[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 8)

Lusera

DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 8)
Author :: Sangheera
Title :: Devil Beside Me (Chapter 8)
Cast :: Luhan of EXO as Angel, Kris of EXO as Devil, and Sera (OC) as Devil
Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.
Devil’s Line – Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao
Genre :: Romance, Fantasy
Length :: Multi Chapter
Rating :: PG-17
Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…
Note :: Mohon diingat bahwa ini hanya fanFICTION, sekali lagi ini hanya FICTION. FIKSI. Hasil dari khayalan author. Jadi mohon untuk tidak menyangkutpautkannya dengan kepercayaan yang kalian anut ya. It’s just for fun… DISLIKE? DON’T READ!
:: Satu rahasia akhirnya terbongkar ::
-o0o0o0o-

 

You said it was for my own good
Why did you, you’re gone away
Can you come back home?
Don’t leave me at the end of this cold earth and come to me
Put all the pain in the past
I still wait for you like this
(2ne1 – Come Back Home)
:: AUTHOR POV ::
Kris menelusuri wajah Sera dengan jemarinya yang lentik. Ia tak membiarkan seinchi pun paras cantik itu terlewat dari pandangan matanya. Mata Sera yang bulat, dengan iris berwarna gelap dan memiliki binar yang magis. Bulu mata lentik. Kulit wajah yang halus dan lembut tak tercela. Hidung mancung idaman seluruh gadis didunia. Bibir berlekuk indah menggoda yang membuat malaikat pun kehilangan kontrol ketika melihatnya. Seluruh penampakan cantik itu disempurnakan dengan rambut hitam legam yang membingkai wajah kecilnya. Gadis ini benar-benar cantik.
“Kau cantik sekali… sangat cantik hingga membuat jantungku berdebar…”bisik Kris tepat didepan bibir Sera. Pria itu tergoda sekali ingin mencicipi kelembutan bibir Sera. Kecantikan gadis ini membuatnya teringat pada sosok yang pernah ditemuinya dimasa lalu. Sosok yang ia tahu ada didiri Sera.
“Seraphim…”gumam Kris sambil bibirnya terbuka untuk meraup bibir Sera. Kris tidak pernah merasakan gairah ini seumur hidupnya. Tidak ketika ia dilayani oleh ribuan manusia bumi dan tidak juga ketika ia dilayani oleh iblis-iblis bangsawan yang menjadi pelayannya. Sera begitu berbeda. Gadis itu adalah gadis yang telah ia impikan selama ini. Tidak peduli dengan wujud Sera sekarang, tidak peduli dengan kenyataan bahwa sekarang Sera hanyalah ‘produk gagal’. Gadis itu tetap memiliki pesonanya.
Bibir Kris menikmati bibir atas dan bawah Sera bergantian. Kedua tangannya memeluk pinggang gadis itu erat. Tubuh mereka tak berjarak. Sera bahkan telah membalas setiap perlakuan Kris dibibirnya dan mengalungkan tangannya dileher Kris. Jemarinya menyusuri rambut Kris dan menekan kepala pria itu seolah tidak ingin Kris berhenti.
Sera telah jatuh pada pesona Kris yang memabukkan dan dia begitu menikmati cara Kris memuaskan dirinya. Tapi, ciuman lembut Kris membuatnya tiba-tiba teringat oleh ciuman penuh sengatan menyakitkan yang biasa ia terima selama ini. Ciuman pertamanya bersama sesosok malaikat. Ciuman yang sangat kontras ia rasakan daripada ciuman yang diberikan Kris sekarang. Ciuman yang membuatnya rindu. Ciuman yang membuatnya tersadar bahwa tidak seharusnya ia membalas ciuman Kris.
Sekuat tenaga Sera mendorong tubuh Kris. Menciptakan jarak diantaranya dan Kris. Napasnya tersengal. Gadis itu membuang muka, tidak mampu menatap wajah Kris didepannya. Ia merasa rendah karena tenggelam dalam pesona Tuan-nya itu. Padahal baginya hanya Luhan-lah satu-satunya pria dalam hidupnya. Bisa-bisanya ketika Luhan tidak ada, dia malah berciuman dengan pria lain.
“Why? Tadi kau menikmati, kenapa sekarang berubah jual-mahal, honey?”Kris yang tentu saja bisa membaca isi pikiran Sera, tersenyum sinis. “Teringat makhluk sok suci itu lagi?”katanya sambil berusaha menarik Sera kembali kedalam pelukannya.
“Hentikan, Tuan…”mohon Sera sambil berusaha melepaskan diri dan mengelak dari usaha Kris yang ingin menciumnya lagi.
“Kenapa aku harus berhenti? Kau dilahirkan kedunia ini untuk menjadi milikku. Kau adalah pelayanku…”
“Tidak…”batin Sera saat Kris mencengkeram wajahnya dan mengarahkan bibirnya kebibir Sera. Sera tidak ingin dirinya disentuh lagi oleh Kris. Dia merasa Kris tidak berhak untuk itu. Jikalaupun berhak, Sera tidak bisa menerimanya.
Reflek. Sera melayangkan tangannya dan mendarat keras dipipi Kris. Raja kaum iblis itu syok. Ia tak menyangka Sera berani menamparnya. Kemarahan pria itu meluap, dan dengan sekali gerakan tangan, ia balas menampar Sera.
PLAK!!
Keras.
Panas.
Menyakitkan.
“Akh!!”jerit Sera.
Sera tersungkur dan menabrak meja disebelahnya. Pipinya terasa berdenyut. Perih. Tamparan Kris langsung meninggalkan bekas kemerahan dipipi Sera. Seolah belum cukup, Kris menarik Sera bangun dan dengan kasar menyeret gadis itu menuju ke-ranjang. Berteriak pun percuma, karena Kris seolah tuli dan tidak menggubris sama sekali teriakan memelas Sera.
Kris melemparkan gadis itu diatas ranjang dan memerangkap Sera dibawah tubuhnya.
“Tuan… jangan… kumohon…”rintih Sera. Tapi Kris tak peduli. Pria itu terluka harga dirinya karena tamparan Sera dan berniat menghukum gadis itu.
“Kau… benar-benar gadis berani…”ujar Kris sambil tangannya menahan tangan Sera yang berusaha keras mendorong tubuhnya. Sera memekik pelan saat sulur-sulur besi bergerak melilit tangan dan kakinya. Membuatnya tak berkutik. Sedangkan Kris, sekarang tangannya bebas bergerilya menyentuh tubuh Sera. Sera memejamkan matanya erat-erat. Takut dirinya akan terbawa nafsunya lagi. “Kau berhasil membuatku sangat marah, Sera.”
