[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 4)

pster-yomollayo

Title : The Best for Someone Who I Love 2 (Part 4)
Author : @YoMollayo
Main Cast : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Support Cast : EXO members
Genre : Romance, Friendship
Rating : General
Length : Continue
Disclaimer : All of the stories belong to God but written by me
Poster by : Wuu
Previous : Part 1 , Part 2 , Part 3

 

–AUTHOR POV–
Hari demi hari berlalu. Sekarang Eunsung, Baekhyun dan Chanyeol sudah berada di pertengahan semester 7. Mereka semakin sibuk mengurusi skripsi, jarang sekali mempunyai waktu untuk pergi dan melakukan hal yang menyenangkan bersama.
“Yeol” panggil Eunsung pada orang di sebelahnya
“Ne?” jawab Chanyeol
“Sejauh ini bagaimana skripsi mu?” tanya Eunsung
“Baik” jawab Chanyeol singkat
Eunsung dan Chanyeol kembali terdiam. Chanyeol mebolak-balik karya tulis yang akan dia konsultasikan pada Lee-seonsaengnim. Eunsung melihat Chanyeol lalu melakukan hal yang sama, dia juga membaca ulang karya tulisnya. Sudah hampir 15 menit mereka menunggu, Lee-seonsaengmin belum juga datang. Chanyeol dan Eunsung mendapat dosen pembimbing skripsi yang sama. Sebelum atau sesudah membuat karya tulis mereka berdua harus mendiskusikannya pada dosen pembimbing mereka,.
“Yeol apakah kau menyadari sesuatu?” tanya Eunsung memecah keheningan
“Hmm?” Chanyeol mengalihkan pandangannya pada Eunsung
“Kita selalu bersama” Eunsung tersenyum
Chanyeol diam, menatap heran Eunsung
“Eh.. maksudku kita berada di smp dan sma yang sama dan berada di kelas yang sama juga, kuliah mengambil jurusan yang sama, sekarang dosen pembimbing skripsi juga sama” Eunsung terkekeh
Chanyeol tersenyum singkat lalu mengalihkan pandangannya. Kata ‘bersama’ membuat hatinya sedikit perih
“Kita seperti di takdirkan untuk selalu bersama” lanjut Eunsung terkekeh
“Tidak untuk satu hal” balas Chanyeol pelan dan cepat
“Eh?” Eunsung menatap Chanyeol, dia seperti mendengar sesuatu tapi tidak jelas
“Maksudku rumah kita berada di lokasi yang sama juga” balas Chanyeol
“Ah kau benar. Aku lupa dengan itu”
“Jangan-jangan nanti kita bekerja di tempat yang sama” lanjut Eunsung
“Jangan sampai” Jawab Chanyeol cepat
“Mwo? Wae? Kau bosan bertemu dengan ku? Aigo, aku juga bosan selalu bertemu denganmu” balas Eunsung menatap Chanyeol
Chanyeol sedikit terkekeh melihat ekspresi kesal Eunsung.
“Wae?” Chanyeol berhenti tertawa, dia merasa risih dengan tatapan aneh Eunsung
“Ani, kau tertawa” Eunsung tersenyum manis
“Ada yang salah?” Chanyeol menatap Eunsung heran
“Sudah lama aku tidak melihatmu tertawa”
“Aku sering tertawa”
“Tetapi tidak saat bersamaku” balas Eunsung. Chanyeol diam, mengalihkan pandangannya
“Sejak pertengahan semester 7 kita jarang bertemu dan berkomunikasi karena sibuk dengan skripsi” lanjut Eunsung
“Ne benar” jawab Chanyeol singkat
“Jika ada waktu, ayo pergi ke kedai tteokbokkie di dekat apartemen” Eunsung tersenyum
“Sepertinya tidak bisa. Aku sibuk”
“Sibuk? Ku bilang kan kalau ada waktu” jawab Eunsung sedikit kesal
“Ne, aku sibuk dan tidak punya waktu” balas Chanyeol dengan nada datarnya
Eunsung diam, malas untuk mengeluarkan argumennya.
‘drrrtttt drrrttt drrttt’
“Ne, yeoboseyo Seonsaengnim” Dengan cepat Chanyeol membalas sapaan orang di seberang
“Ah turut berduka cita Yoon-saem….. Gwenchana saem, gwenchana” balas Chanyeol lagi. Eunsung memandang Chanyeol heran
“Lusa di tempat dan jam yang sama? Ah arraseo… ne.. ne.. Kamshamida” Chanyeol menatap layar ponselnya singkat lalu segera menekan tombol merah di handphone nya.
“Ada apa?” tanya Eunsung cepat
“Saudara Yoon-saem ada yang meninggal, jadi dia membatalkan bimbingan hari ini dan meminta ganti lusa di jam dan tempat yang sama”
“Ah… aku mengerti…” Eunsung mengangguk
“Baiklah, aku mau pulang” Chanyeol memasukkan karya tulisanya ke dalam ranselnya lalu berdiri dari tempat duduknya
“Ne kajja” Eunsung ikut berdiri dari tempat duduknya
“Yeol, tunggu aku mau ke toilet dulu” Eunsung menahan lengan Chanyeol. Chanyeol membalikkan badannya pelan
