[Freelance] BESIDE ME (CHAPTER 9)

Devil Beside Me Chapter 9
DEVIL BESIDE ME (CHAPTER 9)

Author :: Sangheera

Title :: Devil Beside Me (Chapter 9)

Cast :: Luhan of EXO as Angel, Kris of EXO as Devil, and Sera (OC) as Devil

Support Cast :: Angel’s line – Suho, Xiumin, Chen, Lay, Kyungsoo.
Devil’s Line – Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun, Tao

Genre :: Sad, Romance, Fantasy

Length :: Multi Chapter

Rating :: PG-17

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

Note :: Mohon diingat bahwa ini hanya fanFICTION, sekali lagi ini hanya FICTION. FIKSI. Hasil dari khayalan author. Jadi mohon untuk tidak menyangkutpautkannya dengan kepercayaan yang kalian anut ya. It’s just for fun… DISLIKE? DON’T READ!

-o0o0o0o-

The reason I live is you
I don’t think I can see you anymore, I think I’m really dying
The person to love me is you
Shine on me in the darkness
(B.A.P – 1004 Angel)

Dunia atas adalah dunia diatas angkasa tempat bumi dan segala benda antariksa bergerak diorbitnya. Langit memiliki 7 lapisan, dan dunia atas tempat Luhan berada ada dilapisan kelima. Dunia yang kaya dan memiliki pemandangan indah tak terperi. Sungai mengalir dengan kejernihan airnya yang serupa kristal. Menguarkan bau harum dan segar. Seluruh tumbuhan memiliki bentuk yang etnik dan mempesona. Lengkap dengan segala hewan pengerat dan burung berbulu indah yang tinggal dengan nyaman didahannya. Bunga-bunga berbagai jenis, bentuk, ukuran, warna dan harum tersebar menambah indahnya dunia para malaikat itu. Langit tidak sewarna biru seperti dibumi manusia, tapi semburat penuh dengan warna-warni dan kilau keperakan. Awan bergerak seperti gulali. Udara begitu jernih.

Rumah-rumah dibangun dengan kemegahan dan keindahan yang sulit dibayangkan arsitek terhebat didunia manusia. Bahkan beberapa mengambang begitu saja diatas udara. Lengkap dengan bongkahan tanah, pohon dan akar-akar menjuntai dibawahnya. Didunia atas seluruh teknologi menyatu sempurna dengan alam. Beriringan. Tidak ada yang lebih mendominasi satu sama lain.

Luhan menatap seluruh keindahan yang terhampar dihadapannya dengan tatapan sedih. Luhan sekarang berada disayap kiri istana para malaikat. Bangunan termegah itu mengambang diketinggian, sehingga Luhan bisa bebas melihat pemandangan didunia atas.

Pikiran Luhan melayang pada sesosok gadis yang telah berhasil memporak-porandakan ritme jantungnya. Yang membuatnya sanggup melawan raja yang selama ini ia hormati. Gadis yang sangat ia cintai. Seandainya Sera bisa menikmati semua pemandangan indah ini bersamanya. Selama ini Luhan begitu dimanjakan dengan keindahan dan kedamaian dunia atas, berbeda sekali dengan Sera yang harus hidup didunia bawah, tempat laknat dimana semua makhluk mengerikan berkumpul. Kenyataan itu membuat Luhan merasa sakit.

Luhan begitu merindukan Sera.

Sudah 7 hari dan Luhan tidak mendapatkan akses untuk mengintip kedunia manusia. Suho melarangnya keluar dari kamar. Beberapa penjaga bahkan ditempatkan khusus didepan kamar Luhan. Satu-satunya cara untuknya agar bisa melihat wajah Sera adalah melalui memori dari sebuah buku yang ia bawa dari dunia manusia. Seringkali kita mendengar kata ‘saksi bisu’ untuk menyebutkan benda-benda yang berada di tempat sebuah kejadian perkara, dan benda-benda itu memang BENAR-BENAR saksi bisu. Mereka melihat dan menyimpan apa yang mereka lihat didalam memori mereka. Sehingga, malaikat yang mempunyai kekuatan diatas kekuatan manusia bisa memanfaatkan memori benda-benda untuk melihat kembali kemasa lalu. Fungsinya nyaris sama seperti kamera CCTV.

Dengan begitu, Luhan bisa melihat rekaman Sera saat dulu mereka masih tinggal bersama.

Tapi itu hanya rekaman. Rekaman adalah representasi dari masa lalu, tidak akan bisa menggambarkan apa yang terjadi saat ini atau bahkan masa depan. Tentu itu jauh dari cukup bagi Luhan. Dia ingin tahu keadaan Sera. Apakah gadis itu baik-baik saja? Apakah ia tidak apa-apa saat Luhan pergi? Apakah dia masih didunia manusia ataukah ia sudah kembali kedunia bawah?