“M-maafkan aku…”bibir Sera bergetar karena rasa takut yang melandanya.
“Sssttt… its allrigt, honey. Aku memang marah, tapi aku janji akan memperlakukanmu dengan lembut,”Kris mengecup kening Sera dan lagi-lagi terpaku pada kecantikan yang dimiliki gadis iblis itu. Seraphim… batinnya. Lagi-lagi memanggil Sera dengan nama Seraphim.
Sera menggigit bibirnya. Otaknya kacau saat Kris mulai mengecupi dan bahkan menghisap leher dan bahunya. Meninggalkan banyak bekas keunguan disana. Kris sungguh memperlakukan Sera dengan lembut. Setiap sentuhannya adalah pemujaan akan kecantikan gadis itu. Kris sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya kali ini. Ada perasaan aneh yang melingkupi dadanya. Ia membenci gadis ini, tapi juga sekaligus ingin memilikinya.
Sera merintih saat Kris menyentuh daerah sensitifnya dari balik gaunnya. Tapi nama yang menggaung dipikirannya bukan nama Kris, melainkan Luhan.
Luhan.
Luhan.
Hanya Luhan.
Setiap sentuhan yang diberikan oleh Kris membuatnya meneriakkan nama Luhan dihatinya. Seolah nama Luhan adalah tetesan air diatas batu, sedikit demi sedikit membuat hati Sera berlubang. Menganga karena rindu.
Kenapa pria itu meninggalkannya? Kenapa pria itu tega membiarkan Sera tinggal sendirian didunia manusia ini? Bukankah Luhan bilang bahwa ia mencintai Sera? Lalu kenapa Luhan pergi? Kenapa Luhan tidak membawanya bersamanya? Apakah Luhan baik-baik saja? Apakah ia juga merindukan Sera seperti Sera merindukannya? Apakah…. apakah… apakah…
Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Sera gila.
Kris menghentikan aktifitasnya. Raut wajahnya nampak tidak senang karena pasti pikiran-pikiran itu terdengar sampai ketelinganya. Saat Kris melihat wajah Sera, pria itu terkejut.
“Memuakkan. Kau membuatku kehilangan selera…”ujar Kris sinis. Ia bergerak bangun dari atas tubuh Sera. Bersamaan dengan itu, sulur-sulur yang mengikat Sera lenyap tak berbekas. Membiarkan Sera yang nampak kebingungan karena Kris yang tiba-tiba saja berhenti.
Sayap ditubuh Kris mengembang. “Aku tidak akan memaksamu pulang. Kalau kau masih punya harga diri setelah ditinggalkan oleh malaikat-mu itu, kembalilah kedunia bawah. Kau terlahir sebagai iblis yang harus melayaniku, jadi jangan banyak tingkah, lakukan saja apa yang menjadi garis nasibmu, gadis bodoh…”
Setelah menyelesaikan kata-katanya, sosok Kris lenyap dari pandangan Sera. Sera masih sangat syok. Selama beberapa menit, dia hanya berdiam diri duduk diatas tempat tidur. Ketika tenaga dan pikirannya mulai berangsur-angsur pulih, Sera membenarkan gaunnya yang berantakan. Ia beranjak dan tanpa sengaja matanya melirik kearah kaca besar yang terpajang didinding. Matanya terpana melihat cairan bening mengalir melintasi pipinya. Berkilau tertimpa lampu ruangan.
”Suatu hari nanti aku harap aku bisa menangis, Luhan. Sepertimu.”
Ah, jadi ini yang membuat Kris kehilangan selera pada Sera. Sera tertawa miris. Harapannya sekarang terkabul. “Jadi ternyata, iblis pun bisa menangis…”
“Aku memiliki kekasih seorang malaikat. Kabur dari dunia bawah dan hidup didunia manusia. Aku mengatakan bahwa mungkin aku mengalami yang namanya jatuh cinta. Dan sekarang aku menangis….”Sera tertawa. Tertawa dengan suara yang bergetar penuh kesedihan. “Aku benar-benar hanya produk gagal memuakkan. Iblis menyedihkan. Memalukan.”
Sera merasa tenggorokannya tercekat. Ia terisak. Ini pengalaman pertamanya menangis, dan ternyata hal ini begitu menyiksanya.
Tiba-tiba lampu diruangan itu padam. Seolah bintang-bintang berpindah dari orbitnya, ribuan benda kecil berkelip-kelip menyerbu masuk kedalam ruangan itu dari berbagai celah. Mirip seperti ribuan kunang-kunang. Sera mendongak. Ia mengusap airmatanya. Matanya memperhatikan benda-benda itu yang sekarang seperti sekompi pasukan sedang berbaris rapi membentuk sebuah formasi diudara.
SERA MAAF KARENA TELAH MENINGGALKANMU.
Sera membulatkan matanya saat mendengar suara Luhan menggema didalam ruangan bersamaan dengan dibentuknya formasi huruf itu. Sejurus kemudian, formasi itu bubar, atau lebih tepatnya bertransformasi keformasi selanjutnya.
AKU TELAH KEMBALI KE DUNIA ATAS, TEMPAT YANG TIDAK BISA KUDATANGI BERSAMAMU.
Lagi-lagi formasi berubah setelah suara Luhan selesai menyuarakan kalimat itu.
MAAF KARENA AKU TIDAK MENGATAKAN PADAMU SEBELUMNYA, SUHO MENJEMPUTKU DAN AKU TIDAK BISA MENOLAK KEINGINANNYA.
AKU TIDAK SANGGUP MENGATAKAN ‘SELAMAT TINGGAL’ PADAMU.
Sera terisak.
AKU MENCINTAIMU, BABY. MAAFKAN AKU.
Benda-benda kecil bercahaya itu berubah kesebuah bentuk yang membuat tangisan Sera semakin keras dan terdengar memilukan. Sosok Luhan.
“Luhannn…”erang Sera frustasi.
Sosok itu mendekat dan melingkupi tubuh Sera dengan sebuah pelukan. Sera membalas pelukan itu dan menangis dibahunya. Tangisnya menjadi begitu pilu saat Sera tidak merasakan sengatan yang seharusnya ia rasakan saat menyentuh Luhan. Sera sadar Luhan tidak ada disampingnya. Sera sadar sosok yang memeluknya ini bukanlah Luhan yang sebenarnya.
Itulah formasi terakhir. Benda-benda bercahaya itu telah menyelesaikan tugasnya dan perlahan terbang melayang. Sedikit demi sedikit sosok Luhan terpecah. Hingga akhirnya ruangan itu kembali senyap dan gelap.
Sera terhenyak. Tubuhnya merosot kelantai. Bibir gadis itu bergetar.
“Aku takut… Tuan Kris datang dan aku takut sekali, Lu… bagaimana bisa kau tega meninggalkanku seperti ini? Aku benar-benar takut. Tidak ada tempat aman untukku. Apa yang harus aku lakukan?? Aku membutuhkanmu. Kembalilah padaku Lu, kembalilah… kumohon…”