“Aku harus cepat pulang, ada yang ingin aku kerjakan. Aku duluan ya” balas Chanyeol lalu segera pergi meninggalkan Eunsung
Eunsung diam melihat pundak Chanyeol yang semakin lama semakin menjauh. Eunsung hanya ingin ke toilet sebentar untuk buang air kecil. Apakah Chanyeol tidak bisa menunggu nya sebentar saja? Lagipula rumah mereka berdekatan, hanya tinggal menyebrang jalan raya saja.
*****
Eunsung berjalan keluar dari kampus nya. Dia menatap ke sekeliling kampus ini. ‘sebentar lagi aku akan pergi dari tempat ini’ batin Eunsung.
“Ah” Eunsung membelalakkan matanya, teringat akan sesuatu. Dia segera memutar balik, kembali memasuki kampusnya.
Eunsung berjalan menuju suatu tempat yang memiliki kenangan tersendiri baginya, atap universitas ini. Sampai di atas atap Eunsung terdiam, memandang ke seluruh bagian atap ini. Sejak dia masuk kampus ini sampai sekarang tetap sama, tidak berubah.
Yeoja mungil ini duduk di sebuah bangku yang ada di atap ini lalu kembali memandang ke sekeliling. Pelahan lahan dia menghirup udara segar di sore hari ini lalu menghembuskan nya.
‘drrrtttt drrrttt drrttt’ drrrtttt drrrttt drrttt’
Eunsung mengeluarkan poselnya dari tasnya lalu tersenyum gembira membaca tulisan yang tertera di layar ponselnya. ‘Byun!Byun!Byun! is calling……’
“Byuuuuuuuuun!!” teriak Eunsung bersemangat
“YA! Kau mau membuatku tuli?” balas Baekhyun kesal
“Hahahaha..” Eunsung tertawa
“Kau sepertinya senang sekali. Apa karya tulismu mendapat pujian dari saem?” tanya Baekhyun di seberang
“Hmm tidak” jawab Eunsung singkat
“Huh? Jadi di tolak? Kau harus merevisi nya?” tanya Baekhyun
“Tidak juga”
“Mwo? Bukannya hari ini harusnya kau bimbingan skripsi?” tanya Byun tidak berhenti
“Ne, tapi tiba-tiba Yoon-saem membatalkannya karena saudara nya meninggal”
“Ah.. arra berarti karya tulismu masih belum di periksa oleh saem”
“Ne” jawab Eunsung singkat
“Lalu kau di mana sekarang?”
“Aku di atap universitas”
“Mwo? Kau sedang apa?”
“Tidak ada. Apa kau sibuk? Kalau tidak bisakah kau kemari?” pinta Eunsung lembut
“Eh? Untuk apa?” Baekhyun merasa aneh, yeojachingunya tidak pernah meminta sesuatu dengan nada lembut seperti tadi
“Datang sajalah” balas Eunsung singkat
“Baiklah, aku segera kesana. Tunggu aku”
“Ne.. annyeong” Eunsung menutup telonnya
*****
“Kau sedang apa?”
Eunsung membalikkan badannya mendengar suara seorang seorang namja yang sudah sangat familiar di telinganya.
“Kau sendirian?” tanya namja tersebut
“Begitulah” jawab Eunsung singkat
“Oh…” jawab namja ini lebih singkat. Eunsung dan manja ini diam, suasana menjadi awkward.
“Ah kalau begitu aku pulang dulu” namja tersebut membalikkan badannya dan segera menuruni tangga
“Yeol tunggu” Eunsung sedikit berteriak
“Wae?” namja ini membalikkan badannya
“Duduklah sebentar di sini” ajak Eunsung tersenyum
“Mian. Aku sibuk” Chanyeol tersenyum tipis
“Wah Chanyeolie”
Sebuah suara mengagetkan Chanyeol dan Eunsung. Chanyeol segera melihat ke bawah. Sahabatnya, Byun Baekhyun sedang menaiki tangga ke arahnya.
“Apa ada Eunsung di atap?” tanya Baekhyun sambil berjalan menaiki tangga
“Ne” Chanyeol mengangguk
Tangga menuju atap universitas ini cukup sempit. Baekhyun berjalan terus menaiki tangga ini, membuat Chanyeol harus mundur berjalan menuju atap ini.
“Wuah di sini segar” Baekhyun tersenyum di depan pintu yang berada di atap ini lalu perlahan lahan berjalan mendekati Eunsung
Chanyeol melihat Eunsung dan Baekhyun sebentar lalu berjalan ke arah tangga
“Yeol tunggu” Baekhyun sedikit berteriak
“Ne?” Chanyeol membalikkan badannya
“Mau kemana?” tanya Baekhyun
“Pulang” jawab Chanyeol singkat
“Wae? Di sini saja, segar sekali udaranya” pinta Baekhyun
“Mian Byun, ada yang ingin aku kerjakan. Annyeong” Chanyeol tersenyum lalu turun menuju ke bawah meninggalkan Eunsung dan Baekhyun berdua
Eunsung dan Baekhyun diam dalam pikiran masing-masing, menatap punggung Chanyeol yang semakin lama semakin menghilang
“Arggghhh gempa bumi” teriak Baekhyun sambil mendorong Eunsung
“Arrggggh eomma eomma” teriak Eunsung kaget, spontan dia berlari ke arah tangga untuk segera turun
