[Freelance] I Don’t Know (Part 3)

Untitled-1

I Don’t Know part3
Main Cast:
Park Chanyeol
Kim Jongin
Lee Ni young(oc)
Kim Yejin (SM Trainee/ Chanyeol’s Ex Gf)
Support Cast:
EXO members
Ahn Yera(oc)
Choi Nira (oc)
Jung Sungmi (oc)
And More….
Genre:
Friendship , School Life , Romance.
Rating:
PG-15
Length:
Chapter
Summary:
Aku bahkan tak tau apa yang harus kulakukan sekarang.
Diclaimer:
I made it by my self , so be creative and don’t PLAGIAT!!!


Dan inilah Chapter 3nya…
Semoga yang baca pada seneng <3. Ah iya Promnosi lagi @Fg61_ .lewatkan promosi tadi dan fokus pada bacaan , tatap mata ojan/? . hahaha oke Readers yang kucintai dan kusayangi sepenuh hati #eaaa. Selamat membaca dan jangan lupa komentarnya ditunggu sayang ^^.
-AuthorPov-
Seorang Yeoja yang berdiri di depan Seoul Performing Art High School ini tengah tersenyum. Ya..dia senang bisa melihat kembali dan bahkan 1 sekolah dengan sang mantan kekasih yang jelas dia sendiri yang melepasnya.
#Flashback
“Oppa..” gadis itu memanggil kekasihnya yang sangat menyayanginya itu. Walau agak ragu, tapi dia juga ingin bekerja di Agensi yang akan mengangkat namanya, menjadi terkenal tentunya.

Walau dia tau lebih baik tidak usah, tapi peraturan tetaplah peraturan dan dia juga tau Namjanya ini memang menjadi Trainee juga disana, dan dia tak mau menjadi orang yang dilepasnya, tapi ia ingin melepasnya karena ia juga ingin fokus. Untuk masa depannya…

“Ne Yejin-ah?”

“Kita…” ucapan Yejin terputus karena sebenarnya hatinya benar-benar berontak.
“Hm?” hanya itu respon Chanyeol tanpa penasaran dengan kekasihnya ini.

“Kita selesai saja..”

“Maksudmu kita..? “

“Hubungan kita, kita akhiri saja sekarang, kau tau kau harus debut kan sebentar lagi?, aku juga Trainee SM sekarang, tak mungkin kita melanjutkan ini semua.”

“Wae?, aku kan bisa berpura-pura tidak mempunyai Yeojachingu dan saat kita sudah diizinkan nanti , kita kan bisa..”

“Oppa… ,jebal…” Seorang yeoja yang memohon kepadanya untuk dilepaskan.Chanyeol, bagaimana bisa melepasnya tapi dia juga tak bisa memaksa orang yang sangat di cintainya ini.Dia bingung sambil menatap mata Yejin lekat.

Dulu yeoja di depannya ini sangat jauh di untuk ia raih, sangat sulit untuk ia dapat, bahkan ia tak percaya bahwa dia bisa menjadi Namjachingunya sekarang, tapi… , semua di luar dugaan Chanyeol sendiri. Chanyeol sebenarnya tak ingin berpisah dengannya yang bahkan hari ini dia ingin memberikan First kissnya pada Yeoja di depannya ini.Dia ingin yeoja inilah pemiliknya, tapi… semuanya terlambat.

Dia terdiam, tanpa menjawab semua pertanyaannya , sama dengan gadis di depannya yang tak kunjung bicara. Entah apa yang sebenarnya terjadi… mengapa semuaya begitu cepat padahal hubungan mereka baru menginjak 3 bulan.

“Oppa…”

“baiklah, jika ini yang kau inginkan dan jika ini yang terbaik untuk kita. Maafkan aku jika selama ini aku pernah membuatmu kecewa.” Seperti tersayat sebuah benda yang sangat tajam. Perih.., itulah yang di rasakan Yejin saat Chanyeol menjawabnya dan di akhiri dengan senyuman dan perilaku yang biasanya Chanyeol berikan kepada Yejin jika sedang bersama.Mengusap kepalanya lalu pipinya.

Yejin menangis sejadi-jadinya sambil berlari saat Chanyeol sudah membalikkan tubuhnya.Chanyeol sendiri berjanji setelah ini dia harus ceria seperti biasa.Dia ingin semua orang selalu tersenyum karenanya. Itulah ajaran keluarga Chanyeol, selalu ceria dan senang, bahagia, agar orang lain bahagia karena melihat kita bahagia.
#FlashbackEND
“Yeoja itu… , dia tak akan bisa merebut oppa dariku.”
Ya itulah Yejin yang baru, dia ingin merebut Chanyeol kembali, dan setelah seorang haksaeng yang menyukainya dan ada di skandal yang diberitakan oleh para fans EXO, dia membuat sebuah perangkap jahat.
Yejin yang membuat akun itu dan menyebarkan bahwa itu adalah…. Lee Niyoung.

Yejin…
Dia berubah, bahkan tak seperti Yejin yang dulu selalu tersenyum.Dia bahkan pernaj mengalami Depresi berat setelah menyelesaikan hubungannya dengan Chanyeol.Dia tau dengan menjadi model MV sunbaenya SHINee di MV Amigo itu dia bisa terkenal dan itu permulaan dari segalanya untuk bisa sukses.Walaupun iya, dia sangat terkejut saat EXO debut dengan berjuta-juta penggemar bahkan sampai keluar Negri.

Disitulah Yejin mulai ingin merebut kembali Chanyeol yang sudah terkenal dan sangat popular itu, ia ingin menunjukkan bbahwa Chanyeol hanya cinta padanya.
-NiyougPov-
“ Gwenchana?” pertanyaan itu terlontar dari bibir Sahabatku Yera.
Dia yang menemaniku saat ini di UKS.Aku masih Shock dengan keadaan tadi.Nira dengan Sungmi mencari minuman untukku, tapi percuma saja, aku tetap belum bisa melakukan apapun. Entah Shock karena apa, tapi yang jelas…

Apa aku punya seorang Haters? Berarti aku mempunyai banyak Haters jika seperti ini caranya, melihat-lihat Fans EXO sangat banyak.Itu pasti sangat mengerikan.

