[Freelance] Secret Scandal

aa

Tittle : Secret Scandal
Author/twitter : 7azumi (@agnesmorenady)
Main Cast : D.O Kyungsoo (EXO K)
Kim Yura (OC)
Other Cast : EXO Member
Genre : Romance
Length : Oneshoot
Disclaimer : ini FF oneshoot saya, maaf kalo bahasa nya campur aduk. Maklum saya enggak terlalu bisa korea, hehehehe 😀 dan nama yang ada tertera disini semua nya ngawur kecuali nama EXO member nya . Happy reading ~^-^~

7azumi
Personally Present
“SECRET SCANDAL”

 

Author POV
“Oke. Cukup untuk hari ini, kalian bisa istirahat lebih cepat” ucapan sang manager membuat ke 12 namja itu menghela nafas lega. Di luar gedung Manghwa sudah menunggu ratusan fans dan juga para wartawan termasuk Kim Yura, seorang reporter yang sedang memburu berita tentang EXO.
Saat 12 namja itu keluar, teriakan para fans yang memekakan telinga mulai terdengar. Semua orang saling dorong mendorong. Yura berusaha menghentikan salah satu dari mereka, tapi karena penjagaan bodyguard yang ketat dan ratusan fans yang menghalangi bak lautan (?) membuat Yura terjatuh dan terinjak oleh para fans EXO.
“Ada apa dengan mereka ?! Baru kali ini aku diberi tugas untuk mencari berita tentang artis. Aku menyesal menyetujui tawaran Pak Jang !” gerutu Yura sembari bangkit berdiri.
Pandangan Yura tertuju pada benda yang tergeletak tidak jauh dari kaki nya. Lantas ia memungut benda iu.
“Ponsel ? ini milik siapa ?” lalu ia coba mencari tau siapa pemilik ponsel itu dengan melihat berkas-berkas di dalamnya.
“Kyungsoo ?? sepertinya tidak asing. Siapa ya ?? mmm …. berfikir Yura berfikir. Emmm … siapa kyungsoo itu?” lama Yura berfikir, sampai akhir nya ..
”Aa, D.O Kyungsoo! Aku harus mengembalikan ini padanya”
****
Pagi hari, saat Yura sedang berjalan di trotoar, tanpa sengaja ia melihat D.O sedang bersantai di cafe dengan mengenakan kacamata hitam dan topi. Ia langsung menyebrang jalan, lalu menghampiri D.O
“Anyoenghaseo” sapa Yura
“Anyoeng”
“Apa kau D.O Kyungsoo ? Mianhe, aku menganggu. Bisa … kita bicara ?” ucap Yura to the point
“Ah, ne. Ada apa ?” Yura duduk didepan D.O, lalu ia mengeluarkan ponsel yang ia temukan tempo lalu dari dalam tas nya, lalu menyodorkan nya kepada D.O. Sontak D.O terkejut dan meraih ponsel nya.
“Dimana kau menemukannya ?”
“Di gedung Manghwa kemarin”
“Gansahamida, gansahamida. Dengan apa aku bisa membalas nya ?” tanya D.O
“Karena aku seorang reporter. Aku hanya minta wawancara dari mu. Apa kau ada jadwal setelah ini ?”
“Tidak. Hari ini jadwal kosong, kau bisa mewawancaraiku. Oh ya, nama mu ?”
“Ah, Kim Yura imnida. Reporter dari Seoul TV”
“Bagaimana kalau kita wawancara di tempat yang agak sepi ? supaya aku bisa sedikit leluasa”
“Ne.” lalu mereka berdua beranjak dari tersebut.
****
Mereka sampai di tempat yang mereka tuju. Lalu, duduk di kursi panjang yang terletak di pinggiran danau.
“Selera mu tidak terlalu buruk” ucap Yura menikmati pemandangan yang ada dihadapannya. D.O hanya tersenyum menanggapi penyataan Yura.
“Baiklah. Kita mulai mulai sekarang ?”
“Ne”
Di sela-sela wawancara sering kali mereka tertawa, bersendau guaru dan saling bercanda. Mereka seperti sudah kenal sejak lama, begitu akrab.
‘Baru kali ini aku nyaman berbicara dengan seorang wanita. Kim Yura. Kau unik sekaligus menyenangkan’ batin D.O
