[Freelance] My PokerFace Namja (Part 1)

mask1

Author : Neliel77 / (@luckyanjels93)
Title : My PokerFace Namja
Genre : Romance, absurd, little bit comedy
Length : Chaptered
Rated : General
Main Cast : Shin Hana (OC)
Jung Taekwoon (Leo VIXX)
Other Cast : Jung Soojung (Krystal f(x))
Shin Soohyun (Soohyun U-KISS)

 

Author’s Note : Tulisan ini hanyalah hasil dari imajinasi otakku yang sedikit absurd. It’s just for fun. Hope you enjoy it !! 😀
Disclaimer : Semua Cast adalah milik Tuhan, orangtua, agensi dan juga kehidupannya. Author hanya memiliki OC dan juga ide cerita yang murni dari pemikiran sendiri.

Summary : “Orang aneh…. heol.”Shin Hana.

PROLOG – First meet, First impression

Ajaran baru telah tiba. Para pelajar mulai memasuki fase baru dalam proses pembelajarannya. Hari adalah hari pertama bagi mahasiswa baru untuk menjalani proses belajarnya. Dan tentu saja hari ini tidak boleh dilewatkan dengan kata terlambat. Tapi, lain halnya dengan gadis ini. Dia masih asik memeluk boneka Rillakuma nya di atas kasur, tenggelam di alam mimpinya.

“Hana-a….Ireona !! Ppalli ireona…apa kau mau terlambat di hari pertamamu ?? Yaaa….Kau tidur atau mati. Yaaa….ireona. Shin Hana !!”Ujar laki-laki itu sambil membangunkan adik perempuan semata wayang nya.

“Euuung….oppa.” Gadis itu menggeliat dan menguap. Dia mengerjapkan mata nya agar kesadarannya pulih. Otak nya mencerna apa yang laki-laki -yang ia panggil Oppa- itu katakan.

“Apa ? Hari pertama ?? terlambat ??”. ia paksa otaknya untuk bekerja dengan benar.

“Omo, jam berapa ini ??” Ia tersadar akan sesuatu. Diliriknya jam di meja belajarnya. Jam menunjukkan pukul 09.15.

“Omo omo….aku terlambat…”dia berlari secepat kilat menuju kamar mandi.

*******

Seorang gadis membuka pintu kelas dengan nafas yang terputus. Ia seperti baru saja lomba marathon. “Maaf Professor….saya terlambat.” Ucap gadis itu keras sembari membungkukkan badannya.

Tak selang berapa lama, terdengar gelak tawa dari seisi ruangan. Perlahan ia menegakkan badannya dan melihat sekitar. Profesor yang mengajar di kelas itu ternyata belum datang. Yang ada hanyalah ia yang jadi tontonan yang ada di kelas itu. Wajahnya memerah. Sungguh, ia merasa benar-benar malu sekarang. Ingin rasa nya menjatuhkan diri dari jurang yang terdalam dan tak muncul selamanya. Dengan menunduk ia berjalan di bangku yang masih kosong di deretan pojok belakang.

“Chogiyo….neo gwaenchana ??” tanya seorang gadis berwajah cantik disampingnya.
Hana mengangguk . “hmmmm…gwaenchana.” jawabnya lesu.

“Jung Soojung imnida, siapa namamu ?” tanya gadis itu lagi. Wajahnya yang cantik menampakkan senyum terindahnya.

“Na Shin Hana imnida. Bangapseumnida.” Hana balas tersenyum pada gadis bermarga Jung itu. Setelah itu dia menunduk lagi memikirkan kejadian yang baru saja sukses mempermalukannya.

“ Yaaa…..apakah aku terlihat bodoh tadi ?? ah…jinja” gumamnya lirih pada dri sendiri. Tapi gadis di sebelahnya masih bisa mendengarnya. Dia terkikik pelan. Sepertinya teman barunya ini sangat menarik.

********

Lelaki berwajah tampan tapi sedikit menyeramkan karena memang sifatnya yang dingin. Dia membawa beberapa buku yang cukup tebal di tangannya. Kaki panjang nya melangkah menuju perpustakaan di kampus nya. Materi kuliah semester ini lumayan berat. Tak heran kalau mengharuskannya mengunjungi perpustakaan lebih sering dari biasanya.

Entah karena tak fokus atau sedang sangat lelah,dia menabrak sesuatu di tikungan. Ada sebuah benda yang menimpanya. Dia tak tahu benda itu apa, kepala nya cukup pusing karena terantuk lantai. Matanya mengerjap menajamkan pandangannya yang sempat kabur.

Manik matanya menangkap wajah yang ada di depan matanya. Seorang gadis berada diatas nya dengan posisi yang bisa dibilang tidak nyaman untuk dilihat. Gadis itu memandangnya tanpa berkedip. Tanpa mengatakan sepatah katapun dia mendorong gadis itu agar dia bisa bangkit. Lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun pada gadis itu.

