[Freelance] Romance In School Life (chapter 2)

PicsArt_1396626314888

Title : Romance In School Life (chapter 2)
Author: Kim Yoon Ji (@xojsca)
Main Cast : Park Chanyeol, Irene (OC)
Genre : Romance, School Life
Rating : Teen
Length : Chaptered
Chapter [1]
Mereka terdiam sejenak. Tidak ada tanda-tanda Irene akan menjawab pertanyaan Chanyeol yang Irene lakukan hanyalah menaikan sebelah alisnya. Terlihat Irene yang bingung bercambur kesal dan marah dengan ucapan Chanyeol tadi. Setelah beberapa detik mereka berdua terdiam Irene menjawab dengan nada kesal.

 

“apa kau sudah gila?” tanya irene kesal dengan ucapan namja itu. Irene dengan cepat membalikan tubuhnya dan berlalu membuka pintu pagar rumahnya. Melihat yeoja itu mulai memasuki pekarangan rumahnya Chanyeol berteriak cukup kencang. “Akan kutunggu jawabanmu besok pagi” teriakan namja itu. Irene tetap tidak merespon teriakan Chanyeol dan tetap pada pendiriannya untuk berlari masuk meninggalkan namja bertubuh tinggi itu.

Sudah terlihat didalam rumah besarnya terdapat Appa dan eomma Irene yang daritadi menunggu anaknya pulang.
“Siapa tadi yang berteriak didepan Ren? Seperti suara laki-laki” appa Irene bertanya kepada anaknya yang baru meninjak anak tangga pertama.
“Tidak tau, mungkin orang iseng” Irene melanjutkan langkahnya menaiki tangga yang sempat tertunda dengan santainya menuju kamarnya dilantai dua.
Appanya tahu anaknya itu sedang berbohong padanya, Ia hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala tak mengerti melihat tingkah laku anaknya yang semakin lama semakin aneh. Eommanya hanya terdiam dalam hpnya.
•••
Terlihat Chanyeol yang menaiki tangga sebuah rumah, meraih gagang pintu dan membukanya.
“YA! Chanyeol-ah sedang apa kau ke sini?” Tanya Baekhyun. Tentu saja itu bukan rumah Chanyeol melainkan rumah Baekhyun. Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Baekhyun dan dengan santainya berbaring di tempat tidur Baekhyun.“ah lelahnya, aku malas pulang. Aku menginap lagi” jelas Chanyeol yang sekarang tengah berbaring nyamannya dikasur yang sangat empuk. “Kau kenapa? Tidak biasanya kau seperti ini” tanya baekhyun yang keheranan melihat temannya dengan wajah yang terlihat sangat suram. Chanyeol hanya terdiam tidak menanggapi pertanyaan Baekhyun.
“Hey aku sedang ber … ” setengah kesal akibat pertanyaannya tidak ditanggapi Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol, Dan mendapati Chanyeol yang hampir tertidur pulas. “YA! Chanyeol-ah” Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan kesal.“Hey…Bangun telinga besar” Baekhyun membangunkan Chanyeol dengan mendorongnya dari tempat tidur yang kira-kira tingginya 50cm.
GEDEBUK-
“Arkkhh… A-apa yang sudah kau l-lakukan” Chanyeol merintih kesakitan dengan memegangi pinggangnya. “Kau tidakku perbolehkan tidur disini lagi” tukas Baekhyun yang sama sekali tidak terlihat iba dengan rintihan yang Chanyeol buat. “Tega sekali kau, aku temanmu sendiri” Chanyeol masih memegangi pinggangnya. Baekhyun sempat melirik Chanyeol.”Tidur dilantai saja, nih bantal” baekhyun melempari Chanyeol sebuah bantal.“YA! Kejam sekali kau” Baekhyun tidak merespon.
•••
Hujan dengan derasnya mengguyur Seoul dari kemarin malam. Seorang gadis menatap tetesan-tetesan air dari balik kaca jendela.
Gadis itu mengerutkan wajahnya karena hujan tidak kunjung berhenti.“Ah- Hujan, gimana berangkat sekolah” Desah Irene kesal.
Baru saja Irene mengambil payung dan ingin membukanya terlihat sebuah mobil sport silver datang dan berhenti tepat didepan rumahnya.“OMO-Namja itu lagi arkhh…” Irene berjalan pelan keluar dengan memegang payung dan terus berjalan pelan menuju pintu pagar. Angin terus meniup payungnya, dengan susah payah Irene memegang kuat payungnya.
