

“Mwoya…”

“Temani aku eomma” rengek Baekhyun manja

“Ya ya aku bukan nyonya Byun, jangan—”

“Segera” potong Baekhyun lalu segera bangkit dari posisinya

“Ne?” tanda tanya besar menghiasi wajah Eunsung

“Kau akan segera jadi nyonya Byun” Baekhyun mengedipkan sebelah matanya

“Mwo mwo mwoyaaa” Eunsung gagap, wajahnya kesal tapi memerah, jantungnya berdetak tidak karuan. Baekhyun terkekeh melihat reaksi Eunsung

“Mwoya? Maksudku aku bukan nyonya— ah maksudku aku bukan eomoni jangan panggil aku eomma” Decak Eunsung kesal

“Sudahlah setelah menjadi nyonya Byun, pasti akan ada yang memanggilmu ‘eomma’ hahaha” Baekhyun terkekeh senang

“Aish aku sebaiknya pergi” Decak Eunsung semakin kesal tetapi pipinya semakin merah padam, dia tidak bisa berbohong kalau dia benar-benar malu mendengar godaan Baekhyun

“Kajja ayo kita ke kantin” Baekhyun berdiri dari bangkunya lalu merangkul leher Eunsung, membuat yeojachingunya sulit untuk bernafas dan berjalan.

“Ya! Byun! Lepaskan” Eunsung memukul-mukul lengan Baekhyun sebal. Baekhyun hanya tertawa senang mendengar penderitaan yeojachingunya

Di sisi lain seorang namja memperhatikan sepasang kekasih bodoh ini. Entahlah mereka sangat kekanak-kanakan, tidak sesuai dengan umur mereka. Namja ini tersenyum singkat lalu terdiam memperhatikan punggung pasangan tersebut yang semakin menjauh.

“Sudahlah jangan sok keren” Yixing menepuk pundak sahabatnya

“Mwo mwoya? Mwo?” Namja ini membelalakkan matanya

“Apa kalian sedang bertengkar Yeol?” Kyungsoo menatap sahabatnya dengan tatapan datarnya

“Ani aku tidak” Chanyeol menjawab malas

“Lalu? Kenapa kau tadi tidak peduli dengannya?” balas Yixing

“Aku tidak membenci atau marah padanya. Aku hanya ingin dia menjauh dariku. Itu saja”

“Aku mengerti mengapa kau melakukan ini tapi..” Yixing menepuk pundak Chanyeol pelan

“Kau yakin akan baik-baik saja?” potong Kyungsoo

“Aku..” Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Sebaiknya kau mencari yeoja lain Yeol” potong Kyungsoo

“Semakin kau menghindarinya, semakin hatimu terluka” lanjut Kyungsoo

“Hmm benar kau tidak boleh seperti ini terus. Kau manusia, punya hati” lanjut Yixing

“Ah ahaha ah apa yang kalian katakan?” Chanyeol mendorong bahu Kyungsoo dan Yixing pelan

“Aku baik-baik saja” lanjut Chanyeol

Yixing dan Kyungsoo memandang satu sama lain. Mereka tau benar bagaimana perasaan sahabatnya ini.

“Kau tidak perlu bersikap acuh padanya, cukup menjaga jarak saja” Yixing kembali membuka mulutnya

“Hmm banyak yeoja yang menyukaimu. Cobalah buka hati pada mereka” tambah Kyungsoo

“Jangan sok keren dan berusaha menutupi nya dari kami. Kau 100% gagal” Yixing mulai mempertegas bicaranya

“Percayalah pada kami. Kami ingin kau mendapatkan yang terbaik tetapi bukan seperti ini” lanjut Kyungsoo

Chanyeol terdiam berpikir bahwa yang di katakan sahabatnya benar, tetapi dia belum siap melakukannya.

“Perhatian! Chingudeul kelas Kwon-saem hari ini diganti menjadi minggu depan. Kalian boleh pulang sekarang. Tolong beritahu teman-teman yang tidak ada di kelas. Gomawo” Tao dengan tegas berbicara di depan kelas

“Neee” teriak anak kelas dengan malas

“Aku pulang dulu. Annyeong” Chanyeol menepuk pundak Kyungsoo dan Yixing lembut

“Eh? Bagaimana kalau kita pergi menonton film sebentar?” Yixing sedikit berteriak

“Tidak. Aku ingin melanjutkan pembuatan skripsi ku” Chanyeol tersenyum lalu membalikkan badannya berjalan menuju pintu keluar

*****

–Beberapa hari kemudian–

Eunsung berjalan cepat dari halte subway menuju rumahnya. Langit sudah berwarna abu-abu, beberapa kali suara guntur terdengar dari langit.

