[Freelance] THE ONE I LOVE ( Part 1 )

The One I Love

THE ONE I LOVE ( Part 1 )
( One ) : You And I
“Kau dan Aku dipertemukan dalam sebuah takdir Tuhan, oleh karena itu aku percaya suatu saat nanti Kau dan Aku juga akan dipersatukan dalam sebuah takdir Tuhan “.

Author : Apri Dwi Jayanti
Main Cast : Cho Kyuhyun
Choi Hyesun
Park Jihyun
Support Cast : Lee Daehyun
Cho Yeung Hwan
Kim Hana
Shin Hyunsoo
Genre : Romance-Sad, Hurt.
Rating : PG 15
Length : Series
Visit My Blog http://placestoryblog.wordpress.com/ or My FB Apri Dwii Jayanti to read other Story 
This Story is Mine….Please Don’t Copy the story and Give me Comment and Like .Happy Reading ^^ 
********The One I Love**********

 


Cho Family’s House, at 07.30 A.M KST
“Cho Kyuhyun bangun…..Yak palli bangun”. Kegaduhan itu terdenegar jelas dari dalam sebuah kamar besar milik seorang pria yang kini masih terlelap dalam tidurnya. Pria itu Cho Kyuhyun tidak memperdulikan teriakan-teriakan yang sebenarnya sudah ia dengar sejak 15 menit yang lalu tapi rasa kantuk dimatanya membuatnya mengabaikan teriakan seorang gadis yang kini tengah meyilangkan kedua tangannya kesal didepan dada. “Oh jadi kau tidak mau bangun Oppa?baiklah kalau begitu aku pergi ke kampus naik bus saja”. Ucapnya yang sontak langsung membuat Kyuhyun membuka matanya dan terduduk dikasur dengan tatapan mata mendelik ke arah gadis yang kini tengah menyembunyikan senyum kemenangannya.
“Kau melakukan itu, aku akan membuang koleksi dvd dramamu Choi Hyesun”. Ujar Kyuhyun tegas yang membuat gadis berusia 22 tahun itu menghampiri Kyuhyun lalu duduk disamping pria itu.
“Oleh karena itu, cepat bersiap-siap dan antarkan aku ke kampus oke?”. Hyesun menunjukkan senyum polosnya yang membuat Kyuhyun langsung mengacak rambut gadis itu gemas. Hyesun mengerucutkan bibirnya karena Kyuhyun merusak tatanan rambutnya tapi hal itu malah membuat Kyuhyun mencubit hidung gadis itu yang membuatnya memekik kesal. “Yak, kau pikir hidungku ini tambang eoh?kau tarik seenaknya saja”. Kyuhyun hanya tertawa menganggapi omelan Hyesun yang sudah biasa ia dengar disetiap ia membuka matanya dipagi hari.
“Aku bersiap-siap sebentar, dan kau….turun sana dan sarapan. Awas saja kalau kau tidak sarapan”. Kyuhyun mengancam gadis itu lalu berjalan masuk menuju kamar mandi yang ada dikamarnya. Setelah pintu kamar mandi itu tertutup, Hyesun beranjak dari ranjang Kyuhyun lalu keluar dari kamar pria itu dengan senyum manis yang mengembang diwajahnya.
*******
Cho Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan pakaian kantor yang sudah melekat rapi di tubuhnya. Pria tampan berusia 27 tahun itu berjalan menuruni anak tangga yang ada dirumah mewahnya sambil memakai jam tangan silver dipergelangan tangan kanannya. Setelah mencapai anak tangga yang terakhir langkah kakinya tertuju pada ruang makan yang terdengar ramai karena suara Hyesun yang sepertinya sedang menceritakan sesuatu yang seru pada kedua orang tuanya. Choi Hyesun, gadis yang sudah dikenal Kyuhyun sejak gadis itu masih bayi oh atau bahkan sejak gadis itu terlahir keduia ini. Saat itu kedua orang tua Kyuhyun dan kedua orang tua Hyesun adalah sahabat baik yang membuat Kyuhyun dan Cho Ahra, kakak kandungnya juga ikut mengenal baik keluarga Choi itu. Saat usia Kyuhyun 5 tahun, Hyesun lahir kedunia ini yang membuat Kyuhyun sangat senang karena ia menganggap Hyesun adalah adik perempuan yang saat itu sangat ia inginkan. Hyesun tumbuh besar bersama Kyuhyun, kapanpun dan dimanapun Kyuhyun selalu ada disamping Hyesun yang membuat gadis itu akhirnya terbiasa bergantung kepada Kyuhyun. Dan