[Freelance] I Lost My Heart

Cover I lost your Heart

I Lost My Heart
Author : Hayu Gito Martono
Title : I lost My Heart
Main Cast : Kim Hana, Lee Donghae, Cho Kyuhyun
Genre : Romace
Rating : General
Length : Oneshoot
Disclaimer : Pernah aku publish di blog pribadiku hayugitomartono.wordpress.com
Anneyong chingu, kembali lagi dengan ff ku setelah forget you, ini aku buat dari sudut pandangnya Hana saja. Aku berterima kasih dan sangat menghargai bagi kalian yang udah baca sekaligus kasih comment kalian. So enjoy it

 

Happy Reading
Apa kau pernah merasakan yang namanya jatuh cinta? Lalu bagaimanakah rasanya? Pasti sangat membahagiakan. Cinta adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia, yang hanya bisa kau rasakan dan tidak akan pernah kau lihat bentuknya seperti apa. Kau akan tersenyum sendiri saat memandang wajahnya dan akan merindukan sosoknya jika dia menghilang dari jarak pandangmu. Cinta akan semakin membahagiakanmu ketika kau dapat memilikinya. Duniamu akan semakin sempurna saat dia membalas perasaanmu.
Apakah aku harus menyalahkan takdir saat aku tidak bisa mendapatkan cintaku? Lalu apa aku harus memohon pada Tuhan agar dia melihat dan membalas perasaanku? Itu tidak mungkin karena disini akulah yang harus disalahkan. Betapa bodohnya aku mampu memendam perasaanku terlalu lama padanya hingga akhirnya dia pergi bahkan sebelum aku mengutarakan perasaanku.
Aku bertemu dengannya pertama kali di Seoul University tempatku menimba ilmu. Kala itu aku melihatnya di tengah lapangan sedang bermain basket. Wajahnya begitu bersinar dibanding teman-temannya, rambut yang berantakan dan keringat yang menetes dari dahinya tak mengurangi kadar ketampananya. Apakah ini yang dinamakan love at the first sight? Entahlah.
Hari-hariku dipenuhi oleh dirinya, aku akan menyisihkan waktu disela-sela kesibukan kuliahku hanya untuk melihat wajahnya. Rasanya ada yang kurang ketika aku belum melihat wajahnya, aku begitu meridukannya. Rasa ini semakin bertambah besar saat aku mengenal lebih dalam sosoknya, meski hanya dari kabar orang-orang yang mengenalnya. Mengaguminya itulah yang aku lakukan saat itu.
Selama hampir 3 tahun aku memendam rasa ini dan tidak berniat untuk mengatakan padanya. Aku merasa bahagia menjadi pengagum rahasianya walaupun dalam hati aku sangat ingin memilikinya. Aku sempat tidak percaya bahwa dia tidak memiliki yoejachingu. Mungkin karena dia terkenal sangat dingin jika berhubungan dengan makhluk yang namanya wanita. Tidakkah dia sadar sikapnya itu semakin membuatnya di gilai banyak yoeja.
@I lost myheart@
“Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama changi” aku memalingkan wajahku saat sesosok namja sudah duduk disampingku. Kali ini aku akan berpura-pura marajuk.
“Mianhae, aku benar-benar sibuk mengurus berkas-berkas kepindahanku di kantor aboji. Kau masih marah huh?” aku merasakan tubuhku ditarik, dia menyandarkan kepalaku di depan dadanya, tangannya memelukku.
“Kau mau aku membelikanmu ice cream”
“Cih, memangnya aku akan memaafkanmu hanya karena sepotong ice cream yang kau berikan Tuan Lee” aku mendengarnya tertawa lalu aku meletakkan tanganku di pinggang namja bermarga Lee itu, membalas pelukannya. Aku tidak pernah bisa benar-benar marah padanya.
Lee Donghae, itulah nama namja yang sedang dekat denganku saat ini. Aku bertemu dengannya saat kami sama-sama bekerja di Jepang. Dia sangat baik dan sangat mencintaiku, bolehkah aku bangga dengan kenyataan itu. Tapi aku selalu merasa tidak pantas mendapatkan cintanya disaat aku sendiri masih menyisakan nama orang lain dihatiku. Aku belum sepenuhnya benar-benar melupakannya.

