[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 5)

pster-yomollayo

Title : The Best for Someone Who I Love 2 (Part 5)
Author : @YoMollayo
Main Cast : Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun
Support Cast : EXO members
Genre : Romance, Friendship
Rating : G/PG-13/PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : All of the characters belong to God
Poster by : Wuu
Previous : Part 1 , Part 2 , Part 3 , Part 4

 

–AUTHOR POV—
“Jeosonghamnida” seorang perawat mengoyang-goyangkan tubuh seorang namja pelan, berharap namja ini segera bangun
Baekhyun perlahan-lahan membuka mataya akibat guncangan tersebut
“Eh? Ne?” Baekhyun berusaha mengumpulkan kesadarannya
“Apa kau teman pasien bernama Park Chanyeol?” tanya perawat tersebut lembut
“Ne ada apa dengan Chanyeol?” Baekhyun reflek berdiri mendengar nama sahabatnya di sebut
“Aku hanya ingin memberitahu mu jika Chanyeol sudah di pindahkan ke kamar pasien. Kau bisa ke sana sekarang” perawat tersebut tersenyum
“Ah arra” jawab Baekhyun singkat
“Ikuti aku” perawat ini mulai berjalan di ikuti oleh Baekhyun. Beberapa saat kemudian dia menunjukkan sebuah kamar
“Kamshamida” Baekhyun membungkuk, perawat tersebut segera pergi
Baekhyun membuka pintu kamar ini pelan-pelan berusaha agar tidak mengganggu sahabatnya. Dia berjalan mendekati Chanyeol yang berbaring lemah di tempat tidur dengan plester kompres di kepalanya. Wajah dan bibir Chanyeol pucat, wajahnya tampak sangat lelah
Baekhyun terdiam, dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia duduk di kursi sebelah tempat tidur Chanyeol lalu menatap sahabatnya lagi dan lagi. Semakin dia menatap Chanyeol, semakin sesak dadanya
“Apa kau selama ini sangat menderita?” suara parau terdengar dari bibir tipis Baekhyun
“Kenapa kau selalu berusaha menutupi nya?”
“Kenapa kau membiarkan semua berjalan seolah-olah kau bisa melewatinya?”
Baekhyun kembali diam menatap Chanyeol yang tertidur
“Jika kau seperti ini terus, bukan hanya kau yang menderita tapi aku dan Eunsung juga”
“Mianhae….”
“Jeongmal…..”
“Andai saja waktu itu aku menolak permintaan mu agar aku dan Eunsung bersama. Kau pasti tidak akan pernah menderita seperti ini”
“Ne… appo Hyung” Chanyeol mengeluarkan suaranya membuat Baekhyun membelalakkan matanya kaget
“Appo…” lanjut Chanyeol
“Apa sesakit itu Yeol?” Baekhyun membuka suaranya
“Ne.. Hyung” Balas Chanyeol mengingau, setalah itu dia kembali tidur dengan tenang
*****
“Yeooooool” teriak seorang yeoja berlari dari depan pintu kamar
“Ya! Ini rumah sakit” Baekhyun mendengus kesal melihat yeoja chingunya yang baru saja datang
“Bagaimana keadaan mu? Kau sakit apa?” Eunsung tidak memperdulikan ucapan namja chingunya
Chanyeol memandang Eunsung sebentar lalu melanjutkan makan makanan di depannya tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan sahabatnya
“Chanyeol hanya terlalu lelah, dia butuh istirahat saja. Besok dia sudah bisa pulang” Balas Baekhyun
“Bagaimana bisa? Kau selalu hidup sehat. Kau olahraga, makan dan tidur dengan teratur. Apa kau lupa makan vitamin? Atau ada sesuatu yang mengganggumu?” Eunsung menatap Chanyeol
Chanyeol diam saja tetap sibuk dengan makanannya tanpa melihat Eunsung. Melihat reaksi Chanyeol, Eunsung diam lalu menatap Baekhyun yang berdiri di samping Chanyeol. Baekhyun melempar pandangan pada Kyungsoo dan Yixing yang berdiri di belakang Eunsung. Kyungsoo dan Yixing menatap satu sama lain sesaat
“Mungkin Chanyeol lelah mengerjakan skripsi” Yixing membuka mulut
“Annyeong haseyo” Seorang gadis berdiri di depan pintu, semua mata di ruangan ini tertuju padanya