“Jebal jangan hujan aigo” Eunsung melangkahkan kakinya tergesa gesa

“Huaaaaaaaa” seorang gadis manis menangis di tengah jalan

“Ehm kau kenapa dik?” Eunsung mendekati anak kecil yang menangis tersebut

“Payungku hilang, sebentar lagi hujan. Kalau aku basah nanti pasti dimarahi eomma” rengek anak kecil tersebut

Eunsung menatap anak kecil ini ‘cengeng sekali’ batin nya.

“Ini payungku pakailah” Eunsung memberikan payung lipatnya

“Eh? Eonnie nanti pakai apa?” balas anak tersebut

“Gwenchana itu apartemen ku. Sudah dekat” Tunjuk Eunsung kearah gedung tinggi di depannya

“Jeongmal? Ah jeongmal kamshamida eonnie” Anak kecil tersebut tersenyum senang lalu memeluk Eunsung. Eunsung sedikit membelalakkan matanya, seseorang yang sangat dia rindukan senyumnya sedang berjalan masuk ke dalam gedung apartemen di seberang apartemennya

“Ne chonmaneo. Annyeong dik. Berhati-hatilah” Eunsung dengan cepat melepas pelukan adik kecil ini dan segera meninggalkannya

Eunsung tergesa-gesa menunggu lampu penyebrangan untuk berubah menjadi warna hijau, suara guntur berkali kali datang. Begitu lampu penyebrangan berwarna hijau, tanpa menunggu aba-aba Eunsung berlari menuju gedung apartemen di seberang jalan tersebut.

‘Ting Tong’ Pintu lift tersebuka menunjukkan kalau Eunsung sudah sampai di lantai 18. Eunsung keluar dari lift ragu-ragu. Entahlah dia tidak tau apa yang terjadi dengan dirinya. Entah angin apa yang menuntunnya untuk melakukan ini

Setelah berjalan beberapa langkah dari lift akhirnya Eunsung sampai di tempat tujuannya. Dia berdiri di sebuah pintu dengan ragu-ragu memencet bel pintu tersebut. Berkali-kali dia memencet bel, tetapi tidak juga ada respon. Hal itu membuat pikiran dan jantung Eunsung semakin gusar.

“Anny—” Seorang pria membuka pintu lalu terdiam melihat seseorang di depannya

“Annyeong Yeol” Eunsung tersenyum kikuk berusaha tetap tenang

“Annyeong” Balas Chanyeol datar

Suasana seketika menjadi hening. Kedua nya tidak tau harus berbuat apa

“Ah boleh aku masuk?” Eunsung memulai pembicaraan

“Silahkan” balas Chanyeol kembali datar

Eunsung duduk di ruang tamu apartemen Chanyeol. Perasaan tidak nyaman kembali merasuki hati dan pikirannya. Selama beberapa hari ini Chanyeol tidak peduli padanya, selama beberapa hari ini juga mereka tidak berbicara satu sama lain. Entahlah Eunsung merasa kalau Chanyeol tidak marah padanya, tapi kejadian terakhir di rumah Eunsung membuat jarak di antara mereka

“Kau mau apa?” tanya Chanyeol dingin membuat Eunsung sedikit mebelalakkan matanya. Chanyeol tidak pernah seperti ini, setiap Eunsung ke apartemennya pasti selalu di sambut hangat olehnya

“Aku… Ehmmm” Eunsung menggaruk kepalanya pelan, jantungya berdetak cepat. Chanyeol diam menatap Eunsung

“Aku.. maafkan aku” teriak Eunsung membuat Chanyeol membelalakkan matanya

“Maafkan aku.. maafkan aku” Eunsung tidak dapat menahan lagi perasaanya, perlahan lahan air matanya mengalir. Dia tidak kuat harus seperti ini. Dia rindu dengan sahabatnya, dia rindu dengan tawa, senyum juga kata-kata kasar Chanyeol padanya.