“Hahahahahahahaha” Baekhyun tertawa terbahak memegang perutnya
“Mwoyaaaa” teriak Eunsung membalikkan badannya, dia baru sadar kalau dia di jahili oleh namjachingu nya
Baehyun masih tertawa terbahak bahak. Eunsung berjalan ke sebelah Baekhyun lalu mencubit lengan Baekhyun gemas.
“Ya! Jangan main main dengan bencana alam” Eunsung meninggalkan Baekhyun lalu berjalan menuju bangku yang ada di atas atap ini
“Hahaha jangan marah aku hanya bercanda” Baekhyun tiba-tiba duduk di sebelah dan merangkul Eunsung
“Kau tau aku tidak marah” balas Eunsung
“Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di sini” tanya Baekhyun bingung
“Tidak ada” jawab Eunsung pelan
“Hah? Sebaiknya aku menelfon 911 sekarang” Baekhyun segera mengambil ponsel dari sakunya
“Untuk apa?” Eunsung menatap Baekhyun heran
“Membawamu kerumah sakit terdekat, sepertinya kau memiliki gangguan kejiwaan”
“Byuun” jawab Eunsung malas
“Hahaha jangan marah lagi” Baekhyun mendorong bahu Eunsung pelan
“Aniyo” balas Eunsung malas
“Kau kenapa? Ada masalah?” tanya Baekhyun melihat perubahan raut wajah yeojachingunya
“Entahlah Baek aku merasa seperti Chanyeol mejauhiku” jawab Eunsung ragu-ragu
“Eh?” Baekhyun mulai berpikir
“Aku tau perbuatanku salah. Aku selalu mengajaknya setiap kita berkencan, tidak pernah memikirkan perasaanya. Aku juga… selalu memaksanya melakukan apa yang aku inginkan” Eunsung menggigit bibir bawahnya
“Tapikan aku sudah minta maaf, dia bilang dia sudah memaafkanku” lanjut Eunsung
Baekhyun diam, dia tidak tau harus berbuat apa. Dia mengerti apa yang sedang di alami yeojachingu nya saat ini. Eunsung sudah menceritakan semua masalahnya pada Baekhyun, mulai dari alasan mengapa dia selalu mengajak Chanyeol ikut berkencan sampai kejadian yang terjadi di rumah Eunsung beberapa minggu lalu yang menyebabkan pertengkaran antara Eunsung dan Chanyeol
“Setelah dia memaafkanku, kupikir semua akan kembali menjadi normal. Sejak saat itu justru dia menjaga jarak dariku, dia memperlakukanku seperti orang asing” Eunsung menatap Baekhyun
“Dia tidak pernah lagi mencibirku, memakiku atau menjelek-jelekkanku seperti yang biasa dia lakukan” Eunsung menatap Baekhyun, sedikit tapi pasti tetes airmata mulai jatuh dari mata nya. Dada Eunsung sesak mengingat kejadian beberapa minggu yang di alaminya bersama Chanyeol, hal tersebut benar-benar membuat hatinya sakit.
“Chanyeol adalah sahabat terbaikku, aku tidak mau jika harus seperti ini. Apakah aku sejahat itu padanya sampai dia melakukan ini? Aku kan sudah minta maaf” Eunsung mengelap air matanya yang jatuh
“Uljima” Baekhyun membelai lembut rambut yeojachingunya. Dia tidak tau harus berkata apa. Baekhyun tau jika Chanyeol dan Eunsung sudah bersahabat sejak lama. Baekhyun juga sadar jika Chanyeol melakukan hal ini bukan karena dia membenci Eunsung, sahabatnya sedang berusaha untuk melupakan Eunsung tapi Baekhyun tidak mungkin mengatakan hal ini pada yeojachingunya.
“Chanyeol bohong, dia bilang dia sibuk tapi dia menyempatkan dirinya untuk naik keatap ini”
“Sejak SMP atap sekolah adalah tempat favorit kami. Dulu aku dan Chanyeol sering sekali menghabiskan waktu di sini. Kami belajar bersama, saling berbagi cerita, bercanda,kadang Chanyeol membawa gitarnya dan memainkan instrument buatannya di sini”
“Aku hampir gila karena ini” Eunsung semakin merengerek
“Eunsungie” Baekhyun memeluk lembut yeojachingunya, berusaha membuatnya merasa lebih tenang. Baekhyun tidak membela Eunsung atau menyalahkannya sama halnya seperti Chanyeol. Eunsung dan Chanyeol memiliki pembelaan masing-masing terhadap apa yang terjadi.
“Kenapa air mata bodoh ini mengalir terus.. menyebalkan” Eunsung sedikit berteriak
“Hana… Dul…” Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Eunsung diam, lalu menatap Baekhyun
“Set” Saat hitungan ke 3 dengan cepat Baekhyun membuka kedua telapak tangannya lalu tersenyum menunjukkan eyesmile, menggerak gerakkan tangannya denga pose V sambil berteriak ‘arrgghh argghhh’ dengan nada cute