“Eoh? Minsung-ah?” Chanyeol sedikit membelalakkan matanya
Minsung berjalan mendekati Chanyeol dan teman-temannya, lalu meletakkan kantung plastik yang dia bawa di meja sebelah tempat tidur Chanyeol.
“Kau? Yeoja yang waktu itu…” Eunsung berpikir mencoba mengingat yeoja ini
“Ne sunbae. Annyeong. Lee Minsung imnida, aku mewakili kelas ku untuk menjenguk Chanyeol-sunbae” Minsung membungkuk lalu tersenyum manis
“Dulu aku adalah assisten Yoon-saem untuk beberapa semester dan mengajar kelasnya” Chanyeol menatap Kyungsoo dan Yixing
“Ah arra” Eunsung mengangguk mengerti
“Sunbae sakit apa?” tanya Minsung menatap Chanyeol
“Hanya demam dan kelelahan” Chanyeol tersenyum
“Wah pasti sangat berat ya sunbae di semester ini”
“Begitulah hahaha nanti kau juga akan mengalaminya”
“Wah aku sangat membutuhkan bantuan sunbae saat itu”
“Hahaha aku selalu siap membantumu dan teman-teman kelasmu”
“Apa gratis?”
“Tentu hahaha” Chanyeol terkekeh
“Mwoya? Setiap aku meminta bantuanmu, kau pasti memintaku mentraktirmu sesuatu” Eunsung mencibir Chanyeol kesal
“Bisakah kau diam?” Chanyeol menatap Eunsung, suaranya pelan dan tenang tapi sangat menusuk Eunsung
“Kau juga melakukan hal yang sama padaku, Yixing dan Baekhyun” Kyungsoo menatap Chanyeol datar, meskipun datar tatapan tersebut cukup menyeramkan bagi Baekhyun dan Yixing
“Begitukah? Kalau begitu aku akan traktir sunbae makanan yang lezat” Minsung terkekeh pelan
“Ah aku harus segera pergi, setelah ini ada kelas”
“Gomawo sudah menjenguk, sampaikan salamku untuk teman-teman kelasmu”
“Arraseo sunbae, pasti yeoja-yeoja di kelas menggila jika aku sampaikan ini hahaha” Minsung dan Chanyeol terkekeh bersama
“Annyeong” Minsung membungkukkan badannya singkat lalu segera pergi.
Mereka semua diam menatap punggung Minsung yang menghilang dari pintu
“Aku lapar” Baekhyun memecahkan keheningan
“Kalian pergilah keluar membeli makanan, kami berdua yang menemani Chanyeol” Kyungsoo menatap Baekhyun lalu Eunsung
“Ne, kami sudah makan” Yixing menambahkan
Eunsung mengangguk, Baekhyun berjalan mendekati yeojachingu nya lalu mereka berdua pergi keluar dari ruangan tersebut. Chanyeol mengenghembuskan nafasnya berat
“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” tanya Chanyeol
“Bagaimana bimbingan skripsi kalian tadi?” tanya Chanyeol lagi
“Kenapa kau seperti ini?”
“Eunsung sangat kawatir padamu tapi kau acuh dan kasar padanya seperti tadi” Kyungsoo menatap Chanyeol
“Apa itu yang di sebut tata krama?” lanjut Kyungsoo menekan ucapannya
“Ya! Kenapa kau marah?” Chanyeol merasa risih dengan tatapan dan ucapan Kyungsoo
“Kyungsoo tidak marah Yeol” balas Yixing. Mereka bertiga diam dalam hening
“Kami menyarankanmu untuk menjaga jarak dari Eunsung bukan menjauhinya”
“Do Kyungsoo, bisakah tidak membahas hal tersebut?”
“Kau keterlaluan. Ini kan yang menyebabkan kau sakit?” Kyungsoo menaikkan nada bicaranya
“Kau tau apa tentang aku? Diamlah” Balas Chanyeol kesal
“Sudahlah kalian, ini rumah sakit! Chanyeol-ah beristirahat lah, setelah kau sembuh kita bahas hal ini” Yixing menjauhkan Kyungsoo dari hadapan Chanyeol
Chanyeol menatap kesal Kyungsoo lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur, perlahan-lahan dia memejamkan matanya berusaha untuk tidur.
*****
“Argghhh”
Seorang namja mengelus-elus kakinya yang memerah akibat terbentur meja yang ada di depannya. Sejak tadi dia berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, suatu hal terus melintas di kepalanya.
“Ya! Meja pabo!” Namja bermata sipit ini mendengus kesal sambil menatap benda yang berhasil membuat denyutan di kakinya
