[Freelance] DO NOT EVER DOUBT MY WORDS (Chapter 1)

k

DO NOT EVER DOUBT MY WORDS (Chapter 1)
Tittle : Do Not Ever Doubt My Words
Author/twitter : 7azumi (Twitter : @agnesmorenady)
Main Cast : Xi Luhan (EXO M)
Joong Hyu Rin (OC)
Other Cast : Hae Min Ra (OC)
Xiumin (EXO M)
Hyun Ji Eun (OC)
Chanyeol (EXO K)
Genre : Romance, School Life
Rating : Teen
Length : Multichapter
Disclaimer : Awal nya bikin FF ini karena nganggur gak ada kerjaan, ehehe. Sebenernya aku itu cenderung suka Jepang, tapi karena temen ku tiap hari ngomongin EXO. Nular deh virus nya dan iseng-iseng bikin FF

 


7azumi
Personally Present
“DO NOT EVER DOUBT MY WORD”

Jam menunjukkan pukul 07.30. Kelas baru di isi segelintir murid, termasuk seorang yeoja yang kini sedang menekuni buku di hadapannya. Padahal kelas baru dimulai 30 menit lagi, namun ia sudah mulai berkutat dengan soal yang menurut orang lain, memuakkan. Dengan kacamata berlensa tebal yang ia kenakan, menandakan bahwa yeoja ini orang yang serius akan sekolah.
“Annyeong Hyurin !”
“Ah, annyeong Minra” balas Hyurin dengan senyum. Sejenak ia mengalihkan pandangannya dari lembaran soal, tapi belum genap 2 detik ia kembali menghadap lembaran-lembaran yang berada di atas mejanya.
“Hyurin ya, ini masih terlalu pagi untuk mengerjakan soal memuakkan seperti itu”
“Tidak. Ini sarapan pagi, Minra. Dengan melihatnya saja mampu membuatku kenyang. Mungkin jika aku teruskan aku tidak membutuhkan asupan makan siang nanti” Minra hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban dari orang yang hampir 10 tahun menjadi sahabat nya.
Teeet….Teeet…..Teeet (Jam pertama dimulai)
Hyurin POV
Karena aku terlalu sibuk mengerjakan soal, aku baru tersadar bel telah berbunyi dan soengsanim sudah berada di dalam kelas dan …. tunggu, siapa mereka ? siswa baru ?
“Perkenalkan diri kalian” ujar soengsanim
“Annyoeng, Chanyeol imnida. Ini Xiumin dan Luhan”
“Annyoenghaseo” sapa 2 orang yang Chanyeol perkenalkan bernama Xiumin dan Luhan seraya membungkukkan badan.
Dan entah mengapa, kelas ini berubah menjadi riuh. Tanpa memperdulikan mereka, aku cepat-cepat mengeluarkan buku dan membacanya.
“Silahkan duduk di bangku yang kosong”
“Ne” . Dan aku merasa salah satu dari mereka menghampiri bangku kosong di sebelahku, tapi aku bersikap seolah tidak tau. Aku juga merasa atmosfer mulai tidak enak. Saat ku menoleh ke belakang, yeoja-yeoja di kelas ini menatap ku dengan pandangan yang … , entahlah. Aku tidak bisa mendefinisikannya.
“Baik, tugas kali ini dikerjakan secara kelompok”
“Anggota kelompok 1. Hae Min Ra, Xiumin, Hyun Ji Eun. Anggota kelompok 2. Luhan, Joong Hyu Rin, Chanyeol. Kelompok 3—“
“Cakkaman soengsanim !” belum selesai soengsanim berkata, kulihat Ji eun mengangkat tangan nya.
“Aku ingin satu sekelompok dengan Luhan oppa, tidak dengan Minra. Kenapa Luhan oppa sekelompok dengan Hyurin ?!”
“Karena Hyurin pintar, jadi dia bisa mengajari Luhan dan Chanyeol, karena mereka baru. Dan kau kukelompokkan dengan Minra, agar dia bisa membantumu” jelas soengsanim
“Aku juga tidak kalah dengan Hyurin. Aku juga pintar !”
“Ini sudah keputusan ! Kau tidak boleh seenaknya sendiri”
