[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 7)

LuseraDBM10

DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 7)
Author :: Sangheera
Title :: Devil Beside Me (Chapter 7)
Cast :: Luhan of EXO as Angel, Kris of EXO as Devil, and Sera (OC) as Devil
Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.
Devil’s Line – Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao
Genre :: Romance, Fantasy
Length :: Multi Chapter
Rating :: PG-17
Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…
Note :: Mohon diingat bahwa ini hanya fanFICTION, sekali lagi ini hanya FICTION. FIKSI. Hasil dari khayalan author. Jadi mohon untuk tidak menyangkutpautkannya dengan kepercayaan yang kalian anut ya. It’s just for fun… DISLIKE? DON’T READ!

-o0o0o0o-

 

I need to leave you, I need to go without you
Why am I saying I love you even though I know this?
How many more tears like today’s are left?
I don’t know love or farewells, will you tell me?
(Huh Gak – Tears Like Today (OST. Man from the Star))

Old Trafford Arena – Manchester United FC’s Stadium
Teriakan-teriakan penuh sukacita bercampur baur didalam stadium yang penuh sesak oleh lautan manusia. Luhan dan Sera menyempil diantara mereka. Memakai baju merah dengan emblem kebanggaan klub sepak bola terkenal dari kota Manchester, Inggris – Manchester United. Penampilan Luhan dan Sera sama semaraknya dengan penampilan manusia-manusia disekitar mereka. Selain memakai baju official MU, mereka juga menghias diri dengan syal dan topi the red devil.
Hari ini adalah pertandingan Big Match Premier League antara Manchester United melawan Manchester City. Luhan adalah fans besar Manchester United. Selain bola basket, Luhan juga menggemari sepak bola. Ia sering kali ikut bermain sepak bola dan futsal dengan teman-teman sekolahnya. Pria yang notabene adalah seorang malaikat itu larut dalam euforia suporter dan membuat Sera yang ada bersamanya ikut tertular.
“HEI!! Apa dia sudah tidak waras?! Kenapa yang nomor 8 itu tidak mengoper kenomor 20 dan malah menendangnya sendiri, Lu!”Sera marah-marah karena sikap egois si nomor 8 yang memilih menendang bola langsung kegawang. Padahal didepan gawang ada si nomor 20 yang jelas-jelas berada diposisi yang sangat strategis.
“Ck, mwoyaaa?!!”Luhan ikut-ikutan kesal. Apalagi suporter Manchester City bersorak mengintimidasi dari seberang lapangan.
Sudah hampir selesai babak pertama tapi belum ada satu gol pun tercipta. Berkali-kali Sera merasa gemas dan berniat menghentikan waktu agar ia bisa memasukkan bola itu kegawang Manchester City. Tapi, berkali-kali itu pula Luhan menahannya. Aduh, Sera, kalau caramu seperti itu, mana seru???