Namja ini terdiam, menyadari hal bodoh yang baru saja di lakukkannya. Dia menjatuhkan tubuhnya pelan ke kasur empuknya
“Apa yang harus aku lakukan? Aku lelah seperti ini terus” Namja ini menghela nafasnya berat
Flashback
“Eunsungie, kau kenapa? Makanannya tidak enak?” namja bermata sipit ini menghentikan aktivitasnya karena melihat wajah lesu di hadapannya
“Ah.. Aku hanya sedang memikirnya sesuatu” balas yeoja ini malas
“Wae?”
“Baek, apa Chanyeol menyukai yeoja tadi? Chanyeol tersenyum manis padanya” Eunsung menatap namjachingunya dengan mata nya yang tidak berbinar, sepertinya dia sedang sedih
“Maksudmu Minsung?” tanya namja ini dibalas anggukan oleh yeojachingunya
“Mungkin.. Bukankah itu bagus?” balas namja ini sambil melahap makanan di hadapannya
“Ne… tapi bagaimana jika Chanyeol bersama Minsung?”
“Kau tidak menyukainya?”
“Aku….” Eunsung diam lalu mengalihkan padangan matanya kearah lain
“Habiskan makanan mu, setelah ini kita pulang” Baekhyun membuka mulutnya
“Pulang? Lalu Chanyeol?” Eunsung membelalakkan matanya
“Kyungsoo dan Yixing yang menjaganya. Lagipula besok Chanyeol sudah bisa pulang”
“Ah arra”
End of Flashback
“Apa Eunsung masih menyukai Chanyeol?” Baekhyun menatap langit-langit kamarnya
“Mereka sudah saling menyukai satu sama lain dalam waktu yang cukup lama”
“Memang seharusnya Chanyeol yang bersamanya bukan aku” lanjut Baekhyun
“Chanyeol mencintai Eunsung dan Eunsung mencintainya juga, bukan aku. Eunsung hanya menyukaiku”
“Andai saja aku tidak pernah menyatakan perasaanku pada nya, pasti Chanyeol dan Eunsung tidak akan merasakan hal yang sangat menyakitkan seperti ini”
“Mengapa aku jahat sekali?” Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan frustasi
Baekhyun terdiam berpikir, bagaimana bisa dia menyakiti perasaan kedua orang yang sangat di sayanginya tersebut.
Namja bermata sipit ini bangun dari tempat tidurnya, menyalakan laptop miliknya dan dengan cepat mencari hal yang baru saja terlintas di kepalanya. Setelah berhasil menemukan apa yang dia inginkan, dia segera membaringkan tubuhnya kembali ke kasur empuknya.
“Tuhan, haruskah aku melakukan ini?” ucap Baekhyun kembali menatap langit-langit kamarnya
*****
-Seminggu kemudian-
Seorang namja berjalan melintasi keramaian. Dia memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya yang cukup tebal. Hari ini suhu udara sangat tidak bersahabat. Sambil berjalan melintasi keramaian dia memegang perutnya yang dari tadi bergetar memohon untuk di isi sesuatu. Dia menatap ke sekitar mencari suatu tempat yang kira-kira menjual makanan. Beberapa menit setelah berjalan, matanya berhenti pada suatu titik yaitu warung kaki lima di seberang jalan
Namja ini terdiam menatap beberapa orang yang terlihat sedang makan di warung tersebut, ada yang tertawa dengan temannya, ada yang makan dengan tenang juga. Tanpa banyak berpikir, namja ini mendekati warung kaki lima tersebut
“Selamat datang” sapa seorang wanita paruh baya pemilik warung ini
“Ne” balas namja ini tersenyum singkat
“Wah orimanineyo. Kau sendirian?” Ahjuma ini tersenyum
“Ne ahjuma” namja ini segera duduk di tempat yang kosong
“Kau lesu sekali… ngomong-ngomong di mana yeohjachingumu?” Ahjuma ini menghampiri namja tersebut sambil membawa beberapa lembar kertas menu
“Eh?” namja ini sedikit membelalakkan matanya
“Ne.. yeojachingumu, Eunsungie. Dulu hampir setiap hari kalian ke sini memesan tteokbbokie” Ahjuma ini tersenyum
“Ah.. dia bukan yeojachinguku ahjuma” balas namja ini tersenyum paksa
“Ah mian aku pikir kalian sepasang kekasih, kalian cocok sekali. Mengapa kalian tidak berpacaran?” tanya Ahjuma penasaran
