[Freelance] THE ONE I LOVE ( Part 2 )

The One I Love

THE ONE I LOVE ( Part 2 )

( Two ) : Our Meeting
“ Ada perasaan aneh saat mata ini bertemu pandang dengan matamu. Pertemuan pertama ini, mengapa aku merasa sangat menyenangkan?”.

Author : Apri Dwi Jayanti
Main Cast : Cho Kyuhyun
Choi Hyesun
Park Jihyun
Support Cast : Lee Daehyun
Cho Yeung Hwan
Kim Hana
Shin Hyunsoo
Genre : Romance-Sad, Hurt.
Rating : PG 15
Duration : Series
Visit My Blog http://placestoryblog.wordpress.com/ or My FB Apri Dwii Jayanti to read other Story 
This Story is Mine….Please Don’t Copy the story and Give me Comment and Like .Happy Reading ^^ 

********The One I Love*********

 

Seoul Hospital, at 09.00 A.M KST.
Thalasemia, sebuah penyakit yang merupakan salah satu jenis anemia hemolitik dan merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal atau lebih singkatnya adalah sebuah penyakit kelainan darah bawaan. Penyakit itulah yang diderita oleh Hyesun sejak ia lahir kedunia ini, membuat gadis itu selalu bergantung terhadap obat-obatan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan medis untuk menjaga kondisi tubuhnya dan untuk menopang kehidupannya. Kyuhyun menghela nafas beratnya dan pandangannya kembali melihat pintu didepannya yang belum terbuka sejak ia mengantarkan Hyesun untuk melakukan transfursi darah rutin setengah jam yang lalu. Gadis itu memang terlihat biasa saja dari luar dan terlihat selalu bahagia saja tapi dibalik wajah cerianya itu ia menyimpan banyak beban dan kesakitan yang harus ia tanggung saat ia harus melewati disepanjang usianya dengan transfursi darah dan cuci darah yang selalu ia lakukan. Dan Kyuhyun hanya bisa menyemangati disaat gadis itu ingin menyerah dengan penyakitnya dan menjadi orang yang selalu ada saat gadis itu butuh serta menjaga dan melindungi Hyesun semampunya agar gadis itu tetap menjalani hidup dengan senyuman karena Kyuhyun selalu berkata jika gadis itu tidak sendirian, masih banyak orang-orang yang selalu mendukungnya dan berada disampingnya.
Pintu berwarna putih itu terbuka membuat Kyuhyun beranjak dari posisi duduknya dan berjalan menghampiri pria paruh baya yang selama ini sudah menjadi dokter yang menangani Hyesun.
“Aku rasa gadis itu semakin hari semakin cerewet saja, kau tahu aku seperti sedang menjadi tempat curhatnya tadi”. Gurau Dokter yang bernama Lee Hyunwoo saat mengingat bagaimana cerewetnya pasiennya tadi. Sepanjang ia melakukan transfursi darah, Hyesun terus berbicara tentang kuliahnya dan teman-teman kampusnya yang membuat ia dan suster tertawa saat ada cerita lucu yang disampaikan oleh gadis itu.
“Aku bahkan sudah menjadi tempat sampah curhatannya Uisanim, jika dirumah cerewetnya lebih parah”. Ucap Kyuhyun yang membuat Dokter Lee itu tertawa.
“Baiklah kalau begitu, aku duluan Kyuhyun-ah”. Ucap Dokter Lee menepuk pundak Kyuhyun yang membuat Kyuhyun membungkukan tubuhnya sekilas. Setelah Dokter Lee pergi, Kyuhyun membuka pintu berwarna putih itu lalu masuk kedalam ruangan yang berbau dengan obat-obatan itu. Kyuhyun mengembangkan senyumnya lalu membungkukkan tubuhnya saat seorang suster tersenyum kepadanya lalu keluar dari ruangan.
“Aku sudah selesai kan?”. Tanya Hyesun yang membuat Kyuhyun menghampiri gadis itu yang kini sudah dalam posisis duduk diranjang.
“Iya, dan sekarang ayo kita pulang. Kau harus istrirahat seelah ini”. Ucap Kyuhyun lalu membantu Hyesun untuk turun dari ranjang rumah sakit itu.
“Tapi aku ingin ke kampus sebentar Oppa”. Kyuhyun mengerutkan keningnya dan menatap Hyesun seolah bertanya ‘untuk apa?’. “Aku harus mengembalikan payung yang kupinjam pada juniorku kemarin. Aku sudah janji kepadanya”.