2 jam kemudian setelah Sera keluar dari stadion, emosi dan energi-nya seolah terkuras habis. Luhan tertawa melihat Sera yang mengeluh capek, seolah dirinya tadi ikut bermain ditengah lapangan.
Untuk mengembalikan energi kekasihnya ini, Luhan mengajak Sera masuk kedalam sebuah restoran yang terkenal dengen kelezatan lasagna-nya. Sera dan Luhan menghabiskan seporsi besar lasagna. Untuk ukuran makhluk astral, nafsu makan mereka berdua benar-benar besar.
“Kau mau pergi kesuatu tempat?”tanya Luhan setelah menghabiskan segelas besar coke.
Sera mengangguk cepat, buru-buru dia menunjukkan ponselnya pada Luhan. Luhan mencondongkan tubuhnya untuk melihat lebih jelas apa yang terpampang di layar ponsel Sera. Sebuah pengumuman konser.
“Konser The Gazzete?”tanya Luhan memastikan.
“Yep. Kita pergi ke Osaka ya sekarang?”
Luhan mengangguk. “Bukan masalah…”
Luhan mengajak Sera mencari tempat sepi. Dari tempat itu, Luhan dan Sera mengembangkan sayap mereka dan berteleport menuju negeri sakura—Jepang. Dengan cara seperti itulah Luhan dan Sera dapat pergi ke Manchester pagi tadi. Tanpa perlu melakukan perjalanan selama berjam-jam didalam pesawat. Cara yang sangat praktis dan hemat waktu, bukan?
Luhan ternganga saat dirinya dan Sera sampai ditempat konser the GazzetE. Penerangan yang minim, penuh sesak manusia berpakaian serba hitam dan ala rocker, dandanan yang aneh khas gothic, musik yang berisik, scream, headbag… oh, Luhan tidak tahan. Selera Sera benar-benar….
Luhan hendak membujuk Sera agar menonton konser lain saja, tapi gadis itu sudah asyik ikut berjingkrak-jingkrak ditengah kerumunan orang. Sera juga fasih sekali menirukan sang vokalis the GazettE—Ruki bernyanyi. Luhan mendesah pasrah. Telinganya terpaksa ia tutup rapat-rapat. Daripada mendengarkan lagu memusingkan seperti ini, Luhan lebih suka mendengar musik ballad, jazz dan klasik. Berbeda sekali dengan Sera yang lebih menyukai lagu-lagu berisik semacam rock, hip-hop, dan electro.
Ketika pergantian lagu, Sera bersorak heboh saat mendengar intro lagu yang akan dibawakan oleh The GazettE.
“Lu! Lu! Ini lagu kesukaanku!”teriak Sera penuh semangat. Mau tak mau Luhan menarik bibirnya membentuk senyuman melihat wajah antusias Sera. Karena kata Sera ini adalah lagu kesukaan gadis itu, Luhan mencoba untuk menikmatinya. Lagu-nya cukup mellow, tidak ada scream, tidak ada headbag. Dan jika didengarkan dengan seksama, suara Ruki ternyata cukup bagus dan penuh penghayatan saat menyanyi.
CASSIS.
Always, over and over again
Always, I did nothing but make you sad
Surely I’ve hurt you, even now I still can’t move

