[Freelance] PRINCE AND I (chapter 3)

sehun37

Title : Prince and I
Author: Mega
Main cast : Im Haena – Oh Sehun
Cast : Xi Luhan, Kim Jongin. Hwang Zitao, Jung Soojung
Support cast : Exo member, Oh Dongchan (Appa Sehun)
Im Taehi – Kim Seoyoon (Appa-Eomma Haena)
Im Jaehun(Dongsaeng Haena)
Genre : Frendship, Family, School life, Romance
Rating : PG 15
Lenght : Chapter
Disclaimer : cerita ini terinspirasi dari BBF dan aku udh ubah ceritanya menurut pemikiranku asli dan jangan plagiat!!!! Don’t siders please
Chapter 3 bisa selesai juga ini, chapter 3nya aku sengaja bikin panjang kekeke. Aku bingung mau bikin TBC nya dimana 😀 aahh semoga kalian tambah suka ne ^^ gomawo koment please 😀

 

Happy Reading^^
Previous Chapter
Sehun POV
Saat aku sudah berada di depan ruang dance aku bingung kenapa ada suara musik menggema didalam ruangan? sepertinya ada yang menggunakan ruangan ini “cih, apa mereka tidak tau ini ruang khusus exo”umpatku dalam hati
“sehun-ah siapa yang memakai ruangan ini”ucaap jongin “molla aku juga tidak tau siapa mereka berani sekali menggunakan tempat kita”ucapku geram
BRAAAAKKKKK
“YAA NEOOO”

Chapter 3
Haena POV
BRAAAAKKKKK
“YAA NEOOO” teriaknya. aku dan soojung langsung berhenti dan terkejut siapa yang datang keruangan ini.
“YA kalian tidak tau ini ruangan apa?” kata namja putih itu. “ne ini ruang dance sunbae” ucap soojung.
“lau kenapa kalian berlatih disini hah” ucap namja putih itu lagi. apa-apaan dia melarang kami berlatih di ruangan ini, aku tau sekolah ini miliknya, tapi jangan seenaknya seperti itu.
“ya sunbae memangnya kenapa kalau kami berlatih di ruangan ini, ini kan ruangan siswa juga” ucapku geram. Soojung langsung menenangkanku, ku dia lihat senyum dengan muka meremehkan.
“Cih kalian tidak tau kalau ini ruang khusus EXO” balas namja tan itu.
“Jhwesonghamnida sunbae kami tidak tau” balas soojung, sambil membungkuk dan aku hanya diam biarkan saja.
“kalian tidak diberitahu kalau ini ruang khusus exo, apa kalian murid baru di sini?”tanya namja cantik itu. “sepertinya aku pernah melihat dia tapi dimana “gumamku dalam hati.
soojung hanya menggeleng “ne kami murid baru di sini sunbae, sekali lagi Jhwesonghamnida sunbae” ucap soojung sekali lagi. soojung mengambil tasnya dan tasku lalu menarikku keluar ruangan. Lagi-lagi dia kenapa seenaknya begitu, ah apa orang kaya memang seperti itu?, tapi soojung dan keluarganya tidak seperti itu. Dasar orang kaya sombong. Aku dan soojung berjalan di koridor sekolah setelah diusir oleh namja sombong itu, tak henti-hentinya aku kesal dengan kelakuan mereka.
“ya soojung-ah kau tidak perlu seperti itu” geramku. “haena-ah aku tidak mau membuat masalah dengan mereka” balasnya dengan lemas.
“memangnya kenapa kalau kita membuat masalah dengan mereka”tanyaku kesal.
“bulla-ah, pokoknya jangan mencari masalah dengan mereka ne!” ucap soojung.
“ne soojung-ah”ucapku lemah.
Apa-apaan itu mana ada peraturan begitu di sekolah ini, kenapa semuanya harus menuruti grup exo itu, aiiissshhh aku benci mereka semua, mereka itu seenaknya saja mentang-mentang orang kaya sombong sekali mereka cih. Aku terus saja menunjukkan wajah sedihku aahh dimana lagi aku berlatih dance dengan soojung, “disini tidak adakah ruang dance lainnya“ umpatku dalam hati.

