[Freelance] Neomu Saranghae Noona Chapter : 2

neomu saranghae noona

Title : Neomu Saranghae Noona
Chapter : 2
Author/ScriptWriter : Desyun
Twitter : @des4yun
Cast By : Kim Jong In/ Kai (EXO)
Park Hye Mi (OC)
Han Seung Yun/ Yun (LUNAFLY)
Supported Cast : Park Nara (OC), Chan Yeol (EXO), Luhan (EXO) and others
Genre : Romance, Fantasy
Rating : 16+
Lenght : Chapter
Disclaimer: This FF is pure mine. Please NO BASHING OR PLAGIAT!!!!!!

 

Benar-benar hari yang melelahkan untuk Hyemi mengikuti kegiatan Nara sebagai Manager artis. Hyemi melihat betapa cekatannya Nara mengurusi semua kegiatan dan keperluan ke empat namja itu. Sebenarnya Nara tidak sendiri karena perusahaan juga memberi beberapa asisten yang membantu Nara mengurusi wadrobe, guide, dan berbagai macam kegiatan promosi artisnya.

“ Ini sungguh melelahkan Onnie”, ujar Hyemi sambil mendudukkan pantatnya di sebelah Nara yang masih berkutat dengan tabletnya. “Apa ini yang kau kerjakan setiap hari onnie?” tanya Hyemi memperhatikan Nara yang tidak lepas dari kegiatannya.

“Yah..kira-kira seperti inilah, ini belum seberapa Hyemi ya, kalau mereka ada tur ke luar kota, promosi ke stasiun tv dan radio, belum lagi kegiatan pembuatan iklan, pemotretan dan masih banyak lagi, itu akan lebih menyita waktu dan tenaga, jelas Nara sambil mengelus rambut pendek Hyemi lembut.

“Huff…..”, Hyemi mengela nafas panjang mendengar penjelasan Nara. “Kalau Onnie begitu sibuknya , kapan punya waktu untuk punya pacar? Pantes saja onnie gak punya pacar sampai sekarang”, Hyemi berkata dengan bibir yang dimanyunkan.

“Ya kau ini, aku gak punya waktu untuk hal seperti itu. Lagi pula emang kau sudah punya pacar?”, balas Nara tak mau kalah. “Sejak kau putus dengan namja brengsek itu, siapa namanya? Aku lupa siapa namanya, ehm….kau tidak pernah terlihat bersama pria.

“Ahh, Onnie dia bukan namja brengsek. Namanya Min Woo. Jangan mengingatkan aku padanya lagi, itu sudah berlalu 2 tahun lalu onnie”, protes Hyemi.

Kim Min Woo adalah pacar Hyemi sejak masa SMA sampai kuliah tapi sayangnya hubungan yang sudah lama terjalin itu harus berakhir 2 tahun lalu meninggalkan luka yang sangat dalam di hati Hyemi. Bagaimana tidak, kekasih yang sudah lama dipacarinya itu ternyata berpacaran dengan wanita lain yang dikenalkan oleh bibi Min Woo. Tanpa sepengetahuan Hyemi Min Woo berpacaran dengan gadis yang bernama Eun Jung selama 1 tahun lamanya sampai akhirnya ketahuan. Hyemi merasa Min Woo dan kelurganya begitu kejam membohonginya, entah apa maksud dari perbuatan mereka itu menyakiti Hyemi yang begitu mencintai Min Woo dan keluarganya.

***
Hari ke 8 Hyemi magang di kantor Nara, Hyemi membantu Nara menyiapkan keperluan Exfly yang hari ini ada wawancara dan pemotretan untuk sebuah majalah remaja. Hyemi mulai belajar menghandle schedule Exfly sedikit demi sedikit. Sesekali dia bertanya pada Nara cara mempromosikan artisnya karena itu berhubungan dengan jurusan kuliahnya yakni Marketing Bisnis.

“Hyemi-ya..tolong bawakan semua ini kedalam mobil, pastikan tidak ada yang tertinggal”, perintah Nara.

“Mobil sudah siap dan Exfly sudah di dalam mobil semua Manager Park”, asisten Nara kali ini mengingatkan bahwa mereka harus berangkat sekarang.