Eunsung diam menatap Baekhyun heran
“Arra aegyo ku gagal” Baekhyun diam, raut wajahnya sedikit kecewa bercampur malu
“Haha hahahaha ahahahaha” saat itu juga tawa Eunsung meluap
“Hahahahaha” tawa Baekhyun pun meledak, entah apa yang dia tertawakan
“Sudah jangan menangis lagi, mungkin Chanyeol butuh waktu untuk menenangkan pikirannya” Baekhyun tersenyum sambil membelai lembut rambut yeojachingungya
Eunsung diam menatap mata Baekhyun yang sedikit berbentuk seperti bulan sabit saat tersenyum. Entah mengapa, senyum itu seperti kekuatan baginya
“Byun” panggil Eunsung pelan
“Hmm?” jawab Baekhyun cepat
Eunsung memeluk Baekhyun dengan cepat, dia meletakkan kepalanya tepat di depan dada Baekhyun. Baekhyun kaget melihat apa yang dilakukan Eunsung
“Apa hatimu terbuat dari kapas?” tanya Eunsung
“Hahaha apa yang kau katakan?” Baekhyun terkekeh pelan
“Kau selalu baik padaku, kau selalu mengerti perasaanku” jawab Eunsung
“Bukan hanya aku tapi Chanyeol juga. Kau selalu peduli padanya, kau selalu memikirkan perasaanya” lanjut Eunsung
“Aku tau kau pasti merasa terganggu kan saat aku meminta Chanyeol untuk selalu menemaniku? Kenapa kau tidak marah padaku atau Chanyeol? Kenapa kau bersikap seolah-olah tidak peduli dengan gossip-gosip para yeoja tentang aku dan Chanyeol?” Eunsung menatap namjachingunya
Baekhyun diam sebentar mengingat gossip gossip para yeoja di kampusnya yang selalu mengatakan Chanyeol dan Eunsung berpacaran, berselingkuh dan sebagainya
“Hmm karena aku menyayangi kalian” Baekhyun tersenyum kembali membelai rambut yeojachingunya. Eunsung menatap Baekhyun tidak mengerti
“Jika Chanyeol atau Eunsung bahagia aku juga bahagia. Aku tidak pernah keberatan kau meminta Chanyeol untuk selalu menemanimu, jika itu membuatmu nyaman ya silahkan lakukan hal tersebut”
“Aku juga tidak keberatan jika Chanyeol selalu bersama kita. Selama Chanyeol senang dengan hal itu aku juga senang. Lagipula aku suka Chanyeol bersama kita, dia seperti dongsaengku” lanjut Baekhyun
“Dongsaeng? Chanyeol lebih cocok jadi hyung” Eunsung terkekeh
“Ya! Aku kan lahir lebih dulu darinya” Baekhyun mencibir kesal
“Mengenai gossip-gossip para yeoja tentang kau dan Chanyeol…..” Baekhyun menahan ucapannya
“Jujur aku merasa terganggu dengan itu tapi aku tidak pernah telalu memikirkannya, lagipula itu tidak benar. Aku percaya Chanyeol dan Eunsung”
Eunsung diam, mau menagis rasanya tetapi dia tidak bisa melakukannya. Semua kata-kata yang di ungkapkan Baekhyun berhasil menyihirnya
“Byun, kau membuatku merasa seperti yeoja paling beruntung di dunia ini. Kau sangat baik” Eunsung mengeratkan pelukannya pada Baekhyun
“Jjinja? Hahahaha” Baekhyun terkekeh pelan
“Aku mau menangis… tapi tidak bisa”
“Ya! Jangan menagis. Jangan cengeng!” Baekhyun melepas pelukannya menatap Eunsung
“Tidak aku tidak menangis” balas Eunsung
“Baguslah kalo begitu….” Baekhyun tersenyum sambil membuka satu kancing kemejanya lalu melebarkan kedua tangannya
“Eh?” Eunsung menatap namjachingunya heran
“Peluk aku lagi” Baekhyun terkekeh
“Ya! Byuntae! Mesum!” Eunsung reflek menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya sambil menatap Baekhyun seperti manatap orang mesum
“Kau tidak mau memelukku? Boleh aku minta lebih?” Baekhyun menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum licik
“Ya! Jjinja! Kau menyeramkan sekali! Ya! Byuntae!” Eunsung berdiri dari kursi ini dan menajauhi dirinya dari Baekhyun
“Kau mau kemana? Kita hanya berdua di sini” Baekhyun tersenyum evil sambil mendekatkan diri nya ke Eunsung yang menjauh
“Ya! Kau menyeramkan! Ka!! Pergi!!” Teriak Eunsung melihat Baekhyun yang mendekatinya
“Eomma arggghhh aku takut! Byun! Aish tidak lucu” Cerca Eunsung melihat Baekhyun yang semakin mendekatinya
Baekhyun sedikit berlari mendekati Eunsung lalu memeluk yeojachingunya cepat. Eunsung tidak bisa berbuat apa-apa selain berteriak, kakinya bergetar hebat
“Hahahahahaha” Baekhyun melepas pelukannya lalu tertawa hebat
Kaki Eunsung masih bergetar, sejak tadi dia membayangkan Baekhyun akan melakukan hal yang tidak senonoh padanya. Eunsung diam sebentar