“Baiklah, wawancara selesai. Gansahamida D.O ssi, aku pergi dulu” ucap Yura sambil berdiri. Tapi, tangan D.O memegang pergelangan tangan Yura, dengan maksud menahan Yura agar tidak pergi.
“Wae ?”
“Mau kah kau menemani ku jalan-jalan sebentar ?”
“Eh ???” Yura terkejut dengan ajakan D.O yang tiba-tiba
“Supaya kita bisa saling mengenal. Apa kau sedang sibuk hari ini ?”
“Ani. Mm … baiklah” D.O tersenyum lebar mendengar jawaban Yura
“Kajja !” ajak D.O penuh semangat
Mereka berkeliling kota Seoul, bersenang-senang dan menonton bersama, hingga tidak menyadari hari semakin gelap.
Yura terlampau senang, sampai-sampai ia tidak melihat jalan dan jatuh tersandung. D.O yang berada di samping nya dengan cekatan menangkap tubuh Yura yang hampir menyentuh tanah. Tanpa sengaja pandangan mereka bertemu, selama beberapa detik mereka tetap dalam posisi seperti itu, sampai akhirnya Yura berusaha untuk berdiri.
“Yura ya, gwencanayo ?” tanya D.O khawatir
“N-Ne, gwencana D.O ssi. Gomawo”
“Kau terlalu bersemangat, berhati-hatilah ”
“Ne, mianhe. Ehehe”
‘Kenapa aku menjadi gugup seperti ini ?’ batin Yura.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengabadikan adegan mereka tadi.
“Ini sudah larut. Aku harus pulang D.O ssi”
“Kalau begitu akan ku antar kau pulang”
“Eh ? tidak usah. Aku bisa sendiri, gwencana”
“Tidak baik seorang yoeja pulang sendirian. Ayolah, aku antar kau”
“Aku tidak mau merepotkan mu”
“Ahaha, aku tidak merasa repot Yura. Ayo, kuantar kau pulang”
“Ne”.
****
“Sudah sampai~” ucap Yura dengan nada riang
“Ahaha, kau sangat lucu Yura” lalu, D.O mencubit pipi Yura pelan, membuat pipi Yura mengeluarkan semburat merah.
“Gomawo D.O, sudah mengantar ku”
“Ne, tidur nyenyak Yura ya” Yura menanggapi nya dengan anggukan
“Yura ya, cakkaman”
“Ne ?” dengan tiba-tiba D.O mencium pipi Yura, membuat Yura terlonjak kaget. Setelah itu D.O lantas berlari.
“Dagh, sampai jumpa lagi !” teriak D.O sambil melambaikan tangan.
Yura hanya mematung melihat perlakuan D.O, ia masuk ke dalam rumah dengan pikiran yang kosong. Bahkan ia tidak bisa tidur. Yang terbayang-bayang di fikiran nya hanya wajah D.O Kyungsoo.
‘Bagaimana kau bisa berharap aku akan tidur tenang dengan perlakuan mu tadi ? menghilanglah dari fikiran ku ! Aigoo … Apa kah aku jatuh cinta ?’
****
Yura datang ke kantor dengan keadaan yang tidak seperti biasanya. Wajah nya kusut dan kantung matanya tebal, dikarenakan tidur nya yang tidak nyenyak tadi malam.
“Yura ssi ! Yura ssi !” teriak seseorang sambil berlari menghampiri Yura.
“Ne ?”
“Pak Jang memanggil mu. Dia sedang marah-marah”
“Omo. Memang ada apa ?”
“Lebih baik kau cepat menemui nya”
Yura lantas menuju ruang pribadi Pak Jang. Benar saja, ekspresi Pak Jang seperti sudah kebakaran jenggot.
‘Tamatlah riwayat mu, Kim Yura’ ucap Yura dalam hati
“Pak Jang memanggil saya ?”
“Ya. Kemari kau” Yura berjalan dengan hati-hati, lalu duduk didepan Pak Jang.
“Ada apa Pak Jang ?”
“Kau ku suruh untuk mencari berita tentang EXO bukan berkencan dengan salah satu membernya !”
“Maksud Pak Jang ?”
Tangan Pak Jang melempar majalah tepat di hadapan Yura. Dalam majalah itu terdapat tulisan ‘D.O Kyungsoo. Salah satu member EXO tengah berduaan dengan seorang yeoja yang berprofesi sebagai reporter di Seoul Television’ dan dicantumkan juga foto Yura dengan D.O saling memandang satu sama lain.