Author POV
Kedua gadis itu terus saja berjalan melewati koridor sekolah dengan lemas, karena ruangan dance tempat mereka berlatih ternyata ruangan khusus exo. Mereka berdua jalan dengan lemasnya, padahal mereka awalnya sudah senang karna ada dance room karana mereka meneruskan kembali hobby mereka sewaktu JHS, tapi ternyata itu tempat khusus. Apa di sekolah ini semua ruangan tempat khusus exo? Mereka itu terlalu sekali.
“soojung-ah dimana lagi kita berlatih” ucap haena lemas.
“molla haena-ah” balas gadis sebelahnya lemas juga.
“bagaimana kalau kita mencari ruangan yang tidak dipakai di sekolah ini soojung-ah” ide gadis dengan postur tubuh pendek itu.
“ne ide bagus haena ya, kajja kita cari” ucap sahabatnya.
Keduanya pun mencari ruangan yang kosong di sekolah ini, mengitari sekolah ini namun tidak ada yang kosong, mereka pun terus mencari dari lantai bawah sampai ke lantai paling atas, kalian tau sekolah ini sangat luas dan mereka memaksa tetap mencari ruangan untuk mereka berlatih dance, mereka terus saja mencari sampai ke belakang sekolah terus mencari dan hampir saja putus asa, tiba-tiba soojung berhenti.
“wae soojung-ah”tanya gadis. “itu haena-ah ruangan kosong dan sepertinya tidak di pakai“ tunjuknya.
Jari telunjuknya mengarah keruangan ujung dan gelap, ruangan itu berada di belakang sekolah ini dan terletak paling ujung (tempat JanDi nemuin mie ramen terus makan ramen itu) sepertinya itu gudang , sempat ragu dengan ruangan itu karena gelap, namun mereka pun segera berjalan mendekat dan masuk melihat ruangan itu, penuh dengan debu dan kotor sepertinya sudah lama tidak di pakai.
“soojung-ah sepertinya ini ruang dance yang sudah terpakai lagi dan menjadi gudang” ucap haena saat masuk sambil melihat seluruh ruangan dan menyalakan lampu ruangan.
“ne benar haena-ah, kenapa dance room ini berada di belakang sekolah?” balasnya, membenarkan dan bingung melihat sekeliling ruangan ini.
“kajja kita bersihkan.” Ucap soojung. “ne” ucap haena senang.
Mereka berduapun menyimpan tas mereka dan mulai membersihkan ruangan ini dan membuat ruangan senyaman mungkin untuk mereka berlatih dance. Kadang mereka bercanda saat membersihkan ruangan agar tidak terlalu sepi, haena menyapu dan soojung yang membersihkan kaca dinding ruangan, Setelah membersihkan ruangan ini mereka pun terlihat senang dan berpelukan, karena telah menyelesaikan ruangan ini hingga bersih,mereka pun istirahat dan minum air yang mereka bawa.
“aaaaa akhirnya kita selesai juga”ucap haena senang.
“ne haena-ah aahh cape sekali”ucap soojung. Mereka berduapun duduk dan mulai meregangkan kaki mereka karena lelah.
“haena-ya besok saja ne kita memulai latihan dancenya, aku sangat lelah hari ini setelah membersihkan ruangan ini” ucap gadis cantik berambut panjang itu. sambil merebahkan tubuhnya di lantai.
“ne soojung-ah aku juga sudah lelah hari ini”ucap gadis imut itu. “ini adalah tempat rahasia kita soojung-ah untuk berlatih dance dan tidak ada yang tau” lanjutnya. Merekapun senyum sambil memijat kaki karena lelah.
“ne haena ya kita akan sepuasnya berlatih disini”ucap soojung senang.

