[Freelance] MY NUMBER ONE ENEMY (COULD THIS BE LOVE??)

img1396973872380

MY NUMBER ONE ENEMY
(COULD THIS BE LOVE??)

Title : MY NUMBER ONE ENEMY (COULD THIS BE LOVE?)
Author : Desyun (twitter: @des4yun)
Genre : School Life, Romance, Comedy
Rating : G
Lenght : 1/3 Part
Main Cast : Oh Sehun (Exo), Lee Mi Cha (OC), Krystal Jung, Choi Minho
Supported Cast : Member Exo, Amber, Soo Ah and others.
Disclaimer : This is my second FF. Alur dan cerita adalah PURE milik saya, karena sebagian cerita merupakan pengalaman pribadi saya, hehehe..so don’t ever think to PLAGIAT OR BASHING the character.

Happy Reading Readers 🙂

Mi cha mendengus kesal sambil berjongkok dia memunguti buku-bukunya yang jatuh berserakan di anak tangga. Sebagian buku yang dibawanya dari perpustakaan kampusnya jatuh dengan sukses setelah seorang namja tak dikenal berlari terburu-buru dan menabrak Mi Cha. Namja itupun hanya minta maaf lalu berlalu begitu saja.

“YAAAA!!! Nappeun namja!!! Berani sekali kau pergi begitu saja setelah menjatuhkan buku-bukuku”, Micha berteriak sambil menghentakkan kakinya di anak tangga dengan kesal dan geram.

Namja tadi sudah tidak terlihat lagi di belokan tangga. Mi cha masih mengutuk kesal namja yang menabraknya td.

“Awas kalau sampai aku mengenali wajahmu!!!”, teriaknya geram.

“Ehm..Ehm..”, terdengar suara deheman seorang namja yang sekarang berdiri denfan eloknya beberapa anak tangga di atas Micha. Namja itu sekarang menyandarkan punggungnya di pegangan tangga. “Perlu bantuan?”, tanya namja itu memperlihatkan wajah tampannya yang dihiasi senyum mengejek.
“….”, Micha yang sedang berjongkok memungut buku-bukunya hanya mendongakkan kepanya ke arah namja itu. Wajah Micha menunjukkan ketidaksukaan kepada namja itu.

Drtt…drrrrttt
Si namja kemudian menjawab ponselnya. Kemudian menuruni anak tangga ke arah Micha, sepertinya hendak menolong Micha mengumpulkan buku-bukunya. Tapi…

“Ahaaaa…mian nona angkuh, sepertinya kau harus membereskan buku itu sendirian. Karena aku sibuk. Eumm..maksudku jadwalku sibuk”, ucapnya dengan nada mengejek kepada Micha kemudian berlalu meninggalkan Micha yang kembali mengumpat kesal.

***

Micha masuk ke ruangan kelasnya. Wajah yang mengeram masih terlihat jelas di wajahnya. Seorang yeoja berambut panjang menghampirinya.

“Micha-ah…ada apa dengan wajahmu?”, yeoja itu duduk disebelah Micha dan memperhatikan reaksi Micha yang masih sama seperti dia datang.

“Soo Ah, aku benar-benar sial di pagi ini”, Micha menjawab pertanyaan temannya itu dengan ekspresi yang masih menahan kesal.

“wae?waeyo Micha ah?”, tanya Soo Ahh penasaran.

Micha menceritakan semua yang terjadi di tangga, mulai dari ditabrak seorang namja yang tak dikenal. Pergi begitu saja tanpa membantunya mengumpulkan bukunya yang berjatuhan sampai dengan bertemu dengan namja yang paling dia benci.

“Aigoo..Micha ah, kenapa selalu bermusuhan dengan Oh Sehun? Kalian sudah dewasa. Apa tidak bisa akur sehari saja eoh?”, tanya Soo Ahh tak habis pikir karena dia harus bersabar dengan ocehan Micha yang setiap hari akan melaporkan percekcokannya dengan Sehun.

Mendengar nasihat Soo Ahh yang tetap sama setiap kali dia menceritakan percekcokannya dengan Oh sehun, Micha hanya bisa memasang ‘duck face’. Respon Soo Ahh tetap sama tapi Micha nggak pernah kapok melaporkan hal yang sama kepada sahabatnya itu.