“Kau merusak reputasi perusahaan ! dan foto itu sudah tersebar luas, bahkan di dunia maya sekalipun !”
“Aku bisa menjelaskan—“
“Aku tidak butuh penjelasan mu. Sekarang juga, kau dipecat !” mata Yura terbelalak mendengar perkataan Pak Jang.
“Tapi, Pak Jang-“
“Keluar sekarang juga !”
Yura meninggalkan ruangan Pak Jang dengan hati yang kalut. Ia berlari keluar kantor dengan deraian air mata, lalu ia memutuskan untuk pulang. Selama ia berjalan pulang, hampir semua orang memandangnya. Tapi, Yura mengabaikan tatapan mereka dan tetap berlari. Saat ia melewati gang menuju rumahnya, tiba-tiba 3 orang yeoja memblokir jalannya.
“Kau reporter itu kan ?” tanya salah satu dari mereka
“Siapa kalian ?! biarkan aku lewat”
“Tidak akan”
“Apa mau mu ?”
“Aku tidak terima kau sedekat itu dengan D.O oppa” mereka memojokkan Yura.
“Ada apa dengan kalian ini ?!” mereka mengeluarkan gunting. Lalu, memotong paksa sebagian rambut dan baju yang Yura kenakan
“Ya ! apa yang kalian lakukan ?! Andwe !” bentak Yura diiringi dengan air mata nya yang kian deras. Dengan keadaan seperti itu Yura tidak sanggup untuk melawan.
“Hentikan !” tiba-tiba ada teriakan seseorang dari ujung gang
“Ada seseorang, lari lari !” perintah salah satu dari mereka. 3 yeoja itu berlari meninggalkan Yura yang masih menangis.
“Yura ya. gwencanayo ?! Yura ya !” tanya orang tersebut. Airmata mengganggu penglihatan Yura sehingga ia tidak tau siapa yang tengah bertanya padanya, karena sudah tidak kuat menopang tubuhnya Yura jatuh pingsan.
****
Kim Yura POV
Aku merasa kepala ku pening dan tubuhku terasa sangat berat. Dengan susah payah aku mencoba membuka kelopak mata ku. Sepertinya …. aku sudah dirumah. Ya benar, ini kamarku. Aku bangkit dan berusaha untuk duduk.
“Yura ya, kau sudah sadar ?” mendengar ada suara aku menoleh dan ternyata …
“D.O ssi ?”
“Ne. Gwencanayo ??” tanya nya dengan nada khawatir
“Kenapa kau bisa kemari ?”
“Itu tidak penting. Ini, minumlah” ucap D.O sembari menyodorkan segelas air kepadaku
“Kenapa kau sudah pulang ? apa kau tidak bekerja ?” tanyanya
“Aku … aku dipecat” jawab ku dengan nada lemah. D.O tersentak mendengar jawaban ku.
“Mianhe, Yura ya”
“Kenapa kau meminta maaf ?” tanya ku
“Karna gosip yang ada di media cetak itu kan yang membuat mu di pecat ?”
“Gwencana D.O ssi, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Keadaan mu sekarang pasti lebih sulit dari pada keadaan ku” aku mencoba untuk tersenyum, agar ia tak merasa bersalah.
“Apa agency mu tidak marah mendengar berita itu ?”
“Ya, mereka marah. Tapi, sudahlah tidak usah kau pikirkan. Untuk saat ini jangan keluar dari rumah dulu, ara ?”
“Arasso” ucap ku sembari tersenyum
“Mian, aku menyulitkan mu. Kau sungguh baik Yura.”
“Aku menyukai mu” mendengar nya berkata seperti itu raut wajah ku seketika mengeras.
Telinga ku masih berfungsi kan ? apa aku tidak salah dengar ? tapi kenapa jantung ku berdebar kencang ?
“Yura, kenapa kau diam saja ?”
“Aku …. bingung”
“Bahkan di saat-saat seperti ini kau masih bisa bercanda ? Yura, Yura”
“Siapa bilang aku bercanda ? Aku serius” ucap ku
“Apa perlu kuulangi ? Aku menyukai mu Kim Yura. Eh, ani. Aku.mencintai.mu”
“Kau bercanda. Ya kan ?” tanya ku memastikan