Sehun POV
Setelah mereka pergi aku dan sahabat-sahabatku mulai berlatih dance inilah kelebihan kami bisa dance, apalagi kkamjong itu bisa semua gerakan dance, di antara anggota ini dia lah king dance, danceku juga tak kalah bagus dengannya.
“siapa mereka kenapa mereka tidak tau kalau ruangan ini khusus kita”tao buka suara saat kami beristirahat
“molla aku tidak suka dengan mereka sepertinya mereka gadis biasa saja”ucap kai meremehkan
Kamipun kembali hening dan beristirahat kembali, “gadis itu, gadis roti yang kemarin kenapa dia lagi” gumamku dalam hati.
“kajja kita pulang, latihan bisa lanjut lagi besok” kata luhan bangkit. “aku dan tao mau ke club kalian mau ikut?” ajak kkamjong.
“tidak, aku dan luhan akan ke basecamp saja”ucapku.
“gheure kami pergi dulu annyeong” pamit mereka berdua. Aku dan luhan pun pergi juga ke basecamp tempat biasa kita berkumpul.

Haena POV
Hari ini hari yang paling melelahkan dan menyebalkan setelah aku bertemu dengan namja yang kemarin menyiramku, lalu mengusir seenaknya aku dan soojung dari ruang dance, lalu aku dan soojung harus mencari dan membersihkan ruangan dance baru, sungguh lelah sekali hari ini dan sekarang aku harus bekerja, “Haena ya hwaiting” ucapku semangat lalu menghela nafas.
“haena-ah gwaenchana?” ucap namja yang bekerja sama seperti haena.
“ah ne gwaenchana oppa, aku hanya kelelahan sedikit karena sekolah tadi” ucapku.
“haena-ah antarkan ini ke pelanggan biasa kita ya” ucap sajangnim tiba-tiba. Baru saja aku istirahat tapi sudah di suruh antar roti.
“ne sajangnim” bowku. lalu pergi mengantar pesanan roti.
“oppa aku antar dulu roti ini ne” ucapku lembut sambil melaju dengan sepeda. “ne hati-hati haena-ah” teriaknya. aku hanya mengacungkan jempolku tanda mengerti.

Krriiiinngggg kkrrriiinngggg
Alarm terus saja menggema tapi rasanya aku malas bangun pagi ini. lalu akupun tidur kembali sepertinya ada yang masuk aku tidak memperdulikan dan terus saja tidur. Tiba-tiba sinar mentari menusuk mataku akupun dengansigap mengangkat selimut sampai kepala. Rasanya aku benar-benar malas bangun tidak bisakah sekolah libur hari ini.
“Haena-ya ireona, ireona Haena-ya, aiiisshh kau ini sekolah atau tidak” ucap wanita parubaya yang jelas eomma ku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku. Aku belum juga bangun benar-benar berat mata ini untuk dibuka.
“haena-ah ppaliwa ireona, ini sudah siang nanti kau terlambat.” Lagi-lagi eomma membangunkan ku dengan terpaksa aku pun bangun.
“ne eomma” jawabku setengah sadar. “kau ini cepat mandi nanti kau telat” ucapnya lagi. lalu meninggalkan kamarku. Aku pun langsung pergi ke kamar mandi dengan langkah gontai. Setalahnya akupun bergegas bersiap-siap, ah kenapa jam ini cepat sekali bergerak, aku pun berlari keluar kamar untuk pergi sekolah.
“haena-ah ini eomma buatkan bekal untuk di sekolah nanti” ucap eomma. Sambil memberikan kotak makanan padaku. Aku berhenti sejanak mengambil kotak bekalku dan memasukkan ke tas. Ah eomma memang yang terbaik.
“gomawo eomma, haena berangkat annyeong” pamitku pada eomma.
Pagi ini aku harus ke sekolah lagi, sebenarnya hari ini sangat malas berangkat ke sekolah. tapi, hari ini aku juga senang sekali dan membuatku semangat kembali “karena sehabis pulang sekolah aku akan berlatih dance di ruangan rahasia aku dan soojung” gumamku senang sambil membawa sepedaku ini, aku pun sampai di sekolah dan memarkirkan sepedaku.
“annyeong soojung-ah” sapaku. “annyeong haena ya untung saja kau tidak terlambat” sapanya juga dengan nafas lega. Setelah itu kami pun belajar karena seongsaenim sudah datang. Semua siswa fokus pada seongsaenim yang sedang menjelaskan pelajaran, aku dan soojung pun sama begitu. Pelajaran hari ini adalah tentang sejarah, ah sejarah adalah pelajaran yang sangat aku sukai karena menceritakan tentang asal-usul dunia jaman dahulu, akupun dengan serius mendengarkan cerita seongsaenim tentang sejarah korea jaman dahulu, pelajaran sejarah adalah salah satu nilaiku yang paling tinggi.
Teng Teng
Bel istirahat pun bunyi, semua siswa mulai memasukan buku dan keluar untuk istirahat. Aku sama halnya dengan siswa lainnya memasukan buku dalam tas.
“haena-ya kita makan ke kantin ne?” ajak soojung. “mian jung-ah tapi aku bawa bekal” balasku. Sambil menunjukkan kotak bekalku “tidak apa-apa kita makan di kantin saja” ajaknya lagi. “ne kajja” akupun mengiyakan.
kamipun berjalan menuju kantin, aku yang sedang menunggu soojung memilih makanan sambil melihat-lihat kantinsekolah ini “daebak mewah sekali kantin disini, aku jadi malu karena membawa bekal” ucapku lirih. sambil melihat bekalku.
“jung-ah aku malu makan di sini lihat semua orang membeli makanan di kantin sedangkan aku hanya membawa bekal” ucapku lirih.
“ghwaenchana haena-ah, aku juga besok akan bawa bekal sepertimu” ucap soojung senyum.
“soojung-ah” ucapku. “haena-ah” balas soojung.
Kamipun kembali diam dan menikmati makanan kembali, aku tidak mau membuang uangku untuk makan di kantin ini, selain harganya mahal juga dan tentunya uangku tidak cukup. Sebenarnya aku malu membawa bekal tapi mau gimana lagi masa aku harus meminta soojung yang membayarnya? Andwae, aku tidak mau merepotkan soojung lagi.
Setelah makan, kami berdua sedang berjalan-jalan di halaman sekolah karena ini masih jam istirahat, aku pun berbincang ria dengan soojung sambil melihat-lihat sekolah ini. Saat kami berdua sedang jalan, soojung tidak sengaja menabrak namja sepertinya mereka sunbae kami.
BUUUKKK