Kris duduk disinggasananya. Pria iblis dengan kedudukan tertinggi diantara kaumnya itu nampak sedang tidak senang. Ia sama sekali tidak menggubris rayuan para iblis wanita yang setia mendampinginya diistana. Wajahnya semakin nampak keruh ketika dilihatnya, Tao dan Sehun yang sedang menyeret seseorang menuju kehadapannya. Orang itu memakai pakaian yang robek disana sini, wajahnya masih terlihat tampan, tapi ada luka guratan dipipi kirinya. Tangan dan kaki orang itu terantai, membuatnya berjalan terseok karena harus mengikuti kecepatan langkah Tao dan Sehun.
“Ckckck, apa yang kau lakukan pada tubuhmu, Baek? Penjara itu tidak akan melukaimu jika kau bisa sedikit tenang disana…”ujar Kris dengan tampang prihatin yang dibuat-buat.
Baekhyun hanya menunduk. Biasanya dalam kunjungan normal, ia akan menyembah hormat dan mengawali pembicaraan dengan pujian-pujian pada Kris agar Raja-nya itu senang. Tapi kali ini, tidak ada hal yang ingin ia lakukan untuk Raja-nya itu. Sehun telah menceritakan tentang kunjungan Kris ketempat Sera. Dan Baekhyun sangat tersinggung karena perlakuan kasar Kris pada Sera.
“Seperti yang kau tahu, aku hari ini datang ketempat gadismu berada. Aku terkejut melihat betapa miripnya ia dengan seseorang yang aku kenal…”Kris memandang Baekhyun penuh arti. “Terima kasih karena membuat Sera ada didunia ini.”
Baekhyun mendongakkan kepalanya cepat. Ia terkejut dengan ucapan Kris. Seumur hidupnya baru pertama kali ini ia mendengar kata terimakasih meluncur dari bibir tuannya itu.
“Tapi…”Mata Kris berkilat. Kemarahan tiba-tiba terasa melingkupi diudara sekitarnya. Bergetar dan menekan seluruh makhluk yang ada diruangan itu. “Gadis itu membuatku tidak nyaman. Aku tidak suka dengan perasaan aneh saat dia ada didekatku. Memuakkan. Kau ingat kata-katamu saat pertama kali membawa gadis itu kesini? Kau mengijinkanku membunuhnya jika gadis itu berbuat ulah bukan?”
Baekhyun merasakan lagi aliran ketakutan merambati seluruh tubuhnya. Tapi ia tidak sanggup menyuarakan protesnya. Pengaruh Kris begitu kuat diruangan ini, membuatnya tunduk secara paksa.
“Jika sekali saja Sera bersikap diluar batas, aku pastikan gadis berdarah kotor itu mati dengan panah menembus jantungnya…”
“T-tolong ampuni Sera, tuan…”kata Baekhyun dengan tubuh gemetar. Kakinya terasa lemas. Ia terduduk dengan wajah pusat pasi.
Kris mengeryit tidak suka.
“Aku sudah berkali-kali memberi kesempatan untuk gadis itu, Baek. Termasuk kesempatan istimewa untuk tinggal disini karena kenyataan bahwa ia bukan sepenuhnya seorang iblis. Ada darah manusia didalam dirinya…”
Kris menatap tajam kearah Baekhyun. Sedangkan yang ditatap, tidak sanggup lagi mendongakkan kepalanya dan hanya menatap sedih kebawah.
Cinta membuat seseorang menjadi lemah. Menjijikan. Batin Kris.
“Lihatlah perbuatanmu! Jika saja kau tidak membiarkan dirimu dibutakan oleh cinta pada seorang manusia, Sera tidak perlu terlahir menjadi seorang iblis. Dia tidak perlu menjalani kisah memuakkan ini. Gadis itu mungkin telah memiliki keturunan yang cantik seperti dirinya dan meninggal diusia 80 tahun dengan damai. Sebagai manusia, seperti ibunya…
“Ya benar, semua ini salahmu, Baek. Salahmu hingga gadis penghuni surga seperti Seraphim harus terlahir kembali menjadi seorang makhluk terkutuk seperti kita.”
Baekhyun mengeryit. Seraphim?
Tubuh Kris berpindah secepat kilat kehadapan Baekhyun. Ia merendahkan tubuhnya, menyamakan tingginya dengan Baekhyun yang duduk bersimpuh dilantai. Jemarinya memaksa wajah Baekhyun agar mendongak kearahnya. Mata Sang Raja Iblis itu menatap Baekhyun dengan tatapan melecehkan.
“Seharusnya kau-lah yang kumusnahkan…”desis Sang Raja.
Baekhyun membelalakkan matanya. Tubuhnya menggigil. Jantungnya serasa diremas oleh tangan tak kasat mata yang sedingin es. Membuatnya sesak dan tak mampu bernapas.
“Karena kau-lah yang merusak takdir gadis itu, Baek…”
Bibir Baekhyun bergerak-gerak. “A-apa mak-sud, Tuan?”
Kris menyunggingkan seringainya dan menepuk pelan kepala Baekhyun. “Ini adalah rahasia yang aku simpan bersama dengan Suho dan beberapa malaikat yang mengeksekusi Lucifer didunia atas. Kau tahu? Apa yang menyebabkan Lucifer membangkang dan tidak mau bersujud dihadapan Adam? Pertama karena hasutanku, dan yang kedua adalah karena seorang gadis. Seorang gadis, salah satu dari 9 malaikat pertama yang diciptakan. Seraphim. Rahasia paling menarik ada dibagian ini, Baek. Rahasia bahwa Sera adalah Seraphim. Malaikat yang dicintai oleh Lucifer…”