Jika dia kembali kedunia bawah, akankah Sera akan menjalani kodratnya sebagai gadis bangsawan?

Menjadi pelayan raja iblis…

Luhan meremas tirai sewarna gading yang menggantung dijendela kamarnya. Hatinya diliputi api cemburu. Ia tidak suka membayangkan Sera berada didekat lelaki lain. Memikirkannya membuat Luhan ingin menghancurkan dinding kamarnya dan berlari untuk menemui gadis itu. Memastikan bahwa Sera masih menjadi miliknya.

Kau meninggalkannya, Lu. Kau meninggalkan gadis yang kau cintai dan pergi ketempat indah ini sendirian. Sementara gadismu, entah apa yang terjadi padanya didunia lain. Pria menyedihkan. Rutuk Luhan dalam hati.

“Berhenti menyalahkan dirimu sendiri, Lu…”Xiumin yang duduk disofa tak jauh dari tempat Luhan berdiri, berujar pelan sambil membuka-buka buku bersampul tebal dipangkuannya. Ia tentu tidak bisa membaca pikiran Luhan, Xiumin tidak punya kemampuan itu. Tapi melihat Luhan dengan tampang merana seperti itu, Xiumin dengan mudah bisa menebak apa yang sedang ada dipikiran sahabat karibnya itu.

Luhan menoleh kearah Xiumin. “Kumohon biarkan aku melihatnya sebentar saja, Xiu. Sebentar saja. Aku ingin memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja setelah aku pergi.”

“Kau sudah memohon hal itu berulang kali, Lu. Dan jawabanku tetap sama, TIDAK.”

“Xiumin…”

“Aku jamin gadis itu baik-baik saja. Suho sudah menyelesaikan masalah ini dengan membawamu pulang kedunia atas. Jadi tidak ada alasan bagi Raja dunia bawah untuk menyakiti gadis itu bukan?”Xiumin menatap kearah Luhan dengan tatapan tajam. “Jangan jadikan alasan ‘khawatir’ untuk bisa melihat gadis itu hanya karena kau merindukannya, Lu.”

Luhan berdecak kesal dan membuang muka. “Apa aku salah jika merindukan gadis yang aku cintai?”balas Luhan.

Xiumin menghela napas, berusaha bersabar dengan sikap Luhan. “Kau salah karena mencintai seorang gadis seperti Sera.”

Luhan mengeryit tidak suka dengan kalimat Xiumin.

Xiumin tidak mempedulikannya dan memilih beranjak untuk melihat-lihat buku dirak kamar Luhan. Matanya menangkap sebuah buku yang nampak familiar. Xiumin mengambil buku bersampul hitam itu.

Terkejut.

“Kau membaca buku ini?”

Luhan melihat kearah buku yang Xiumin pegang. Lucifer – Secret of the Fallen Angel. Buku yang secara khusus ia bawa dari dunia manusia. Buku yang memberikan rekaman memorinya pada Luhan tentang Sera. “Iya…”jawab Luhan.

Xiumin nampak semakin terkejut dan membuka-buka buku itu. Ya, benar. Tidak salah lagi.

“Kenapa?”tanya Luhan yang penasaran dengan sikap Xiumin.

“Aku membisikkan cerita ini pada manusia dan dia menulisnya. Tidak kusangka buku ini sampai ketanganmu…”

“Kisah tentang apa?”

“Lucifer dan Seraphim…”

Kali ini ganti Luhan yang terkejut. Jika malaikat yang membisikkan kisah ini pada manusia, berarti…

“Jadi kisah itu benar?”

Xiumin mengangguk. Masih dengan mata yang tak lepas dari kalimat-kalimat didalam buku itu. Ah, manusia itu menulis tepat seperti yang aku bisikkan…

“Lalu dimana Seraphim dan Lucifer sekarang?”

Xiumin menutup buku itu dan mengembalikannya ke-rak. Xiumin salah. Seharusnya ia tak menyinggung masalah ini.

“Katakan padaku, Xiumin.”Luhan menggenggam tangan Xiumin erat. Menuntut jawaban. Entah mengapa jantungnya berdetak lebih cepat ketika ia tahu kisah tentang Lucifer dan Seraphim adalah benar adanya. “Dimana Lucifer berada?”

Xiumin mendongak menatap Luhan yang beberapa inchi lebih tinggi darinya. Mata pria itu menatap Luhan dengan tatapan yang sulit Luhan mengerti. Kemudian bibir Xiumin bergerak, membentuk sebuah kalimat. “Lucifer sekarang terkunci disuatu tempat. Dan tidak ada yang boleh membebaskannya…”

“Kau siapa?”

“Apakah iblis memang setampan ini?”

“Bagaimana jika besok kita kencan, hm?”

“Bahkan walau harus mati pun, aku tidak akan menikah dengannya. Orang yang kucintai itu kau, bukan pangeran Inggris itu!”

“I dont care who you are. I just wanna you stay here with me…”

“Aku mencintaimu, Baekhyun.”