Why does it hurt so much to touch you?
Surely, the same things will repeat themselves
Because I’m scared I’ll lose you

Even if your feelings fade tomorrow
I’ll still love you unchangingly
Even if you can’t see me tomorrow
I’ll still love you without fail
Lagu itu menusuk Luhan dalam. Matanya panas. Apalagi saat dilihatnya Sera yang tersenyum cantik sambil menggumamkan lirik lagu itu. Bagaimana jika Sera tidak melihatnya besok? Apakah gadis itu masih akan tersenyum seperti itu?
“Aku tidak melakukan apapun kecuali membuatmu sedih, Sera,”batin Luhan merana.
Merasa dipandangi oleh Luhan, Sera menoleh. Luhan mengembangkan senyumnya untuk menyembunyikan suasana hatinya dari Sera. Gadis itu, walaupun adalah seorang iblis, dia begitu polos. Sera sama sekali tidak menyadari, ditengah hiruk pikuk konser bintang visual-key Jepang itu, Luhan menangis diam-diam.



Sera duduk dengan kaki diluruskan diatas atap observation desk – Skytree Tower. Tempat yang tidak akan terjangkau oleh manusia tanpa menggunakan helikopter dan sejenisnya. Menara Skytree adalah landmark baru kota Tokyo, menara ini bahkan lebih tinggi dari Menara Tokyo. Diatas ketinggian 450 meter itu, Sera menikmati suasana malam kota Tokyo yang dibalut udara dingin winter. Mereka berdua benar-benar memilih tempat yang ekstrem untuk berkencan. Tentu saja tempat itu pilihan Sera.
Dibelakang Sera, Luhan memeluknya dengan balutan selimut hangat. Menyelubungi seluruh tubuh mereka dengan kain paling tebal dan hangat yang bisa Luhan munculkan dari udara kosong.
“Wahhh, hari ini benar-benar seru, ya kan Lu?”kata Sera senang.
Luhan mengangguk kecil sembari menyandarkan kepalanya dibahu Sera. “Kau senang?”
“Tentu saja. Aku sangat-sangat senang. Kapan-kapan kita nonton bola lagi ya, Lu? Habis itu aku ingin mencoba tiramissu yang dijual direstoran tempat kita makan di Manchester tadi. Manusia diseberang meja kita tadi memakan itu dan sepertinya enak…”
Luhan lagi-lagi hanya mengangguk. Ia semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Sera.
“Kau capek ya?”tanya Sera sambil mengarahkan tangannya kebelakang dan mengelus lembut rambut Luhan.
“Sedikit.”
Sera menolehkan kepalanya kesamping untuk melihat wajah Luhan, disaat bersamaan Luhan juga menolehkan kepalanya kearah Sera. Jarak antara wajah mereka begitu dekat. Luhan bisa merasakan hembusan napas harum sekaligus dingin dari gadis iblis yang sangat dicintainya itu.
“Aku mencintaimu, Sera…”bisik Luhan lembut.
Sera tersenyum kecil dan mengalihkan tatapannya dari Luhan. Sera tidak tahu harus menjawab bagaimana ungkapan cinta Luhan padanya.
Luhan mencium lembut bahu Sera. “Apa aku tidak pantas untuk mendengar jawabanmu?”
Sera menggeleng pelan. “Aku tidak tahu, Lu. Tidak ada yang memberitahuku apakah iblis pernah memiliki hal yang kau sebut cinta itu…”Sera diam sejenak sementara Luhan terus mengecupi bahu hingga naik kelehernya. “Aku ragu. Bagaimana jika ternyata iblis tidak punya rasa itu? Aku takut kau kecewa padaku. Cinta adalah anugrah terbesar dari Tuhan, sedangkan aku bukanlah makhluk yang pantas untuk mendapatkannya.”
Luhan sejenak menarik bibirnya dari leher Sera dan berbisik lembut. “Bagaimana jika ternyata iblis pun mendapat anugerah itu? Apa yang kira-kira akan kau rasakan padaku?”
“Aku…”Sera memejamkan matanya dan menggigit bibirnya saat Luhan kembali menghisap kulit lehernya. Menghantarkan sengatan panas yang memporakporandakan ritme jantungnya. Bagaimana bisa seorang malaikat begitu pervert seperti ini?
“Jawab aku, Sera. Apakah kau akan mencintaiku?”
Sera memiringkan posisinya dan merengkuh wajah Luhan. Menghentikan permainan pria itu dilehernya dan menggantikannya dengan bibirnya yang lembut.
“Mungkin aku akan mencintaimu. Ya, aku pasti akan mencintaimu…”