Mereka masuk ke dalam mobil, Nara duduk di depan di sebelah driver, Hyemi masuk bersama asisten Nara, setelah membuka mobil, si asisten langsung duduk di sebelah Luhan yang kosong, terlihat Yun duduk bersama Chan Yeol, hanya tersisa 1 tempat duduk di sebelah namja dingin bernama Kai.

“Kenapa harus duduk di sebelah namja ini sih, lihat mukanya yang gak bersahabat itu”, batin Hyemi. Tapi gak ada pilihan lain karena Nara sudah mengingatkan driver segera berangkat karena mereka tidak punya waktu banyak lagi.

Di perjalanan Hyemi merasa tidak nyaman karena harus diam terus sementara tempat yang di tuju masih jauh, gak mungkin tidur karena itu akan menjadi hal yang memalukan, Hyemi kalau tidur akan bergerak aktif, gak lucu kalau dia tertidur lalu tangannya mukul-mukul, kakinya nendang-nendang Kai kan?

Untunglah Luhan buka Suara dan mulai bertanya ini itu membuat suasana yang kaku menjadi mencair. Hyemi melirik Kai dari ekor matanya, namja itu hanya melihat keluar jendela. Sesekali mendehem saja menjawab pertanyaan Luhan dan Chanyeol. “Namja ini pelit sekali bicara, aku hampir tidak pernah melihatnya membuka mulutnya untuk bicara. Dia hanya menjawab Ya, Tidak, Baik, Oke dan mendehem. Pria yang aneh”, batin Hyemi.

“Hyemi Noona-ya…musik apa yang noona suka?”, tiba-tiba Chanyeol bertanya pada hyemi memecah keheningan di dalam mobil.

“Ehm..aku suka musik R&B dan Hiphop Chanyeol-ah, aku juga suka music Rock, jawab Hyemi sembari menoleh ke belakang joknya tempat Chanyeol dan Yun duduk.

D E G..D EG

Pada saat Hyemi menoleh ke belakang, matanya tiba—tiba beradu dengan mata Yun. Jantung Hyemi berpacu begitu cepat setelah melihat tatapan Yun yang sulit diartikan Hyemi. “Ada apa ini, benak Hyemi”. Hyemi cepat menyadarkan dirinya dan berpaling ke arah Chanyeol yang mengangguk-angguk mendengar jawaban Hyemi.

Perasaan dan pikiran Hyemi sedikit terganggu setelah melihat tatapan Yun, entah mengapa ada rasa penasaran dan keinginan untuk melihat bola mata Yun lagi, Hyemi ingin mencari tahu rasa apa yang sedang bergejolak di dalam dirinya dengan tatapan Yun itu. Chanyeol lagi-lagi mengajak Hyemi berbicara, karena orang di sebelahnya, yakni Yun bukanlah orang yang suka diajak ‘ngegosip’ atau ‘curhat’ dengan kepribadian Yun yang cool dan diam seperti tembok.

“Kalau Penyanyi, siapa yang kau suka Noona-ya?”, chanyeol lagi-lagi bertanya, kali ini chanyeol memajukan kepalanya ke arah jok Hyemi.

“Aku suka Justin Timberlake, Timbaland, Beyonce, Lifehouse, Jason Mraz dan John Mayer, jawab Hyemi antusias.

“Wah..selera noona west singer semua ya, daebak noona”, timpal Luhan memandang Hyemi dengan wajah sumringah”.

“Apa noona tidak suka kpop? “, Chanyeol bertanya dengan nada menyelidik.

“Ahh..Ehmm..”, Hyemi berpikir sesaat, sebenarnya dia tidak begitu hafal penyanyi dari negaranya sendiri. “Ahh..aku suka Seo In Guk”, sejujurnya Cuma itu yang ada di kepala Hyemi. Karena kebetulan tadi dia lihat di televisi. Jangan sampai mereka bertanya lagu apa yang dinyanyikan namja itu karena Hyemi tak tahu satu pun.

“Ohhh…Ye..”, terdengar koor Luhan dan Chanyeol bersamaan sambil mengangguk-angguk.

Mereka bertiga masih berlanjut membahas musik selama perjalanan, sementara Yun memilih tidur dan Kai mendengarkan musik dengan Earphonenya sembari memandang ke jendela mobil.