“Haha dia sudah punya kekasih ahjuma” namja ini tersenyum singkat
“Arraseo… Jadi kau mau pesan apa, Chanyeolie? Benar kan itu namamu?” tanya ahjuma
“Ne ahjumma. Aku pesan 1bulbogi, nasi dan air putih saja” balas namja ini sopan
“Arraseo, tunggu sebentar”
“Ini pesanan anda” beberapa menit kemudian sorang yeoja muda datang, namja ini menganggukkan kepalanya sambil mengucapkan terima kasih.
Namja ini diam menatap makanan di depannya, ada sesuatu yang berbeda dari menu yang dia pesan tadi
“Chogio.. ahjuma aku tidak pesan tteokbokkie” Chanyeol mengangkat tangannya dan sedikit berteriak kearah ahjuma pemilik kedai ini
“Gwenchana, itu bonus untukmu agar kau tidak lesu lagi” balas ahjuma ini dari meja yang terletak di tengah warung kaki lima ini
Chanyeol kembali diam, dia menatap tteobokkie, hal yang selalu mengikatkan dirinya tentang Eunsung. Berkali kali Chanyeol mengutuki dirinya sendiri karena datang ke tempat ini. Dia sudah berminggu minggu menjauhi Eunsung, berusaha untuk melupakan yeoja tersebut dengan bertahan melawan rasa sakit di hatinya tetapi benteng pertahanan yang sudah dia bangun dengan susah payah itu runtuh begitu saja hanya dengan datang ke tempat ini dan melihat kue beras pedas di depannya. Dia kembali teringat rasa sakitnya ketika menjauhi Eunsung dan perasaan menyesal karena tidak pernah menyadari perasaan sahabat nya tersebut. Air mata perlahan-lahan mengalir dari mata bulatnya, jujur ini sangat menyakitkan
“Chogiyo, tolong berikan aku 3 botol soju” Chanyeol menggoyangkan tangan seorang pelayan muda yang sedang berjalan
“Ne, arraseo hyung-nim” balas seorang namja muda. Dengan cekatan dia menaruh 3 botol soju dan gelas kecil yang bening di meja Chanyeol
Chanyeol menjauhkan makanan yang tidak dia sentuh sama sekali, dia menuangkan soju ke dalam gelas kecil lalu meminumnya.
“Mengapa aku sangat lemah”
“Inikan hanya kue beras” Chanyeol menatap tteobokkie di depannya
“Menyebalkan” Chanyeol tersenyum singkat lalu kembali meminum soju yang ada di depannya
*****
Seorang yeoja mungil berjalan keluar dari supermarket. Udara sangat dingin, dia berjalan dengan langkah besar agar cepat sampai apartemennya. Sesekali dia tersenyum melihat kearah kantung belanjaannya. Besok adalah 100 hari jadiannya dengan namjachingunya. Dia membeli beberapa bahan makanan untuk membuat makanan lezat sebagai hadiah untuk namjachingunya
Yeoja mungil ini berhenti di depan sebuah kedai kaki lima. Dia tersenyum lalu masuk untuk membeli tteokbokki, makanan kesukannya
“Agashi tolong 1 porsi tteokbokki di bungkus” yeoja ini tersenyum sambil memberi selembar uang kertas. Yeoja muda di depannya tersenyum mengangguk dan segera membuat pesanan yeoja ini.
“Eunsungie?” sapa ahjuma pemilik kedai kaki lima yang baru saja datang dari pintu masuk kedai ini
“Wah annyeong ahjuma, oremanineyo” balas yeoja ini ramah
Ahjuma pemilik kedai tersenyum. Dia cukup mengenal Eunsung dan Chanyeol, karena mereka berdua salah satu pelanggan tetap di kedai ini
“Wah kebetulan sekali, namjachingumu ah ani maksudku Chanyeol juga ada di sini”
“Chanyeol disini?” Eunsung sedikit kaget
“Ne itu dia” ahjuma tersebut menunjukkan jari telunjuk nya ke punggung seseorang yang cukup jauh dari jarak Eunsung berdiri.
Eunsung menatap punggung tersebut diam, benar itu memang Chanyeol. Rasanya ingin sekali dia menghampiri namja tersebut lalu memakinya karena dia hanya pergi sendirian ke sini tanpa mengajaknya, tapi hal tersebut tidak mungkin di lakukan mengingat Chanyeol sangat marah padanya, tidak bukan marah, mungkin Chanyeol sudah membencinya begitulah yang terlintas dalam pikiran yeoja ini.