“Besok-besok saja, aku yakin dia mempunyai payung lebih dari satu jadi…..”.
“Tapi aku sudah janji, bukankah janji itu harus ditepati”. Rengek Hyesun yang membuat Kyuhyun menghela nafasnya lalu menganggukkan kepalanya terpaksa.
“Oke”. Jika Hyesun sudah berkeinginan mau tidak mau Kyuhyun harus menuruti keinginan gadis itu karena jika tidak Hyesun pasti akan langsung menunjukkan aksi mendiamkan dirinya selama beberapa hari.
**********
Hyesun menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan dengan harapan ia menemukan sosok Jihyun ditengah-tengah mahasiswa dan mahasiswi jurusan Bisnis yang ada di Fakultas Bisnis itu. Sejak ia sampai dikampus tadi Hyesun langsung menuju Fakultas Bisnis yang membuat Kyuhyun mau tidak mau harus mengikuti gadis itu karena kondisi gadis itu yang masih terlihat cukup lemah. Sepanjang Hyesun dan Kyuhyun berjalan menyusuri koridor Fakultas itu, banyak pasang mata yang menatap mereka dengan tatapan kagum dan takjub. Oh siapa yang tidak mengenal Hyesun, hampir seluruh penghuni Kyunghee University tahu tentang kepopuleran yang dimiliki oleh mahasiswi cantik itu dan satu lagi Cho Kyuhyun, mungkin beberapa angkatan
baru kampus itu tidak mengetahuinya tapi tidak dengan orang-orang yang dahulunya pernah menjadi junior Kyuhyun pasti mereka sangat mengetahui kepopuleran dan kekayaannya saat pria itu masih menjadi mahasiswa di Kyunghee University.
“JIHYUN-AH….”. Teriak Hyesun saat melihat orang yang dicarinya sejak tadi baru saja keluar dari perpustakaan kampus dengan buku bisnis yang ada ditangannya. Jihyun menghentikan langkah kakinya lalu berbalik badan dan sedikit bingung saat melihat Hyesun berlari kearahnya dengan senyum cantik yang merekah dibibir gadis itu.
“Annyeong Sunbaenim”. Jihyun buru-buru membungkukkan tubuhnya saat Hyesun sudah berada dihadapannya membuat gadis yang membawa payung itu terkekeh kecil melihat sikap juniornya itu.
“Aishh biasa saja, ah aku ingin mengembalikan ini. Gomawo”. Hyesun memberikan payung Jihyun yang diterima oleh Jihyun dengan senyum indahnya.
“Sama-sama Sunbaenim”. Jihyun kembali tersenyum yang membuat mata indahnya itu membentuk eyes smile dan hal itu tanpa mereka sadari membuat Cho Kyuhyun yang berada dibelakang Hyesun merasa terpaku sejenak. Jihyun mengalihkan pandangannya dan kini tatapannya teralih pada Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Jihyun mengalihkan pandangannya ke Hyesun kembali yang membuat Hyesun sadar bahwa ada Kyuhyun dibelakangnya.
“Ah kenalkan ini Kyuhyun Oppa, dia dulu pernah kuliah di kampus ini juga”.
“Annyeong Haseyo Sunbaenim”. Jihyun membungkukan tubuhnya sekilas lalu menatap Kyuhyun yang menganggukan pelan kepalanya. “Aku Park Jihyun, senang bisa bertemu denganmu”. Ucap Jihyun sopan dengan senyum yang lagi-lagi membuat Kyuhyun terpaku saat mata gadis itu membentuk eyes smile yang membuatnya semakin cantik. Cantik?Kyuhyun buru-buru langsung mengalihkan pandangannya dan menggelangkan kepalanya pelan saat pikiran itu terlintas diotaknya.
“Sudah selesai Hye?kalau sudah ayo kita pulang”. Kyuhyun menatap Hyesun yang membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal.
“Jihyun-ah, aku pulang ne?sampai berjumpa besok”. Hyesun tersenyum kepada Jihyun lalu melingkarkan tangannya dilengan Kyuhyun. “Kajja..”. Hyesun menarik lengan Kyuhyun yang membuat pria itu berjalan mengikuti Hyesun namun saat beberapa langkah Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang dan melihat Jihyun yang masih menatap mereka. Kyuhyun menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman yang dibalas ragu-ragu oleh Jihyun dan setelah melihat senyuman gadis itu Kyuhyun kembali menatap lurus kedepan dan mengikuti langkah kaki Hyesun yang berjalan dengan mengapit lengannya itu.