“Maafkan aku” ulang Eunsung berkali-kali. Sejak tadi Chanyeol hanya diam tidak membalas Eunsung

“Maafkan aku” lanjut Eunsung air mata mengalir deras di pipinya, tubuhnya bergetar

“Untuk apa?” Chanyeol menatap Eunsung dingin

“Maafkan aku karena selalu memaksa kehendakku padamu. Maafkan aku. Jangan seperti ini. Jangan bersikap acuh padaku” balas Eunsung

“Aku…. maafkan mu” balas Chanyeol tetap dingin

“Jjinja?” Eunsung menatap Chanyeol. Kata ‘memaafkan’ berhasil membuat air matanya berhenti mengalir saat itu juga

“Hmmm” Chanyeol menganggung

“Gomawooo. Kau membuatku takut” Eunsung mengelap air matanya

“Tapi jangan pernah memintaku untuk menemani mu bersama Baekhyun lagi” Chanyeol memalingkan wajahnya

“Eh?” Eunsung melihat kearah Chanyeol lalu berpikir sebentar.

“Ne! Tidak akan” lanjut Eunsung cepat

“Dan jangan pernah mendekati ku seperti dulu lagi” lanjut Chanyeol

“Eh?” Eunsung membelalakkan matanya

“Kau selalu menggangguku. Biarkan aku bebas” balas Chanyeol

“Seburuk itukah aku?” Eunsung terdiam

“Ani. Maksudku kau selalu mengikutiku, kali ini jangan lakukan itu lagi” lanjut Chanyeol

“Arra. Tapi kita tetap sahabat kan?” Eunsung tersenyum

“Ne” Chanyeol mengangguk singkat

“Ah akhirnya kau memaafkanku” Eunsung melonjak senang dari tempat duduknya lalu memeluk Chanyeol girang. “Gomawo. Aku tidak akan menganggumu dan memaksamu lagi”

Chanyeol diam, tangannya ingin sekali bergerak untuk membalas pelukan yeoja mungil ini tetapi tidak bisa. Dia sudah bertekat untuk melupakan yeoja ini dan berusaha mencari pengganti seperti yang di sarankan Yixing dan Kyungsoo

“Gomawo” Eunsung semakin mengeratkan pelukannya, di letakkan wajahnya di dada sahabatnya

“Ne chonma” balas Chanyeol pelan

Eunsung terdiam karena Chanyeol tidak membalas pelukannya, perlahan-lahan dia lepaskan pelukkan itu lalu mengambil tasnya yang ada di meja

“Kau mau kemana?” tanya Chanyeol

“Pulang” jawab Eunsung cepat

“Di luar hujan deras” Chanyeol menunjuk kearah jendela

“Gwenchana aku bawa payung” Eunsung tersenyum

“Payungmu kan sudah kau berikan pada orang. Kau membawa karya tulis, sayang sekali jika terkena hujan” Chanyeol menatap Eunsung

“Kau—” tanya Eunsung

“Aku melihat nya tadi” potong Chanyeol

“Baiklah aku di sini” jawab Eunsung ragu-ragu

“Kau ingin menonton film?” tanya Chanyeol

“Boleh. Film apa?”

“Miracles in Cell No.7 aku baru saja membelinya” Chanyeol mengambil dvdnya lalu memasukkannya di dvd player

Eunsung dan Chanyeol menatap layar TV dalam hening. Sejauh film berjalan tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Saat film menunjukkan adegan lucu mereka tertawa, setelah itu tidak ada lagi suara yang terdengar dari bibir mereka.

‘drrrtttt drrrttt drrttt’ ‘drrrtttt drrrttt drrttt’ ‘drrrtttt drrrttt drrttt’ Sebuah benda mungil bergetar di atas meja tidak berhenti-henti. Chanyeol menatap kesal benda mungil tersebut

“Sung handph—” Chanyeol menolehkan wajahnya sebal ke kanan lalu terdiam beberapa saat melihat sahabatnya

Chanyeol menatap setiap lekuk bagian wajah sahabatnya yang sedang tertidur pulas dengan posisi duduk di sofa rumahnya. Wajah Eunsung terlihat sangat lelah tapi tetap saja sangat menarik untuk di pandangi olehnya. Chanyeol tersenyum, sesekali dia membelai rambut sahabatnya pelan.

‘drrrtttt drrrttt drrttt’ ‘drrrtttt drrrttt drrttt’ ‘drrrtttt drrrttt drrttt’

Chanyeol mengambil benda kecil di atas meja nya.

Byun!Byun!Byun!’ is calling….

