[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 13b)

cover

MATH vs PHYSICS ( 13b )

AUTHOR :  AKIKO

GRUP CAST : Boyfriend

CAST : YoungMin as main character

Lisa as his rival

JeongMin as Lisa’s brother

KwangMin as YoungMin’s sibling

Genre : Romance, School life, Friendship and Comedy

 

Author PoV

Mentari kembali bersinar untuk memulai hari yang baru. Lisa segera membuka matanya dan ia sangat terkejut ketika ia baru saja mebuka matanya. Tangannya dengan refleks menutupi matanya yang terkena pantulan sinar matahari yang menerobos melalui sela-sela jendelanya yang terlapisi gorden berwarna putih.

“ omo… bagaimana aku bisa kembali ke dalam kamarku sendiri? Bukankah se..samalam aku…” Lisa kembali terngiang-ngiang pada kejadian dimana YoungMin menariknya ke villa keluarganya.

“ dan semalam, aku dan YoungMIn …aaa andwee.” Lisa kembali memegang bibirnya dan tak percaya dengan seluruh kejutan yang terjadi kemarin.

“ kau sudah bangun?” tiba-tiba JeongMin masuk membawakan sarapan untuk adik semata wayangnya.

“ oppa,.. mengapa aku bisa bangun di kamarku sendiri?” Lisa masih saja kebingungan dengan keberadaannya.

JeongMin hanya dapat menggelengkan kepalanya dan segera memukul kepala adiknya pelan.

“ apakah kau tak ingat sama sekali? Bagiamana yeoja sepertimu dapat terpilih sebagai wakil sekolah untuk mengikuti olympiade huh? Ckck”

“oppa, cukup! Jagan permainkan aku lagi.. ceritakan apa yang terjadi ehmm?” Lisa kembali merengek pada kakaknya dengan memeluknya dari belakang.

“ aish… dengar!! Lain kali kau tak boleh membawa mobilku seorang diri, LALU!!! Kau meninggalkan mobilku di luar sana dan KwangMin sendiri yang harus mengantarkannya padaku DAN!!!”  JeongMin sengaja menghentikan amukannya karena kini ia sedang melihat wajah adiknya yang terlihat sangat menggemaskan.

“ lalu?”

“ LALU AKU HARUS MENJEMPUTMU DI VILLA YOUNGMIN TENGAH MALAM !!! bayangkan!! Aku harus merahasiakan semua kekacauanmu ini dari appa dan umma, bagaimana aku bisa tinggal diam jika adik semata wayangku pergi malam-malam berdua di villa dan kalian berdua …..”

“ omo… oppa, kau melihatnya??” Lisa tampak semakin takut dengan reaksi kakaknya sekarang.

“ melihat apa? Chankam…kau tidak melakukan hal aneh bersama YoungMin kan?” JeongMin mulai menyelidiki adiknya yang kini terlihat menghindar darinya.

“ ayo katakan padaku…” JeongMin segera mengejar adiknya yang berlari ke pojok kamarnya.

“ shireo…haha..”

“ katakan padaku!! Ppali atau aku akan terus menggelitikimu sampai kau mengatakannya padaku.” JeongMin masih tak menyerah dengan cerita adiknya.

“ kau katakan padaku terlebih dahulu bagaimana aku bisa terbangun di kamarku sendiri!!” Lisa terlihat menahan tawanya karena JeongMin terus saja mengusilinya.

“ ara..ara. YoungMin meneleponku karena kau tertidur di vilanya. Aish,,, aku benar-beanr curiga dengan kalian berdua.”

“ mwo??”

“ Saengil chukae, My Dear..” JeongMin segera memeluk adiknya pelan, dan menepuk-nepuk punggung Lisa.

“ gomawo oppa..” Lisa membalas pelukan kakaknya dengan lembut. Lisa telah menganggap JeongMin sebagai pengganti orang tuanya ketika kedua orang tuanya sibuk bekerja.

“ Aku mendoakan hal baik tertuju padamu, dan apapun yang terjadi kelak jika itu membaikkanmu maka jangan pernah anggap hal buruk di dalam hidupmu adalah halangan. Percayalah kita akan selalu berkembang setiap harinya, namun perkembangan setiap orang itu tak pernah sama. Jadi aku berharap agar kau dapat menjadi lebih dewasa dengan bertambahnya umurmu kini.”