Hyesun masuk kedalam mobil Lamborghini Kyuhyun setelah pria itu membukakan pintu untuknya. Setelah Hyesun masuk, Kyuhyun menutup pintu mobilnya lalu berlari menuju pintu mobil yang satunya dan masuk kedalam mobil mewah itu. Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya dan tak lama mobil berwarna hitam mengkilap itu berjalan keluar dari area kampus. Kyuhyun mengetuk-ngetukkan tangannya ringan pada kemudi mobilnya dan tatapannya sesekali memperhatikan Hyesun yang tengah membaca lanjutan novel yang dibacanya kemarin.
“Ummm…..tadi itu, juniormu?”. Tanya Kyuhyun yang dibalas dengan anggukan oleh Hyesun. “Bagaimana kau bisa mengenalnya?”. Tanya Kyuhyun kembali dan menolehkan kepalanya melihat Hyesun yang masih fokus membaca novelnya.
“Dia tidak sengaja menabrakku saat aku berjalan dan kedua kalinya dia meminjamkanku payungnya saat hujan deras dan saat itu aku sedang buru-buru untuk datang ke acara seminar jadi aku menerima pinjaman payungnya itu”. Ucap Hyesun dengan tatapan mata yang masih tertuju pada novel yang ia baca.
“Oh..”. Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu kembali fokus memperhatikan jalan didepannya walaupun sebenarnya pikirannya tidak benar-benar fokus karena bayangan wajah Jihyun saat tersenyum tadi entah mengapa kini terngiang dikepalanya.
***********
Cho Family’s House, at 09.00 P.M KST.
Kyuhyun’s Office Room,
Kyuhyun mempelajari berkas-berkas yang akan digunakannya untuk rapat besok dengan tatapan serius, namun sedetik kemudian ia menutup map berisikan berkas-berkas itu dengan frustasi saat bayangan Jihyun kembali terlintas dibenaknya. Kyuhyun menggeram frustasi, ini sudah yang kesekian kalinya sejak ia bertemu gadis itu dan melihat senyumannya entah mengapa bayangannya sangat sulit sekali untuk dilupakan. Bahkan otaknya seperti langsung menyimpan bagaimana wajah Jihyun saat tersenyum cantik tadi dan itu membuat Kyuhyun benar-benar bingung dan frustasi karena pekerjaannya dari tadi siang hingga saat ini tidak ada yang beres dan itu semua karena seorang Park Jihyun.
“Sial, Cho Kyuhyun apa yang sedang terjadi pada dirimu hah”. Gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri lalu mengacak rambutnya dan menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya. Pria itu memejamkan matanya dengan tangan kanananya yang ia gunakan untuk memijat pelan keningnya tapi sialnya bayangan Jihyun malah semakin jelas terlihat yang membuat Kyuhyun frustasi karena kini hatinya terasa berdesir saat wajah cantik gadis itu terlihat dalam benaknya.
“Park Jihyun……”.
*********
“Tumben Oppa sudah bangun?”. Hyesun melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. “Setengah tujuh?Wow tumben sekali”. Hyesun menatap Kyuhyun bingung pagi ini melihat Kyuhyun yang sudah berada dimeja makan dengan pakaian kantor rapi padahal biasanya pria itu harus dibangunkan terlebih dahulu. “Oppa tidak sedang sakit kan?”. Hyesun menyentuhkan telapak tangan kananya dikening Kyuhyun yang membuat pria itu mendelik kesal.
“Oh jadi kau ingin aku tidur lagi?oke dengan senang hati aku akan tidur lagi, lagi pula jam kantorku masih dua jam lagi dan aku tidak perduli jika kau berangkat kesingan ke kampus”. Ucap Kyuhyun cuek lalu meminum segelas air putih yang ada dihadapannya. Pria itu juga tidak tahu kenapa ia mendadak jadi rajin bangun pagi seperti ini, yang ada dipikirannya hanya ingin segera mengantar Hyesun kekampus dengan harapan mungkin ia bisa melihat Jihyun juga. Kyuhyun benar-benar merutuki diri sendiri karena entah mengapa kini nama Jihyun selalu saja berputar-putar dalam otaknya yang membuatnya benar-benar frustasi.
“Oh kau sudah bangun Kyuhyun-ah, tumben sekali”. Kim Hana keluar dari dapur dengan nampan berisikan dua piring nasi goreng lalu meletakkannya dimeja.
“Aishh Eomma….”.
“Eomma, Appa kemana eoh?”. Tanya Hyesun yang membuat Kyuhyun kini juga ikut menatap Eommanya. Ia baru sadar jika Appanya tidak terlihat dimeja makan, biasanya Appanya itu adalah orang nomor satu yang sudah berada dimeja makan ini.