Luhan sejenak tertegun. Perasaannya campur aduk mendengar kata-kata Sera. Yang jelas, rasa sakit dan terluka lebih dominan daripada rasa senang dan lega. Kenyataan bahwa Sera mencintainya, membuat Luhan semakin merana.
Luhan melampiaskan perasaannya dengan melumat bibir Sera. Luhan ingin sekali memiliki gadisnya ini seutuhnya. Tapi, mengapa hal itu sulit sekali? Jika saja mereka hanyalah manusia biasa yang hidup didunia ini, Luhan rasa cintanya tidak akan serumit ini.
Salju yang turun, tiba-tiba mengambang diudara tanpa bergerak sesuai hukum gravitasi. Angin kehilangan dayanya untuk berhembus. Seluruh dunia membeku. Waktu terhenti.
Tapi tidak dengan Luhan dan Sera. Dua insan berbeda itu masih saling menikmati setiap rasa yang mengalir dari tautan bibir mereka. Luhan-lah yang menghentikan waktu. Kemampuan yang menguras hampir seluruh tenaganya. Tapi Luhan tidak peduli, seandainya bisa, dia ingin menghentikan waktu untuk selama-lamanya. Sehingga 24 jam waktu yang diberikan Suho itu tidak akan pernah berakhir. Sehingga dirinya tidak harus kembali kedunia atas.
Sera masih memejamkan matanya dan berusaha mengimbangi pergerakan bibir Luhan dibibirnya. Hingga sesuatu yang basah, dingin dan terasa manis, merambati bibir Sera. Membuat gadis itu membuka matanya ditengah lumatan bibir Luhan. Sera terkesiap melihat wajah Luhan yang telah basah oleh airmata.
“Lu…”Sera memundurkan tubuhnya pelan, melepaskan ciuman mereka. Luhan kehilangan kendalinya atas waktu. Salju-salju berguguran seperti seharusnya. Bumi kembali berputar. Jarum jam bergerak lagi.
“Lagi-lagi kau menangis.”ujar Sera sambil menghapus airmata Luhan dengan jemari lentiknya.
Luhan tersenyum. “Ini tangis bahagia, sayang…”ucapnya berbohong.
“Kau bahagia karena aku mencintaimu?”
Luhan mengangguk. Ia membenarkan selimut yang melorot dari tubuh Sera dan memeluk lagi gadis itu dari belakang. Sera bersandar nyaman dibahu Luhan. Kepalanya mendongak menatap bintang-bintang musim dingin.
“Sera…”
“Hmm?”
Luhan menggigit bibirnya. Terasa sulit baginya mengucapkan kata-kata yang sejak tadi terus-terusan membombardir otaknya. Luhan tidak sanggup melihat ekspresi Sera. Ia takut, jika Sera merengek padanya, Luhan akan mengurungkan niatnya.
“Tidurlah,”pinta Luhan, akhirnya. Sera mengangguk kecil dan mulai memejamkan matanya. Luhan menyandarkan kepalanya dikepala Sera, pria itu menggumamkan lullaby untuk menidurkan Sera. Lagi-lagi lagu anak-anak tentang Puff dan sahabatnya Jackie Paper. Puff, the magic dragon.
Without his life-long friend, puff could not be brave,
So puff that mighty dragon sadly slipped into his cave. oh!
Luhan tersenyum ketika mendapati gadisnya sudah tertidur pulas dipelukannya. Lihat, Sera yang seorang iblis tak ubahnya seperti bayi polos ketika tidur. Bibirnya yang berlekuk indah itu sedikit membuka, kelopak matanya yang terpejam semakin memperlihatkan bulu matanya yang panjang dan lentik, pipi lembutnya sedikit memerah karena hawa dingin. Sera benar-benar gadis yang cantik.
Luhan mengembangkan sayapnya dan membawa gadis itu berteleport kembali keapartemen mereka. Menempatkan Sera ditempat tidurnya yang nyaman. Luhan menarik selimut menutupi tubuh Sera dan mengecup lembut dahi Sera. Sembari duduk disamping gadis itu, Luhan mengamati Sera dengan tatapan sendunya. Sebesar itukah cintanya pada gadis iblis ini? Hingga malaikat sejati seperti Luhan begitu sedih ketika harus meninggalkannya?
“Beri aku waktu, Suho. Aku ingin mengucapkan selamat tinggal padanya. Setelah itu aku akan kembali kedunia atas.”
Luhan teringat janjinya, dan inilah saatnya ia menepati janji itu. Luhan merasakan ada hawa keberadaan Suho dan Xiumin diatap gedung ini. Kedua malaikat itu pasti telah menunggu kedatangan Luhan untuk bersama-sama kembali kedunia atas.
Sekali lagi Luhan mengecup bibir Sera. Merasa sangat berat meninggalkan gadis itu. “Aku mencintaimu…”