“ gomawo oppa, Terima kasih telah menjadi kakak terbaik untukku, Terima Kasih karena telah melindungi dan menjagaku.” Balas Lisa sembari tersenyum pada JeongMin.

“ ada apa semalam? Apakah JoonSu membuatmu menangis lagi?” JeongMin berusaha menanyakan alasan dari adiknya.

“ ani, … Hubungan kita memang tak pernah baik sejak awal. Mungkin ini adalah hukuman bagi kita karena menyembunyikan hubungan kita dahulu.”

“ tapi pada akhirnya kau mendapatkan seseorang yang selalu kau tunggu sejak lama bukan?”

“ eh? Oppa, jadi selama ini kau mengetahui jika YoungMin adalah..???” Lisa menghentikan praduganya dan membiarkan kakaknya menjawab sendiri dugaannya.

“ ehmm aku mengetahuinya sejak boneka kecil di almari menghilang, dan kau tau dari semua teman-temanmu yang pernah datang ke rumah kita hanya YoungMin lah yang terdiam setelah melihat boneka itu. Jadi aku hanya membuat dugaan kasar dan ternyata…. kakakmu  ini memang cerdas haha. Benar, kan?” JeongMin tertawa sembari mengacak-acak rambut adiknya namun setelahnya  ia segera berjalan membelakangi Lisa dan memasangkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk bintang yang ditengahnya terdapat batu saphire berwarna biru tua.

“ oppa, dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli kalung seindah ini?” Lisa tampak terpukau dengan hadiah pemberian kakaknya.

“ tenanglah, aku tak mencurinya dari toko perhiasan.” Canda JeongMin geli.

“ aish… kau selalu saja seperti itu.”

“ wae? Memangnya kau ingin mengganti uangnya padaku? Sudahlah, yang penting kau menyukainya. “

“ gomawo oppaaa, kau adalah kakak terbaik yang pernah kumiliki.” Lisa segera pergi memeluk kakaknya dari belakang dengan sangat erat.

“ ne..ne araso dan segera masuk ke dalam kamar mandi! Atau aku tak akan segan-segam menyirammu dengan air, aish,, kau bau sekali.” JeongMin melepas pelukan adiknya pelang dan mendorongnya untuk masuk ke dalam kamar mandi.

“ kau tidak berangkat ke sekolah hari ini??” tanya JeongMin dari luar sedangkan Lisa telah berada di kamar mandi.

“ aniiii…. aku mendapatkan izin untuk libur sehari menjelang olympiade besok.” Lisa setengah berteriak saat menjawab pertanyaan kakaknya itu.

JeongMin hanya semakin tersenyum geli melihat tingkah laku adiknya yang semakin aneh namun pendangannya sekarang tertuju pada HandPhone Lisa yang berdering.

Nama YoungMin tertera di layar handphone tersebut..

JeongMin sengaja mengangkat telpon adiknya tersebut, dan diam beberapa saat sebelum YoungMin memulai berbicara terlebih dahulu.

“ YA!! Lisa! Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika aku akan menemuimu…..” belum selesai YoungMin berbicara, JeongMin telah memotong pembicaraannya.

“ hei!! Mengapa kau berteriak-teriak di pagi hari? Apakah kini Lisa hanya milikmu saja?” JeongMin berkata dengan nada serius namun sebenarnya ia hanya ingin mengerjai YoungMin.

“ hy..hyung.. mengapa kau yang menganggkat telponnya?”

“ wae? Memangnya aku tak boleh mengangkat telpon adikku?”

“ a..aniya Hyung, hanya saja..” YoungMin terdengar sangat malu karena JeongMin yang mengambil alih telpon adiknya.

“ sudahlah,… aku telah mengetahui semuanya dari ekspresi wajahmu semalam, Awas kau mempermainkan adikku!! Aku akan menguburmu hidup-hidup!!”

“ tenanglah hyung, bukankah kau telah mengenalku sejak lama?” canda YoungMIn

“ tidak bisa!! Aku harus berlaku keras padamu mulai saat ini!!”

“ wae Hyung?” YoungMin terlihat separuh kaget sekaligus ia harus menahan tawanya.