“Appa tadi pagi sudah berangkat, ada orang dari Australi yang ingin bertemu dengannya dan kata Appa tempat pertemuan mereka juga lumayan jauh jadi Appa berangkat pagi-pagi sekali”. Jelas Hana yang membuat Kyuhyun dan Hyesun menganggukkan kepalanya. “Yasudah cepat sarapan….”.
**********
“Oppa aku masuk ne?”. Kyuhyun menganggukkan kepalanya lalu melihat Hyesun yang berjalan memasuki kampus. Setelah sampai didepan kampus Hyesun tadi Kyuhyun ikut keluar dari mobilnya dengan harapan apa yang ingin dilihatnya bisa dilihatnya hari ini. Kyuhyun mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ingin ia lihat diantara para mahasiswi yang ada didepan Universitas itu. Helaan nafas kecewa keluar dari Kyuhyun saat onyx matanya tidak dapat menemukan sosok yang ia cari.
“Cho Kyuhyun, kau mulai gila rupanya”. Umpat Kyuhyun pada dirinya sendiri. Pria itu berjalan menuju pintu mobilnya dengan mata yang masih menatap satu persatu orang yang akan masuk kedalam gedung kampus itu, berharap bisa melihat sosok Jihyun sebelum ia meninggalkan area kampus. Kyuhyun membuka pintu mobilnya lalu duduk dibalik kemudi dengan perasaan kecewa dan tak lama ia mulai menghidupkan mesin mobilnya lalu melesat meninggalkan area kampus.
Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, mengingat waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi dan masih ada waktu satu setengah jam lagi sebelum ia menghadiri meeting nanti diperusahaannya. Kyuhyun menatap fokus jalanan yang cukup ramai didepannya dengan sesekali melihat ke kanan kirinya yang mungkin saja ada objek menarik yang bisa menarik perhatiannya. Kyuhyun menolehkan kepalanya kekiri dan sedetik kemudian ia langsung menepikan mobilnya dan memberhentikan mobilnya saat retina matanya menangkap sosok yang ia kenali. Kyuhyun melihat dari kaca spionnya dan perlahan memundurkan mobil mewahnya hingga berhenti didepan sebuah halte yang membuat beberapa orang yang ada dihalte memandang bingung dengan mobil mewah yang berhenti didepan mereka itu. Kyuhyun menurunkan kaca mobilnya yang membuat beberapa perempuan memekik saat melihat pemilik mobil itu adalah seorang pria tampan.
“Jihyun-ssi?”. Panggil Kyuhyun dari dalam mobil yang membuat orang yang dipanggil namanya itu mendongakan kepalanya. Jihyun membulatkan matanya melihat Kyuhyun yang tersenyum dari dalam mobilnya. Jihyun menatap bingung Kyuhyun lalu perlahan mendekat ke mobil Kyuhyun untuk menyapa pria yang ditemuinya kemarin itu.
“Sunbaenim?A..annyeong”. Jihyun menyapa sopan Kyuhyun. Walaupun ia belum masuk Kyunghee saat Kyuhyun masih berkuliah dulu tapi bagaimanapun Kyuhyun adalah seniornya karena pria itu pernah berkuliah ditempat yang sama dengannya.
“Kau sedang menunggu bus?”. Jihyun menganggukan kepalanya yang membuat Kyuhyun kembali tersenyum. “Mau aku antar?”. Tanya Kyuhyun yang membuat Jihyun membulatkan matanya terkejut.
“Aniyo Sunbaenim, terima kasih tapi aku akan menunggu bus saja”. Jihyun menolak halus tawaran Kyuhyun. Ia merasa baru mengenal Kyuhyun jadi ia tidak enak jika harus mengiyakan tawaran Kyuhyun walaupun kenyataannya saat ini sedang sangat terburu-buru dan membutuhkan kendaraan yang cepat untuk bisa mengantarkannya ke tempat kerjanya.
“Begitu ya?tapi sepertinya busnya masih lama, memangnya kau tidak sedang terburu-buru?”. Tanya Kyuhyun kembali.
“Sebenarnya aku sedang terburu-buru tapi……”.
“Kalau begitu kajja, masuklah. Kau tidak ingin terlambat bukan?”. Kyuhyun tersenyum dengan harapan Jihyun kali ini akan menerima tawarannya. Jihyun menatap Kyuhyun ragu-ragu lalu melihat jam tangan dipergelangan tangan kirinya.
“Apa tidak merepotkan Sunbaenim?”.