Ya, Hyun Ji Eun. Dia adalah salah satu dari sekian banyak orang yang membenciku di sekolah ini. Dia selalu iri karena aku selalu meraih rangking. Sering aku di cemooh olehnya, ditertawakan bahkan dia pernah membakar catatan matematika ku. Menurut ku, dia nyaris sempurna. Dia cantik, tinggi, kulitnya putih, rambutnya panjang, soal harta ? Jangan ditanya. Appa nya adalah pemilik Eksour Corp. Perusahaan gas bumi berbasis internasional. Dan semua warga sekolah tau akan hal itu. Entah kenapa hanya karena rangking nya di bawah ku, ia selalu mengolok-ngolok ku.
Author POV
Pelajaran selesai 5 menit yang lalu. Waktu istirahat tiba. Para siswa berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut mereka yang kosong. Tapi, masih ada beberapa murid yang masih tinggal di kelas.
“Kau Hyurin ?” Hyurin tersentak dan dengan spontan menoleh ke asal suara.
‘Dia masih disini ?’ batin Hyurin
“Tentang tugas kelompok tadi biar aku dan Chanyeol saja yang mengerjakan”
“Apa ? Tapi, kau kan—“
“Aku tidak memerlukan bantuan mu” sanggah Luhan cepat
“Ya, Luhan hyung ! Ayo kita ke kantin !” teriak Chanyeol di ambang pintu. Mendengar namanya dipanggil, Luhan beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Chanyeol.
‘Apa kata nya tadi ? Tidak memerlukan bantuan mu ?! Sombong ! . Tadi dia memanggilnya Luhan ? Haa ! Nama yang unik. Dasar rusa !’
SKIP TIME
“Hyung, kita kelompok di rumah mu, ne ?”
“Ne”
“Hyurin juga kan ?”
“Andwe”. Jawaban Luhan sukses membuat mata Chanyeol melebar.
“Waeyo hyung ?!”
“Aku tidak suka satu sekolompok dengan yeoja. Selama ini semua yeoja yang kutemui tidak ada yang pendiam. Semua berisik”
“Tapi Hyurin terlihat pendiam. Bahkan, dia manis menurut ku” ucap Chanyeol dengan senyum terukir di bibir nya
“Aish, anak ini. Berhentilah mengkhayal !”
Sementara itu …. (Hyurin POV)
Akhirnya aku tiba juga di rumah. Segera ku hempaskan tubuhku ke kasur. Hari ini berjalan seperti siput, sangaaat lambat. Pelajaran di sekolah semakin melelahkan saja. Lama-kelamaan kepala ku menjadi pening, lalu kupejamkan mata ku, berusaha untuk mengistirahatkan tubuh ku. Dan tidak butuh waktu yang lama, aku pun terlelap.
******
Author POV
“Ya ! Hyurin !” mendengar namanya disebutkan, Hyurin langsung mengangkat kepalanya.
“Sepertinya kau kurang sehat. Luhan, tolong antar Hyurin ke ruang kesehatan sekarang”
“Ne, soengsanim”
Luhan menarik paksa lengan kanan Hyurin. Namun, ekspresi wajah Hyurin seolah mengatakan ‘Aku tidak mau !’. Tapi, dengan kondisi seperti itu Hyurin tidak bisa melawan, sehingga, mau tak mau ia harus meninggalkan kelas.
‘Dari 30 siswa yang ada di kelas, kenapa harus aku yang mengantarnya ?’ batin Luhan.
“Lepas !” Hyurin menarik lengannya dari tangan Luhan.
“Apa kau akan terus menyeretku sepanjang koridor ?”
“Baik. Terserah kau nona mata empat” celetuk Luhan
“Ya ! Jika kau keberatan mengantarku, kembalilah ke kelas !”
“Aku bosan di kelas”
“Jadi karena itu kau mau mengantar ku ?!!”
“Ya ! Kau mau membuat ku tuli ?! Jalan saja, tak usah banyak komentar”
‘Aish, namja ini menyebalkan !’ batin Hyurin
Ada 10 detik mereka saling diam, hingga langkah Hyurin menjadi semakin lambat dan semakin lambat. Luhan yang kesal tidak bisa mengimbangi langkah Hyurin tanpa permisi ia lantas menggendong Hyurin.
“A—apa yang kau lakukan ? Tu—turunkan aku” ucap Hyurin lirih, hampir tak tendengar. Setelah itu, ia pingsan di gendongan Luhan.
“Ya. Ya ! Mata empat !”. ‘Dia pingsan ?!’
Luhan mempercepat langkahnya. Setiba di ruang kesehatan ia segera membaringkan Hyurin.
Braakk !
Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke ruang kesehatan.
“Hyurin !” teriak orang tersebut
“Luhan, kenapa dia pingsan ?”. Luhan hanya mengangkat bahu sebagai jawaban.
Hyurin POV
Aku berusaha membuka mataku dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Sepertinya, ruangan ini sangat familiar.
“Fuh, syukurlah” mendengar ada suara, aku menoleh dan ternyata ..
“Minra”. “Pasti kau melupakan obat pagi ini”.
Ingin tertawa rasanya mendengar ia berkata seperti itu.
“Kau seperti oema ku, Minra” kata ku sembari mencoba untuk duduk.
“Disaat seperti ini kau masih bisa—“
“Mianhae Minra” aku tersenyum padanya. Lalu, aku ingat seseorang yang sudah membopongku tadi. Segera aku menoleh ke samping kiri ku.
“Ah, Luhan. Gomawo sudah mengantar meskipun sepertinya kau keberatan” saat aku tersenyum, kulihat Luhan seperti es. Membeku. Entah perasaanku saja atau tidak, aku tidak tau.
“Ne. Sudah ada Minra, aku kembali ke kelas” setelah berkata, ia langsung melangkah keluar ruangan.
Luhan POV
Dia hanya tersenyum, kenapa jantung ku berdetak tidak karuan ? Ini aneh, tapi tadi dia terlihat can.. Eh ?! Apa yang kupikirkan ?! sepertinya aku harus ke dokter. Tapi apa maksud dari perkataan Minra, Hyurin melupakan obatnya ?
*******
Author POV
Hyurin berjalan menuju perpustakaan dengan langkah agak cepat, mengingat sekolah sudah sepi karena KBM sudah selesai 10 menit yang lalu. Sesekali jari lentik nya itu membetulkan letak kacamata minusnya. Tiba-tiba 4 orang yeoja memblokir jalannya. Mereka mempersempit ruang gerak Hyurin, hingga punggungnya bertemu dengan dinding.
“Mau apa kau Ji eun ?”. Orang yang disebut Hyurin tadi mengeluarkan benda yang disembunyikan dibalik punggungnya dan benda itu …
‘Pisau ?!’. Seketika mata Hyurin terbelalak.
“Ya ! Ji eun ! Apa yang akan kau lakukan ?!”. 2 orang lainnya melepas jas seragam Hyurin, sehingga hanya tersisa seragam sekolah nya.
“Menurut mu apa yang akan ku lakukan ?”
******
Hyurin POV
Ji eun meletakkan pisau yang ia pegang pada lengan kiri ku. Kaki ku seolah menancap, tak bisa ku gerakkan. Ia menggerakkan pisau yang masih diletakkan di lenganku ke atas dan ke bawah.
“Kau berbuat kesalahan. Lagi”
“Sebenarnya aku tidak pernah berbuat salah pada mu Ji eun. Aku hanya melakukan apa yang harus ku lakukan” bantah ku
“Apa ? tidak, kau salah. Kau melakukan apa yang tidak harus kau lakukan”
“Apa maksud mu ?”
“Kau. Menarik perhatian Luhan oppa”.
Bagus. Dulu dia merusak catatan ku karena pujian soengsanim, sekarang dia akan merusak lengan ku dengan pisau karena Luhan ? Lengkap sudah hidup ku.
“Kau dilarang menarik perhatiannya, meskipun oppa duduk disebelahmu. Dia milikku, siapapun tidak boleh mendekatinya. Termasuk kau”
“Jadi hanya karena itu ? karena kau menyukai nya ? Alasan yang tak masuk akal”. Ia hanya menanggapi dengan senyuman, senyuman yang tidak pernah ingin ku lihat.
“Aku tau apa yang paling kau takutkan. Akan ku buat kau melihat darah mu hari ini”. Aku tersentak. Spontan ku tarik lengan ku, tapi mereka menahannya dengan kuat.
“Andwe, Ji eun ! Andwe !”
Ji eun menekan pisaunya dan keluarlah cairan merah dari lengan ku. Ia menekan lebih dalam dan dengan perlahan ia menggoreskan nya ke bawah.
“Hentikan ! Jeball, hentikan !”. Setetes demi setetes air mata keluar dan mengalir melewati pipi ku.
‘Seseorang tolong aku. Aku tidak mau mati sekarang !’ jerit ku dalam hati.