Baekhyun duduk meringkuk dipojok sel-nya. Tangan dan kakinya dirantai membuatnya tidak dapat bebas bergerak. Beberapa luka tercetak ditubuhnya karena Baekhyun berkali-kali mencoba untuk melarikan diri. Tapi didalam sel ini, seluruh kekuatannya tidak berguna. Sel untuk memenjarakan makhluk berkemampuan tinggi seperti iblis tentu dilengkapi komponen-komponen yang membuatnya mampu melemahkan hingga kelevel nol.
Baru 2 hari Baekhyun terkurung dipenjara, tapi rasanya seolah sudah lebih dari 1 abad. Baekhyun tidak tahu apa yang terjadi diluar sana. Otaknya penuh disesaki oleh sosok Sera. Baekhyun nyaris gila karena mencemaskan gadis itu. Apakah Sera baik-baik saja? Apakah Sera aman didunia manusia tanpa pengawasannya? Apakah Luhan mampu melindungi Sera?
Pikiran-pikiran yang tak terjawab itu membuat Baekhyun berkali-kali meledak frustasi. Saat itulah ia berontak, berteriak, dan berakhir dengan bertambahnya luka ditubuhnya.
Baekhyun mendongak saat seseorang berdiri didepan teralis selnya.
“Keadaanmu sungguh menyedihkan, Baek…”ujar orang itu dengan tatapan prihatin. Baekhyun yang dilihat dengan tatapan seperti itu hanya tersenyum masam.
“Untuk apa kau kesini, Chanyeol?”
Iblis itu—Chanyeol—tersenyum. Menampakkan wajah ceria dan jenakanya, hal yang jarang sekali dimiliki para iblis. Itulah mengapa Baekhyun dulu mau bersahabat dengannya. Chanyeol bukanlah satu-satunya temannya, tapi jelas dia yang terbaik. Salah satu dari sedikit sekali penghuni dunia bawah yang tahu cerita menyedihkan Baekhyun dimasa lalu.
“Ada kabar baik dari dunia manusia, Baek.”
Kata-kata Chanyeol membuat hati Baekhyun melambung oleh harapan. Kabar terbaik yang ia harapkan sekarang ini adalah keselamatan Sera, apakah itu kabar baik yang dibawa oleh Chanyeol padanya?
“Malaikat itu akhirnya meninggalkan Sera…”
Baekhyun membulatkan matanya.
“Para penghuni dunia atas bernegosiasi dengan Luhan dan akhirnya mampu meyakinkan malaikat itu untuk meninggalkan Sera”lanjut Chanyeol. “Bukankah dengan begini, gadis itu akhirnya terbebas? Kini tinggal membujuknya pulang. Kau juga pasti akan segera dibebaskan dari tempat ini.”
Ini kabar yang baik, memang. Karena sejak awal Baekhyun juga menentang hubungan Luhan dengan Sera. Kedua pasangan itu akan menimbulkan masalah. Bahkan mungkin akan memicu pertikaian secara langsung antara bangsa iblis dan malaikat.
Tapi, Baekhyun yang tahu bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang berharga, merasa sakit membayangkan Sera mengalami hal yang sama. Baekhyun sangat mengenal Sera. Gadis itu mirip sekali seperti ibunya yang labil dan sering bertindak diluar kendali. Baekhyun yakin saat ini Sera pasti sedang sangat sedih dan kehilangan.
“Kau nampaknya tidak senang mendengar berita ini, Baek? Ada apa?”selidik Chanyeol.
“Bisakah kau mengecek keadaan Sera untukku, Chan? Ditinggalkan oleh Luhan pasti membuatnya menderita…”pinta Baekhyun.
Chanyeol mengangguk. “Itu bukan masalah bagiku, Baek. Kau pasti sangat mencemaskannya ya? Jika saja dulu kau tidak membawanya kesini, mungkin keadaan akan berbeda. Kau bahkan harus menerima tekanan dari Tuan Kris dan ayahmu karena gadis itu. Apalagi sekarang gadis itu tumbuh tanpa memiliki rasa takut dan menentang semua orang demi memenuhi keinginannya. Dia benar-benar mirip dengan ibunya.”
Baekhyun mendesah pelan. “Sera adalah iblis, Chan. Tentu aku harus membawanya kesini. Didunia itu, tidak akan ada yang memberinya perlindungan.”
“Yayaya. Didunia manusia ia akan disebut sebagai monster, sedangkan didunia kita Sera akan disebut sebagai produk gagal…”kesal Chanyeol. Sejak dulu jujur saja Chanyeol tidak pernah suka dengan Sera. Menurutnya Sera adalah makhluk menyusahkan. Dia hanya akan membawa penderitaan bagi Baekhyun.
“Kau mau menyalahkanku lagi?”Baekhyun tersenyum.
Chanyeol mendengus. “Ya. Karena kau ceroboh sekali hingga bisa jatuh cinta pada manusia dan membuat makhluk seperti Sera lahir didunia ini!!”