Sehun POV
Aku sedang berjalan dengan kai, tao dan luhan. kami berjalan ke kelas seperti bisa setelah istirahat diruang khusus kami, semua yeoja di sekolah ini terkagum-kagum saat kami sedang berjalan, itu sudah biasa karena kami memang prince’s di sekolah ini, akupun berjalan dengan mukaku yang datar dan dingin sedangkan kai, ia sedang memberikan senyuman mematikan pada yeoja-yeoja itu dan mereka langsung histeris. Siapa juga yang tidak terpesona dengan senyuman namja itu, aku tidak tertarik dengan yeoja-yeoja itu terlalu berisik saat sedang berjalan.
BUUKKK
“aaahh” rintih yeoja itu terduduk. “soojung-ah ghwaenchana” ucap temanya khawatir. sambil membantu yeoja itu bangun, yeoja itu pun hanya mengangguk lemah.
“YA kalian lagi kenapa suka sekali membuat keributan” ucapku kesal. mereka lagi yang kemarin seenaknya menggunakan ruang dance kami.
“maaf sunbae temanku tidak sengaja” ucap teman yeoja itu datar. Aiish nona roti itu lagi? kenapa takdirku akhir-akhir ini bertemu dengannya? Setiap bertemu dengannya selalu saja sial.
“kau itu bukannya meminta maaf padaku” ucapku geram. melihat teman yeoja itu meminta maaf dengan tidak tulus.
“maafkan aku sunbae aku tidak sengaja” ucap yeoja itu.
“enak sekali kau hanya meminta maaf dengan bow begitu, untuk apa ada hukum dan polisi kalau meminta maaf dengan mudah begitu” ucapku meremehkan. ah tiba-tiba ada ide terlintas diotakku. aku manfaatkan saja kejadian ini buat perhitungan pada dua yeoja ini.
“lalu bagaimana agar sunbae bisa memaafkanku” ucap yeoja itu lemah .
“ya neo” sambil menunjuk yeoja itu. “kau harus menciumku” ucapku dengan senyum smirk. aku melirik teman-temanku mereka hanya memperlihatkan senyum remeh saja dan luhan hanya menggeleng kepala. Aku juga melihat mereka berdua membelalakkan matanya dan saling melirik satu sama lain.
“m-m-mwo sunbae, aku harus me-mencium mu di sini?” ucapnya gagap dan kaget. aku melihat dia dan temannya itu kaget dan membelalakan mata mereka, rasakan itu aku hanya member kalian pelajaran saja.
“m-mwo kenapa harus cium sunbae, kami ini bukan yeoja seperti yang lain yang langsung mau, seenaknya meminta kisseu seperti itu” kata teman yeoja itu kesal. Ciih apa-apaan yeoja roti itu marah-marah, memangnya aku mau di cium oleh temannya itu? Cih Aku ini bukan seperti kai yang selalu mencium yeoja-yeoja nya itu.
“ne, wae kau tidak mau?” ucapku sarkastik. ku lihat temannya itu kesal sambil melihat teman yang di sampingnya.