Mata Baekhyun terbelalak lebar. Omong kosong apa ini?
Kris menyeringai jahat. Puas dengan ekspresi keterkejutan yang nampak diwajah Baekhyun. Pria dihadapannya itu memang tidak tahu apa-apa tentang jatidiri gadis yang selama ini telah ia besarkan. Sungguh ironis sekali.
“Ya. Sera adalah Seraphim…”lanjut Kris. “Malaikat yang memilih dilenyapkan karena tidak sanggup menerima besarnya cinta Lucifer. Kau pasti bertanya-tanya, bagaimana mungkin Sera adalah titisan seorang malaikat? Tidak-tidak, Seraphim tidak seharusnya terlahir kembali sebagai iblis, dia seharusnya terlahir kembali sebagai manusia. Kenapa? Jawabannya mudah, karena Lucifer tidak mau tunduk pada Adam. Bukankah ini menarik jika orang yang dicintai oleh Lucifer ternyata dilahirkan kembali sebagai keturunan Adam?”Kris tergelak.
“Tapi, takdir sepertinya berbelok kearah yang tak terduga. Kau datang, dan merusak segalanya, Baek. Gadis bernama Serafina, manusia yang kau cintai itu, adalah keturunan hawa yang menjadi bakal dari kehidupan baru Seraphim. Dia adalah calon ibu yang akan melahirkan kembali malaikat Seraphim kedunia…”
Baekhyun ternganga.
Kris benar-benar menyerang Baekhyun tanpa ampun dengan menceritakan seluruh kebenaran pada iblis itu. Baekhyun bahkan tidak sempat mencernanya satu-satu. Ia begitu syok. Uh, apa lagi ini? Serafina adalah keturunan hawa yang disiapkan untuk kelahiran kembali Seraphim? Serafina kekasihnya?
“Hentikan semua omong kosong ini, Tuan…”desis Baekhyun.
Kris tertawa terbahak. “Oh, seandainya ini hanya omong kosong, Baek. Pasti akan bagus sekali…”Tawa Kris mendadak lenyap, semendadak itu pula raut wajahnya berubah menjadi dingin tanpa ekspresi. “Kau merusak takdir Seraphim dengan memikat Serafina. Kau menjadikan Seraphim anak seorang iblis karena bercinta dengan Serafina. Jika saja kau tidak datang kedalam kehidupan gadis itu. Jika saja Serafina menikah dengan manusia.Ya, jika itu terjadi, Sera tidak akan berwujud seperti sekarang. Bagaimana mungkin takdir ini bisa begitu kejam, Baek? Sekarang malaikat yang dulunya adalah malaikat paling jelita disurga, berubah menjadi iblis. Benar-benar lelucon yang bagus…”
Oh, hell… Baekhyun sungguh berharap apa yang didengarnya semua hanya bualan. Dia sungguh amat sangat berharap ini semua hanya tipuan Kris. Tapi, sebanyak dia berharap, sebanyak itu pula Baekhyun sadar kalau Kris berkata benar. Semuanya benar-benar masuk akal.
Jadi, itulah mengapa benih Baekhyun bisa tumbuh dirahim makhluk lemah bernama manusia. Hal yang selama ini masih sulit Baekhyun percaya. Ternyata, itu karena rahim Serafina dipersiapkan untuk kelahiran bayi yang agung. Bayi yang merupakan titisan Sang Malaikat Seraphim.
Ya, benar.
Sera adalah putrinya dari hasil hubungannya dengan Serafina, bukan adiknya seperti yang selalu ia katakan pada semua orang selama ini.
Serafina Angelic Fennet, gadis yang ia temui saat Perang Dunia I pecah didunia manusia. Gadis yang seharusnya menjadi Ratu Kerajaan Inggris. Gadis yang membuatnya mabuk dan kehilangan seluruh akalnya karena cinta. Gadis yang begitu berani mempertahankan cintanya tidak peduli bahwa yang ia cintai adalah seorang iblis. Gadis yang rela nyawanya terenggut demi melahirkan seorang bayi cantik buah cintanya dengan Baekhyun.
Serafina.
Gadis yang dipersiapkan sebagai ibu yang melahirkan titisan Seraphim.
“AAAARGGGGHHHH!!!”
Baekhyun berteriak frustasi.
Jadi, jika putrinya menderita selama ini itu berarti adalah salah Baekhyun. Gadis itu—Sera—tidak seharusnya lahir sebagai setengah manusia setengah iblis. Gadis itu tidak seharusnya menjadi sebuah produk gagal. Gadis itu seharusnya tidak hidup bersama ayah yang berpura-pura menjadi kakaknya demi menjaga kehormatan keluarga. Gadis itu juga tidak seharusnya menerima perlakuan buruk ayah Baekhyun yang begitu membencinya karena darah manusia yang mengalir ditubuhnya.
Gadis itu seharusnya bisa jatuh cinta sebanyak yang ia mau.
Tapi, karena salah Baekhyun, Sera terpuruk dalam putaran takdir yang menyedihkan. Malaikat yang terlahir kembali menjadi seorang iblis, sungguh takdir Yang Maha Kuasa terkadang terasa begitu kejam.
Sera adalah Seraphim.