:: SERA POV ::
Berkali-kali.
Berkali-kali aku memindai, hingga beratus-ratus mil jaraknya, hingga mataku terasa pedih. Tapi aku tak menemukan sosok yang kucari. Berkali-kali itu pula aku hampir putus asa. Namun pada saat-saat kesabaranku hampir habis, aku berusaha bangkit. Terbang ketempat lain. Memindai. Terus memindai sampai hampir setengah bumi kujelajahi.
Tubuhku terasa remuk redam. Kepalaku pening karena terlalu banyak menggunakan kekuatanku. Seumur hidup aku tidak pernah merasa sekalut ini.
“Lu, kau dimana?”gumamku merana.
Pagi tadi saat bangun dari tidur, aku terkejut karena tidak menemukan Luhan dikamar. Aku berusaha berpikir positif, mungkin saja Luhan sedang pergi keluar untuk membeli sesuatu. Tapi hingga satu jam kemudian, saat waktunya kita harus berangkat kesekolah, Luhan tidak muncul. Luhan tidak bisa dihubungi karena ponselnya tertinggal dirumah.
Saat itu aku mulai merasa panik. Aku pergi kesekolah, berharap mungkin saja Luhan telah berangkat kesekolah lebih dulu. Tapi, dia tidak ada ditempat itu. Yang lebih mengherankan lagi, manusia-manusia yang kutanyai tentang Luhan, semuanya mengaku tidak mengenal pria itu. Bahkan Park Jiyeon dkk seolah baru saja terbentur kepalanya dan kehilangan ingatan mereka tentang Luhan.
“Kau ini kenapa? Apa kau sudah gila datang kesekolah dengan memakai pakaian bebas dan rambut berantakan seperti itu, huh? Memangnya siapa Luhan? Aku tidak mengenalnya.”
Jawaban menyebalkan dari Park Jiyeon membuktikan sesuatu. Penghapusan jejak secara sengaja. Seperti halnya diriku saat disekap oleh ayah didunia bawah, para manusia yang mengenalku mengalami penghapusan memori tentangku dan setiap peninggalanku didunia manusia juga akan terhapus secara otomatis.
Aku menghela napas berat. Menatap ruangan apartemen Luhan yang tiba-tiba terasa begitu luas. Malam telah turun, tapi Luhan belum juga kembali. Aku takut. Apakah Luhan telah meninggalkanku?
Mataku tanpa sengaja tertuju pada bagian kosong dirak buku. Aku ingat sekali, itu adalah spot dimana Luhan menaruh buku Lucifer ‘Secret of the Fallen Angel’-nya. Jika Luhan benar-benar pergi, kenapa Luhan malah membawa buku itu bukannya membawaku? Jahat.
Aku tahu, hal ini akan terjadi. Hari dimana aku dan Luhan akhirnya akan berpisah. Karena itu aku menyiapkan diriku setiap harinya. Tetapi ketika hari ini akhirnya datang, aku merasa terpuruk. Malaikat itu bahkan tidak mengucapkan satupun kalimat perpisahan. Apakah ini maksud dari perjalanan kemarin? Luhan ingin bersenang-senang denganku sebelum meninggalkanku, begitu? Lalu apa artinya kalimat cinta dan ciuman semalam? Apa itu yang membuat bibirnya kelu dan tidak sanggup mengucapkan kata-kata perpisahan?
Lalu janji itu, janji untuk tidak meninggalkanku, apakah itu semua hanya omong kosong? Hanya janji palsu? Luhan malaikat. Dia tidak mungkin mengingkari janji yang ia buat. Luhan tidak mungkin bersikap rendahan seperti itu.
Dingdong.
Suara bel pintu membuyarkan lamunanku. Aku bangkit berdiri hendak membukanya. Mungkin otakku saat ini sedang dalam keadaan sangat sangat tidak berfungsi sehingga aku tidak sadar bahwa bel pintu itu aneh.
Apartemen ini sudah kumantrai dengan Luhan, sehingga tidak ada siapapun yang menyadari ada kamar nomor 365 digedung apartemen ini. Dan lagi, seharusnya aku curiga pada sesuatu dibalik pintu yang hawa keberadaannya nol. Aku bahkan tidak merasakan kedatangannya sebelum bel itu berbunyi. Padahal hanya sedikit makhluk yang mampu melenyapkan hawa keberadaannya. Salah satu—atau salah tiga dari sedikit makhluk itu adalah mereka.
Sehun dan Kai, prajurit kepercayaan Sang Raja Iblis yang selalu mengikuti kemana tuan-nya pergi. Lalu satu lagi…tentu saja… Tuan Kris – Sang Raja Iblis.