“Berbaikanlah dengan Sehun, sebentar lagi dia akan debut Micha. Kau akan rugi bermusuhan dengannya karena dia akan terkenal dan disukai yeoja-yeoja. Kau akan menyesal Micha ya”, celoteh Soo Ahh panjang lebar.

“ANDWAEEEEE!!!!”, jawaban Micha sungguh memekakkan telinga Soo Ahh dan beberapa orang yang berada di ruangan yang sama dengan mereka berdua.

“Yaaa, kau ini. Gendang telingaku hampir pecah karena suara cemprengmu”, protes Soo Ahh.

“Itu karena kau selalu mengucapkan kalimat yang sama, kau tidak pernah mendukungku untuk membalasnya”, sahut Micha tanpa merasa bersalah.

“Aishh…neo jinjja!!”, Soo ahh menghela nafas lelah menasihati temannya yang terkenal dingin dan angkuh di kalangan pria. “Sebenarnya apa masalah kalian? Bertahun-bertahun bermusuhan. Apa hanya karena dia mengalahkanmu waktu dance champion di SMP?”, tanya Soo Ahh sambil menatap Micha lekat-lekat.

“Sudahlahh..jangan bahas itu lagi”, Micha menunjukkan wajah tidak suka dengan pertanyaan Soo Ahh entah untuk ke berapa kali Soo Ahh lontarkan setiap dia dan Sehun bertengkar. Micha mengambil earphone dan memasangnya ditelinganya. Dia mengalihkan pandangannya ke buku yang berhasil dikumpulkannya setelah berserakan di tangga, Soo Ah yang mengetahui bahasa tubuh Micha yang sedang badmood dan tidak ingin diganggu pun beranjak dari tempat duduknya sebelumnya mengusap lembut rambut Micha.

Micha sebenarnya tidak ingin memendam alasan kenapa dia bisa bermusuhan dengan Oh sehun sejak dulu. Tapi ada rasa malu, kesal dan tentunya nona angkuh ini pasti menjaga harga dirinya. Jika sampai Soo Ah tahu masa lalu mereka, Soo ahh dikuatirkan Micha akan tertawa berhari-hari. Dan akhirnya nona angkuh ini akan kehilangan pamornya sebagai nona cantik berbakat yang dingin dan angkuh menjadi nona yang konyol. Micha mengalihkan pandangannya dari buku ke arah luar jendela ruangan kelasnya. Lagu yang sekarang terdengar di earphonenya membawanya ke ingatannya beberapa tahun silam sewaktu mereka di SMP.

FLASH BACK

Di sebuah kelas yang berada di lantai 2 gedung sekolah Hayang Middle School. Saat itu sedang awal masuk kelas 1 SMP. Micha dan Sehun berada di satu kelas yang sama. Mereka sudah mengenal sejak masih SD. Sehun merupakan anak pindahan di sekolah Micha. Dia pindahan dari Daejon saat duduk di kelas 6. Sehun anak yang ramah namun sangat jahil kepada Micha. Karena saat SD Micha lebih kelihatan seperti anak laki-laki. Sehun tidak menyukai tingkah Micha itu sehingga Sehun sering menjahilinya. Dan ketidakakuran mereka dimulai dari saat itu walau kadarnya masih ringan. Pertengkaran anak kecil.

Saat duduk di kelas 1 SMP mulai banyak pertengkaran karena hal sepele, Sehun mendapat nilai lebih bagus dari Micha.

“Hey Micha-ah..lihat nilaiku, bagus kan?”, Sehun memamerkan nilai matematikanya yang bernilai 100 kepada Micha yang mendapat nilai 60. Sehun menari-nari melambai-lambaikan kertas ujiannya kehadapan Micha.

“….”, Micha memandang lemas nilainya. Dia merasa dikalahkan oleh musuh bebuyutannya.

“Kau nggak akan bisa kalahkan aku Micha”, ucap Sehun angkuh dengan ekspresi anak-anak yang lagi pamer kehebatan.

“Wae?”, tanya Micha berang. Aku akan mengalahkanmu anak mami..batin Micha.

“Karena IQ mu rendah”, jawab Sehun sombong sambil menunjukkan kelingkingnya sebagai penjelasan ukuran IQ Micha.

Micha makin berang debgan cepat dia merampas kertas ujian Sehun dari tangannya kemudian merobek-robeknya kesal. Membuang serpihannya begitu saja di hadapan Sehun. Sehun tercengang, wajahnya memerah karena bukti nilai sempurna yang akan dipamerkan ke orang tuanya hancur sudah.