“Kau tidak menyapanya?” tanya ahjuma yang heran melihat Eunsung terdiam. Biasanya Eunsung dan Chanyeol akan membuat keributan kecil di kedai ini
“Tidak ahjuma” Eunsung tersenyum pelan
“Ini pesanan anda” seorang yeoja muda memberikan kantung plastik. Eunsung membungkukkan badannya sambil mengucapkan terima kasih.
Sebelum berjalan ke pintu keluar Eunsung kembali menatap punggung Chanyeol. Dia menghembuskan nafasnya berat. Mengahampiri dan meminta maaf pada Chanyeol adalah hal yang percuma. Sejak kejadian di rumah sakit, jarak Chanyeol dan dirinya semakin menjauh. Mereka tidak lagi menyapa satu sama lain, tidak ada pembicaraan di antara mereka, tidak ada lagi pertengkaran kecil atau canda tawa. Eunsung mulai menjauh, dia lelah karena Chanyeol selalu saja mendiami nya.
Setelah diam beberapa saat, mata Eunsung terbelalak meliha benda hijau di depan meja Chanyeol
‘Itu bukannya botol soju? Apa yang Chanyeol lakukan? Bukannya dia tidak suka soju?’ batin Eunsung tidak tenang, semua pertanyaan tersebut merasuki kepalanya. Dengan cepat dia menghampiri sahabatnya.
*****
“Eommo Chanyeol-ah” Eunsung membulatkan matanya begitu melihat hampir 3 botol soju yang sudah kosong di meja sahabatnya, bau alkohol tercium sangat kuat
“Yeol, gwenchana?” Eunsung tidak tahu harus berbuat apa. Chanyeol duduk tenang di bangkunya, mata bulat dan bersinar miliknya berubah menjadi sayu
“Kau mabuk” Eunsung menggoyang goyangkan tubuh Chanyeol
“Kau kenapa seperti ini? Kau baru saja keluar dari rumah sakit! Ya! Nappeun namja!” Eunsung sedikit berteriak kesal. Dia kesal sekaligus khawatir melihat kondisi Chanyeol yang seperti mayat hidup saat ini
“Eun… Sung… iee hiks” Chanyeol tersenyum kecil sambil menuangkan botol soju ke gelas. Eunsung mengambil paksa botol tersebut dari tangan sahabatnya, membuat sedikit soju tersebut tumpah ke meja
“YA! Ada apa dengamu?” Eunsung benar-benar kesal saat ini. Dia mendorong pelan Chanyeol
“Eunsungiee… Sungie-ah…” Chanyeol tersenyum sambil memukul-mukul meja. Orang-orang sekeliling memperhatikan mereka. Dengan cepat Eunsung menggenggam tangan Chanyeol agat dia tidak memukul meja lagi. Eunsung menarik bangku dan duduk di sebelah sahabatnya.
“Chanyeolie waeyo?” Eunsung tetap menggenggam telapak tangan sahabatnya
“Hik hik hik” Chanyeol tersenyum, dada nya bergerak naik turun karena cegukan. Eunsung menatap miris sahabatnya. Wajah nya merah, matanya sayu seperti ingin menangis
“Yeol.. jawab aku.. kau kenapa?”
“Sung, appo, neomu appo…” Chanyeol menatap Eunsung dengan mata sayunya. Dia menepuk nepuk dadanya pelan. Eunsung tidak mengerti
“Hatiku… sakit… melihatmu dan Baekhyun” lanjut Chanyeol terbata-bata. Mata Eunsung terbelalak, dadanya mendadak berdetak cepat saat ini, tubuhnya tidak bergerak. Perkataan Chanyeol barusan seperti tali yang melilit badannya
“Molla wae? Wae? Mengapa rasanya sakit sekali, neomu appo..” perlahan cairan bening terjatuh dari mata sayu namja berbadan tinggi ini
“Aku senang melihat kau dan Baekhyun bersama, aku senang melihat kalian saling berbagi senyum. Tapi entah mengapa ini menyakitkan… appo wae? Wae?” Perlahan-lahan tapi pasti air mata itu terus mengalir dari kedua sudut mata sayu nya
“Apa artinya aku masih mencintai mu? Aku…. masih mencintai mu… Cha Eun Jeongmal Babo Sung hahaha” Chanyeol tertawa paksa dengan cairan bening yang menghiasi mata sayu nya
Eunsung terdiam menatap sahabatnya. Dadanya berdetak cepat, air mata bodoh tidak berhenti jatuh ke pipinya. Dia baru menyadari jika sahabatnya benar-benar terluka, dia merasa menyesal dengan hal itu