“Tidak, masuklah”. Dengan ragu-ragu Jihyun memasuki mobil mewah itu yang membuat Kyuhyun melonjak senang didalam hatinya. Kyuhyun melihat Jihyun yang tengah memasang sabuk pengaman.
“Sudah siap?”. Jihyun menganggukkan kepalanya dan tak lama mobil mewah itu kembali melaju membelah jalanan kota yang sudah semakin ramai itu.
*********
Jihyun memegang ujung sabuk pengaman yang ia gunakan dengan perasaan bingung. Ia bingung harus berbicara apa kepada Kyuhyun yang terlihat fokus dibalik kemudinya menatap jalanan didepannya. Jihyun menyelipkan rambutnya yang tergerai kebelakang telinganya lalu menolehkan kepalanya dan menatap Kyuhyun ragu-ragu.
“Sunbaenim, terimakasih”. Ucap Jihyun memecah keheningan yang selama beberapa menit terjadi diantara mereka.
“Kita bahkan belum sampai ditempat tujuanmu tapi kau sudah mengucapkan terimakasih”. Kyuhyun tersenyum hangat dan entah mengapa Jihyun merasa terpaku dan jantungnya berdebar saat melihat senyum Kyuhyun dijarak yang lebih dekat. Tampan, satu kata yang terlintas dipikiran Jihyun saat ini. “Umm…memangnya kau ingin pergi kemana?”. Tanya Kyuhyun yang membuat Jihyun tersadar dari lamunannya.
“Aku..aku akan ke tempat kerjaku Sunbaenim”.
“Tempat kerja?”. Kyuhyun menatap Jihyun bingung. “Kau bekerja?Memangnya kau tidak kuliah hari ini?”. Tanya Kyuhyun lalu kembali memperhatikan jalanan didepannya.
“Ne aku bekerja paruh waktu disela-sela kuliahku. Hari ini aku tidak sedang ada jadwal kuliah”. Jawab Jihyun yang membuat Kyuhyun tak percaya dengan apa yang didengarnya.
“Memangnya berapa usiamu?”
“20 tahun Sunbaenim”. Kyuhyun lagi-lagi dibuat tercengang. Gadis berusia 20 tahun disampingnya itu bisa membagi waktu antara padatnya jadwal kuliah dan bekerja. “Wah kau hebat sekali eoh?sekarang ini sangat sulit menemukan gadis yang mau bekerja disela-sela kuliahnya. Kebanyakan mereka malah memilih untuk menghambur-hamburkan uang orang tuanya”. Ucap Kyuhyun yang membuat Jihyun tersenyum miris. Jika bukan karena keadaan mungkin Jihyun juga akan lebih memilih untuk menikmati masa mudanya, berkuliah, bemain bersama teman, pergi kesuatu tempat dan mengerjakan tugas bersama teman-temannya tapi rasanya itu semua sangat mustahil untuk dilakukannya sekarang.
“Mungkin jika kedua orang tuaku masih ada, aku tidak akan melakukan ini…”.
“Memangnya kedua orang tuamu kemana?”. Tanya Kyuhyun santai yang membuat Jihyun menatap pria itu dengan sendu. Kyuyun yang menyadari itu hanya bisa merutuki dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia ingin tahu seperti itu disaat ia dan Jihyun baru mengenal.
“Maaf, aku tidak bermaksud untuk ingin tahu dan….”.
“Orang tuaku sudah lama meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas”. Ujar Jihyun lirih yang membuat Kyuhyun kembali merutuki dirinya sendiri.
“Maaf……”.
“Aniyo gwenchana Sunbaenim, tidak perlu meminta maaf kau tidak salah”. Jihyun berusaha tersenyum ceria yang membuat Kyuhyun menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan. “Ah tempat kerjaku didepan sana Sunbaenim”. Ucap Jihyun yang membuat Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan sebuah restaurant sederhana. Kyuhyun menatap restaurant itu lalu pandangannya terlaih pada Jihyun yang sudah melepas sabuk pengamannya.
“Kau bekerja disini?”.
“Ne,aku bekerja sebagai waitress disini. Ah Sunbaenim mian sepertinya aku sudah terlambat. Sekali lagi terimakasih untuk tumpangannya dan hati-hati dijalan Sunbaenim”. Jihyun tersenyum lalu keluar dari mobil Kyuhyun dan menutup pintu itu kembali sebelum akhirnya berlari memasuki restaurant itu. Kyuhyun masih menatap punggung Jihyun hingga akhirnya siluet gadis itu hilang saat ia sudah masuk kedalam restaurant.