“Byun! Kau mengerjaiku lagi?” Eunsung berteriak kesal, Baekhyun hanya tertawa
“Byun ini tidak lucu!” lanjut Eunsung kesal lalu berjalan menjalan menuju tangga untuk turun ke bawah
“Ya Eunsungie.. Jangan marah” Baekhyun mengejar Eunsung lalu menarik tangannya
“Jangan marah katamu? Kau benar-benar membuatku takut” balas Eunsung kesal
“Kau masih sangat lemah” Baekhyun membalas Eunsung
“Mwo?” balas Eunsung cepat
“Kau masih sangat lemah Eunsungie. Harusnya tadi kau melakukan sesuatu bukannya hanya diam saja” Baekhyun meletakkan tangannya di atas kepala Eunsung
“Melawan ku saja kau tidak berani apalagi melawan pria-pria mesum di luar sana”
“Ada Chanyeol” balas Eunsung cepat
“Mwo?”
“Chanyeol pernah berjanji untuk selamanya melindungiku” lanjut Eunsung
Baekhyun diam seribu bahasa
“Tapi dia melanggar janjinya. Beberapa waktu lalu aku terjatuh di stasiun subway dan dia tidak menolongku… Menyebalkan bagaimana dia mau melindungiku dari pria mesum?” Eunsung mendengus kesal
“Carilah video untuk perlindungan diri dasar lalu berlatihlah. Kau tidak bisa selamanya bergantung pada Chanyeol” Baekhyun menatap Eunsung
“Aku tidak ingin kau terluka di luar sana dan aku tidak bisa selamanya ada di dekatmu” Baekhyun tersenyum
Eunsung diam, dia tidak tahu harus berkata apa. Untuk kesekian kalinya Baekhyun berhasil membuat nya merasa beruntung memiliki namjachingu sebaik Baekhyun
“Kau sudah tidak marah lagi?” Baekhyun terkekeh
“Byun…… jadilah suamiku” pinta Eunsung tiba-tiba memegang tangan namjachingunya
“Mwo?” Baekhyun kaget, pipinya saat itu juga merah padam, jantunya berdetak cepat
“Aku sangat lemah, aku juga malas berlatih self defence dasar. Kau saja yang terus melindungiku” balas Eunsung menggaruk kepalanya
“Jika kau jadi suami ku, kau pasti akan selalu di dekatku kan?” Eunsung terkekeh pelan
“Pabo” Baekhyun mengetuk kepala Eunsung sambil menatap nya datar lalu berjalan menuju tangga
“Kau mau kemana?” tanya Eunsung
“Pulang” jawab Baekhyun datar. Baekhyun sedikit kecewa, dia pikir Eunsung benar-benar meminta untuk menikah dengannya tapi beberapa saat kemudian dia tertawa geli karena merasa bodoh percaya Eunsung
“Kau marah?” teriak Eunsung karna Baekhyun semakin menjauh
“Aku lelah dengamu” Baekhyun membalikkan badannya sambil menunjukkan wajah datarnya. Eunsung segera berlari mengejar namjachingunya
“Tapi kau mencintaiku kan? Menikahlah denganku” Eunsung bergelantung manja di satu lengan Baekhyun
“Tidak! Hidupku pasti sulit memiliki isteri sepertimu” balas Baekhyun datar
“Baekhyun oppa menikahlah dengaku” lanjut Eunsung terkekeh
“Tidak mau” balas Baekhyun tetap datar
“Jangan berwajah seperti itu” Eunsung terkekeh
Baekhyun menatap Eunsung kesal beberapa saat kemudian akhirnya dia tertawa. Baekhyun dan Eusung tertawa lepas, merasa geli dengan hal yang baru saja terjadi
“Byun sudah hampir gelap, ayo kita pulang” Eunsung menatap langit
“Kajja… ke rumah ibadah kan?” tanya Baekhyun
“Hah? Kau ingin berdoa?
“Menikah” balas Baekhyun singkat. Kali ini wajah Eunsung yang memerah
“Byun tidak lucu” Eunsung mecubit lengan namjachingunya gemas. Baekhyun hanya tertawa melihat reaksi yeojachingunya
*****
Sementara itu…
Chanyeol masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya yang lelah di sana sambil menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih
‘drrrtttt drrrttt drrttt’
Chanyeol mengambil poselnya cepat, dia tersenyum melihat nama orang yang tertera di sana
“Hyuuuung” teriak Chanyeol pada orang di seberang
“Hahaha bagaimana kabarmu?” balas Junmyun tersenyum di seberang
“Aku selalu sehat” balas Chanyeol
“Tumben sekali hyung menelfon?” tanya Chanyeol
“Hahaha kau tiba-tiba terlintas di pikiranku saat aku sedang membaca sebuah novel romance fantasy” jawab Junmyun terkekeh
“Eh?” tanya Chanyeol
“Hmm bagaimana apa sukses?” tanya Junmyun
“Mwo?” Chanyeol tidak mengerti
“Kau dan yeoja yang kau sukai. Apa kau sudah menyatakan perasaan mu?” tanya Junmyun membuat Chanyeol diam
“Belum” jawab Chanyeol singkat