“Yeol, mianhae” Eunsung memeluk Chanyeol, membiarkan air matanya membasahi bahu sahabat yang paling dia sayangi
“Maafkan aku…” tidak ada hal yang terpikir di kepala yeoja ini selain meminta maaf
“Kau tidak bersalah hiks. Aku yang meminta maaf hiks karena belum bisa melupakanmu Babo Eunsung” Chanyeol membalas pelukan Eunsung lalu terkekeh pelan
“Mianhae…… selama ini aku menjauhimu… aku hanya ingin melupakan mu dan menjaga perasaan Baekhyun” Chanyeol membelai rambut yeoja ini lembut. Dia tidak tahu apa yang baru saja di katakan bibirnya, semua keluar begitu saja tanpa perintah otaknya. Perasaannya menjadi sangat lega. Rasanya beban Chanyeol sedikit berkurang
Eunsung terdiam untuk kesekian kalinya, dia tidak tau harus berbuat apa. Tidak ada hal atau sesuatu yang terlintas di kepalanya
“Ah tteokbokki! Ahjuma memberiku gratis hehehe” Chanyeol terkekeh pelan, melepas pelukan Eunsung lalu mengambil tteokbokki di depannya
“Aaa.. Eunsungiee” Chanyeol menaruh tteokbokki di depan bibir Eunsung. Eunsung membuka mulutnya dan memakannya.
“Mashita?”
“Ne..” Eunsung mengangguk pelan.
“Uljima… Kalau kau menangis kau terlihat seperti kodok, jelek sekali” Chanyeol menghapus air mata yang turun ke pipi Eunsung dengan lembut
“Pabo!” Eunsung terkekeh pelan
“Saranghae” Chanyeol tersenyum
BRUK! Tubuh Chanyeol jatuh bebas di atas meja. Membuat beberapa botol soju jatuh ke lantai dan pecah. Orang-orang menatap mereka berdua
“Jeo…jeo… jesosonghamnida” Eunsung membungkuk panik lalu segera mengambil pecahan botol tersebut. Dengan cepat pelayan datang dan membersihkan pecahan tersebut. Eunsung membungkukkan badannya, berkali kali dia mengucapkan maaf
“Chanyeol” Eunsung menggoyang goyangkan tubuh Chanyeol lalu meletakkan tangannya di depan hidung Chanyeol. Ternyata dia masih bernafas.
“Ya! Eottokhe?” Dengan cepat Eunsung mengambil ponselnya dan menghubungi namjachingu nya
10 menit kemudian Baekhyun datang tergesa-gesa.
“Wae?” Baekhyun panik melihat sahabatnya yang tersungkur di atas meja
“Dia… mabuk” Eunsung mengecilkan suaranya
“YA! Kenapa kau membiarkannya minum?” Baekhyun membentak Eunsung
“Kau tau kan di tidak kuat dengan alkohol” Baekhyun tidak berhenti berbicara
“Mian, nan molla. Ketika aku datang dia sudah mabuk” Eunsung menundukkan kepalanya tidak berani menatap namjachingun nya
“Mi mian, aku…” Baekhyun terbata-bata
“Gwenchana aku mengerti” Eunsung tersenyum singkat
“Cepat panggilkan taxi” perintah Baekhyun. Dengan sigap Eunsung keluar kedai
Baekhyun membopong tubuh Chanyeol ke luar kedai ini, dia sedikit kesulitan karena tubuh sahabatnya jauh lebih besar darinya.
“Baek” Eunsung memanggil Baekhyun, di depannya sudah ada sebuah taxi
Eunsung masuk ke dalam kedai ini, membayar ganti rugi dan meminta maaf pada ahjuma pemilik kedai lalu segera pergi.
*****
“Kamsahamnida Ahjussi” Eunsung dan Baekhyun membungkuk kepada seorang petugas apartemen yang sudah membantu mereka membopong Chanyeol. Ahjussi tersebut tersenyum dan segera pergi.
Baekhyun terdiam, menatap sahabatnya yang tertidur pulas di tempat tidur. Kesedihan dan kelelahan tergambar jelas di wajahnya
“Ah pabo” Eunsung memukul kepalanya pelan
“Wae?” Baekhyun mengalihkan pandangannya
“Kantung belanjaan ku tertinggal” Eunsung menggaruk kepalanya
“Hanya kantung belanja?” tanya Baekhyun
“Ne” Eunsung mengganggukkan kepalanya pelan
“Eunsung-ah, pulanglah” Baekhyun menatap Eunsung
“Eh?”