hal itu dilakukan Kyuhyun dengan senang hati, berada disamping gadis itu dan selalu melindungi gadis itu menurutnya adalah sebuah kewajiban yang harus ia lakukan. Apalagi saat ibu Hyesun meninggal dunia 10 tahun silam membuat Kyuhyun semakin lebih extra dalam menjaga gadis itu karena ibu Hyesun sudah menitipkan Hyesun kepadanya. Hingga akhirnya saat mereka sudah beranjak dewasa kebiasaan-kebiasaan saling bersama itu masih berlanjut, apalagi sekarang Hyesun tinggal dengan keluarga Cho karena ayahnya berada diluar negeri untuk mengurus perusahaannya yang ada di London membuat gadis itu semakin dekat dan menempel saja dengan seorang Cho Kyuhyun.
“Pagi…..”. Kyuhyun tersenyum menyapa kedua orang tuanya yang sudah menikmati sarapan mereka lalu duduk disamping Hyesun dengan tangan yang kembali mengacak rambut gadis itu.
“Aishh yak, Oppa suka sekali mengacak rambutku”. Hyesun menggembungkan pipinya kesal yang membuat Kim Hana, ibu Kyuhyun tersenyum dengan gelengan kepala melihat tingkah putra dan gadis yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri itu. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya cuek dengan smirk diwajahnya lalu mengambil cangkir kopi dihadapannya dan meminumnya pelan.
“Kau hari ini ada meeting dengan klien dari Jepan, bukan?”. Tanya Cho Yeung Hwan setelah meminum kopinya.
“Ne Appa, rencananya nanti pukul 10 aku akan meeting dengan mereka”. Tuan Cho menganggukan kepalanya mendengar jawaban dari putranya itu. Kyuhyun kembali meminum kopinya lalu mengambil roti yang sudah diolesi selai oleh ibunya.
“Umm Eomma, Appa bolehkah hari ini aku datang ke acara seminar?”. Tanya Hyesun hati-hati yang membuat Tuan Cho dan Nyonya Cho kini menatapnya. Sejak kecil Hyesun memang sudah terbiasa memanggil kedua orang tua Kyuhyun seperti itu karena kedua orang tua Kyuhyun yang menyuruhnya untuk memanggil Eomma dan Appa kepada mereka.
“Tidak…..”. Hyesun menolehkan kepalanya saat Kyuhyun berkata tegas yang membuatnya jadi tak bersemangat.
“Arra”. Ucap Hyesun lirih lalu kembali memakan sarapannya dengan lesu. Padahal ia sangat ingin menghadiri acara seminar yang akan membahas tentang bisnis itu tapi apa daya jika Kyuhyun sudah bilang tidak, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena mau membantahnya pun pasti pada akhirnya ia akan kalah dan menuruti perintah Kyuhyun itu.
“Kau boleh pergi Hyesun-ah”. Ucap Tuan Cho yang membuat Hyesun langsung mendongakkan kepalanya dan menatap pria paruh baya itu dengan tatapan berbinar.
“Jeongmal Appa?”.
“Appa tapi….”. Kyuhyun menghentikan ucapannya saat ayahnya menatapnya dan menyuruhnya untuk diam. Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya lalu melihat wajah Hyesun yang sudah sangat senang itu.
“Iya tapi Hyesun harus janji….. kau tidak boleh terlalu lelah oke?dan setelah acaranya selesai kau harus menelfon Kyuhyun untuk menjemputmu, arraseo”.
“Arraseo Appa”. Hyesun mengangguk pasti. Hyesun tersenyum manis lalu kembali melanjutkan sarapannya yang membuat Hana dan Yeung Hwan ikut tersenyum dan begitu juga dengan Kyuhyun, walaupun ia tidak suka saat ayahnya mengijinkan gadis itu tapi saat melihat gadis itu tersenyum senang seperti itu membuat bibirnya ikut tertarik membentuk sebuah senyuman.
*******
“Ingat pesan Appa tadi, dan kalau terjadi sesuatu segera hubungi aku. Arraseo”. Ucap Kyuhyun memperingatkan Hyesun kembali. Hyesun mengangguk paham sambil memasukkan buku yang ia baca tadi kedalam tas. Sekarang mereka sudah berada di depan Kyunghee University, tempat Hyesun kuliah. Setelah sarapan tadi Kyuhyun langsung mengantar gadis itu ke kampus, rutinitas yang selalu ia lakukan sebelum ia berangkat ke kantornya dan akan kembali ke universitas itu disore hari untuk menjemput gadis itu.