“Oppa, apa kau akan kembali ke kantor setelah ini”
Saat ini kami sedang menikmati makan siang bersama di restaurant dekat sekolah tempatku bekerja. Aku bekerja sebagai guru di taman kanak-kanak. Dari dulu aku sangat menyukai anak kecil dan itu membuatku menjadi sekarang ini. Aku tertarik untuk mengenal dan masuk kedalam dunia mereka.
“Ani, aku hanya mengurus kepindahanku saja dan aku baru mulai bekerja di kantor besuk”
Aku menganggukan kepalaku. Ayah Donghae oppa memintanya kembali ke Seoul untuk membantu mengurus perusahaan yang ada di sini. Dan aku? Tentu saja, dia yang memaksaku ikut dengannya kembali ke Seoul. Alasannya karena dia tidak ingin aku jauh darinya.
“Bagaimana hari pertamamu di sekolah itu, apakah menyenangkan?”
“Setidaknya tidak membuatku menyesal telah meninggalkan Jepang”
“Kau tidak akan menyesal kembali kesini changi, aku jamin itu”
“Aku harap begitu”
“Bagaimana kalau hari ini kita bersenang-senang? bukankah dari kemarin kau merengek memintaku menemanimu berkeliling Seoul” mataku bersinar menatapnya dan memberikan senyum termanisku saat mendengar apa yang dia ucapkan.
“Kau memang yang terbaik oppa”
@I lost myheart@
Seharian ini aku menghabiskan waktuku mengelilingi Seoul bersama Donghae oppa. Banyak yang berubah dari kota ini, selama hampir lebih dari empat tahun aku tak pernah ke sini. Aku melihat arloji di pegelangan tanganku, sudah pukul 8 rupanya, ternyata waktu berlalu dengan cepat.
“Oppa, ayo kita pulang” aku menarik Donghae oppa, menyuruhnya berhenti bermain. Kami sudah berada di game center sejak dua jam yang lalu. Dan selama itu pula dia mengacuhkanku.
“Sebentar lagi changi, aku akan segera memenangkannya”
“Terserah” aku berjalan meninggalkannya, aku sudah merasa terlalu lelah hari ini dan ingin cepat pulang ke apartemen beristirahat. Aku melihat Donghae oppa berlari mengejarku, meraih tanganku dan menggenggamnya.
“Kau selalu menang changi”
“Aku tidak menyuruhmu mengejarku” jawabku ketus.
“Mau pulang?” aku berhenti untuk melihat wajahnya dan menganggukan kepalaku. Dia selalu saja bisa meredakan emosiku dan kami berdua kembali berjalan menuju ke mobil.
“Apa kau senang hari ini?”
“Sangat, tapi aku juga tidak menyangka akan selelah ini” Donghae oppa menoleh padaku dan memberikan senyumanya.
“Mulai besuk mungkin aku akan sedikit sibuk dengan pekerjaan di kantor yang baru”
“Aku sudah terbiasa dengan itu, bukankah kau sering melupakanku jika sudah berhubungan dengan kertas-kertas itu sewaktu di Jepang”
“Apa seorang Kim Hana baru saja mengatakan bahwa dia sedang cemburu huh”
“Aku tidak cemburu”
“Ne, kau tidak cemburu tapi kau akan marah-marah karena terlalu merindukanku”
“Oppa!!!!!!!”
Aku memalingkan wajahku ke jendela dan lebih memilih melihat lampu-lampu disepanjang jalan yang aku lalui. Akan lebih baik jika dia tidak melihat wajah merahku. Dia akan semakin menggodaku dan menertawakan wajahku yang seperti kepiting rebus karena malu.
Mobil Donghae oppa berhenti didepan apartemenku. Dia menarik tanganku ketika aku membuka pintu mobilnya. Otomatis aku menoleh kearahnya, Donghae oppa mendekatkan tubuhnya ke arahku, kepalanya perlahan-lahan menjangkau wajahku dan mulai memiringkannya. Aku memejamkan mataku saat benda tak bertulang itu menyentuh bibirku dan perlahan melumatnya. Tanpa aku sadari, aku hanyut dalam ciumannya dan membalas perbuatannya padaku. Aku mendorong tubuhnya saat aku merasa kehabisan oksigen. Donghae oppa menjauhkan wajahnya, tangannya mengusap bibirku membersihkan sisa-sisa ciuman kami.
“Besuk pagi aku akan menjemputmu” Donghae oppa kembali menciumku tapi kali ini di bagian dahiku. Aku tersenyum kearahnya dan segera keluar dari mobilnya.
“Good night oppa” aku membungkukkan punggungku melihatnya melalui jendela mobil dan melambaikan tanganku.
“Good night changi-ya”
@I lost myheart@
Aku membereskan beberapa buku di mejaku dan bergegas untuk pulang. Kegiatan sekolah telah selesai beberapa menit yang lalu dan semua penghuni sekolah sudah dipastikan pulang kerumah masing-masing.