“Niyoung-ah.. , katakana sesuatu”

“Eoh..”

“Neo gwenchana?” dan aku hanya bisa memberikan sebuah senyuman pada sahabat baikku ini dan setelahnya aku menghambur ke pemikiranku yang mulai aneh ini. Hah… apakah yang dimaksud dari semua kejadian ini semua, bahkan semua ini di luar dugaanku. Sekolahku bahkan mengeluarkan tuntutan kepada Yeoja itu karena mereka datang menggunakan seragam, tentu saja guru kami tau.

“Hey, gadis tadi menjadi Trending Topic.”Ujar Yera sambil memperlihatkan berita itu yang berada di ponselnya.Jebal, aku tak mau nanti ada persidangan atau semacamnya, ini menggelikan. Apa karena ada member EXO?. Ah ini pasti berlanjut! Menyebalkan.
Selang beberapa menit, Nira dan Sungmi datang.Mereka membawa Chikenkatsu kesukaanku.Tapi jujur saja, aku lagi tak bernafsu untuk memakan apapun.Yang aku lakukan sekarang adalah diam berbaring di kasur UKS sambil memejamkan mataku. Kepalaku pusing karena berita yang tersebar itu, aku pasti akan menjadi mangsa.
Besoknya…
Ini memang hari dimana semua pelajar harus sekolah.Jujur saja, ini hari senin dan aku sangat takut dengan hari ini.
Bell berbunyi, tatapan-tatapan dari di saat aku di gerbang sekolah sampai masuk saja tak ada habisnya melihatku, bahkan memotretku dari luar kelas. Aku hanya duduk diam membeku di kursi tanpa membela dan berkutik sama sekali, kau tau sahabat-sahabatku disini yang membelaku.
Eomma.. , Appa… bahkan mereka mengkhawatirkanku karena berita yang menyebar itu sampai pada Taesun Oppa berkat Taemin oppa yang memberi tahukan mereka karena di tempat kerjanya sedang heboh, ini membuatku sakit kepala.
Setelah mereda aku masih duduk di kursiku.Aku hanya melihat fotoku bersama keluargaku.Yang sempurna.
Seketika handponeku berbunyi.
“Niyoung-ah.”
“ah, oppa? Waeyo?” tanyaku pada suara oppa yang sepertinya… mengkawatirkanku.
“Eomma..”
“MWO?”mataku membulat dan seketika tanpa menghhiraukan suara 3 sahabatku, aku berlari sekencang yang aku bisa.
Aku tak menghiraukan Nira, Sungmi dan Yera yang berteriaak memanggil namaku dan juga Jongin yang mengejarku. Sekarang aku sudah berada di bus yang akan membawaku ke rumah sakit. Eomma… tiba-tiba dia terjatuh dan pingsan. Untungnya Taesun oppa baru akan berangkat jadi semuanya tertolong. Entahlah keadaan eomma, yang penting sekarang eomma sudah ditangani oleh dokter.
[ Hospital ]
“Ya! Niyoung-ah” suara Taemin oppa… , aku benar-benar merindukannya setelah selama ini dia menjadi seorang Idol.
“Bagaimana eomma?”
“Dia….” Taesun oppa mengangguk kepada Taemin oppa, aku dibuat bingung, sebenarnya ada apa ini?.
“Dia punya kanker hati yang sudah…. Parah.” Seketika aku merasa aku sudah berada di tempat yang kelam tanpa kehidupan sama sekali. Mendengar ucapan Taemin oppa seperti petir yang menyambar hari ini.
Aku tak pernah mengerti jika sesuatu terjadi padaku.Tapi entah kenapa aku tak bisa berkata ini hidup sialku, bukankah Tuhan punya rencana sesuatu yang indah pada akhirnya.Nasihat itu selalu kedengar dari kedua orangtuaku ini.
Saat mereka bersatu.
“Jadi kita harus bagaimana?”Ujarku dengan lemas.
“Berdo’a dan berusaha, eomma akan di operasi jika sudah mendapatkan donor hati untuknya, walau ini berbahaya, apa salahnya mencoba kan?” itulaj jawaban dari Taesun oppa yang mencoba tegar di depan kami.
Aku tau suarannya yang mulai berubah, dan mungkin setelah ini harapan kami adalah dirinya. Taesun Oppa
“Hyung.. , aku harus kembali dan appa akan segera kesini.” Aku membelalakan kepalaku saat mendengar apa yang diucapkan oleh Taemin oppa. Appa?.
Setelah kepergian Taemin oppa, aku dan Taesun oppa masuk ke dalam ruangan eomma yang dimana eomma sudah di pindahkan ke kamar biasa.
Eomma belum sadar dan kamipun hanya bisa menunggu sambil duduk di sofa kecil di kamar kecil ini.Aku tertidur pulas di pundak Taesun oppa dan setelahnya aku tak tau lagi bagaimana.
-AuthorPov-
[Taesun Side]
Seorang namja yang mau menginjak umur dewasanya harus menanggung semua ini. Adiknya Niyoung, dia tau pasti mengalami hal berat, tapi tak seberat dirinya yang harus mencari uang untuk adik-adiknya yang masih sekolah. Appanya harus berpisah dengan eommanya adalah hal yang berat, tapi yang lebih berat sekarang adalah melihat adik perempuannya yang sedang terkena skandal itu.Dia tau perasaan adiknya tak mungkin tenang dan ceria seperti biasanya.
Hidup mereka kelam…
Selang 1 jam appa mereka datang dengan kondisi eomma mereka belum sadarkan diri.
Tuan Lee Taejun.
“ahAppa, neo wasseo?”
“Bagaimana eommamu?” tanya Tuan Taejun dengan tatapan khawatirnya. Setelah Taesun membenarkan posisi Niyoung, mereka berdua berbicara dengan serius. Taesun memberitahu seperti apa ibunya sekarang yang selalu menangis di malam hari dan saat semua ini terjadi… juga… kanker hatinya.