Finally, wawancara dengan majalah pun dimulai, terlihat keempat member Exfly larut dengan tanya jawab, sesekali terdengar tawa chanyeol dan Luhan, tidak dengan Kai yang menunjukkan wajah datar, sungguh Hyemi sangat penasaran dengan isi kepala namja yang satu ini. Tapi, hey..lihat si cool Yun terlihat tersenyum ketika menjawab pertanyaan.

“Omoo…dia tersenyum, namja cool itu tersenyum sangat manis”, gumam Hyemi tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Suara detak jantung Hyemi kembali terdengar abnormal. Setelah tatapan Yun di mobil sekarang Senyumannya. “Oh come on Hyemi-ah, sadarlah”, perintah Hyemi ke otaknya sambil memegang kepalanya.

Hyemi merasa tolol sendiri, dia mencoba mengalihkan perhatiannya terhadap Chanyeol dan Luhan yang selalu kocak, tapi tetap saja matanya sesekali memandang Yun dan tanpa sadar mengagumi wajah Yun yang manly.

Setelah wawancara berakhir dilanjutkan dengan pemotretan untuk majalah itu. Sekarang mereka berpose di depan kamera, Chanyeol sangat lucu dengan aegyonya, Luhan yang kalem, ehmm…Kai dengan bad boy style-nya dan Yun masih dengan style cool-nya. Pantes aja mereka digandrungi remaja-remaja. Mereka memang menarik dan tampan tentunya.

“Hyemi Noona-ya, bagaimana penampilanku? Sangat tampan bukan?”, Chanyeol bertanya pada Hyemi sambil memunjukkan gayanya. Hyemi tersenyum sambil menaikkan 2 jempolnya pertanda bagus. “hahaha, aku memang sangat tampan”, Chanyeol bersuara lagi sambil menaikkan kerah kemejanya dengan bangga. Luhan mendengus mendengar Chanyeol menyebut dirinya tampan. Hyemi hanya tertawa cekikikan melihat dua idol remaja itu.

Malam harinya di kamar Hyemi, Hyemi mencoba untuk tidur tetapi otak dan matanya tidak singkron. Otaknya mencoba me-review kejadian hari ini yang sungguh melahkan. Dia teringat bahwa dalam dua minggu ke depan mereka akan sangat sibuk dengan jadwal manggung Exfly yang padat. Membayangkannya saja, Hyemi sudah males. Tapi, tiba-tiba ingatan tentang Yun tadi siang kembali wara-wiri di otaknya. Tanpa disadarinya dia tersenyum sendiri.
***
Tak terasa sudah hampir tiga minggu Hyemi magang di kantor Nara, yang awalnya Hyemi enggan sekarang justru bersemangat. Kehadiran empat namja unik itulah yang membuatnya menjadi bersemangat. Sekarang mereka semua berada di studio menyaksikan Exfly berlatih. Minggu depan Exfly ada jadwal manggung di TV Live. Terlihat Hyemi sedang menyaksikan empat namja itu dengan serius ditemani beberapa orang dari manajemen perusahaan. Nara sedang sibuk meeting dangan tamunya.

“Apa kami berlatih dengan baik kali ini noona?”, ada suara berat yang mengagetkan Hyemi, dia mendongakkan kepalanya terlihat Yun berdiri cool memegang air mineral sembari tersenyum kepada Hyemi.

Sepertinya visual Hyemi ngadat masuk ke otaknya, setelah beberapa detik dia baru tersadar dengan suara dan sosok di hadapannya. “Eoh..Eumm, Eoh…”, hanya itu yang keluar dari mulut Hyemi. Seketika Hyemi terlihat bodoh.

“Noona..?”, Yun melambaikan jari-jarinya ke arah pandangan Hyemi, mencoba menyadarkan Hyemi yang setengah mangap. Sumpah, ini bukanlah mimik yang bagus untuk diperlihatkan di depan namja tampan ini.

“Eoh…sangat bagus”, jawab Hyemi akhirnya dengan cepat. “Aigoo, kenapa aku jadi bodoh begini, pasti wajahku sangat jelek tadi, rutuknya dalam hati. Tapi ini adalah obrolannya pertama kali dengan Yun setelah dia tiga minggu magang. Wajar kalau dia kaget.