Aku berjalan keluar dan berniat akan naik taksi karena Donghae oppa tidak bisa menjemputku. Aku menajamkan pandanganku saat aku melihat seorang anak kecil yang terlihat sedikit bosan karena terlalu lama menunggu. Aku berjalan menghampirinya dan duduk di samping bocah itu.
“Anneyong, Hyunji-ya, kau sedang menunggu di jemput”
Aku mengenalinya karena Hyunji adalah salah satu muridku. Aku langsung bisa hafal wajahnya meski aku belum lama mengajar di sekolah ini. Hyunji adalah salah satu murid yang pandai di kelasnya.
“Ah, anneyong sonsaengnim” aku tersenyum,dia terdengar kaget saat membalas sapaanku.
“Siapa yang akan menjemputmu Hyunji-ya?”
“Appa sonsaengnim, tadi pagi dia berjanji akan menjemputku, tapi sampai sekarang appa belum datang juga” dia menundukkan wajahnya.
“Tenang, sonsaengnim akan akan menemanimu sampai appamu datang menjemputmu”
“Kamsahamida sonsaengnim, tapi bukankah sonsaengnim juga akan pulang”
“Ne, sonsaengnim akan pulang setelah Hyunji di jemput appa Hyunji. Sonsaengnim tidak mau kalau terjadi apa-apa pada murid sonsaengnim yang cantik ini”
Aku melihatnya tertawa. Entah kenapa aku begitu menyukainya padahal aku tidak pernah membedakan setiap murid-muridku. Tapi ada yang berbeda yang aku rasakan, aku jauh lebih menyayanginya bukan hanya sebagai seorang guru.
Selama menunggu appanya datang, dia bercerita berbagai hal. Tentang kesukaannya terhadap ice cream, appanya yang sering terlambat menjemputnya dan tentang ibunya yang meninggal saat melahirkannya. Aku merasa kasihan saat mendengar ceritanya, dia sudah tidak mempunyai ibu di usianya yang masih kecil.
“Sonsaengnim yakin, eomma Hyunji pasti bahagia di sana karena Hyunji lahir dengan selamat dan tumbuh menjadi gadis secantik ini” aku menciumnya lalu memeluk tubuhnya menyalurkan kasih sayangku padanya.
“Hyunji-ya”
“Appa”
Hyunji melepaskan pelukannya dan menoleh saat dia mendengar suara appanya memanggil namanya. Aku bisa melihat seorang namja memakai kemeja biru dan jas yang berjalan kearah kami aku tak begitu melihat jelas wajahnya. Hyunji melepaskan genggaman tanganku dan berlari menghampiri namja itu.
“Appa kenapa lama sekali, aku sudah bosan menunggu, tapi aku senang karena songsaenim mau menemaniku”
“Jinja, Mian Hyunji-ya, jalanan macet sekali. Jadi Hyunji ditemani songsaenim yang kemarin Hyunji ceritakan” Hyunji menganggukan kepalanya.
“Kalau begitu kajja, appa ingin bertemu dengan songsaenim dan mengucapkan terima kasih karena telah menemani putri appa yang cantik ini”
Aku berjalan mendekati mereka berdua. Aku melihat Hyunji dalam gendongan appanya. Saat jarak kami semakin dekat, aku merasa kakiku sulit digerakkan seakan dunia berhenti sesaat, aku melihat namja yang dulu aku kagumi. Aku bergantian memandang wajah Hyunji dan namja itu bergantian. Apakah nama Hyunji gabungan dari kedua orang tuanya? Tiba-tiba dadaku merasa sesak, kenyataan apalagi yang ada di hadapanku saat ini. Aku menormalkan raut wajahku agar tidak membuat mereka curiga saat sudah sudah didepanku.
“Sonsaengnim, appa datang menjemputku”
“Anneyong hashimika sonsaengnim, aku appanya Hyunji. Cho Kyuhyun imnida”
“Anneyong Kyuhyun-shi, Kim Hana imnida. Aku gurunya Hyunji”
“Terima kasih sonsaengnim mau menemani Hyunji sampai aku datang”
“Tidak usah sungkan Kyuhyun-shi, aku tidak keberatan melakukannya. Aku senang bisa menemaninya”
Aku duduk dibelakang kursi kemudi dan tanganku menghapus air mata yang sejak tadi keluar tanpa seijinku itu. Sesekali supir taksi yang membawaku ke apartemen melirikku lewat cermin yang berada di bagian atas mobilnya. Aku membenci diriku sendiri setelah sekian lama berlalu aku masih belum juga melupakannya. Beberapa saat yang lalu namja itu menawarkan mengantarku pulang sebagai ucapan terima kasihnya karna telah menemani Hyunji, tentu saja aku menolaknya dengan alasan bahwa aku ada keperluan lain.