“Pulanglah dan beristirahat ini sudah larut malam. Aku yang akan mengurus Chanyeol. Jika ada sesuatu, nanti aku akan mengabarimu” Baekhyun tersenyum dibalas anggukan ragu-ragu oleh Eunsung
“Sung” Eunsung membalikkan badannya
“Kau berani kan pulang sendiri?” tanya Baekhyun ragu-ragu. Apartemen Eunsung dan Chanyeol letaknya berseberangan, jadi Eunsung tinggal menyebrang jalan saja
“Ne, kau pikir aku anak-anak! Lagipula jalanan kota Seoul selalu ramai” Eunsung terkekeh pelan. Baekhyun tersenyum
“Byun” panggil Eunsung
“Ne?”
“Lihat” Eunsung menunjuk jam yang berada tepat di samping tempat tidur Chanyeol
March, 11th 12.02 am
“Wae?” Baekhyun menatap bingung Eunsung
Eunsung terdiam sebentar, dia sedikit kecewa karena Baekhyun tidak ingat kalau hari ini adalah hari yang cukup penting untuk mereka berdua
“Ani” Eunsung menggeleng pelan
“Kalau begitu cepatlah pulang, sudah malam”
“Byun” panggil Eunsung lagi. Eunsung menunggu Baekhyun menghampirinya dan mencium pipinya lembut, seperti yang biasa Baekhyun lakukan jika mereka akan berpisah.
“Wae?” Baekhyun menatap Eunsung
“Aku pulang” Eunsung menatap Baekhyun kecewa
“Ne hati-hati” Balas Baekhyun singkat
Baekhyun kembali menatap sahabatnya lalu mulai melap tubuh sahabatnya yang bau alkohol dengan air hangat, mengganti pakaian nya, menyelimutinya dan mengatur suhu ruangan juga merapikan sedikit kamar Chanyeol yang berantakan.
“Yeol, sudah ku duga kau akan melakukan ini” Baekhyun menatap sahabatnya dari bangku yang ada di meja belajar Chanyeol.
“Kau babo! Kenapa kau selalu mengorbankan dirimu? Kau tidak perlu menjauhi Eunsung untuk menjaga perasaanku” lanjut Baekhyun
“Kau mencintainya tapi harus merelakannya.. Sangat menyakitkan bukan?”
“Mianhae, ini semua karena aku” Baekhyun menundukkan kepalanya
Beberapa menit kemudian, Baekhyun pergi menuju minimarket 24jam, membeli makanan instan lalu kembali ke apartemen Chanyeol, meninggalkan memo di dekat kulkas Chanyeol.
‘Aku membeli beberapa buah-buahan, roti dan juga susu. Makanlah untuk sarapamu. Hari kita tidak ada kelas, jadi beristirahatlah’ – Baekhyun
*****
“Woah Mr.Byun darimana saja kau?” Nyonya Byun menghentikan langkah anaknya yang hendak menaiki tangga rumah menuju lantai 2 di mana terdapat kamar anaknya
“Aku baru saja dari rumah Chanyeol eomma” balas Baekhyun malas
“Mengapa pulang sepagi ini?” Nyonya Byun menunjuk jam yang berada di ruang tamu, 06.32am
“Ceritanya panjang eomma” jawab Baekhyun malas
“Dasar kau ini” Nyonya Byun mengomeli anak satu-satu nya
“Eomma… masalah waktu itu. Tolong segera urus keperluannya untuk di sini. Aku akan bersiap-siap dan segera ke sana lusa pagi” Baekhyun menatap eomma nya
“Mengapa mendadak sekali?” Nyonya Byun menatap anaknya
“Karena aku menginkannya” Baekhyun menatap eomma nya mantap, tidak ada keraguan dari pandangan mata sipit nya
“Kau yakin? Sayang sekali jika kau harus mengulang dari awal semester 7”
“Tidak ada kata ‘sayang sekali’ dalam belajar eomma” Baekhyun tersenyum
“Oh ya eomma tolong jangan beritahu ini pada siapun, termasuk Chanyeol dan teman-temanku yang lain” lanjut Baekhyun
“Eomma tidak mengerti dengan jalan pikiran mu tapi jika menurutmu ini yang terbaik, lakukanlah”
“Gomawo eomma” Baekhyun memeluk nyonya Byun singkat
“Aku sangat lelah, tidak ada jadwal kuliah hari ini. Tolong jangan bangunkan aku eomma” Baekhyun tersenyum dibalas anggukan oleh nyonya Byun
Baekhyun berjalan menuju kamarnya lalu menjatuhkan tubuhnya yang sudah hampir remuk ke kasur empuknya
“Eunsungie mianhae, ini yang terbaik” guman Baekhyun
**TBC**
Author minta maaf sedalam dalamnya karna update nya lama huhuhu, habis ujian aku janji bakal update lebih cepat. Annyeong 