Tiba-tiba seseorang menepis tangan Ji eun, membuat pisau yang ada di tangannya terlempar ke lantai.
“Apa yang kau lakukan, hah ?!”
“Oppa, aku tidak—“
“Jika kau tetap membantah, akan kuadukan perbuatan mu ini pada appa mu”.
Ji eun mendecak sebal, lalu melenggang pergi, begitu juga dengan yeoja lainnya.
Author POV
Hyurin jatuh terduduk, ia melihat banyak darah keluar dari lengannya dan seketika itu juga tubuh nya bergetar dan dijalari rasa takut.
“Aku obati luka mu”
“Luhan. Luhan, a … aku butuh Minra”
“Bicara apa kau ? Kita ke ruang kesehatan”. Luhan memegang tangan kanan Hyurin, tapi ia menepisnya.
“Sia-sia kau membawa ku ke ruang kesehatan. Kau, tidak tau apa-apa”. Luhan hanya mengerutkan dahinya, ia bingung. Banyak pertanyaan muncul dibenak Luhan. Dengan tangan yang bergetar, Hyurin berusaha mengambil handphone di sakunya.
“Mi . . minra, A . . apa kau masih disekolah ?”
“Ne. Ada apa Hyurin ? Kenapa suara mu bergetar ?”
“Tolong aku Minra. A . . ambil obat ku di kelas. Aku a . . ada di koridor menuju perpustakaan. Palli Minra”
“Ne”. Setelah menutup telfon, Minra mengambil obat Hyurin, lalu bergegas ke koridor perpustakaan.
“Hyurin !”
“Ini obat mu” Hyurin mengambil obat yang disodorkan Minra, lalu menenggak nya.
“Omo. Kenapa dengan lengan mu ? Ya, Luhan ! Apa yang kau per—“
“Bukan Luhan, Minra. Dia tidak salah. Dia yang menolongku”. Luhan yang tidak tau apa-apa, hanya diam layaknya audience teater.
“Oh, begitu.” Minra mengeluarkan sapu tangannya lalu ia ikatkan pada lengan Hyurin yang terluka.
“Aku antar kau pulang.” Hyurin hanya menjawabnya dengan anggukan.
“Cakkaman” ucap Luhan
“Jelaskan pada ku. Apa alasan Ji eun melakukan itu pada mu ?”
“Mianhae, Luhan. Lain waktu akan kujelaskan, aku janji.” Luhan tidak menanggapi kata-kata Hyurin, lalu ia membiarkan mereka pergi.
‘Ini aneh. Kenapa hanya luka gores saja bisa membuat nya semenderita itu ? Bahkan ia sangat ketakutan. Seolah-olah ia akan mati pada saat itu juga.’ Batin Luhan penuh tanya.
******
Luhan POV
Aku memandang bangku kosong disebelahku. Ya, gadis mata empat itu absen hari ini. Dan itu membuat pikiran ku semakin penuh dengan tanda tanya. Aku yakin dia bukan gadis yang berlebihan, melihat dari penampilannya saja pasti semua orang akan mengatakan dia gadis culun dan polos. Sejak aku duduk bersebelahan dengannya, ia tidak pernah mengajakku bicara. Jangan kan bicara, melihatku padaku pun ia tak pernah. Dan kurasa hanya Minra lah temannya. Menurutku dia gadis yang emm … acuh tak acuh. Tapi, kenapa hanya luka gores saja dia sampai absen sekolah ? Dan kenapa Ji eun melakukan itu padanya ?
Author POV