Soojung POV
“ne, wae kau tidak mau?” ucapnya sarkastik. aigoo gimana ini memalukan sekali harus mencium sunbae itu di depan semua siswa di sini, “ya paboya soojung-ah, kenapa juga kau harus menabrak salah satu dari genk exo itu”rutukku dalam hati. Aku terus saja menundukkan kepala, ottokhe? Andwae, andwae haena-ah tolong aku. Aku melihat haenya dengan wajah memohon tolong.
“tidak adakah cara lain sunbae” ucapku memohon.
“ada” ucapnya. aku dan haena saling pandang dan bernafas lega untunglah. “kau harus meminta maaf sambil berlutut di hadapanku” ucapnya lagi. M-MWOO apa-apaan dia itu baru saja aku bernafas lega dan sekarang dia memintaku berlutut? demi apapun aku membenci dia hari ini dan seterusnya.
“m-mwoo? YA sunbae apa-apaan kau ini hanya masalah kecil, sahabatku menabrak mu tidak sengaja saja kenapa harus meminta maaf seperti itu” ucap haena marah.
“haena-ya sudahlah daripada aku harus mencium dia” bisikku pada haena. Aku tidak mempunyai pilihan lain, daripada aku harus menciumnya.
“ya andwae soojung ah” ucapnya kesal. aku mulai berjalan dan hampir membungkuk namun haena bicara.
“sunbae aku saja yang menggati temanku untuk meminta maaf dan berlutut didepanmu” ucap haena mencegah ku, aigoo haena apa-apaan kau ini. aku lihat exo membelalakan matanya kaget dan saling memandang satu sama lain.
“ya sudah lakukan lah“ ucap sunbae dingin itu. “andwae haena-ya jangan lakukan itu demi aku” gumamku sedih dalam hati.
Haena mulai berjalan dan membungkuk tapi tiba-tiba haena berdiri.
BUUGGHHHH
Binggo haena menginjak kaki sunbae itu, “astaga haena kau mencari masalah dengan mereka” ucapku dalam hati. Aku menutup mulutku karna kaget melihat aksi haena yang nekat itu.
“aaarrggghhhh YA NEO” ucap sunbae itu kesakitan.