Baekhyun merapatkan lututnya kedada. Tubuhnya menggigil saat memori-memori tentang Serafina menyerbu kedalam pikirannya. Gadis cantik dengan rambut pirang dan mata biru samudra.

“No, i dont think so. My little lady akan mirip denganmu nantinya, Baekhyun sayang. Dia akan memiliki kecantikanku, tapi dengan rambut hitam legam dan mata almond milikmu.”

Gadis yang dengan beraninya menentang seluruh keluarganya demi mempertahankan cintanya pada Baekhyun dan bayi didalam kandungannya. Terusir dari istana megahnya. Dicaci maki. Dibuang.

Ditinggalkan ditengah kemelut Perang Dunia I. Tapi, dia sungguh gadis yang kuat karena masih merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Baekhyun. Menenggelamkan pria berdarah iblis itu pada cinta yang tak bertepi.

“Serafina, manusia yang kau cintai itu, adalah keturunan hawa yang menjadi bakal dari kehidupan baru Seraphim”

“Kau merusak takdir Seraphim dengan memikat Serafina…”

“Jika saja Serafina menikah dengan manusia. Ya, jika itu terjadi, Sera tidak akan berwujud seperti sekarang.”

“AAAAAAARGHHHHH!!!!!”Baekhyun meronta. Menarik sekuat tenaga rantai-rantai besi yang mengikat kaki dan tangannya. Tapi bukannya terlepas, rantai-rantai itu malah mengikat semakin ketat. Memanas. Memberikan luka melepuh dikulit yang menempel pada permukaan besinya. Napas Baekhyun tersengal.

Didalam kepalanya berekelebatan wajah Sera. Benar kata Serafina, wajah Sera memang identik sekali dengan wajah Serafina. Cantik dan mempesona. Tapi mata dan rambutnya adalah milik Baekhyun.

Perpaduan yang membuat Baekhyun dulu urung membunuh Sera ketika gadis itu masih bayi, perpaduan itu pula yang membuat Baekhyun memberanikan diri membawa Sera kedunia bawah untuk ia asuh dan besarkan.

Perpaduan yang tidak seharusnya terjadi.

Kai mendesah panjang melihat perilaku Baekhyun yang selama seminggu ini sering sekali mengamuk seperti itu. Jika saja ruangan ini tidak dilengkapi komponen pelemah kekuatan, pasti penjara bawah tanah ini sudah hancur lebur dan istana yang berdiri diatasnya akan ikut runtuh karena amarah Baekhyun.

Pria dengan kulit berwarna eksotis dan wajah luar biasa tampan itu menoleh ketika seseorang masuk kedalam ruang penjara tempatnya berada. “Melihat dari wajahmu, kau pasti tidak berhasil membawa gadis itu, Chan,”tebak Kai.

Chanyeol—pria yang baru saja masuk keruang penjara bawah tanah tempat Baekhyun ditahan itu menggeleng pelan. “Dia keras kepala. Kukasari pun, tidak berpengaruh padanya. Dia tetep keukeuh tidak mau kembali kedunia bawah…”Chanyeol beralih menoleh pada Baekhyun yang berada dibalik jeruji besi. Menghela napas panjang melihat keadaan temannya yang menyedihkan itu. Baekhyun sudah tenang kembali, sekarang dia hanya meringkuk dipojok ruangan dengan napas memburu karena lelah.

“Baekhyun dan Sera—ayah dan anak itu—kenapa mereka bisa bernasib sama seperti ini? Ditinggalkan oleh orang yang mereka cintai…”

“Tapi paling tidak Baekhyun punya Sera, Serafina meninggalkan hal lain yang berharga bagi Baekhyun. Sedangkan gadis itu, tidak ada apapun yang ditinggalkan oleh malaikat itu kecuali kenangan…”ujar Kai.

“Jika Sera benar-benar titisan malaikat, bukankah tidak apa-apa jika dia berhubungan dengan malaikat itu?”

Kai menggeleng. “Masalahnya adalah wujud Sera sekarang benar-benar serupa dengan iblis. Kekuatannya lebih besar dari malaikat, dia memiliki sayap hitam dan seluruh sel ditubuhnya adalah representasi dari iblis. Tidak peduli dia titisan siapa, Sera adalah Sera. Gadis itu tetap saja hanya seorang iblis, walaupun ada darah manusia ditubuhnya dan ia adalah titisan dari malaikat. Dan lagi, Tuan Kris tidak akan membiarkan Sera dimiliki siapapun kecuali dirinya. Lebih baik gadis itu mati dan tak ada seorang pun yang memilikinya daripada Tuan Kris harus menerima kenyataan miliknya direbut oleh orang lain.”

Chanyeol terdiam. Ia teringat lagi kejadian didunia manusia hari ini. Ketika ia bertemu dengan Sera di Namsan Tower.