Flashback on
“ Kau sudah dengar berita tentang Park Jiyoung ?”
“Ne, semua orang di kampus ini sedang membicarakannya. Ck, aku tidak menyangka dia satu-satunya yoeja yang bisa menakhlukan namja dingin itu”
Aku mendengar samar-samar suara dua orang yoeja yang tengah berbisik itu. Aku menggelengkan kepalaku tidak cuma di kelas dan di kantin bahkan di perpustakaanpun masih saja dia menemukan orang bergosip. Aku kembali membaca buku yang ada ditanganku, berkonsentrasi pada deretan tulisan yang ada didalamnya dan sesekali menulisnya di buku catatanku berusaha tidak terganggu dengan kehadiran mereka.
“Setelah sekian lama ternyata seorang Cho Kyuhyun bertekuk lutut dan menyerahkan hatinya hanya pada gadis itu”
“Aku juga kaget dan tidak menyangka. Sebenarnya apa yang telah Jiyoung lakukan sehingga bisa mendapatkannya”
“Itu tidak akan sulit bagi seorang yang bernama Park Jiyoung. Semua namja pasti akan tertarik padanya. Jiyoung adalah gambaran gadis yang sempurna, ia mempunyai semua hal yang dimiliki seorang yoeja hanya orang bodoh yang berani menolaknya”
Deg.
Seketika aku melihat kearah mereka dan apa yang baru saja mereka katakan? Aku sedang tidak mengalami gangguan pendengaran, aku mendengar dengan jelas mereka tadi menyebut nama Kyuhyun. Benarkah Kyuhyun yang mereka bicarakan adalah Cho Kyuhyun, namja itu. Tentu saja bodoh, memangnya ada berapa orang di kampus ini yang bernama Kyuhyun. Ada hubungan apa mereka berdua, benarkah mereka berpacaran? Banyak pertanyaan muncul di otakku. Aku merasakan sesak mendera dibagian dadaku, akan sulit jika terus memaksa berkonsentrasi dengan kondisi seperti ini. Aku segera merapikan buku ku dan bergegas pergi dari perpustakaan kembali kerumah.
Aku segera merendamkan tubuhku di bathtub setiba di rumah. Setidaknya aku bisa merelaxkan anggota badanku. Di saat aku memejamkan mataku bayangan kejadian tadi siang kembali hadir seperti roll film yang sedang di putar menunjukkan kenyataan yang sebenarnya.
Setelah kejadian di perpuatakaan itu aku langsung pergi untuk pulang dan tidak sengaja aku melihatnya. Seorang Cho Kyuhyun yang tengah menjemput seseorang. Namja itu telah lulus setahun yang lalu mana mungkin dia kesini untuk kuliah. Aku melihat yoeja didekatnya, kedua tangannya menggenggam tangan Kyuhyun bergelayut manja. Tuhan inikah cara-Mu menjawab segala pertanyaan yang ada dibenakku? Kenapa begitu sakit mempercayai ini semua?
Flashback end
Aku mencoba membuka kelopak mataku, terlalu banyak mengeluarkan air mata membuatku lelah dan tertidur. Kenapa aku harus kembali melihatnya di saat aku sudah berusaha melupakannya? Kenapa dia harus datang lagi di kehidupanku saat aku mulai menerima kehadiran Donghae oppa di sisiku?