Haena POV
BUUGGGHHHH
Langsung saja aku menginjak kaki sunbae itu, aku tidak mau ada satupun orang yang menghina sahabat terbaikku ini, apa-apaan mereka itu menghina dan mempermalukan soojung harus meminta maaf sambil membungkuk, aku akan menggantikan itu demi sahabatku ini. walaupun aku akan mendapat masalah nantinya, dan juga ini untuk pembalasanku karena telah menyiramku dengan mobilnya itu.
“aaahhhh YA NEO” teriaknya. Kulihat sunbae itu memeggangi kakinya sambil kesakitan. Tidak apakan sekali-kali aku memberinya pelajaran? Mungkin hanya aku yang berani melawannya.
“rasakan itu” ucapku. berlalu pergi dan menarik soojung melewati mereka semua, aku melihat teman-temannya menahan tawa dengan aksi ku itu. Biarlah siapa suruh dia bertingkah seperti itu nappeun namja.
Setibanya aku dikelas aku dan soojung langsung duduk di meja kami berdua aku lihat soojung sedih.
“soojung-ah ghwenchana? kenapa kau sedih” ucapku khawatir. soojung memelukku dan menangis.
“haena-ya kenapa kau membelaku tadi..hiks..itukan salahku” ucap soojung menangis.
“aigoo soojung-ah uljima, aku ini sahabatmu aku akan melakukan apapun untukmu” sambil mengelus rambut soojung menenangkan “kau telah membantuku dalam biaya sekolah dan yang lain, aku tidak akan biarkan siapapun mengganggumu, apalagi oleh namja seperti di, dia itu sudah keterlaluan hanya masalah kecil saja sampai seprti itu” lanjutku lagi.
“gomawo haena-ya kau mau menjadi chinguku” ucapnya sambil melepaskan pelukannya. “aku ini bukan hanya chingu mu tapi sahabat, saudara dan keluarga bagiku” ucapku. Benar aku dan soojung sudah menjadi keluarga dari kita JHS, aku dan soojung selalu menginap bergantian, aku akan menginap di rumah soojung jika orang tuanya sedang pergi keluar negeri. dan soojung menginap di rumahku kalau dia sedang rindu dengan orang tua dan adikku, soojung sangat senang menginap di rumahku karena menurutnya keluargaku itu sangat hangat, mungkin karena dia selalu di tinggal keluarganya dan tidak setiap hari merasakan makan bersama dengan orang tua.
Setelah acara sedih-sedihan itu aku kembali fokus dengan pelajaran, karna cho seongsaenim telah memasuki ruang kelas kami untuk memulai pelajaran matematika hari ini. Aku lihat soojung sudah mulai tersenyum dan fokus pelajaran aku senang melihat senyumnya itu.
Tak terasa pelajaran telah selesai aku dan soojung hari ini akan berlatih dance lagi, aku berjalan sendiri melewati koridor sekolah yang sudah hampir sepi ini, mungkin ada beberapa siswa lain yang mengikuti kelas tambahan yang masih berkeliaran disini, oh ya kenapa aku sendiri.
#Flashback
“soojung-ah kajja kita keruang dance” ajakku pada soojung.
“kau duluan saja haena-ya aku ada urusan sebentar, hanya sebentar” rayunya dengan aegyeo.
“ne ne soojung-ah annyeong” pamitku. Sambil jalan menjauhi soojung. “annyeong tunggu aku disana ne” teriaknya.
#flashback end
Hufft sebenarnya soojung ada urusan apa sampai menyuruhku duluan, aku terus saja bergumam sendiri, ketika aku berjalan aku mendengar suara piano dan nyanyian seperti kemarin, dengan penasaran akupun melangkah menuju sumber suara tersebut. Setelah berada di depan pintu aku membuka pintu dengan pelan dan melihat namja yang sedang bermain piano dan benyanyi, “merdu sekali” gumamku pelan. saking terlalu terhanyut dalam mainan piano dan suaranya, akupun berdiri setelah melihat ada orang di depanku.
“a-ah mianhae aku tadi e-eh hanya mendengarkan saja” ucapku gagap sambil menunduk.
Namja tadi hanya diam dan berlalu di hadapanku, aku hanya menatapnya bingung aku menghela nafas huufftt “namja itu bukannya tadi yang bersama exo itu?”gumamku, “apa dia yang bernama xi luhan?” bingungku. “ah ya sudahlah” lanjutku berjalan menuju ruang dance.
Aku masuk keruang dance rahasia ku dan soojung, aku mengerenyitkan dahiku saat memasuki ruang dance.
“ya soojung-ah kau sudah datang” tanyaku. “ya baru beberapa menit lalu” balasnya.
“kenapa kau baru datang haena-ah, aku yang ada urusan kau yang terlambat datang” kesalnya sambil mempoutkan bibirnya.
“ah itu tadi aku lupa lagi jalannya kemana” bohongku. Sambil memperlihatkan deretan gigiku.
“gheure, ya sudah mari kita latihan, gantilah bajumu itu” perintahnya.
Aku berganti baju, sementara itu soojung menyalakan tape untuk memutar lagu dancenya, kami berdua dance mnggunakan lagu milik Janet Jackson – Rythm Nation (dancenya snsd :D) setelah soojung menyalakan musiknya, kami berdua bersiap di posisi kami untuk dance, musik pun terdengar kami mulai dengan jari seperti sedang menghitung 1,2,3,4 kami mulai dengan menggerakkan tangan dan kaki bersamaan lalu tangan kebelakang dan kepala menunnduk irama semakin cepat tentu gerakan tubuh kami juga semakin cepat. Dalam dance, ada cara mengatur nafas kami dengan benar dan tetap teratur dan tidak terlalu lelah, itu kami dapatkan saat latihan pertama kali di JHS lee seongsaenimg memberikan kami bagaimana cara mengatur pernapasan. Kami kembali membenarkan kembali yang masih salah, inilah cara kami agar mood kami senang dengan dance semua masalah pasti terselesaikan. Kami terus saja menari dan menciptakan gerakan baru dengan musik yang di mix dengan bagus, kadang aku yang punya ide dance baru, kadang juga soojung menciptakan ide gerakan kami ini. kami satukan dalam gerakan yang menjadi sempurna, kami berhenti sebentar untuk menetralkan pernafasan selama 2 menit, setelah itu kami kembali bersiap dan berganti lagu lagi dengan lagu J-Lo ft pitbull – dance on the floor, kami mulai mengerakan kaki, tangan dan tubuh kami agar dance kami lebih bagus lagi. di akhir lagu aku melakukan split dan kami berdua pun tepuk tangan karena senang melakukan dance.