“ karena kini kau mengencani adikku. Lihatlah ! Aku akan mengawasimu!!”

“ ne…ne..”

“ oppa.. dengan siapa kau berbicara?” Lisa yang baru saja keluar dari kamar mandi segera mendekati kakaknya dan merebut HandPhonenya dari tangan JeongMin.

“ oppa!!!!  Mengapa kau menjawab telponku..” Lisa terlihat malu sekaligus kesal dengan kakaknya itu.

“ aku hanya memastikan jika anak ini tak akan macam-macam denganmu.” Jawab JeongMin polos.

“ aish… kau bagai menjilat lidahmu sendiri, bukankah kau dulu begitu berambisi aku berpacaran dengan YoungMin?” dengus Lisa cuek lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada HandPhonenya.

“ yoboseyo?” Lisa kembali memastikan jika YoungMin masih ada dalam sambungan telepon.

“ ah, Lisa..  apakah kakakmu masih berada di dekatmu?” selidik YoungMin dengan nada cemas.

“ tentu saja, kini ia sedang memandangiku dengan tatapan curiga.” Lisa segera melihat kakaknya tajam dan segera mendorong kakaknya untuk keluar dari kamarnya.

Nampaknya kekuatan Lisa pagi ini cukup untuk membua JeongMin keluar dari kamar adiknya dengan paksa.

Brak..

Terdengar pintu kamar yang terdengar tertutup dengan keras.

“ apa yang terjadi?” tanya YoungMin

“ ani, aku hanya menendang kakakku untuk keluar dari kamarku.” Canda Lisa.

“ oh… lalu bagaimana dangan rencana kita hari ini? “

“ ne, tunggulah beberapa menit lagi. Aku akan bersiap-siap. Kau sudah membawa semua soal yang dibutuhkan?”

“ tentu saja, aku tak pelupa sepertimu.”

“ baiklah, kita akan bertemu di cafe di dekat rumahku 30 menit lagi. Bye..’

“ bye..^^” sambungan telpon segera terputus dan Lisa segera mengganti bajunya dengan cepat da ketika ia menyambar mantelnya tiba-tiba sebuah kotak kecil jatuh dari saku mantel tersebut.

Lisa baru saja ingat jika YoungMin sempat memberikannya sebuah hadiah tepat sebelum ulang tahunnya namun Lisa belum sempat membukanya. Kemudian ia kembali duduk di atas kasurnya dan membuka bungkusan kecil tersebut dengan hati-hati sekaligus jantungnya kini berdebar begitu cepat.

Ketika bungkusan itu telah terbuka, tampaklah sebuah jepitan rambut yang sangat indah. Sederhana namun manis, ornamennya terlihat begitu rumit namun tak menghilangkan kesan elegannya. Dipinggirnya terdapat beberapa permata berwarna putih yang bersinar indah ketika terkena pantulan cahaya matahari.

“ ah… ini indah sekali. “ ucap Lisa seorang diri ketika mengambil jepit rambut itu dari kotaknya.

Lalu ia segera berlari menuju meja riasnya dan mengambil kembali sisirnya. Ia menata rambutnya dengan rapi, kemudian ia selipkan jepit rambut tersebut tepat di atas telinganya. Wajahnya terbingkai begitu indah dengan jepit rambut yang diberikan YoungMin untukknya. Ia kembali melirik kembali pantulan bayangannya untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi, sekilas Lisa tersenyum simpul lalu ia menambahkan sedikit lip gloss pada bibirnya.

“ sempurna…. ^^”

Setibanya di depan cafe, Lisa dapat melihat YoungMin yang sedang duduk di salah satu meja  sembari membolak balik lembaran kertas yang berserakan di meja.  YoungMin tampak begitu berbeda jika ia tidak sedang mengenakan seragam sekolahnya.

Lisa segera berjalan mengendap-endap dari belakang , lalu ia segera menutup mata YoungMin dari belakang.

YoungMin hanya dapat tertawa tanpa suara, sesaat kemudian ia meletakkan tangannya pada tangan Lisa yang menutupi matanya.

“ hahaa, aku telah melihatmu sebelumnya.”

“ benarkah?”

“ lihatlah..” YoungMin memukul pelan gelas yang berada di hadapannya dengan penanya, dan benar saja pantulan bayangan Lisa dapat terlihat jelas dari permukaan badan gelas tersebut.