 

:: Flashback ::

 

Sera mencengkeram kuat-kuat kerah baju Chanyeol. Mata gadis itu berkilat marah dan wajahnya jelas terlihat sangat tersinggung.

Chanyeol menatap lurus mata gadis itu dan berkata pelan. “Kau setengah manusia, Sera…”

Tubuh Sera terhuyung kebelakang. Cengkeraman tangannya dikerah Chanyeol terlepas. Bibirnya ternganga dan matanya membeliak tak percaya.

“Itu penjelasan paling benar mengapa kau begitu berbeda dengan para iblis yang lain. Penjelasan paling benar mengapa kau memiliki jalan pikiran yang berlawanan dari jalan pikiran kami. Itu jugalah penjelasan mengapa Baekhyun selalu memperlakukanmu dengan keras selama ini, karena ia takut sifat-sifat manusiamu akan membuatmu sulit diterima didunia bawah. Dia tidak ingin kau terasing. Baekhyun selalu memikirkan dirimu dan menyayangimu dengan caranya, Sera…”Chanyeol menghela napas berat. “Tidak bisakah kau membalasnya dengan pulang bersamaku sekarang?”

“HENTIKAN!!! Jangan kau kira kau bisa mempengaruhiku dengan cerita omong kosong-mu itu, Chanyeol!!”teriak Sera penuh amarah. Emosi negatifnya menggelegak, membuat kaca-kaca digedung sekitar tempat itu berderak retak.

“Tidak ada gunanya kau membohongi dirimu sendiri bahwa kau tidak percaya dengan ucapanku sekarang. Kau takut. Itu bukti kalau kau percaya bahwa aku benar…”

“DIAM!!!”

Trang.

Sera mengayunkan pedangnya, yang dengan mudah ditangkis oleh pedang milik Chanyeol. Bilah pedang Sera sewarna merah mawar, menggelegak penuh amarah. Seolah bernapas, asap putih mengepul disekitar mata pedangnya. Sayap kedua iblis itu mengembang. Membuat mereka kembali menjadi ghaib dan lolos dari tangkapan indera manusia.

“Bagaimana mungkin ada darah dari makhluk rendahan ditubuhku?! Aku adalah iblis bangsawan, kasta tertinggi setelah raja. Aku tidak mungkin memiliki darah manusia sialan itu ditubuhku!”marah Sera. Ia terus mendorong pedangnya, berusaha membuat Chanyeol terdesak.

“Mungkin. Karena itulah kenyataannya, Sera. Ibumu adalah seorang manusia…”

Sera menggeram penuh amarah. Pedangnya terayun, hendak menebas bagian tubuh apapun yang bisa ia jangkau dari tubuh Chanyeol.

:: Flashback End ::

Chanyeol lagi-lagi menghela napas berat. Hari ini ia harus bertarung habis-habisan dengan Sera. Gadis itu walaupun sudah kewalahan, tetap saja mengayunkan pedangnya dengan penuh nafsu membunuh. Uh, padahal Chanyeol hanya memberitahu sebagian dari rahasia jati diri Sera.

Chanyeol tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika dirinya memberitahu Sera bahwa Baekhyun yang selama ini Sera anggap sebagai kakak, sebenarnya adalah ayahnya. Dan kenyataan bahwa Sera bukan hanya iblis setengah manusia, tapi ia juga adalah titisan malaikat Seraphim. Ya, didalam tubuh gadis itu ada 3 elemen makhluk yang berbeda. Gila! Gadis itu mungkin akan mengamuk dan menghancurkan Namsan Tower jika Chanyeol memberi tahunya tentang semua itu.

Jika saja Chanyeol tidak melukai lengan Sera, dan membuat gadis itu menjatuhkan pedangnya, mungkin saja gadis itu akan terus mendesaknya dan membuatnya tanpa sengaja menenggelamkan pedang ungunya ketubuh Sera.

“Apa dia baik-baik saja?”terdengar suara lirih Baekhyun. Pria itu mendongak menatap Chanyeol.

Keadaannya sungguh payah. Baekhyun yang dulu begitu cemerlang, penuh pesona dan kekuatan seorang bangsawan tertinggi, kini terpuruk menyedihkan didalam penjara karena seorang gadis yang mengacau.

“Bohong jika aku bilang gadis itu baik-baik saja…”kata Chanyeol jujur.

Baekhyun tersenyum masam. “Gadis malang…”

“Berhenti memikirkan anak itu, Baek. Pikirkan juga nasibmu sekarang!”hardik Kai.

Baekhyun tidak menjawab dan memilih membuang muka. Menatap dinding kusam yang mengurungnya.

“Aku akan membawa gadis itu pulang bagaimanapun caranya. Memohon pada Tuan Kris agar kau dibebaskan pun percuma, yang ada malah aku akan dijebloskan kepenjara juga untuk menemanimu…”gerutu Chanyeol.