“Itu nilai 100mu”, kata Micha sembari menunjukkan serpihan kertas di lantai kepada Sehun yang cuma terdiam menahan marah hampir menangis.

“Jangan mengataiku IQ rendah, sana…menangislah kepada eommamu. Dasar anak mami!”, ejek Micha sambil berlalu meninggalkan Sehun yang sudah menangis.

Begitulah akhir pembicaraan mereka di kelas I SMP karena setelah itu mereka bermusuhan tidak pernah berbicara ataupun mengejek seperti biasa.

Kelas I pun berakhir, naik ke kelas II ternyata mereka tidak sekelas. Entah beruntung atau tidak mereka jarang bertemu karena ruangan kelas yang tidak berdekatan. Tapi bukan berarti tidak ada cerita konyol mereka di Kelas II.

Siang itu kelas Sehun sedang tanding sepak bola dengan kelas Micha. Micha sebenarnya tidak berminat untuk menonton bukan karena dia tidak suka bola tapi karena dia tau akan ada Sehun di sana. Melihatnya akan membuat Micha mual. Tapi karena dituduh tidak mencintai kelasnya, akhirnya Micha pun ikut menontonnya bersama teman sebangkunya Amber. Mereka sedikit terlambat karena Micha penuh pertimbangan. Mereka masuk ke lapangan bola, tampak ada 2 kubu yeoja saling adu kuat suara sebagai supporter kelas masing-masing.

Karena suara riuh dari supporter dadakan ini yang memekakan telinga, Amber dan Micha susah mencari tempat dari tepi lapangan.

BUUUGGGHHH….

Micha merasakan sebuah benda dengan keras mendarat di punggungnya. Sekuat tenaga dia menahan keseimbangan tubuhnya dan hampir memegang tangan Amber. Akhirnya Micha jatuh dengan sukses ke tanah dengan posisi tengkurap. Roknya tersingkap sedikit ke atas menunjukkan celana hitam shortnya sedikit bergambar winnie the pooh. Sehun yang berada di dekat tempat Micha jatuh melihat dengan jelas proses jatuhnya Micha sampai dengan roknya yang tersingkap. Kontan Micha sadar langsung merapikan roknya dibantu Amber berdiri. Sehun yang tadinya kaget kemudian mulai mengeluarkan suaranya.

“bwahahahahahah…”, Sehun tertawa keras sambil menahan perutnya yang sakit karena tertawa. Sehut melihat jelas isi rok Micha. Sehun merasa geli dengan celana pendek bergambar winnie the pooh milik Micha. Dia tak hentinya tertawa geli sampai air matanya hampir keluar.

Micha meringis sakit di lengannya kepada Amber. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Sehun yang sedang tertawa puas. Menertawai dirinya. Rasa sakit yang dirasakannya berubah menjadi malu bercampur geram melihat Sehun yang menertawainya denga sangat puas. Micha mengepal tangan kirinya geram.

“Ya, si anak mami ini. Sialan”, gumamnya geram. Micha mengacuhkan suara penonton yeoja yang riuh karena permainan terhenti akibat dirinya yang jatuh di sela pertandingan.

“Hahaha, bagaimana bisa gajah jatuh?”, lanjut Sehun mengejek Micha masih dengan tawanya yang keras. Micha memandang Sehun dengan deathglarenya. Sehun berbalik melanjutkan pertandingan bolanya. Masih dengan suara tawanya yang sangat membuat Micha kesal maksimal.

Karena peristiwa memalukan itu, kebencian Micha pun bertambah kepada Sehun. Baginya Sehun adalah ‘Enemy Number One’. Tidak ada tawar menawar lagi, dengan sah dan yakin Micha menetapkan bahwa Oh Sehun adalah musuh No. 1.

OFFICIALY ENEMY NUMBER ONE!!!!

Kisah di SMP BELUM BERAKHIR!!
Beranjak kelas 3 SMP, secara fisik mereka sudah beranjak remaja. Perubahan dari segi fisik pun kelihatan. Oh Sehun terlihat semakin tinggi, semakin cakep. Banyak hoobae-nya yang menyukai Sehun. Tak jarang di lokerya mau pun di meja kelasnya tiap pagi dia akan menemukan surat ataupun kado kecil dari fans-fansnya. Sehun hanya membalasnya dengan ucapan terima kasih dan senyuman yang membuat para admirer-nya mimisan sangkin senangnya.