‘ aish.. kau tetap saja menyebalkan.” Lisa tampak kesal dengan aksinya yang gagal.

Pandangan YoungMin kini berpusat pada jepit rambut yang menempel dengan indah di rambut Lisa.

“ kau memakainya?”

“ yah harus kuakui jika seleramu cukup baiik dalam memilih hadiah. “

“ kau nampak cantik dengan jepit itu.” Ucap YoungMin lembut sembari menyibakkan anak rambut Lisa yang sedikit menutupi wajahnya. Terlihat semburat merah muncul dari pipi Lisa ketika tangan YoungMin mengusap pelan pipinya.

“ mian, seharusnya aku hari ini mengajakmu pergi bermain dan menghabiskan waktu bersama layaknya pasangan lain namun akhirnya kita hanya duduk di cafe dan menghabiskan beratus-ratus soal.”

“ Gwencana, .. bukankah setelahnya kita akan memiliki banyak waktu?”

“ ne..” YoungMin tersenyum malu sebelum ia memberikan beberapa paket soal pada Lisa.

“ ini semuanya adalah paket soal yang kudapat dengan susah payah dari kakak kelas kita, jadi kita harus menyelesaikan semuanya hari ini.”

“ mwo??” sebanyak ini?”Lisa membelalakkan matanya saat mengetahui paket soal yang begitu banyaknya.

“ walaupun ini bukan kencan yang baik namun aku dapat pastikan jika waktumu seharian ini hanya bersamaku “ bisik YoungMin .

“ ne..araso. mari kita mulai..” Lisa mulai membuka lembaran soal pada tumpukan teratas.

YoungMin memegang tangan Lisa sebentar sebelum ia sendiri mengambil soal yang sama. Mereka berdua tampak tenggelam dengan pekerjaan masing-masing. Terkadang mereka berdua saling melemparkan candaan dan melempar beberapa bola-bola kertas sebagai  pengganti kejenuhan mereka. Mereka berdua cukup mendapatkan privasi karena memang cafe di dekat rumah Lisa tak terlihat begitu penuh hari ini jadi mereka dapat berada disana selama apapun mereka mau.

2 jam berlalu, akhirnya mereka telah menyelesaikan 3 paket soal yang tersedia. Namun pada soal terakhir terjadi sesuatu hal yang  diduga.

“ ani, kau tak bisa menggunakan cara ini untuk soal terakhir. Itu memakan waktu terlalu lama. Kau hanya akan kehabisan waktu.” Ucap YoungMin serius sembari menuliskan cara yang lebih singkat pada lembaran yang masih kosong.

“ tapi cara ini cukup aman ketika kau lupa rumus cepatnya, apakah kau tak pernah mengalami lupa ketika kau begitu gugup? Lebih baik gunakan cara ini.” bantah Lisa yang masih tetap pada pendiriannya.

“ andwe, memang cara itu lebih aman namun kau akan membutuhkan waktu paling cepat 3-5 menit untuk menyelesaikannya.”

“ aku tahu, tapi itu tergantung bagaimana kau mengatur waktumu dalam membagi pengerjaan setiap soal.”

“ tetap saja kau tak dapat berkata seperti itu, kau tidak tau bagaimana soal lainnya nanti. Bagaimana jika soal lain membutuhkan waktu mengerjakan lebih lama?” YoungMin pun tetap berdiri pada pendapatnya sendiri.

“lalu bagaimana jika kau lupa rumus ini? ini adalah rumus yang rumit.”

“ tapi ini adalah jalan tercepat.”

“ andwe, aku tak setuju.”

“ Lisa! Kumohon jangan keras kepala di saat seperti ini!”

“ aku tak bersikap keras kepala, aku hanya mencarikan jalan yang lebih aman dengan rumus yang sederhana.”

“ ini olympiade Lisa! Kau tak bisa menggunakan rumus yang biasa kita gunakan di kelas!”

“ aku tahu! Tapi soal olympiade juga merupakan modifikasi dari soal-soal yang kita pelajari di kelas.”

“ aish… sudahlah, aku tahu ingatanmu baik. Jadi cukup hafalkan saja rumus ini.” YoungMin kembali berusaha membujuk Lisa yang tak kunjung setuju dengannya.