Kai menambahi. “Kau ingat ancaman Tuan Kris? Jika gadis itu sekali lagi membuat ulah, dia akan membasmi Sera saat itu juga.”

Baekhyun menggeram. Itulah alasan kenapa dia begitu sering mengamuk akhir-akhir ini. Tidak ada lagi yang melindungi Sera selain dirinya. Tapi sekarang Baekhyun malah terjebak diruangan ini. Dia tidak bisa membiarkan Sera terluka. Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

So I miss you (I think of you) and I need you (every day)
I can still hear your voice
Come back to me
I don’t have anyone but you
(B.A.P – 1004 Angel)

 

 

Hujan turun dengan deras membasahi kota Seoul. Orang-orang bergerak dengan payung diatas kepala. Bergegas. Tidak ingin basah terkena air hujan.

Sementara itu Sera…

Tubuhnya telah kuyup terkena tampias hujan. Sayapnya layu membungkus tubuhnya yang menggigil. Meringkuk seperti bola dipinggir sebuah gedung tua. Sera terisak pelan. Berkali-kali gadis itu menyeka airmatanya. Ia tidak ingin menangis karena hal itu membuatnya semakin mirip dengan makhluk bernama manusia itu. Tapi matanya terus saja mengalirkan cairan bening itu dan Sera begitu terluka. Ia terluka dengan kenyataan yang baru saja ia dengar dari Chanyeol. Sera begitu membenci Chanyeol karena memberitahunya tentang hal ini.

“Kau setengah manusia, Sera…”

Sera menangis semakin keras. Tangannya mencengkeram lengannya kuat. Membuat luka yang dihasilkan oleh pedang Chanyeol semakin menganga. Mengalirkan cairan kental merah darah. Sakit. Tapi itu tidak sebanding dengan rasa sakit dihati Sera.

“Luhannn…”bibirnya bergetar menyebut nama Luhan. Sera begitu membutuhkan pria itu. Disaat seperti ini, Sera ingin mendapatkan pelukan dari Luhan. Merasakan belaian lembut lelaki itu dihelaian rambutnya. Mendengar suara pria itu yang menenangkannya.

“Aku mencintaimu, Sera…”

Tapi Luhan sudah tidak ada lagi disampingnya. Sera tidak punya lagi seseorang yang mendamaikan hatinya. Ini terasa semakin menyedihkan saat gadis itu ingat kata-kata dari Chanyeol bahwa Baekhyun dipenjara oleh Tuan Kris sekarang. Dalam kondisi seperti ini, apakah dia benar-benar harus pulang kedunia bawah sekarang?

Tidak.

Sera tidak akan pulang apapun yang terjadi.

Sera mengangkat wajahnya. Sayapnya yang berwarna hitam mengkilat itu terhisap masuk ketubuhnya, membuat Sera kasat mata. Gadis itu perlahan berdiri, agak terhuyung tapi kemudian ia tegak kembali.

Kakinya melangkah keluar dari naungan atap, pasrah pada guyuran air hujan yang semakin membuatnya basah. Menyatu dengan airmata yang membasahi pipinya.
Makhluk setengah iblis setengah manusia.

Sera tersenyum sinis. Tidak ada makhluk yang lebih rendah daripada perpaduan antara makhluk lemah bernama manusia dan makhluk terkutuk bernama iblis sepertiku.

Makhluk menjijikkan yang tidak akan pernah pantas disandingkan dengan makhluk terindah bernama malaikat.

Sera turun kejalan, bergabung dengan manusia yang hilir mudik ditrotoar jalanan Seoul. Sera yang berjalan dengan langkah pelan ditengah hujan menarik perhatian manusia-manusia disekitarnya. Terutama karena wajah cantiknya yang tidak biasa.

Beberapa lelaki bahkan berani usil bersiul kearahnya. Mata-mata mereka jelalatan melihat tubuh Sera yang tercetak jelas dibalik kaos dan celananya yang basah kuyup. Salah satu diantara mereka menghadang langkah Sera.

“Nona, apa yang kau lakukan ditengah hujan seperti ini, eo? Kau kesepian, mau main bersama kami?”kata lelaki itu dengan tatapan mesum yang semakin membuat Sera muak. Teman-teman lelaki itu yang berdiri dibelakangnya, tertawa-tawa.

Sera mengangkat dagunya, menatap tajam. “Minggir.”

“Wooow, nona ini sedikit judes ternyata…”Pria itu tertawa terbahak. “Jangan jual mahal lah, aku tahu kau sekarang sedang butuh pelukan hangat kan? Tenang saja, aku akan memberikannya padamu, nona…”Pria itu mencoba meraih lengan Sera, tapi Sera dengan cepat menghindar. Sera tidak sudi tubuhnya disentuh oleh makhluk rendahan.

“Heiii… aku janji akan memperlakukanmu dengan lembut, cantik…”

Sera hilang kesabaran. “Makhluk menjijikkan…”desis Sera. Dan zrashhhhh!!