:: SERA POV ::

[B.A.P – 1004 (Angel)]
You’re an angel, who has left me and gone somewhere
I need you
I don’t know how I’m living
After you left me, I’m going crazy

Hitam putih. Monochrome. No happiness.
Aku hanya mengerti satu hal. Menunggu.
Semua fungsi tubuhku berada dititik terendah. Aku kesulitan bernapas setiap harinya, seolah aku memang benar-benar butuh bernapas untuk kelangsungan hidupku. Tidak. Tidak. Aku tidak butuh bernapas, aku hanya butuh Luhan.
Every day, every night
I can’t even sleep
I’m all alone, drinking away, cry
Aku telah lupa bagaimana caranya untuk tidur. Bahkan ketika aku mendengar lullaby yang sering Luhan nyanyikan – Puff the magic dragon – hatiku terasa kebas. Setiap malam aku terjaga, ditemani berbotol-botol vodka atau wine. Membiarkan diriku jatuh dalam pengaruh alkohol. Bahkan dititik terendah kesadaranku pun, aku masih menyebut nama Luhan.
Ditengah hingar bingar manusia disekitarku, aku merasakan lubang kesunyian yang menyesakkan. Seolah aku pengidap Claustrophobia—phobia pada tempat tertutup—semua materi yang ada didunia manusia ini membuatku sesak. Aku merindukan Luhan. Sangat rindu.
I want to find you
Where, where, where am I going?