“Aku tidak menyangka jika kau menyimpan beban yang berat Jihyun-ah……”.
*********
Kyunghee University, at 08.00 A.M KST.
“Kau menyebalkan Oppa, aishh seharusnya kau membangunkan aku jadi aku tidak perlu kesiangan seperti ini”. Hyesun merapikan tatanan rambutnya yang masih berantakan karena tadi ia buru-buru dan tidak sempat merapikan rambut sepundaknya saat dirumah. Bahkan dimobil pun gadis itu sibuk membaca buku kuliahnya karena nanti siang ia akan ada quiz.
“Kau sudah cantik nona Choi”. Kyuhyun membantu Hyesun merapikan rambutnya. Pria itu ingin sekali tertawa saat melihat bagaimana kelimpungannya Hyesun tadi dirumah saat ia bangun kesiangan. “Sudah rapi”. Kyuhyun mencubit pelan hidung Hyesun yang membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya.
“JIHYUN-AH….”. Teriak Hyesun membuat Jihyun yang akan memasuki gedung kampus menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan. Gadis cantik yang hari ini mengikat rambutnya itu tersenyum kepada Hyesun yang melambaikan tangannya lalu berjalan mendekati Hyesun.
“Annyeong Sunbaenim..”. Jihyun tersenyum kepada Hyesun lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun yang juga tengah tersenyum kepadanya. “Annyeong Kyuhyun Sunbaenim”.
“Jihyun-ah kajja kita masuk bersama”. Jihyun menganggukkan kepalanya yang membuat Hyesun mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun. “Oppa aku masuk ne, ah ya jangan lupa nanti menjemputku sekitar jam 4 sore karena ada tugas yang harus aku kerjakan bersama teman-temanku”.
“Arra, ingat jangan terlalu lelah oke?”. Hyesun menangguk patuh lalu mencium kilat pipi Hyesun yang membuat Kyuhyun terdiam untuk beberapa saat. Kyuhyun memperhatikan Jihyun yang menatap terkejut kejadian barusan namun dengan cepat gadis itu merubah ekspresi wajahnya dan langsung membungkukan tubuhnya sekilas saat Hyesun menarik tangannya dan berjalan meninggalkan Kyuhyun yang masih menatap punggung mereka. Entah mengapa kini ada rasa khawatir saat melihat Jihyun menyaksikan Hyesun mencium pipinya tadi padahal hal itu adalah hal yang sudah sering Hyesun lakukan kepadanya.
*********
Jihyun meletakkan mangkuk buburnya dimeja lalu duduk dihadapan Hyesun yang sedang meniup-niup bubur yang terlihat masih panas itu. Tadi Hyesun memaksanya untuk menemaninya sarapan dikantin kampus dan kebetulan ia juga belum sarapan dan juga kelasnya baru akan mulai satu jam lagi jadi Jihyun menyanggupi ajakan gadis cantik dihadapannya itu. Jihyun memakan buburnya pelan lalu ia menatap Hyesun ragu-ragu, banyak sekali hal yang ingin ia tanyakan pada Hyesun tapi Jihyun mengurungkan niatnya dan memilih untuk menyantap buburnya.
“Kau tahu aku tidak sempat sarapan tadi karena Kyuhyun Oppa tidak membangunkanku yang mebuatku akhirnya kesiangan”. Ucap Hyesun yang membuat Jihyun membulatkan matanya. Kyuhyun Sunbaenim tidak membangunkannya?, apa jangan-jangan…..
“Sunbaenim tinggal satu rumah dengan Kyuhyun Sunbaenim?”. Tanya Jihyun hati-hati takut pertanyaannya membuat Hyesun berpikiran ia sangat ingin tahu urusan orang lain.
“Heumm, aku sudah tinggal dengan Kyuhyun Oppa dan kedua orang tuanya sejak aku usia 15 tahun. Sejak ibuku meninggal dan ayahku sibuk mengurusi perusahaannya di Lonodn aku tinggal dengan mereka karena kedua orang tuaku dan orang tua Kyuhyun Oppa sudah bersahabat lama”. Ujar Hyesun yang membuat Jihyun menganggukkan kepalanya.
“Pantas saja Sunbaenim sangat dekat dengan Kyuhyun Sunbaenim”.
“Itu semua karena sejak lahir orang tuaku sudah mendekatkan aku dengannya”. Hyesun meminum air mineral lalu kembali memakan buburnya. Jihyun menatap Hyesun, entah mengapa ada perasaan tak nyaman saat mendengar penuturan Hyesun tadi. Tapi ia juga tidak tahu perasaan tak nyaman yang ia rasakan itu seperti apa.