Kepala lelaki yang usil menggoda Sera itu lepas dari tubuhnya. Sera tanpa ampun menebas kepala manusia itu dan mencabut nyawanya seketika. Membuat teman-teman pria itu terlonjak kebelakang saking kagetnya. Astaga, kenapa tiba-tiba gadis itu punya pedang ditangannya?! Oh, para manusia itu benar-benar sial karena berurusan dengan gadis yang salah.

Sera tak bergeming. Memandang mayat lelaki itu dengan wajah datar tanpa emosi. Matanya telah gelap oleh kemarahan. Seumur hidupnya Sera memandang manusia tak ubahnya sebagai serangga. Mereka makhluk yang begitu beruntung. Selalu diistimewakan. Padahal tidak ada yang bisa manusia lakukan selain merusak. Lihatlah bumi saat ini, semua telah berubah kotor, dingin, dan rusak disana-sini. Bumi indah yang dipijak oleh Adam telah hilang, berubah wajah seperti nenek-nenek keriput yang buruk rupa. Berlubang-lubang penuh masalah. Sera benci, dia sangat benci jika darah makhluk itu mengalir ditubuhnya.

Jalanan kota Seoul saat itu diguyur hujan, tapi bukan berarti sepi. Manusia yang semula berlalu-lalang disekitar Sera menghentikan langkahnya. Menatap ngeri pada tubuh tak bernyawa yang telah berpisah dengan kepalanya. Sedetik hening, lalu kemudian udara pecah oleh jeritan histeris.

“Kyaaaaa!!!!”

Darah menggenang, memerahkan kubangan air hujan. Semua orang yang melihat pemandangan sadis itu shock. Beberapa berlarian pontang-panting dan menatap Sera dengan tatapan ngeri. Takut menjadi sasaran gadis itu selanjutnya. Gadis mengerikan. Dia iblis!!
Iblis itu membunuh seorang manusia. Tapi ia tidak menyesal sama sekali. Sera tersenyum sinis, mengumpat dalam hati.

“Bagaimana mungkin ada darah makhluk rendah sepertinya ditubuhku? Konyol.”

Sera berjalan pelan dengan menyeret pedang panjangnya. Menimbulkan bunyi gesekan yang entah mengapa terdengar melengking ditelinga. Gadis itu berjalan terhuyung, tapi dengan tatapan mata tajam dan wajah dingin mematikan. Manusia-manusia bergidik takut melihatnya. Tidak satupun dari mereka yang berani mendekati gadis itu apalagi menangkapnya karena telah melakukan pembunuhan.

Pandangan Sera buram, entah oleh air hujan yang masuk kematanya, atau… karena matanya sendirilah yang mengeluarkan air mata. Pikiran Sera kacau, kemarahan telah merusak sistem otaknya. Aku adalah iblis setengah manusia. Makhluk menjijikkan. Berkali-kali kata itu mendengung diotak Sera.

“AAAARGGHHH!!!!”jerit Sera, frustasi. Menganggetkan seluruh penduduk kota Seoul karena bersamaan dengan jeritan itu petir meledak dilangit yang bergulung hitam.
Sera menjatuhkan tubuhnya ditrotoar. Terisak pelan. Oh, seandainya saat ini ada Luhan disampingnya. Seandainya pria itu memeluknya sekarang. Sera mungkin tidak akan merasa sehancur ini.

Srak.

Sera mendongak. Matanya menangkap sesosok makhluk bersayap putih yang berkelebat cepat disampingnya. Rambut panjang makhluk itu berkilau indah, tubuhnya berpendar cahaya, sayapnya mengembang, anti air dan indah luar biasa.

“Malaikat…”desis Sera. Gadis itu menyusul sang malaikat, dan tanpa pikir panjang meremas pundaknya dan menariknya agar berbalik kearahnya. Tangannya terasa terbakar. Begitu juga dengan malaikat itu yang memekik kesakitan karena sentuhan Sera menghantarkan sengatan menyakitkan kepundaknya.

“Ternyata rasanya sama sakitnya seperti saat aku menyentuh Luhan…”
Malaikat itu menatap Sera ngeri. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya bersentuhan dengan iblis.

“Ka-kau pembunuh. A-apa yang kau inginkan dariku?”tanyanya gentar.

Sera terkekeh pelan melihat raut wajah takut sang malaikat. “Kau tahu cara agar aku bisa bertemu dengan Luhan, eo? Aku ingin tahu apa pendapat lelaki itu setelah tahu kalau aku ini makhluk setengah iblis dan setengah manusia. Aku juga ingin tahu apa dia baik-baik saja setelah meninggalkanku seperti ini. Look!! Aku iblis gila yang membunuh manusia. Apa malaikat itu masih akan mencintaiku, eh?!”