Sehun POV
Berada di basecamp adalah kebiasaan kami setelah sepulang sekolah. kami selalu pergi ke basecamp untuk sekedar berkumpul, mengobrol, main game dll. Kai dan tao sering membawa teman yeoja mereka, cih dasar mereka itu suka sekali bermain yeoja tapi aku tidak perduli selama mereka senang dan menikmatinya.
Aku menghempaskan tubuhku di sofa dengan wajah yang marah dan kesal, benar-benar yeoja itu selalu saja membuatku kesal, saat dia berteriak di jalan, lalu kemarin dia memasuki ruang dance pribadi exo, dan sekaran dia menginjak kakiku dengan seenaknya saja .
“aarrggghh aku harus membalasnya” teriakku. kai dan tao saling memandang satu sama lain dan hanya memandangku bingung.
“sehun-ah kenapa tidak gunakan cara kita yang seperti biasa” saran taotiba-tiba. sambil merangkul kai, kai dan tao saling bertos ria.
“YA tao-ah kau benar juga” ucapku sambil senyum evil. “nona roti, lihatlah besok” gumamku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.

TBC
Aaaaahhh chapter 3 kelaaar juga gimana-gimana bagus ga ceritanya atau jelek atau ga jelas atau absurd atau membosankan? Atau kepanjangan, Mian kalau memang kaya gitu  Please coment untuk kritik dan sarannya ^^ GOMAWO

27 responses to “[Freelance] PRINCE AND I (chapter 3)

  1. aku selalu tungguin ff ini. walaupun ceritanya mirip BBF tapi pas baca kesannya tuh beda banget. aaaa lanjut yaaaa.. semangat!!

  2. Bulla – molla
    Ppaliwa ireona – ppali ireona/ ireonabwa
    Just that! Kkkk
    Lanjut & panjangkan dikit aja >.<

  3. Pingback: [Freelance] Prince and I (Chapter 5) | SAY - Korean Fanfiction·

  4. Pingback: [Freelance] Prince and I (Chapter 7) | SAY - Korean Fanfiction·

  5. Si sehun mau balas haena.
    Bakalan ada perang dunia ke 3 dong klo gitu kkk~
    Next! Nggak sabar bacanya! Keep writing!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s