Setiap hari, aku memunculkan kembali memoriku bersama dengan Luhan. Rumah sakit tempat pertama kami bertemu. Jalan menuju sekolah. Bis warna hijau dan duduk dibangku paling belakang. Koridor sekolah dan ruangan kelas. Tangga dibelakang sekolah. Lapangan basket dan sepakbola. Book Store yang sama yang pernah aku datangi bersama Luhan. Lalu, Namsan Tower…
LUHAN SERA – Forever
Aku tersenyum masam melihat Love Locked yang pernah aku buat dengan Luhan dulu. Aku mengusap-usap permukaannya. Mengingat setiap memori tentang gembok ini. Bagaimana dulu harapanku pernah melambung tinggi ketika memasang gembok ini dipagar Namsan Tower dan membuang kuncinya. Forefer, with Luhan.
Pada akhirnya, semua harapan itu musnah sudah.
Dengan sekali hentakan tanganku, gembok itu terlepas. Rusak. Ya, aku tidak butuh kunci untuk melepas gembok itu, aku hanya butuh sedikit kekuatan. Kekuatan itu pula-lah yang akhirnya membuat Luhan harus pergi meninggalkanku. Seperti hal-nya diriku yang menderita ditinggal sendirian didunia manusia, aku tahu, Luhan juga pasti sedang menderita disana.
Luhan mencintaiku. Sangat mencintaiku.
Ketika dia sampai pada batasnya, ia akan kembali. Ia pasti akan memberontak pada Raja-nya dan kembali padaku. Karena itu, setiap hari, aku menunggu. It’s allright. Aku tahu ini sudah satu minggu sejak Luhan pergi, aku tahu ini sudah terlalu lama. But, its okay… aku hanya harus menunggu sedikit lebih lama lagi kan?
Tapi, bagaimana jika Luhan tak kembali?
Bagaimana jika itu terjadi?
Aku mendesah pelan dan mendongak menatap langit-langit kota Seoul yang diselimuti mendung tebal. Sebentar lagi hujan, aku harus bergegas pulang. Aku berbalik dan menjatuhkan gembok yang sudah hancur karena remasan tanganku itu kelantai. Beberapa manusia menatapku dengan tatapan heran. Orang-orang yang datang kesini, hampir semua adalah pasangan. Mungkin, hanya diriku yang datang ke Namsan sendirian.
Aku mengedarkan tatapanku. Manusia-manusia disini menampakkan ekspresi dan aura yang sama. Bahagia.
Manusia sungguh makhluk yang beruntung.
Ketika aku masuk kedalam lift, saat itu aku melihat pantulan diriku didinding metalic lift. Wajah muram, mata tak bercahaya, lingkaran hitam dibawah mata, kulit pucat kusam, kaos lengan panjang Luhan yang kebesaran ditubuh, rambut acak-acakan… uh, aku nampak semenyedihkan ini? Sepertinya aku harus merapikan rambutku sedikit.
Tanganku terangkat keatas kepala, dan berusaha menyisir rambutku. Rambutku kusut. Berkali-kali jariku tersangkut dan membuat kulit kepalaku tertarik. Sakit. Sakit. Tapi rambutku belum rapi, sekarang malah jadi tambah berantakan. Aku menyisirkan rambutku lebih keras lagi. Mengabaikan beberapa helai rambut yang rontok. Sakit. Tapi hatiku lebih sakit. Ini tidak seberapa. Sungguh ini tidak seberapa.
“Nona… nona… apa yang kau lakukan?”Seseorang berusaha menghentikan tanganku. Tapi aku tidak peduli.
“Rambutku belum rapi, nanti Luhan tidak mau pulang jika melihatku jelek seperti ini…”kataku meracau.
Pria yang berada satu lift denganku itu terus saja berusaha menghentikan tanganku dengan menggenggamnya kuat-kuat. “Tapi, nona, rambutmu banyak yang rontok.”
“Ya!! Chagiya! Biarkan saja dia…”seru seorang perempuan yang sepertinya adalah pacar pria itu. “Orang ini pasti sudah gila.”
Aku terdiam. Tubuhku membeku seketika. Dia bilang apa? Aku gila?
Aku hampir saja menebas kepala perempuan bermulut racun itu saat pintu lift berdenting terbuka dan seseorang meraih lenganku. Menghentikanku yang sedang berkonsentrasi mengeluarkan pedang dari udara kosong.
“Hentikan, gadis bodoh!”
Mataku membeliak ketika melihat siapa orang yang menghentikanku itu.
“Lepaskan tanganku, Chanyeol-a!”hardikku sambil menghentakkan tangan Chanyeol agar terlepas dari lenganku. Tapi bukannya lepas, genggamannya malah semakin ketat. Pria bertubuh tinggi itu terus menarikku keluar dari gedung.
“Gadis itu benar, kau nampak mengerikan, Sera…”
“Yak!!!”geramku. Sahabat kakakku ini selalu membuatku naik darah. Sejak dulu dia sama menyebalkannya seperti Baekhyun. Senang sekali bersikap kasar padaku.
“Lepas!”Kali ini Chanyeol membiarkan tanganku lepas dari genggamannya. Ia menatapku datar. Sementara aku menatapnya dengan tatapan marah dengan mulut penuh sumpah serapah. Aku berbalik. Malas berlama-lama ada didekatnya.
“Karena dirimu, Baekhyun dipenjara oleh Tuan Kris…”Chanyeol berkata tajam, dan sanggup membuat langkahku terhenti.
“Pulanglah Sera. Hentikan sikap konyolmu ini. Malaikat itu tidak akan kembali…”
Aku tersentak. Kata-kata Chanyeol membuatku merasa seperti ditampar. Oh, hell… Selama ini aku selalu berusaha mengingkari kenyataan itu. Bahwa Luhan tidak akan kembali. Mendengarnya dari orang lain membuatku sakit.
“Baekhyun tidak akan mati walaupun dia dipenjara 100 tahun, dia iblis terkuat yang pernah aku lihat…”gumamku. Bohong jika aku tidak cemas dengan kondisi Baekhyun. Bagaimanapun dia adalah orang yang hidup bersamaku selama hidupku. Tapi, sekarang aku sungguh tidak ingin pulang.