Dari dalam mobil Chanyeol melihat yeoja yang sedang ia tunggu berjalan keluar. Tanpa ia sadari Chanyeol keluar dari mobil tanpa menggunakan payung Chanyeol dan berjalan sedikit cepat untuk menyamai langkah Irene, bajunya terlihat basah akibat air yang terus menerus turun dari atas. “Irene-ah! Aku telah menjemputmu hargai aku sedikit, lebih baik kau naik mobil bukan? Nanti kau sakit” Chanyeol mulai berbicara untuk membujuk Irene berangkat bersamanya. Irene memutar bola matanya kesal. “Kau tidak usah mengawatirkan aku, aku jarang sakit” Irene sedikit berlari agar Chanyeol tidak mengikutinya lagi. Tapi percuma Chanyeol tetap mengikutinya.“Jarang sakit? Bukan berarti kalau kau jarang sakit kau tidak bisa sakit” jelas Chanyeol tetao membujuk Chanyeol.
“jangan cerewet dan kau tidak perlu memaksaku karena aku tidak akan pernah mau. Lagi pula, yang ada kau yang akan sakit. Kau tidak memakai payung kan” perkataan Irene sukses membuat Chanyeol berhenti sebentar ditempatnya. Ia terkejut karena ia lupa mengambil payung.
Kesempatan itu Irene pakai untuk mempercepat jalannya. Tapi percuma Chanyeol hanya berhenti sebentar dengan cepatnya Chanyeol dapat mengejar Irene lagi.”tidak apa aku basah-basahan lagipula aku belum mandi pagi tadi” Chanyeol nyengir menunjuka giginya yang putih. “Dasar namja jorok”
Ejek Irene yang sempat berhenti melirik pakaian Chanyeol yang basah kuyup. Irene merasa iba. “Biar saja… Tapi aku akan tetap menemanimu hingga sampai disekolah” ucap Chanyeol gigih. Tanpa sadar Irene berbagi payung dengan Chanyeol. Chanyeol sempat terkejut karena Irene mau berbagi payung dengannya. “Kau?” Tanya Chanyeol. “Bukan apa-apa, aku hanya ingin membalas kebaikanmu kemarin yang mau mengantarku pulang, itu saja” jelas Irene dengan pandangan yang masih tertuju ke depan tanpa melihat ke arah Chanyeol yang sedang menatapnya heran. “Jadi kau masih tetap mau menemaniku?” Tanya Irene setelah beberapa detik berjalan. “Tentu saja” jawab Chanyeol bersemangat.“Mobilmu?”
Irene menengok ke belakang tempat mobil Chanyeol diparkirkan. “Biar saja disana mana mungkin kan diambil orang”
Jawab Chanyeol gigih. “Terserah kau saja” tukas Irene cuek.
•••
Seorang Gadis tinggi memakai kacamata hitam keluar dari balik pintu mobil yang dibukakan oleh seorang bodyguard dengan tubuh yang tegap dan memakai tuxedo hitam dengan membawa payung, seorang bodyguardnya yang lain memegangi payung untuk gadis itu dan mengantarnya sampai koridor gedung sekolah.
“Sudah kalian pulanglah” pintah yeoja itu sambil membuka kacamata hitamnya.
Kedua bodyguard itu menurut dan berjalan menuju mobil sedan hitam.
Gadis itu sangat cantik Ia memakai seragam sekolah yang sama dengan Irene dan sepasang sepatu berhak tinggi. Ketika gadis itu hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba seseorang memanggilnya.
“Kim Yoo Jin-A” seorang wanita berusia 40tahun memanggilnya dan menatap gadis yang bernama Kim Yoon Jin itu sangar. Secepat kilat gadis itu menengok ke arah sumber suara. “Ah Kim Seonsaengnim, ada apa?” Tanya Yoo Jin memamerkan senyumnya. “Sudah berapa kali saya bilang, ke sekolah pakailah sepatu jangan memakai high heels” Omel Kim Seonsaengnim. “Ini sepatu juga bukan seonsaengnim?” jawab gadis itu dengan santainya. Kim Seonsaengnim menatap Yoo Jin geram.
Kim Yoo Jin yang biasa dipanggil oleh teman segengnya UEE adalah seorang anak pemilih perusahaan terkenal di Seoul. Ia sangat kaya sehingga apa pun yang ia inginkan selalu dituruti. Ia terlihat sombong didalam tetapi diluar UEE sangat baik dan berusaha menutupi kekayaannya, menurutnya.
UEE berteman dekat dengan Chanyeol dan Baekhyun. Mereka bertiga segeng dan selalu bersama setiap harinya. Sampai-sampai UEE jatuh cinta pada Baekhyun. UEE selalu mengejar Baekhyun, tapi Baekhyun tidak meresponnya, lebih tepatnya berpura-pura tidak tahu.
UEE pernah menjadi yeojachingunya Chanyeol selama beberapa bulan tapi sayang hubungan mereka tidak bisa dilanjutkan, mereka pun putus secara baik-baik. Sekarang Ia dan Chanyeol sudah berstatus mantan.