Wajahku pias saat melihat ketiga iblis itu didepan apartemenku. Tapi semua sudah terlambat. Pintu rumahku telah terbuka, dan sekarang aku telah berhadapan langsung dengan mereka.
Kai dan Sehun berdandan dengan setelan jas rapi dan nampak berdiri kaku dibelakang Tuan Kris. Sedangkan Tuan Kris sendiri, nampak eksentrik seperti biasa. Dilihat dari pakaian yang ia kenakan, Tuan Kris sekarang tak ubahnya seperti anggota boyband Korea yang sekarang sedang populer didunia manusia. Memakai kaos, jaket, celana panjang keren, piercing dan kacamata hitam.
Tuan Kris tersenyum dengan senyuman ramahnya yang membuatku bergidik. “Aku pasti mengejutkanmu kan, honey. Siapa yang menyangka seorang Raja Iblis seperti diriku akan bertamu dengan metode manual seperti ini…”Pria itu tertawa sambil melepas kacamatanya. “Apa kau tidak mau mempersilahkanku masuk, sayang? Aku tidak keberatan dengan secangkir kopi instan buatan manusia.”
Kakiku terasa lumpuh. Aku bahkan tidak merespons sama sekali sapaan Tuan Kris. Aku terlalu syok untuk bereaksi. Setelah sekian lama, hal yang aku takutkan akhirnya menghampiriku. Kedatangan Tuan Kris yang bersamaan dengan kepergian Luhan, membuatku menyimpulkan sesuatu.
“T-tuan, apakah anda melakukan sesuatu pada Luhan? Dimana dia sekarang?”pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibirku. Yang sedetik kemudian aku sesali.
Tuan Kris tiba-tiba sudah berada dalam jarak yang sangat dekat dari tubuhku. Bahkan aku bisa merasakan napasnya yang sangat harum dan memabukkan. Jika yang berada didekatnya adalah manusia, mereka pasti akan kehilangan akalnya dan jatuh kepelukan Raja Iblis ini. Tuan Kris benar-benar didesain sempurna untuk menyesatkan para manusia, terutama mereka yang berjenis kelamin perempuan.
“Sungguh menyedihkan melihat dirimu sekarang, sayang. Kau nampak payah. Lihat apa yang dilakukan Luhan padamu sekarang. He left you, honey… alone!”Tuan Kris menelusuri wajahku dengan jemarinya yang lentik dan indah. Membuatku sulit bernapas karena takut.
“Luhan tidak mungkin meninggalkanku begitu saja. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya…”kataku, lebih untuk meyakinkan diriku sendiri.
Tuan Kris terkekeh. “Kau pikir kau ini siapa, Sera. Apa kau pikir kau cukup pantas untuk membuat seorang malaikat membangkang Raja-nya karena dirimu? Suho—si Raja para malaikat itu bahkan memintaku untuk melenyapkanmu jika kau tidak mau melepaskan Luhan.”
Aku tersentak. Kata-kata Tuan Kris tadi melukai perasaanku. Apa aku sebegitu hinanya dimata para penghuni dunia atas? Ya, benar. Aku memang hina. Karena aku adalah iblis.
“Ckckck, kau salah, sayang. Kau hina bukan karena kau adalah iblis, tapi karena kau adalah ‘produk gagal’.”
Lagi-lagi… produk gagal.
“Tapi…”Tuan Kris memandangku intens. “Bagaimana bisa produk gagal mempunyai paras secantik ini?”ujarnya dengan suara husky yang menggelitik indera pendengaranku.
Untuk kesekian kalinyaTuan Kris menelusuri wajahku. Mencermatinya seksama. Aku yakin penilaianku tidak salah, Tuan Kris nampak menatapku dengan tatapan terpesona. Jemari tangan kanannya begitu lembut menelusuri setiap inci wajahku dan tangan kirinya diletakkan dipinggangku. Aku tidak ingat kapan pintu apartemenku ditutup dan aku hanya berdua saja dengan Tuan Kris disini. Kai dan Sehun entah pergi kemana.
“Kau cantik sekali… sangat cantik hingga membuat jantungku berdebar…”bisik Tuan Kris tepat didepan bibirku. Diriku sekarang bahkan telah kehilangan daya untuk sekedar menarik mundur tubuhku menjauh darinya.
Sesaat sebelum bibir kami bertemu, Tuan Kris sempat menggumamkan sebuah nama. Gumaman yang terdengar sangat memuja. Aku tidak tahu bahwa ternyata Tuan Kris memiliki mata yang seakan tunduk dan lemah pada sesuatu.
Jantungku berdenyut cepat mendengar nama itu yang seolah ditujukan padaku. Tidak, aku yakin nama itu entah bagaimana memang ditujukan padaku.
“Seraphim…”