“A-apa maksudmu? Aku tidak ada urusannya dengan semua itu…”Malaikat cantik itu menyentakkan tangan Sera dipundaknya. Sedikit mengeryit karena rasa sakit ketika bersentuhan dengan kulit Sera.

“Bawa aku kedunia atas…”Sera kembali mencengkeram malaikat itu. Tidak membiarkannya pergi. “Aku ingin bertemu Luhan!”

“Kau gila!! Tidak ada iblis yang diperbolehkan masuk kedunia atas!!”Malaikat itu berontak. Tapi Sera—sungguh—gadis itu memang sudah kehilangan kewarasannya. Matanya membelalak mengerikan dan tangannya… uh, tangan gadis itu menggenggam sebilah pedang dan ia mengarahkannya pasti keleher sang malaikat.

“A-pa yang kau lakukan?!”sang malaikat berteriak ngeri.

“BAWA AKU KEDUNIA ATAS SEKARANG JUGA!!!!”




Chanyeol tersentak.

Barusan dia sedang memonitor apa yang terjadi didunia manusia dan dia sungguh terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. Tidak. Tidak. Ini salahnya. Tidak seharusnya ia membuka rahasia Sera, lihat apa yang sekarang dilakukan gadis itu! Sera menggila. Sera membunuh manusia!

“Ada apa?”tanya Kai. Saat ini mereka berdua masih berada dipenjara bawah tanah. Berdiri didepan jeruji besi tempat Baekhyun dikurung.

Chanyeol menoleh kearah Baekhyun. “Baek…”

Baekhyun mendongak, menatap wajah Chanyeol.

“Sera… Gadis itu…”tenggorokan Chanyeol tercekat. Ia tidak tahu harus bagaimana mengabarkan hal ini pada Baekhyun.

“Ada apa dengan Sera?”desak Baekhyun. Chanyeol tidak berkata apapun lagi, tapi sebuah pemahaman menghujam pikiran Baekhyun membuat pria iblis yang adalah ayah kandung Sera itu membelalak ngeri.

“Tidak mungkin!! Lakukan apapun Chanyeol-a! Lakukan apapun untuk menghentikan gadis itu!!”Baekhyun berlari kearah jeruji besi, mengguncangkan pemasung kebebasannya itu frustasi.

“Kumohon, Chan. Jika tidak… jika tidak… TUAN KRIS AKAN MEMBUNUHNYA!!! JANGAN BIARKAN TUAN KRIS MEMBUNUH ANAKKU!!!!”

Tepat setelah manusia malang itu terbunuh karena pedang yang diayunkah oleh Sera, seorang iblis bernama Tao muncul ditengah derai hujan. Mengambang diudara. Menatap lurus kearah Sera yang saat ini sedang mengacungkan pedangnya pada malaikat. Tao merentangkan busurnya dan menarik anak panah, tepat mengarahkannya kepunggung Sera. Jika panah itu diluncurkan, pasti akan tepat menembus kejantung Sera. Tembus dari punggung hingga kedada.

Kris tepat pada janjinya, ia akan membunuh Sera jika gadis itu berbuat ulah lagi. Sera telah dengan sengaja membunuh manusia, alasan yang lebih dari cukup untuk membuat gadis itu harus dieksekusi. Karena itu lah Kris mengirimkan Tao sebagai eksekutor. Nyawa Sera benar-benar dalam bahaya. Sebab jika sang iblis Tao telah menetapkan targetnya, siapapun tidak akan lolos.

Sementara Sera, gadis itu masih dengan pikiran kacaunya, tidak sadar dengan maut yang mengintai. Iblis bisa mati dan setelah mati jiwa mereka akan terpasung dineraka. Abadi dalam derita.

“Makhluk terkutuk sepertimu tidak pantas menginjak lembah suci dunia atas…”desis sang malaikat yang sekarang terpojok karena pedang yang terarah kelehernya. Malaikat itu tahu, dari tatapan Sera, bahwa gadis itu sungguh-sungguh akan membunuhnya jika ia tidak mengabulkan keinginan Sera.

“APA YANG KAU LAKUKAN, IBLIS!! TURUNKAN PEDANGMU!!!”Sesosok malaikat muncul, berteriak marah kearah Sera. Kemudian 3 sosok lainnya muncul mengepung Sera. Tapi Sera tidak gentar. Pada dasarnya, malaikat tidak dilengkapi kekuatan sebesar iblis. Jika mereka menyerang Sera secara bersamaan pun, kemungkinan mereka semua akan kalah ditangan gadis iblis itu. Sera memiliki darah manusia ditubuhnya, tapi darah iblisnya tetap lebih dominan.

“Wah, kalau berempat seperti ini pasti akan lebih mudah membawaku kedunia atas daripada jika hanya satu malaikat kan?”

“Kami tidak akan membawamu kesana…”desis salah satu malaikat bersayap keemasan sembari mengeluarkan pedangnya. Pedang malaikat memiliki bilah yang ramping dan bening seperti kristal. Sama sekali tidak menciutkan nyali Sera.