“ shireo, aku tak ingin memecah ingatanku.”

“ YA!!”

“ cukup! Jika kau ingin menggunakan rumus itu, gunakan saja sendiri! Aku tak ingin memakainya.” Lisa mendadak menjadi kesal dengan perdebatannya dengan YoungMin dan segera membereskan barangnya lalu segera keluar dari cafe.

“ YA! Kau mau kemana?”

“ aku akan mempelajarinya sendiri!” jawab Lisa sembari meninggalkan YoungMin.

YoungMin yang melihat Lisa pergi, segera memasukkan semua soal dan kertasnya ke dalam tas dan berlari mengejar Lisa yang terlihat semakin jauh dari pandangannya.

“ Lisa! “ YoungMin kembali berteriak untuk menghentikan langkah Lisa namun hasilnya nihil. Lisa tetap teguh pada langkahnya yang semakin cepat menuju rumahnya.

“ kerjakan saja itu dengan caramu, dan aku dengan caraku!” ucap Lisa sebelum ia masuk kedalam pagar rumahnya.

JeongMin yang melihat mereka berdua berkelahi dari kamarnya, hanya dapat memperhatikan keduanya sembari tertawa tanpa henti.

“ Lisa! Dengarkan aku dulu” YoungMin pun mengikuti Lisa untuk masuk kedalam rumahnya.

“ Shireo! “ ucap Lisa cuek dan tiba-tiba kucing Lisa ( cho-cho ) berlalri ke arahnya dan mengendus pelan kaki Lisa.

“ Kau tak perlu marah-marah seperti itu !” YoungMin kembali merendahkan suaranya dan berjalan mendekati Lisa.

“ Jangan mendekat! Aku tak ingin berdiskusi lagi denganmu hari ini.”

“ Lisa..”

“ Cho-cho.. jangan biarkan dia masuk ke rumah kita.” Perintah Lisa pada kucingnya yang sudah sejak dulu ia ajarkan untuk mendengarkan perintahnya.

Seketika Cho-cho berjalan mendekat ke arah YoungMin dan mengeluarkan suara yang menakutkan. Cho-cho menunjukkan seluruh taringnya dan mengeluarkan semua cakarnya.

“ aish… Lisa kau benar-benar! Kau memang mendidik kucingmu terlalu baik, hingga kau mendidiknya untuk membenciku juga.” Ucap YoungMin lirih.

jeongMin yang tak tahan melihat kelakuan adiknya yang menggelikan, segera menolong YoungMin dengan menggendong pelan Cho-cho ke dekapannya. Seperti terkena sihir, Cho-cho berubah 180 derajat menjadi kucing yang manja dan bergelayut pada JeongMin.

“ haha, kau benar-benar frustasi dengan adikku, kan?” canda JeongMin.

“ aku sudah sadar dengan sikapnya itu, namun tak kusangka jika cho-cho pun dijadikan budaknya pula.” Kekeh YoungMin yang melihat Cho-cho dan ketika YoungMin hendak menyentuhnya Cho-cho segera memalingkan wajahnya pada YoungMin.

“ YA! Mengapa kau membuang mukamu ketika aku hendak menyentuhmu?” ucap YoungMin jengkel pada cho-cho.

“ hahaa Cho-cho hanya akan mendengarkan perintah Lisa, jadi ketika ia belum memerintahkannya untuk berbaikan denganmu, maka Cho-cho selamanya akan menganggapmu musuh haha.” Jelas JeongMin geli.

“ benar yang kau katakan Hyung, aku pun pernah dicakar olehnya karena aku bertengkar dengan Lisa.”

“ Lisa adalah masternya. Jadi kau tak bisa macam-macam dengannya.”

“ yah.. aku tahu jika ia memiliki pengikut yang setia” YoungMin hanya dapat tertawa geli sembari memandang Cho-cho yang mengeluarkan tatapan menakutkan padanya

–oOo—

Di lain tempat, Rachel terlihat sibuk mondar-mandir di kamarnya dengan cemas. JoonSu sama sekali tak menjawab telponnya pagi ini dan sekretarisnya pun mengatakan jika JoonSu sedang tak ingin diganggu olehnya.