Jelas sekali pria paruh baya ini terlihat menyesal.Menyesal karena menyerah terhadap anae dan juga anak-anaknya yang terlihat terdampar ini.Ia masih sayang dengan anaenya kalau saja eommanya itu tak mengaturnya seperti ini. Bahkan anae pilihannya saja meminta cerai saat perusahaanya sudah mau bangkrut.Dengan bodohnya yeoja itu, Taejun, dia bangkit lagi dan perusahaan terselamatkan.Yeoja itu?Tentu saja diusir dari rumah mereka yang tadinya meminta kembali.
“Appa akan mencoba mengetes hati appa, siapa tau hati appa cocok dengan eomma.”Dengan kekagetan yang luar biasa ini, Taesun membeku dan diam. Dia tak tau harus setuju atau tidak setelah ini.Alasannya ada banyak.Pertama ini adalah operas besar lalu jika gagal… dia harus kehilangan kedua orangtuanya atau salah satunya.
Dan akhirnya Taesun hanya bisa setuju dan mengangguk.
-ChanyeolPov-
Hari ini aku harus mendukung Baekhyun dan Chen yang akan tampil di Immortal song bersama Luhan hyung.
“aku bahkan memberikannya tiket untuk menonton pertunjukkanku, entahlah dia akan datang atau tidak.” Jujur saja Baekhyun, aku saja sedang pusing dengan masalahaku, aku tau kau membutuhkanku tapi maaf kali ini aku hanya bisa memelukmu atau menenangkanmu. Aku memang sahabat yang bodoh dan jahat. Mianhae.
“Aku akan berusaha menghubunginya.”
“Tidak usah, tidak perlu, aku ingin melihatnya datang tanpa paksaan.”
Setelahnya aku , Baekhyun , Chen dan Luhan hyung pergi ke backstage dan menyemangatinya. Mereka berdua naik ke panggun dan mulai bernyanyi. Aku dan Luhan hyung di sediakan ruangan yang dimana aku dan beberapa artis dapat melihat penampilanku.
Saat lagu di lantunkan 1 menit lebih, aku tak sengaja melihat yeoja yang sangat ku kenal. Choi Nira!. Dia melihatmu Baekhyun. Segera aku mengambil ponselku dan memotretnya beberapa kali agar Baekhyun dapat meliatnya.
Aku tersenyum melihat hasilku ini. Baekhyun.. setelah ini kau akan tersenyum.
Aku memang tau Nira karena beberapa kali aku pernah bertemu dan bicara padanya. Dia tentunya menanyakan hal tentang Baekhyun.
Ya.. Baekhyun akan tersenyum, tapi seketika wajahku berubah musam ketika mendengar salah satu bodyguard EXO yang mengawal kami ini menepuk bahuku dan seorang yeoja mencariku. Kim Yejin.
Aku keluar dengan malas. Untungnya keadaan disin sedang tidak begitu banyak oraang yang mungkin sangat ingin melihat penampilan Baekhyun dan Chen.
“Mwo?” tanyaku dengan dingin. Entah kenapa aku membenci yeoja ini, dia mengkhianatiku dengan mudahnya saat itu dengan memutuskanku dan seminggu kemudian dia menggandeng pria lain yang sebelumnya dia depresi yang dimana aku mendapatkan kabar burung itu sampai aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.
Bahkan aku merutuki diriku sendiri sempat bingung bagaimana menjelaskan skandalku dengan Niyoung padanya!. Entahlah aku membencinya setelah melihat wajahnya.
“Oppa.. , wae guerae? Kau berubah.”
“Cepatlah, kau mau dimakan oleh fansku?, cepat sehabis ini aku ada jadwal.”
Dia diam dan berusaha marah dengan aegyonya. Seperti dulu.
Ingat! Itu dulu.
“Aish.. kau lama sekali , aku pergi.” Saat aku hendak pergi dia menahanku.
“Apakah… kau sudah melupakanku..?” sungguh Kim Yejin! Lepaskan aku sekarang juga.
Tanpa aba-aba setelah itu aku menarik tanganku dengan kuat dan pergi dari dirinya. Menjijikan!.
-Niyoung Pov-
Aku terbangun dari tidurku yang dimana aku masih lengkap dengan seragamku ini. Aku melihat eomma masih belum sadar dan akupun memutuskan keluar dari kamar eomma.
Aku melihatnya! Appa!.
“Appa!” ujarku saat appa dan Taesun oppa berjalan bersamaan menuju kamar eomma. Aku berlari dan bahkan menangis haru karena bahagia telah melihat appa lagi. Ayah yang tak akan kulupakan.
Aku memeluknya dan dia menangkapku dengan tangannya. Seperti biasa saat aku kecil jika appa pulang kerja aku akan berebut dengan Taemin oppa untuk memeluknya dan sekarang aku bisa puas karena menang bisa memeluk appa yang sangat aku rindukan ini.
“Appa… bogoshippoyo.” Ujarku dalam pelukannya.
“Nado… Niyoung-ah.” Balas appa sambil mengelus rambutku.
“Appa harus pergi sekarang. Appa titip eommane? kau mau menjaganya kan untuk appa?.” Secepat itukah orang yang paling kurindikan saat ini harus pergi?.
“Tapi…”
“Appa akan datang lagi, dan besok appa janji akan mengantarmu kesekolah.” Seketika aku seprti anak kecil lagi yang baru masuk ke sekolah dasar atau TK.
Ini seperti mimpi. Besok aku akan di antar kesekolah? Dengan ayah kandungku? Sungguh ini yang pertama kali appa mengantarku kesekolah dari 10 tahun yang lalu saat aku menginjak sekolah dasar.
Aku mengangguk dengan cepat dan memeluknya lagi. Aku merindukan pelukan hangatnya, pelukan sayang dan nasihatnya.
Tuhan…
apa kau tega dengan memisahkan aku dengannya. Orang yang sangat berharga untukku, yang selalu bisa mengelusku di saat aku tertidur dalam gendongannya saat kecil.
Tapi terima kasih untuk hari ini. Aku sangat Senang.
-Chanyeol Pov-
“Kita sampai.” Baekhyun membuka pintu dorm dan semua manusia tampan ini sudah ada di sarangnya haha!.
“Hey! Baekhyun-ah.”
“Mwo?”
“Ttarawa.” Ujarku yang langsung menariknya ke Kamar kami. Aku memperlihatkan foto yang ku ambil tadi saat acara Immortal Song.