To be continued……
Sangheera here~~~!!!!
Ada yang sadar gak? Pangkat Kris naik jadi main cast tuhh… hehehe. Tapi, entah bakal berkembang kayak gimana KrisSera. Mau dibikin lebih panjang lagi atau bakal berakhir seperti yang author rencanakan. Gimana pendapat kalian? Kris boleh gak ngrecokin perasaannya Sera ke Luhan?
Aduh, padahal author tuh bias-nya Baekhyun lho. Tapi Baekhyun-nya malah author bikin merana sendirian dipenjara gitu… uh.
Ini author post cepet karena author pengen baca komen-komen kalian lagi. Author lagi butuh penyemangat, n komen kalian itulah penyemangat author. Hehehe… love you all~
RCL yaaa… Teriakin ‘FIGHTING!’ buat author, pleaseeee~~~!

280 responses to “[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 7)

  1. jadi, si baekhyun itu papihnya sera ?
    lalu kris lucifer ? atau luhan yang lucifer ?
    dan saya siapa ?
    saya jadi bingung . haha

  2. jadi, si baekhyun itu papihnya sera ?
    lalu kris lucifer ? atau luhan yang lucifer ?
    dan saya siapa ?
    saya jadi bingung . haha
    lanjuttttttt

  3. baek adalah ayahnya sera !!! jadi itu sebabnya sera dikatai produk gagal karena dia setengah manusia
    kris terpesona sama sera ???
    gua semakin penasaran
    lanjut baca…

  4. Waaaaah makin bikin orang bingung aja nih ff apa jangan jangan kris lucifer tapi menurutku sih luhan itu yang lucifer entahlah

  5. ternyata sera eh seraphim.. anaknya baekhi(?)
    tuan kris bakal turun ke dunia-kah/?
    ceritanya bikin dagdigdug thor 😀
    kapan-kapan buat baekhyun bahagia ya thor, di ff:”)
    kasian dia, di MTEOL juga tersakiti:””) *duh mah ngapa.-.

    tetap semangat kak sangheera! 🙂

  6. Ya ampun daebak, keren keren, maaf yaa baru bisa Koren di chapter ini, soalnya keterusan baca nagih soalnya, hahaha ini aja penasaran banget ama chapter selanjutnya, masih bingung hubungan Antara bhaekyun, cewek yg di pemakaman, sera itu siapa??? Dan luhan itu dulunya kenapa sih? Apa dia juga dulunya pernah jatuh cinta yg terlarang???? Pngn capet capet baca, keep writing yak thor 🙂

  7. loh mksutnya sera it anknya baekhyun n seraphim ato gmna? tp kris kok jg knal sm seraphim? aduh diriku gagal pham

  8. tu kan bener sera itu anaknya baekhyun!! trus kris jd siapa dihubungan mereka?? astaga ni ceritaaa…. daebak!! banyak jempol deh bwt kmu authornim..

  9. Kan beneran kan sera anaknya baek. .
    Tapi kayaknya luhan tetep lucifer and then kris iblis yang juga suka sama serafim tapi akhirnya serafim malah jadi sama manusia punya anak serafina yang have anything special with baek, and terciptalah sera

  10. Keren!! Spechless buat karya author ini!! Moga malam ini aku gak lembur… Kakak,terimakasih ya kak…udah nulis cerita sebagus ini. Baca ff tuh dah kayak obat capek plus obat jenuh setelah seharian kerja…dan ff kakak bener2 bisa banget buat ngobatin aku. Ah curcol kaaann… :’) Jeongmal Gumawo buat kakak author. Ddaebak!! Ah iya…FIGHTING!!!!!><

  11. Apa salahnya sih produk gagal, toh sera tetep kaum iblis dan ia bahkan lebih baik dri iblis
    Haha

    Author keren
    Aku penasaran siapa sebenernya lucifer dan seraphim
    Semangattt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s