“Hah? Wae? Wae?” Junmyun sedikit berteriak kesal
“Dia menyukai orang lain” balas Chanyeol sedikit terkekeh
“Ah sayang sekali Yeol.. Gwenchana?” tanya Junmyun sedikit kecewa
Chanyeol terkekeh di seberang mengatakan dirinya baik-baik saja. Junmyun diam mendengar suara sepupunya di seberang yang memaksa tertawa. Dia yakin adik sepupunya ini pasti memiliki masalah
“Lalu bagaimana dengan Eunsung?” tanya Jumnyun tiba-tiba
“Ne?” Chanyeol sedikit membelalakkan matanya
“Hmm itu temanmu sejak SMP. Dulu kan dia sering sekali bermain ke rumahmu makanya aku mengenalnya”
“Dia baik-baik saja”
“Ani maksudku. Hmmm begini, sudah lama sekali aku ingin mengatakan ini padamu tapi aku tidak enak”
“Ada apa Hyung?”
“Hmm menurutku sahabatmu itu menyukaimu, cara nya menatapmu sangat special” Junmyun mengingat kejadian saat dia datang ke rumah Chanyeol di Busan beberapa tahun lalu, ada Eunsung juga di sana
“Geurae?” balas Chanyeol sedikit tersenyum
“Ne. Kenapa kau tidak kaget? Kau tidak meyukainya?” Junmyun sedikit kecewa
“Ani aku—” Balas Chanyeol
“Pipinya terkadang menjadi merah jika di dekatmu. Kau tidak menyadarinya?” balas Junmyun
“Tidak pernah” jawab Chanyeol reflek. Kata-kata dari Jumnyun bagaikan sebuah batu besar yang siap menghantam kepalanya, membuat namja bertubuh jangkung ini kembali hanyut dalam pikiran-pikirannya tentang Eunsung dan perasaan menyesal serta bersalah karena tidak pernah menyadari perasaan sahabatnya tersebut.
“Pabo! Coba kau buka hatimu—”
“Dia sudah punya namjachingu hyung” balas Chanyeol pelan
“Ah sayang sekali.. padahal menurutku dia sangat cocok denganmu. Hmm Yeol aku penasaran. Kalian sudah berteman sangat lama. Apa kau tidak menyukai nya sama sekali?”
“Aku mencintainya” Chanyeol masih hanyut dalam pikirannya, dia tidak perduli dengan apa yang di katakan bibirnya semua terjadi tanpa dia sadari
“Mwo?” Mata Jumyun sedikit terbelalak akibat ucapan adik sepupunya di sebrang
“Kau tau satu hal hyung”
“Apa?”
“Dia juga mencintaiku tapi aku tidak pernah menyadari perasaannya sampai akhirnya dia mencintai namja lain”
“Hah?” balas Junmyun di seberang. Mereka berdua diam tidak merespon satu sama lain
“Hyung… aku ingin menceritakan sesuatu”
“Aku akan mendengarkan…”
Chanyeol menceritakan segalanya pada Jumnyun mulai dari dirinya yang berpikir menyukai Baekhyun sampai kejadian tadi pagi di atas atap bersama Eunsung. Dada Chanyeol kembali sesak tapi rasanya lebih baik dari sebelumnya. Kali ini dia bisa menumpahkan semua masalahnya pada Junmyun, dia tidak bisa mengatakan ini di depan Kyungsoo atau Yixing apalagi Baekhyun
“Chanyeol-ah kau memang memiliki prestasi akademik dan fisik yang bagus tapi tidak pada kisah cintamu”
“Ne hyung.. molla” Chanyeol menghela nafas lemah
“Sebaiknya kau menjaga jarak dari Eunsung, cobalah mendekati yeoja lain”
Chanyeol diam seribu bahasa berusaha berpikir dengan kemampuan logikanya, hatinya sudah sangat lelah mendengar saran seperti itu
“Hyung… mengapa semua orang menyuruhku melakukan itu? Kau, Yixing, Kyungsoo..”
“Karena memang hanya itu jalan keluarnya”
“Aku lelah Hyung, aku sudah berusaha. Aku tidak bisa, aku hampir gila. Sehari saja tidak di dekatnya atau berbicara dengannya.. aku sudah tidak tenang”
“Karena itu kau harus mencari yeoja lain”
“Tidak bisa hyung… kepalaku, hatiku sakit. Aku berusaha menjaga jarak darinya, tapi tidak bisa justru aku merasa selalu ingin di sampingnya”
“Kau tau tadi aku kembali dari halte bus terdekat kampus karena menyadari dia tidak ada di halte bus padahal setengah jam sebelumnya dia bilang dia ingin pulang hanya aku meninggalkannya dengan alas an aku sibuk karena itu aku tidak bisa menunggunya sebentar di toilet. Aku sangat kawatir dengannya, hari ini hari sabtu jadi kampus sangat sepi. Aku mencarinya ke seluruh daerah kampus dan tidak menemukannya sampai akhirnya aku mengingat suatu tempat dan mencarinya ke sana”
“Atap kampus?” tanya Junmyun
“Ne.. aku melihat dia diam di sana seperti sedang mengingat sesuatu. Saat itu aku ingin sekali berlari menghampirinya dan memeluknya hyung”