Dia terlihat kaget sampai-sampai melihatku dan foto yang ada di ponselku dengan bergantian seakan tak percaya apa yang dilihatnya ini nyata dan benar adanya. Dia terlihat begitu senang, aku tau ini akan terjadi. Sahabatku…
“Gomapta , Chanyeol.” Ucapnya masih memandang ponsel.
“Ya kau pantas mengatakan hadiah tak terduga dariku.” Ucapku sambil keluar dari kamar dan menuju dekat jendela besar yang terhubung ke balkon. Aku tak mau ke balkon karena udara sedang sangat dingin.
Aku melihat bayangannya lagi. Aku… entah mengapa akhir-akhir ini sering memikirkan gadis itu. Memang terlihat bodoh apa lagi dengan tingkahku yang seakan membencinya. Aku bahkan merasa bersalah karena mengatakan banyak hal yang dia mungkin tak suka tapi etah mengapa itu seperti lepas kendali. Kata-kataku.
“Chanyeol-ah, kajja makan, aku sudah masak.” Kyungsoo, dia mengingatkanku untuk makan malam walau aku tak ingin, aku tak mau mengecewakannya. Akupun berdiri dan bergabung dengan yang lain dan makan juga memakai topengku lagi. Happy Virus.
-Niyoung Pov-
Aku terbangun dan mencium khas obat-obatan. Yap aku dan Taesun oppa menginap di rumah sakit dengan membawa bajuku juga bukuku kesini.
“eomma..” aku melihat eommaku sudah terbangun bersama oppa yang berada di sampingnya. Dia tersenyum dengan wajah pucatnya.
Aku menghampirinya dan memeluknya, meyakini bahwa dia baik-baik saja.
“Kau tak sekolah?.” Aku hanya terkekeh mengingat aku harus sekolah dan dengan 1 jurus yaitu lari cepat aku masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar eomma itu dan merapihkan diri lalu meminta izin pada eomma. Aku dan oppa keluar bersama.
“Oppa… , appa eoddiseo? Appa bilang dia akan mengantarkanku.”
“Mungkin appa sibuk, apa kau mau oppa temani?.”
“Kata siapa appa tidak datang.” Dengan cepat senyumku mengembang dan menghambur kedalam pelukannya.
Daan benar saja hari ini aku diantarkan oleh appa.
“Hey, apakah kau punya ponsel?” tanya appa padaku dan aku hanya menunjukkan ponsel lamaku yang sudah 4 tahun itu.
“Appa ada sesuatu untukmu.” Ujarnya dan memberikanku sebuah kotak berwarna abu-abu. Kesukaanku!.
Mataku ,membulat saat melihat handphone terbaru yang sedang dimiliki oleh murid-murid yang mempunyai uang banyak saja yang dapat membelinya. Luar biasa! Aku tersenyum dan memeluk appa di mobil sebelum aku turun dan masuk ke dalam sekolah. Tentunya aku mengucapkan terimakasih padanya.
Sesampainya di kelas setelah melewati mata hyena dan macam tutul. Kau tau maksudku kan?, aku langsung menghampiri kawanan sahabatku yang dimana Nira sedang terdiam di tengah-tengah Year dan Sungmi.
“Waeyo?.” Tanyaku.
“Baekhyun sunbae.. , dia ingin bertemu dengan Nira dan Nira tak tau apa yang harus dilakukannya, dia tak mau mengingat lagi ya… kau tau Niyoung.” Itulah jawaban dari Year dan sungguh aku bingung sekarang.
“Hey.. kau yeoja yang kuat kan? Kau tau kau lebih hebat dari kami? Kenapa kau tak bertemu dengannya saja untuk sebentar?, siapa tau dia bukan ingin berbicara denganmu atau ada sesuatu yang penting. Kau yeoja yang hebat NIra, kau tak boleh takut dan mundur.” Ujraku dan seketika NIra menoleh ke arahku, tersenyum dan mengangguk.
“Nah itu baru NIra.” Sambut Yera yang langsung tersenyum dan membuat onar di tengah-tengah kebingungan ini.
Itulah kami jika kesulitan. Pasti akhhirnya akan tertawa karena sebuah lelucon dari salah satu dari kami. Sahabat memang seperti sebuah magnet yang walaupun mempunyai 2 kutub yang berbeda tapi bisa menarik satu sama lain. Berbeda sifat dan mengerti satu sama lain. Itulah kami.
Bell pun masuk dan kamipun segera duduk. Hari ini tak luput ari senyuamku hari ini. Ya! Jelas saja dan kalian tau alasannya.
Selang beberapa menit kami memulai pelajaran seorang murid baru yang memang bukan di kelas kami lewat di depan kelas. Entah mengapa semua murid meributkannya dan itu tak membuatku aneh hanya saja memang ada firasatku yang merasakan sesuatu akan terjadi setelah kedatangannya.
“Ya baiklah sekarang kita mulai pelajaran kita kali ini dan ulangan kalian akan dibagikan hari ini.” Setelahnya, you know the answer all the student.
Bell berbunyi…
Yap inilah waktu yang kami tunggu! Istirahat.
“Ya! Kajja kita ke kantin.” Ajak Yera pada kami. Tapi semuanya berhenti di tempat setelah Baekhyun sunbae yang masuk ke dalam kelas kami dan menarik NIra keluar kelas. Aku bisa melihat tangan Baekhyun sunbae tak ada paksaan sama sekali saat menarik Nira dan hey, apa ucapanku mempan pada Nira karena dia tak memberontak pada sunbae ‘kesayangan’nya itu.
-Author Pov-
Setelah ke belakang sekolah yang dimana murid-murid tak tau tempat mereka saat ini. Yap ini di luar area sekolah dan NIra bahkan tak takut.
Baekhyun berdiri di hadapan gadis yang membuatnya pusing akhir-akhir ini ang membuatnya entahlah, aneh.
“Nira-ya..” Nira tak bergeming dan terus melihat ke tanah.
“Apakah kau masih marah padaku?.” Baekhyun melanjutkan kata-katanya dan tetap tak mendapat respon darinya.