Langkah kaki UEE yang panjang-panjang berjalan dengan anggunnya di koridor sekolah, setelah pergi meninggalkan Kim Seonsaengnim.
Senyuman lebar muncul di bibirnya ketika Ia melihat Baekhyun datang dengan menggendong tas dengan tangan kanannya. Baekhyun terlihat tampan hari ini dimata UEE. Dengan cepat UEE menghampiri Baekhyun dan mengsejajarkan langkahnya.
“Annyeong Baek” UEE tersenyum sumringah kepada Baekhyun. “Hey” jawab Baekhyun sedikit tersenyum dan tetap berjalan tanpa berhenti.“Kajja… pergi ke kelas bersama-sama” UEE melingkarkan tangannya di lengan Baekhyun. “aah- OK” Baekhyun tersenyum tidak iklas. Mereka berdua berjalan dikoridor dengan langkah yang sama.
•••
Irene dan Chanyeol sampai di sekolah dengan basah kuyup. Terlihat Irene sedang menutup payung dan Chanyeol membersihkan sedikit kemeja sekolahnya yang sempat kejatuhan daun kering yang rontok tertiup angin hujan.
“Kalian ini apa-apaan? Kalian mau bersekolah dengan baju yang basah seperti itu?” Seorang laki-laki bertubuh besar dengan perut yang buncit memarahi mereka berdua.
“Mianhae.. ShinSeonsaengnim” Irene dan Chanyeol menunduk minta maaf.
“Ah- baiklah kalian saya maafkan, sana masuk” tukas Shin Seonsaengnim
“Ne.. Gamsahamnida Shin Seonsaengnim”
Irene dan Chanyeol sedikit menunduk.
Irene berjalan menuju kelas dengan memalingkan muka kepada Chanyeol, seolah-olah karena Chanyeol Ia dimarahi Shin seonsaengnim. Chanyeol menatap kepergian Irene dengan seulas kebingungan diwajahnya.
•••
Dikelas 3-2 terlihat UEE yang sedang mencatat pr lebih tepatnya mencontek buku pr milih temannya dengan sangat serius. “Aku harus ke wc sebentar” baekhyun yang sudah selesai prnya bangkit dari kursi disebelah UEE dan berjalan keluar pintu.“Ah- baiklah” jawab UEE singkat karena sedang serius dengan prnya.
Baekhyun berjalan-jalan di koridor, dengan kedua tangan dimasukan ke saku celananya. Ia melihat Jieun yang membawa tumpukan buku-buku tebal, yang tebal 1 bukunya kira-kira 5cm. Melihat itu Baekhyun merasa iba dan bergegas pergi menolong Jieun.
Baekhyun sudah menyukai Jieun dari Ia berumur 15 dan sekarang Ia berumur 18 kira-kira sudah 3 tahun Ia memendam rasa sukanya kepada Jieun, tetapi Jieun tidak tahu kalau Baekhyun menyukainya.
Bahkan Baekhyun tidak berani menyatakannya pada Jieun.
“Sini biarku bantu” Baekhyun membawakan buku yang dipegang Jieun. “Ah ne- gomawo” Jieun berterima kasih. Ia sangat tertolong dengan kedatangan Baekhyun.