“Benarkah? Tapi aku merasa permainan gitarku kali ini tidak maksimal noona, kata Yun sambil duduk di sebelah kanan Hyemi.

Hyemi sedikit terheran melihat perubahan sikap Yun yang sebelumnya cool dan tidak pernah terlibat pembicaraan dengan Yun sekarang duduk berdampingan dan sedang berbincang-bincang di sela rehat latihannya. “Tapi aku mendengarnya bagus kok”, balas Hyemi dengan tersenyum.

Disaat Hyemi dan Yun sedang berbincang, Hyemi merasa seperti ada satu sosok yang mengisi bangku kosok di sebelah kirinya. Terdengar suara helaan nafas yang lelah, kemudian tegukan air di tenggorokan. Hyemi menoleh ke sebelah kirinya, ada sosok namja yang sedang meneguk air mineral, keringat bercucuran di kening dan lehernya, so sexy. Hyemi meneguk salivanya, pemandangan yang dilihatnya kali ini sungguh mempesona untuk semua wanita. Tiba-Tiba sosok yang dipandanginya tersadar dan memandang ke arah Hyemi, seolah bertanya “ada apa ?”. Hyemi cepat tersadar, dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Yun yang masih mengoceh soal latihannya.

Luhan berjalan menghampiri Hyemi dan Yun, “Noona, apa malam ini kau sibuk?”

“Ahh sepertinya tidak, ada apa Lu?”, jawab Hyemi.

“Mari makan bersama di dorm kami, aku akan memasak makanan enak untuk noona, karena noona sudah bekerja keras beberapa hari ini”, terang Luhan antusias

“Ikutlah noona, kami bosan makan berempat terus tanpa berbicara, kalau noona ikut pasti lebih menyenangkan”, Chanyeol ikut menimpali pembicaraan Hyemi dan Luhan.

“Masakan Luhan Hyung lumayan Noona, kali ini Yun pun ikut bersuara meyakinkan Hyemi untuk ikut.

Sesungguhnya Hyemi sangat senang dengan ajakan mereka, tetapi Hyemi menutupi rasa senangnya, jaim. Mengingat sudah tiga hari Hyemi makan malam sendirian karena Nara sibuk meeting dengan manajemen.

“Baiklah, aku akan ikut”, jawab Hyemi.

@Exfly Dorm
Hyemi sudah berada di dorm 4 namja tampan itu, dia duduk di sofa sembari memperhatikan isi dorm Exfly yang terlihat lumayan rapi untuk ukuran namja sibuk seperti mereka.

“Nonna, tunggulah di sini sebentar, aku mau mandi dulu ya, kalau nonna bosan nyalakan saja tv ini remotenya”, kata Luhan sembari menyodorkan remote tv kepada Hyemi.

“Eoh, baiklah Lu”, jawab Hyemi.
Keempat namja itu sudah tidak terlihat mata Hyemi, mereka sedang sibuk di kamar masing-masing. Sebenarnya Hyemi merasa canggung berada di dorm empat namja dengan yeoja seorang diri. Dia lalu menyetel tv untuk mengusir canggungnya.

“ahh haus sekali, mengapa Lu tidak menyediakan aku minum sebelum mandi. Aku kan tamu di sini”, gumamnya pelan. Dia berjalan menuju dapur untuk mendapatkan air minum karena tenggorokannya kering.

Glek..glek..glek, ahhh…Hyemi meneguk air segelas dengan mimik wajah mirip iklan minuman di televisi. Tak di sadarinya di meja makan beberapa meter dari tempat dia berada, sepasang mata sedang memperhatikannya.

Kai sedang di meja makan, menikmati jus jeruknya sambil mendengarkan musik dengan headset yang selalu menempel di telinganya. Dia memperhatikan Hyemi yang mengambil minuman dari kulkas, meminumnya dengan mimik yang aneh. Suara tegukan air jelas terdengar olehnya meskipun dengan headset yang menempel di telinganya. “Aishh, apa dia benar-benar yeoja? Mengapa cara minumnya tidak ada anggunnya sama sekali, batin Kai.

Hyemi yang tidak menyadari Kai, membawa minumannya kembali ke ruang tamu duduk di sofa sambil menonton tv. Luhan keluar dari kamarnya sudah berganti pakaian, wajahnya segar bebas dari eyeliner yang menjadi ciri khas band ini kecuali Kai. Dia sama sekali tidak pernah terlihat menggunakan eyeliner.