***********
Hyesun tersenyum dan langsung menghampiri Kyuhyun yang sedang berdiri bersandar pada mobilnya yang hari ini memakai mobil Audi A5 itu, sambil sibuk menatap layar gadgetnya. Entah apa yang dilakukan oleh pria itu tapi Hyesun yakin pasti masih berhubungan dengan pekerjaan jika pria itu sudah membawa gadgetnya kemana-mana. Kyuhyun memang selalu sibuk dengan urusan perusahaannya dan hal itu yang terkadang membuat Hyesun merasa tak enak hati saat harus dijemput oleh Kyuhyun setiap hari di kampus. Pernah suatu hari ia memutuskan untuk pergi ke kampus sendiri tapi Kyuhyun secara tegas menolaknya begitu juga dengan kedua orang tua Kyuhyun. Pria itu selalu berkata walaupun ia sibuk, jika harus menjemput Hyesun pasti ia akan selalu bisa meluangkan waktunya disela kesibukannya itu.
“Sudah menunggu lama?”. Hyesun menatap Kyuhyun yang menghentikan ketikannya pada layar gadgetnya itu.
“Ummm cukup lama untukku menjadi bahan pembicaraan gadis-gadis dikampus ini”. Kyuhyun tersenyum miring yang membuat Hyesun mengerutkan keningnya namun tak lama ia langsung mendengus saat otaknya bisa mencerna apa yang diucapkan oleh Kyuhyun.
“Cihh percaya diri sekali kau Tuan Cho, memangnya kau pikir kau tampan apa?”.
“Aku tidak percaya diri tapi itu memang kenyataan Hye, bahkan sejak lahir pun kau juga sudah mengakui jika diriku ini tampan”. Ucap Kyuhyun lalu berjalan menuju pintu mobilnya yang membuat Hyesun membulatkan matanya tak percaya dengan tingkat kepercayaan diri yang dimiliki oleh pria itu. “Ayo kita pulang”. Hyesun menganggukan kepalanya lalu membuka pintu mobil Kyuhyun dan memasukinya. Memakai sabuk pengaman setelah ia menutup pintu mobil itu, namun kegiatannya memakai sabuk pengaman terhenti saat melihat Jihyun berlari keluar dari kampus yang membuat Hyesun membuka kaca mobil Kyuhyun.
“Jihyun-ah”. Panggil Hyesun yang membuat Jihyun berhenti. Gadis itu melihat Hyesun yang tersenyum kepadanya dan melambaikan tangannya menyuruh gadis itu untuk menghampirinya. Jihyun menatap ragu-ragu Hyesun, ia sedang diburu-buru karena harus segera sampai ditempat kerjanya tapi jika tidak menghampiri Sunbaenya itu pasti akan terasa tidak sopan. Jihyun menghela nafas lalu membalas senyum Hyesun dan berjalan menghampiri mobil Kyuhyun.
“Sunbaenim memanggilku?”. Tanya Jihyun kepada Hyesun yang membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya dan untuk beberapa detik mata mereka bertemu yang membuat Jihyun langsung mengalihkan tatapannya kepada Hyesun.
“Ne, kau sudah mau pulang eoh?kelihatannya buru-buru sekali?”.
“Aku memang sedang terburu-buru Sunbaenim. Hari ini aku ada part time dan aku harus segera sampai ketempat kerjaku”.
“Kau bekerja?Ah bagaimana kalau kami antar, Kyuhyun Oppa kita mengantar Jihyun terlebih dulu tidak apa kan?”. Hyesun menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun yang membuat pria itu langsung menganggukkan kepalanya setuju.
“Tapi Sunbaenim…..”.
“Ayolah masuk, anggap saja ini sebagai balasan karena kau sudah meminjamkan payung untukku waktu itu. Kajja masuk bukankah kau harus segera tiba disana?”. Hyesun tersenyum yang membuat Jihyun akhirnya mau tidak mau mengiyakan tawaran Sunbaenimnya itu. Bagaimanapun juga ia memang sedang dikejar oleh waktu sekarang.
**********
“Kau akan ketempat kerjamu yang kemarin Jihyun-ssi?”. Tanya Kyuhyun sambil melihat Jihyun yang duduk di kursi belakang dari kaca yang ada didalam mobil tersebut.
“Kemarin?Oppa sudah pernah ketempat kerja Jihyun?”. Belum sempat Jihyun menjawab tapi Hyesun sudah mengajukan pertanyaan yang membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya pelan.