“Aku masuk ya Oppa”. Hyesun melepas sabuk pengaman yang ia kenakan lalu mencium kilat pipi Kyuhyun dan setelah itu keluar dari mobil Lamborghini milik Kyuhyun dengan tas yang tersampir dibahu kanannya dan beberapa buku kuliah yang ada dikedua tangannya. Kyuhyun menurunkan kaca mobilnya yang membuat Hyesun menundukkan kepalanya lalu tersenyum kepada Kyuhyun. “Oppa hati-hati”.
“Ummm, aku pergi”. Kyuhyun tersenyum lalu menutup kembali kaca mobilnya dan mengendarai mobilnya keluar dari area Kyunghee University. Hyesun mendekap buku-buku yang ia bawa lalu berjalan memasuki gedung kampusnya tapi seseorang dari arah belakangannya sepertinya tidak memperhatikan jalan sehingga membuatnya menabrak Hyesun dan membuat buku-buku yang Hyesun bawa terjatuh ketanah.
“Maaf..maafkan aku Aghas…..”. Seorang gadis yang menabrak Hyesun tadi mendongakkan kepalanya dan langsung menghentikan perkataannya saat melihat orang yang ia tabrak ternyata adalah seorang Choi Hyesun, seniornya yang ia ketahui sangat populer di kampus ini dan juga anak dari salah satu pemegang saham dikampus ini. “Maafkan aku Sunbaenim”. Gadis itu berjongkok lalu membereskan buku-buku Hyesun yang terjatuh membuat Hyesun tersenyum lalu ikut berjongkok dan merapikan buku-bukunya.
“Gwenchana….ummm sepertinya kau terlihat buru-buru sekali”. Tanya Hyesun lalu menerima buku yang diberikan oleh gadis itu.
“Ne Sunbaenim karena aku ada….Oh astaga maaf Sunbaenim sebentar lagi aku ada quiz sekali lagi maafkan aku”. Gadis itu berdiri lalu membungkukan tubuhnya sekilas dan kembali berlari membuat Hyesun menatap kepergian gadis itu dengan bingung. Hyesun mengangkat kedua bahunya lalu kembali melanjutkan langkah kakinya menuju gedung Fakultas Bisnis yang sudah ditempatinya selama 3 tahun belajar di Universitas itu.
Hyesun berjalan anggun menuju kelasnya yang membuat tatapan para laki-laki yang berada disepanjang koridor Fakultas Bisnis memandangnya penuh kagum dan tak biasa. Memang sejak gadis itu pertama kali masuk Kyunghee University, ia sudah menjadi incaran banyak pria yang satu angkatan dengannya maupun junior dan seniornya di kampus. Tapi Hyesun tidak pernah menanggapi puluhan pernyataan cinta yang selalu ia terima dari laki-laki dikampusnya belum lagi sikap over protektif Kyuhyun yang selalu menyeleksi secara detail siapa laki-laki yang boleh dekat dengan gadis itu terkadang membuat beberapa pria sudah memilih mundur terlebih dulu sebelum mendekati gadis itu. Choi Hyesun yang cantik, modis, kaya, dan juga anak salah satu pemegang saham di Universitas itu tentu saja siapa yang tidak ingin dekat dan bahkan ingin menjadi kekasihnya?tapi sayangnya hati gadis itu sejak dulu hingga sekarang sudah menetapkan satu nama yang membuatnya tidak memerlukan nama lain.
*********
Hyesun menatap hujan yang turun dengan deras dihadapannya dengan tatapan bingung. Kelasnya telah usai setengah jam yang lalu dan sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dan ia masih berdiri di kampusnya untuk menunggu hujan berhenti padahal ia harus segera menuju tempat seminar yang akan dimulai satu jam lagi. Tapi bodohnya ia tidak memperkirakan cuaca yang akan terjadi hari ini sehingga ia tidak membawa payung untuk berjaga-jaga jika hujan turun. Hyesun menghela nafasnya lalu melihat jam tangannya yang sudah ia lakukan beberapa kali.