Aku tersadar dari lamunanku ketika suara dering ponselku berbunyi tanda panggilan masuk. Aku melihat sekilas nama yang tertera dilayar dan segera menekan gambar gagang telephone yang berwarna hijau kemudian menjawabnya.
“Yeoboseyo, oppa” terdengar suaraku sedikit parau
“Suaramu kenapa changi, kau sedang sakit?” aku mendengar nada kekhawatiran dari orang seberang sana.
“Aniyo, aku baru saja bangun tidur oppa” aku sedikit berbohong padanya, tidak mungkinkan jika aku berkata habis menangisi namja dimasa laluku itu.
“Jinja, aku senang mendengar kau baik-baik saja”
“Apa ada yang ingin kau bicarakan oppa, tidak biasanya kau menghubungiku saat jam kantor belum selesai”
“Ahh itu, sebenarnya aku mau memberitahumu sesuatu changi. Ak..aku akan berada di China beberapa hari kedepan mengurus salah satu proyekku disana”
“…….” aku menghela nafasku dan tetap diam tidak mengeluarkan suaraku, selalu saja seperti ini.
“Changi, kau masih mendengarkan suaraku kan? Mianhae aku tidak bisa menolak tugas ini karna aku….”
“Berapa hari” aku menyelanya saat dia akan memberitahuan alasannya
“Ne, Ee,…mungkin seminggu, tapi aku akan berusaha agar tak selama itu changi”
“ Aku pegang janjimu Tuan Lee, aku akan benar-benar marah jika kau berani melanggarnya”
“Baik, Nyonya Lee. Aku jamin aku tidak akan meninggalkanmu terlalu lama”
“Nikahi aku dulu jika kau ingin memanggilku seperti itu”
“Arra, aku akan segera melamarmu tanpa kau meminta padaku changi”
Aku meletakkan ponselku setelah Donghae oppa memutuskan sambungan telephonenya. Aku kembali memejamkan mataku, mungkin dengan kembali tidur akan menghilangkan pusing yang terasa di kepalaku. Harusnya Donghae oppa tidak pergi, aku membutuhkan kehadirannya disaat seperti ini, aku ingin dia disampingku menemaniku melewati semua ini.
@I lost myheart@
Aku menjalani setiap hariku dengan tidak mudah. Hampir setiap hari Hyunji memintaku menemaninya menunggu dijemput. Aku tidak kuasa menolak permintaanya, tidak tega melihatnya menunggu sendirian. Menemaninya setelah pulang sudah menjadi rutinitasku beberapa hari ini dan itu otomatis membuatku selalu bertemu dengan namja itu. Hubunganku dengannya menjadi lebih dekat terkadang dia mengantarkanku pulang meski dengan paksaan karna aku akan selalu menolak setiap niat baiknya itu. Aku hanya ingin menjaga hatiku agar tidak kembali goyah dan mengharapkan sesuatu yang aku anggap itu bodoh.
Donghae oppa menepati janjinya, dia langsung menemuiku saat setelah kembali dari China. Malam harinya Donghae oppa mengajakku makan di sebuah restaurant yang bisa kubilang cukup mewah. Aku sedikit heran dengan kelakuannya, meski aku tahu dia memang terkenal sebagai namja yang romantis. Di malam itu juga Donghae oppa juga resmi melamarku, aku menerimanya dengan senang hati. Aku tidak ingin kehilangannya meski hatiku belum benar-benar bisa menghilangkan nama namja itu.