“Oppa..” Akhirnya Nira berbicara dan Baekhyun merasa lega walaupun Nira tak kunjung menatap wajahnya yang sedang menunggu jawabannya.
“Bukankah kita sudah selesai? Kau masih beranggapan aku tak serius dalam ucapanku?” Seketika Senyum Baekhyun hilang tapi ia kembali tersenyum kembali dan menarik dagu Nira, mensejajarkan wajahnya dengan wajah gadis di depannya yang sangat Baekhyun tak percaya pipi Nira telah basah dengan air mata.
Baekhyun segera mendekapnya.
“Aku tak akan pernah selesai denganmu, kau milikku neo arra?!” kali ini taka da perlawanan dari NIra hanya dia tak berhenti menangis dalam pelukan Baekhyun. Dia merasa inilah yang dia rindukan. Perhatian dan kasih sayang Baekhyun yang tak pernah berubah.
Di sisi lain..
Ahn Yera. Seperti biasa ia sedang melihat Jongin atau Kai latihan di ruang Dancenya. Ia selalu terkagum dengan teman 1 kelasnya ini yang selalu membuatnya gugup tiba-tiba atau membuat wajahnya merah seketika.
Saat Jongin berhenti menari dan melemparkan tatapannya pada pintu masuk yang dimana Yera sedang mengintipnya, Year langsung kabur dalam sekejap dan menormalkan jantungnya itu.
Dia memang berfikir bahwa Jongin memang terlalu jauh untuknya, tapi… dia sudah terlanjur berharap dan mencintai pria itu.
Shin Sungmi..
Yeoja bersuara emas dengan talenta bermain gitar dan dancenya itu sedang berlatih untuk lomba di Incheon yang dimana dia akan menjadi perwakilan ke Nasioal jika menang.
Oh Sehun. Siapa lagi yang tak kenal dia?Seorang maknae yang terkenal, seorang Idol yang namanya dikneal dan seorang member yang paling tersorot namanya.Bayangkan saja menyukai gadis biasa seperti Shungmi.
Ya..sehun menyukai Sungmi walau mereka beda kelas. Rumah mereka memang tak jauh atau bisa dibilang mereka adalah tetangga tapi karena Sehun harus tinggal di Dorm saat ini, Sehun tak bisa melihat Sungmi berjalan menuju ke rumahnya lagi seperti saat mereka duduk di bangku SMP. Menyedihkan tapi apaboleh buat jika melihatnya sekilas di salah satu ruangn band atau perpustakaan dimana dia memang gemar membaca novel-novel yang bisa dibilang cukup tebal bersama 3 temannya.
“Hey..”Sehun menyapa Sungmi yang baru saja keluar dari salah satu ruang band sekolah yang memang tersedia banyak untuk muridnya berlatih.
“ah Hey.., apa ada sesuatu?.”
“Ahhaha, aku hanya lewat dan menyapa, sampai nanti.” Ujar Sehun gugup tak karuan dan langsung melesat pergi.
Sungmi yang melihatnya hanya mengangkat bahu dan pergi dengan menjinjing gitarnya kembali ke kelas yang dimana NIyoung ada disana.
-Chanyeol Pov-
Sungguh, jika aku bukan seorang Idol yang harus menjaga Imagenya, aku akan menendang manusia yang berani masuk ke dalam kelasku saat ini.
“Oppa! Ayolah makan bersamaku.” Siapa lagi kalu bukan Yejin, dia semakin menyebalkan akhir-akhir ini dn membuatku frustasi, kau tau dengan sikap manjanya ini membuatku sangat muak dan ingin segera menepisnya jauh-jauh.
“Aku sibuk!.” Ujarku ketus dan menari lenganku kasar lalu keluar kelas.Aku melihat yeoja yang ku kenal namanya Niyoung itu keluar dari kelasnya.
Ia sempat menatapku tapi ia membuang muka setelah sadar bahwa yang ia tatap matanya adalah aku.
Dia pergi ke arah perpustakaan dengan membawa buku yang cukup tebal bersama temannya yang mengikutinya setelah beberapa langkah ia keluar dari kelasnya.
Aku masih merasa bersalah dengan tuduhanku walaupun belum terbukti bahwa dialah yang benar atau tidak menyebabkan semua ini.
Aku seperti oraang jahat tapi entah mengapa egoisku ini melawan semuanya sehingga aku tak dapat menghampirinya dan mengatakan kata-kata itu.Maaf.
“Oppa…” aku membuang nafasku dengan sangat kasar dan berjalan menuju..entahlah aku tak yakin tapi aku berjalan menuju Perpustakaan.
Ini memang gila tapi aku masuk dan melihatnya sedang fokus berkutit dengan buku-buku yang kurasa aku tak mau membacanya. Buku setebal itu, untuk apa ia pusing mencari d buku jika dia bisa mencarinya di Internet?.
Tringggg Tringgggg
Handphoneku bunyi dan seketika seluruh murid melihatku dan aku hanya bisa membungkukkan badan tanpa bersuara dan keluar dari perpustakaan.
“Ah yung, wae?” aku mengangkat panggilan dari Suho hyung.
“Mworago? Kau dimana?” yang benar saja Suho hyung ada di depan sekolahku? Untuk apa?.
Dengan berlari aku segera menghampiri Suho hyung yang sudah ada di depan sekolah tepat di depan gedung sekolah.
“Hyung, ada apa?.”
“Kita akan ke China.”
“Ye?!” ke China?Untuk promosi pastinya tapi, bukankah masa kami untuk promosi sudah habis.
“Kita ada beberapa acara yang harus semua kita kesana.Apa ini menganggu sekolah? Aku akan meminta izin untuk kalian.”
“Annio.., apakah harus hari ini?.”
“Ya kau tau sendiri perusahaan seperti apa Chanyeol-ah, lagi pula kita tak akan lama.”
-Author Pov-
Dari kejauhan ada seorang gadis yang mendengar pembicaraan mereka dan tersenyum licik dalam kesembunyiannya.
‘Lee Niyoung..kau akan habis kali ini’ itulah ucapannya dalam hati. Ucap Kim Yejin.