“Jadi sampai kapan aku harus berada disini?”. Gumam Hyesun dengan lesu. Terbesit dipikirannya untuk menerobos hujan itu hingga ia mendapatkan taksi dihalte depan tapi jika nanti Kyuhyun tahu ia pasti akan diceramahi habis-habissan oleh pria itu. Kyuhyun dan kedua orang tuanya memang sangat over protektif kepadanya yang membuatnya terkadang bosan jika diperlakukan berlebihan seperti itu terus.
“Sunbaenim sedang ada keperluan lain?”. Sebuah suara disampingnya berhasil membuat Hyesun menolehkan kepalanya dan menemukan gadis yang menabraknya tadi pagi kini berdiri disampingnya.
“Aku yang menabrak Sunbaenim tadi pagi, sekali lagi aku minta maaf Sunbaenim”. Ucap gadis itu diselingi dengan senyuman yang membuat eyes smilenya juga ikut terlihat.
“Eoh?Gwenchana aku juga tadi pagi tidak memperhatikan jalan. Ne aku harus pergi kesuatu tempat tapi hujannya belum mau berhenti jadi aku tidak mungkin menerobosnya hingga halte depan”.
“Ah kalau begitu pakai payungku saja, hitung-hitung sebagai tanda permintaan maafku karena sudah menabrak Sunbaenim tadi pagi”. Gadis itu tersenyum lalu mengambil payung dari dalam tasnya dan memberikannya kepada Hyesun.
“Apa tidak apa-apa eoh?lalu bagaimana denganmu?”.
“Aku?umm kebetulan aku masih harus berada dikampus karena ada tugas yang harus aku selesaikan. Jadi kemungkinan nanti pada saat aku akan pulang hujan sudah berhenti jadi Sunbaenim pakai saja payungku”. Hyesun menerima dengan ragu-ragu payung yang dipinjamkan oleh gadis itu.
“Namamu siapa?”. Tanya Hyesun karena sejak tadi ia belum mengetahui nama gadis cantik disebelahnya itu.
“Aku, Park Jihyun”.
“Ah Jihyun…ummm kalau begitu terimakasih atas pinjaman payung ini. Aku akan mengembalikannya besok”. Hyesun tersenyum yang dibalas dengan anggukkan oleh gadis bernama Jihyun itu. “Aku duluan ne. Annyeong Jihyun-ah”. Hyesun membuka payung itu lalu ia berjalan dengan payung yang menutupi tubuhnya menuju halte didepan kampus.
********
Cho Empire Corp’s Building, at 05.00 P.M KST.
Cho Kyuhyun, pria tampan itu masih sibuk membaca laporan keuangan perusahaannya dibalik kaca mata baca yang bertengger dihidung mancungnya. Punggung yang ia sandarkan pada sandaran kursi kebesarannya dan kemeja putih yang sudah ia gulung lengannya hingga siku membuat kadar ketampanan CEO muda perusahaan terkenal itu semakin bertambah. Beberapa kali pegawai perempuan yang membutuhkan tanda tangannya dibuat terkagum-kagum dengan ketampanan dari direktur mereka itu dan berharap mungkin saja CEO tampan itu akan suka pada salah satu dari mereka yang membuat para perempuan itu tentunya akan menjadi perempuan yang paling beruntung. Bagaimana tidak, seorang Cho Kyuhyun yang tampan, pintar, dan kaya serta terkenal dikalangan pebisnis muda sudah pasti akan sangat membanggakan jika bisa bersanding menjadi perempuan yang sangat dicintai oleh pria itu.
Drrrttt…Drrrtttt. Getaran dari Iphone milik Kyuhyun membuat pria itu menghentikan pekerjaannya lalu mengambil ponsel itu. Setelah melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, Kyuhyun menerima panggilan masuk itu lalu menempelkan benda berbentuk persegi panjang itu ketelinga kananya.
“Oppa sudah pulang?”. Kyuhyun mendengus pelan mendengar kata-kata to the point dari Hyesun. Gadis itu memang tidak pernah mengucapkan salam atau apapun terlebih dulu jika menelfon Kyuhyun.
“Aishh tidak bisakah kau menyapaku dulu?”.
“Terlalu lama Oppa, aku sudah selesai mengikuti acara seminarnya. Oppa bisa menjemputku?kalau bisa cepat karena aku merasa……”.
“Kau kenapa?Kau tidak apa-apa?Arra aku akan segera kesana. Kau cari tempat duduk untuk beristirahat dulu oke”. Kyuhyun langsung mematikan sambungan telfon itu dan tidak memberi kesempatan Hyesun untuk melanjutkan kata-katanya. Dengan cepat pria itu menyambar kunci mobilnya dan melepas kaca mata bacanya lalu berlari keluar dari ruangannya.