Pagi itu, Sehun berjalan ke kantin dengan kedua temannya, di sudut kantin ada meja meja yang di huni oleh sepasang sahabat yakni Micha dan Amber. Mereka sedang menikmati makan siangnya dengan lahap diselingi dengan cerita tentang film yang mereka tonton kemarin malam.

Suasana kantin yang tadinya tenang, tiba-tiba riuh oleh suara siswi-siswi labil. Micha dan Amber mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Ternyata para sisiwi sedang menyoraki kedatangan Sehun bersama ketiga sahabatnya Suho, Luhan dan Tao yang sama popularnya di kalangan para hoobae.

“Aishhhh…apa yang yeoja labil ini suka dari anak mami ini”, celoteh Micha kepada Amber sambil memiringkan bibirnya pertanda jijik melihat Sehun yang bak artis dielu-elukan.

“Hah? Kau tidak melihat dia sangat tampan?”, jawab Amber asal sambil menyuapi makanan ke mulutnya.

“Yaa..Amber-ah apa sekarang kau mau berkhinat?tskkk…”, Micha memicingkan matanya menatap Amber.

“Eoh..!! Ani..aniyo. Maksudku Tao itu sangat tampan, hahaha…”, Amber cepat-cepat meralat kalimatnya takut Micha akan marah. Walaupun Amber sangat tomboy dan berani pada namja tapi dia sangat takut jika sahabatnya Micha mengamuk. Mengerikan!

***

Tak terasa hari itu adalah hari terakhir mereka menjadi siswa SMP. Mereka sedang menghadapi ujian kelulusan di hari terakhir. Untungnya Micha tidak satu ruangan ujian dengan Sehun jadi dia bisa berkonsentrasi di ujian akhirnya.

“Auhhh..kenapa perutku sakit sekali ya”, batin Micha di sela pengerjaan soal ujiannya sembari memegang perutnya yang terasa sakit tidak biasa. Terasa seperti diremas, dipukul dan dicabik. Micha berjuang sekuat tenaga Mengerjakan soal ujian akhirnya. Perlahan rasa sakit di perutnya mereda. Kertas jawaban ujiannya sudah diberikan kepada Sonsaengnim yang mengawas ujian, Micha kemudian diizinkan keluar oleh sonsaengnim.

Micha berjalan ke arah toilet, di melihat Amber yang beberapa langkah di depannya yang juga menuju toilet.

” Amber-ah…”, panggil Micha dengan senyuman sumringah.

“Eoh kau sudah selesai juga Micha?, tanya Amber bersemangat.
Mereka mengobrol dengan ekspresi senang karena sudah menyelesaikan ujiannya dengan baik, pastinya juga mereka sebentar lagi menjadi anak SMA. Bahagia menghiasi wajah mereka sampai lupa tujuan awal mereka yang sebenarnya ke toilet.

“Ehm..Ehm..”terdengar suara deheman namja dari belakang Micha.

“Ahh..Sehun-ah”, gumam Amber pelan dengan mata yang berbinar melihat namja tampan berdiri manis beberapa langkah darinya.

“Annyeong Amber-ah”, sapa Sehun dengan senyum manisnya. Amber pun tersenyum malu menyadari namja tampan yang sudah 3 tahun ini terpaksa dihindari Amber karena Micha. Micha memutar badannya setelah mendengar gumaman Amber menyebut nama Sehun. Micha melihat Sehun yang tersenyum dengan smirk-nya. Spontan aja Micha menarik tangan Amber untuk segera beranjak dari tempat itu.

“Tiba-tiba aku merasa hawa di sini tidak enak Amber-ah. Kajja…”, Micha menarik paksa tangan Amber, matanya masih memandang Sehun jijik. Amber masih belum sepenuhnya menyadari maksud Micha. Dia masih memandang kagum sosok Sehun. Baru 3 langkah, Micha dan Amber menghentikan langkahnya karena suara Sehun.

“JAKKAMAN..!!!”, panggil Sehun keras mengagetkan Micha dan Amber.

“Wae?”, jawab Micha kesal karena tak ingin berlama-lama berdekatan dengan musuh bebuyutannya.

“Hahaha…..”, Sehun hanya menjawab tanya penasaran Micha dengan tawa mengejeknya dan Senyum liciknya.
“YAAAA!!! Bocah tengik ini!!”, umpat Micha geram karena lagi-lagi Sehun hanya menertawainya seolah-olah dia adalah badut.