“Apa raut wajah ku seperti orang bercanda ? aku sungguh mencintai mu”
“Benarkah ? tapi aku tidak—“ belum selesai aku bicara tiba-tiba D.O mendarat kan bibir nya ke bibir ku. Aku sangat terkejut atas perlakuan nya. Selang beberapa detik, ia menarik diri dan melepas ciumannya.
“Apa kau tetap tak percaya ?” tanyanya. Aku tidak bisa menjawab pertanyaan nya, aku terlalu terkejut.
“Istirahatlah. Aku tau kau sedang syok sekarang. Besok lusa aku akan menjemput mu, agency akan mengadakan konfrensi pers tentang berita yang ada di media cetak.” Ucap nya dengan senyuman terukir di bibirnya. Ia tampak akan pergi, refleks aku memegang pergelangan tangannya.
“Aku … aku juga … mencintai mu D.O” akuku dengan suara yang agak gemetar. Ekpresi nya terlihat lega mendengar pengakuan ku.
“Ne, Yura. Sekarang istirahatlah, tenang kan dirimu. Dan sebelum konfrensi pers jangan pernah keluar dari rumah sendirian” tangan nya terangkat mengusap puncak kepala ku. Setelah berkata, ia melenggang pergi meninggalkan kamar.
****
Author POV
“Sudah siap ?”
“Fuuh, siap atau tidak aku harus siap”
“Baiklah kita berangkat”
Para media massa telah memenuhi ruangan konfrensi pers. Flash kamera bermunculan karena kedatangan member EXO. Semua sudah siap akan pertanyaan yang akan dilontarkan oleh para wartawan dan duduk di tempat masing-masing, termasuk D.O dan Yura.
“Silahkan pertanyaan pertama.”
“Apakah kalian berdua benar-benar orang yang ada di media cetak ?”
“Ne” jawab D.O
“Apa kalian sedang berkencan saat itu ?”
“Tidak, kita hanya berjalan-jalan mengelilingi Seoul”
“Tapi, kenapa posisi kalian dalam foto seperti itu jika hanya jalan-jalan ?”
“Yura terlalu senang waktu itu. Sampai ia tak memperhatikan jalan lalu jatuh. Dan aku menangkap nya.” jelas D.O
“Lalu sejauh mana hubungan kalian saat ini ?”
D.O dan Yura memandang satu sama lain. Sejak mereka duduk, tangan mereka sudah bertaut dibawah meja konfrensi. Tiba-tiba D.O merangkul pinggang Yura, dan itu membuat jarak diantara mereka menghilang. D.O selalu sukses membuat Yura terkejut.
“Jawabannya, memang benar kita saling mencintai.Bahkan ….. kita akan segera menikah”
“Mwo ??!!” ucap semua member EXO serentak.
Suara Yura tertahan, bahkan ia sampai tidak mengedipkan mata dan tidak melepaskan pandangan nya dari D.O, begitu juga dengan D.O yang tidak melepaskan pandangan nya dari Yura. Pandangan Yura seolah-olah berkata ‘Apa maksud mu ?!’
“Percayalah pada ku” bisik D.O. lalu ia mengecup kening Yura .
END
Waaah, finally. Gimana ? Terima kasih sudah mau baca. Leave your comment, please. ^.^b

15 responses to “[Freelance] Secret Scandal

  1. Alurnya kecepatan yah dan trkesan terburu2 .. Tp tetap menghibur dan cukup menarik untk dibaca . Keep writing yah !

  2. Yah thor , end x cpat bnget pkokx sequel ne thor ye 🙂 😉 okeeey , n keep writhing

  3. penggunaan kata ‘pak’ dalam ff bener” gk lazim. Kalo dia bosnya kasih aja ‘sajangnim’ gt lebih baik + dijudulnya tulisanya FREELANCE, kenapa jadinya ONESHOT? Terus alurnya, Kecepetan banget nes u,u padahal pas ngedit ff.ku jadinya bagus banget. Kenapa bikin ff sendiri, buru buru banget u,u???

  4. Baguusss thor, tapi alurnya kecepetan. Jadi agak bingung hehehhehe..
    Ayo bikin yang lebih thor, aku tunggu.. Semangat 😄😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s