“Jangan bersikap egois, Sera!! Baekhyun sekarang benar-benar terpuruk karena dirimu! Kau benar-benar sudah merusak hidupnya. Seharusnya kau tidak usah lahir saja kedunia ini!”Chanyeol menarik pergelangan tanganku kasar dan memaksaku untuk berhadapan dengannya. Matanya menatapku nyalang membuatku bergidik. Tapi kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan terkejut saat melihat lengan kaosku yang melorot sampai kesiku dan memperlihatkan kulit tanganku.
Kulit yang penuh goresan merah mengerikan. Luka yang sengaja kubuat.
“Kau benar-benar sudah gila…”Chanyeol tertawa mengejek. “Gadis rendahan…”
Aku menepis tangannya. Ya, mungkin aku memang sudah gila. Aku begitu merindukan Luhan, sangat merindukannya. Hingga demi mendapatkan rasa sentuhan menyakitkan yang biasa aku dapatkan ketika bersama dengan Luhan, aku menyayat tubuhku sendiri.
Rasa sakit ditubuh lebih baik daripada rasa sakit dihatiku. Kalian boleh memanggilku masochist atau apapun itu. Karena sungguh aku tidak peduli.
“Kau benar-benar mirip dengan Ibumu…”
Aku mengeryit tidak suka dengan ucapannya. “Tau apa kau tentang ibuku!!”hardikku. Aku sendiri saja tidak pernah bertemu dengan perempuan itu. Baekhyun hanya bilang, masa hidup Ibuku habis ketika aku masih kecil, aku tidak terlalu peduli karena aku toh tidak mengingatnya.
“Apa cinta sebegitu berharganya hingga kau rela menderita demi mempertahankannya, eh?”Chanyeol mengalihkan pandangannya dan nampak terpaku pada sesuatu. Aku mengikuti arah pandangnya dan melihat 2 orang manusia yang sedang saling bergandengan tangan mesra sambil menatap pemandangan kota Seoul dari ketinggian. Pria dan wanita itu tertawa-tawa dan nampak bahagia sekali. “Apa bagusnya jika hanya awalnya saja kau bahagia, lalu nantinya berakhir dengan luka seperti ini. Aku benar-benar tidak mengerti.”
“Paling tidak aku tahu bahwa aku pernah dicintai oleh seseorang. Cinta yang benar-benar tulus. Itu hal terpenting bagiku…”
Chanyeol kembali menoleh padaku. Aku balas menatapnya. “Apa artinya jika pada akhirnya kau ditinggalkan?”
“Aku tahu dia tidak berniat meninggalkanku. Jika bisa dia pasti akan kembali padaku…”
Chanyeol mendengus sebal. “Konyol!”
“Aku tidak akan pulang, Chanyeol. Tolong katakan itu pada Baekhyun. Dunia itu benar-benar membuatku menderita. Ya, tidak pernah selama 90 tahun hidupku aku merasa bahagia menjadi seorang iblis dan tinggal didunia bawah. Aku lebih baik mati daripada kembali kesana,”kataku.
Chanyeol nampak terkesiap mendengar kata-kataku. Tapi kemudian, wajahnya berangsur-angsur mengeras. “Apa aku harus menggunakan kekerasan padamu agar kau kembali? Baekhyun akan terus berada dipenjara jika kau tidak kembali!”
Aku menggeleng pelan. “Aku tidak akan pulang…”
Tubuhku terlonjak kebelakang saat tiba-tiba sebilah pedang mengarah kejantungku. Mata Chanyeol berkilat, sama mengkilatnya seperti pedangnya yang bermata dua. Ungu gelap dengan asap yang keluar dari bilahnya yang sangat tajam.
“Kalau begitu aku hanya harus membunuhmu kan? Dengan begitu masalah ini selesai dan Baekhyun akan dikeluarkan dari penjara…”
Sudut-sudut bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman. Entah kenapa sebilah pedang yang siap membenam dan mengoyak jantungku itu sama sekali tidak membuatku takut.
“Lakukan saja jika itu maumu, Chan…”
Chanyeol menggeram marah dan memajukan pedangnya. Aku mengeryit saat ujung pedang itu menembus kulit. Darah kental kehitaman merembes membasahi kaos yang kupakai. Sakit.
Tapi ini jauh lebih baik daripada sakit dihatiku.
“Kau benar-benar makhluk menjijikkan, Sera!”Pedang Chanyeol tiba-tiba memudar menjadi serpihan dan menghilang. Pria itu—entah mengapa urung membunuhku dan memilih melenyapkan pedangnya.
Aku hanya berdiri diam. Menyaksikan pemandangan ganjil dihadapanku dimana Chanyeol yang nampak bingung dan putus asa.
“Aku tidak sanggup membunuhmu.”Chanyeol menggeleng pelan. “Kau satu-satunya hal berharga baginya. Bagaimana mungkin kau bilang kalau kau menderita selama berada didunia bawah, Sera? Baekhyun membawamu ketempat itu adalah demi melindungimu. Kau akan lebih menderita jika dibiarkan tinggal didunia manusia…”
Keningku mengeryit. “Apa maksudmu, Chan?”
Chanyeol menatapku. Sebelum akhirnya mengucapkan sesuatu yang akan kusesali pernah kudengar dalam hidupku. “Kau selalu berbeda, Sera. Produk gagal. Apa kau tahu alasan dibalik julukanmu itu? Sungguh alasan yang sangat sederhana… karena kau bukan murni seorang iblis.”
Dunia seolah berjalan lebih lambat disekitarku. Mendadak semua terasa hening. Aku menatap Chanyeol seolah pria didepanku ini sudah tidak waras. Aku? Bukan murni seorang iblis??
“Jangan bercanda, Chanyeol! Ini sama sekali tidak lucu!”
Chanyeol menelengkan kepalanya, wajahnya datar tanpa ekspresi. “Apa aku nampak sedang bercanda sekarang. Aku tahu kau pasti tak percaya, tapi itu kenyataannya, Sera…”
Amarah menguasai diriku. Saat sadar tanganku sudah mencengkeram kuat kerah kemeja hitam yang Chanyeol pakai. Pria kurang ajar!! Bisa-bisanya dia menghinaku seperti ini. Aku berpuluh-puluh tahun hidup didunia para iblis, memiliki wajah rupawan seorang iblis kelas atas, memiliki kemampuan tertinggi, aku bahkan punya wewenang untuk mencabut nyawa manusia-manusia yang dijadwalkan mati. Bagaimana bisa Chanyeol bilang aku hanya setengah iblis?! Lalu apa setengah lagi dari diriku, eh?
“Kau setengah manusia, Sera…”Chanyeol berkata pelan.
Tubuhku terhuyung kebelakang.