“Noona, Mianhae kau menunggu lama”, Luhan memasang wajah kalemnya. “Apa noona bosan? “, Katanya lagi dengan senyumannya.

“Aniyo, gwaencana..aku hanya menunggu sebentar saja sambil menonton tv jadi tidak bosan Lu, ujar Hyemi”.

“Noona mau membantuku di dapur?”, Tanya Luhan dengan aegyonya

“Dengan senang hati”, jawab Hyemi.

Mereka berjalan ke dapur, Hyemi sibuk mengabsen bahan-bahan yang sudah disiapkan Luhan di meja dapur.

“Ya, Kai Ssi kau sedang apa di sana? Apa kau belum mandi”, terdengar suara Luhan sedang berbicara pada Kai yang berada tak jauh dari dapur.

“……”

Hyemi yang mendengar segera teringat, dia baru menyadari bahwa di dekat dapur sebelah kulkas ada meja makan yang tidak begitu terang karena lampunya dimatikan, sejak kapan dia ada di sana?, benak Hyemi. Apakah dia melihatku tadi mi……..

“Aku sedang minum jus hyung, sebentar lagi aku mandi. Aku baru beristirahat di sini 20 menit”, balas Kai.

Hyemi terperanjat, kemudian menoleh ke arah Kai. Dia pasti sudah melihatku minum seperti tadi, batin Hyemi Lemah. Kai berdiri dan menunjukkan smirk-nya ke Hyemi, Kai tahu kalau Hyemi sudah menyadari kelakuannya beberapa menit lalu. “Pabo”, gumam Hyemi pelan.

“mwoya?”, tanya Luhan. Rupanya gumaman Hyemi terdengar oleh Luhan.

“Eoh, Aniya..Eobso..jawab Hyemi cepat.

Luhan dan Hyemi sedang sibuk mempersiapkan makan malam. Sebenarnya Hyemi tidak membantu banyak. Luhanlah yang melakukan semuanya. Hyemi sesekali memuji keahlian Luhan dalam mengolah makanan dengan cepat. Chanyeol yang sudah selesai mandi segera bergabung dengan Luhan dan Hyemi di dapur. Dia tertarik dengan obrolan dan gelak tawa Luhan dan Hyemi di dapur.

“Wah, sudah masak, aku sangat lapar Lu”, kata Chanyeol beragyeo kepada Luhan.

“10 menit lagi”, jawab Luhan sambil mengaduk-aduk masakannya.

“Sebentar lagi Chan”, kata Hyemi sambil tersenyum kepada Chanyeol.

“hey, noona-ya senyummu manis juga”, kata Chanyeol sumringah setelah melihat Hyemi tersenyum menyuruhnya sabar.

“Eoh…?”, Hyemi merasa pipinya memanas dikatai Chanyeol seperti itu. Astaga Hyemi, mengapa kau tersipu dengan rayuan dongsaeng ini.

“Ya, Chanyeol-ah….berhentilah menggoda noona, noona tidak akan tergoda seperti gadis-gadismu. Bawakan ini ke meja makan, perintah Luhan menghentikan chanyeol yang sukses membuat Hyemi malu.

“Cha…semua sudah siap, mari kita makan, teriak Luhan sambil merapikan hasil masakannya di meja makan.

Hyemi duduk di sebelah Luhan, di sisi kiri meja sedang Chanyeol duduk di sebelah kiri Luhan seperti posisi memimpin.
“Kehadiran noona memang membawa berkah, ujar Chanyeol”

“Wae?, Hyemi mengernyitkan dahinya.

“Kami jarang makan bersama di meja ini, aku dan Luhan yang lebih sering makan di sini. Kai akan makan di depan tv, sedang Yun jadwal makannya beda dengan manusia normal, jelas Chanyeol.

“Yun? Tidak normal?”, tanya Hyemi bingung.

“Dia lebih sering makan tengah malam noona, kalau diajak makan malam. Dia akan selalu menjawab “aku belum lapar, kalian saja makan duluan”, kata Luhan menirukan kata-kata Yun.

“Apa malam ini, dia tidak makan dengan kita dan noona, tanya Chanyeol ke Luhan.