36 responses to “[Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 5)

  1. Nyesak bnget klw bca ff ini,
    jujur aku lbh suka baek sama eunsung, krna menurutku chanyeol sama eunsung lbh pas jd sahabat, lbh manis aplg pas berantem2 gtu.. Pada akhrnya Baekhyun jg memilh pergi, mdah2an aja pngorbanan baek tdk sia2 dan gak stengah2… Dan Eunsung, mantapkan pilihanmu skrang, baek or chanyeol..
    Penasaran ma next part nya, jgn lama2 ya author..

  2. yaa kok baekhyun pergi?? kemana??dan dia bakalan ngelupain semua gitu thor??
    lanjut ne penasaran tingkat dewa
    FIGHTING!!!

  3. akhitnya eunsung tau perasaan chanyeol, asli ikutan lega.. tp baekhyun knp mau ngilang? nanti makin ribet lg pasti -.- lanjutannya jgn lama” ya

  4. ini mah sedih ceritanya, gimana nasib baekhyun?? apa beneran dia ngelepasin eunsung??
    ditunggu chapter selanjutnya 🙂

  5. Wahh kok sedihnya berasa bgt ya ;( daebak
    kasian baekhyun, apakah akhirnya dia mengalah?
    puk puk
    next ya~

  6. chapter ini nyesek bgt..apalagi dgn keadaan chanyeol..miris bgt..pengen nangis..tp apa baekhyun mw pindah sekolah k luar negri..jd g tega sama baekhyun..mudah2an g da yg tersakiti lg..

  7. hemm baekhyun mw pergi k mana?
    eunsung ini q masih bingung beneran suka sama baek apa gg sih? aigoo
    kasian baek n yeol klo kayak gini..

    ditunggu chap selanjut’y y thor, fighting!

  8. annyeong readers~
    terima kasih untuk semua comment, saran, kritik nya
    setelah aku baca ternyata ada typo di ‘March, 11th 12.02 am’ itu jam nya harusnya 00:20am maksudnya tanggal 11 maret dini hari hehehe

  9. baek mau kemana ? luar negerikah ?
    penasaran nih eon >< bisa banget bikin ceritanya bgni..
    keep writing eonn^^

  10. Iya kasihan baekk.. Kaya’y emg lebih baik eunsung ga sama 2-2’y dan tetep jadi sahabat lagi..
    Next chap ditunngu ne..

  11. eunsung itu masih suka ga sih sm chanyeol? ko dia jadi kayk labil gini, nyakitin baekhyun n’chanyeol. baekhyun mau pergi kemana?

  12. Bekhyun mau kemana??? And juga eunsung labil nih thor aigoo sukanya sama siapa si ?, lanjut thor hwaiting..

  13. thor, plis bgt jangan baek yang ngalah kekkkk! kasian baekkkk, huhuhuuuu 😥 atau nggak eunsung mati ajalah biar adil….

  14. Baekhyun mau kmana? Ada apa? Rahasia2an gituu… 😦

    Eunsungiee…. Gmana dong… -_- mang galau bgt sihh kalau dicintai 2 sahabat namja yg kece abisss!!
    *aku jg galaauu bacanya

    Chanyeol Faighting!!! Don’t lose ur mind. 🙂
    Baekhyunn!!! ‪사랑해 ♥♥♥… *mnding buat aku aja… Hehehe*abaikan

  15. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 6) | SAY - Korean Fanfiction·

  16. Kelewatan part ini~ hehe.
    Ohh Chan oppa masih blk bisa move on namun ttp mencobanya.
    Baek oppa kasihan, terombang-ambing akan pikirannya u/memilih antara kebahagiaan dirinya atau sahabatnya n dia pd akhirnya akan memilih kebahagiaan org” yg disayanginya 😦
    Review-nya, penggunaan tanda baca yg msh perlu diperhatikan :

    Sippo.. Keep writing n fighting ne!!^^

  17. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 7) | SAY - Korean Fanfiction·

  18. Terlalu berbelit2 kisah nya.. Pertama Chanyeol, sekarang Baek.. Setelah itu siapa lg yg akn terluka?

  19. terharu banget bacanya 😥
    baekhyun semangat 🙂
    chanyeol kasian bnget penderitaannya bnyak bnget 😦
    next chap
    hwaiting 🙂

  20. Pingback: [Freelance] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 8) | SAY - Korean Fanfiction·

  21. Baek mau pergi ?
    Pergi dari eunsung ?
    Gak gentlemant bgt sih baek
    Harusnya pisah baik” drpd menghilang gt
    Jd nambah org yg bakal tersakiti
    Huhu

  22. Tolong author… buat mereka bertiga bahagia.. bagaimanapun cara & jalannya.. yang penting mereke bertiga bahagia..

  23. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  24. Pingback: [FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END) | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply to NaNda Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s