Ia semakin kesal dengan kejadian beberapa waktu yang lalu, belum lagi saat ia melihat web sekolah. Hampir seluruh siswa mengutarakan dukungannya bagi Lisa dan YoungMin yang akan maju ke babak awal Olympiade Nasional besok.

“ baiklah, aku akan membuat semua permainan ini agar lebih menarik. Dukungan yang banyak sama artinya dengan beban yang semakin berat bukan?” Ia segera tersenyum dalam diamnya yang mengerikan. Perlahan tapi pasti ia bergerak layaknya ular yang siap menggigit siapapun yang menghalangi langkahnya.

Ia segera mengambil HandPhonenya dan ia tampak berbicara dengan seorang lelaki yang itu adalah anak buah dari ayahnya.

“ ne, aku harap kau bisa mengurus segalanya. Aku tak ingin ada kegagalan dalam laporanmu nanti.” Rachel menutup sambungan telponnya dan berjalan menuju ruang belajarnya yang tampak lebih gelap.

–oOo—

Keesokan harinya adalah hari yang paling dinanti dan paling mendebarkan bagi Lisa maupun YoungMin. Karena hari ini mereka akan menjalani babak awal olympiade, bagi Lisa mungkin ini adalah kesempatan terakhirnya.

Lisa telah menyiapkan segalanya bahkan sebelum matahari terbit, Lisa telah terbangun dari tidurnya. Sekilas ia melirik HandPhonenya yang berada di samping bantalnya.

Terdapat satu pesan dari YoungMin, dan ternyata di dalamnya ada sebuah video.

“ Hei, kau pasti akan kaget ketika melihat video ini, ..ehmm hal yang ingin kubicarakan adalah tak masalah apapun solusi yang akan kita gunakan nanti, asalkan kita menuju satu tujuan yang sama.

Aku sama sekali tak bisa membiarkan diriku tenang ketika aku memikirkan keadaanmu. Percayalah, semuanya akan teratasi dengan baik. Kita telah berusaha sebaik mungkin… Kutunggu kau di depan rumahmu pukul 7 pagi. Anyeong ^^ “

“ ckck, kau benar-benar telah berubah menjadi lebih dewasa.” Batin Lisa segera setelah ia melihat video dari YoungMin.

“ aa.. aku harus segera mandi dan bersiap-siap.” Beberapa detik kemudian ia segera pergi mengambil handuknya cepat dan masuk ke dalam kamar mandi.

07.00 a.m

Lisa berdiri tepat di depan pagar rumahnya dengan perasaan yang cemas, Rambut panjangnya sengaja ia ikat hari ini. Tak lupa ia pun membawa beberapa resume dari hasil belajarnya semalam.

Dari kejauhan tampak mobil YoungMin yang berjalan semakin mendekat kearahnya. Lisa hanya memandang YoungMin canggung karena pertemuan terakhir mereka berakhir dengan pertengkaran.

“ ppali, kau ingin berjalan kaki menuju tempat Olympiade?” ucap YoungMin dari dalam mobil.

“ araso..” Lisa hanya menjawab YoungMin pendek sebelum ia masuk kedalam mobilnya.

“ mengapa kau menyuruhku menunggu di depan rumah?” tanya Lisa untuk memulai pembicaraan.

“ aku tak ingin kucing kesayanganmu itu melukaiku dan aku ingin bertanya satu hal padamu.”

“ ne?”

“ apakah kau mendidik cho-cho untuk menjadi musuhku?”

“  tentu saja…aa .. ani, maksudku itu hanya untuk pertahanan saja.”

“ pertahanan?”

“ YA!! Kau tau kan jika kau adalah orang paling menyebalkan yang pernah kutemui, jadi aku pun harus mendidik cho-cho agar ia dapat membedakan mana yang baik dan buruk.”

“ lalu kau menganggapku buruk?”

“ ani, aku tak mengatakan seperti itu.”

“ lalu??

“ YA!! Sudahlah!! Mengapa kau membahas masalah Cho-cho disaat seperti ini.?”

“ karena setiap kali ia melihatku, ia selalu mengeluarkan death glare-nya padaku.”

“ sudahlah, lagipula ia hanyalah seekor kucing.”