Begitulah tulisan yang tertera di layar handphone Eunsung. Chanyeol terdiam untuk kesekian kalinya. Dia hendak menekan tombol hijau di handphone sahabatnya tetapi ragu. Chanyeol meletakkan handphone Eunsung kembali ke meja membiarkan benda kecil tersebut terus bergetar

Chanyeol menatap Eunsung lagi. Perlahan-lahan cairan bening dari mata kanannya terjatuh. Namja ini berusaha menyeka air mata tetapi tidak bisa. Pikiran-pikiran itu, pikiran-pikiran tentang Eunsung kembali memasuki kepalanya. Penyesalan Chanyeol karena tidak pernah menyadari perasaan Eunsung dulu lagi-lagi merasuki pikirannya, hal tersebut terlalu kuat untuk di lupakan. Chanyeol tidak bisa menghindarinya

Chanyeol menatap Eunsung untuk kesekian kalinya.

“Jangan memandangku seperti itu” Chanyeol berbicara pelan

“Sudah aku bilang jangan” lanjut nya. Chanyeol terdiam, suara TV dan Handphone yang bergetar tidak terdengar oleh telinganya

‘Aku mencintaimu’ Chanyeol memeluk lembut sahabatnya yang tertidur pulas di sofa

‘Menghindarimu dan menjalani hari tanpa melihat senyum atau tawamu selama beberapa hari ini’

‘Aku hampir gila melakukan nya’

‘Tidak bisakah waktu terulang? Sekali saja.. Aku ingin kembali di saat kita SMA, aku akan memelukmu lembut lalu mengatakan aku menyayangimu dan menghapus kenangan saat aku mengatakan aku menyukai Baekhyun’

‘Memendam perasaan selama hampir 9tahun. Hatimu pasti sangat sakit, pasti lebih sakit dari apa yang kurasakan selama ini’

‘Maafkan aku’

Chanyeol semakin mengeratkan pelukannya dalam, dia tidak ingin Eunsung pergi. Dia menjerit di dalam hatinya, mengungkapkan hal yang selama ini merasuki pikirannya. Hal tersebut percuma, Eunsung tidak bisa mendengar dan mengetahuinya. Hanya dia dan Tuhan saja yang tau hal tersebut.

“Hmmm hmmm hmm” Eunsung perlahan-lahan menggerakkan tubuhnya

Chanyeol dengan cepat melepas pelukannya dan segera mengambil bantal untuk menutupi matanya yang sedikit sembab dan merah.

“Hoaaahhmm” Eunsung menguap lalu menatap ke depan

“Wah aku pasti tertidur” Eunsung tetap menatap ke depan berusaha mengumpulkan kesadarannya

‘Appa andwaee….. Appa…. Appa….’

‘Yeseungie…. Yeseungi…..’

Suara TV menarik perhatian Eunsung membuat roh nya kembali. Adegan perpisahan anak dan ayah yang sangat menyedihkan tersebut menarik perhatiannya

“Omo…” Eunsung menutup mulutnya melihat adegan menyedihkan di TV, hatinya tersentuh.

“Yeol kau kenapa?” Eunsung menoleh ke sebelahnya

“Gwenchana” Jawab Chanyeol pelan tetap dengan bantal yang menutupi wajahnya

Tanpa aba-aba Eunsung menarik paksa bantal di wajah Chanyeol. Chanyeol terdiam, kaget, dia tidak bisa berbuat apa-apa

“Kau menangis?” tanya Eunsung. Chanyeol diam, entahlah dia tidak tahu harus menjawab apa jika Eunsung bertanya alasan dirinya menangis

“Ne memang film nya sedih sekali, tapi sudahlah ini hanya film” Eunsung tersenyum manis

“Wuaaaaaaah” teriak Eunsung melihat jam dinding di apartemen Chanyeol. Dengan cepat dia mengambil ponselnya

“Ah aku pasti di bunuhnya” Eunsung menggaruk kepalanya frustasi melihat tulisan yang tertera di layar ponselnya. 10 Missed Call from Byun!Byun!Byun!

“Byun! Mian aku—” Eunsung berbicara dengan orang di sebrang tanpa mengucapkan salam

“Kau masih di sana?” tanya Eunsung

“Mwo? 2jam? Hahaha”

“Mian mian hahaha aku akan ke sana sekarang”

“Ya! Aku kan sudah mian maaf lagipula tadi kan hujan… Ya! mianhae” jawab Eunsung cepat lalu menutup telfonnya.