Sehun berjalan mendekat ke arah Micha. Dia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Micha. Micha merasa kikuk dengan posisi mereka sekarang. Amber hanya bisa menatap kaget dengan tingkah 2 manusia yang bermusuhan itu.

Sehun menahan tawanya yang melihat wajah Micha yang memerah karena wajah mereka yang sangat dekat. Kemudian Sehun mendekatkan bibirnya ke telinga Micha.

“Sepertinya kau melewatkan sesuatu di rokmu nona angkuh”, bisik Sehun di telinga Micha.

“Mwo??”, tanya Micha bingung dengan maksud Sehun.

Sehun tersenyum licik, matanya menunjukkan rok bagian belakang Micha. Micha mengikuti arah mata Sehun. Dia terbelalak memandangi roknya yang basah berbentuk beberapa pulau tepat di tengah roknya. Amber pun yang sedari tadi bingung mengikuti tindakan Sehun dan Micha yang berfokus di rok belakang Micha.

“Omonaaa…kau mengompol Micha-ah?”, jerit Amber yang kemudian dengan refleks Micha membekap mulut Amber takut yang lain mendengar.

“Sepertinya aku yang menjadi orang pertama menyaksikan peristiwa bersejarah dalam hidupmu Micha Ssi”, ucap Sehun dengan senyuman liciknya kemudian pergi meninggalkan Micha yang menunduk malu dan Amber yang kebingungan.

Micha menarik Amber ke dalam toilet yang menjadi tujuannya semula. Micha menutup wajahnya malu. Amber kebingungan. Amber masih aja berisik menyangka Micha mengompol.

“Yaa…Amber, kau benar-benar berisik. AKU TIDAK MENGOMPOL!!”, teriaknya frustasi.

“Kalau tidak mengompol kenapa rokmu basah begitu”, tanya Amber.

“Aku tidak mengompol, geunde…”, suara Micha terputus.

“Mwo? Geunde mwo?”, tanya Amber penasaran.

“Itu menstruasi”, jawab Micha lemah.

“MWO???”, Amber kaget yang berujung malah tertawa akan pengalaman sahabatnya yang dirasanya sangat konyol

FLASH BACK END

Micha merasa tolol setiap kali teringat kejadian konyol itu. Itu adalah hari kedua dalam hidupnya mengalami menstruasi. Jadi menggunakan pembalut pun dia masih belum mahir, alhasil meleber menembus roknya tanpa disadarinya dan Sehun menjadi orang kedua setelah dirinya yang menjadi saksi Micha beranjak menjadi wanita remaja menuju dewasa.

“Kenapa harus anak mami itu yang melihatnya”, gumamnya kesal. Kejadian itu sudah berlalu 4 tahun lalu tapi masih teringat jelas dan masih membuat Micha malu. Bagaimana tidak, ketika berdebat dengan Sehun maka Sehun akan menggunakan peristiwa memalukan itu untuk mengalahkan Micha. Mengesalkan.

Kejadian pagi ini juga sudah cukup menambah kadar kebencian Micha akan sosok Sehun. Micha merasa sosok Sehun menjadi kesialan baginya. Dari SMP satu sekolah, di SMA juga bersekolah di tempat yang sama bahkan sempat satu kelas di kelas 2 SMA. Mereka sama-sama menjadi trainee di sebuah Perusahaan manajemen produksi. Dan sekarang sama-sama kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Soo Ah sering mengatakan kepada Micha kalau mereka itu berjodoh karena selalu bertemu. Tapi Micha selalu beranggapan bahwa Sehun itu adalah bayangan kesialannya.

***

Hari ini sepulang dari kampus, Micha dan Soo Ahh berangkat ke tempat trainee. Sore ini mereka ada jadwal latihan dance. Soo Ahh, Micha dan Sehun memang menjadi trainee di tempat yang sama. Tapi Sehun lebih dulu menjadi trainee, kabarnya Sehun akan segera debut bersama boybandnya Exo. Sesampainya di tempat latihan Micha menangkap sosok seorang namja berperawakan tinggi kulit yang tidak terlalu putih dan senyum yang menawan. Dia adalah Choi Minho, sunbaenya yang sejak kelas 1 SMA sangat disukai Micha. Menurutnya Minho adalah namja yang sangat menarik, sifatnya yang lembut pada yeoja, tutur katanya yang sopan dan tentunya dia sangat tampan di mata Micha. Walaupun sudah terkenal dengan Shinee-nya, Minho tetap ramah dan rendah hati.