“ tapi ia menganggapmu seperti tuan besarnya, dan aku jelas lebih mencurigai tuannya daripada kucingmu itu. Lalu kau mengatakan jika aku adalah orang yang paling menyebalkan namun kau juga jatuh cinta padaku, mana yang harus kupercayai?”

“ dua-duanya..”

“ mwo?”

“ aku jatuh cinta padamu dulu karena aku sama sekali tak mengetahui apapun tentangmu, lalu aku mengatakan jika kau adalah orang paling menyebalkan yang pernah kutemui karena memang kau memiliki sikap keras kepala seperti denganku, dan tentunya aku tak mengetahui jika akhirnya kita berakhir seperti ini dan pada akhirnya aku tetap jatuh cinta padamu untuk kedua kalinya.”

Tanpa mereka sadari mereka berdua telah sampai pada tempat Olympiade digelar. YoungMin melihat mata Lisa lekat-lekat.

“ Relax.. Kau tak akan bisa berfikir dengan jernih jika kau terus menerus berkeringat dingin seperti ini, aku pun tak kalah cemas darimu namun kita harus tetap berusaha agar semuanya berjalan lancar. Kau mengerti?”

“ ne, araso,..”

Chu,,..

YoungMin mencium pipi kiri Lisa, sebelum ia membantunya melepaskan sabuk pengamannya. Lisa hanya dapat menundukkan kepalanya karena malu, sebelum YoungMin keluar dari mobilnya Lisa segera menarik tangan YoungMin dan mencium pipinya dengan cepat.

Suasana pagi itu terlihat begitu ramai oleh anak-anak yang juga akan mengikuti Olympiade, mulai dari mereka yang terlihat sangat kaya sehingga ia hanya membawa gadget mewah untuk membuka kembali materinya hingga siswa yang tampak sederhana dan hanya membawa lembaran tipis di tangannya sembari mulutnya komat kamit menghafalkan rumus yang tertulis di kertasnya.

Sebelum mereka sama-sama memasuki ruang mereka masing-masing, para panitia membagikan amplop berisi denah untuk masing-masing peserta. Karena YoungMin mengikuti mata pelajaran sains, dan Lisa matematika otomatis tempat mereka akan berbeda.

“ kajja..” ajak YoungMin sembari menggandeng tangan Lisa sebelum mereka berpisah.

Keduanya saling melemparkan senyuman untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya mereka berpisah di persimpangan jalan.

YoungMin telah sampai terlebih dahulu di ruangannya karena ruangannya tak jauh dari tempatnya berpisah dari Lisa, sedangkan Lisa harus melewati 2 blok lagi untuk menemukan ruangannya sendiri.

10 Menit setelah seluruh peserta memasuki ruangannya masing-masing, panitia segera membagikan amplop coklat bersegel yang berisikan soal. Sebelumnya panitia menjelaskan aturan pemberian point dalam mengerjakan soal Olympiade.

“ kita akan menggunakan sistem gugur pada babak pertama, artinya skor dari pengerjaan kalian akan diakumulasikan dan diranking dari yang tertinggi hingga yang terendah. 50 Nilai terbaik akan lolos dalam babak awal dan maju ke babak semi final.”

“ lalu perhatikan baik-baik sistem soal yang akan kalian kerjakan. Jika jawaban kalian benar maka kalian akan memperoleh skor 4 dalam setiap nomernya, namun jika jawaban kalian salah maka skor kalian akan dikurangi satu, dan jika kalian mengkosongkan jawaban maka skor kalian adalah nol. Ada yang ditanyakan?”

Seluruh peserta mengangguk paham,..

“ baiklah.. waktu kalian 90 menit. Silahkan buka segel amplop soal kalian dan selamat mengerjakann”

Ketika YoungMin membuka amplopnya dan melihat soalnya…

Matanya terbelalak kaget..

“ MATH?? “

“ Mengapa soal ini ada di tanganku? Aku tidak seharusnya mengerjakan soal ini, seharusnya ini adalah soal yang harus dikerjakan Lisa.’ Ia  sedikit panik dengan keadaan yang tengah menimpanya.

YoungMin segera mengangkat tangannya,

“ permisi, sepertinya saya mendapatkan soal yang salah. “

“ benarkah?” jawab panitia tersebut dengan ekspresi tidak percaya.

“ siapa namamu”

“ Jo YoungMin..”