“Aku ada janji dengan Baekhyun. Kau mau ikut?” Eunsung melihat Chanyeol. Sahabatnya hanya diam, tidak menjawab

“Ah hahaha mian aku lupa hahaha” Eunsung menggaruk pipinya kikuk

“Yeol aku pulang dulu ya. Gomowo. Ah! Yeol sepertinya rumahmu berhantu. Tadi aku merasa seperti ada yang memelukku hiyy mengerikan. Berhati-hatilah. Annyeong” Eunsung menepuk pundak Chanyeol pelan lalu segera pergi

Chanyeol hanya diam entahlah dia tidak tau harus berbuat apa.

**TBC**

Gomawo untuk semua chingudeul yang sudah baca. Maaf kalo ff nya begini. Banyak chingudeul yang jadi sebel sama Eunsung ya? Huhuhu jangan salahkan dia tapi salahkan takdir yang membuat Chanyeol begini hahaha. Oh ya aku minta maaf lagi karena ga bisa bales comment chingudeul satu per satu, tapi aku baca semua kok^^ gomawo *bow*bow*bow*

38 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 3)

  1. aku bener2 g tega ngebayangin chanyeol yg sakit hati sama berusaha ngejauh dr eunsung, tp dpart sebelumnya sikap eunsung emang terlalu egois..
    Tp ff ini emang daebaaak..setiap baca kelanjutan ff ini pasti feel sama gregetnya dpt bgt..keren chingu..

  2. polos banget si eunsung haha xD
    padahal baru tadi banget aku nntong film miracles in cell no.7 /curcol :V
    Nice chapter , ditunggu kelanjutannya^^

  3. huwaa
    yeolli
    kesian bangeet kamuu
    nyesek

    dan kamu masiih aja mau maafin eunsung
    #terharu

    next
    keep writing
    fighting
    😀

  4. Wah konfliknya jadi makin rumit dan bikin bingung sekaligus ama ni sahabat..
    Lanjut lagi thor.. FIGHTING!!

  5. Gni nich gak enaknya jatuh cinta sma sahabat sendiri. Knapa jg chanyeol mesti terlambat menyadari perasaannya pada eunsang, poor chanyeol. Tp menurutku, cukup chanyeol sja yg trlanjur sakit, artinya lbh baik eunsang sma baekhyun saja,mreka saling cinta kan? Klw ceritanya akhrnya eunsang ma chanyeol, maka part pertamanya jadi sia2, dan lbh bnyak lg orang yg tersakiti, ke 3 nya mungkin bkal tersakiti. Jd lbh baik, eunsang sma chanyeol tetap bersahabat, dan lbh baik lg jika chanyeol bsa menemukan pengganti eunsang. Tp terserah author sich, akhrnya kyak gmana, hehehe…

  6. Ahh ko pendek bgt s thor ceritanya..tapi walaupun pendek tetep seru s trs juga tetep berharap baeksung couple juga yeol bahagia..

  7. Haahhh bener2 menyedihkan ..
    kasian banget chanyeol, diaga bisa move on dari eunsung .
    yang sabar ya bang yeol 🙂
    hahaha udah lagi galau, dikira hantu lagi si chanyeol 😀
    okelah, ditunggu next chapternya 🙂
    o iya, aku paling suka bagian waktu dikelas.
    tingkah baekhyun dan eunsung, romantis. 🙂

  8. hm…. aq jdi ikut”an chanyeol nangis….

    thor endingny nnti bkin chan-sung donk thor….

    d tnggu next chapny y thor…

    fighting

  9. Lucu bgt si Eunsung hhha.
    Oh Chan oppa msh blm bisa move on dr Eunsung ya u.u
    Emg bnr” hrs cari yeoja u/tempat bersandar tuh #eaaaa
    Pemikiran Chan oppa dulu emg dangkal, masa dia asal menyimpulkan kalau dia suka sama Baek oppa wkwkkw

  10. thor, udah eunsung ama baek aja terus chanyeolnya mati gitu gara gara apa kek gitu, biar sedih thor…

  11. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 6) | SAY - Korean Fanfiction·

  12. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 7) | SAY - Korean Fanfiction·

  13. Sekejam itu kan cinta? Eunsung nya bener2 ya.. Haaaaahhh nggak tau mau bilng apa bwt Eunsung..

  14. kasian chanyeol sama penderitaan cintanya 😦
    eunsung knpa sifatnya gitu 😦
    kasian chanyeol
    next chap 🙂
    hwaiting 🙂

  15. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 8) | SAY - Korean Fanfiction·

  16. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply to vireynarifkiani Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s