Di sisi lalin..
Jongin yang masih bingung karena pemberitahuan mendadak bahwa ia harus pergi ke China itu membuatnya bingung. Ia sedang tak mau keluar Korea, ia ingin sekolah bersama Niyoung-nya itu.
Beberapa saat Niyoung masuk ke dalam kelas bersama Sungmi dan menyapanya.
“Hey..waeyo? Wajahmu tak seperti biasanya.” Tanya Niyoung yang duduk di depannya sekarang.Ia tak tau mau menjawab apa yang jelas ia merasa sesuatu akan terjadi pada gadis yang ia sukai ini.
“Nan gwenchana, apa kau sudah makan?.”
“Belum, aku sedang tidak nafsu, mungkin istirahat kedua.Wae?”
“Annio, aku mau menraktirmu tadinya siang ini, Hajiman…”
“Hajiman mwo?.”
“Aku akan ke China, sekarang.”
“Hahaha kau pasti akan rindu padaku Jongin-ah, yasudah teraktirnya kapan-kapan saja, kau seperti sesaeng fansku yang tak berasil menraktir idolnya saat ini,ppali kau mau terlambat dengan yang lainnya.”
Entah kekuatan darimana Niyoung berhasil membuat Jongin beranjak pergi. Walau Niyoung agak ya..sedikit kecewa karena Jongin memang sahabatnya. Ia ingin sekali makan atau lebih akrab dengan Jongin seperti pergi keluar. Niyoung sangat senang saat Jongin ada waktu dan sekarang semuanya sirna, tapi ia tak boleh egois kan?.
Jonginpun berjalan gontai keluar kelas. Sehun dan yang lain sudah menunggunya di depan sekolah dan iapun akhirnya masuk ke dalam mobil.
Chanyeol terdiam bergulat dengan fikirannya sendiri yang entah kenapa menganggunya dan Jongin yang masih merasa bersalah pada sahabat yang disukainya juga Baekhyun yang sedang senang mungkin karena apa yang terjadi padanya dengan Nira. Sedangkan Kyungsoo dan Jongdae, mereka mengobrol ber3 bersama sang Lider.
-Niyoung Pov-
Ini sudah pukul 7 dan aku harus segera pulang. Kali ini hanya aku sendiri yang ada di kelas karena yang lain sudah pulang. Ah aku lupa aku bersama Yera sahabatku.
“Yera-ah.. , apakah hari sabtu kalian akan ke café lagi?.”
“Mollayo, sepertinya aku ada urusan Niyoung-ah..mianhae.”
“Untuk apa kau meminta maaf untuk tidak melihat artis 20000 won seperti aku.” Candaku dan setelahnya tawa kami meledak sambil keluar dari kelas yang untungnya semua kelas masih terang.
“Jongin… “
“Kenapa dengan Jongin ?”tanyaku yang dimana Yera bergumam nama sahabatku itu.
“Annio, geunyang..”
“Kau pasti menyukainya kan? Ahahaha na arrayo.”
“Mwoya Niyoung-ah!Kajja kita pulang ini sudah malam.”
“hahaha lihat wajahmu itu Nona Ahn, kau memerah.” Dan sejurus seketika Yera terlihat menyukai sahabatku itu. Tenang yera! Aku akan membantumu.
Saat kami keluar dari gedung, pintu sudah tergembok dengan rantai.Kami berdua panik dan meminta pertolongan diluar tapi taka da yang menjawab.Seketika semua lampu mati dan kami bahkan tak mendapatkan sinyal untuk menelepon atau memberikan pesan.
“Eottokhae Niyoung-ah?.”
“Tak ada jalan lagi Yera, ini sudah terlalu gelap, tak mungkin kita kembali kedalam dan keluar lewat jalan belakang, jam 5 sudah di kunci.”
Dan entah apa yang kulihat ini benar tapi Jongin. Dia berlari ke arah sini setelah kami terkurung selama 3 jam.
“Jongin…” ucapku sambil bergetar. Yera juga langsung berdiri dan melihat sosok Jongin yang sekarang berada di depan pintu kaca ini.
“Niyoung!Neo gwenchana?!” ucapnya khawatir dan aku hanya bisa mengangguk.Sekedar mengeluarkan suara saja sepertinya sangat sulit unutukku.
Akhirnya dia mendobrak pintu kaca itu dan dia langsung memelukku walau aku kaget dengan apa yang terjadi, tapi dia terlihat sangat khawatir padaku dan jantungnya yang bergumurh tak karuan yang mungkin karena berlari kesini. Mengapa dia bisa mengetahui keadaanku saat ini?.
-Yera Pov-
Cemburu?Itu sangat jelas sekali.Orang yang sangat kusukai itu memeluk sahabatku sendiri, dihadapanku. Apa yang akan kalian lakukan jika itu terjaidi?.Tapi tak mungkin aku marah pada Niyoung yang dimana dia adalah sahabatku, sahabat sejatiku bersama Nira dan Sungmi.Kami sudah lama bersama, bayangkan saja sejak SMP mereka bersama saling berbagi dan melewati banyak masalah.
Setelah itu Jongin mengantar kami pulang yang tentunya aku lebih pertama di antar.
“Gamsahamnida..” ujarku kaku pada Jongin sebelum keluar dari mobilnya.
“Hey.. , tenangkan dirimu Yera, bertemu besok?.” Aku hanya mengangguk , tersenyum dan melambaikan tangaku sebelum aku masuk kedalam kamarku dan menangis sejadi-jadinya. Semua keluargaku bingung melihatku yang aneh saat baru sampai tapi aku tak mau berbicara dulu, aku ingin menumpahkan amarahku saat ini.Egoisku.
Ya Tuhan mengapa aku menyukai orang yang menyukai sahabatku.Ini menyebalkan dan menggelikan.Aku terlihat berbeda dari biasanya bukan Yera yang kuat lagi.
Akupun menangis dalam pelukanku pada sebuah boneka kesayanganku.
-Niyoung Pov-
“Bagaimana kau bisa menyelamatkan kami?, bukankah kau harusnya ke China.” Tanyaku langsung saat kami sudah mengantar Yera sampai di rumahnya.