“Kenapa tidak kau lakukan?”
“Tidak bisa…”
“Wae?” Jumnyun mendengus kesal
“Karena aku sudah berkomitmen untuk menjaga jarak darinya dan mencari yeoja baru seperti yang kau katakan tadi….”
Junmyun diam berpikir sejenak untuk membalas Chanyeol
“Yeol, kau pasti sangat menderita”
“Hmm begitulah. Hyung aku sempat berfikir untuk pindah universitas, tapi sayang sekali karena aku sudah berada di pertengahan semester akhir”
“Jangan Yeol, lebih baik kau selesaikan skripsi mu lalu kau bekerja di luar negeri. Hanya itu cara melupakannya”
“Ne…”
“Bertahanlah.. sedikit lagi”
“Aku akan berusaha hyung…”
*****
–Beberapa hari kemudian–
Baekhyun mengetik berusaha menyelesaikan skripsi bab minggu ini untuk di berikan pada dosen pembimbingnya besok pagi. Dia sudah membuat sebelumnya tetapi Kim-seonsaengnim menyuruh menggantinya. Sesekali dia menguap, rasa kantuk merasuki tubuhnya
‘drrrtttt drrrttt drrttt’ ‘drrrtttt drrrttt drrttt’
Perhatian Baekhyun terpecah akibat getaran yang di timbulkan oleh ponselnya
‘Zhang Yixing’ is calling…….
“Yixing? Pasti ada sesuatu yang mendadak” guman Baekhyun menatap layar handphone nya, dengan cepat dia menjawab telfonnya
“Mwo?” Baekhyun sedikit berteriak mendengar kabar dari Yixing yang sangat tiba-tiba
“Ne aku segera ke sana” Baekhyun menutup telfon dengan segera dia mengambil jacket dan mencari kunci mobil nya
“Kau mau kemana Baek sudah malam?” tanya nyonya Byun melihat Baekhyun pergi menuju pintu utama rumah
“Aku buru-buru eomma. Malam ini aku tidak akan pulang. Annyeong” Baekhyun pergi begitu saja tanpa menunggu balasan Eommanya
–Rumah Sakit–
Baekhyun berlari menuju ruang UGD seperti yang di beritahu Yixing di telefon tadi. Nafasnya terengah-engah
“Baekhyun” Kyungsoo dan Yixing menatap Baekhyun
“Apa.. yang terjadi pada Chanyeol?” Baekhyun terengah engah
“Dia demam tinggi, aku tidak tahu mengapa” Kyungsoo menjelaskan
“Aku sedang menginap di apartemen Chanyeol. Dia baik-baik saja tadi sore, tapi saat aku tidur dia terus mengingau. Saat aku pegang kepalanya sangat panas” Yixing menjelaskan
“Lalu kata dokter?” Baekhyun menatap kedua sahabatnya
“Dokter masih memeriksa Chanyeol di dalam” jawab Kyungsoo
Baekhyun merebahkan dirinya di kursi tunggu UGD ini begitu juga dengan Kyunsoo dan Yixing. Mereka berdoa, berharap Chanyeol baik-baik saja
“Dokter apa yang terjadi pada teman kami?” Yixing berdiri melihat dokter yang baru saja keluar ruang UGD
“Kalian teman Park Chanyeol?” tanya dokter
“Ne” Kyungsoo, Baekhyun, Yixing menjawab serentak
“Dia hanya demam tinggi saja. Dia butuh istirahat yang cukup. Sepertinya sahabat kalian memiliki banyak pikiran. Tekanan darah nya stabil dan kondisi tubuhnya juga baik” Dokter menjelaskan
“Coba minta dia untuk lebih terbuka pada kalian. Itu saja saranku. Jaga diri kalian” Dokter tersebut tersenyum lalu pergi
“Kamshamida dokter” mereka bertiga membungkukkan badannya lalu diam
“Apa dia stress karena skripsi?” tanya Yixing
“Tidak. Lee-seonsaengnim selalu memuji karya tulisnya” Kyungsoo membuka mulut
“Aku, Chanyeol dan Eunsung di bimbing oleh dosen yang sama” lanjut Kyungsoo
Yixing, Kyungsoo dan Baekhyun kembali terhanyut dalam hening
“Sepertinya aku tahu mengapa” Baekhyun membuka mulutnya
Yixing dan Kyungsoo menatap Baekhyun lalu mereka melempar pandangan satu sama lain
“Aku yakin kalian juga mengerti” Baekhyun menatap Kyungsoo dan Yixing
“Apa besok kalian ada bimbingan skripsi?” tanya Baekhyun
“Hmm aku ada jam 8pagi” balas Kyungsoo
“Aku juga sama jam 8pagi. Kau sendiri?” balas Yixing
“Aku tidak ada” jawab Baekhyun berbohong
“Kalian pulanglah dan siapkan skripsi juga diri kalian untuk besok pagi. Malam ini aku yang menjaga Chanyeol” lanjut Baekhyun
“Kau yakin menjaga sendirian?” Kyungsoo dan Yixing menatap Baekhyun ragu
“Ne.. sebentar lagi Chanyeol akan di pindahkan ke kamar pasien. Aku bisa tidur di sana. Kalian pulanglah ini sudah jam setengah 1 malam”
“Baiklah, besok setelah selesai bimbingan kami akan segera kemari” kata Kyungsoo dibalas anggukan oleh Baekhyun
**TBC**