“Molla”, jawab Luhan sembari menaikkan bahunya.

Kai keluar dari kamarnya, tampilannya sangat berbeda dari yang biasa Hyemi lihat di kantor. Kai memakai kaos putih polos dan celana jeans biru selutut, dia kelihatan fresh tapi wajahnya masih tetap sama, rada songong, bad boy. Kai menarik bangku persis di depan Hyemi. Dia mendudukkan pantatnya, Luhan dan Chanyeol memandangnya takjub. Baru kali ini mereka bisa duduk bersama di meja makan.

“Wae? Waeyo?”, katanya Kai kepada Luhan dengan wajah dinginnya.

“Ani…Aniyo”, jawab Luhan dan Chanyeol bersamaan. Luhan tersenyum ke arah Chanyeol entah apa yang sedang mereka pikirkan. Hyemi hanya memandangnya sebentar kemudian menunduk, teringat dengan kejadian di dapur. Luhan, Chanyeol dan Hyemi bercerita ringan sembari menunggu Yun, apa ikut makan malam dengan meraka. Sementara itu Kai hanya memperhatikan gerak gerik Hyemi yang salah tingkah duduk d hadapan Kai setelah kejadian memalukan di dapur, kemudian beralih mengutak-atik ponselnya.

C E K L E K

Terdengar suara pintu kamar terbuka, terlihat Yun keluar dari kamarnya yang kebetulan dekat dengan ruang makan. Wajahnya bebas dari Eyeliner, rambut poninya terlihat bebas di keningnya. “Dia benar-benar tampan, bahkan sangat tampan”, batin Hyemi. Hyemi sangat mengagumi Yun sejak melihatnya diinterview majalah, Hyemi memperhatikan mata Yun yang bagus, kulitnya yang gelap, postur tubuhnya yang proporsional, benar-benar tipe ideal Hyemi.

Luhan dan Chanyeol kembali terkagum dengan kehadiran Luhan di meja makan, benar-benar ajaib.

“Apa kau sudah lapar jam segini Yun, tanya Luhan sembari tertawa pelan merasa geli dengan perubahan Kai dan Yun hari ini, mereka berempat untuk pertama kali berada di meja makan.

Yun menarik kursi di sebelah Kai, Dia hanya mendehem sambil tersenyum tipis ke arah Luhan. Diam-diam Hyemi memperhatikan bibir Yun yang seksi mirip sosis, pantas saja fans mereka menyebut Yun dengan sebutan ‘sausage lips’, astaga apa yang aku pikirkan, benak Hyemi kemudian meneguk air di depannya untuk menghilangkan pikirannya tentang bibir Yun.

“Noona, apa kau suka dengan Yun kami?, aku perhatikan sejak Yun keluar dari kamar, noona memandangnya tak henti dengan pandangan kagum, sampai dia duduk di sini, tanya Chanyeol dengan polos, namun cukup membuat manusia yang berada di meja makan memandang Hyemi setelah mendengar pertanyaan Chanyeol, termasuk Kai yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya. Semua mata kini memandang Hyemi, Hyemi terkaget, serasa sedang ketahuan mencuri.

Brurrrrrrr…..seketika air yang berada di mulut Hyemi tersembur keluar mengenai wajah Kai yang tepat duduk di hadapannya. Hyemi terkejut dengan pertanyaan Chanyeol yang sepertinya menyadari perbuatannya yang memperhatikan dan mengagumi Yun.

“Yaaa, Aishhhh….neo nun mwohaneungeoya?, teriak Kai menyadari air semburan Hyemi mengenai wajahnya.

TO BE CONTINUE
CHAPTER 3
Mian kalau Chapter 2-nya kepanjangan, soalnya kalau disatukan ke Chapter 3 agak kurang feel-nya. Dichapter ini belum banyak konflik, tapi akan ada di chapter berikutnya. Mohon tetap setia membaca FF yang aku buat yah. Kamsahamnida*bow*.

27 responses to “[Freelance] Neomu Saranghae Noona Chapter : 2

  1. Kyahahahah…hyemi
    Hyemi bakalan sama siapa thor?
    Sama Kai apa Yun?
    Cerita_y susah ditebak
    Daebak!
    Lanjut thorr jngan lama lama thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s