Karena penasaran, dia berpikir pasti Minra mengetahui tentang Hyurin. Ia memutuskan untuk bertanya pada Minra.
“Luhan hyung !”
“Ayo kita main basket” ajak Chanyeol
“Lain kali, aku masih ada urusan” setelah berucap Luhan lantas melenggang pergi.
“O.O, hyung !”
Luhan memutuskan mencari Minra dan ia berhasil. Minra tengah terduduk dengan buku ditangan nya di perpustakaan. Luhan menempatkan diri di depan Minra. Sadar akan ada seseorang di depan nya, Minra menurunkan buku nya dan mendongak.
“Ah, anyoeng Luhan. Ada apa ?”
“Aku ingin bertanya sesuatu padamu”
“Apa itu ?”
“Tentang Hyurin” Minra terkejut dengan jawaban Luhan dan menutup buku yang tadi ia baca.
“Kenapa ia absen hari ini ?”
“Dia sakit” jawab Minra cepat
“Hanya karena luka gores ?”
“Bukan itu” “Lalu ?”
“Aku … tidak bisa mengatakannya”
“Memang kenapa ?” tanya Luhan
“Hyurin yang melarangku”
“Asal ia tak tahu, tak apa kan ?”
“Kenapa kau begitu penasaran ? kau menyukainya ?”
“Aniya ! entah lah, aku merasa …. ada sesuatu yang aneh”
“Baiklah. Sepertinya kau bisa dipercaya”
“Ya ! apa maksud mu ?” Minra menghela nafas, ia merasa ini akan menjadi percakapan yang panjang.
“Hyurin menderita hemofilia”
“Hemofilia ?”
“Ya. Penyakit yang menyebabkan penderita nya sulit untuk membekukan darah. Jadi, meski luka sekecil apapun penderitanya bisa meninggal” bola mata Luhan melebar mendengar penjelasan Minra.
“Hyurin juga mempunyai kondisi fisik yang lemah. Dia selalu bergantung pada obat. Namun, ia pantang menyerah. Hyurin berusaha sangat keras agar bisa bersekolah disini. Seolah-olah hidupnya hanya untuk belajar dan belajar. Ia juga keras kepala”
“Sebegitukah dia ?”
“Kau pasti berfikir dia gadis yang kuat, melihat sifatnya yang acuh tak acuh. Tapi sebenarnya malah sebaliknya”
‘Kau benar Minra. Aku salah menilai Hyurin’ batin Luhan
“Luhan. Apa kau tau siapa yang melukai tangan Hyurin ?”
Lama Luhan terdiam. Sampai akhirnya ia membuka mulut.
“Ji eun, yang melakukan nya”
“Sudah kuduga. Orang itu benar-benar”
“Apa … Hyurin bilang pada mu kenapa Ji eun berbuat seperti itu pada nya ?”
“Tentang itu kau tanyakan saja sendiri pada Hyurin”
****
Hyurin POV
Agak aneh rasanya jika absen sekolah. Andai tidak ada hukum dan aku tidak memiliki ketergantungan, kau sudah kubunuh Ji eun. Sebenarnya ada apa dengan dia ? kenapa dia selalu membuatku menderita ?! dan alasannya kemarin karena aku mendekati Luhan ? mengajaknya bicara saja hampir tidak pernah ! Bisa-bisanya dia menyukai namja menyebalkan seperti itu, aku sungguh tidak mengerti jalan pikirannya.
Tokk … Tokk … Tokk
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan ku. Aku lantas membuka pintu, mungkin Minra. Tapi, setelah aku buka ….
“A .. apa ??? Kau ?!”