“Aku kemarin tidak sengaja bertemu dengan Jihyun di halte dan berhubung bus yang ditumpanginya belum datang aku menawarkan diri untuk mengantarnya”. Ucap Kyuhyun yang dijawab Hyesun dengan anggukan. Gadis itu menatap Kyuhyun yang sudah fokus kembali dengan jalan raya, entah mengapa ada perasaan sedikit tidak suka saat tahu Kyuhyun mengantar Jihyun tanpa sepengetahuannya. Tapi Hyesun buru-buru menghilangkan perasaan itu lalu menolehkan kepalanya kebelakang tersenyum kepada Jihyun yang membalas senyumnya itu.
“Oh ya Oppa kau membelikan snack pesananku?”. Tanya Hyesun. Tadi saat ia menelfon Kyuhyun untuk menjemputnya gadis itu juga berpesan agar Kyuhyun membelikan snack yang sedang ia inginkan.
“Ada di kursi belakang, itu di plastik putih”. Hyesun menolehkan kepalanya kebelakang yang membuat Jihyun mengambil plastik putih yang ada dikursi sampingnya dan memberikannya kepada Hyesun.
“Gomawo Jihyun-ah”. Jihyun tersenyum dengan menganggukkan kepalanya. Hyesun menyandarkan punggungnya lalu membuka plastik putih itu dan mengambil snack yang dibelikan Kyuhyun. “Gomawo Oppa”. Hyesun membuka snack itu dan langsung memakannya yang membuat Kyuhyun tersenyum lalu mengusap rambut Hyesun. Jihyun yang melihat itu terpaku sejenak dan buru-buru mengalihkan perhatiannya. Gadis itu benar-benar merasa tidak nyaman berada disituasi seperti ini dan berharap untuk segera sampai ketempat kerjanya secepat mungkin.
Astaga ada apa denganmu Park Jihyun. Jihyun merutuki dirinya yang entah mengapa mempunyai perasaan aneh yang menerpa hatinya saat melihat Kyuhyun mengusap rambut Hyesun seperti tadi.
Tak lama Kyuhyun menghentikan mobilnya didepan restaurant tempat kerja Jihyun yang membuat Hyesun menatap keluar jendela dan mengamati restaurant tersebut.
“Kau bekerja part time disini Jihyun-ah?”.
“Ne Sunbaenim, Hyesun Sunbaenim dan Kyuhyun Sunbaenim terimakasih karena sudah mau mengatarku. Aku permisi, sekali lagi terimakasih”. Jihyun tersenyum lalu keluar dari mobil Kyuhyun dan menutup pintu mobil mewah itu kembali. Hyesun membuka jendela mobilnya lalu tersenyum kepada Jihyun yang membuat gadis itu membungkukkan tubuh sebagai ucapan terima kasih.
“Fighting untuk kerjamu hari ini Jihyun-ah”. Hyesun mengangatt tangannya dan mengepalkan telapak tangannya yang membuat Jihyun tertawa kecil. Gadis itu membungkukan tubuhnya lagi lalu melangkahkan kakiknya menjauhi mobil Kyuhyun yang membuat Kyuhyun menatap punggung kecil itu yang lama-lama semakin jauh dari jarak pandangnya. Namun seketikan Kyuhyun menajamkan penglihatannya saat seorang pria yang entah itu siapa merangkulkan tangannya dipundak Kyuhyun sebelum akhirnya mereka masuk kedalam restaurant itu.
Nugu?. Gumam Kyuhyun didalam hatinya dan seketika merasakan perasaan tak rela saat pria tadi merangkul pundak Jihyun dan tertawa bersama saat mereka masuk ke restaurant…..
********TBC********
Part 2……Terimakasih banyak untuk Admin yang Publish dan readers yang mau membaca lagi kelanjutan FF ini. Maaf jika ada Typo yang bertebaran 

6 responses to “[Freelance] THE ONE I LOVE ( Part 2 )

  1. Yaahh thor aku kira kyuhyun sukanya sama hyesun bukan sama jihyun. Kasian hyesun 😦 tapi mudah”an d chapter selanjutnya kyuhyun jadinya sama hyesun.amiin. Thor lanjutannya cepet d publish yaa

  2. Kasihan dong jihyun ‘-‘ keren sih ceritanya, next chapter ya^^ keep writing! Fighting (˘-˘)ง

  3. syp sih yg merangkul jihyun….

    wowowowow…
    cinta segitiga???

    d tnggu next chapny thor…
    fighting

Leave a Reply to Hyesun Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s