Lalu panitia tersebut melihat ke daftar peserta yang berada di tangannya.

“ tidak ada kesalahan, karena pada blanko pendaftaran kau mengetikkan jika bagianmu adalah matematika dan perwakilan satunya dari sekolahmu akan mengerjakan bagian sains.” Jelas panitia tersebut sembari menunjukkan buktinya pada YoungMin.

YoungMin hanya diam mendengar penjelasan dari laki-laki yang menjadi panitia itu, tangannya sedikit bergetar karena kini pikirannya mengarah pada Lisa. Pasti kini ia juga sedang kebingungan sama seeperti yang ia rasakan sekarang.

“ andwe, aku sangat yakin jika aku sama sekali tak salah mengetikkan bagianku. Ba..bagaimana hal ini bisa terjadi…?” batin YoungMin cemas karena memikirkan jalan keluar yang harus ia tempuh saat ini karena ia dan Lisa hanya memiliki waktu 90 menit.

“ apa yang harus kulakukan??”

TO BE CONTINUED…

DON’T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT ^^

50 responses to “[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 13b)

  1. astaga..rachel kaya anak kecil aja..cuma karena joonsu ngehindar dr dia, dia malah balas dendam k lisa n youngmin..
    Cho-cho imut bgt y..sama youngmin dia sinis tp kalo sama lisa lembut bgt..hahahaha..
    Makin seru ceritanya..
    Fighting chingu..^^

  2. kyaaaa demi ini bikin tambh greget aku tiap bacanya, kebayang bgt paniknya lisa youngmin, semoga pada bisa ngrjainnya deh, dan itu youngmin cinta pertama lisa?? :0 wow bgt ya haha…
    ditunggu kelanjutannya thor

  3. Astaga,rachel bener bener deh.. Jadi mirip sama judul ff nya ni,kekeke~
    Aigooo,lisa dan youngmin memang pasangan yang aneh tapi manis 🙂
    Berharap ada secercah cahaya (?) yang dapat membantu mereka untuk menghadapi masalah yang diciptakan oleh rachel..
    Ditunggu part selanjutnya ya 🙂

  4. Sweet banget pasangan ini
    Lisa bener2 lucu, masak hewan peliharaany diajarkan untuk membenci orang lain dengan alasan untuk pertahanan?
    Hehehehehe
    Pasti yang sabotase formulir Youngmin n Lisa pasti si Rachel?
    Makin seru dan menegangkan
    Ditunggu next chap 😀

  5. knp lma bnget bru d post thor…..
    smpe lmutan nungguny,….

    knp sih rachel jhat bnget sma lisa dan youngmin…..

    d tnggu next ffny thor….

    fighting

    • mianhe.. kalau jadwal author gak padet pasti cepet postnya, tapi berhubung author sibuk bgt akhir-akhir ini, jadi lama publishnya. mian 😀

  6. yy ampun..!!! gmn tuh!???
    dsar Rachel!!,, pengen gua bunuh tuh orang!!!!

    aaah.. akhirnya keluar jg part 13b nya..
    mkin seru aja nih..
    next chap jgn lm* yah..
    fighting..

  7. yy ampun..!!! gmn tuh!???
    dsar Rachel!!,, pengen gua bunuh tuh orang!!!!

    aaah.. akhirnya keluar jg part 13b nya..
    mkin seru aja nih..
    next chap di tunggu loh..
    fighting..

  8. itu pasti ulah rachel!!!!!!!!
    jahat bgd seh ntu cwek!!!!

    oh my!!!!
    nasib’ya lisa ma youngmin gmana????

  9. Pasti ada yg memanipulasi identitasx mreka,siapa lagi kalau bkan rachel. Huh ndak jera amaat,next tor

  10. Omo….penasaran bias author siapa jadinya wkwk. Aku bingung ini endingnya sampe part berapa ya? Author kirim ini ke penerbit trs dijadiin novel boleh kali😄 aku bakal beli deh kkk

  11. OH MY!!! Kekampreetan macam apa ini? Kenapa bisa ketuker bidangnya? Tapi omong-omong, aku juga pernah ngalami kejadian kayak gini. Mapel olimpiadeku ketuker sama temanku. God, demi apa? Untungnya masih SD waktu itu jadinya gak protes sama guruku. Ooppss, curcol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s