To Be Continue …

Nah, gimana ? maaf ya kalau belum kena feel nya. aku butuh saran kalian semua. Leave your comment, ne ?? ^.^b

24 responses to “[Freelance] DO NOT EVER DOUBT MY WORDS (Chapter 1)

  1. hai author aku mau comment ya ^^ untuk keseluruhan cerita mu udah bagus kok, tapi aku cuma mau ngasih tau wanita itu gak mungkin kena penyakit hemofilia karena setiap bulan wanita haid kalo wanita menderita hemofilia setiap haid dia gak akan selamat kan? 🙂 mungkin kalo penyakitnya di ganti akan lebih baik. terima kasih. fighting thor!

  2. bagus thor ceritanya. tapi maaf ya thor wanita gak mungkin terkena penyakit hemofilia. wanita hanya sebagai gen pembawa saja. kalo penyakitnya di ganti pasti akan lebih bagus. fighting thor.

  3. Punya penyakit hemofilia yah???
    Bukannya itu penyakit sebagian besar cuma menyerang cowo yahh???

    Kan kalo cewe punya penyakit itu extreme banget dehhh
    Aku ngebayangin aja, kalo lagi dapet itu darah ga akan membeku dong alias terus berjalan tanpa henti (?)

    Tapi okelahhh karena ini cuma sekedar fiksi bisa dimaklumin
    Satu lagi ini epep nya bagus..
    Bikin greget
    Penasaran sama
    lanjutannya
    Next thor..
    Fighthing and keep writing

  4. Huaa itu luhan yg dtng iaa thor ceileehh ,,, mulai trpsna sma hyurin nihh ahah , astga ji eun kjam bngt ihhh , gilaa , pkokx next thro ye n keep writhing 🙂

  5. Maaf, penyakitnya itu gak kepikiran sampek situ, wkwk 😀 sampek kelupaan . Aku ganti deh, makasih untuk interupsinya semua 🙂

  6. chanyeol, Luhan, xiumin, mereka itu murid pindahan kh? ceritany mnarik, tp rasanya blm dpet gregetnya… dtunggu next part nya ya..

  7. Bukan ‘Soengsanim’ tp ‘soesangnim’ terus, penggunaan kata ‘pak’ dalam ff bener” gk lazim. Kalo dia bosnya kasih aja ‘sajangnim’ gt lebih baik. sumpah demi apa alurnya cepet banget. Kalo freelance ya santai aja nes u,u
    ngefeelnya cuman pas psycopatnya aja menurutku. Tetep semangat aja. Keep writing!

  8. Bukan ‘Soengsanim’ tp ‘soesangnim’ terus, sumpah demi apa alurnya cepet banget. Kalo freelance ya santai aja nes u,u
    ngefeelnya cuman pas psycopatnya aja menurutku. Tetep semangat aja. Keep writing!

  9. Luhan ya yg dateng..
    Aduuuh kasian bgt sih Hyuriiin, mengidap hemofilia, di bully jieun teruua lagi.. Haaah..
    Ditunggu kelanjutannya yaaw 🙂

  10. Alurnya cepet banget u.u authornim kalo bisa alurnya jangan terlalu express /? *lu kira kereta -_-*
    Feelnya jadi gak kerasa gitu u.u
    Fighting buat nulis ffnya dan semoga di chapter selanjutnya typo nya enggak ada 😀 hehehe ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s