“Kalau begitu aku akan memaksa kalian untuk mau membawaku kesana…”Sera tersenyum licik. “Seperti ini…”

Malaikat yang ditawan oleh senjata Sera memekik tertahan saat dirasakannya pedang itu menembus kulit lehernya. Tidak dalam, tapi darah segar menetes keluar dari permukaan kulit yang terkoyak.

“HENTIKAN!!”

Sera pasti sudah benar-benar gila sekarang karena dia menyeringai puas melihat wajah-wajah panik disekitarnya. Perlahan ia terus menekankan pedangnya. Tidak sadar bahwa panah itu akhirnya lepas dari busurnya. Mengincarnya. Melesat cepat menuju ketitik dimana jantung Sera berada. Pada saat yang bersamaan, ketiga malaikat itu mengangkat pedangnya. Hendak menyerang Sera.

Tapi…

Srak!

Sera membelalakkan matanya saat pandangannya tertutup oleh sesuatu berwarna putih. Lalu sebuah cahaya menyebar disekitarnya. Menghisapnya kedalam pusaran putih menyilaukan. Udara disekitarnya berubah lebih ringan. Tidak ada suara bising khas dunia manusia. Hening. Tidak ada lagi malaikat-malaikat yang memandangnya dengan tatapan bermusuhan.

Tidak salah lagi, tubuh Sera dilingkupi oleh sepasang sayap. Dan pemilik sepasang sayap itu telah menariknya pergi. Sera merasakan tubuhnya tersengat saat sepasang tangan memeluk tubuhnya erat, membuatnya terkesiap. Aroma tubuh yang sangat ia kenal menyapa indera penciumannya, membuat Sera mengerang karena rindu.
Bohong.

Apa ini nyata?

Bukankah pria itu telah pergi meninggalkannya ketempat yang tidak bisa Sera jangkau?

“Sera…”

Jantung Sera terasa diremas kuat. Sedetik kemudian hidung Sera terasa sendat, bibirnya bergetar dan air mata menggenang dikelopak mata gadis itu.
Sera mengenal sekali suara itu. Suara kekasihnya. Satu-satunya pria yang Sera yakini mencintainya.

“…maaf. Kumohon jangan seperti ini karenaku.”

Tangis Sera pecah.

TBC
Ukh, maaf ya update-nya lama. Kamis, Jumat, Sabtu kemarin author sibuk nemenin mahasiswa praktikum, huhuhu. Kkaebsong~~

Etteokhae?? Jangan benci Sera ya karena di-chapter ini dia sadis banget. Aduh, maklumlah, dia kan iblis ya… Dan lagi otaknya lagi gak beres karena keguyur ujan n abis ditinggal ma Luhan. Jadilah seperti itu… #sigh. Mohon untuk reader semua jangan dicontoh kelakuan Sera yang gak bagus, hohoho.

Yasudalah… terima kasih buat reader yang udah nyempetin baca ampe TBC, hehehe. Chapter selanjutnya 75% milik LuSera couple. Tungguin dengan setia yaaa… Yg pengen Krissera juga mohon tungguin dengan lebih setia lagi yaaa… kekeke~

Jangan lupa comment + like-nyaaa yeoreobunnn~~

231 responses to “[Freelance] BESIDE ME (CHAPTER 9)

  1. LIATTT LUHANN,,LIATTT,,,SERA KLO NGAMUKK SADISSSS,,NEBAS KEPALA ORG UDA KEA NEBAS RUMPUTT,,,.
    YA AMPUNNN NIE FF BENER2 DAH,,BKIN GUA BEGADANG NIH KEANYA..
    NEXTT

  2. Wuihh…sadisnya sera..iyalah iblis. Malah Kepikiran ma baekhyun .. Kasian 😥 kapan ya bisa bebas

  3. Sera uda kya psikopat disitu.. Gila:v
    Luhan-ie lihat lihat itu omonaa..
    Sera punya 3 eleman dlm tubuhnya? Woww :v lanjut eonnn fightingg~

  4. uh, sera sadis amaat;;,
    kalo iblis patah hati bisa bahaya.
    uri baek, gimana kabarnya tu thor :(, so sad nasibnya dia..
    akhirnya lusera yang akutunggu dateng juga 😀
    next chaaap>>
    🙂

  5. astaga sera… kangen sih kangen tapi nggak usah pake acara nebas kepala orang pan bisa ….yeehet moment lusera muncul again

  6. Kakak author Nappeun..kenapa TBC di saat2 menentukan(?) seperti itu. Jinja,neol Ddaebak!! >< Mau langsung lanjut! Keburu baper!!! FIGHTING!!^^

  7. omo omo omo seraa baru tau sedikit aja udh ngamuknya kaya begitu apa lagi kalo tau semuanya ya ancur udah tuh
    untungnya luhan dateng aduhhh seneng bangettttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s