27 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 4)

  1. makin rumit aja ya masalahnya, masing-masing saling menghargai dan berusahamempertahankan apa yg sudah terjadi. bener kata suho, keluar negeri aja yeol, alias melarikan diri 😀

  2. aigoo
    eunsung
    udah punya baekhyun tapi masih maunya ada chanyel d deketnya
    chanyeol kan kasian musti nahan perasaannya teruus

    tapi kok eunsung berasa kehilangan chanyeol gitu
    apa jangan-jangan eunsung secara ngga sadar suka chanyeol
    terus baekhyun??
    #pusingsendiri

    pas momen baekhyun-eunsung maniis deh
    apalagi soal rumah ibadah ituu
    hyaaaaaa
    #gulingguling

    eh
    baekhyun tau kenapa chanyeol sampe sakit??
    kenapa?? kenpaaa??
    kenapa tbc
    :”0

    next next
    keep writing
    fighting
    😀

  3. Baekhyuntau alasan Chanyeol sakit ya???
    bukannya dia juga bakalan bimbingan skripsi ya??
    Baby Baek baik banget dehh..lanjut lagi thor.. FIGHTING!!!

  4. Baekhyun baik bnget sich, bgtu pengertian dan tulus. Mdah2an chanyeol bsa sgera sembuh dan move on,
    dan mga chanyeol bsa cpat2 nemuin pengganti eunsung..

  5. tiap baca ff ini selalu greget sama eunsung, bego atau apa sih sampe terus”an deketin chanyeol.. namja juga punya perasaan kali -_- sorry kebawa suasana, bikin eunsung super nyesel karena udah bikin chanyeol tersiksa batin/?

  6. Ada apa ini??? Apa chanyeol stress gra2 gk bs move on dri eunsung? Baekhyun, apa yg bkal km lakukan buat shabatmu itu? Jgn bilang km bkal lepasin eunsung buat chanyeol? ohh… rumitnyaaa… Author jgn pisahin baek dri eunsung ya.. #pasang wajah melas..

  7. kasian chanyeol..pasti tertekan bgt..jln satu2nya emang cuma ngejauh…g bisa gitu eunsung peka n mengerti sama perasaan chanyeol..katanya sahabat tp g pengertian malah egois..
    Baca ff ini bikin emosi n greget sendiri..tp aku jg tw baik eunsung, baekhyun n chanyeol g sepenuhnya salah..masing2 punya alasannya sendiri..

  8. Kasian jga si chanyeol, harus ngalah dri, trus coba jauhin eunsung.. Heheh
    Aku tunggu chap selanjutnya ya…

  9. astaga thorrrrr, kenapa serumit iniii? plis bgt gw mau eunsung ama baekkk! tapi si chanyeol kasian… anjir ga tega gw….

  10. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 9) | SAY - Korean Fanfiction·

  11. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 10) | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 11) | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 12) | SAY KOREAN FANFICTION·

  14. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 13) | SAY KOREAN FANFICTION·

  15. T.T molla molla..
    Sebenernya eunsung ni sukannya sama siapa?
    Disatu sisi dia ga mau jauh dri chanyeol tapi disisi lain seperti nerima baek..
    Kuharap si eunsung cpet sadar&mlih slah satu diantara mereke (benar2 memilih).

  16. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  17. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s