“Orang aneh…. heol. Ahh…pabo.” Hana memandang kepergian laki-laki tadi.

Tunggu, sebenarnya siapa yang aneh ? Gadis itu merasa bodoh dan juga malu. Dia memukul kepalanya karena menyadari apa yang baru saja terjadi. Seharusnya dia segera minta maaf karena tak sengaja menabrak orang itu. Hei…tapi laki-laki itu juga menabrak nya. Jadi siapa yang salah ?

Dan satu lagi kebodohannya, kenapa dia tak segera bangun tapi malah menikmati wajah laki-laki itu dengan posisi yang err –panas-. Wajah lelaki itu memang tampan. Matanya tak bisa menolak pemandangan itu. Semburat merah muncul di pipinya ketika mengingat kejadian itu. Dia menggeleng-gelengkan kepala nya mencoba mengusir pikiran mesum nya.

“Tidak, tidak boleh Shin Hana…. kau masih terlalu polos untuk memikirkan hal-hal yang berbau dewasa.” Ucapnya meyakinkan diri. Tapi tunggu, sepertinya ada sesuatu yang terlupakan.

“Omo….aku terlambat.” Segera dia bereskan buku-bukunya yang bertebaran di lantai dan berlari agar tak semakin terlambat.

*******

Hari ini adalah hari tersial bagi gadis berkuncir kuda ini. Rasa pegal menjalari seluruh sendinya. Rasanya dia ingin cepat pulang dan berbaring di ranjang nya. Memeluk rillakuma dan hanyut di alam mimpi. Tapi, sepertinya kenyataan berkata lain.

Berawal dari kejadian tadi siang yang membuatnya terlambat untuk bekerja. Dia tak sengaja tertidur saat mengerjakan tugas di perpustakaan. Lalu dia bangun dengan panik dan segera berlari mengejar waktu. Ponsel yang ada di tasnya bergetar terus menandakan ada panggilan masuk, dia mengambil benda kotak itu dari dalam tas dan tanpa sengaja dia menabrak seseorang. Blush, pipinya merona mengingat kejadian itu. Dan sialnya lagi, dia semakin terlambat gara-gara itu. Hasilnya, dia kena hukuman untuk membersihkan kafe seorang diri setelah semua pegawai pulang. Dan jangan lupakan dia juga ketinggalan bus terakhir untuk sampai kerumahnya.

“Sial….”rutuknya. Hana mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya untuk menghubungi oppa nya.

“aigoo…aku lupa mengecasnya.” Satu-satunya harapan gadis itu musnah untuk bisa pulang kerumahnya dengan cepat. Ponselnya mati. Setidaknya dia bisa menghubungi oppa nya untuk menjemputnya kalau saja benda itu tak mati.

“Ahhh….micheoso.” gadis itu menendang kaleng yang ada di hadapan nya. Dan “Pletak…” kaleng itu mendarat mengenai sesuatu.

“Ciiiiiittttt…..”terdengar suara mobil mengerem mendadak. Gadis itu tetap tak bergeming tetap larut dalam dunianya. Sampai ada suara yang menginterupsi langkah kaki kecilnya.

“Yaaa…..kau.” Gadis itu menoleh kearah sumber suara .

“Kau memanggilku ??” tanya nya dengan wajah innocent. Mata gadis itu membulat seperti melihat hantu tatkala dia tahu siapa yang baru saja memanggil. Bukan, Hana sama sekali tak takut pada hantu. Hanya saja seseorang di hadapannya ini lebih menakutkan dari hantu. Lelaki yang membuatnya merasa malu sekaligus bodoh tadi sore.

“Oh tidak…..Shin Hana, kau dalam masalah sekarang. Siapapun, tolong aku…..jebal.” Kata gadis lirih yang hanya bisa di dengar oleh dirinya.

-TBC-

Anyeong….ini FF pertama aku, hehe. Maaf jika typo bertebaran dimana-mana dan diksi nya berantakan. Menurut reader, gimana FF ini ?? apakah ada yang suka ?? Mohon kritik dan saran seikhlasnya agar dapat membuat FF yang bagus dan bisa membuat semuanya terhibur. Gamsahamnida. *DeepBow

12 responses to “[Freelance] My PokerFace Namja (Part 1)

  1. astaga knpa hana bdoh bnget sih…
    bgus thor…..
    cmn ada 1 ksalahan ftal bnget thor….
    ffny trlalu PENDEK

    next chpanya d pnjangin lgi y thor…..
    jngn lma” thor…

    fighting

    • iya,hehe.
      maaf ya kalau terlalu pndek. part slnjt nya nanti aku pnjangin. dtunggu ya,makasih uda komen ^^

  2. Yeeyy akhirnya ada jg ff yg main castnya uri leo ^^
    Pendek thor.. Next chap panjangin yaak.. Fighting!! (•̀_•́)9

  3. Pingback: [Freelance] My PokerFace Namja part 3 (Becareful of your words) | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s