To be continued…

Preview :: Chapter 9
“Lalu dimana Seraphim dan Lucifer sekarang?”
“Aku mencintaimu, Baekhyun.”
“Bagaimana mungkin ada darah makhluk rendah sepertinya ditubuhku? Konyol.”
“Ka-kau pembunuh. A-apa yang kau inginkan dariku?”
“BAWA AKU KEDUNIA ATAS SEKARANG JUGA!!!!”

Hayooo siapa yg tebakannya bener angkat tangan!!!!
Aku harap kalian lum bosen nungguin kelanjutannya Lu-Sera yay… Masih ada rahasia lain yg belum kebongkar kan? Untuk chapter ini aku kasih preview untuk chapter mendatang. Mohon tunggu postnya yaaa…
Jangan lupa RCL, readerdeulll~!!!

273 responses to “[Freelance] DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 8)

  1. Wah, , author,,, q bner” ga bisa berhenti baca,, dr chaptr 1 mpe 8 ini ,, wah makin bkin pnasaran..

    Saya pndatang baru. , tp sangat tertarik dari lusera-wild boy ,,, bangga lgi bisa nemuin yg sama serunya ,,,

  2. Well… Ternyata seperti itu ._.
    Lalu gmna kelanjutan nya ya klo gni? Ok fiks ak ke next chap dlu ya thor~ fighting~

  3. Jd akhirnya sera dikasih tau yaa.. Haha tebakanku selama ini salah semuaa xD lol. Gpp lah, pada akhirnya tau kan :v hehe kren min imajinasinyaa;)

  4. kudu ngulang komen gegara internet lagi gak mendukung u,u

    tebakanku bener min:33 *hihi bangga
    ingin cepat” next chap.
    makin seru ceritanyaaa, tapi kurang greget kalo luhan ngilang gitu aja 😦
    semoga baekhyun bahagia ya thor/?

    fighting kak sangheera 🙂

  5. Tentang finabaek benar. Tapi yang sera cucu serafim salah hahaha.
    Welah jan emang luhan nggak bisa lihat apa yang terjadi sama sera di dunia.
    Hell yah. . Luhan balik lah

  6. ya ampun kasian seraaa kasian juga sma baekhyunnn ga tegaaa disiksa gtu sama krisss
    kesel bnget pengen nabok si kris
    akhirnya sera tau juga kalo dia setengah manusia setengah iblis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s