“Kau cantik sekali changi”
“Berhenti oppa, kau akan membuat kita terlambat ke acara itu”
Donghae oppa masih saja memelukku dan sibuk menciumi leher dan pundakku. Aku bisa merasakan nafas hangatnya menerpa bagian tubuhku itu. Aku mencoba mendorong tubuhnya dan melemparkan tatapan tajamku ke arahnya.
Mobil Donghae oppa berhenti disebuah bangunan mewah tempat acara di adakan. Kami keluar dari mobil, aku melihat Donghae oppa yang sedang memberikan kunci mobilnya ke seorang vallet dan bergegas menghampiriku. Aku melingkarkan tanganku dilengan Donghae oppa saat kami mulai memasuki bangunan itu.
Sama seperti acara perusahaan lainnya yang pernah aku hadiri, membuatku sedikit bosan. Aku sempat bertemu dengan orang tua Donghae oppa dan berbincang-bincang dengan mereka. Donghae oppa juga mengenalkanku pada beberapa rekan bisnisnya. Dan saat ini aku sedang menunggu Donghae oppa yang sedang memberikan sambutannya.
“Hana-shi, aku tidak menyangka bertemu denganmu di sini”
“Oh, Kyuhyun-shi”
“Senang bisa bertemu denganmu lagi. Kau datang bersama siapa?”
Aku baru akan menjawab pertanyaannya tapi tiba-tiba Donghae oppa datang dan melingkarkan tangannya dipinggangku. Aku menelan kembali kata-kataku yang sempat akan aku ucapkan.
“Aku mencarimu changi, ternyata kau ada disini. Oh Kyu, selamat atas kerjasama kita, jujur aku senang bisa bekerja sama dengan perusahaanmu”
“Ne, hyung. Aku juga berharap kerja sama kita berhasil”
“Apa kalian sudah saling mengenal?”
“Aku mengenal Hana-shi sebagai guru Hyunji hyung, aku bertemu dengannya di sekolah saat menjemput Hyunji”
“Benarkah, aku senang kalian sudah saling mengenal. Aku beritahu padamu Kyu, Hana adalah calon istriku dan kami berencana menikah tahun depan”
Aku yang sejak tadi memilih diam tiba-tiba tersentak dan melihat ke arah Donghae oppa, sedikit terkejut dengan ucapannya. Entah kenapa aku sedikit tidak suka dia mengenalkanku sebagai calon istrinya didepan Kyuhyun padahal biasanya aku akan tersenyum senang jika dia dengan bangga mengatakan bahwa aku adalah calon istrinya. Aku hanya tidak ingin namja itu tahu aku akan menikah tapi aku sendiri tidak tahu alasan yang mendasari ketidaksukaanku akan pernyataanya itu.
“Oppa, aku ingin segera pulang”
Aku menatap wajah yoeja yang tiba-tiba datang mendekat kami. Dia berdiri disamping Kyuhyun mengaitkan tangannya dilengan Kyuhyun seolah menunjukkan bahwa Kyuhyun itu miliknya, aku benar-benar tidak menyukai pemandangan di hadapanku ini.
“Baiklah, aku akan mengantarmu pulang. Maaf Hyung, sepertinya aku harus segera pulang. Aku berterima kasih telah diundangan ke pesta ini”
“Senang bertemu denganmu Kyu”
Setelah berpamitan Kyuhyun berbalik dan menggenggam tangan yoeja itu, kenapa masih terasa sakit saat kembali melihatnya seperti itu. Tapi kemudian dia menghentikan langkahnya saat Donghae oppa kembali memanggilnya.
“Kyu, apakah dia gadis yang sering kau ceritakan itu?” aku melihat wajahnya ingin tahu jawaban apa yang akan dia ucapkan, dia hanya tersenyum menatap kami.
“Aku permisi Hyung”
@I lost my heart@
Semenjak kejadian di pesta itu, aku tidak pernah lagi melihat Kyuhyun menjemput Hyunji. Kyuhyun akan menyuruh supirnya mengantar pulang Hyunji sampai ke rumahnya. Ada perasaan aneh dalam diriku kenapa aku begitu kecewa saat aku tidak bisa bertemu lagi dengannya. Apa karna dia tahu bahwa aku akan menikah dan itu sebabnya dia menjauhiku? Berhenti berfikir konyol Hana itu tidak mungkin ucapku dalam hati.
Aku keluar dari kantor Donghae oppa setelah memberikan beberapa file yang sempat tertinggal di apartemenku. Aku tidak ingin langsung pulang, kakiku memasuki sebuah cafe bertuliskan coffee shop. Aku memilih duduk didekat jendela, dari sini aku bisa melihat jalanan diluar sana karna kaca jendela yang dibuat transparan.
Sambil menunggu pesananku datang, aku melihat sekeliling tempat ini, bisa dibilang cukup ramai. Aku kembali menajamkan pandanganku saat aku melihatnya. Cho Kyuhyun duduk dengan seorang yoeja didepannya. Aku tidak bisa melihat wajah gadis itu karena dia duduk membelakangiku. Dia menunjukkan senyumnya, apakah dia sebahagia itu? Tapi mataku kembali memanas saat aku melihat makhluk itu mendekatkan wajahnya didepan orang itu. Jantungku kembali berdetak lebih cepat dan aku perlu menghirup udara lebih banyak. Dari sini terlihat dia sedang mencium yoeja yang ada dihadapannya.
Aku segera pergi dari sana setelah membayar minuman yang aku pesan tanpa meminumnya terlebih dahulu. Kejadian seperti dulu terulang kembali dan saat ini rasanya jauh lebih sakit. Dosa apa yang telah aku lakukan di kehidupan sebelumnya, sehingga Tuhan memberiku cobaan seperti ini. Kejadian ini membuatku sadar bahwa aku masih sangat mencintainya.