Tiba-tiba Chanyeol datang dari arah belakang dan memukul punggung Baekhyun cukup keras, sehingga buku-buku yang Baekhyun pegang berjatuhan ke lantai. Melihat buku yang dipegang Baekhyun terjatuh, mereka berdua menganga sedangkan Chanyeol hanya memasang muka tanpa dosanya.
“YA! Apa yang telah kau perbuat? buku-buku ini harus ku berikan pada Lee seonsaengnim sekarang. Kau malah merusuh” Jieun marah kepada Baekhyun dan Chanyeol, Ia mengambil buku-buku yang berserakan dilantai dan berjalan pergi meninggalkan 2 namja di depannya.
“Mianhae Jieun” teriak Baekhyun, Tetapi Jieun tidak merespon dan tetap berjalan pergi. Baekhyun memandang kepergian Jieun sampai batang hidungnya tidak terlihat lagi. Seketika wajah Baekhyun memerah.“Dia kenapa?” Tanya Chanyeol tenang.“YAK! Kau masih bertanya dia kenapa, kau berpura-pura bodoh atau memang bodoh, huh?” Baekhyun menatap Chanyeol dengan menyipitkan matanya dan berlalu pergi.
Chanyeol mengarahkan matanya ke punggung Baekhyun yang semakin menjauh. “dua orang aneh” Chanyeol mengeleng-gelengkan kepala.
•••
Irene berjalan pulang sendirian. Ditengah jalan yang gelap.
Disekelilingnya hanya ada beberapa pohon besar, beberapa penerang jalan, dan jejeran rumah dengan anjing peliharaannya yang terus menurus mengongong. Irene merasa bulu kuduknya merind, Ia terus berjalan.
Tiba-tiba Ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Suara pijakan kaki terdengar begitu keras ditelinganya. Beberapa kali Ia menengok kebelakang tetapi hasilnya nihil Ia tidak menemui siapa-siapa disana.
“YA! Keluar kau jangan bersembunyi saja” teriak Irene dengan beraninya tetapi dalam hati Ia merasa takut.
Ia melanjutkan langkahnya dengan sedikit cepat. Angin malam bertiup lagi, kali ini lebih kencang membuat bulu kuduk Irene benar-benar merinding.
Seseorang berjalan di belakangnya suara pijakan sepatu semakin keras, semakin mendekat semakin kencang suara pijakan itu. Seseorang menepuk bahunya dari belakang. Irene menengok dengan cepat. Rasa takut mengerogoti hatinya sekarang ini.

 

-TBC-
Diharapkan readers dapat berkomentar dan mengkritik ff ini karena komentar kalian sangat diperlukan chingu, untuk membangun niat Author untuk melanjutkan ffnya 😀
Gomawo…

15 responses to “[Freelance] Romance In School Life (chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s