“Annyeong haseyo Sunbae”, sapa Soo Ahh ramah pada Minho yang sedang memperhatikan para trainee lain latihan dance.

Minho menoleh ke arah Micha dan Soo Ahh, dia pun tersenyum ramah kepada kedua hoobaenya itu. “Ye, Annyeong”, jawabnya ramah mengalihkan pandangannya kepada Micha. Micha yang sadar dipandangi namja pujaannya, menunduk malu.
“Kalian mau latihan dance?”, tanya Minho. Arah matanya mengharapkan jawaban dari Micha.

Micha mengerti pandangan Minho agar dia yang menjawab pertanyaan Minho bukan Soo Ahh. “Eoh..Ne Sunbaenim”, jawab Micha sopan sembari menganggukkan kepalanya.

“Berlatihlah dengan semangat”, ucap Minho riang. Minho beranjak dari tempatnya menuju pintu keluar ruang latihan, Minho menyempatkan mengacak lembut rambut Micha kemudian menghilang di balik pintu.

Micha mematung, tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Seorang Minho memberi semangat padanya bahkan mengacak lembut rambutnya pertanda sebuah kedekatan. “daebak!”, serunya dalam hati. Menahan perasaan bahagia membuat pipinya terasa panas memerah.

“Aishh…kau beruntung sekali Micha. Minho Sunbae menyemangatimu dan menyentuh rambutmu”, tutur Soo Ahh jealous terhadap perlakuan Minho ke Micha.

Micha sepanjang latihan hanya tersenyum bahagia. Latihan yang sulit dan melelahkan pun tak dirasakannya lagi melelahkan. Padahal usai latihan Micha biasanya akan mengeluh pegal atau capek kepada sahabatnya. Namun kali ini, sepertinya efek dari perlakuan Minho membuat Micha bersemangat dan tersenyum sepanjang latihan bahkan sampai latihan usai, Micha masih saja tersenyum.

“Micha-ah berhentilah tersenyum seperti itu, kau seperti orang gila saja”, Soo Ahh buka suara karena dari tadi dia risih melihat kelakuan sahabatnya itu.

Yang diajak bicara malah tak mendengar suara Soo Ahh. Micha hanya menyeka keringat di wajahnya masih dengan tersenyum.
TBC
PART 2

18 responses to “[Freelance] MY NUMBER ONE ENEMY (COULD THIS BE LOVE??)

  1. Pagi pagi bangun langsung tongkrongin ff ini.
    Ngakak sendirian dewh. Sehun en micha kocak banget.
    Sehun bisa ngeselin juga yah. Soale gw bayangin gw jadi micha hahah
    Tapi kenavah mesti ada tbc dewh
    Buruan part 2 nye thor

  2. Ahahahay..sehun beda di ff ini
    Somplak parah kisah Micha waktu esempe
    Ketawa mulu baca ff ni
    Silahkan dilanjutkan chingu

  3. Huehehehehehe
    Lucu bingits bagian Lee Micha yang roknya basah karena mens

    Geli banget gueh bacanya

  4. whoaah…critanya daebak bnget thorr!!
    Jadi ngbayangin gmana nybelinnya Sehun Oppa ^^ xixixi
    next part’ny cptan ne thor !!
    JEONGMAL DAEBAK (y)

  5. waaaa
    ff ini kocak banget
    seriuus

    sehunnya nyebelin tapi gimanaaa gituuu
    tapi momen sehun-micha belom terlalu brasa yaa
    next chap banyakin momen mereka yaaa
    hhehee

    keep writing
    fighting
    😀

  6. wah kren thor…..

    alasan micha mmbenci sehun konyol bnget
    hahaha

    next chapny jngn lma” thor
    fighting

  7. Kocak bnget sehun sma micha. Jd ingat pas klas 5 SD aku jg punya musuh no.1, pdahal sbelumnya kta sahabatan loch, dia prnah tuch ngangkat rok ku dri blakang hngga rok dalamku keliatan, lmpar kpalaku pke bola kasti, lmpar mukaku pke penghapus papan tulis, dan bnyak lg..tp pas kelas 2 smp, dia ngajak baikan, dan kta sahbatan lg smpai skarang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s