Aku membereskan pakaianku dan memasukkannya ke dalam koper. Aku sudah mengambil keputusan aku tidak ingin terus seperti ini, aku akan kembali ke Jepang besuk. Dua hari yang lalu aku sudah mengajukan surat pengunduran diriku ke sekolah. Perlu usaha keras untuk membujuk Donghae oppa agar mengijinkanku kembali ke Jepang, dia sangat keras kepala dan tetap menahanku untuk tidak pergi. Terpaksa aku berbohong padanya untuk meyakinkannya.
Akhirnya aku kembali meninggalkan Negara ini dengan alasan yang sama seperti beberapa tahun yang lalu yaitu pergi untuk menjauhinya. Aku kembali kehilangan hatiku karna namja itu telah membawanya sedangkan aku tidak berniat mengambilnya kembali.
THE END
Kyaa, oetteoke? Mianhae dengan typo yang masih banyak ditemukan dimana-mana dan feelnya yang masih gak dapet. Gomawo buat admin yang udah mau publish ff gajeku ini. ^_^ Kamsahamida [ bow ].

9 responses to “[Freelance] I Lost My Heart

  1. ksian bnget hana……

    thor sequel donk….. aq ingin hana bhagia…

    d tnggu ffny yg lain thor,,,, fighting

  2. sequel thor. msa ending.a segitu aja.
    pnsran jg sama cwek yg d bilank sama dong hae. adain kyu POV.a klo boleh. 😀

  3. wow… bagus, bagus! seneng banget bacanya, ga banyak typo koq, thor 😀
    sayang ga happy ending, tapi itu tetep ga mengurangi kadar keindahannya. K3€P WR!T!N9, 4UTH0R`!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s