“Aku baru akan berangkat di penerbangan malam dan tadi siang aku harus ke perusahaan. Aku tau kau belum pulang ke rumah dari Taemin sunbae yang sedang makan malam denganku tadi dan eommamu bilang kau belum pulang dan mengira pergi bersama Taemin sunbae, dan entahlah aku langsung mengambil kunci mobil dari managerku dan aku hanya berfikir tentang sekolah setelah aku mencarimu ke café dan mencarimu kemana-mana.”
“Gomapta..” ucapku akhirnya yang masih kaget dengan penjelasannya yang mencariku kemana-mana.
“Niyoung-ah…, setelah aku pulang dari China nanti hari Sabtu, maukah kau menjemputku?.”
“Eoddie? Di Incheon? Kau mau aku mati diterkam fansmu?”Jongin terkekeh.
“Annio..cukup menungguku di café tempatmu bekeeja, aku akan kesana menggantikan traktiranku yang gagal hari ini.” Aku masih tak percaya kata-katanya. Jongin…
Tapi mengapa disaat-saat seperti ini aku justru mengingat Chanyeol sunbae?.Ini menggelikan.Mengingat orang yang justru terlihat sangat membencimu.
Saat sampai di depan apartemenku Jongin mengenggam tanganku saat aku akankeluar dari mobilnya.
“Kau belum menjawabku nona Lee.” Aku hanya mengangguk sambil tersenyum dan dia membalasku dengan senyuman yang…… menurutku dia sangat ‘tampan’ dengan senyumnya saat ini.Akupun keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam apartemenku.
Oppa..dia pasti yang bilang bahwa aku belum pulang pada eomma. Pasti dia ada di rumah sakit hari ini.Aku sangat lelah kali ini dan hanya masuk dengan gontai lalu mengganti bajuku dan tertidur lelap setelahnya. Tanpa memikirkan apapun kecuali siapa yang mengunci pintu itu?. Bukankah harusnya sekolah tutup jam 9 sedangkan aku dan yera keluar pada pukul 7.
Aneh.
-Author Pov-
“Bagaimana?”
“Kami gagal, seorang Namja menyelamatkan mereka yang sudah terkurung 3 jam.”
“BODOH! Tak akan kuberikan uang kalian jika kalian belum berhasil menguncinya semalaman. Kau tau aku ingin menyiksanya ?!” suara meliengking itu , suara gadis seumuran Niyoung yang menginginkan Niyoung tersiksa.
Alasannya adalah dia yang membuat Chanyeol berubah, dialah yang merebut Chanyeol, oppa kesayangannya, oppa yang masih dicintainya. Cinta memang bisa membuat buta bahkan sampai merelakan dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Sungguh! Ini sadalah cara yang sangat salah.
“Besok, aku ingin kalian mulai menerornya.Masih ada waktu sampai haru Jum’at. 3 hari aku harus membuatnya menyerah di depanku dan kalian akan mendapatkan apa yang kalian mau. Aku ingin menghabisinya sebelum Chanyeol pulang.”Ujar yeoja dengan rambut teruari itu dengan amarahnya.
Kalian bisa menebak siapa dia. Kim Yejin.
-Chanyeol Pov-
Kami semua sudah berada di dalam pesawat menuju China untuk mengisi beberapa acara.Sebenarnya kau tak mau, tapi kali ini… aku sedang bekerja dan ini bukan main-main.Aku harus mengerjakannya dengan baik.
Tapi, saat mendengar Jongin saat kembali ke gedung SM tadi, aku merasa aku sangat menyesal tak bisa menolong NIyoung yang terkunci di dalam gedung sesuai penuturan Jongin.Entahlah mengapa aku berfikir seperti itu yang jelas aku merasa lega karena dia sudah selamat dan merasa bersalah yang entah mengapa kearena aku tak bisa menyelematkannya.
Semua member sudah siap tidur dan sekarang aku duduk di sebelah Baekhyun yang terlihat sangat senang.Dan coba kutebak dia sudah berbalikan dengan Nira.
“Waeyo? , mengapa kau tersenyum seperti itu eoh?” godaku.
“Annio, hanya sedang senang saja.”
“Wae?”
“Nira.. , dia, kau tau dia sudah memaafkanku bahkan tadi aku makan bersamanya di Kantin.”
“Kau terlalu frontal Baekhyun-ah, apakah kau mau skandal menyebar kemana-mana dan nasibnya akan seperti Niyoung.” Ujarku sambil memejamkan mataku.
“aigoo mengapa topik kita langsung berganti pada Niyoung. Uri Chanyeol sudah menyukai seorang yeoja lagi ternyata haha!” ejek Baekhyun yang taka da habisnya menggodaku setelahnya.
Sesukamu Tuan Byun!.
-Niyoung Pov-
Hari ini aku merasa lelah dan entalah mungkin karena peristiwa tadi malam.Taemin Oppa dan Taesun oppa juga appa dan Jongin tak ada habisnya memberikanku pesan juga Sungmi dan Nira.Pasti Year juga di berikan pesan oleh Sungmi dan Nira.
Akupun masuk kedalma gedung sekolah yang sudah agak ramai itu dan menuju lokerku. Saat aku membukanya sebuah surat dengan tinta meraah tertulis. Aku tak bisa membacanya dan aku yakin ini bukan darah.
‘ Jauhi Park Chanyeol atau kau! Akan habis di tanganku’
Seketika aku bergidik dan membuangnya di tempat sampah yang tak jauh dari tempatku mendapatkan surat itu.
Tidak! Aku tak boleh takut.
“Hey!” sapaku canggung pada Nira yang sudah duduk manis di mejanya.
“Sepertinya Yera tak masuk hari ini, kau tau beritamu dan Yera terkunci itu menyebar dari satpam yang bertemu denganmu dang Jongin juga yera malam itu.” Aku baru ingat, tuan Shin satpam sekolah yang bertemu dengan kami semalam yang bertanya padaku dan dijawab ketus oleh Jongin. Dia baru kembali dari rumahnya saat itu.
“Dia pasti shock.”
“Apa kau tau tentang Yera?, apa benar kau berpelukan dengan Jongin semalam?” darimana Nira tau?.