“Aku pulang terlebih dulu Nana-ssi, jika nanti Sungmin Hyung memberikan laporan suruh dia letakkan di ruanganku”. Ucap Kyuhyun cepat pada sekretarsinya lalu kembali berlari yang membuat beberapa pegawainya bingung melihat direktur mereka yang terburu-buru.
Kyuhyun masuk kedalam Lamborghini miliknya dan langsung menyalakan mobil itu lalu mengendarainya dengan kecepatan penuh menuju tempat Hyesun yang sedang menunggunya. Kemampuan menyetir Kyuhyun memang tidak buruk dan hal itu membuatnya bisa mengendarai mobilnya dengan selamat walaupun ia harus menyalip beberapa mobil dengan kecepatan yang cukup mengerikan. 20 menit kemudian ia telah sampai di depan gedung yang menjadi tempat pergelaran seminar yang sangat ingin dihadiri oleh Hyesun tadi pagi. Kyuhyun memakirkan mobilnya asal lalu keluar dari mobil dengan terburu-buru dan langsung berlari menuju Hyesun yang tengah duduk di bangku yang ada didepan gedung itu.
“Gwenchana?”. Kyuhyun memegang pundak Hyesun lalu membantu gadis itu untuk berdiri. Hyesun tersenyum kecil lalu menggelengkan kepalanya pelan, ia merasa kepalanya pusing saat akan keluar dari gedung itu yang membuatnya segera menelfon Kyuhyun karena gadis itu sudah sangat ingin mengistirahatkan tubuhnya yang entah mengapa sangat lelah padahal ia tidak melakukan aktivitas yang melelahkan. Kyuhyun menatap khawatir Hyesun lalu memegang tangan gadis itu yang nampak basah dan jika sudah seperti itu Kyuhyun sudah sangat tahu penyebab gadis itu hingga seperti ini.
“Keras kepala, tadi bukankah aku sudah bilang untuk tidak kelelahan eoh. Ayo sekarang kita pulang”. Kyuhyun merangkul pundak Hyesun lalu membawa gadis itu menuju mobilnya terparkir tadi.
***********
Kyuhyun membopong tubuh Hyesun menuju kamarnya diikuti oleh Kim Hana yang berjalan dibelakang putranya dengan wajah khawatir. Hana membuka pintu kamar Hyesun yang membuat Kyuhyun memasuki kamar itu lalu meletakkan tubuh lemas gadis itu diatas ranjangnya. Hana berjalan menuju meja disamping ranjang Hyesun lalu membuka kotak kecil berwarna putih dan mengambil satu buah kapsul lalu memberikannya kepada Hyesun dengan segelas air yang selalu tersedia dikamar gadis itu. Kyuhyun membantu Hyesun mengangkat kepalanya lalu Hyesun meminum kapsul itu dan air yang diberikan oleh Hana. Setelah terminum Kyuhyun kembali merebahkan kepala Hyesun pada bantal lalu mengusap rambut gadis itu dengan pelan.
“Besok jadwalmu tranfusi darah jadi besok kau tidak usah masuk kuliah”. Ucap Kyuhyun membenarkan selimut yang menutupi tubuh Hyesun.
“Tapi besok aku ada…..”.
“Tidak ada penolakan, sekarang kau istirahat. Eomma aku pergi kekamarku sebentar”. Ucap Kyuhyun beranjak dari ranjang Hyesun lalu berjalan keluar dari kamar Hyesun dengan tatapan mata yang sulit diartikan. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa Kyuhyun sangat ingin melindungi gadis itu dan sangat over protektif kepadanya karena Hyesun mempunyai sebuah kekurangan dibalik semua kelebihan yang gadis itu miliki……
*******TBC*******
Terimakasih untuk Admin yang sudah mau Publish FFnya….Ini FF series pertama aku semoga readers semua suka dan maaf apabila ada Typo yang bertebaran. Sekali lagi terimakasih banyak 

8 responses to “[Freelance] THE ONE I LOVE ( Part 1 )

  1. hyesun skit ap????
    yg d hti hyesun it syp??? cho kyuhyun kah???

    pnasaran…..
    next chapny jngn lma” thor…

    fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s