“Darimana kau tau?.”
“Annio, apa kau baik-baik saja?.”
“Ne.. nan gwenchana.” Jawabku dengan wajah yang bingung pada Nira. Dia terlihat… gugup?. Apa yang mereka sembunyikan dariku?.
Mengapa semuanya tampak aneh. Pertama sebuah surat itu dan sekarang Nira yang sepertinya menutup sesuatu dariku. Bahkan aku begidik untuk memikirkannya.
Bell pun dibunyikan setelah 15 menit aku sampai disini dan Sungmi juga sudah datang.
Aku melihat sekilas Yejin yang ku kenal namanya dari perbincanganku dengan Sungmi dan Nira yang mendapatkan berita dari beberapa murid tukang gosip.
Mengapa dia memberikan tatapan tajam seperti itu padaku? Dan apakah mataku salah melihatnya menatap tajam sekali padaku?. Aku jadi teringat dengan surat yang kubuang itu. Bahkan tadi Yejin terlihat menyeringai.Menyeramkan.
Hari demi hati sampai hari sabtu ini aku masih saja tak mengerti dengan terror itu. Kemarin aku mendapatkan surat itu lagi berisikan bahwa aku tak akan bisa mendaptkan Chanyeol sunbae lalu hari ini, kamisnya aku mendapatkan surat bahwa Chanyeol sunbae miliknya dan yang sekarang aku takutkan adalah surat itu tak muncul lagi. Menghilang begitu saja. Ini gila memang tapi..aku justru lebih takut karena aku berfikir jika bukan surat yang menerorku, bisa saja tindakan yang akan menghampiriku nanti.
Sebuah fitnah atau sesuatu yang bisa membuatku tersiksa.
Sungguh ini gila! Padahal aku sama sekali tak ada hubungan dengan Chanyeol sunbae. Bahkan kami terlihat seperti musuh dalam 1 kandang.
“Hey mengapa akhir-akhir ini kau sering melamun?” tanya Sungmi yang sedang berjalan denganku ke kantin. NIra memilih tak pergi ke kantin, entahlah mengapa, Year juga sama. Ini baru hari pertamanya masuk.
“Entahlah, aku takut.”
“Waeyo? Apa yang terjadi?.”
“Ada orang yang mengirimkan sebuah surat gila yang mengatakan hal aneh padaku yang mengancamku jika aku mendekati Chanyeol sunbae aku akan habis.Ini gila Sungmi-ah.Hari ini suratnya taka da, aku takut bukan surat lagi yang menerorku.”
“Sudahlah, mungkin hanya orang yang menakut-takutimu.”
“Benar..kau benar.” Aku meyakini diriku walau aku tak yakin dan setelahnya Sungmi memang benar-benar membuatku tenang.Kami tertawa.Dari 3 hari kemarin baru hari ini aku tertawa. Rasanya sangat..bebas.
Walau aku melihat Yejin melirikku dari jauh tapi… aku tetap menepis fikiran negatif itu dengan mengobrol dengan Sungmi.
Setelah selesai pelajaran hari ini aku langsung menuju café tanpa menunggu lama karena kau sangat takut.
“Ya!Niyoung-ah!”itu Han kwangji. Dia menyapaku.
Aku masih membeku di depan pintu café dan dia melihatku aneh.
“Ada apa? , kau telihat pucat dan aneh.”
“aku … aku..”
“apa yang terjadi?.”Tanya Kwangji khawatir sekali.Akupun mencoba menetralisir ketakutanku dengan menghembuskan nafas berulang kali walau keringat dingin terlihat bercucura di pelipisku.
“hhh…. Gwenchana..aku akan menyanyi dulu.” Tapi Kwangji menahanku.
“Jangan paksaan dirimu.”
“Nan gwenchana Han kwangji.”Ujarku akhirnya dan dia menuruti kemauanku dengan sellau mengawasiku sambil melayani pengunjung café.
Sebenarnya aku tak mau terlihat seperti ini apa lagi nanti saat di depan Jongin yang janjinya akan menemuiku disini.
Ini baru jam 5 dan aku memainkan sebuah lagu dari gitarku ini.
Pukul 8 dan café mulai sepi karena sebentar lagi akan tutup tepat pukul 9.
“Maaf aku terlambat.”Suara itu membuatku lega karena malam ini aku tak harus pulang sendirian.
“Jongin..” ujarku dengan senyuman. Dia memelukku, entah mengapa dia jadi suka seperti ini walau setelahnya kami akan canggung. Aku melihat sekilas Kwangji yang menutup pintu dapur dengan keras setelah Jongin melepaskan pelukannya padaku.
“Kajja..aku ingin mengajakmu jalan-jalan.”
Sekarang…
Kami sudah berada di Banpo Moonlight Rainbow Bridge.Dan kali ini jembatan itu sedang menebar pesonanya dengan air mancur berwarna-warni layaknya pelangi.
Aku terkaget saat tanganku di genggam oleh Jongin yang tepat di sampingku.Ia melihat ke arahku masih di tempatnya berdiri.
“Niyoung-ah..”
“Hm?..”
“Saranghae…”
To be continue..
Maaf kalo nambah gaje dan lama banget di postnya haha. Oh iya Buat Kim Yejin jahat cuman di cerita ini jangan sampe bencinya kebawa beneran ya .-. dan Kim Yeji itu beneran mantannya Chanyeol oppa saat Trainee sebelum EXO debut dan kalau yang SHawol pasti tau cewe di MV amigo, nah itu cewenya, cantik kan ya ❤ haha okesip makasih banget udah baca, chapter selanjutnya IsnyaAllah cepet jadi ^^ hehe waiting ya readers kesayangan ❤ makasih yg udah setia baca dari Chapter 1.

4 responses to “[Freelance] I Don’t Know (Part 3)

  1. Yah year patah htii , aishh jongin eggk peka sma year , sma jga tuh sma chanyeol eggk peka trhdp prsaanx sma niyoung pkokx next thor n keep writhing

  2. keren thor, tp kayanya alurnya terlalu ngebut deh, trus jg masih bnyak typos yg musti diperbaikin… 🙂 oke itu, cma saranku ya thor, nextt… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s